BIOLOGI PERIKANAN
IRWAN ISMAIL. S.PD, M.SI
MATRIKULASI
KOMPETENSI
Ruang Lingkup dan Pengertian Biologi Perikanan
Menganalisis Morfologi Ikan
Menganalisis Anatomi Ikan
Mengidentifikasi jenis berdasarkan bentuk dan ukuran ikan
Menganalisi kebiasan ikan
Menjelaskan Habitat ikan
Menganalisis tingkat kehidupan, tingkat kematian, migrasi
dan siklus kehidupan
Menganalisis reproduksi dan genetika sederhana
Menerapkan organoleptik hasil perikanan
RUANG LINGKUP DAN PENGERTIAN
Biologi perikanan adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari keadaan ikan
sejak individu ikan tersebut menetas (hadir ke alam) kemudian makan,
tumbuh, bermain, bereproduksi, dan akhirnya mengalami kematian, baik
kematian secara alami ataupun dikarenakan faktor-faktor lain.
Ilmu pengetahuan biologi perikanan ini menguraikan tentang struktur organisme
ikan (morfologi), struktur tubuh ikan (anatomi), faktor kimia dan fisika pada
ikan (fisiologi), dan proses beserta kebiasaan kehidupannya, sehingga
pengetahuan biologi perikanan ini merupakan pengetahuan dasar ketika
mendalami pengetahuan dinamika populasi ikan, pengembangan spesies ikan
untuk dikelola menjadi ikan budidaya dan upaya pelestarian spesies ikan yang
akan mengalami kepunahan di perairan alaminya.
Ikan adalah binatang bertulang belakang (vertebrata) yang hidup dalam air,
berdarah dingin (poikilotherm), umumnya bernapas dengan insang, mempunyai
sirip untuk bergerak dan mempunyai gurat sisi untuk mengatur keseimbangan
badannya di saat ikan tersebut bergerak.
CABANG ILMU BIOLOGI
Anatomi Ilmu yang mempelajari tentang bagian-bagian struktur tubuh dalam makhluk
hidup
Agronomi Ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
Botani ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
Bakteriologi Ilmu yang mempelajari tentang bakteri
Biologi molekuler Ilmu yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat molekul
Taksonomi Ilmu yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup
Virologi Ilmu yang mempelajari tentang virus
zoologiIlmu yang mempelajari tentang hewan
Fisioterapi Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadap penderita yang
mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
Farmakologi Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan
Genetika ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
Histologi Ilmu yang mempelajari tentang jaringan
HematologiIlmu yang mempelajari tentang darah
MORFOLOGI IKAN
Pengertian Morfologi yaitu cabang ilmu biologi yang membahas dan
mempelajari tentang tata bentuk luar atau suatu sruktur dari satu
organisme. Sebagai contoh morfologi ikan, artinya ilmu yang
mempelajari mengenai struktur dan bentuk dari suatu ikan.
Suatu organisme perlu di identifikasi melalui bentuk serta strukturnya
agar mudah untuk di kenali. Selain itu morfologi juga di pelajari
untuk menentukan fungsi dari bagian suatu organisme.
Mempeajari pengertian dari morfologi tentunya tidak akan terlepas
dari dasar klasifikasi makhluk hidup. Makhluk hidup
diklasifikasikan berdasarkan persamaan ciri yang ada pada
masing – masing individunya atau jenisnya.
BAGIAN TUBUH IKAN
BAGIAN TUBUH IKAN
Bagian kepala (caput), Bentuk kepala dimulai dari ujung mulut terdepan sampai dengan
ujung tutup insang paling belakang. Pada bagian ini terdapat mulut, rahang atas,
rahang bawah, gigi, sungut, hidung, mata, insang, tutup insang, otak, jantung, dan
sebagainya.
Bagian badan (truncus), Bentuk badan dimulai dari ujung tutup insang bagian belakang
sampai dengan permulaan sirip anus. Pada bagian ini terdapat sirip punggung, sirip
dada, sirip perut, serta organ-organ dalam seperti hati, empedu, lambung, usus,
gonad, gelembung renang, ginjal, limpa, dan sebagainya.
Bagian ekor (cauda), Bagian ekor dimulai dari permulaan sirip anus sampai dengan
ujung sirip ekor bagian paling belakang.Pada bagian ini terdapat anus, sirip dubur,
sirip ekor, dan kadang-kadang juga terdapat scute dan finlet.
