PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD )
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH
YAYASAN ISLAMIC CENTERE TASIKMALAYA
(Studi Quasi Eksperimen Pada Kompetensi Dasar Perdagangan
Internasional di Kelas XI IPS)
Nama
Nim
: Elsa Nurlaela
: 2107180046
UNIVERSITAS GALUH CIAMIS
2022
BABI
PENDAHULUAN
Rendah nya hasil
belajar siswa
Pemilihan metode
pengajaran yang
dilakukan oleh guru
kurang bervariasi
Faktor internal dan
faktor Eksternal
Masalah kesulitan
belajar dapat di atasi
Sarana dan
prasarana yang
kurang memadai
Penerapan model
pembelajaran yang tepat
Penggunaan model
pembelajaran kooperatif
Tipe STAD
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
1. Pengertian Belajar
2. Hasil Belajar
3. Pengukuran Hasil Belajar
4. Model Pembelajaran
5. Model Pembelajaran Kooperatif
6. Pembelajaran tipe Student
Teams Acievement Division (
STAD )
Siswa jenuh dalam
proses pembelajaran
Siswa menganggap
ekonomi sebagai mata
pelajaran yang
membosankan
Model Pembelajaran yang
digunakan masih kurang
sesuai
Siswa kesulitan belajar
ekonomi
Model pembelajaran yang
memberi kesempatan
bagi siswa untuk berperan
lebih aktif dalam proses
belajar mengajar
Model pembelajaran
kooperatif tipe STAD
Hasil belajar siswa
meningkat dan siswa lebih
aktif dalam proses belajar
mengajar
2.2. Kerangka Pemikiran
BAB III
METODE PENELITIAN
Populasi dalam penelitian ini
adalah siswa kelas XI IPS
MA YIC Tasikmalaya
Sampel diambil adalah dua
kelas IPS, yang terdiri dari
61 orang siswa
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di MA YIC Tasikmalaya
Populasi dan Sampel Penelitian
Variabel bebas : Variabel Bebas (x) dalam penelitian ini
adalah Model pembelajaran kooperatif
tipe Student Teams Achievement Division
( STAD )
Variabel terikat : Variabel terikat (y) dalam penelitian ini
adalah Hasil belajar siswa
Variabel Penelitian
Penumpulan Data
1. Soal dalam bentuk pilihan Berganda
Yang telah diuji:
a. Validitas Tes
b. Reabilitas Tes
c. Daya Pembeda
d. Indeks Kesukaran
2. Observasi
Teknik Pengolahan Analisis Data
UJI GAIN
UJI NORMALITAS
UJI HOMOGENITAS
UJI HIPOTESIS
 Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement
Division (STAD) Pada Pengukuran Awal (pretest) dan
Pengukuran Akhir (posttest) di Kelas Eksperimen.
Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 9,74
hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai t-tabel
sebesar 1,67 dengan taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi
0,05 dengan derajat kebebasan (dk) sebesar 58 sehingga nilai
thitung > ttabel atau 9,74 > 1,67, artinya Ha diterima Ho
ditolak. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan
hasil belajar peserta didik yang menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division
( STAD pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir
(posttest).
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan
Metode Pembelajaran Konvensional Pada Pengukuran
Awal (Pretest) dan Pengukuran Akhir (Posttest) di
Kelas Kontrol
Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar
13,68 hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan
nilai t-tabel sebesar 1,67 dengan taraf kepercayaan 95%
atau taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk)
sebesar 70 sehingga nilai thitung > ttabel atau 13,68 >
1,67, artinya Ha diterima Ho ditolak. Hal tersebut
menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar
peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran
konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan
pengukuran akhir (posttest).
Perbedaan Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement
Division (STAD) Dengan yang Menggunakan Metode
Pembelajaran Konvensional Pada Pengukuran Akhir
(Posttest).
Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung sebesar 3,96 hasil
tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel sebesar
1,671 dengan taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 0,05
dengan derajat kebebasan (dk) sebesar 59 sehingga nilai
thitung > ttabel atau 3,96 > 1,671, artinya Ha diterima Ho
ditolak. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan
hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD)
dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode
pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (posttest).
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
 Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model
pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD)
pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest).
 Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional
pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest).
 Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran
Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD)dengan yang
menggunakan metode konvensional pada pengukuran akhir (posttest).
5.2. Saran
Apabila dalam pembelajaran pendidik menerapkan metode konvensional, pendidik
harus menyelipkan sedikit humor, menampilkan video motivasi setelah
pembelajaran,menyelipkan sedikit permainan agar siswa tidak merasa jenuh dan
bosan
pptseminar-131128165409-phpapp01 (4)-1.pptx

pptseminar-131128165409-phpapp01 (4)-1.pptx

  • 1.
