ASSALAMU’ALAIKUM
     WR.WB
OLEH:
        Kelompok 8 :
Maya Haandayanti (A1C208006)
Sophia Nirmalida (A1C208010)
M.Baihadi Rusdi (A1C2080208)
Tabel Tumbuhan Berdasarkan
       Kajian Botaninya
No                 Nama Tumbuhan                                                    Kajian Etnobotani
                                                    Etnofarma-kologi       Etnoantro-pologi    Etnoeko-nomi   Etnoling-uistik   Bahan kon-
                                                                                                                                  somsi

1.        Temperajang (Bromelia spicatum        -                      -                    -                        -               √

2         Keladi Habang (Colacasia sp.)         √                      -                    √                        -               √

3         Mangga (Mangivera indica)             -                      -                    √                        -               √
4         Lidah mertua (Sanseveieria sp)        -                      -                    -                        -               -

5         Asoka (Ixora sp)                                                                                          -
6         Sambung Urat                                                                                              -
7         Temulawak (Curcuma sp.)                                                                                   -
8         Waru (Hibiscus tiliaceus)                                                                                 -
9         Hambin buah (Phyllanthus niruri L.)   √                      -                    -                       √                -

10        Pisang (Musa paradisiaca L.)          -                      -                    √                       √            √

11        Eceng gondok (Eichornia crassipes)    -                      -                    √                        -               -

12        Parupuk (Lophopetalum javanicum)      -                      -                    √                        -               -

13        Mendong (Fimbrystillis sp)            -                      -                    -                        -               -
14        Kenanga (Canangium odoratum Baill.)   -                      -                    √                        -               -

15        Laos (Alpinia galaanga)               √                      -                    √                       -                √
16        Lidah buaya(Aloe vera)                √                      -                    -                       -                -
17        Tebu (Saccharum oficinarum)           √                      -                    √                       √                -

18        Pajah api (Corypha utan)              -                      -                    -                        -               -
19        Jariangau (Acorus calamus L.)         -                      √                    -                        -               -

20        Karamunting(Melastoma candidum)       √                      -                    -                        -               -

21        Lambiding                             -                      -                    -                        -               -
22        Talungsungan                          √                      -                    -                 -                      -
23        Lalambai                              √                      -                    -                        -               -
24        Balaran (Ipomoea sp)                  -                      √                    -                        -               -
25        Jajangkit (Kandelia candel)           -                      -                    -                        -               -
26        Kalakai (Dendrobium sp.)              -                      -                    -                        -               -
•Presentase tumbuhan Etnofarmakologi
13/31 x 100% = 41,93%
•Presentase tumbuhan Antropologi
2/31 x 100% = 6,45%
•Presentase tumbuhan Etnekonomi
12/31 x 100% = 38,7%
•Presentase tumbuhan Etnolinguistik
     4/31 x 100% = 12,90%
•Presentase tumbuhan Bahan konsumsi
7/31 x 100% = 22,58%
•Presentase tumbuhan yang belum di kaji kajian Etnofarmakologi oleh masyarakat Desa
Penghulu
18/31 x 100% = 58,06 %
•Presentase tumbuhan yang belum di kaji kajian Antropologi oleh masyarakat Desa Penghulu
27/31 x 100% = 87,09%
•Presentase tumbuhan yang belum di kaji kajian Etnekonomi oleh masyarakat Desa Penghulu
29/31 x 100% = 93,53 %
•Presentase tumbuhan yang belum di kaji kajian Etnolinguistik oleh masyarakat Desa Penghulu
    27/31 x 100% = 87,09 %
•Presentase tumbuhan yang tidak dijadikan bahan konsumsi oleh masyarakat desa Penghulu
24/31 x 100% = 77,41%
Tabel Tumbuhan
Berdasarkan Manfaatnya
No                                    Nama Tumbuhan             Kawasan