BENTUK TUBUH IKAN
Bentuk Pipih ( Compressed ) Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini
mempunyai lebar tubuh jauh lebih kecil dibandingkan dengan
tinggi badan dan panjang tubuh. Ikan dengan bentuk tubuh seperti
ini mempunyai pergerakan yang agak lambat (sedang).
 Ikan Tambakan (Helestoma temmineki),
 Ikan Nila (Oreocromis niloticus), dan
 Ikan Mujair (Orecrhomis mussambicus ).
Bentuk Bola (Globiform), Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini
bertubuh pendek dan gemuk dan jika sedang mengembang maka
bentuk tubuhnya akan menyerupai bola. Cara mengembangnya
yaitu dengan cara mengisi badannya dengan udara. Biasanya
terjadi saat ikan dalam keadaan bahaya. Ikan dengan bentuk
tubuh seperti ini mempunyai pergerakan yang lambat.
 Ikan Buntal (Diodon hystrix),

Ikan Buntal Batu (Ostraction nasus), dan

Ikan Jebong (Abalistes stellaris).
BENTUK TUBUH IKAN
Bentuk Kotak (Ostraciform), Ikan seperti ini bentuk tubuhnya menyerupai
kotak.
 Whitedotted Boxfish, yaitu ikan laut yang hidup diperairan pasifik, hindia dan samudra
pasifik.
 Toadfish (Lagocephalus sceleratus)
Bentuk Panah (Sagittiform), Bentuk tubuh ikan ini seperti anak panah,
kepalanya lancip/ meruncing, badan memanjang kebelakang dengan
bentuk yang hampir seimbang dan ekor bercagak.
 Ikan Alu-alu (Sphyraene jello),
 Ikan Kelah (Tor khudree), dan
 Ikan Kuniran (Upeneus vittatis)
Bentuk Ular (Anguilliform), Tubuh ikan seperti ini berbentuk bulat
memanjang dengan penampang lintang yang agak silindris dan kecil,
serta pada bagian ujung meruncing/tipis. Bentuknya seperti ular
dengan ukuran panjang tubuh dapat mencapai 20 kali tingginya.
 Ikan Belut (Monopterus albus),dan
 Ikan Sidat (Anguilla bicolor).
BENTUK TUBUH IKAN
Bentuk Torpedo/Cerutu (Fusiform), Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini
mempunyai tinggi yang hampir sama dengan lebarnya, sedangkan
panjang tubuh beberapa kali tinggi tubuh. Bentuk tubuh hamper
meruncing pada kedua bagian ujung. Bentuk ikan ini menyerupai cerutu
dan apabila dilihat dari depan maka tubuhnya membentuk lingkaran yang
sempurna. Bentuk torpedo (bentuk cerutu), yaitu suatu bentuk yang
sangat stream-lineuntuk bergerak dalam suatu medium tanpa mengalami
banyak hambatan. Bentuk tubuh ini biasanya dimiliki oleh ikan yang
sering melakukan migrasi.
 Ikan Tuna (thunnus allalunga),
 Ikan Tongkol (Euthynus affinis), dan
 Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis).
Bentuk Pita (Taeniform atau flatted-form), Tubuh ikan seperti ini berbentuk
pipih mendatar, memanjang dan tipis menyerupai pita. Ikan ini cenderung
bergerak lambat dengan cara berenang seperti ular yang membentuk
huruf S.
 Ikan Layur (Trichiurus saval).
BENTUK TUBUH IKAN
Bentuk gepeng atau picak (Depressed) , Ikan dengan bentuk
tubuh seperti ini mempunyai tinggi badan jauh lebih kecil bila
dibandingkan dengan tebal ke arah samping badan (lebar
tubuh). Biasanya dimiliki oleh ikan yang suka hidup di dasar
perairan dan mengendap-ngendap untuk menangkap
mangsanya.
 Ikan Pari (dasyatis bleekeri)
 Ikan Pare Totol (Himantura uarnak)
Bentuk tali (Filiform), yaitu bentuk tubuh yang menyerupai tali.
