APLIKASI 5-R
PT. KABELINDO MURNI Tbk 1
Model 5S di Japan
PT. KABELINDO MURNI Tbk 2
MAKSUD PENERAPAN 5R
PERUBAHAN PERILAKU MELALUI PERUBAHAN TEMPAT KERJA
PELATIHAN 5R
Sikap Perilaku Tempat Kerja
PENERAPAN 5R
Budaya Sikap Kebiasaan Perilaku Tempat Kerja
3
PT.KABELINDO MURNI Tbk
SASARAN PENERAPAN 5R
 Mewujudkan tempat kerja yang nyaman
dan pekerjaan yang menyenangkan.
 Melatih karyawan yang mampu mandiri
mengelola pekerjaannya.
 Mewujudkan perusahaan bercitra positif di
mata pelanggan tercermin dari kondisi
tempat kerja.
4
PT.KABELINDO MURNI Tbk
Figure Pabrik Mobil
PT. KABELINDO MURNI Tbk 5
DAMPAK PENERAPAN 5R
 Zero (meminimumkan potensi terjadinya) :
~ Accident (kecelakaan kerja)
~ Breakdown (gangguan kerusakan)
~ Crisis (krisis)
~ Defect (cacat atau salah kerja)
 Manusia yang bersemangat kerja
 Organisasi yang siap mengikuti perubahan sesuai
arahan strategi pimpinan
6
PT.KABELINDO MURNI Tbk
PENYAMAAN POLA PIKIR
Sebelum memulai program penerapan 5R, perlu
dilakukan penyamaan pola pikir setiap karyawan
akan arti “pemborosan” ditempat kerja.
Cara efektif yang biasa dilakukan adalah bersama-
sama Patroli 5R keliling area kerja untuk melihat,
mencatat dan memberikan saran pemecahan
adanya pemborosan
7
PT.KABELINDO MURNI Tbk
aktifitas 5-R
PT. KABELINDO MURNI Tbk
8
Management 5R
PT. KABELINDO MURNI Tbk
9
Arti Pemborosan adalah
Segala sesuatu yang :
• Tidak memberikan nilai tambah
• Berlebihan dari kebutuhan minimum
• Tidak membantu suatu proses
• Tidak menguntungkan secara materi
10
PT.KABELINDO MURNI Tbk
Lima Langkah 5-R
PT. KABELINDO MURNI Tbk.
11
Zona Tanggung Jawab
PT. KABELINDO MURNI Tbk 12
ORGANISASI - 5R
PT. KABELINDO MURNI Tbk 13
RINGKAS = PEMILAHAN
MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN
Membedakan barang yang diperlukan atau yang
tidak diperlukan, menyingkirkan barang yang
tidak diperlukan,
Barang yang tidak dipakai di tempat kerja akan
berdampak terhadap inventory, menurunkan
produktifitas dan menimbulkan bahaya.
14
PT.KABELINDO MURNI Tbk
5R - RINGKAS
PT. KABELINDO MURNI Tbk 15
RINGKAS = PEMILAHAN
MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN
Sebelum memulai dilakukan gerakan 5R, sebaiknya dilakukan
pengambilan gambar (difoto) terlebih dahulu
1. Dapatkah kita menemukan barang yang tidak
diperlukan?
 Sesungguhnya, terdapat barang yang tidak diperlukan
di dalam setiap pabrik.
 Barang yang tidak diperlukan artinya barang tersebut
tidak dibutuhkan untuk produksi saat ini.
16
PT.KABELINDO MURNI Tbk
5R - RINGKAS
PT. KABELINDO MURNI Tbk 17
KAIZEN RINGKAS
PT. KABELINDO MURNI Tbk 18
Penataan Alat Kerja
PT.KABELINDO MURNI Tbk 19
RINGKAS = PEMILAHAN
MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN
2. Strategi Label Merah : Ringkas Visual
2.1. Apa yang dimaksud Strategi Label Merah
 Ini adalah teknik ringkas yang sangat penting
 Segera setelah barang yang diperlukan ditemukan, barang ini
ditandai dengan label merah.
