Population & population change
Chaterine Cristela
Apakah penduduk tersebar merata?
Apakah penduduk tersebar merata?
Apakah penduduk tersebar merata?
Faktor
(+)
Ketersediaan air /SDA
Akses mencukupi
Sosial politik, ekonomi stabil
banyak natural resources
pusat ekonomi, pendidikan,
services
tanah subur
Faktor
(-)
Extreme climate
supply air minim
inaccesibility
SDA minim
budidaya tanaman sulit
sosial, politik, ekonomi, tidak
mendukung
Agriculture
Physcologic
Aritmetrik
Kepadatan Penduduk
01
02
03
Kepadatan Penduduk
Jumlah penduduk dibawah
standar, penduduk jarang,
lahan luas, SDA melimpan
Seimbang, SDA & jumlah
populasi
SDA terbatas, populasi
melebihi daya tampung
01
02
03 Overpopulation
Optimum
population
Underpopulation
SUMBER DATA PENDUDUK
SENSUS
Semua orang yang ada disana
tidak melihat domisili
Hanya orang yang secara domisili,
khusus tinggal disitu
DE JURE DE FACTO
METODE SENSUS
Petugas mendatangi daerah untul
memperoleh data dengan
wawancara satu-persatu
Penduduk mengisi sendiri data
penduduk yang telah dibagikan
oleh RT setempat
HOUSEHOLDER CANVASSER
SUMBER DATA PENDUDUK
Terus menerus, mencatat data
sipil yang terus berubah setiap
hari. Masyarakat datang ke
instansi sendiri
Tidak menyeluruh hanya 1-2
kecamatan terbatas oleh waktu
SURPAS: 5 tahun sekali
SURVEY REGISTRASI
Kesalahan sensus
Pencacahan 2x / tidak
tercacah
Kesalahan pelaporan Petugas salah
memasukan data
Error of coverage Error of content Error of estimate
Expansive Stasioner Constrictive
Piramida Penduduk
Kondisi penduduk dari umur dan jenis kelamin
Depedency ratio
Kelahiran tinggi
Growth stabil : 0%
Produktif
Depedency ratio
Ageing population
Piramida Penduduk
MORE UNIQUE SHAPES!
Piramida
Penduduk
MORE UNIQUE SHAPES!
STUDY CASE
High Stationary Late Expanding
Early Expanding Low Stationary Declining
Transisi Demografi
Perubahan kondisi penduduk dari fluktuasi
tingkat kelahiran & kematian
Perhitungan
Demografi
1. Pertumbuhan penduduk alami
2. pertumbuhan penduduk ( linear /
aritmetrik, geometrik, eksponensial)
3. doubling time
Komposisi penduduk
Sex Ratio
Komposisi penduduk
Depedency Ratio
Golongan muda = 0-15 tahun
Golongan dewasa = 15-64 tahun
Golongan tua = >64 tahun
Bonus
demografi
Suatu wilayah ratio usia produktifnya
lebih banyak dari non produktif
Depedency ratio dibawah 44,7%
Hanya terjafi sekali dalam periode lama dan
tidak selamanya bertahan
Opportunity : keuntungan ekonomi
Masalah : banyak human resource tapi tidak
ada skill untuk bersaing, mendatangkan
bencana
Cara meminimalkan
- Reformasi bidang pendidikan
- Skill pekerja, sertifikasi, kartu pekerja
~upskilling
~reskilling
4 prasyarat bonus demografi
1. Penduduk harus berkualitas
2. Tersedia dan terserap dalam pasar kerja
3. Meningkatkan tabungan rumah tangga
4. Perempuan masuk ke pasar kerja
• Kelahiran
• Kematian
Alami Lahir - Mati
External
Dinamika Penduduk
Pertumbuhan
• Imigrasi
• Emigrasi
Imigrasi - Emigrasi
P = (L-M) + (I-E)
Fertilitas
Tingkat pertumbuhan anak
Skala
>30 = tinggi
20-30 = sedang
<20 = rendah
Rumus
Faktor yang mempengaruhi
1. Kepercayaan / agama = banyak
anak banyak rejeki, anak adalah
titipan Tuhan
2. Tingkat pendidikan
3. Kestabilan dan tingkat ekonomi
4. Kebijakan pemerintah
5. Adat istiadat
6. Kesehatan
7. Stuktur penduduk
8. Nikah dini
Mortalitas
Tingkat kematian
Skala
>30 = tinggi
20-30 = sedang
<20 = rendah
Rumus
Faktor yang mempengaruhi
1. Kondisi kesehatan
2. Layanan rumah sakit / obat
3. Rasio dokter & perawat
4. Asupan makanan
5. Kebersihan, sanitasi
6. Politik, perang
7. Kriminalitas & bunuh diri
8. Gaya hidup & gizi
9. Bencana alam
Indikator lain
1. Child mortality rate (CMR)
2. Neonatal mortality rate (NMR)
3. Infant mortality rate (IMR)
4. Under 5 mortality rate
5. Maternal mortality rate
Doubling time
Pertumbuhan penduduk
Linear/aritmatik
Geometrik
Eksponensial
Linear/aritmatik
Geometrik
Eksponensial
Proyeksi penduduk
Contoh soal !