 Snipe Eel (Nemichthys scolopaceus)
 Pipefish (Pseudophallus straksii)
TIPE MULUT IKAN
Pada umumnya ikan memiliki tipe mulut yang berbeda. Letak dan ukuran mulut
sangat bervariasi, tergantung dari lingkungan dan jenis makanan yang
dikonsumsi. Tipe mulut ikan yang dimaksud antara lain:
1. Tipe Terminal (mulut ikan terletak diujung depan kepala).
2. Tipe Subterminal (mulut ikan terletak didekat ujung depan kepala).
3. Tipe Superior (mulut ikan terletak diujung bagian atas).
4. Tipe Inferior (mulut ikan terletak dibawah kepala).
BENTUK MULUT IKAN
Ada berbagai macam bentuk mulut ikan dan hal
tersebut berkaitan erat dengan jenis makanan
yang dimakannya. Bentuk mulut ikan dapat
dibedakan atas:
Bentuk tabung (tube like), misalnya pada ikan Tangkur
Kuda (Hippocampus histrix)
Bentuk paruh (beak like), misalnya pada ikan Julung-
julung (Hemirhamphus far)
Bentuk gergaji (saw like) misalnya pada ikan Cucut
Gergaji (Pristis microdon)
Bentuk terompet, misalnya pada Campylomormyrus
Elephas.
BENTUK EKOR IKAN (PINNA CAUDALIS)
Homocercal
merupakan bentuk pinna caudalis yang berlekuk atau tidak dan ditunjang oleh jari-
jari sirip ekor
Diphycercal
Merupakan bentuk pinna caudalis yang membulat atau meruncing, simetrisdengan
ruas vertebrae terakhir tidak mencapai ujung sirip
Protocercal
Merupakan bentuk pinna caudalis yang tumpul dan simetris dimana
columna vertebralis terakhir mencapai ujung ekor
Heterocercal
Merupakan bentuk pinna caudalis yang simetris dengan sebagian ujung ventrallebih
pendek
SISIK IKAN BERDASARKAN
BENTUK, STRUKTUR DAN
KOMPOSISINYA
Placoid
 Berbentuk segitiga (seperti duri) yang bagian basalnya mendatar dan menempel pada lapisan dermis serta
ujung yang menonjol menghadap ke arah posterior. ( Ikan bertulang rawan : Ikan hiu dan ikan pari)
Cosmoid
 Mirip dengan placoid yang tresusun atas dua lapisan basal tulang yaitu : isopedine (lapisan tulang lamellar)
dan cancellous (sponge saluran kanal pembuluh darah)
 (Fosil ikan Coelacanth)
Ganoid
 Berlapis-lapis (garam-garam organik) merupakan sisik yang padat dan ukurannya besar. Sisik ini tersusun
rapi dan polanya miring (ikan polypterus dan lepisosdae)
Sikloid
 Sisik lingkaran. Umumnya terdapat pada ikan yang berjari-jari lemah dan berenang lambat (Ikan mas, ikan
tawes dan Gurame)
Ctenoid
 Sisik sisir, mempunyai duri pada bagian posterior, umunya terdapat ikan berjari-jari keras (ikan nila, ikan
sepat, ikan belanak)
ANATOMI IKAN
Anatomi merupakan salah satu cabang dari Ilmu Hayati yang mempelajari organ-
organ dalam suatu organisme. Anatomi suatu spesies ikan sangat penting untuk
diketahui karena merupakan dasar dalam mempelajari jaringan tubuh, morfologi,
sistematika, dan sebagainya.
SISTEM ANATOMI PADA IKAN
Ada 10 sistem anatomi pada tubuh ikan :
1. Sistem penutup tubuh (kulit) : antara lain sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir,dan
sumber-sumber pewarnaan.
2. Sistem otot (urat daging): - penggerak tubuh, sirip-sirip, insang, organ listrik.
3. Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot; pelindung organ-organ dalam dan
penegak tubuh.
4. Sistem pernapasan (respirasi): organnya terutama insang; ada organ-organ
tambahan.
5. Sistem peredaran darah (sirkulasi) : - organnya jantung dan sel-sel darah,
mengedarkan O2, nutrisi, dsb.
6. Sistem pencernaan : organnya saluran pencernaan dari mulut – anus.
7. Sistem saraf : organnya otak dan saraf-saraf tepi.
8. Sistem hormon : kelenjar-kelenjar hormon; untuk pertumbuhan, reproduksi, dsb.
9. Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organnya terutama ginjal.