2.2. Apa yang ditempeli label merah ?
 Beri label merah pada setiap barang yang tidak diperlukan.
 Pada bagian produksi, berarti memeriksa persediaan bahan baku,
peralatan/mesin, dsb.
 Pada bagian administrasi – termasuk dokumen, alat tulis dan mesin
20
PT.KABELINDO MURNI Tbk
PENerepan ringkas
PT. KABELINDO MURNI Tbk 21
RINGKAS = PEMILAHAN
MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN
3. Menentukan standart untuk label merah
Sangat penting untuk menentukan standart yang jelas tentang “apa
yang benar-benar diperlukan” dan “apa yang tidak diperlukan”
untuk mengatasi persoalan ini.
4. Membuat Label Merah
 Label berwarna merah agar langsung terlihat dan menarik perhatian
apabila ada “kotoran” di pabrik.
 Label merah ini juga untuk memperingatkan orang agar
memperhatikan keselamatan orang lain.
 Bahan apapun bisa digunakan asalkan menyolok.
PT.KABELINDO MURNI Tbk
PENAMAAN TPS
PT. KABELINDO MURNI Tbk 23
Tempat Penyimpanan
Sementara (TPS)
PT. KABELINDO MURNI Tbk 24
RAPI = PENATAAN
MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN
Prinsip dasar Rapi adalah melakukan pengaturan
lingkungan kerja dan peralatan secara rapi
dengan sasaran tata letak dan penempatan yang
efisien, sehingga pemborosan waktu untuk
mencari barang bisa dihilangkan, untuk
memperlancar pekerjaan.
25
PT.KABELINDO MURNI Tbk
Standar RAPI
PT. KABELINDO MURNI Tbk 26
Kondisi PLANT YANG RAPI
PT. KABELINDO MURNI Tbk
27
RAPI = PENATAAN
MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN
1. Membersihkan sebelum Penataan
 Hal pertama yang dibutuhkan adalah beberapa pekerjaan dengan
memakai sapu dan lap untuk menghilangkan kotoran.
2. Membuat Denah Tempat Penyimpanan
 Apakah pabrik kita mempunyai denah tempat penyimpanan yang
tepat ?
 Setiap mesin dan setiap tempat penyimpanan memerlukan
tempatnya sendiri.
3. Menambah Warna pada Tempat Kerja : Strategi Pengecatan
A. Lantai :
 Semua lingkungan kerja dicat dengan warna yang tidak
menimbulkan stres.
 Lantai dapat dicat setelah layout telah benar-benar ditentukan dan
semua barang mempunyai tempat yang pasti.
28
WORKSHOP YANG RAPI
PT.KABELINDO MURNI Tbk 29
KAIZEN RAPI
PT. KABELINDO MURNI Tbk 30
Images PABRIK YANG RAPI
PT. KABELINDO MURNI Tbk 31
RAPI = PENATAAN
MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN
B. Menggambar garis di lantai
 Sekali warna lantai telah ditentukan, maka lantai dapat dibagi
menjadi bagian-bagian dengan menggunakan garis.
1. Mulai dengan garis pemisah
a. Garis pemisah
 Garis pemisah adalah garis yang membedakan lorong dan
tempat kerja. Biasanya garis-garis tersebut berwarna kuning,
tetapi dapat juga digunakan warna putih.
b. Garis jalan keluar / masuk
 Kita tidak diperkenankan jalan pada garis atau melangkah
diatasnya.
 Jalan keluar / masuk harus dibuat dan diberi tanda.
32
PT.KABELINDO MURNI Tbk
Penandaan Area Kerja
PT. KABELINDO MURNI Tbk 33
RAPI = PENATAAN
MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN
c. Garis pintu masuk
 Penting mengetahui dari arah mana pintu terbuka.
d. Garis arus lalu lintas.
 Hal yang penting adalah menetapkan kebijakan arus lalu lintas untuk
tempat berjalan dan berkendaran di dalam pabrik.
e. Pola selang – seling
 Pola selang-seling terdiri atas garis miring kuning dan hitam, yang
berfungsi sebagai tanda bahaya.
f. Garis ruang penyimpanan
 Ruangan untuk tempat penyimpanan harus jelas dipisahkan dengan
garis.