Contoh soal !
Diketahui jumlah penduduk Polynesia Prancis pada tahun
2017 adalah 275.918. Lotto sebagai petugas sensun
Polynesia Prancis memproyeksikan bahwa 20 tahun
mendatang jumlah penduduk negara Polynesia Prancis
menjadi 549.018. Maka laju pertumbuhan penduduk per
tahun adalah?
A. 1,35%
B. 3,5%
C. 2,5%
D. 0,35%
E. 4,5%
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
Contoh soal !
3 kelompok keilmuan ahli yaitu:
1. Thomas Robert Malthus
2. Karl Marx dan Friedrich Engels
dengan penganut aliran Marxist.
3. Teori modern
Teori Kependudukan
Thomas Robert Malthus
penganut aliran malthusian dipelopori oleh Garreth Hardin dan Paul Ehrlich.
Membahas terkait pertumbuhan penduduk bertumbuh secara deret geometri / deret
ukur tidak terkontrol menyebabkan point of crisis akibat dari pangan yang bertumbuh
secara aritmatika atau deret hitung.
Sudah melebihi point of crisis akan memicu perang, supply makanan menurun dan
penyakit / wabah dimana-mana demi memperebutkan pangan.
Menghindari situasi tersebut Malthus menyarankan dua cara yakti negative check
dan positive check.
Thomas Robert Malthus
Negative check = pengurangan jumlah penduduk dengan menekan
angka kelahiran, dengan dua cara yakni :
Moral restraint : menunda perkawinan, family planning, dll
Vice : melakukan pengguguran
Thomas Robert Malthus
Positive check : Pengurangan jumlah penduduk dengan kematian, sudah
dalam kondisi terlanjur menjadi crisis. Bukan solusi tidak akan
menurunkan jumlah penduduk justru semakin bertambah memicu crisis
berlanjut seperti siklus.
Vice : pembunuhan, perang, legalisasi kematian dan aborsi
Misery : sengaja melakukan, menciptakan dan melakukan
kesengsaraaan, kemelaratan dengan membiarkan kelaparan, penyakit
Kritik Malthus
tidak mempertimbangkan :
• Transportasi untuk kirim makanan
• Penggembangan teknologi
••Usaha pembatasan kelahiran
•Fertilitas akan menurun dengan
semakin meningkatnya kondisi
ekonomi
Dll
Neo malthusian
kelompok aliran Neo Malthusian
(Harriet Harbin dan Paul
Ehrlich)
Mereka berpendapat bahwa
diperlukan adanya pengontrolan
dan pengendalian kelahiran
walau memaksa sehingga
diperlukannya keluarga
berencana dan moral restraint
Karl Marx dan Friedrich Engels
Penganut aliran Marxist. Dalam teori Marxist ia menentang teori
malthus dengan berpendapat bahwa penduduk tidak akan
mengalami point of crisis akan tetapi lebih kepada point of crisis akan
terjadi akibat dari persaingan dalam kesempatan kerja yang menekan
penduduk.
Teori Modern
1. John Stuart Mill
2. Arsene Dumont
3. Emile Durkheim
4. Herman Kahn
5. Esther Boserup
1. John Stuart Mill
penduduk akan mengalami
krisis akibat kemiskinan akan
tetapi kemiskinan dapat
dihindari dengan peningkatan
pendidikan penduduk
sehingga akan meningkatkan
mutu dan kualitas SDM yang
siap berdaya saing.
