KB. 3 :Tugas Guru Sebagai
Pembimbing
- Tugas fungsional guru pembimbing sebagaimana diatur dalam SKB Mendikbud
dan Kepala BAKN Nomor 0433/P/1993 dan Nomor 25/1993.
- Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan (process of helping)
kepada individu secara sistematis dan berkelanjutan sehingga ia mampu
memahami dan menerima diri dan lingkungannya, mengarahkan diri, serta
menyesuaikan diri terhadap tuntutan norma kehidupan demi pengembangan
potensi dirinya secara optimal.
- Guru sebagai aktor utama pendidikan memiliki tugas utama untuk memberikan
layanan bimbingan dan konseling terhadap peserta didik.
A. Hakikat Guru Sebagai Pembimbing
3.
Pengertian Bimbinganmenurut beberapa ahli :
- Menurut Anas Salahudin, 2009 : 13 , Bimbingan merupakan terjemahan dari
guidance yang artinya menunjukkan, mengarahkan, menentukan, mengatur, atau
mengemudikan.
- Prayitno dan Erman Amti ( 2004:99 ) mengatakan bahwa bimbingan adalah proses
pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau
beberapa orang individu, baik peserta didik, remaja, maupun dewasa.
- Rohman Natawidjaja ( 1978 ) mengatakan bahwa bimbingan adalah proses
pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkeseinambungan.
1. Pengertian Bimbingan dan Konseling di
Sekolah
4.
Pengertian Konseling:
- Kata konseling berasal dari bahasa latin yaitu, consilium, yang artiinya “dengan” atau
“bersama” untuk menerima atau memahami.
- Prayitno dan Erman Amti (2004:105) mengatakan bahwa konseling adalah pemberian
bantuan dari seorang ahli (konselor) kepada individu yang sedang mengalami suatu masalah
(klien).
- Winkel dalam Anas Salahudin ( 2009:15 ) menyebutkan bahwa konseling adalah serangkaian
kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu klien secara tatap muka
dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap masalahnya
- Bimo Walgito (/ 1982 : 11 ) menyebutkan bahwa konseling adalah bantuan yang diberikan
kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupannya dengan wawancara untuk
mencapai kesejahteraan hidupnya.
1. Pengertian Bimbingan dan Konseling di
Sekolah
5.
- Menurut paraahli, kegiatan bimbingan dan konseling in imemiliki persamaan dan perbedaan.
Bimbingan ataupun konseling sama-sama digunakan dilingkungan Pendidikan dan mengacu
pada norma yang berlaku. Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada
aktivitas manusia, khususnya peserta didik. Melalui bimbingan dan konseling, peserta didik
dibantu untuk mengenal diri dan lingkungannya sehigga ia dapat mengarahkan dan
menyesuaikan dirinya secara positif dan konstruktif demi pengembangan potensi dirinya secara
optimal.
2. Hubungan antara Bimbingan dan Konseling
6.
a.) Tujuan umumbimbingan konseling di sekolah
Tujuan umum pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, menurut Downing (1968) adalah membantu
peserta didik agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial psikologis mereka, merealisasikan
keinginannya, serta mengembangkan kemampuan atau potensinya.
b.) Tujuan khusus bimbingan konseling di sekolah
Menurut H.M. Umar dkk ( 1998 :20 ) tujuan khusus bimbingan konseling sebagai berikut :
- membantu peserta didik untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat,
pribadi, hasil belajar, serta kesempatan yang ada.
- membantu peserta didik untuk mengembangkan motif-motif dalam belajar.
- memberikan dorongan dalam pengarahan diri, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan
dalam proses belajar.
- membantu peserta didik untuk memperoleh kepuasan pribadi dalam penyesuaian diri.
- membantu peserta didik untuk hidup dalam kehidupan yang seimbang.
3. Tujuan Bimbingan dan Konseling
7.
Tujuan khususbagi guru dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah :
- membantu guru dalam berhubungan dnegan peserta didik
- membantu guru dalam menyesuaikan keunikan individual dengan tuntutan umum sekolah dan
Masyarakat.
- membantu guru dalam mengenal pentingnya keterlibatan diri dalam keseluruhan program Pendidikan.