 Contoh utama adalah meja & tempat kerja yang digunakan untuk
menyimpan pekerjaan yang sedang berlangsung.
34
MARKA JALAN PABRIK
PT. KABELINDO MURNI Tbk 35
PENYUSUNAN PART di GUDANG
PT. KABELINDO MURNI Tbk 36
RESIK = KEBERSIHAN
MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN
Prinsip dasar Resik adalah menghilangkan sampah,
kotoran dan barang asing untuk memperoleh
tempat kerja yang lebih bersih, Pembersihan
sebagai cara inspeksi.
37
PT.KABELINDO MURNI Tbk
RESIK = KEBERSIHAN
MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN
1. Urutan dalam Resik
o Tujuan dari kebersihan adalah untuk menghilangkan semua debu
dan kotoran dan menjaga tempat kerja selalu bersih.
2. Sasaran Resik
Tiga kategori untuk mentargetkan Resik, yaitu :
a) area penyimpanan, b) peralatan c) lingkungan.
a. Area Penyimpanan
- Kategori ini termasuk bermacam-macam barang dan tempat.
b. Peralatan
- Kita harus selalu merawat mesin kita sendiri dan menjaga
kebersihan serta kerapiannya.
c. Lingkungan
- Buatlah bersih dan nyaman serta pertahankan selalu.
38
PT.KABELINDO MURNI Tbk
Penataan Filing
PT. KABELINDO MURNI Tbk 39
RESIK = KEBERSIHAN
MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN
3. Tanggung jawab Resik (kebersihan)
- Apakah kebersihan dilakukan setiap hari atau dua hari sekali?
a..Peta tanggung jawab Resik (Kebersihan)
- Tanggung jawab Resik atas tempat kerja sebaiknya dibagi kedalam
wilayah kecil.
b. Jadwal Kebersihan
- Sebelum membuat jadwal Resik, buatlah daftar dari semua kegiatan
Resik.
- Lebih baik ada sistem shift terutama untuk membersihkan area yang
dipakai bersama.
40
PT.KABELINDO MURNI Tbk
KAIZEN RESIK
PT. KABELINDO MURNI Tbk 41
PENYUSUNAN FILING
PT. KABELINDO MURNI Tbk. 42
SYSTEM FILING
PT. KABELINDO MURNI Tbk 43
RESIK = KEBERSIHAN
MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN
1. Menentukan Metode Resik (kebersihan)
Sekali kita telah menentukan SIAPA yang bertugas RESIK dan
KAPAN, kita dapat juga menentukan BAGAIMANA RESIK
dapat dilakukan.
a. Lima menit bersih
- Kedengarannya 5 menit tidak merupakan waktu yang cukup
untuk mengerjakan sesuatu yang berarti.
- Tetapi bila kebersihan dilaksanakan secara efisien, kita akan
terkejut berapa banyak dapat dihasilkan !.
44
PT.KABELINDO MURNI Tbk
RESIK = KEBERSIHAN
MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN
b. Urutan Kebersihan
 Lima menit dapat berlalu dengan bila kita hanya berpikir apa yang
dikerjakan!.
c. Tugas dan alat kebersihan
Sekali kita telah menetapkan tugas Resik dengan memastikan barang
apa yang perlu dibersihkan, selanjutnya adalah membuat daftar dari
semua alat untuk pekerjaan tersebut.
5. Persiapan untuk Membersihkan Alat
Alat kebersihan harus selalu disimpan di tempat yang mudah
dijangkau
6. Penerapan Resik
 Sekarang adalah saatnya untuk mulai bersih
45
PT.KABELINDO MURNI Tbk
Kondisi Pabrik yang Resik
PT. KABELINDO MURNI Tbk 46
KAIZEN RESIK
PT. KABELINDO MURNI Tbk 47
SUASANA KANTOR Resik
PT. KABELINDO MURNI Tbk
48
RAWAT = STANDARTISASI
MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH
RAWAT Adalah Memelihara barang dengan teratur, rapi
dan bersih, juga dalam aspek personal dan kaitannya
dengan polusi.