2. Arsene Dumont
keluarga besar merupakan beban
kapilaritas sosial, ketika
kemampuan ekonomi dan status
seseorang meningkat maka
keinginan seorang individu untuk
mempunyai anak akan semakin
menurun sehingga menyebabkan
jumlah populasi menurun
3. Emile Durkheim
antar penduduk akan muncul
persaingan untuk bertahan
hidup dan untuk bertahan
penduduk perlu
meningkatkan kualitas SDM
individu.
4. Herman Kahn
adanya teknologi masalah krisis
sumber daya alam akan
terselesaikan dengan
meningkatkan produksi pertanian
dengan sistem daur ulang dan
juga peningkatan pendapatan
5. Esther Boserup
manusia memiliki kemampuan
yakni inovasi, sumberdaya,
pengetahuan dan teknologi untuk
meningkatkan supply pangan
sehingga pertumbuhan penduduk
akan sejalan dengan
pertumbuhan pangan dan tidak
akan terjadi point of crisis.
Kebijakan kependudukan
Kebijakan pengurangan atau
peningkatan penduduk untuk ras /
kelompok tertentu
Membatasi kelahiran dengan birth
control, prohibit large families,
dilakukan saat population bomb
Pro natalitas, encourafe untuk
tingkatkan kelahiran dan penduduk,
dilakukan saat ageing population
01
02
03
Restrictive Population
Policies
Expansive Population
Policies
Eugenic Population
Policies
Contoh penerapan policies
1 anak 1 keluarga dengan pemberian intensive
Efek : atasi kegagalan Great leap forward, populasi berkurang, little mperor
syndromes, failure sex ratio
family planning bersifat volunteer dengan intensive, untuk yang punya anak lebih dari 3
Efek: gagal karena orang merasa takut dan pelanggaran adat dan agama
01. One Child Policy (China) Now! Three child policy
02. Streilization (India)
03. BKKBN (Indonesia)
anti natalitas di gagas oleh Presiden Soeharto, dengan pengadaan kampung KB,
Generasi berencana
Contoh penerapan policies
Pasangan yang mau punya anak diberi free consultation, free voucher hotel, free
honeymoon cruise, dll
05. Extra services (Singapore)
06. Japan Pro natalitas
07. Intensive and fines (Swedia & Romania)
Anak harus lebih dari 2! Beri intensive free baby centre, memperingan biaya lahiran,
mendorong migrasi, dll
Free work hour, pemberian intensive, umur lebih dari 25 tahun tidak mempunyai anak diberi
fine / sanksi 10-20% pajak
04. Russia pro natalitas
Pemberian intensive gelar pada ibu yang melahirkan 7-10 anak : morther heroine
Contoh penerapan policies
08. Etnic Clearing Rwanda & German Nazi WW2
09. Selective pro natalities Singapore
Rwanda Genocide: Tutsi minority ethnic
The Auschwitz Concentration Camp : Gypsy, Disabilities, Mixed blood African-German, Jews
Encourage educated women untuk memiliki anak 2-3 diberi subsidi apabila tidak diberi pajak
sanksi dan voluntary sterilization pada uneducated and poor women yang akan diberi subsidi
Mobilitas penduduk
Gerak / perpindahan penduduk dari tempat ke tempat dalam jangka waktu
tertentu
Sifat
- permanen : migrasi
- tidak : movement
Teori Everest S.Lee / Teori migrasi
Kenapa orang bermigrasi?
