Presented by:
Kelompok 9
ACHMAD NUR SYAIDUR ROJAB
AHMAD MUDHOFIR
KARIMATUL AMANAH
NURAENI RESMI
TAkHRIJ HADITS TENTANG penelitian hadis secara tematik melalui koleksi kitab
hadis dan/atau komputer tentang hadis-hadis pendidikan Islam
TAKHRIJ HADISt
Pengertian Takhrij Hadist
Secara etimologi, takhrij
berasal dari kata kharaja yang
berarti tampak dan jelas, yang
artinya menampakkan dan
memperlihatkan hadis kepada
orang dengan menjelaskan
tempat keluarnya.
Sejarah Singkat Takhrij Hadist
Meringkas buku Takhrij Hadist : Jalan Manual & Digital oleh Dr. Shabri Shaleh Anwar dkk, pada
mulanya pencarian hadits tidak didukung oleh metode tertentu karena memang tidak dibutuhkan.
Para ahli hadits mempunyai kemampuan menghafal (dhabit) dan itu yang menjadi alat sekaligus
metode dalam pencarian hadits bagi mereka.
Takhrij hadits telah mengalami perkembangan seiring dengan perhatian ulama terhadap
pemeliharaan hadits. Pekerjaan ini pada awalnya berupa pencarian dengan mengeluarkan hadits
dari ulama syarat sebagai periwayat hadits.
Takhrij hadits yang dilakukan pada tahap pertama tersebut menggunakan cara sensus, yaitu
menelusuri satu persatu ulama pemiliki hadits dari berbagai tempat. Metode ini ditempuh oleh
Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, dan Imam al-Sittah.
Sedangkan takhrij hadits yang sedang dikembangkan di masa sekarang identik dengan penelitian
kepustakaan, yaitu mencari hadits dari berbagai kitab hadits. Setelah itu, dilanjutkan dengan
meneliti kualitas keasliannya berdasarkan isi hadits di dalam kitab tersebut.
Tujuan Takhrij Hadist
Takhrij hadist bertujuan untuk menyelesaikan persoalan
hadits yang belum diketahui letak persembunyian, kuantitas
periwayat, jalur sanad, dan kitab yang memuatnya.
Oleh sebab itu, jika dilihat dari tujuannya, takhrij hadits
dipandang sebagai suatu pekerjaan yang sangat penting.
Tanpa adanya takhrij, akan sulit diketahui asal-usul dan
riwayat dari sebuah hadits
Metode Takhrij Hadist
Takhrij berdasarkan awal kata dari
isi hadist
Takhrij menggunakan perawi
paling atas
Takhrij berdasarkan sifat lahir
hadist
Takhrij berdasarkan tema
Metode 1
takhrij berdasarkan awal kata dari isi hadist. Cara melakukannya harus dengan
mengetahui seluruh atau minimal awal dari matan (isi) hadist tersebut. Beberapa
ulama yang menuliskan kitab takhrij dengan model ini, yaitu Jam'u al-Jawami' karya
Imam Suyuti dan Kanz al-Haqaid fi Hadis Khair al-Khalaiq karya Abdur Rauf bin
Tajuddin Ali.
Metode 2
Metode kedua menggunakan perawi paling atas, yaitu menelusuri hadist dengan
mengetahui perawi paling atas dari hadist tersebut. Kitab-kitab yang menggunakan
metode ini adalah Musnad Imam Ahmad karya Imam Ahmad, Atraf as-Sahihain
karya Abu Mas'ud Ibrahim bin Muhammad, Atrar Kutub as-Sittah karya Syamsuddin
Abu al-Fadl.
Metode 3
Metode ketiga, yaitu berdasarkan tema. Penelusuran dilakukan berdasar tema
bahasan hadist apakah hukum, fikih, tafsir, atau yang lain. Contoh kitab yang
memakai metode ini adalah Kanz al-Ummal fi Sunan al-Aqwal wa al-Af'al karya al-
Burhanpuri dan al Mughni Haml al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ihya min al-Akhbar karya
al-Iraqi.
Metode 4
Metode keempat dengan berdasarkan sifat lahir hadist. Cara penelusuran ini
dilakukan pada hadist mutawatir, qudsi, mursal, dan maudu. Kitab yang
memuat hadist mutawatir yaitu al-Azhar al-Mutanasirah fi al-Akhbar al-
Mutawatirah karya Imam Suyuti. Sedangkan kitab yang memuat hadis qudsi
yaitu al-Ittihafat as-Sunniah fi al-Ahadis al-Qudsiah karya al-Madani.
Hadist Tentang Pendidikan
‫ا‬ً‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ ِ‫ه‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫س‬ِ‫م‬َ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ي‬ ‫ا‬ً‫ق‬ْ‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫ط‬ َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫س‬ ْ‫ن‬َ‫م‬
‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ً‫ق‬ْ‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫ط‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫هللا‬ َ‫ل‬َّ‫ه‬َ‫س‬
‫ا‬
ِ‫ة‬َّ‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ل‬
“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan
untuk menuntut ilmu, maka Allah Swt akan
memudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Let’s Practice With The Application
Presented by Kelompok 9

PPT Takhrij Hadist Fix.pptx

  • 1.