Apabila kegiatan Ringkas, Rapi dan Resik telah selesai,
selanjutnya kondisi ini harus dipertahankan sebagai suatu
kebiasaan.
Diperlukan adanya standart berikut sarana untuk
pengecekan, disosialisasikan dan dilakukan review secara
berkala.
49
PT.KABELINDO MURNI Tbk
MESIN YANG TERawat
PT. KABELINDO MURNI Tbk 50
LINGKUNGAN TERawat
PT. KABELINDO MURNI Tbk 51
RAWAT = STANDARTISASI
MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH
1. Tempat Kerja yang Selalu Rapi
 Tempat kerja dapat selalu dijaga bersih dan tertata apabila setiap
orang mau berpartisipasi.
 Rahasianya adalah dengan mengingat 3 prinsip TIDAK
# TIDAK ada barang yang tidak diperlukan.
# TIDAK ada barang yang berserakan
# TIDAK ada barang / tempat yang kotor
2. Periksa Dulu Barang yang Tidak Diperlukan
a. Daftar periksa untuk barang yang diperlukan
 Untuk memeriksa apabila terdapat barang yang tidak
diperlukan yang masih tertinggal setelah pelaksanaan
Strategi Label Merah
52
PT.KABELINDO MURNI Tbk
KAIZEN RAWAT
PT. KABELINDO MURNI Tbk
53
RAWAT = STANDARTISASI
MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH
b. Daftar barang tersisa
Melalui penerapan Strategi Label Merah, sedikitnya pabrik
menghasilkan truk berisi sisa – sisa barang.
3. Memeriksa Tempat Penyimpanan
a. Daftar periksa tempat penyimpanan
 Apakah semua persediaan barang dan peralatan tertata
dengan rapi
b. Daftar Penilaian
 Dari semua langkah 5R, Rawat (Penataan) adalah yang
paling luas jangkauannya.
 Pemeriksaan kembali adalah penting dan daftar penilaian
sangat berguna untuk ini.
54
PT.KABELINDO MURNI Tbk
RAWAT = STANDARTISASI
MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH
4. Pemeriksaan Debu dan Kotoran
 Dengan meraba sepanjang kusen, segera tahu “kebersihan”
ditempat kerja.
 Marilah memikirkan tindakan perbaikan.
55
PT.KABELINDO MURNI Tbk
Perawatan Alat Kerja
PT. KABELINDO MURNI Tbk 56
RAJIN = KEDISIPLINAN
PENGENDALIAN DITEMPAT KERJA
Rajin adalah terciptanya suatu kebiasaan yang baik dari setiap
orang yang terlibat untuk melakukan setiap hal dengan benar
sesuai standart yang telah ditetapkan. Perilaku disiplin diharapkan
tercipta bagi seluruh orang terutama anggota dalam segmennya
1. Pengendalian Visual : Langkah Pertama dalam Kedisiplinan
 Tempat kerja yang sehat merupakan tempat yang selalu terbuka
bagi kritik yang membangun.
 Memberi dan menerima kritik yang membangun adalah suatu
dasar dari langkah 5R – Rajin,
 Idealnya adalah menciptakan tempat kerja dimana masalah dapat
langsung dikenali, sehingga tindakan perbaikan dapat diambil.
57
PT.KABELINDO MURNI Tbk
RAJIN = KEDISIPLINAN
PENGENDALIAN DITEMPAT KERJA
2. Pameran Foto 5 R
 Pabrik harus sudah banyak perubahan sejak pengambilan foto pada
permulaan langkah I.
 Sudah waktunya untuk mengadakan pameran sebelum dan sesudah
pengambilan foto 5R.
3. Slogan 5R
 Seluruh jajaran perusahaan harus terlibat dalam 5R.
 Cara untuk membuat setiap orang tertarik adalah dengan meminta
sedikitnya satu gagasan untuk slogan 5R di setiap tempat strategis.
4. Evaluasi
 Sudah waktunya untuk mengevaluasi secara menyeluruh mengenai
efektifitas pemeriksaan 5R menurut jenis tempat kerja.