1. Terpaksa
2. Voluntary
4 komponen Teori Everest S.Lee
1. Daerah asal (origin)
2. Daerah destinasi (destination)
3. Penghambat / obstacle
4. Individu
Teori Everest S.Lee
Faktor penarik (Destination)
• Kesempatan kerja sesuai dengan
latar belakang profesi
• Pendapatan yang lebih tinggi
• Pendidikan dan spesialisasi yang
lebih tinggi
• Lingkungan yang menyenangkan
• Ketergantungan keluarga istri
ikut suami
• Ajakan teman / saudara
• Daya tarik besar
Faktor pendorong (Origin)
• Pengangguran
• Kurangnya layanan
• Keselamatan keamanan yang
buruk
• Tingkat kejahatan yang tinggi
• Kegagalan panen
• Kekeringan
• Banjir
• Kemiskinan
• Perang
Teori Everest S.Lee
Faktor penghambat (Intervening
obstacle)
• Paspor
• Jenis transportasi
• Jarak
• Biaya transportasi
Faktor individu
• Ketertarikan pribadi, alasan
tersendiri
• Terkait dengan childhood
• Kondisi kesehatan
Dampak Mobilitas
Dampak positive
- Meningkatkan kesejahteraan
- Menambah pengalaman &
pengetahuan
- Membuka kesempatan kerja &
usaha
- Membantu program pemerataan
pembangunan di daerah-daerah
Dampak Negative
- Meningkatkan kriminalitas
- Gelandangan, pengangguran
- Konflik dengan masyarakat setempat
- Gubuk-gubuk liar, semerawut
Macam-macam Mobilitas
Secara geografis, wilayah ke
wilayah lain, secara batas
administratif berpindah
Perubahan status sosial / cara
hidup tradisional - modern
VERTIKAL HORIZONTAL
Jenis-jenis migrasi
1. Ketersediaan
Dipindahkan oleh pemerintah
dalam program-program
transmigrasi / emigrasi / remigrasi
Pindah sendiri tanpa paksaan
Voluntary Forced
Jenis-jenis migrasi
2. Tahapan
Perpindahan dari satu orang diikuti
oleh beberapa orang ikut dibawa
keluar dari daerah asal
Bertahap dari Desa - Kota -
Negara lain
Step Chain
Jenis-jenis migrasi
3. Tempat tinggal
Tempat saat survei
berbeda dengan saat lahir
Tempat saat survei
berbeda dengan 5 tahun
lalu
Saat di survei pernah
tinggal di tempat yang lain
selain tempat lahir
Lifetime Recent Total
Mobilitas Penduduk Permanen
Dari daerah ke daerah
- Transmigrasi
- Urbanisasi
- Ruralisasi
Dari negara ke negara
- Imigrasi
- Emigrasi
- Remigrasi, repatriasi
Migrasi Internasional Migrasi Internal
Transmigrasi
Perpindahan dari pulau ke pulau
Dari pulau padat ke pulau jarang penduduk
Tujuan
- Mengusahakan kekayaan diluar pulau Jawa
- Asimilasi antar suku, kesukuan hilang
- Keamanan & ketahanan nasional
- Penyebaran penduduk merata sampai pelosok
Jenis-jenis transmigrasi
Ditanggung pemerintah,
biaya hidup, perjalanan,
lahan
Perpindahan seluruh penduduk
desa & pemerintah desa.
Seringkali untuk kepentingan
proyek penting pemerintah
Biaya ditanggung oleh
transmigran, pemerintah
mengurus hunian dan tanah
Atas kemauan sendiri
Umum
Swakarsa
Bedol desa
Spontan
Pengaruh Urbanisasi
Daerah desa
Banyak penduduk tua dan anak-anak
- Kekurangan tenaga kerja potensial
- Perkembangan desa terhambat
- Produksi pertanian menurun
- Modal desa berpindah ke kota
Daerah kota
Banyak penduduk produktif
- Melebihi daya tampung kota
- Permukiman kumuh
- Permasalahan kesehatan
- Pencemaran lingkungan
- Pengangguran meningkat
- Kriminalitas meningkat
- Kemacetan meningkat
Ruralisasi
Perpindahan dari kota ke desa
Pendorong
- Jenuh di perkotaan
- Harga lahan di kota mahal
- Mempunyai tujuan untuk memajukan
desa / daerah asal
- Tidak mampu mengikuti dinamika
perkotaan
Penarik
- Harga lahan desa murah
- Masyarakat lebih sederhana
- Lebih tenang
- Masa kecil / daerah asal
Terpaksa keluar dari negara asal
karena konflik, krisis, pelanggaran
Orang yang lahir, hilang
kewarganegaraan, tidak diakui
sebagai warga negara
Istilah-istilah pengungsi
Orang luar yang masuk
ke negara orangl
Pengungsi sesungguhnya
terpaksa, status resmi
Orang displaced akhirnya bisa
kembali ke negara asal
Pencari suaka, tidak resmi
sebagai pengungsi, masih di
dalam negara asal
Imigrant Internally displaced
Stateless person
Refugee Returnee
Asylum seeker
Migrasi
Non-permanen
24 Jam kembali lagi ke
daerah asal, pagi
berangkat sore pulang
Sesuai musim, mudik,
panen, beberapa bulan
sekali
Harian / ulang
alik / komuter
Musiman
Sirkuler
Gerak penduduk dari
wilayah ke wilayah tidak
ada niatan untuk menetap
Macam-macam
- Sirkulasi harian
-Sirkulasi mingguan
-Sirkulasi bulanan
Dampak
- lalu lintas padat di saat-saat tertentu
- mengurangi peluang penduduk asli
- beban kota berat karena pertambahan jumlah
penduduk
- tenaga kerja keluar daerah
- tenaga kerja upah murah
- meningkatkan prasaran transportasi
- pemerataan pendapatan
Positive Negative
Efek
- less development in donor
- competitivr & young skiller worker at receiver
- imbalance structure
- marriage fall at donor region
- rapid increase in receiver
Demography Socio-economy
Culture
- mixing culture at receiver
THANKS!

