PERATURAN PEMERINT AH REPUBLIK INDONESIA
                                       NOMOR 112 TAHUN 2000

                                                    TENT ANG

                  PEN GEN AAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TAN AH DAN BANGUN AN KARENA
                                     PEMBERIAN HAK PENGELOLAAN

                                      PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang :

bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 3 ayat (2) Undang-undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagaimana telah diub ah dengan Und ang-undang N omor 20
Tahun 2000, perlu menetap kan P eraturan Pemerintah tentang Pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah d an
Bangunan karena Pemberian Hak Pengelo laan;

Mengingat :

1.      Pasal 5 ayat (2) Undang Undang Dasar 1945 seb ag aimana telah diubah dengan Perubahan Kedua
        Undang-Und ang Dasar 1945;
2.      Undang-undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea P erolehan Hak atas T anah dan Bangunan
        (Lembaran Neg ara Republik Indonesia T ahun 1997 Nomor 44, Tambahan Lembaran N eg ara Nomor
        3688) seb ag aimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 T ahun 2000 (Lembaran Negara
        Republik Indonesia T ahun 2000 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3988);

                                              MEMUTUSKAN :

Menetapkan :

PEMERIN TAH P EMERINT AH TENTANG PEN GEN AAN BEA PEROLEHAN HAK AT AS TAN AH DAN BANGUN AN KARENA
PEMBERIAN HAK PEN GELOLAAN.


                                                    Pasal 1

Dalam Peraturan Pemerintah ini, yang dimaksud dengan Hak Peng elolaan adalah hak menguasai dari N egara
atas tanah yang kewenangan p elaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemeg ang haknya untuk
merencanakan peruntukan dan peng gunaan tanah, menggunakan tanah untuk keperluan p elaksanaan
tugasnya, menyerahkan bagian-bagian tanah tersebut kepada pihak ketiga dan atau bekerja sama dengan
pihak ketig a.


                                                    Pasal 2

Besarnya Bea Perolehan Hak atas Tanah d an Bangunan karena pemberian Hak Pengelolaan adalah sebagai
berikut :
a.        0% (nol persen) dari Bea Perolehan Hak atas Tanah d an Bangunan yang seharusnya terutang, dalam
          hal penerima Hak Pengelolaan adalah Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah
          Daerah Propinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, lembaga p emerintah lainnya, dan Perusahaan
          Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas);
b.        50% (lima puluh persen) d ari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang seharusnya terutang
          dalam hal penerima Hak Pengelolaan selain dimaksud pada huruf a.


                                                    Pasal 3

Saat terutang pajak atas perolehan hak atas tanah dan bangunan untuk pemberian Hak Pengelolaan adalah
sejak tanggal ditandatang ani dan diterbitkannya kep utusan pemberian Hak Pengelolaan sesuai dengan peraturan
perundang-und angan yang berlaku.


                                                    Pasal 4

(1)     Nilai Perolehan Objek Pajak dalam hal pemberian Hak Pengelolaan ad alah nilai pasar pada saat
        diterbitkannya keputusan pemberian Hak Pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3.


MyTax Profesional - Licensed to MyTax Profesional                                                               1
(2)     Dalam hal nilai pasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) leb ih rendah dari pad a Nilai Jual Ob jek
        Pajak Pajak Bumi dan Bang unan, Nilai Perolehan Objek Pajak yang d igunakan seb ag ai dasar pengenaan
        Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan adalah Nilai Jual Objek Pajak Pajak Bumi dan Bangunan
        pada tahun terjadinya pero lehan.


                                                    Pasal 5

Kep ala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota hanya dapat melakukan pend aftaran Hak Pengelolaan setelah
Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran pajak b erupa Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan atau Surat Keterangan Bebas Bea Perolehan Hak atas Tanah d an Bang unan.


                                                    Pasal 6

Ketentuan meng enai tata cara pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah d an Bangunan karena pemberian
Hak Pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini diatur lebih lanjut oleh Menteri
Keuangan.


                                                    Pasal 7

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, Peraturan Pemerintah N omor 36 Tahun 1997 tentang
Pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bang unan karena Pemberian Hak Pengelolaan (Lembaran
Negara Republik Indo nesia Tahun 1997 Nomor 79, Tambahan Lembaran Negara Nomo r 3708), d inyatakan
tidak berlaku.


                                                    Pasal 8

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tangg al 1 Januari 2001.