58
PT.KABELINDO MURNI Tbk
POJOK LINGKUNGAN
PT. KABELINDO MURNI Tbk 59
POJOK LINGKUNGAN
PT. KABELINDO MURNI Tbk 60
SUDAHKAH ADA PERBAIKAN
Tempat kerja yang sudah lebih bersih
 Bagaimana pendapat anda mengenai foto sebelum dan sesudah 5R ?
 Apakah mungkin untuk mempertahankan ?
 Hanya bila kita menjadikannya sebagai suatu kebiasaan.
61
PT.KABELINDO MURNI Tbk
Kontribusi 5R terhadap ISO
PT. KABELINDO MURNI Tbk 62
SELAMAT BER- 5R
PT. KABELINDO MURNI Tbk 63
SElAmAT Bekerja
PT. KABELINDO MURNI TbK 64

Presentasi Aplikasi 5R - KIM............

  • 1.
  • 2.
    Model 5S diJapan PT. KABELINDO MURNI Tbk 2
  • 3.
    MAKSUD PENERAPAN 5R PERUBAHANPERILAKU MELALUI PERUBAHAN TEMPAT KERJA PELATIHAN 5R Sikap Perilaku Tempat Kerja PENERAPAN 5R Budaya Sikap Kebiasaan Perilaku Tempat Kerja 3 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 4.
    SASARAN PENERAPAN 5R Mewujudkan tempat kerja yang nyaman dan pekerjaan yang menyenangkan.  Melatih karyawan yang mampu mandiri mengelola pekerjaannya.  Mewujudkan perusahaan bercitra positif di mata pelanggan tercermin dari kondisi tempat kerja. 4 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 5.
    Figure Pabrik Mobil PT.KABELINDO MURNI Tbk 5
  • 6.
    DAMPAK PENERAPAN 5R Zero (meminimumkan potensi terjadinya) : ~ Accident (kecelakaan kerja) ~ Breakdown (gangguan kerusakan) ~ Crisis (krisis) ~ Defect (cacat atau salah kerja)  Manusia yang bersemangat kerja  Organisasi yang siap mengikuti perubahan sesuai arahan strategi pimpinan 6 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 7.
    PENYAMAAN POLA PIKIR Sebelummemulai program penerapan 5R, perlu dilakukan penyamaan pola pikir setiap karyawan akan arti “pemborosan” ditempat kerja. Cara efektif yang biasa dilakukan adalah bersama- sama Patroli 5R keliling area kerja untuk melihat, mencatat dan memberikan saran pemecahan adanya pemborosan 7 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 8.
  • 9.
  • 10.
    Arti Pemborosan adalah Segalasesuatu yang : • Tidak memberikan nilai tambah • Berlebihan dari kebutuhan minimum • Tidak membantu suatu proses • Tidak menguntungkan secara materi 10 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 11.
    Lima Langkah 5-R PT.KABELINDO MURNI Tbk. 11
  • 12.
    Zona Tanggung Jawab PT.KABELINDO MURNI Tbk 12
  • 13.
    ORGANISASI - 5R PT.KABELINDO MURNI Tbk 13
  • 14.
    RINGKAS = PEMILAHAN MEMBUANGBARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN Membedakan barang yang diperlukan atau yang tidak diperlukan, menyingkirkan barang yang tidak diperlukan, Barang yang tidak dipakai di tempat kerja akan berdampak terhadap inventory, menurunkan produktifitas dan menimbulkan bahaya. 14 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 15.
    5R - RINGKAS PT.KABELINDO MURNI Tbk 15
  • 16.
    RINGKAS = PEMILAHAN MEMBUANGBARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN Sebelum memulai dilakukan gerakan 5R, sebaiknya dilakukan pengambilan gambar (difoto) terlebih dahulu 1. Dapatkah kita menemukan barang yang tidak diperlukan?  Sesungguhnya, terdapat barang yang tidak diperlukan di dalam setiap pabrik.  Barang yang tidak diperlukan artinya barang tersebut tidak dibutuhkan untuk produksi saat ini. 16 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 17.