Population and population change.pptx.pdf

  • 1.
    Population & populationchange Chaterine Cristela
  • 2.
  • 3.
  • 4.
    Apakah penduduk tersebarmerata? Faktor (+) Ketersediaan air /SDA Akses mencukupi Sosial politik, ekonomi stabil banyak natural resources pusat ekonomi, pendidikan, services tanah subur Faktor (-) Extreme climate supply air minim inaccesibility SDA minim budidaya tanaman sulit sosial, politik, ekonomi, tidak mendukung
  • 5.
  • 6.
    Kepadatan Penduduk Jumlah pendudukdibawah standar, penduduk jarang, lahan luas, SDA melimpan Seimbang, SDA & jumlah populasi SDA terbatas, populasi melebihi daya tampung 01 02 03 Overpopulation Optimum population Underpopulation
  • 7.
    SUMBER DATA PENDUDUK SENSUS Semuaorang yang ada disana tidak melihat domisili Hanya orang yang secara domisili, khusus tinggal disitu DE JURE DE FACTO
  • 8.
    METODE SENSUS Petugas mendatangidaerah untul memperoleh data dengan wawancara satu-persatu Penduduk mengisi sendiri data penduduk yang telah dibagikan oleh RT setempat HOUSEHOLDER CANVASSER
  • 9.
    SUMBER DATA PENDUDUK Terusmenerus, mencatat data sipil yang terus berubah setiap hari. Masyarakat datang ke instansi sendiri Tidak menyeluruh hanya 1-2 kecamatan terbatas oleh waktu SURPAS: 5 tahun sekali SURVEY REGISTRASI
  • 10.
    Kesalahan sensus Pencacahan 2x/ tidak tercacah Kesalahan pelaporan Petugas salah memasukan data Error of coverage Error of content Error of estimate
  • 11.
    Expansive Stasioner Constrictive PiramidaPenduduk Kondisi penduduk dari umur dan jenis kelamin Depedency ratio Kelahiran tinggi Growth stabil : 0% Produktif Depedency ratio Ageing population
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    High Stationary LateExpanding Early Expanding Low Stationary Declining Transisi Demografi Perubahan kondisi penduduk dari fluktuasi tingkat kelahiran & kematian
  • 15.
    Perhitungan Demografi 1. Pertumbuhan pendudukalami 2. pertumbuhan penduduk ( linear / aritmetrik, geometrik, eksponensial) 3. doubling time
  • 16.
  • 17.
    Komposisi penduduk Depedency Ratio Golonganmuda = 0-15 tahun Golongan dewasa = 15-64 tahun Golongan tua = >64 tahun
  • 18.
    Bonus demografi Suatu wilayah ratiousia produktifnya lebih banyak dari non produktif Depedency ratio dibawah 44,7% Hanya terjafi sekali dalam periode lama dan tidak selamanya bertahan Opportunity : keuntungan ekonomi Masalah : banyak human resource tapi tidak ada skill untuk bersaing, mendatangkan bencana Cara meminimalkan - Reformasi bidang pendidikan - Skill pekerja, sertifikasi, kartu pekerja ~upskilling ~reskilling 4 prasyarat bonus demografi 1. Penduduk harus berkualitas 2. Tersedia dan terserap dalam pasar kerja 3. Meningkatkan tabungan rumah tangga 4. Perempuan masuk ke pasar kerja
  • 19.