10. Sistem reproduksi dan embriologi : organnya gonad jantan dan betina
ANATOMI IKAN
MORFOMETRI IKAN
Morfometrik adalah ukuran bagian-bagian tertentu dari struktur tubuh ikan
(measuring methods). Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian tubuh ke
bagian tubuh yang lain. Karakter morfometrik yang sering digunakan untuk diukur
antara lain panjang total, panjang baku, panjang cagak, tinggi dan lebar badan,
tinggi dan panjang sirip, dan diameter mata
Fungsi morfometrik
1) Mengetahui ukuran tubuh ikan
2) Untuk identifikasi jenis ikan dan umurnya
3) Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan ikan
PT. Panjang total;
PB. Panjang baku;
PC. Panjang cagak;
PK. Panjang kepala;
A. Sirip dubur;
C. Sirip ekor;
D1. Sirip punggung depan;
D2. Sirip punggung belakang;
P. Sirip dada;
V. Sirip perut;
1. Moncong;
2. Sungut;
3. Tutup insang;
4. Sisik pada linea lateralis;
5. Scute batang ekor;
6. Sisik di atas linea lateralis;
7. Sisik di bawah linea lateralis;
8. Sisik tambahan
9. Scute pada bagian perut;
10. Filamen (rambut) yang dapat bergerak sendiri;
11. Kell;
12. Sirip lemak;
PANJANG (BIASA,BAKU)
Jarak garis lurus antara ujung bagian kepala yang paling depan sampai ke pelipatan
pangkal sirip ekor
Panjang cagak (fork length)
Panjang ikan yang diukur dari ujung kepala yang terdepan sampai ujung bagian luar
lekukan cabang sirip ekor.
Panjang Total
Jarak garis lurus antara ujung kepala yang terdepan dengan ujung sirip ekor yang
paling belakang
Tinggi badan
diukur pada tempat yang tertinggi antara bagian dorsal dengan ventral,
Tinggi batang ekor,
diukur pada batang ekor di tempat yang mempunyai tinggi terkecil
Panjang batang ekor,
Merupakan jarak miring antara ujung dasar sirip dubur dengan pangkal jari-jari
tengah sirip ekor
Panjang dasar sirip punggung dan sirip dubur
merupakan jarak antara pangkal jari-jari pertama dengan tempat selaput sirip di
belakang jari-jari terakhir bertemu dengan badan. Jarak ini diukur melalui dasar
sirip.
Panjang di bagian depan sirip punggung
Merupakan jarak antara ujung kepala terdepan sampai ke pangkal jari-jari pertama
sirip punggung.
Tinggi sirip punggung dan sirip dubur,
diukur dari pangkal keping pertama sirip sampai ke bagian puncaknya.
Panjang sirip dada dan sirip perut,
Panjang terbesar menurut arah jari-jari dan diukur dari bagian dasar sirip yang
paling depan atau terjauh dari puncak sirip sampai ke puncak sirip ini. Pengukuran
panjang sirip dada hanya dilakukan jika bentuk sirip dada itu tidak simetris.
Panjang kepala,
Jarak antara ujung termuka dari kepala hingga ujung terbelakang dari keping tutup
insang.
Tinggi kepala,
Merupakan panjang garis tegak antara pertengahan pangkal kepala dan
pertengahan kepala di sebelah bawah
Lebar kepala,
Merupakan jarak lurus terbesar antara kedua keping tutup insang pada kedua sisi
kepala.
Lebar / tebal badan,
Jarak lurus terbesar antara kedua sisi badan
Panjang hidung,
Merupakan jarak antara pinggiran terdepan dari hidung atau bibir dan pinggiran
rongga mata sebelah ke depan.
Panjang ruang antar mata
Merupakan jarak antara pinggiran atas dari kedua rongga mata (orbita).
Panjang bagian kepala di belakang mata,
Jarak antara pinggiran belakang dari orbita sampai pinggir belakang selaput keping
tutup insang (membrana branchiostega).
Tinggi bawah mata,
Merupakan jarak kecil antara pinggiran bawah orbita dan rahang atas.
Tinggi pipi,
merupakan jarak tegak antara orbita dan pinggiran bagian depan keping tutup
insang depan (os.preoperculare).
Panjang rahang atas,
adalah panjang tulang rahang atas yang diukur mulai dari ujung terdepan sampai
ujung terbelakang tulang rahang atas
a. Panjang hidung;
b. Panjang kepala di belakang
mata;
c. Panjang antara mata dengan
sudut os preoperculare;
d. Tinggi pipi;
e. Tinggi di bawah mata;
f. Lebar mata;
g. Panjang rahang atas;
h. Panjang rahang bawah;
i. Panjang di depan mata;
j. Tinggi kepala;
1. Maxilla;
2. Premaxilla;
3. Dentary;
4. Hidung;
5. Os interoperculare;
6. Os preoperculare;
7. Os operculare;
8. Os suboperculare;
9. Membrana branchiostega

program Matrikulasi - Biologi Perikanan.pptx

  • 1.
