PRELIMINARY RESEARCH DESIGN OF
DOCTORAL PROGRAM & STUDY PLANNING
PENGARUH PRASRANA JALAN DALAM TATA RUANG WILAYAH
TERHADAP PROGRAM PEMBANGUNAN KOTA SORONG
DISUSUN OLEH :
ASRIADI
PROGRAM DOKTOR PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS BOSOWA
TAHUN 2020
A. Latar Belakang Penelitian
Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala
bagian area darat, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya
yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah,
di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta
di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel
(Wikipedia).
Jalan merupakan prasarana penting dalam pembangunan suatu
kota dimana segala akses mulai dari kampung ke kampung, desa ke
desa, kota ke kota atau bahkan sebaliknya menggunakan prasarana ini
dalam mengembangkan wilayahnya, Baik dari kemajuan sector
pangan,industri,perkebunan dan bahkan politik sekalipun. Perencanaan
peningkatan jalan merupakan salah satu upayah untuk mengatasi
permasalahan lalu lintas, maka diperlukan penambahan kualitas jalan
yang tentunya akan memerlukan metoda efektif dalam perancangan
maupun perencanaan agar memperoleh hasil yang terbaik dan
ekonomis, tetapi memenuhi unsur kenyamanan, keamanan, dan
keselamatan pengguna jalan. Untuk pelayanan kepada masyarakat
pemakai jasa transportasi agar lebih aman dan nyaman maka perlu
ditingkatkan pembangunan jalan dengan konstruksi dan analisis
perencanaan yang tepat.
Kota Sorong merupakan bagian integral dari wilayah Provinsi
Papua Barat yang terdiri dari 12 Kabupaten dan 1 Kota. Posisi Kota
Sorong terletak dibawah garis khatulistiwa, antara 131º-51’BT dan 0º-
54’LS.Kota Sorong memiliki luas 1.105 km2 dengan batas-batas
geografis, Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Dampir Kabupaten
Raja Ampat; Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Makbon
Kabupaten Sorong dan Selat Sagawin Kabupaten Raja Ampat; Sebelah
Timur berbatasan dengan Distrik Makbon Kabupaten Sorong; dan
Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Aimas dan Distrik Salawati
Kabupaten Sorong. Secara administratif Kota Sorong
berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 40 Tahun 2013 terbagi menjadi
10 Distrik dan 41 Kelurahan (Sorong dalam angka)
Dalam menjalankan Amanah Rencana Tata Ruang dan Wilayah
(RTRW) perlu adanya evaluasi terhadap kesesuaian pada pelaksanaan
lapangan dengan dokumen rencana tata ruang wilayah, sehingga
apakah pemerintah konsisten dalam menjalankan amanah RTRW atau
sebatas dokumen pelengkap administrasi suatu kota.
Salah satu Peningkatan ekonomi dalam suatu kota terlihat dari
akses penghubung antar wilayah, sehingga masyarakat sendiri dapat
dengan mudah melakukan transaksi ekonomi dari desa ke kota bahkan
lintas provinsi. Dalam ketersediaannya pun harus diperuntukkan sesuai
dalam penataan ruang dan wilayah yang diatur dalam Dokumen RTRW.
B. IDE DAN GAGASAN
Dalam penelitian nantinya akan dibuat suatu alternative
pengembangan wilayah dengan penambahan akses prasana jalan
dalam menjangkau masyarakat pada daerah pegunungan dalam
menjalankan aktifitas ekonomi. Penambahan akses prasarana jalan
telah memperhitungkan langkah-langkah pengembangan wilayah baru di
bidang/sector yang nantinya dapat berkolaborasi memajukan Kawasan
baru. Adapun pengembangannya dengan cara meninjau kembali
rencana tata ruang dan wilayah kota sorong serta melihat isu-isu
strategis Kawasan tersebut.
Pengembangan wilayah tersebut akan di lihat dari berbagai
aspek, aspek yang sangat mendasar dan paling krusial adalah kearifan
lokal dan social humanity, aspek dampak akibat kemudian Aspek tujuan
manfaat dalam program pembangunan pemerintah kota sorong
nantinya. Kearifan lokal perlu di buat dalam hal mendasar dikarenakan
kota sorong dengan berbagai suku adat yang kuat, perkara tanah harus
di perjelas melalui pendekatan social Humanity, masalah tanah adat
yang ada pada kota sorong nantinya akan mempengaruhi
pengembangan kawasan dalam menjalankan program pemerintah.
