SISTEM ANTRIAN DENGAN REAL TIME
MONITORING PADA PELAYANAN CUSTOMER
Johan Pristiawan Khairul Bahri Ulil Azmy
Johan Pristiawan
Ilustrator Designer
Siapa Kami ?
Chairul Bahri
Programmer Freelance
Ulil Azmy
(mantan) Sales Tupperware
What is Real Time?
keadaan yang sedang berjalan, apa yang
kita rasakan, dengarkan dan lihat pada
saat itu.
Real Time adalah :
Apa yang kita sedang tonton di TV, itu yang
sedang terjadi di TKP.
Real Time layaknya Siaran Live
 System Pakar / Sistem Cerdas. Membuat suatu computer
melakukan pekerjaan secara baik seperti yang manusia
kerjakan dengan memberikan software.
 Seleksi / Sorting. Mengurutkan sesuatu data tertentu dengan
tujuan untuk mempermudah pada saat terjadi pengambilan
keputusan.
 Scheduling. Mem-prepare suatu pekerjaan agar tidak bentrok.
 Parallelism. Mempercepat proses eksekusi suatu program.
 Data Reduction. Pengurangan terhadap data-data yang tidak
digunakan.
 Prediction. Memperkirakan suatu proses eksekusi data.
 Sampling. Mengambil sample data tertentu untuk digunakan.
Kriteria RTCS
Overview RTCS pada pelayanan Customer
 Terdapat 6 buah counter
 2 untuk kasir , 4 untuk customer service
 Terdapat 4 jenis pelayanan
 customer service,
 pelayanan keluhan,
 pengajuan berlangganan,
 pembayaran tagihan.
Overview RTCS pada pelayanan Customer (2)
 Counter 1 dan 2 melayani :
 Customer service dan pelayanan keluhan.
 Counter 3 dan 4 melayani :
 Customer service dan pengajuan berlangganan.
 Counter 5 dan 6 melayani :
 Pembayaran tagihan.
Berbagai Jenis Model Antrian
• First In First Out (FIFO) : Dimana orang yang datang lebih awal akan diberikan
pelayanan terlebih dahulu, orang yang datang terakhir akan dilayani terakhir.
• Last In First Out (LIFO) : Model antrian dimana yang datang terhakhir dilayani
lebih awal, dan yang datang paling awal dilayani terakhir. Contoh : Tumpukan
barang di gudang, dimana tumpukan paling atas merupakan barang terakhir
yang masuk, sehingga akan diambil pertama.
• Priority Service (PS) : Model antrian yang mengutamakan layanan kepada
antrian yang memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan prioritas yang
lebih rendah. Meskipun datang paling akhir, jika prioritasnya paling tinggi
makan akan didahulukan.
Operasi Pada Antrian
• Proses penambahan data pada
Queue
q.insert(A);
q.insert(B);
q.insert(C);
• Proses penghapusan data pada
Queue
x= q.remove();
• Proses penambahan data pada
Queue, data yang dimasukan
akan ada pada posisi terakhir
q.insert(D);
q.insert(E);
Cara kerja Sistem
• Antrian datang secara berurutan A, B dan C yang kemudian
dimasukan ke dalam baris antrian. Urutan data masuk melalui bagian
rear antrian.
• Setelah A dilayani, maka A akan keluar dari bagian Front baris antrian.
• Kemudian ada antrian baru yang masuk yaitu D dan E secara
berurutan masuk melalui bagian rear lagi. Dan seterusnya. Dalam
proses bisnis, terdapat berbagai contoh dari berbagai proses yang
menciptakan/menimbulkan antrian.
Model Antrian (1)
• Single Channel Queue
Merupakan bentuk antrian yang paling
sederhana. Single channel menyatakan
bahwa hanya ada satu fasilitas
pelayanan atau dapat juga dikatakan
untuk memasuki sistem tersebut hanya
ada satu jalur. Atau lebih dari satu jalur
tunggu dengan pelayanan yang
berbeda-beda.
Model Antrian (2)
• Multiple Channel Queue
Multiple channe queue
merupakan suatu model antrian
yang memiliki jumlah fasilitas
pelayanan lebih dari satu channel
pelayanan.
Model Antrian (1)
• Adapun multiple channel queue
dengan lebih dari satu jenis
layanan, dimana seseorang
mengambil nomor antrian sesuai
dengan urutan antrian namun
pada jalur tunggu pada jenis
layanan yang berbeda.