- membantu keseluruhan program Pendidikan untuk menentukan kebutuhan seluruh peserta didik.
Tujuan khusus bagi sekolah dalam melaksanakan bimbingan dan konseling :
- Menyusun dan menyesuaikan data peserta didik yang bermacam-macam.
- mengadakan penelitian tentang peserta didik dari latar belakangnya.
- membantu menyelenggarakan kegiatan penataran bagi para guru dan personel lainnya yang
berhubungan dnegan kegiatan bimbingan.
- mengadakan penelitian lanjutan terhadap peserta didik yang telah meninggalkan sekolah
3. Tujuan Bimbingan dan Konseling
8.
Keberadaan guru pembimbingatau “konselor” dalam system Pendidikan nasional dinyatakan sebagai salah satu
kualifikasi pendidik serta sejajar dengan kualifikasi guru, dosen, pamong belajar, guru, widyaiswara, fasilator, dan
guru ( UU Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 ayat 6 ).
Konteks tugas konselor berada dalam Kawasan pelayanan yang bertujuan mengembangkan potensi dan
memandirikan konseli dalam pengambilan keputusan dan pilihan untuk mewujudkan kehidupan yang produktif,
Sejahtera, dan peduli kemaslahatan umum. Konselor dan guru mata Pelajaran merupakan tim pendidik yang
sangat strategis dalam menyelenggarakan berbagai aktivitas Pendidikan dan pembelajaran. Mendidik peserta didik
bukan suatu hal yang mudah, konselor dan guru bahkan orang tua harus bahu-mambahu untuk membangun
pemahaman tentang kondisi, perilaku, dan karakter peserta didik dengan baik.
4. Eksistensi Guru sebagai Pembimbing
9.
Klasifikasi guru pembimbingdi sekolah dan tugasnya sebagai berikut :
1.) Guru pembimbing dalam proses pembelajaran :
a . Melaksanakan kegiatan diagnostic kesulitan belajar peserta didik.
b. Guru dapat memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya kepada peserta didik
dalam memecahkan masalah.
2.) Guru pembimbing (konselor) peserta didik di sekolah
a. Perlakuan terhadap peserta didik didasrkan keyakinan bahwa peserta didik memiliki potensi untuk berkembang.
b. Sikap yang positif dan wajar terhadap peserta didik.
c. Perlakuan terhadap peserta didik hangat, ramah, rendah hati, dan menyenangkan.
d. Pemahaman secara berempati.
e. Penghargaan terhadap martabat peserta didik sebagai individu.
f. Penampilan diri secara asli dan tidak berpura-pura.
g. Kekonkretan dalam menyatakan diri.
h. Penerimaan peserta didik secara apa adanya.
i. Perlakuan terhadap peserta didik secara permisif.
j. Kepekaan terhadap perasaan peserta didik.
k. Penyesuaian diri terhadap keadaan yang khusus
5. Tugas-tugas Guru Pembimbing ( Konselor )
10.
3.) Guru pembimbbingdi luar kelas
a. Memberikan pengajaran perbaikan ( remedial teaching )
b. Memberikan pengayaan dan pengembangan bakat peserta didik.
c. Melakukan kunjungan rumah ( home visit ).
d. Menyusun kelompok belajar yang bermanfaat.
Tahap-tahap pelaksanaan tugas pokok guru pembimbing :
Dalam surat keputusan mendikbud nomor 025/1995, tahap pelaksanaan tugas pokok guru pembimbing
antara lain :
- menyusun program bimbingan.
- melaksanakan program bimbingan.
- evaluasi pelaksanaan bimbingan.
- analisis hasil pelaksanaan bimbingan.
- tindak lanjut program bimbingan.
5. Tugas-tugas Guru Pembimbing ( Konselor )
11.
Pada dasrnya,unsur utama tugas pokok guru pembimbing mengacu pada pola bimbingan dan
konseling pola 17 plus yang meliputi sebagai berikut :
- Bidang bimbingan ( bidang pribadi, bidang sosial, bidang belajar, bidang
karier, bidang kehidupan beragama, dan bidang kehidupan berkeluarga ).