    BIOLOGI PERIKANAN IRWAN ISMAIL.S.PD, M.SI MATRIKULASI
  • 2.
    KOMPETENSI Ruang Lingkup danPengertian Biologi Perikanan Menganalisis Morfologi Ikan Menganalisis Anatomi Ikan Mengidentifikasi jenis berdasarkan bentuk dan ukuran ikan Menganalisi kebiasan ikan Menjelaskan Habitat ikan Menganalisis tingkat kehidupan, tingkat kematian, migrasi dan siklus kehidupan Menganalisis reproduksi dan genetika sederhana Menerapkan organoleptik hasil perikanan
  • 3.
    RUANG LINGKUP DANPENGERTIAN Biologi perikanan adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari keadaan ikan sejak individu ikan tersebut menetas (hadir ke alam) kemudian makan, tumbuh, bermain, bereproduksi, dan akhirnya mengalami kematian, baik kematian secara alami ataupun dikarenakan faktor-faktor lain. Ilmu pengetahuan biologi perikanan ini menguraikan tentang struktur organisme ikan (morfologi), struktur tubuh ikan (anatomi), faktor kimia dan fisika pada ikan (fisiologi), dan proses beserta kebiasaan kehidupannya, sehingga pengetahuan biologi perikanan ini merupakan pengetahuan dasar ketika mendalami pengetahuan dinamika populasi ikan, pengembangan spesies ikan untuk dikelola menjadi ikan budidaya dan upaya pelestarian spesies ikan yang akan mengalami kepunahan di perairan alaminya. Ikan adalah binatang bertulang belakang (vertebrata) yang hidup dalam air, berdarah dingin (poikilotherm), umumnya bernapas dengan insang, mempunyai sirip untuk bergerak dan mempunyai gurat sisi untuk mengatur keseimbangan badannya di saat ikan tersebut bergerak.
  • 4.
    CABANG ILMU BIOLOGI AnatomiIlmu yang mempelajari tentang bagian-bagian struktur tubuh dalam makhluk hidup Agronomi Ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya Botani ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan Bakteriologi Ilmu yang mempelajari tentang bakteri Biologi molekuler Ilmu yang mempelajari tentang kajian biologi pada tingkat molekul Taksonomi Ilmu yang mempelajari tentang penggolongan makhluk hidup Virologi Ilmu yang mempelajari tentang virus zoologiIlmu yang mempelajari tentang hewan Fisioterapi Ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadap penderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot Farmakologi Ilmu yang mempelajari tentang obat-obatan Genetika ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat Histologi Ilmu yang mempelajari tentang jaringan HematologiIlmu yang mempelajari tentang darah
  • 5.
    MORFOLOGI IKAN Pengertian Morfologiyaitu cabang ilmu biologi yang membahas dan mempelajari tentang tata bentuk luar atau suatu sruktur dari satu organisme. Sebagai contoh morfologi ikan, artinya ilmu yang mempelajari mengenai struktur dan bentuk dari suatu ikan. Suatu organisme perlu di identifikasi melalui bentuk serta strukturnya agar mudah untuk di kenali. Selain itu morfologi juga di pelajari untuk menentukan fungsi dari bagian suatu organisme. Mempeajari pengertian dari morfologi tentunya tidak akan terlepas dari dasar klasifikasi makhluk hidup. Makhluk hidup diklasifikasikan berdasarkan persamaan ciri yang ada pada masing – masing individunya atau jenisnya.
  • 6.
  • 7.
    BAGIAN TUBUH IKAN Bagiankepala (caput), Bentuk kepala dimulai dari ujung mulut terdepan sampai dengan ujung tutup insang paling belakang. Pada bagian ini terdapat mulut, rahang atas, rahang bawah, gigi, sungut, hidung, mata, insang, tutup insang, otak, jantung, dan sebagainya. Bagian badan (truncus), Bentuk badan dimulai dari ujung tutup insang bagian belakang sampai dengan permulaan sirip anus. Pada bagian ini terdapat sirip punggung, sirip dada, sirip perut, serta organ-organ dalam seperti hati, empedu, lambung, usus, gonad, gelembung renang, ginjal, limpa, dan sebagainya. Bagian ekor (cauda), Bagian ekor dimulai dari permulaan sirip anus sampai dengan ujung sirip ekor bagian paling belakang.Pada bagian ini terdapat anus, sirip dubur, sirip ekor, dan kadang-kadang juga terdapat scute dan finlet.