Dalam aspek dampak akibat nantinya akan di muat dalam studi amdal
pada kawasan pengembangan melalui kajian-kajian teknis ilmiah.
Adapun aspek tujuan manfaat memberikan peningkatan kualitas
ekonomi, menaikkan taraf hidup masyarakat, membuka kawasan yang
terisolir, serta menjadikan suatu kawasan yang berkaemajuan dalam
pengembangan Wilayah.
C. PROBLEM AND STATEMENT STUDY
Kota sorong termasuk salah satu kota yang perkembangan pesat,
kota sorong merupakan kota dengan jalur transit sebelum melanjutkan
ke wilayah lainya (Wilayah wisata) ini terlihat dari pembangunan-
pembangunan setiap tahun bertambah populasinya, sarana-sarana
transportasinya meningkat sehingga ini dapat berpotensi tingkat
kejenuhan dalam system transportasi.
Prasarana transportasi yang tersedia merupakan akses lama
peninggalan perusahan dan penjajah pasa masa itu. Peninggkatan
prasarana jalan dengan cara Pembangunan ruas baru belum maksimal
di jalankan oleh pemerintah. Kondisi jalan saat ini adalah terdiri dari 1
jalan ruas utama Ruas Nasional, 1 Ruas antara Kota, dan jalan
lingkungan lainnya. Hanya dilakukan peningkatan jalan terhadap kondisi
yang ada
Kawasan Wilayah pariwisata merupakan isu strategis dalam
pengembangan kota itu sendiri, kota sorong perlu pemabaharuan wisata
untuk menunjang berjalannya pengembangan Kawasan wilayah yang
berkemajuan. Konsep wisata yang di tawarkan saat ini merupakan
inisiatif masyarakat dengan memanfaatkan area pesisir pantai pada
umumnya dan ini perlu ditinjau kembali apakah lahan tersebut masuk
dalam kesesuaian rencana Tata Ruang dan wilayah kota sorong atau
tidak. Secara keseluruhan kota sorong perlu adanya perluasan wilayah
serta penambahan ruas jalan baru untuk membantu menunjang
Program Pemerintah kota sorong dalam hal ini Pengembangan Tata
Ruang dan Wilayah.
D. OBJECTIVE STUDY
Pemilihan objek penelitian merupakan langkah awal sebelum
masuk dalam metode, disini akan merumuskan materi yang digunakan
secara teori. Adapun rumusan penyelesaian dengan menggunakan :
1. AHP Expert choice sebagai evaluasi kesesuaian lahan terhadap
kebijakan dan dalam pembangunan yang terlaksana.
2. Aerialmapping merupakan metode pemetaan secara Berkala dan real
time
3. Penggunaan ArcGIS sebagai metode Overlay perubahan Perilaku
Peta existing dan aerialmapping.
4. Metode Skoring sebagai metode penilaian evaluasi lahan terhadap
rencana pengembangan Kawasan.
E. METODE PENELITIAN AWAL
Dalam penelitian tahap awal ini akan dilaksanakan dengan analisis
kualitatif deskriptif, pada tahap dasar akan dilakukan :
1. Peninjauan terhadap dokumen Rencana Tata Ruang dan Wilayah
(RTRW) kota sorong, pada tahapan ini melakukan studi kebijakan
terhadap dokumen pendukung.
2. Kemudian dilakukan penyesuaian dan penilaian terhadap bangunan
yang sudah terlaksana, dari sini akan memberikan penilaian berapa
persentase kebijakan yang terlaksana dan yang tidak terlaksana.
3. Melakukan sampel tanggapan / Kuesioner agar mengetahui seberapa
pentingkah wilayah tersebut layak di jadikan area pengembangan.