- Jenis pelayanan BK (layanan orientasi, layanan informasi, layanan
penempatan/penyaluran, layanan konten, layanan bimbingan kelompok,
layanan konseling perorangan, layanan konseling kelompok, layanan
mediasi, dan layanan konsultasi )
- Jenis kegiatan pendukung ( aplikasi instrumentasi, himpunan data,
kunjungan rumah, konverensi kasuh, ahli tangan, dan tampilan
keperpustakaan.
- Tahap pelaksanaan (perencanaan, pelaksanaan, ,evaluasi, analisis,
tidak lanjut )
- Jumlah siswa asuh yang ditanggungjawabi guru pembimbing minimal berjumlah 150
orang siswa.
B. UNSUR UTAMA TUGAS POKOK GURU
PEMBIMBING
12.
1. Pembagian siswaasuh di antara guru pembimbing.
Pada hakikatnya, seluruh siswa yang ada di sekolah menjadi siswa asuh guru
pembimbing.
2. Beban kerja
Guru pembimbing dengan guru mata Pelajaran pada dasarnya setara/sama yaitu
minimal 24 jam satu minggu. Guru pembimbing wajib melaksanakan kegiatan
sebanyak 12 kali kegiatan BK untuk satu minggu.
3. Waktu pelaksanaan kegiatan
Pelayanan layanan BK dapat dilaksanakan dalam jam Pelajaran sekolah dan di luar
jam sekolah.
C. PELAKSANAAN BEBAN TUGAS
A. PENGEMBANGAN POTENSIPESERTA
DIDIK
1. Pengembangan Potensi Kognitif
a. Pengertian
secara etimologi, kognitif berasal dari kata cognition yang artinya mengetahui. Menurut
Piaget,
perkembangan kognitif merupakan suatau proses yang didasarkan atas mekanisme
biologis
dalam bentuk perkembangan sistem syaraf.
b. Model dan tahap-tahap pengembangan kognitif
1. Model Piaget
Dalam pandangan Piaget, terdapat dua proses yang mendasari perkembangan dunia
individu,
yaitu pengorganisasikan dan penyesuaian (adaptasi).
2. Model William
William (1978) mengemukakan sebuah model yang disebut model tiga dimensional.
Model ini
berkaitan dengan kurikulum (materi), perilaku anak (kegiatan belajar), dan perilaku guru
(strategi pembelajaran).
3. Model Guilford
Model Guilford disebut model struktur intelek. Menggambarkan keragaman
kemampuan
kognitif manusia melalui bentuk kubus tiga dimensi intelektual untuk menampilkan
semua
15.
4. Model Bloom
Bloommengemukkan taksonomi tentang adanya enam tingkat perilaku kognitif manuisa,
yaitu
pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.
2. Pengembangan Potensi Fisik
a. Pengertian pengembangan potensi fisik
Pengembangan potensi fisik dibagi empat periode utama. Dua periode ditandai dengan
pertumbuhan yang cepat, sedangkan dua periode lainnya dicirikan oleh periode
pertumbuhan
yang lambat. Pengembangan potensi fisik dapat dilakukan melalui pembelajaran olahraga
(physical exercise) dan gizi yang berkualitas.
b. Pembelajaran dasar melalui Pendidikan jasmani
Pengetahuan tentang tubuh meliputi hal berikut :
1. Kesadaran tubuh, yaitu kemampuan untuk mengenal bagian-bagian tubuh.
2. Kesadaran ruang, yaitu kesadaran mengenai posisi tubuh dan ruang sekelilingnya.
3. Kualitias gerak, yaitu kemampuan gerak untuk menciptakan daya, menyerap tenaga,
mengatur
keseimbangan, kecepatan, dan aliran gerak.
16.
c. Mekanisme olahraga
Kegiatanolahraga dapat menjadi media untuk mengambangkan potensi fisik anak. Pelaksanaan
teknis
olahraga harus benar-benar mengembangkan potensi fisik sesuai sesuai dengan kebutuhan
anak.
d. Nilai gizi untuk pengembangan potensi fisik
Asupan gizi yang seimbang perlu diberikan kepada anak agar ia memliki Kesehatan dan tumbuh
kembang yang optimal.