                                                               Sungai    Pekarang
                                                                            an
1.        Temperajang (Bromelia spicatum                         -          √
2         Keladi Habang (Colacasia sp.)                          -          √
3         Mangga (Mangivera indica)                              -          √
4         Lidah mertua (Sanseveieria sp)                         -          √
5         Asoka (Ixora sp)                                       -          √
6         Sambung Urat                                           -          √
7         Temulawak (Curcuma sp.)                          -                √
8         Waru (Hibiscus tiliaceus)                        -                 -
9         Hambin buah (Phyllanthus niruri L.)                    -          √
10        Pisang (Musa paradisiaca L.)                           -          √
11        Eceng gondok (Eichornia crassipes)                     -          √
12        Parupuk (Lophopetalum javanicum)                       -           -
13        Mendong (Fimbrystillis sp)                             √          √
14        Kenanga (Canangium odoratum Baill.)                    -          √
15        Laos (Alpinia galaanga)                                -          √
16        Lidah buaya(Aloe vera)                                 -          √
17        Tebu (Saccharum oficinarum)                            √          √
18        Pajah api (Corypha utan)                               -           -
19        Jariangau (Acorus calamus L.)                          √           -
20        Karamunting(Melastoma candidum)                        -           -
21        Lambiding                                              √           -
22        Talungsungan                                           √           -
23        Lalambai                                               -           -
24        Balaran (Ipomoea sp)                                   √           -
Presentase tumbuhan yang dimanfaatkan di kawasan
sungai
      9/31 x 100% = 29,03%
Presentase tumbuhan yang dimanfaatkan di kawasan
pekarangan
      16/31 x 100% = 51,61%
Presentase tumbuhan yang belum dikaji manfaatnya
oleh masyarakat desa Penghulu di kawasan sungai
      22/31 x 100% = 70,96%
Presentase tumbuhan yang belum dikaji manfaatnya
oleh masyarakat desa Penghulu di kawasan
pekarangan
      15/31 x 100% = 48,38%
Dari pengamatan yang kami lakukan
    di Desa penghulu kecamatan
Marabahan Kabupaten Barito Kuala,
    didapatkan berbagai macam
  tanaman yang ditemukan pada 2
daerah pengamatan yaitu di daerah
  pekarangan dan didaerah sungai.
 Tanaman-tanaman tersebut yaitu :
Tabel Tumbuhan
 berdasarkan Jumlah di
kawasan yang diamati (%)