• Merupakan antrian penerapan
dari multiple channel queue
dengan lebih dari satu jenis
layanan dengan kemampuan
memforward sebuah nomor ke
jenis layanan yang berbeda tanpa
perlu mengambil nomor antrian
lagi dan diberikan prioritas sesuai
dengan nomor antrianya. Dimana
nomor antrian yang lebih kecil
akan tetap mendapat pelayanan
lebih dahulu.
Penjelasan blok diagram cara kerja
aplikasi :
1. Komputer ambil nomor antrian
dan membuat nomor antrian
yang kemudian dicetak oleh
printer yang terhubung dengan
komputer.
2. Nomor antrian akan tersimpan di
komputer server untuk menunggu
panggilan. Komputer server
menampilkan nomor urut yang
mendapat panggilan saat itu
(nomor antrian terakhir) dan di
Customer Service mana akan
dilayani.
3. Customer Service akan memberi perintah pada aplikasi
untuk memanggil nomor antrian berikutnya.
4. Komputer server akan merespon dan melakukan panggilan
suara. Kemudian akan menampilkanya di monitor display
nomor antrian.
Flowchart mengambil Nomor Antrian
Flowchart memanggil Nomor Antrian
Tampilan Form Aplikasi Sistem Antrian
KESIMPULAN
• Aplikasi mampu membuat nomor antrian secara otomatis dengan satu
sumber kedatangan antrian dengan lebih dari satu tempat pelayanan dan
lebih dari satu layanan.
• Aplikasi dapat mengatasi masalah ketika listrik padam dan tidak
mengacaukan nomor antrian. Dimana ketika mengalami gangguan, nomor
antrian terakhir akan dipanggil ulang. Listrik padam saat melayani antrian
bisa diatasi oleh aplikasi karena sudah dilakukan pencatatan nomor
antrian, sehingga antrian tidak akan kacau ketika memulai lagi
menjalankan aplikasi setelah gangguan listrik.
• Aplikasi antrian yang dihasilkan mampu melakukan forwarding nomor
antrian ke jenis layanan lain. Nomor antrian dapat diforward ke layanan
lain setelah mendapat layanan tertentu tanpa harus mengambil nomor
antrian lagi dengan mengarahkan ke layanan tertentu .

Presentati Sisteam Antrian Real-Time

  • 1.
    SISTEM ANTRIAN DENGANREAL TIME MONITORING PADA PELAYANAN CUSTOMER Johan Pristiawan Khairul Bahri Ulil Azmy
  • 2.
    Johan Pristiawan Ilustrator Designer SiapaKami ? Chairul Bahri Programmer Freelance Ulil Azmy (mantan) Sales Tupperware
  • 3.
  • 4.
    keadaan yang sedangberjalan, apa yang kita rasakan, dengarkan dan lihat pada saat itu. Real Time adalah :
  • 5.
    Apa yang kitasedang tonton di TV, itu yang sedang terjadi di TKP. Real Time layaknya Siaran Live
  • 6.
     System Pakar/ Sistem Cerdas. Membuat suatu computer melakukan pekerjaan secara baik seperti yang manusia kerjakan dengan memberikan software.  Seleksi / Sorting. Mengurutkan sesuatu data tertentu dengan tujuan untuk mempermudah pada saat terjadi pengambilan keputusan.  Scheduling. Mem-prepare suatu pekerjaan agar tidak bentrok.  Parallelism. Mempercepat proses eksekusi suatu program.  Data Reduction. Pengurangan terhadap data-data yang tidak digunakan.  Prediction. Memperkirakan suatu proses eksekusi data.  Sampling. Mengambil sample data tertentu untuk digunakan. Kriteria RTCS
  • 7.
    Overview RTCS padapelayanan Customer  Terdapat 6 buah counter  2 untuk kasir , 4 untuk customer service  Terdapat 4 jenis pelayanan  customer service,  pelayanan keluhan,  pengajuan berlangganan,  pembayaran tagihan.
  • 8.
    Overview RTCS padapelayanan Customer (2)  Counter 1 dan 2 melayani :  Customer service dan pelayanan keluhan.  Counter 3 dan 4 melayani :  Customer service dan pengajuan berlangganan.  Counter 5 dan 6 melayani :  Pembayaran tagihan.
  • 9.