Ag ar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan peng undang an Peraturan Pemerintah ini dengan
penempatannya dalam Lembaran N eg ara Rep ublik Indonesia.




                                                              Ditetapkan di Jakarta
                                                              pada tanggal 1 Desember 2000
                                                              PRESIDEN REPU BLIK INDONESIA,

                                                              ttd.

                                                              ABDURRAHMAN WAHID

Diundangkan di Jakarta
Pada tanggal 1 Desember 2000
SEKRET ARIS NEGARA REPUBLIK IN DON ESIA,

ttd.

DJOHAN EFFENDI




                    LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2000 NOMOR 214




MyTax Profesional - Licensed to MyTax Profesional                                                               2
PENJELASAN
                                                     ATAS

                                 PERATURAN PEMERINT AH REPUBLIK INDONESIA
                                          NOMOR 112 TAHUN 2000

                                                    TENT ANG

                     PEN GEN AAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TAN AH DAN BANGUN AN KARENA
                                        PEMBERIAN HAK PENGELOLAAN


UMUM

Dalam Und ang-undang N omor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan
sebagaimana telah diubah d engan Undang-undang Nomo r 20 Tahun 2000, pemberian Hak Pengelolaan
merup akan ob jek pajak. Dikenakannya Hak Pengelolaan sebagai objek pajak adalah karena penerima Hak
Pengelolaan memp eroleh manfaat ekonomis dari tanah yang dikelolanya. N amun, mengingat pada umumnya
Hak Pengelolaan diberikan kepada Dep artemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Daerah
Propinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, lembaga pemerintah lainnya, dan Perusahaan Umum
Pembangunan Perumahan N asional (Perum Perumnas) tidak dimaksud kan untuk mencari keuntungan,
sehingga pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan karena pemberian Hak Pengelolaan perlu
diatur dengan Peraturan Pemerintah.


PASAL DEMI PASAL

Pasal 1

          Cukup jelas

Pasal 2

          Huruf a

                    Yang dimaksud d engan lembaga pemerintah lainnya antara lain Otorita Peng embangan Daerah
                    Industri Pulau Batam, Badan Pengelola Gelanggang Olahrag a Senayan, dan lembaga
                    p emerintah sejenis yang d itetapkan deng an Keputusan Presiden.

                    Contoh :
                    Perusahaan U mum Pembangunan Perumahan N asional (Perum Perumnas) memperoleh Hak
                    Pengelolaan atas tanah seluas 10 Ha dengan N ilai Perolehan Ob jek Pajak sebesar
                    Rp 1.000.000.000,00 maka besarnya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
                    terutang adalah sebagai berikut :
                    -       Nilai Perolehan Ob jek Pajak                                Rp 1.000.000.000,00
                    -       Nilai Perolehan Ob jek Pajak T idak Kena Pajak              Rp     60.000.000,00
                    -       Nilai Perolehan Ob jek pajak Kena Pajak                     Rp 940.000.000,00
                    -       BPHTB terutang                              = 5% x Rp 940.000.000,00
                                                                        = Rp 47.000.000,00
                    -       BPHTB yang harus dibayar                    = 0% x Rp 47.000.000,00
                                                                        = NIHIL

          Huruf b

                    Contoh :
                    Suatu Badan Usaha Milik Negara memp eroleh Hak Pengelolaan atas tanah seluas 10 Ha
                    d engan Nilai Perolehan Objek Pajak sebesar Rp 1.000.000.000,00, maka besarnya BPHTB
                    terutang adalah sebagai berikut :
                    -       Nilai Perolehan Ob jek Pajak                        Rp 1.000.000.000,00
                    -       Nilai Perolehan Ob jek Pajak T idak Kena Pajak      Rp    60.000.000,00
                            Nilai Perolehan Ob jek Pajak Kena Pajak             Rp 940.000.000,00
                    -       BPHTB terutang                              = 5% x Rp 940.000.000,00
                                                                        = Rp 47.000.000,00
                    -       BPHTB yang harus dibayar                    = 50% x Rp 47.000.000,00


MyTax Profesional - Licensed to MyTax Profesional                                                               3
= Rp 23.500.000;00

Pasal 3

          Cukup jelas

Pasal 4

          Cukup jelas

Pasal 5

          Dalam hal penerima Hak Pengelolaan adalah Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen,
          Pemerintah Daerah Propinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, lembaga pemerintah lainnya,
          dan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas), maka sebagai
          pengganti Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas T anah dan Bangunan adalah Surat Keterangan Bebas
          Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dari Kantor Pelayanan PBB yang wilayahnya meliputi
          letak tanah dan atau b angunan yang d iberikan Hak Pengelolaan.