 Pengamatan di daerah
     Pekarangan :
Nama Tumbuhan                             Jumlah tumbuhan   Presentasi
   1.Temperajang (Bromelia spicatum)      4                 2,64%
1. Keladi Habang (Colacasia sp.)          1                 0,66%
2. Mangga (Mangivera indica)              4                 2,64%
3. Lidah mertua (Sanseveieria sp)         5                 3,31%
4. Asoka (Ixora sp)                       2                 1,34%
5. Sambung Urat                           4                 2,64%
6. Temulawak (Curcuma sp.)                2                 1,34%
7. Waru (Hibiscus tiliaceus)              1                 0,66%
8. Hambin buah (Phyllanthus niruri L.)    35                23,17%
9. Pisang (Musa paradisiaca L.)           1                 0,66%
10. Eceng gondok (Eichornia crassipes)    16                10,59%
11. Parupuk (Lophopetalum javanicum)      19                0,12%
12. Mendong (Fimbrystillis sp)            39                25,82%
13. Kenanga (Canangium odoratum Baill.)   1                 0,66%
14. Laos (Alpinia galaanga)               3                 1,98%
15. Lidah buaya(Aloe vera)                4                 2,64%
16. Tebu (Saccharum oficinarum)           10                6,62%
Pengamatan
di daerah Sungai
Nama Tumbuhan                        Jumlah tumbuhan   Presentasi
   1. Pajah api (Corypha utan)       10                3,23%
2. Jariangau (Acorus calamus L.)     2                 0,64%
2. Karamunting(Melastoma candidum)   4                 1,29%
2. Lambiding                         35                11,32%
2. Talungsungan                      6                 1,94%
2. Lalambai                          12                3,88%
2. Tebu (Saccarum officinarum)       21                6,79%
2. Balaran (Ipomoea sp)              3                 0,97%
2. Jajangkit (Kandelia candel)       17                5,50%
2. Kalakai (Dendrobium sp.)          35                11,32%
2. Parupuk                           31                10,03%
2. Mendong (Fymbristilis sp.)        35                11,32%
2. Singkong (Manihot utilisima)      46                14,88%
2. Katu (Sauropos androgynus)        36                11,65%
2. Kelapa (Cocos nucifera)           2                 0,64%
Di daerah pekarangan pada plot 1 pengulangan 1
    ditemukan tumbuhan temperajang,Mangga,Lidah
    mertua, Asoka,Sambung Urat,Temulawak,Hambin
   buah,Eceng gondok,Parupuk,Kenanga,Laos,Hambin
   buah,Lidah buaya,Tebu, dan pada pengulangan 2 di
   derah pekarangan plot 2 ditemukan Keladi Habang,
   Mangga,Lidah mertua ,Asoka, Waru,Hambin buah,
   Pisang, Eceng gondok, Parupuk, Mendong,Hambin
     buah,dan tebu. Pada pekarangan tanaman yang
   mendominasi adalah tanaman mendong sebanyak
25,82% dan tanaman hambin buah yaitu 23,17%. Hal ini
  karena kami mengamatinya pada daerah pekarangan
rumah penduduk yang dsampingnya terdapat rawa yang
   di belakang rumah tersebut terdapat sungai besar.
Sedangkan tanaman yang paling sedikit adalah
parupuk sebanyak 0,12% dan juga keladi habang
     dan waru sebanyak 0,66%. Pada daerah
  pekarangan lebih banyak ditemukan tanaman
 yang bermanfaat dari pada di daerah sungai hal
tersebut terjadi karena di daerah sungai tumbuh
   tumbuhan secara liar sedang di pekarangan
banyak tumbuhan yang berkhasiat obat di tanam
  secara sengaja untuk pengobatan tradisional.
Di daerah sungai pada plot 3 pengulangan 1
 ditemukan Pajah api, Jariangau, Lambiding,
   Lalambai, Tebu (Saccarum officinarum),
          Jajangkit, Kalakai, Parupuk,
  Mendong,Singkong,Katu.Di daerah sungai
    pada plot 4 pengulangan 2 ditemukan
      Lalambai, Pajah api, Karamunting,
  Lambiding, Talungsungan, Tebu, Balaran,
    Jajangkit, Kalakai, Parupuk, Mendong,
Singkong, Katu.
Dari data yang di peroleh dapat diketahui bahwa di daerah sungai
     banyak ditemukan Singkong sebanyak 14,88%, Mendong
  11,32%,Lambiding 11,32% ,Kalakai 11,32%, tanaman tersebut
 yang paling dominan didaerah ini, kerena di kedua pengulangan
ditemukan tumbuhan tersebut, hal ini dapat menandakan bahwa
   hampir di semua pinggiran sungai daerah desa penghulu ada
  tumbuhan Singkong, Mendong,Lambiding,Kalakai.sedangkan
 tanaman yang paling sedikit di daerah sungai adalah kelapa dan
   jariangau yaitu sebanyak 0,64%. Di pinggiran sungai banyak
tumbuh tumbuhan beraneka ragam, hal tersebut mungkin terjadi
   karena penyebaran tumbuhan tersebut melewati sungai dan
              tumbuh secara liar dipinggiran sungai.
Tumbuhan hambin buah (Phyllanthus niruri L.) selain ditemukan di
    daerah sungai pada plot 3 pengulangan 1 juga ditemukan di
    daerah pekarangan pada pengulangan 1 di plot 1. tumbuhn
   hambin buah tumbuh tersebar di desa Penghulu karena selain
 kedua tumbuhan ini dapat tumbuh liar dimana saja tumbuhan ini
               juga berfungsi sebagai tanaman obat.
  Di lingkungan sekitar sungai parameter lingkungan yang diamati
 ada 4 yaitu Intensitas cahaya: 4200-4500 Kelembaban udara: 70-
72% Suhu udara: 280-310C Ph tanah: 5,2-6 Tipe tanah: Lumpur dan
    gambut Topografi: Dataran rendah. Sedangkan untuk sekitar
    pekarangan parameter lingungannya yaitu Intensitas cahaya:
   7500-17600, Tipe tanah: Gambut, Topografi: Dataran rendah.
Hambin buah
(Phyllanthus niruri L.)
Hambin buah (Phyllanthus niruri L.)