  • 8.
    BENTUK TUBUH IKAN BentukPipih ( Compressed ) Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini mempunyai lebar tubuh jauh lebih kecil dibandingkan dengan tinggi badan dan panjang tubuh. Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini mempunyai pergerakan yang agak lambat (sedang).  Ikan Tambakan (Helestoma temmineki),  Ikan Nila (Oreocromis niloticus), dan  Ikan Mujair (Orecrhomis mussambicus ). Bentuk Bola (Globiform), Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini bertubuh pendek dan gemuk dan jika sedang mengembang maka bentuk tubuhnya akan menyerupai bola. Cara mengembangnya yaitu dengan cara mengisi badannya dengan udara. Biasanya terjadi saat ikan dalam keadaan bahaya. Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini mempunyai pergerakan yang lambat.  Ikan Buntal (Diodon hystrix),  Ikan Buntal Batu (Ostraction nasus), dan  Ikan Jebong (Abalistes stellaris).
  • 9.
    BENTUK TUBUH IKAN BentukKotak (Ostraciform), Ikan seperti ini bentuk tubuhnya menyerupai kotak.  Whitedotted Boxfish, yaitu ikan laut yang hidup diperairan pasifik, hindia dan samudra pasifik.  Toadfish (Lagocephalus sceleratus) Bentuk Panah (Sagittiform), Bentuk tubuh ikan ini seperti anak panah, kepalanya lancip/ meruncing, badan memanjang kebelakang dengan bentuk yang hampir seimbang dan ekor bercagak.  Ikan Alu-alu (Sphyraene jello),  Ikan Kelah (Tor khudree), dan  Ikan Kuniran (Upeneus vittatis) Bentuk Ular (Anguilliform), Tubuh ikan seperti ini berbentuk bulat memanjang dengan penampang lintang yang agak silindris dan kecil, serta pada bagian ujung meruncing/tipis. Bentuknya seperti ular dengan ukuran panjang tubuh dapat mencapai 20 kali tingginya.  Ikan Belut (Monopterus albus),dan  Ikan Sidat (Anguilla bicolor).
  • 10.
    BENTUK TUBUH IKAN BentukTorpedo/Cerutu (Fusiform), Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini mempunyai tinggi yang hampir sama dengan lebarnya, sedangkan panjang tubuh beberapa kali tinggi tubuh. Bentuk tubuh hamper meruncing pada kedua bagian ujung. Bentuk ikan ini menyerupai cerutu dan apabila dilihat dari depan maka tubuhnya membentuk lingkaran yang sempurna. Bentuk torpedo (bentuk cerutu), yaitu suatu bentuk yang sangat stream-lineuntuk bergerak dalam suatu medium tanpa mengalami banyak hambatan. Bentuk tubuh ini biasanya dimiliki oleh ikan yang sering melakukan migrasi.  Ikan Tuna (thunnus allalunga),  Ikan Tongkol (Euthynus affinis), dan  Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis). Bentuk Pita (Taeniform atau flatted-form), Tubuh ikan seperti ini berbentuk pipih mendatar, memanjang dan tipis menyerupai pita. Ikan ini cenderung bergerak lambat dengan cara berenang seperti ular yang membentuk huruf S.  Ikan Layur (Trichiurus saval).
  • 11.
    BENTUK TUBUH IKAN Bentukgepeng atau picak (Depressed) , Ikan dengan bentuk tubuh seperti ini mempunyai tinggi badan jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan tebal ke arah samping badan (lebar tubuh). Biasanya dimiliki oleh ikan yang suka hidup di dasar perairan dan mengendap-ngendap untuk menangkap mangsanya.  Ikan Pari (dasyatis bleekeri)  Ikan Pare Totol (Himantura uarnak) Bentuk tali (Filiform), yaitu bentuk tubuh yang menyerupai tali.  Snipe Eel (Nemichthys scolopaceus)  Pipefish (Pseudophallus straksii)
  • 14.
    TIPE MULUT IKAN Padaumumnya ikan memiliki tipe mulut yang berbeda. Letak dan ukuran mulut sangat bervariasi, tergantung dari lingkungan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Tipe mulut ikan yang dimaksud antara lain: 1. Tipe Terminal (mulut ikan terletak diujung depan kepala). 2. Tipe Subterminal (mulut ikan terletak didekat ujung depan kepala). 3. Tipe Superior (mulut ikan terletak diujung bagian atas). 4. Tipe Inferior (mulut ikan terletak dibawah kepala).