    5R - RINGKAS PT.KABELINDO MURNI Tbk 17
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    RINGKAS = PEMILAHAN MEMBUANGBARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN 2. Strategi Label Merah : Ringkas Visual 2.1. Apa yang dimaksud Strategi Label Merah  Ini adalah teknik ringkas yang sangat penting  Segera setelah barang yang diperlukan ditemukan, barang ini ditandai dengan label merah. 2.2. Apa yang ditempeli label merah ?  Beri label merah pada setiap barang yang tidak diperlukan.  Pada bagian produksi, berarti memeriksa persediaan bahan baku, peralatan/mesin, dsb.  Pada bagian administrasi – termasuk dokumen, alat tulis dan mesin 20 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 21.
  • 22.
    RINGKAS = PEMILAHAN MEMBUANGBARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN 3. Menentukan standart untuk label merah Sangat penting untuk menentukan standart yang jelas tentang “apa yang benar-benar diperlukan” dan “apa yang tidak diperlukan” untuk mengatasi persoalan ini. 4. Membuat Label Merah  Label berwarna merah agar langsung terlihat dan menarik perhatian apabila ada “kotoran” di pabrik.  Label merah ini juga untuk memperingatkan orang agar memperhatikan keselamatan orang lain.  Bahan apapun bisa digunakan asalkan menyolok. PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 23.
  • 24.
  • 25.
    RAPI = PENATAAN MEMBENAHITEMPAT PENYIMPANAN Prinsip dasar Rapi adalah melakukan pengaturan lingkungan kerja dan peralatan secara rapi dengan sasaran tata letak dan penempatan yang efisien, sehingga pemborosan waktu untuk mencari barang bisa dihilangkan, untuk memperlancar pekerjaan. 25 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 26.
  • 27.
    Kondisi PLANT YANGRAPI PT. KABELINDO MURNI Tbk 27
  • 28.
    RAPI = PENATAAN MEMBENAHITEMPAT PENYIMPANAN 1. Membersihkan sebelum Penataan  Hal pertama yang dibutuhkan adalah beberapa pekerjaan dengan memakai sapu dan lap untuk menghilangkan kotoran. 2. Membuat Denah Tempat Penyimpanan  Apakah pabrik kita mempunyai denah tempat penyimpanan yang tepat ?  Setiap mesin dan setiap tempat penyimpanan memerlukan tempatnya sendiri. 3. Menambah Warna pada Tempat Kerja : Strategi Pengecatan A. Lantai :  Semua lingkungan kerja dicat dengan warna yang tidak menimbulkan stres.  Lantai dapat dicat setelah layout telah benar-benar ditentukan dan semua barang mempunyai tempat yang pasti. 28
  • 29.
  • 30.
  • 31.
    Images PABRIK YANGRAPI PT. KABELINDO MURNI Tbk 31
  • 32.
    RAPI = PENATAAN MEMBENAHITEMPAT PENYIMPANAN B. Menggambar garis di lantai  Sekali warna lantai telah ditentukan, maka lantai dapat dibagi menjadi bagian-bagian dengan menggunakan garis. 1. Mulai dengan garis pemisah a. Garis pemisah  Garis pemisah adalah garis yang membedakan lorong dan tempat kerja. Biasanya garis-garis tersebut berwarna kuning, tetapi dapat juga digunakan warna putih. b. Garis jalan keluar / masuk  Kita tidak diperkenankan jalan pada garis atau melangkah diatasnya.  Jalan keluar / masuk harus dibuat dan diberi tanda. 32 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 33.
    Penandaan Area Kerja PT.KABELINDO MURNI Tbk 33
  • 34.
    RAPI = PENATAAN MEMBENAHITEMPAT PENYIMPANAN c. Garis pintu masuk  Penting mengetahui dari arah mana pintu terbuka. d. Garis arus lalu lintas.  Hal yang penting adalah menetapkan kebijakan arus lalu lintas untuk tempat berjalan dan berkendaran di dalam pabrik. e. Pola selang – seling  Pola selang-seling terdiri atas garis miring kuning dan hitam, yang berfungsi sebagai tanda bahaya. f. Garis ruang penyimpanan  Ruangan untuk tempat penyimpanan harus jelas dipisahkan dengan garis.  Contoh utama adalah meja & tempat kerja yang digunakan untuk menyimpan pekerjaan yang sedang berlangsung. 34
  • 35.