Klasifikasi tanaman ini menurut (Dasuki Undang, 1994; 127.)
Kingdom          :        Plantae
Divisio          :        Magnoliophyta
Classis          :        Magnoliopsida
Ordo             :        Euphorbiales
Familia          :        Euphorbiaceae
Genus            :        Phyllanthus
Species           :       Phyllanthus niruri L.
A. Kajian Etnobotani

 Hambin buah adalah tanaman semak yang
 percabangan monopodial ,dengan tinggi
 kurang lebih 20 cm, diameternya kurang
 lebih 1 cm, interkalar 6 cm. Bentuk batang
 persegi, dan warnanya hijau.
 Daun berbentuk bulat telur, betipe
 majemuk dengan tata letak daun berselang
 seling , tepinya rata, permukaan daun licin,
 warna daun hijau, teksturnya seperti
 kertas, ujung daun tumpul.
Buahnya merupakan buah majemuk
dengan perakaran tunggang.
Berdasarkan hasil pengamatan kami 1
ranting terdapat 12 buah atau biji.
Warnanya hijau serta tidak tergantung
musim. Akarnya berwarna cokelat serta
tidak terdapat umbi.
Kajian Etno ekologi :
Berdasarkan data kelas parameter pekarangan intensitas
  cahayanya 7500-17600 , pada ketinggian 0 dpl, tipe
  tanah gambut, dan topografi dataran rendah.
Sedangkan
Berdasarkan menurut literatur dari internet alamatnya
  www.ui.edu www.gtumo.net menurut yulius eka agung
  seputra syarat tumbuh : Hambin buah tumbuhan
  berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di Hutan-
  hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun
  pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak
  dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa.
  Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada
  dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas
  permukaan laut.
B. Kajian Etnofarmakologi

Dari keterangan yang kami peroleh, tanaman hambin
buah berguna sebagai obat bagi wanita setelah
melahirkan terutama dari daunnya. Pembuatan obat
tersebut dengan cara menghaluskan daun (dipirik) dan
hasil pirikan tersebut kemudian dibuat menjadi bulatan-
bulatan agar mudah ditelan. Menurut literatur dari
internet alamatnya www.ui.edu www.gtumo.net menurut
yulius eka agung seputra bahwa zat yang dikandung pada
tumbuhan ini ialah zat alkaloid yaitu bersifat detokfikasi
yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh. Selain itu
kagunaannya juga sebagai disentri dan haid berlebihan.
 Caranya ::

  Haid berlebihan
  Bahan Utama: 3 - 7 potong akar Meniran kering
  Cara membuat: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2
  gelas air sampai mendidih
  Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi
  dan
  sore.
  Disentri
  Bahan Utama: 17 batang tanaman meniran lengkap (akar,
  batang,
  daun dan bunga )
  Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
  Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi
  dan
  sore.
C. Kajian Etnoantropologi

Dari keterangan yang kami
dapatkan pada masyarakat
setempat bahwa tumbuhan
ini baik diambil pada hari
Jum’at. Alasannya dari
narasumber karena hari
jum’at itu hari baik kata-kata
tersebut didapat dari turun
temurun
D.  Kajian Etnoekonomi
    lingkungan dan ekosistem
Tanaman ini berperan sebagai
 produsen atau semak yang bisa
 dimakan oleh binatang ternak.
Merupakan gulma
 tanaman ini merupakan tanaman pengganggu
 tanaman yang lain, sehingga dengan adanya
 tanaman ini tanaman pokok akan terganggu
 penyerapan unsur haranya.
Produsen tingkat 1 sebagai makanan hewan
 herbivora
Misalnya busuk bisa menjadi humus,
E. Kajian Etnolinguistik
  Dari hasil wawancara yang kami peroleh dari
  masyarakat setempat nama tanaman hambin buah
  hanyalah nama atau sebutan orang –orang jaman
  dulu hal ini disebabkan karena di belakang daunnya
  ada seperti buah kecil yang menempel. Penduduk
  setempat juga memiliki kepercayaan bahwa hari
  yang baik mengambil buah ini adalah hari jum’at
  dan membawa buahnya dengan digendong. Menurut
  (abu Nala.2003) dalam bukunya Manfaat apotik hidup
  bahwa tanaman ini mempunyai nama daerah yaitu :
  meniran abang ( Jawa), Gassau ma dugi ( Ternate),
  Dukung anak (Sumatera utara).
KESIMPULAN
  Hambin buah termasuk tumbuhan semak.
  Pada kajian etno farmakologi tumbuhan yang berkhasiat
  sebagai obat ialah : Hambin buah, pada tumbuhan ini
  berkhasiat pada daunnya untuk obat pada wanita yang
  melahirkan, daunnya itu dipirik dan dibuat bulatan-bulatan
  agar mudah ditelan.
  Pada kajian antropologi tumbuhan hambin buah tidak
  mempunyai kepercayaan apa-apa oleh masyarakat di daerah
  Marabahan.
  Pada kajian Ekonomi yaitu : Hambin buah digunakan
  sebagai produsen dalam ekosistem.
  Pada kajian Linguistik yaitu tumbuhan hambin buah, pada
  batang dan daun hambin buah ada buah yang menempel atau
  seperti digendong. Jadi dinamakan masyarakat disana
  hambin buah.
TERIMA
KASIH