    • Kelahiran • Kematian AlamiLahir - Mati External Dinamika Penduduk Pertumbuhan • Imigrasi • Emigrasi Imigrasi - Emigrasi P = (L-M) + (I-E)
  • 20.
    Fertilitas Tingkat pertumbuhan anak Skala >30= tinggi 20-30 = sedang <20 = rendah Rumus
  • 21.
    Faktor yang mempengaruhi 1.Kepercayaan / agama = banyak anak banyak rejeki, anak adalah titipan Tuhan 2. Tingkat pendidikan 3. Kestabilan dan tingkat ekonomi 4. Kebijakan pemerintah 5. Adat istiadat 6. Kesehatan 7. Stuktur penduduk 8. Nikah dini
  • 22.
    Mortalitas Tingkat kematian Skala >30 =tinggi 20-30 = sedang <20 = rendah Rumus
  • 23.
    Faktor yang mempengaruhi 1.Kondisi kesehatan 2. Layanan rumah sakit / obat 3. Rasio dokter & perawat 4. Asupan makanan 5. Kebersihan, sanitasi 6. Politik, perang 7. Kriminalitas & bunuh diri 8. Gaya hidup & gizi 9. Bencana alam
  • 24.
    Indikator lain 1. Childmortality rate (CMR) 2. Neonatal mortality rate (NMR) 3. Infant mortality rate (IMR) 4. Under 5 mortality rate 5. Maternal mortality rate
  • 25.
  • 26.
  • 27.
  • 28.
  • 29.
    Contoh soal ! Diketahuijumlah penduduk Polynesia Prancis pada tahun 2017 adalah 275.918. Lotto sebagai petugas sensun Polynesia Prancis memproyeksikan bahwa 20 tahun mendatang jumlah penduduk negara Polynesia Prancis menjadi 549.018. Maka laju pertumbuhan penduduk per tahun adalah? A. 1,35% B. 3,5% C. 2,5% D. 0,35% E. 4,5%
  • 30.
  • 31.
  • 32.
  • 33.
  • 34.
  • 35.
  • 36.
  • 37.
  • 38.
  • 39.
  • 40.
  • 41.
  • 42.
  • 43.
    3 kelompok keilmuanahli yaitu: 1. Thomas Robert Malthus 2. Karl Marx dan Friedrich Engels dengan penganut aliran Marxist. 3. Teori modern Teori Kependudukan
  • 44.
    Thomas Robert Malthus penganutaliran malthusian dipelopori oleh Garreth Hardin dan Paul Ehrlich. Membahas terkait pertumbuhan penduduk bertumbuh secara deret geometri / deret ukur tidak terkontrol menyebabkan point of crisis akibat dari pangan yang bertumbuh secara aritmatika atau deret hitung. Sudah melebihi point of crisis akan memicu perang, supply makanan menurun dan penyakit / wabah dimana-mana demi memperebutkan pangan. Menghindari situasi tersebut Malthus menyarankan dua cara yakti negative check dan positive check.
  • 45.
    Thomas Robert Malthus Negativecheck = pengurangan jumlah penduduk dengan menekan angka kelahiran, dengan dua cara yakni : Moral restraint : menunda perkawinan, family planning, dll Vice : melakukan pengguguran
  • 46.
    Thomas Robert Malthus Positivecheck : Pengurangan jumlah penduduk dengan kematian, sudah dalam kondisi terlanjur menjadi crisis. Bukan solusi tidak akan menurunkan jumlah penduduk justru semakin bertambah memicu crisis berlanjut seperti siklus. Vice : pembunuhan, perang, legalisasi kematian dan aborsi Misery : sengaja melakukan, menciptakan dan melakukan kesengsaraaan, kemelaratan dengan membiarkan kelaparan, penyakit
  • 47.