    MARKA JALAN PABRIK PT.KABELINDO MURNI Tbk 35
  • 36.
    PENYUSUNAN PART diGUDANG PT. KABELINDO MURNI Tbk 36
  • 37.
    RESIK = KEBERSIHAN MENGATURPROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN Prinsip dasar Resik adalah menghilangkan sampah, kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih, Pembersihan sebagai cara inspeksi. 37 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 38.
    RESIK = KEBERSIHAN MENGATURPROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN 1. Urutan dalam Resik o Tujuan dari kebersihan adalah untuk menghilangkan semua debu dan kotoran dan menjaga tempat kerja selalu bersih. 2. Sasaran Resik Tiga kategori untuk mentargetkan Resik, yaitu : a) area penyimpanan, b) peralatan c) lingkungan. a. Area Penyimpanan - Kategori ini termasuk bermacam-macam barang dan tempat. b. Peralatan - Kita harus selalu merawat mesin kita sendiri dan menjaga kebersihan serta kerapiannya. c. Lingkungan - Buatlah bersih dan nyaman serta pertahankan selalu. 38 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 39.
  • 40.
    RESIK = KEBERSIHAN MENGATURPROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN 3. Tanggung jawab Resik (kebersihan) - Apakah kebersihan dilakukan setiap hari atau dua hari sekali? a..Peta tanggung jawab Resik (Kebersihan) - Tanggung jawab Resik atas tempat kerja sebaiknya dibagi kedalam wilayah kecil. b. Jadwal Kebersihan - Sebelum membuat jadwal Resik, buatlah daftar dari semua kegiatan Resik. - Lebih baik ada sistem shift terutama untuk membersihkan area yang dipakai bersama. 40 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 41.
  • 42.
  • 43.
  • 44.
    RESIK = KEBERSIHAN MENGATURPROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN 1. Menentukan Metode Resik (kebersihan) Sekali kita telah menentukan SIAPA yang bertugas RESIK dan KAPAN, kita dapat juga menentukan BAGAIMANA RESIK dapat dilakukan. a. Lima menit bersih - Kedengarannya 5 menit tidak merupakan waktu yang cukup untuk mengerjakan sesuatu yang berarti. - Tetapi bila kebersihan dilaksanakan secara efisien, kita akan terkejut berapa banyak dapat dihasilkan !. 44 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 45.
    RESIK = KEBERSIHAN MENGATURPROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN b. Urutan Kebersihan  Lima menit dapat berlalu dengan bila kita hanya berpikir apa yang dikerjakan!. c. Tugas dan alat kebersihan Sekali kita telah menetapkan tugas Resik dengan memastikan barang apa yang perlu dibersihkan, selanjutnya adalah membuat daftar dari semua alat untuk pekerjaan tersebut. 5. Persiapan untuk Membersihkan Alat Alat kebersihan harus selalu disimpan di tempat yang mudah dijangkau 6. Penerapan Resik  Sekarang adalah saatnya untuk mulai bersih 45 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 46.
    Kondisi Pabrik yangResik PT. KABELINDO MURNI Tbk 46
  • 47.
  • 48.
    SUASANA KANTOR Resik PT.KABELINDO MURNI Tbk 48
  • 49.
    RAWAT = STANDARTISASI MEMPERTAHANKANTEMPAT KERJA YG BERSIH RAWAT Adalah Memelihara barang dengan teratur, rapi dan bersih, juga dalam aspek personal dan kaitannya dengan polusi. Apabila kegiatan Ringkas, Rapi dan Resik telah selesai, selanjutnya kondisi ini harus dipertahankan sebagai suatu kebiasaan. Diperlukan adanya standart berikut sarana untuk pengecekan, disosialisasikan dan dilakukan review secara berkala. 49 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 50.
    MESIN YANG TERawat PT.KABELINDO MURNI Tbk 50
  • 51.