Power point etno asli

  • 1.
  • 2.
    OLEH: Kelompok 8 : Maya Haandayanti (A1C208006) Sophia Nirmalida (A1C208010) M.Baihadi Rusdi (A1C2080208)
  • 3.
  • 4.
    No Nama Tumbuhan Kajian Etnobotani Etnofarma-kologi Etnoantro-pologi Etnoeko-nomi Etnoling-uistik Bahan kon- somsi 1. Temperajang (Bromelia spicatum - - - - √ 2 Keladi Habang (Colacasia sp.) √ - √ - √ 3 Mangga (Mangivera indica) - - √ - √ 4 Lidah mertua (Sanseveieria sp) - - - - - 5 Asoka (Ixora sp) - 6 Sambung Urat - 7 Temulawak (Curcuma sp.) - 8 Waru (Hibiscus tiliaceus) - 9 Hambin buah (Phyllanthus niruri L.) √ - - √ - 10 Pisang (Musa paradisiaca L.) - - √ √ √ 11 Eceng gondok (Eichornia crassipes) - - √ - - 12 Parupuk (Lophopetalum javanicum) - - √ - - 13 Mendong (Fimbrystillis sp) - - - - - 14 Kenanga (Canangium odoratum Baill.) - - √ - - 15 Laos (Alpinia galaanga) √ - √ - √ 16 Lidah buaya(Aloe vera) √ - - - - 17 Tebu (Saccharum oficinarum) √ - √ √ - 18 Pajah api (Corypha utan) - - - - - 19 Jariangau (Acorus calamus L.) - √ - - - 20 Karamunting(Melastoma candidum) √ - - - - 21 Lambiding - - - - - 22 Talungsungan √ - - - - 23 Lalambai √ - - - - 24 Balaran (Ipomoea sp) - √ - - - 25 Jajangkit (Kandelia candel) - - - - - 26 Kalakai (Dendrobium sp.) - - - - -
  • 5.
    •Presentase tumbuhan Etnofarmakologi 13/31x 100% = 41,93% •Presentase tumbuhan Antropologi 2/31 x 100% = 6,45% •Presentase tumbuhan Etnekonomi 12/31 x 100% = 38,7% •Presentase tumbuhan Etnolinguistik 4/31 x 100% = 12,90% •Presentase tumbuhan Bahan konsumsi 7/31 x 100% = 22,58% •Presentase tumbuhan yang belum di kaji kajian Etnofarmakologi oleh masyarakat Desa Penghulu 18/31 x 100% = 58,06 % •Presentase tumbuhan yang belum di kaji kajian Antropologi oleh masyarakat Desa Penghulu 27/31 x 100% = 87,09% •Presentase tumbuhan yang belum di kaji kajian Etnekonomi oleh masyarakat Desa Penghulu 29/31 x 100% = 93,53 % •Presentase tumbuhan yang belum di kaji kajian Etnolinguistik oleh masyarakat Desa Penghulu 27/31 x 100% = 87,09 % •Presentase tumbuhan yang tidak dijadikan bahan konsumsi oleh masyarakat desa Penghulu 24/31 x 100% = 77,41%
  • 6.
  • 7.
    No Nama Tumbuhan Kawasan Sungai Pekarang an 1. Temperajang (Bromelia spicatum - √ 2 Keladi Habang (Colacasia sp.) - √ 3 Mangga (Mangivera indica) - √ 4 Lidah mertua (Sanseveieria sp) - √ 5 Asoka (Ixora sp) - √ 6 Sambung Urat - √ 7 Temulawak (Curcuma sp.) - √ 8 Waru (Hibiscus tiliaceus) - - 9 Hambin buah (Phyllanthus niruri L.) - √ 10 Pisang (Musa paradisiaca L.) - √ 11 Eceng gondok (Eichornia crassipes) - √ 12 Parupuk (Lophopetalum javanicum) - - 13 Mendong (Fimbrystillis sp) √ √ 14 Kenanga (Canangium odoratum Baill.) - √ 15 Laos (Alpinia galaanga) - √ 16 Lidah buaya(Aloe vera) - √ 17 Tebu (Saccharum oficinarum) √ √ 18 Pajah api (Corypha utan) - - 19 Jariangau (Acorus calamus L.) √ - 20 Karamunting(Melastoma candidum) - - 21 Lambiding √ - 22 Talungsungan √ - 23 Lalambai - - 24 Balaran (Ipomoea sp) √ -
  • 8.