    Kritik Malthus tidak mempertimbangkan: • Transportasi untuk kirim makanan • Penggembangan teknologi ••Usaha pembatasan kelahiran •Fertilitas akan menurun dengan semakin meningkatnya kondisi ekonomi Dll Neo malthusian kelompok aliran Neo Malthusian (Harriet Harbin dan Paul Ehrlich) Mereka berpendapat bahwa diperlukan adanya pengontrolan dan pengendalian kelahiran walau memaksa sehingga diperlukannya keluarga berencana dan moral restraint
  • 48.
    Karl Marx danFriedrich Engels Penganut aliran Marxist. Dalam teori Marxist ia menentang teori malthus dengan berpendapat bahwa penduduk tidak akan mengalami point of crisis akan tetapi lebih kepada point of crisis akan terjadi akibat dari persaingan dalam kesempatan kerja yang menekan penduduk.
  • 49.
    Teori Modern 1. JohnStuart Mill 2. Arsene Dumont 3. Emile Durkheim 4. Herman Kahn 5. Esther Boserup
  • 50.
    1. John StuartMill penduduk akan mengalami krisis akibat kemiskinan akan tetapi kemiskinan dapat dihindari dengan peningkatan pendidikan penduduk sehingga akan meningkatkan mutu dan kualitas SDM yang siap berdaya saing. 2. Arsene Dumont keluarga besar merupakan beban kapilaritas sosial, ketika kemampuan ekonomi dan status seseorang meningkat maka keinginan seorang individu untuk mempunyai anak akan semakin menurun sehingga menyebabkan jumlah populasi menurun
  • 51.
    3. Emile Durkheim antarpenduduk akan muncul persaingan untuk bertahan hidup dan untuk bertahan penduduk perlu meningkatkan kualitas SDM individu. 4. Herman Kahn adanya teknologi masalah krisis sumber daya alam akan terselesaikan dengan meningkatkan produksi pertanian dengan sistem daur ulang dan juga peningkatan pendapatan
  • 52.
    5. Esther Boserup manusiamemiliki kemampuan yakni inovasi, sumberdaya, pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan supply pangan sehingga pertumbuhan penduduk akan sejalan dengan pertumbuhan pangan dan tidak akan terjadi point of crisis.
  • 53.
    Kebijakan kependudukan Kebijakan penguranganatau peningkatan penduduk untuk ras / kelompok tertentu Membatasi kelahiran dengan birth control, prohibit large families, dilakukan saat population bomb Pro natalitas, encourafe untuk tingkatkan kelahiran dan penduduk, dilakukan saat ageing population 01 02 03 Restrictive Population Policies Expansive Population Policies Eugenic Population Policies
  • 54.
    Contoh penerapan policies 1anak 1 keluarga dengan pemberian intensive Efek : atasi kegagalan Great leap forward, populasi berkurang, little mperor syndromes, failure sex ratio family planning bersifat volunteer dengan intensive, untuk yang punya anak lebih dari 3 Efek: gagal karena orang merasa takut dan pelanggaran adat dan agama 01. One Child Policy (China) Now! Three child policy 02. Streilization (India) 03. BKKBN (Indonesia) anti natalitas di gagas oleh Presiden Soeharto, dengan pengadaan kampung KB, Generasi berencana
  • 55.
    Contoh penerapan policies Pasanganyang mau punya anak diberi free consultation, free voucher hotel, free honeymoon cruise, dll 05. Extra services (Singapore) 06. Japan Pro natalitas 07. Intensive and fines (Swedia & Romania) Anak harus lebih dari 2! Beri intensive free baby centre, memperingan biaya lahiran, mendorong migrasi, dll Free work hour, pemberian intensive, umur lebih dari 25 tahun tidak mempunyai anak diberi fine / sanksi 10-20% pajak 04. Russia pro natalitas Pemberian intensive gelar pada ibu yang melahirkan 7-10 anak : morther heroine
  • 56.
    Contoh penerapan policies 08.Etnic Clearing Rwanda & German Nazi WW2 09. Selective pro natalities Singapore Rwanda Genocide: Tutsi minority ethnic The Auschwitz Concentration Camp : Gypsy, Disabilities, Mixed blood African-German, Jews Encourage educated women untuk memiliki anak 2-3 diberi subsidi apabila tidak diberi pajak sanksi dan voluntary sterilization pada uneducated and poor women yang akan diberi subsidi
  • 57.