  • 52.
    RAWAT = STANDARTISASI MEMPERTAHANKANTEMPAT KERJA YG BERSIH 1. Tempat Kerja yang Selalu Rapi  Tempat kerja dapat selalu dijaga bersih dan tertata apabila setiap orang mau berpartisipasi.  Rahasianya adalah dengan mengingat 3 prinsip TIDAK # TIDAK ada barang yang tidak diperlukan. # TIDAK ada barang yang berserakan # TIDAK ada barang / tempat yang kotor 2. Periksa Dulu Barang yang Tidak Diperlukan a. Daftar periksa untuk barang yang diperlukan  Untuk memeriksa apabila terdapat barang yang tidak diperlukan yang masih tertinggal setelah pelaksanaan Strategi Label Merah 52 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 53.
  • 54.
    RAWAT = STANDARTISASI MEMPERTAHANKANTEMPAT KERJA YG BERSIH b. Daftar barang tersisa Melalui penerapan Strategi Label Merah, sedikitnya pabrik menghasilkan truk berisi sisa – sisa barang. 3. Memeriksa Tempat Penyimpanan a. Daftar periksa tempat penyimpanan  Apakah semua persediaan barang dan peralatan tertata dengan rapi b. Daftar Penilaian  Dari semua langkah 5R, Rawat (Penataan) adalah yang paling luas jangkauannya.  Pemeriksaan kembali adalah penting dan daftar penilaian sangat berguna untuk ini. 54 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 55.
    RAWAT = STANDARTISASI MEMPERTAHANKANTEMPAT KERJA YG BERSIH 4. Pemeriksaan Debu dan Kotoran  Dengan meraba sepanjang kusen, segera tahu “kebersihan” ditempat kerja.  Marilah memikirkan tindakan perbaikan. 55 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 56.
    Perawatan Alat Kerja PT.KABELINDO MURNI Tbk 56
  • 57.
    RAJIN = KEDISIPLINAN PENGENDALIANDITEMPAT KERJA Rajin adalah terciptanya suatu kebiasaan yang baik dari setiap orang yang terlibat untuk melakukan setiap hal dengan benar sesuai standart yang telah ditetapkan. Perilaku disiplin diharapkan tercipta bagi seluruh orang terutama anggota dalam segmennya 1. Pengendalian Visual : Langkah Pertama dalam Kedisiplinan  Tempat kerja yang sehat merupakan tempat yang selalu terbuka bagi kritik yang membangun.  Memberi dan menerima kritik yang membangun adalah suatu dasar dari langkah 5R – Rajin,  Idealnya adalah menciptakan tempat kerja dimana masalah dapat langsung dikenali, sehingga tindakan perbaikan dapat diambil. 57 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 58.
    RAJIN = KEDISIPLINAN PENGENDALIANDITEMPAT KERJA 2. Pameran Foto 5 R  Pabrik harus sudah banyak perubahan sejak pengambilan foto pada permulaan langkah I.  Sudah waktunya untuk mengadakan pameran sebelum dan sesudah pengambilan foto 5R. 3. Slogan 5R  Seluruh jajaran perusahaan harus terlibat dalam 5R.  Cara untuk membuat setiap orang tertarik adalah dengan meminta sedikitnya satu gagasan untuk slogan 5R di setiap tempat strategis. 4. Evaluasi  Sudah waktunya untuk mengevaluasi secara menyeluruh mengenai efektifitas pemeriksaan 5R menurut jenis tempat kerja. 58 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 59.
  • 60.
  • 61.
    SUDAHKAH ADA PERBAIKAN Tempatkerja yang sudah lebih bersih  Bagaimana pendapat anda mengenai foto sebelum dan sesudah 5R ?  Apakah mungkin untuk mempertahankan ?  Hanya bila kita menjadikannya sebagai suatu kebiasaan. 61 PT.KABELINDO MURNI Tbk
  • 62.
    Kontribusi 5R terhadapISO PT. KABELINDO MURNI Tbk 62
  • 63.
    SELAMAT BER- 5R PT.KABELINDO MURNI Tbk 63
  • 64.