    Presentase tumbuhan yangdimanfaatkan di kawasan sungai 9/31 x 100% = 29,03% Presentase tumbuhan yang dimanfaatkan di kawasan pekarangan 16/31 x 100% = 51,61% Presentase tumbuhan yang belum dikaji manfaatnya oleh masyarakat desa Penghulu di kawasan sungai 22/31 x 100% = 70,96% Presentase tumbuhan yang belum dikaji manfaatnya oleh masyarakat desa Penghulu di kawasan pekarangan 15/31 x 100% = 48,38%
  • 9.
    Dari pengamatan yangkami lakukan di Desa penghulu kecamatan Marabahan Kabupaten Barito Kuala, didapatkan berbagai macam tanaman yang ditemukan pada 2 daerah pengamatan yaitu di daerah pekarangan dan didaerah sungai. Tanaman-tanaman tersebut yaitu :
  • 10.
    Tabel Tumbuhan berdasarkanJumlah di kawasan yang diamati (%) Pengamatan di daerah Pekarangan :
  • 11.
    Nama Tumbuhan Jumlah tumbuhan Presentasi 1.Temperajang (Bromelia spicatum) 4 2,64% 1. Keladi Habang (Colacasia sp.) 1 0,66% 2. Mangga (Mangivera indica) 4 2,64% 3. Lidah mertua (Sanseveieria sp) 5 3,31% 4. Asoka (Ixora sp) 2 1,34% 5. Sambung Urat 4 2,64% 6. Temulawak (Curcuma sp.) 2 1,34% 7. Waru (Hibiscus tiliaceus) 1 0,66% 8. Hambin buah (Phyllanthus niruri L.) 35 23,17% 9. Pisang (Musa paradisiaca L.) 1 0,66% 10. Eceng gondok (Eichornia crassipes) 16 10,59% 11. Parupuk (Lophopetalum javanicum) 19 0,12% 12. Mendong (Fimbrystillis sp) 39 25,82% 13. Kenanga (Canangium odoratum Baill.) 1 0,66% 14. Laos (Alpinia galaanga) 3 1,98% 15. Lidah buaya(Aloe vera) 4 2,64% 16. Tebu (Saccharum oficinarum) 10 6,62%
  • 12.
  • 13.
    Nama Tumbuhan Jumlah tumbuhan Presentasi 1. Pajah api (Corypha utan) 10 3,23% 2. Jariangau (Acorus calamus L.) 2 0,64% 2. Karamunting(Melastoma candidum) 4 1,29% 2. Lambiding 35 11,32% 2. Talungsungan 6 1,94% 2. Lalambai 12 3,88% 2. Tebu (Saccarum officinarum) 21 6,79% 2. Balaran (Ipomoea sp) 3 0,97% 2. Jajangkit (Kandelia candel) 17 5,50% 2. Kalakai (Dendrobium sp.) 35 11,32% 2. Parupuk 31 10,03% 2. Mendong (Fymbristilis sp.) 35 11,32% 2. Singkong (Manihot utilisima) 46 14,88% 2. Katu (Sauropos androgynus) 36 11,65% 2. Kelapa (Cocos nucifera) 2 0,64%
  • 14.
    Di daerah pekaranganpada plot 1 pengulangan 1 ditemukan tumbuhan temperajang,Mangga,Lidah mertua, Asoka,Sambung Urat,Temulawak,Hambin buah,Eceng gondok,Parupuk,Kenanga,Laos,Hambin buah,Lidah buaya,Tebu, dan pada pengulangan 2 di derah pekarangan plot 2 ditemukan Keladi Habang, Mangga,Lidah mertua ,Asoka, Waru,Hambin buah, Pisang, Eceng gondok, Parupuk, Mendong,Hambin buah,dan tebu. Pada pekarangan tanaman yang mendominasi adalah tanaman mendong sebanyak 25,82% dan tanaman hambin buah yaitu 23,17%. Hal ini karena kami mengamatinya pada daerah pekarangan rumah penduduk yang dsampingnya terdapat rawa yang di belakang rumah tersebut terdapat sungai besar.
  • 15.
    Sedangkan tanaman yangpaling sedikit adalah parupuk sebanyak 0,12% dan juga keladi habang dan waru sebanyak 0,66%. Pada daerah pekarangan lebih banyak ditemukan tanaman yang bermanfaat dari pada di daerah sungai hal tersebut terjadi karena di daerah sungai tumbuh tumbuhan secara liar sedang di pekarangan banyak tumbuhan yang berkhasiat obat di tanam secara sengaja untuk pengobatan tradisional.
  • 16.