Pasal 6

          Cukup jelas

Pasal 7

          Cukup jelas

Pasal 8

          Cukup jelas




                        T AMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPULBIK INDONESIA NOMOR 4031




MyTax Profesional - Licensed to MyTax Profesional                                                            4

Pp 112 2000

  • 1.
    PERATURAN PEMERINT AHREPUBLIK INDONESIA NOMOR 112 TAHUN 2000 TENT ANG PEN GEN AAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TAN AH DAN BANGUN AN KARENA PEMBERIAN HAK PENGELOLAAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 3 ayat (2) Undang-undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagaimana telah diub ah dengan Und ang-undang N omor 20 Tahun 2000, perlu menetap kan P eraturan Pemerintah tentang Pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah d an Bangunan karena Pemberian Hak Pengelo laan; Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) Undang Undang Dasar 1945 seb ag aimana telah diubah dengan Perubahan Kedua Undang-Und ang Dasar 1945; 2. Undang-undang Nomor 21 Tahun 1997 tentang Bea P erolehan Hak atas T anah dan Bangunan (Lembaran Neg ara Republik Indonesia T ahun 1997 Nomor 44, Tambahan Lembaran N eg ara Nomor 3688) seb ag aimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 T ahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia T ahun 2000 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3988); MEMUTUSKAN : Menetapkan : PEMERIN TAH P EMERINT AH TENTANG PEN GEN AAN BEA PEROLEHAN HAK AT AS TAN AH DAN BANGUN AN KARENA PEMBERIAN HAK PEN GELOLAAN. Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini, yang dimaksud dengan Hak Peng elolaan adalah hak menguasai dari N egara atas tanah yang kewenangan p elaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemeg ang haknya untuk merencanakan peruntukan dan peng gunaan tanah, menggunakan tanah untuk keperluan p elaksanaan tugasnya, menyerahkan bagian-bagian tanah tersebut kepada pihak ketiga dan atau bekerja sama dengan pihak ketig a. Pasal 2 Besarnya Bea Perolehan Hak atas Tanah d an Bangunan karena pemberian Hak Pengelolaan adalah sebagai berikut : a. 0% (nol persen) dari Bea Perolehan Hak atas Tanah d an Bangunan yang seharusnya terutang, dalam hal penerima Hak Pengelolaan adalah Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Daerah Propinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, lembaga p emerintah lainnya, dan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas); b. 50% (lima puluh persen) d ari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan yang seharusnya terutang dalam hal penerima Hak Pengelolaan selain dimaksud pada huruf a. Pasal 3 Saat terutang pajak atas perolehan hak atas tanah dan bangunan untuk pemberian Hak Pengelolaan adalah sejak tanggal ditandatang ani dan diterbitkannya kep utusan pemberian Hak Pengelolaan sesuai dengan peraturan perundang-und angan yang berlaku. Pasal 4 (1) Nilai Perolehan Objek Pajak dalam hal pemberian Hak Pengelolaan ad alah nilai pasar pada saat diterbitkannya keputusan pemberian Hak Pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. MyTax Profesional - Licensed to MyTax Profesional 1
  • 2.
    (2) Dalam hal nilai pasar sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) leb ih rendah dari pad a Nilai Jual Ob jek Pajak Pajak Bumi dan Bang unan, Nilai Perolehan Objek Pajak yang d igunakan seb ag ai dasar pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan adalah Nilai Jual Objek Pajak Pajak Bumi dan Bangunan pada tahun terjadinya pero lehan. Pasal 5 Kep ala Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota hanya dapat melakukan pend aftaran Hak Pengelolaan setelah Wajib Pajak menyerahkan bukti pembayaran pajak b erupa Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau Surat Keterangan Bebas Bea Perolehan Hak atas Tanah d an Bang unan. Pasal 6 Ketentuan meng enai tata cara pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah d an Bangunan karena pemberian Hak Pengelolaan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Keuangan. Pasal 7 Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, Peraturan Pemerintah N omor 36 Tahun 1997 tentang Pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bang unan karena Pemberian Hak Pengelolaan (Lembaran Negara Republik Indo nesia Tahun 1997 Nomor 79, Tambahan Lembaran Negara Nomo r 3708), d inyatakan tidak berlaku. Pasal 8 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tangg al 1 Januari 2001. Ag ar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan peng undang an Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran N eg ara Rep ublik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 1 Desember 2000 PRESIDEN REPU BLIK INDONESIA, ttd. ABDURRAHMAN WAHID Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 1 Desember 2000 SEKRET ARIS NEGARA REPUBLIK IN DON ESIA, ttd. DJOHAN EFFENDI LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2000 NOMOR 214 MyTax Profesional - Licensed to MyTax Profesional 2
  • 3.
    PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINT AH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 112 TAHUN 2000 TENT ANG PEN GEN AAN BEA PEROLEHAN HAK ATAS TAN AH DAN BANGUN AN KARENA PEMBERIAN HAK PENGELOLAAN UMUM Dalam Und ang-undang N omor 21 Tahun 1997 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan sebagaimana telah diubah d engan Undang-undang Nomo r 20 Tahun 2000, pemberian Hak Pengelolaan merup akan ob jek pajak. Dikenakannya Hak Pengelolaan sebagai objek pajak adalah karena penerima Hak Pengelolaan memp eroleh manfaat ekonomis dari tanah yang dikelolanya. N amun, mengingat pada umumnya Hak Pengelolaan diberikan kepada Dep artemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Daerah Propinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, lembaga pemerintah lainnya, dan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan N asional (Perum Perumnas) tidak dimaksud kan untuk mencari keuntungan, sehingga pengenaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan karena pemberian Hak Pengelolaan perlu diatur dengan Peraturan Pemerintah. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas Pasal 2 Huruf a Yang dimaksud d engan lembaga pemerintah lainnya antara lain Otorita Peng embangan Daerah Industri Pulau Batam, Badan Pengelola Gelanggang Olahrag a Senayan, dan lembaga p emerintah sejenis yang d itetapkan deng an Keputusan Presiden. Contoh : Perusahaan U mum Pembangunan Perumahan N asional (Perum Perumnas) memperoleh Hak Pengelolaan atas tanah seluas 10 Ha dengan N ilai Perolehan Ob jek Pajak sebesar Rp 1.000.000.000,00 maka besarnya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) terutang adalah sebagai berikut : - Nilai Perolehan Ob jek Pajak Rp 1.000.000.000,00 - Nilai Perolehan Ob jek Pajak T idak Kena Pajak Rp 60.000.000,00 - Nilai Perolehan Ob jek pajak Kena Pajak Rp 940.000.000,00 - BPHTB terutang = 5% x Rp 940.000.000,00 = Rp 47.000.000,00 - BPHTB yang harus dibayar = 0% x Rp 47.000.000,00 = NIHIL Huruf b Contoh : Suatu Badan Usaha Milik Negara memp eroleh Hak Pengelolaan atas tanah seluas 10 Ha d engan Nilai Perolehan Objek Pajak sebesar Rp 1.000.000.000,00, maka besarnya BPHTB terutang adalah sebagai berikut : - Nilai Perolehan Ob jek Pajak Rp 1.000.000.000,00 - Nilai Perolehan Ob jek Pajak T idak Kena Pajak Rp 60.000.000,00 Nilai Perolehan Ob jek Pajak Kena Pajak Rp 940.000.000,00 - BPHTB terutang = 5% x Rp 940.000.000,00 = Rp 47.000.000,00 - BPHTB yang harus dibayar = 50% x Rp 47.000.000,00 MyTax Profesional - Licensed to MyTax Profesional 3
  • 4.
    = Rp 23.500.000;00 Pasal3 Cukup jelas Pasal 4 Cukup jelas Pasal 5 Dalam hal penerima Hak Pengelolaan adalah Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Daerah Propinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, lembaga pemerintah lainnya, dan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas), maka sebagai pengganti Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas T anah dan Bangunan adalah Surat Keterangan Bebas Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan dari Kantor Pelayanan PBB yang wilayahnya meliputi letak tanah dan atau b angunan yang d iberikan Hak Pengelolaan. Pasal 6 Cukup jelas Pasal 7 Cukup jelas Pasal 8 Cukup jelas T AMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPULBIK INDONESIA NOMOR 4031 MyTax Profesional - Licensed to MyTax Profesional 4