  • 16.
    BENTUK MULUT IKAN Adaberbagai macam bentuk mulut ikan dan hal tersebut berkaitan erat dengan jenis makanan yang dimakannya. Bentuk mulut ikan dapat dibedakan atas: Bentuk tabung (tube like), misalnya pada ikan Tangkur Kuda (Hippocampus histrix) Bentuk paruh (beak like), misalnya pada ikan Julung- julung (Hemirhamphus far) Bentuk gergaji (saw like) misalnya pada ikan Cucut Gergaji (Pristis microdon) Bentuk terompet, misalnya pada Campylomormyrus Elephas.
  • 18.
    BENTUK EKOR IKAN(PINNA CAUDALIS) Homocercal merupakan bentuk pinna caudalis yang berlekuk atau tidak dan ditunjang oleh jari- jari sirip ekor Diphycercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang membulat atau meruncing, simetrisdengan ruas vertebrae terakhir tidak mencapai ujung sirip Protocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang tumpul dan simetris dimana columna vertebralis terakhir mencapai ujung ekor Heterocercal Merupakan bentuk pinna caudalis yang simetris dengan sebagian ujung ventrallebih pendek
  • 20.
    SISIK IKAN BERDASARKAN BENTUK,STRUKTUR DAN KOMPOSISINYA Placoid  Berbentuk segitiga (seperti duri) yang bagian basalnya mendatar dan menempel pada lapisan dermis serta ujung yang menonjol menghadap ke arah posterior. ( Ikan bertulang rawan : Ikan hiu dan ikan pari) Cosmoid  Mirip dengan placoid yang tresusun atas dua lapisan basal tulang yaitu : isopedine (lapisan tulang lamellar) dan cancellous (sponge saluran kanal pembuluh darah)  (Fosil ikan Coelacanth) Ganoid  Berlapis-lapis (garam-garam organik) merupakan sisik yang padat dan ukurannya besar. Sisik ini tersusun rapi dan polanya miring (ikan polypterus dan lepisosdae) Sikloid  Sisik lingkaran. Umumnya terdapat pada ikan yang berjari-jari lemah dan berenang lambat (Ikan mas, ikan tawes dan Gurame) Ctenoid  Sisik sisir, mempunyai duri pada bagian posterior, umunya terdapat ikan berjari-jari keras (ikan nila, ikan sepat, ikan belanak)
  • 22.
    ANATOMI IKAN Anatomi merupakansalah satu cabang dari Ilmu Hayati yang mempelajari organ- organ dalam suatu organisme. Anatomi suatu spesies ikan sangat penting untuk diketahui karena merupakan dasar dalam mempelajari jaringan tubuh, morfologi, sistematika, dan sebagainya.
  • 23.
    SISTEM ANATOMI PADAIKAN Ada 10 sistem anatomi pada tubuh ikan : 1. Sistem penutup tubuh (kulit) : antara lain sisik, kelenjar racun, kelenjar lendir,dan sumber-sumber pewarnaan. 2. Sistem otot (urat daging): - penggerak tubuh, sirip-sirip, insang, organ listrik. 3. Sistem rangka (tulang) : tempat melekatnya otot; pelindung organ-organ dalam dan penegak tubuh. 4. Sistem pernapasan (respirasi): organnya terutama insang; ada organ-organ tambahan. 5. Sistem peredaran darah (sirkulasi) : - organnya jantung dan sel-sel darah, mengedarkan O2, nutrisi, dsb. 6. Sistem pencernaan : organnya saluran pencernaan dari mulut – anus. 7. Sistem saraf : organnya otak dan saraf-saraf tepi. 8. Sistem hormon : kelenjar-kelenjar hormon; untuk pertumbuhan, reproduksi, dsb. 9. Sistem ekskresi dan osmoregulasi : organnya terutama ginjal. 10. Sistem reproduksi dan embriologi : organnya gonad jantan dan betina
  • 24.
  • 26.
    MORFOMETRI IKAN Morfometrik adalahukuran bagian-bagian tertentu dari struktur tubuh ikan (measuring methods). Ukuran ikan adalah jarak antara satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Karakter morfometrik yang sering digunakan untuk diukur antara lain panjang total, panjang baku, panjang cagak, tinggi dan lebar badan, tinggi dan panjang sirip, dan diameter mata Fungsi morfometrik 1) Mengetahui ukuran tubuh ikan 2) Untuk identifikasi jenis ikan dan umurnya 3) Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan ikan
  • 28.