    Di daerah sungaipada plot 3 pengulangan 1 ditemukan Pajah api, Jariangau, Lambiding, Lalambai, Tebu (Saccarum officinarum), Jajangkit, Kalakai, Parupuk, Mendong,Singkong,Katu.Di daerah sungai pada plot 4 pengulangan 2 ditemukan Lalambai, Pajah api, Karamunting, Lambiding, Talungsungan, Tebu, Balaran, Jajangkit, Kalakai, Parupuk, Mendong, Singkong, Katu.
  • 17.
    Dari data yangdi peroleh dapat diketahui bahwa di daerah sungai banyak ditemukan Singkong sebanyak 14,88%, Mendong 11,32%,Lambiding 11,32% ,Kalakai 11,32%, tanaman tersebut yang paling dominan didaerah ini, kerena di kedua pengulangan ditemukan tumbuhan tersebut, hal ini dapat menandakan bahwa hampir di semua pinggiran sungai daerah desa penghulu ada tumbuhan Singkong, Mendong,Lambiding,Kalakai.sedangkan tanaman yang paling sedikit di daerah sungai adalah kelapa dan jariangau yaitu sebanyak 0,64%. Di pinggiran sungai banyak tumbuh tumbuhan beraneka ragam, hal tersebut mungkin terjadi karena penyebaran tumbuhan tersebut melewati sungai dan tumbuh secara liar dipinggiran sungai.
  • 18.
    Tumbuhan hambin buah(Phyllanthus niruri L.) selain ditemukan di daerah sungai pada plot 3 pengulangan 1 juga ditemukan di daerah pekarangan pada pengulangan 1 di plot 1. tumbuhn hambin buah tumbuh tersebar di desa Penghulu karena selain kedua tumbuhan ini dapat tumbuh liar dimana saja tumbuhan ini juga berfungsi sebagai tanaman obat. Di lingkungan sekitar sungai parameter lingkungan yang diamati ada 4 yaitu Intensitas cahaya: 4200-4500 Kelembaban udara: 70- 72% Suhu udara: 280-310C Ph tanah: 5,2-6 Tipe tanah: Lumpur dan gambut Topografi: Dataran rendah. Sedangkan untuk sekitar pekarangan parameter lingungannya yaitu Intensitas cahaya: 7500-17600, Tipe tanah: Gambut, Topografi: Dataran rendah.
  • 19.
  • 23.
    Hambin buah (Phyllanthusniruri L.) Klasifikasi tanaman ini menurut (Dasuki Undang, 1994; 127.) Kingdom : Plantae Divisio : Magnoliophyta Classis : Magnoliopsida Ordo : Euphorbiales Familia : Euphorbiaceae Genus : Phyllanthus Species : Phyllanthus niruri L.
  • 24.
    A. Kajian Etnobotani Hambin buah adalah tanaman semak yang percabangan monopodial ,dengan tinggi kurang lebih 20 cm, diameternya kurang lebih 1 cm, interkalar 6 cm. Bentuk batang persegi, dan warnanya hijau. Daun berbentuk bulat telur, betipe majemuk dengan tata letak daun berselang seling , tepinya rata, permukaan daun licin, warna daun hijau, teksturnya seperti kertas, ujung daun tumpul.
  • 25.
    Buahnya merupakan buahmajemuk dengan perakaran tunggang. Berdasarkan hasil pengamatan kami 1 ranting terdapat 12 buah atau biji. Warnanya hijau serta tidak tergantung musim. Akarnya berwarna cokelat serta tidak terdapat umbi.
  • 26.
    Kajian Etno ekologi: Berdasarkan data kelas parameter pekarangan intensitas cahayanya 7500-17600 , pada ketinggian 0 dpl, tipe tanah gambut, dan topografi dataran rendah. Sedangkan Berdasarkan menurut literatur dari internet alamatnya www.ui.edu www.gtumo.net menurut yulius eka agung seputra syarat tumbuh : Hambin buah tumbuhan berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di Hutan- hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.