    PENGARUH MODEL PEMBELAJARANKOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION ( STAD ) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH YAYASAN ISLAMIC CENTERE TASIKMALAYA (Studi Quasi Eksperimen Pada Kompetensi Dasar Perdagangan Internasional di Kelas XI IPS) Nama Nim : Elsa Nurlaela : 2107180046 UNIVERSITAS GALUH CIAMIS 2022
  • 2.
    BABI PENDAHULUAN Rendah nya hasil belajarsiswa Pemilihan metode pengajaran yang dilakukan oleh guru kurang bervariasi Faktor internal dan faktor Eksternal Masalah kesulitan belajar dapat di atasi Sarana dan prasarana yang kurang memadai Penerapan model pembelajaran yang tepat Penggunaan model pembelajaran kooperatif Tipe STAD
  • 3.
    BAB II KAJIAN PUSTAKA 1.Pengertian Belajar 2. Hasil Belajar 3. Pengukuran Hasil Belajar 4. Model Pembelajaran 5. Model Pembelajaran Kooperatif 6. Pembelajaran tipe Student Teams Acievement Division ( STAD )
  • 4.
    Siswa jenuh dalam prosespembelajaran Siswa menganggap ekonomi sebagai mata pelajaran yang membosankan Model Pembelajaran yang digunakan masih kurang sesuai Siswa kesulitan belajar ekonomi Model pembelajaran yang memberi kesempatan bagi siswa untuk berperan lebih aktif dalam proses belajar mengajar Model pembelajaran kooperatif tipe STAD Hasil belajar siswa meningkat dan siswa lebih aktif dalam proses belajar mengajar 2.2. Kerangka Pemikiran
  • 5.
    BAB III METODE PENELITIAN Populasidalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS MA YIC Tasikmalaya Sampel diambil adalah dua kelas IPS, yang terdiri dari 61 orang siswa Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MA YIC Tasikmalaya Populasi dan Sampel Penelitian
  • 6.
    Variabel bebas :Variabel Bebas (x) dalam penelitian ini adalah Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division ( STAD ) Variabel terikat : Variabel terikat (y) dalam penelitian ini adalah Hasil belajar siswa Variabel Penelitian
  • 7.
    Penumpulan Data 1. Soaldalam bentuk pilihan Berganda Yang telah diuji: a. Validitas Tes b. Reabilitas Tes c. Daya Pembeda d. Indeks Kesukaran 2. Observasi
  • 8.
    Teknik Pengolahan AnalisisData UJI GAIN UJI NORMALITAS UJI HOMOGENITAS UJI HIPOTESIS
  • 9.
     Perbedaan HasilBelajar Siswa yang Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Pada Pengukuran Awal (pretest) dan Pengukuran Akhir (posttest) di Kelas Eksperimen. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 9,74 hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai t-tabel sebesar 1,67 dengan taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) sebesar 58 sehingga nilai thitung > ttabel atau 9,74 > 1,67, artinya Ha diterima Ho ditolak. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division ( STAD pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest). BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
  • 10.
    Perbedaan Hasil BelajarSiswa yang Menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional Pada Pengukuran Awal (Pretest) dan Pengukuran Akhir (Posttest) di Kelas Kontrol Dari hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 13,68 hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai t-tabel sebesar 1,67 dengan taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) sebesar 70 sehingga nilai thitung > ttabel atau 13,68 > 1,67, artinya Ha diterima Ho ditolak. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest).
  • 11.
    Perbedaan Hasil BelajarSiswa yang Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Dengan yang Menggunakan Metode Pembelajaran Konvensional Pada Pengukuran Akhir (Posttest). Dari hasil perhitungan diperoleh nilai thitung sebesar 3,96 hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel sebesar 1,671 dengan taraf kepercayaan 95% atau taraf signifikansi 0,05 dengan derajat kebebasan (dk) sebesar 59 sehingga nilai thitung > ttabel atau 3,96 > 1,671, artinya Ha diterima Ho ditolak. Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional pada pengukuran akhir (posttest).
  • 12.
    BAB V KESIMPULAN DANSARAN 5.1. Kesimpulan  Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest).  Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan metode konvensional pada pengukuran awal (pretest) dan pengukuran akhir (posttest).  Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD)dengan yang menggunakan metode konvensional pada pengukuran akhir (posttest). 5.2. Saran Apabila dalam pembelajaran pendidik menerapkan metode konvensional, pendidik harus menyelipkan sedikit humor, menampilkan video motivasi setelah pembelajaran,menyelipkan sedikit permainan agar siswa tidak merasa jenuh dan bosan