    PT. Panjang total; PB.Panjang baku; PC. Panjang cagak; PK. Panjang kepala; A. Sirip dubur; C. Sirip ekor; D1. Sirip punggung depan; D2. Sirip punggung belakang; P. Sirip dada; V. Sirip perut; 1. Moncong; 2. Sungut; 3. Tutup insang; 4. Sisik pada linea lateralis; 5. Scute batang ekor; 6. Sisik di atas linea lateralis; 7. Sisik di bawah linea lateralis; 8. Sisik tambahan 9. Scute pada bagian perut; 10. Filamen (rambut) yang dapat bergerak sendiri; 11. Kell; 12. Sirip lemak;
  • 29.
    PANJANG (BIASA,BAKU) Jarak garislurus antara ujung bagian kepala yang paling depan sampai ke pelipatan pangkal sirip ekor Panjang cagak (fork length) Panjang ikan yang diukur dari ujung kepala yang terdepan sampai ujung bagian luar lekukan cabang sirip ekor. Panjang Total Jarak garis lurus antara ujung kepala yang terdepan dengan ujung sirip ekor yang paling belakang Tinggi badan diukur pada tempat yang tertinggi antara bagian dorsal dengan ventral, Tinggi batang ekor, diukur pada batang ekor di tempat yang mempunyai tinggi terkecil
  • 30.
    Panjang batang ekor, Merupakanjarak miring antara ujung dasar sirip dubur dengan pangkal jari-jari tengah sirip ekor Panjang dasar sirip punggung dan sirip dubur merupakan jarak antara pangkal jari-jari pertama dengan tempat selaput sirip di belakang jari-jari terakhir bertemu dengan badan. Jarak ini diukur melalui dasar sirip. Panjang di bagian depan sirip punggung Merupakan jarak antara ujung kepala terdepan sampai ke pangkal jari-jari pertama sirip punggung. Tinggi sirip punggung dan sirip dubur, diukur dari pangkal keping pertama sirip sampai ke bagian puncaknya. Panjang sirip dada dan sirip perut, Panjang terbesar menurut arah jari-jari dan diukur dari bagian dasar sirip yang paling depan atau terjauh dari puncak sirip sampai ke puncak sirip ini. Pengukuran panjang sirip dada hanya dilakukan jika bentuk sirip dada itu tidak simetris.
  • 31.
    Panjang kepala, Jarak antaraujung termuka dari kepala hingga ujung terbelakang dari keping tutup insang. Tinggi kepala, Merupakan panjang garis tegak antara pertengahan pangkal kepala dan pertengahan kepala di sebelah bawah Lebar kepala, Merupakan jarak lurus terbesar antara kedua keping tutup insang pada kedua sisi kepala. Lebar / tebal badan, Jarak lurus terbesar antara kedua sisi badan Panjang hidung, Merupakan jarak antara pinggiran terdepan dari hidung atau bibir dan pinggiran rongga mata sebelah ke depan.
  • 32.
    Panjang ruang antarmata Merupakan jarak antara pinggiran atas dari kedua rongga mata (orbita). Panjang bagian kepala di belakang mata, Jarak antara pinggiran belakang dari orbita sampai pinggir belakang selaput keping tutup insang (membrana branchiostega). Tinggi bawah mata, Merupakan jarak kecil antara pinggiran bawah orbita dan rahang atas. Tinggi pipi, merupakan jarak tegak antara orbita dan pinggiran bagian depan keping tutup insang depan (os.preoperculare). Panjang rahang atas, adalah panjang tulang rahang atas yang diukur mulai dari ujung terdepan sampai ujung terbelakang tulang rahang atas
  • 34.
    a. Panjang hidung; b.Panjang kepala di belakang mata; c. Panjang antara mata dengan sudut os preoperculare; d. Tinggi pipi; e. Tinggi di bawah mata; f. Lebar mata; g. Panjang rahang atas; h. Panjang rahang bawah; i. Panjang di depan mata; j. Tinggi kepala; 1. Maxilla; 2. Premaxilla; 3. Dentary; 4. Hidung; 5. Os interoperculare; 6. Os preoperculare; 7. Os operculare; 8. Os suboperculare; 9. Membrana branchiostega