3. Pengembangan Potensi Psikomotor
a. Manfaat pengembangan potensi psikomotor
Peningkatan potensi psikomotor dapat dilakukan melalui pemberian Latihan-Latihan.
b. Tahapan dalam peningkatan kemampuan motoric
1. Tahap kognitif
2. Tahapan asosiatif
3. Tahap otonomi
4. Teknik pengembangan potensi psikomotor
5. Simulasi pengembangan psikomotor peserta didik
6. Belajar keterampilan fisik untuk meningkatkan potensi psikomotor
17.
4. Pengembangan PotensiMoral
a. Peranan orang tua dan guru dalam pengembangan potensi moral
Moral berasal dari Bahasa Latin, yaitu Mores, yang artinya tata cara, kebiasaan dan adat.
Moralitas merupakan kebiasaan yang terbentuk dari standar sosial yang juga dipengaruhi
oleh
luar individu. Moralitas dipengaruhi oleh sistem kepercayaan, penghargaan, dan ketetapan
yang
terjadidibawah sadar tentang Tindakan yang benar dan yang salah.
b. Tahap-tahap pengembangan potensi moral anak
Pengembangan moral akan berhasil apabila sesuai dengan tahap perkembangan anak.
c. Strategi pembelajaran pengembangan potensi moral
Tujuan Pendidikan moral adalah peserta didik memiliki kesadaran moral dan memiliki
karakter
yang baik.
5. Pengembangan Potensi Emosional
a. Strategi pengembangan potensi emosional
Pengembangan potensi emosi pada anak identic dengan peningkatan kecerdasan emosi
anak.
b. Peran lingkungan dalam pengembangan emosi
Agar anak memiliki kecerdasan emosi yang baik, orang tua dan guru harus memberikan
perhatian yang baik kepada anak dengan membangun suasana yang kondusif.
18.
6. Pengembangan PotensiSosial dan Bahasa
a. Konsep pengembangan potensi sosial
perkembangan kemampuan bersosialisasi dibentuk melalui proses kematangan dan kesempatan
belajar.
b. Strategi pengembangan potensi sosial
ada dua strategi untuk menanamkan niali-nilai sosial, yaitu belajar sosial atau sosialisasi dan
kesetiaan sosial atau memainkan peran sosial sesuai nilai yang dianut Masyarakat.
c. Pengembangan kecerdasan sosial
Sosialisasi yang dilakukan anak memberikan dua manfaat besar, yaitu memberikan fondasi
kepada
individu untuk berpartisipasi pada kehidupan sosial dan membuat lestarinya kehidupan
Masyarakat.
7. Konsep Peningkatan Potensi Bahasa
Metode pengembangan potensi Bahasa
Bahasa merupakan suatu sistem lambing yang dipergunakan sebagai alat komunikasi oleh
anggota
Masyarakat yang bersifat arbitrer (manasuka) dan manusiawi dalam rangka bekerja sama,
berinteraksi,
dan mengidentifikasi diri.
berikut adalah metode untuk meningkatkan kemampuan Bahasa sebagai berikut :
a. Metode tanya jawab
b. Metode bercerita
19.
1. Menulis didepankelas
Tingkat perkembangan kemampuan anak dalam menulis sesuatu merupakan perpaduan dari
kemampuan motoric halus, kemampuan kognitif, dan kemampuan anak dalam berbahasa.
Latihan
menulis anak usia SD dilakukan dengan huruf tegak, bersambung, menulis permulaan,
menjiplak,
serta menebalkan, mencontohkan huruf, kata, atau kalimat sederhana dari buku.
2. Berbicara di depan umum
Kemampuan menyampaikan pendapat, gagasan, atau pemikiran anak dapat dikembangkan
melalui
Latihan berbicara di depan umum. Henri Taringan (1985) berpendapat bahwa orang yang
sudah
pandai bicara di depan umum berarti ia memiliki kecerdasan linguistic yang tinggi. Tingkat
perkembangan kecerdasan linguistic siswa dapat dilihat pada kemampuan anak dalam
menyampaikan ide, gagasan, pikiran, dan perasaan infomasi, baik secara lisan maupun tertulis.