    Presented by: Kelompok 9 ACHMADNUR SYAIDUR ROJAB AHMAD MUDHOFIR KARIMATUL AMANAH NURAENI RESMI TAkHRIJ HADITS TENTANG penelitian hadis secara tematik melalui koleksi kitab hadis dan/atau komputer tentang hadis-hadis pendidikan Islam
  • 2.
    TAKHRIJ HADISt Pengertian TakhrijHadist Secara etimologi, takhrij berasal dari kata kharaja yang berarti tampak dan jelas, yang artinya menampakkan dan memperlihatkan hadis kepada orang dengan menjelaskan tempat keluarnya.
  • 3.
    Sejarah Singkat TakhrijHadist Meringkas buku Takhrij Hadist : Jalan Manual & Digital oleh Dr. Shabri Shaleh Anwar dkk, pada mulanya pencarian hadits tidak didukung oleh metode tertentu karena memang tidak dibutuhkan. Para ahli hadits mempunyai kemampuan menghafal (dhabit) dan itu yang menjadi alat sekaligus metode dalam pencarian hadits bagi mereka. Takhrij hadits telah mengalami perkembangan seiring dengan perhatian ulama terhadap pemeliharaan hadits. Pekerjaan ini pada awalnya berupa pencarian dengan mengeluarkan hadits dari ulama syarat sebagai periwayat hadits. Takhrij hadits yang dilakukan pada tahap pertama tersebut menggunakan cara sensus, yaitu menelusuri satu persatu ulama pemiliki hadits dari berbagai tempat. Metode ini ditempuh oleh Imam Al-Bukhari, Imam Muslim, dan Imam al-Sittah. Sedangkan takhrij hadits yang sedang dikembangkan di masa sekarang identik dengan penelitian kepustakaan, yaitu mencari hadits dari berbagai kitab hadits. Setelah itu, dilanjutkan dengan meneliti kualitas keasliannya berdasarkan isi hadits di dalam kitab tersebut.
  • 4.
    Tujuan Takhrij Hadist Takhrijhadist bertujuan untuk menyelesaikan persoalan hadits yang belum diketahui letak persembunyian, kuantitas periwayat, jalur sanad, dan kitab yang memuatnya. Oleh sebab itu, jika dilihat dari tujuannya, takhrij hadits dipandang sebagai suatu pekerjaan yang sangat penting. Tanpa adanya takhrij, akan sulit diketahui asal-usul dan riwayat dari sebuah hadits
  • 5.
    Metode Takhrij Hadist Takhrijberdasarkan awal kata dari isi hadist Takhrij menggunakan perawi paling atas Takhrij berdasarkan sifat lahir hadist Takhrij berdasarkan tema
  • 6.
    Metode 1 takhrij berdasarkanawal kata dari isi hadist. Cara melakukannya harus dengan mengetahui seluruh atau minimal awal dari matan (isi) hadist tersebut. Beberapa ulama yang menuliskan kitab takhrij dengan model ini, yaitu Jam'u al-Jawami' karya Imam Suyuti dan Kanz al-Haqaid fi Hadis Khair al-Khalaiq karya Abdur Rauf bin Tajuddin Ali. Metode 2 Metode kedua menggunakan perawi paling atas, yaitu menelusuri hadist dengan mengetahui perawi paling atas dari hadist tersebut. Kitab-kitab yang menggunakan metode ini adalah Musnad Imam Ahmad karya Imam Ahmad, Atraf as-Sahihain karya Abu Mas'ud Ibrahim bin Muhammad, Atrar Kutub as-Sittah karya Syamsuddin Abu al-Fadl.
  • 7.
    Metode 3 Metode ketiga,yaitu berdasarkan tema. Penelusuran dilakukan berdasar tema bahasan hadist apakah hukum, fikih, tafsir, atau yang lain. Contoh kitab yang memakai metode ini adalah Kanz al-Ummal fi Sunan al-Aqwal wa al-Af'al karya al- Burhanpuri dan al Mughni Haml al-Asfar fi Takhrij ma fi al-Ihya min al-Akhbar karya al-Iraqi. Metode 4 Metode keempat dengan berdasarkan sifat lahir hadist. Cara penelusuran ini dilakukan pada hadist mutawatir, qudsi, mursal, dan maudu. Kitab yang memuat hadist mutawatir yaitu al-Azhar al-Mutanasirah fi al-Akhbar al- Mutawatirah karya Imam Suyuti. Sedangkan kitab yang memuat hadis qudsi yaitu al-Ittihafat as-Sunniah fi al-Ahadis al-Qudsiah karya al-Madani.
  • 8.
    Hadist Tentang Pendidikan ‫ا‬ً‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ع‬ِ‫ه‬ْ‫ي‬ِ‫ف‬ ُ‫س‬ِ‫م‬َ‫ت‬ْ‫ل‬َ‫ي‬ ‫ا‬ً‫ق‬ْ‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫ط‬ َ‫ك‬َ‫ل‬َ‫س‬ ْ‫ن‬َ‫م‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ‫ا‬ً‫ق‬ْ‫ي‬ ِ‫ر‬َ‫ط‬ ِ‫ه‬ِ‫ب‬ ُ‫هللا‬ َ‫ل‬َّ‫ه‬َ‫س‬ ‫ا‬ ِ‫ة‬َّ‫ن‬َ‫ج‬ْ‫ل‬ “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah Swt akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
  • 9.
    Let’s Practice WithThe Application
  • 10.