  • 27.
    B. Kajian Etnofarmakologi Dariketerangan yang kami peroleh, tanaman hambin buah berguna sebagai obat bagi wanita setelah melahirkan terutama dari daunnya. Pembuatan obat tersebut dengan cara menghaluskan daun (dipirik) dan hasil pirikan tersebut kemudian dibuat menjadi bulatan- bulatan agar mudah ditelan. Menurut literatur dari internet alamatnya www.ui.edu www.gtumo.net menurut yulius eka agung seputra bahwa zat yang dikandung pada tumbuhan ini ialah zat alkaloid yaitu bersifat detokfikasi yang dapat menetralisir racun di dalam tubuh. Selain itu kagunaannya juga sebagai disentri dan haid berlebihan.
  • 28.
     Caranya :: Haid berlebihan Bahan Utama: 3 - 7 potong akar Meniran kering Cara membuat: bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. Disentri Bahan Utama: 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga ) Cara membuat: direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih Cara menggunakan: disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
  • 29.
    C. Kajian Etnoantropologi Dariketerangan yang kami dapatkan pada masyarakat setempat bahwa tumbuhan ini baik diambil pada hari Jum’at. Alasannya dari narasumber karena hari jum’at itu hari baik kata-kata tersebut didapat dari turun temurun
  • 30.
    D. KajianEtnoekonomi lingkungan dan ekosistem Tanaman ini berperan sebagai produsen atau semak yang bisa dimakan oleh binatang ternak. Merupakan gulma tanaman ini merupakan tanaman pengganggu tanaman yang lain, sehingga dengan adanya tanaman ini tanaman pokok akan terganggu penyerapan unsur haranya. Produsen tingkat 1 sebagai makanan hewan herbivora Misalnya busuk bisa menjadi humus,
  • 31.
    E. Kajian Etnolinguistik Dari hasil wawancara yang kami peroleh dari masyarakat setempat nama tanaman hambin buah hanyalah nama atau sebutan orang –orang jaman dulu hal ini disebabkan karena di belakang daunnya ada seperti buah kecil yang menempel. Penduduk setempat juga memiliki kepercayaan bahwa hari yang baik mengambil buah ini adalah hari jum’at dan membawa buahnya dengan digendong. Menurut (abu Nala.2003) dalam bukunya Manfaat apotik hidup bahwa tanaman ini mempunyai nama daerah yaitu : meniran abang ( Jawa), Gassau ma dugi ( Ternate), Dukung anak (Sumatera utara).
  • 32.
    KESIMPULAN Hambinbuah termasuk tumbuhan semak. Pada kajian etno farmakologi tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat ialah : Hambin buah, pada tumbuhan ini berkhasiat pada daunnya untuk obat pada wanita yang melahirkan, daunnya itu dipirik dan dibuat bulatan-bulatan agar mudah ditelan. Pada kajian antropologi tumbuhan hambin buah tidak mempunyai kepercayaan apa-apa oleh masyarakat di daerah Marabahan. Pada kajian Ekonomi yaitu : Hambin buah digunakan sebagai produsen dalam ekosistem. Pada kajian Linguistik yaitu tumbuhan hambin buah, pada batang dan daun hambin buah ada buah yang menempel atau seperti digendong. Jadi dinamakan masyarakat disana hambin buah.
  • 33.