4. Tahapan mapping untuk mengkolaborasikan peta RTRW dengan
Mapping Real time. Tahapan ini tidak di gunakan data BIG sebagai
data Base Peta Mapping tetapi data base peta Mapping ini
berdasarkan foto aerialgraphy dengan metode Drone. Dari hasil
Mapping dapat di overlay dengan kesesuaian kondisi
5. Penilaian dampak akibat dengan perhitungan, dimana akan dapat
mengetahui seberapa besar biaya kerusakan terjadi akibat dampak
pengembangan yang dilakukan.
6. Membuat Konseptual Desain pada pengembangan Kawasan mulai
dari prasarana sampai ke sarana penunjang, ini di muat dalam 1
bentuk masterplan Kawasan pengembangan.
7. Panafsiran biaya dimuat dalam satu rencana anggaran biaya (RAB),
dalam perhitungan anggaran akan di perhitungkan besaran kenaikan
biaya setiap tahun sampai dengan beberapa tahun kedepan sampai
terlaksanakan perkerjaan.
8. Pada tahap akhir akan berkoordinasi bersama pemangku kebijakan
meberikan usulan teknis terhadap pengembangan kota sorong dan
nantinya akan di tetapkan dalam scheudulle planning pemerintah kota
sorong.
F. STUDY OF PLANNING
Dalam rencana penelitan ini akan melibatkan beberapa kalangan
dan golongan terkait ini meliputi Pemkot, masyarakat, DPRD Kota
Sorong dan Instansi perguruan tinggi. Dalam tahapan waktu tentunya ini
membutuhkan waktu yang sangat lama nantinya. Dalam hal
kemuktahiran study akan dilakukan dengan pendekatan teknologi saat
ini diantaranya penggunan foto udara dengan Teknik drone ini akan
mempercepat waktu dalam pengambilan data peta secara real time.
Dalam pendekatan social, akan dilakukan langsung kepada Lembaga
adat Suku setempat yang mengontrol masyarakat adat sehingga
keputusan atau kewenangan ini hanya pada satu arah yang sejalan.
Tentunya semua ini dapat menekan waktu penelitian secara cepat,
sehingga Study of Planning dapat di tempuh dengan waktu tepat yang
telah ditetapkan fakultas/Akademik bahkan bisa lebih cepat. Semua ini
juga pasti butuh dorongan yang kuat dari pembimbing nantinya dalam
penyusunan penelitian disertasi.

Preliminary research design

  • 1.
    PRELIMINARY RESEARCH DESIGNOF DOCTORAL PROGRAM & STUDY PLANNING PENGARUH PRASRANA JALAN DALAM TATA RUANG WILAYAH TERHADAP PROGRAM PEMBANGUNAN KOTA SORONG DISUSUN OLEH : ASRIADI PROGRAM DOKTOR PRODI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS BOSOWA TAHUN 2020
  • 2.
    A. Latar BelakangPenelitian Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian area darat, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel (Wikipedia). Jalan merupakan prasarana penting dalam pembangunan suatu kota dimana segala akses mulai dari kampung ke kampung, desa ke desa, kota ke kota atau bahkan sebaliknya menggunakan prasarana ini dalam mengembangkan wilayahnya, Baik dari kemajuan sector pangan,industri,perkebunan dan bahkan politik sekalipun. Perencanaan peningkatan jalan merupakan salah satu upayah untuk mengatasi permasalahan lalu lintas, maka diperlukan penambahan kualitas jalan yang tentunya akan memerlukan metoda efektif dalam perancangan maupun perencanaan agar memperoleh hasil yang terbaik dan ekonomis, tetapi memenuhi unsur kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengguna jalan. Untuk pelayanan kepada masyarakat pemakai jasa transportasi agar lebih aman dan nyaman maka perlu ditingkatkan pembangunan jalan dengan konstruksi dan analisis perencanaan yang tepat. Kota Sorong merupakan bagian integral dari wilayah Provinsi Papua Barat yang terdiri dari 12 Kabupaten dan 1 Kota. Posisi Kota Sorong terletak dibawah garis khatulistiwa, antara 131º-51’BT dan 0º- 54’LS.Kota Sorong memiliki luas 1.105 km2 dengan batas-batas geografis, Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Dampir Kabupaten Raja Ampat; Sebelah Utara berbatasan dengan Distrik Makbon Kabupaten Sorong dan Selat Sagawin Kabupaten Raja Ampat; Sebelah Timur berbatasan dengan Distrik