    Berbagai Jenis ModelAntrian • First In First Out (FIFO) : Dimana orang yang datang lebih awal akan diberikan pelayanan terlebih dahulu, orang yang datang terakhir akan dilayani terakhir. • Last In First Out (LIFO) : Model antrian dimana yang datang terhakhir dilayani lebih awal, dan yang datang paling awal dilayani terakhir. Contoh : Tumpukan barang di gudang, dimana tumpukan paling atas merupakan barang terakhir yang masuk, sehingga akan diambil pertama. • Priority Service (PS) : Model antrian yang mengutamakan layanan kepada antrian yang memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan dengan prioritas yang lebih rendah. Meskipun datang paling akhir, jika prioritasnya paling tinggi makan akan didahulukan.
  • 10.
    Operasi Pada Antrian •Proses penambahan data pada Queue q.insert(A); q.insert(B); q.insert(C); • Proses penghapusan data pada Queue x= q.remove(); • Proses penambahan data pada Queue, data yang dimasukan akan ada pada posisi terakhir q.insert(D); q.insert(E);
  • 11.
    Cara kerja Sistem •Antrian datang secara berurutan A, B dan C yang kemudian dimasukan ke dalam baris antrian. Urutan data masuk melalui bagian rear antrian. • Setelah A dilayani, maka A akan keluar dari bagian Front baris antrian. • Kemudian ada antrian baru yang masuk yaitu D dan E secara berurutan masuk melalui bagian rear lagi. Dan seterusnya. Dalam proses bisnis, terdapat berbagai contoh dari berbagai proses yang menciptakan/menimbulkan antrian.
  • 12.
    Model Antrian (1) •Single Channel Queue Merupakan bentuk antrian yang paling sederhana. Single channel menyatakan bahwa hanya ada satu fasilitas pelayanan atau dapat juga dikatakan untuk memasuki sistem tersebut hanya ada satu jalur. Atau lebih dari satu jalur tunggu dengan pelayanan yang berbeda-beda.
  • 13.
    Model Antrian (2) •Multiple Channel Queue Multiple channe queue merupakan suatu model antrian yang memiliki jumlah fasilitas pelayanan lebih dari satu channel pelayanan.
  • 14.
    Model Antrian (1) •Adapun multiple channel queue dengan lebih dari satu jenis layanan, dimana seseorang mengambil nomor antrian sesuai dengan urutan antrian namun pada jalur tunggu pada jenis layanan yang berbeda.
  • 15.
    • Merupakan antrianpenerapan dari multiple channel queue dengan lebih dari satu jenis layanan dengan kemampuan memforward sebuah nomor ke jenis layanan yang berbeda tanpa perlu mengambil nomor antrian lagi dan diberikan prioritas sesuai dengan nomor antrianya. Dimana nomor antrian yang lebih kecil akan tetap mendapat pelayanan lebih dahulu.
  • 16.
    Penjelasan blok diagramcara kerja aplikasi : 1. Komputer ambil nomor antrian dan membuat nomor antrian yang kemudian dicetak oleh printer yang terhubung dengan komputer. 2. Nomor antrian akan tersimpan di komputer server untuk menunggu panggilan. Komputer server menampilkan nomor urut yang mendapat panggilan saat itu (nomor antrian terakhir) dan di Customer Service mana akan dilayani.
  • 17.
    3. Customer Serviceakan memberi perintah pada aplikasi untuk memanggil nomor antrian berikutnya. 4. Komputer server akan merespon dan melakukan panggilan suara. Kemudian akan menampilkanya di monitor display nomor antrian.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    Tampilan Form AplikasiSistem Antrian
  • 22.
    KESIMPULAN • Aplikasi mampumembuat nomor antrian secara otomatis dengan satu sumber kedatangan antrian dengan lebih dari satu tempat pelayanan dan lebih dari satu layanan. • Aplikasi dapat mengatasi masalah ketika listrik padam dan tidak mengacaukan nomor antrian. Dimana ketika mengalami gangguan, nomor antrian terakhir akan dipanggil ulang. Listrik padam saat melayani antrian bisa diatasi oleh aplikasi karena sudah dilakukan pencatatan nomor antrian, sehingga antrian tidak akan kacau ketika memulai lagi menjalankan aplikasi setelah gangguan listrik. • Aplikasi antrian yang dihasilkan mampu melakukan forwarding nomor antrian ke jenis layanan lain. Nomor antrian dapat diforward ke layanan lain setelah mendapat layanan tertentu tanpa harus mengambil nomor antrian lagi dengan mengarahkan ke layanan tertentu .