Makbon Kabupaten Sorong; dan Sebelah Selatan berbatasan dengan Distrik Aimas dan Distrik Salawati Kabupaten Sorong. Secara administratif Kota Sorong berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 40 Tahun 2013 terbagi menjadi 10 Distrik dan 41 Kelurahan (Sorong dalam angka) Dalam menjalankan Amanah Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) perlu adanya evaluasi terhadap kesesuaian pada pelaksanaan lapangan dengan dokumen rencana tata ruang wilayah, sehingga apakah pemerintah konsisten dalam menjalankan amanah RTRW atau sebatas dokumen pelengkap administrasi suatu kota. Salah satu Peningkatan ekonomi dalam suatu kota terlihat dari akses penghubung antar wilayah, sehingga masyarakat sendiri dapat dengan mudah melakukan transaksi ekonomi dari desa ke kota bahkan lintas provinsi. Dalam ketersediaannya pun harus diperuntukkan sesuai dalam penataan ruang dan wilayah yang diatur dalam Dokumen RTRW. B. IDE DAN GAGASAN Dalam penelitian nantinya akan dibuat suatu alternative pengembangan wilayah dengan penambahan akses prasana jalan dalam menjangkau masyarakat pada daerah pegunungan dalam menjalankan aktifitas ekonomi. Penambahan akses prasarana jalan
  • 3.
    telah memperhitungkan langkah-langkahpengembangan wilayah baru di bidang/sector yang nantinya dapat berkolaborasi memajukan Kawasan baru. Adapun pengembangannya dengan cara meninjau kembali rencana tata ruang dan wilayah kota sorong serta melihat isu-isu strategis Kawasan tersebut. Pengembangan wilayah tersebut akan di lihat dari berbagai aspek, aspek yang sangat mendasar dan paling krusial adalah kearifan lokal dan social humanity, aspek dampak akibat kemudian Aspek tujuan manfaat dalam program pembangunan pemerintah kota sorong nantinya. Kearifan lokal perlu di buat dalam hal mendasar dikarenakan kota sorong dengan berbagai suku adat yang kuat, perkara tanah harus di perjelas melalui pendekatan social Humanity, masalah tanah adat yang ada pada kota sorong nantinya akan mempengaruhi pengembangan kawasan dalam menjalankan program pemerintah. Dalam aspek dampak akibat nantinya akan di muat dalam studi amdal pada kawasan pengembangan melalui kajian-kajian teknis ilmiah. Adapun aspek tujuan manfaat memberikan peningkatan kualitas ekonomi, menaikkan taraf hidup masyarakat, membuka kawasan yang terisolir, serta menjadikan suatu kawasan yang berkaemajuan dalam pengembangan Wilayah. C. PROBLEM AND STATEMENT STUDY Kota sorong termasuk salah satu kota yang perkembangan pesat, kota sorong merupakan kota dengan jalur transit sebelum melanjutkan ke wilayah lainya (Wilayah wisata) ini terlihat dari pembangunan- pembangunan setiap tahun bertambah populasinya, sarana-sarana transportasinya meningkat sehingga ini dapat berpotensi tingkat kejenuhan dalam system transportasi. Prasarana transportasi yang tersedia merupakan akses lama peninggalan perusahan dan penjajah pasa masa itu. Peninggkatan prasarana jalan dengan cara Pembangunan ruas baru belum maksimal di jalankan oleh pemerintah. Kondisi jalan saat ini adalah terdiri dari 1 jalan ruas utama Ruas Nasional, 1 Ruas antara Kota, dan jalan lingkungan lainnya. Hanya dilakukan peningkatan jalan terhadap kondisi yang ada Kawasan Wilayah pariwisata merupakan isu strategis dalam pengembangan kota itu sendiri, kota sorong perlu pemabaharuan wisata untuk menunjang berjalannya pengembangan Kawasan wilayah yang berkemajuan. Konsep wisata yang di tawarkan saat ini merupakan inisiatif masyarakat dengan memanfaatkan area pesisir pantai pada umumnya dan ini perlu ditinjau kembali apakah lahan tersebut masuk dalam kesesuaian rencana Tata Ruang dan wilayah kota sorong atau tidak. Secara keseluruhan kota sorong perlu adanya perluasan wilayah serta penambahan ruas jalan baru untuk membantu menunjang Program Pemerintah kota sorong dalam hal ini Pengembangan Tata Ruang dan Wilayah.
  • 4.
    D. OBJECTIVE STUDY Pemilihanobjek penelitian merupakan langkah awal sebelum masuk dalam metode, disini akan merumuskan materi yang digunakan secara teori. Adapun rumusan penyelesaian dengan menggunakan : 1. AHP Expert choice sebagai evaluasi kesesuaian lahan terhadap kebijakan dan dalam pembangunan yang terlaksana. 2. Aerialmapping merupakan metode pemetaan secara Berkala dan real time 3. Penggunaan ArcGIS sebagai metode Overlay perubahan Perilaku Peta existing dan aerialmapping. 4. Metode Skoring sebagai metode penilaian evaluasi lahan terhadap rencana pengembangan Kawasan. E. METODE PENELITIAN AWAL Dalam penelitian tahap awal ini akan dilaksanakan dengan analisis kualitatif deskriptif, pada tahap dasar akan dilakukan : 1. Peninjauan terhadap dokumen Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) kota sorong, pada tahapan ini melakukan studi kebijakan terhadap dokumen pendukung. 2. Kemudian dilakukan penyesuaian dan penilaian terhadap bangunan yang sudah terlaksana, dari sini akan memberikan penilaian berapa persentase kebijakan yang terlaksana dan yang tidak terlaksana. 3. Melakukan sampel tanggapan / Kuesioner agar mengetahui seberapa pentingkah wilayah tersebut layak di jadikan area pengembangan. 4. Tahapan mapping untuk mengkolaborasikan peta RTRW dengan Mapping Real time. Tahapan ini tidak di gunakan data BIG sebagai data Base Peta Mapping tetapi data base peta Mapping ini berdasarkan foto aerialgraphy dengan metode Drone. Dari hasil Mapping dapat di overlay dengan kesesuaian kondisi 5. Penilaian dampak akibat dengan perhitungan, dimana akan dapat mengetahui seberapa besar biaya kerusakan terjadi akibat dampak pengembangan yang dilakukan. 6. Membuat Konseptual Desain pada pengembangan Kawasan mulai dari prasarana sampai ke sarana penunjang, ini di muat dalam 1 bentuk masterplan Kawasan pengembangan. 7. Panafsiran biaya dimuat dalam satu rencana anggaran biaya (RAB), dalam perhitungan anggaran akan di perhitungkan besaran kenaikan biaya setiap tahun sampai dengan beberapa tahun kedepan sampai terlaksanakan perkerjaan. 8. Pada tahap akhir akan berkoordinasi bersama pemangku kebijakan meberikan usulan teknis terhadap pengembangan kota sorong dan nantinya akan di tetapkan dalam scheudulle planning pemerintah kota sorong. F. STUDY OF PLANNING Dalam rencana penelitan ini akan melibatkan beberapa kalangan dan golongan terkait ini meliputi Pemkot, masyarakat, DPRD Kota Sorong dan Instansi perguruan tinggi. Dalam tahapan waktu tentunya ini
  • 5.
    membutuhkan waktu yangsangat lama nantinya. Dalam hal kemuktahiran study akan dilakukan dengan pendekatan teknologi saat ini diantaranya penggunan foto udara dengan Teknik drone ini akan mempercepat waktu dalam pengambilan data peta secara real time. Dalam pendekatan social, akan dilakukan langsung kepada Lembaga adat Suku setempat yang mengontrol masyarakat adat sehingga keputusan atau kewenangan ini hanya pada satu arah yang sejalan. Tentunya semua ini dapat menekan waktu penelitian secara cepat, sehingga Study of Planning dapat di tempuh dengan waktu tepat yang telah ditetapkan fakultas/Akademik bahkan bisa lebih cepat. Semua ini juga pasti butuh dorongan yang kuat dari pembimbing nantinya dalam penyusunan penelitian disertasi.