    Mobilitas penduduk Gerak /perpindahan penduduk dari tempat ke tempat dalam jangka waktu tertentu Sifat - permanen : migrasi - tidak : movement Teori Everest S.Lee / Teori migrasi Kenapa orang bermigrasi? 1. Terpaksa 2. Voluntary 4 komponen Teori Everest S.Lee 1. Daerah asal (origin) 2. Daerah destinasi (destination) 3. Penghambat / obstacle 4. Individu
  • 58.
    Teori Everest S.Lee Faktorpenarik (Destination) • Kesempatan kerja sesuai dengan latar belakang profesi • Pendapatan yang lebih tinggi • Pendidikan dan spesialisasi yang lebih tinggi • Lingkungan yang menyenangkan • Ketergantungan keluarga istri ikut suami • Ajakan teman / saudara • Daya tarik besar Faktor pendorong (Origin) • Pengangguran • Kurangnya layanan • Keselamatan keamanan yang buruk • Tingkat kejahatan yang tinggi • Kegagalan panen • Kekeringan • Banjir • Kemiskinan • Perang
  • 59.
    Teori Everest S.Lee Faktorpenghambat (Intervening obstacle) • Paspor • Jenis transportasi • Jarak • Biaya transportasi Faktor individu • Ketertarikan pribadi, alasan tersendiri • Terkait dengan childhood • Kondisi kesehatan
  • 60.
    Dampak Mobilitas Dampak positive -Meningkatkan kesejahteraan - Menambah pengalaman & pengetahuan - Membuka kesempatan kerja & usaha - Membantu program pemerataan pembangunan di daerah-daerah Dampak Negative - Meningkatkan kriminalitas - Gelandangan, pengangguran - Konflik dengan masyarakat setempat - Gubuk-gubuk liar, semerawut
  • 61.
    Macam-macam Mobilitas Secara geografis,wilayah ke wilayah lain, secara batas administratif berpindah Perubahan status sosial / cara hidup tradisional - modern VERTIKAL HORIZONTAL
  • 62.
    Jenis-jenis migrasi 1. Ketersediaan Dipindahkanoleh pemerintah dalam program-program transmigrasi / emigrasi / remigrasi Pindah sendiri tanpa paksaan Voluntary Forced
  • 63.
    Jenis-jenis migrasi 2. Tahapan Perpindahandari satu orang diikuti oleh beberapa orang ikut dibawa keluar dari daerah asal Bertahap dari Desa - Kota - Negara lain Step Chain
  • 64.
    Jenis-jenis migrasi 3. Tempattinggal Tempat saat survei berbeda dengan saat lahir Tempat saat survei berbeda dengan 5 tahun lalu Saat di survei pernah tinggal di tempat yang lain selain tempat lahir Lifetime Recent Total
  • 65.
    Mobilitas Penduduk Permanen Daridaerah ke daerah - Transmigrasi - Urbanisasi - Ruralisasi Dari negara ke negara - Imigrasi - Emigrasi - Remigrasi, repatriasi Migrasi Internasional Migrasi Internal
  • 66.
    Transmigrasi Perpindahan dari pulauke pulau Dari pulau padat ke pulau jarang penduduk Tujuan - Mengusahakan kekayaan diluar pulau Jawa - Asimilasi antar suku, kesukuan hilang - Keamanan & ketahanan nasional - Penyebaran penduduk merata sampai pelosok
  • 67.
    Jenis-jenis transmigrasi Ditanggung pemerintah, biayahidup, perjalanan, lahan Perpindahan seluruh penduduk desa & pemerintah desa. Seringkali untuk kepentingan proyek penting pemerintah Biaya ditanggung oleh transmigran, pemerintah mengurus hunian dan tanah Atas kemauan sendiri Umum Swakarsa Bedol desa Spontan
  • 68.
    Pengaruh Urbanisasi Daerah desa Banyakpenduduk tua dan anak-anak - Kekurangan tenaga kerja potensial - Perkembangan desa terhambat - Produksi pertanian menurun - Modal desa berpindah ke kota Daerah kota Banyak penduduk produktif - Melebihi daya tampung kota - Permukiman kumuh - Permasalahan kesehatan - Pencemaran lingkungan - Pengangguran meningkat - Kriminalitas meningkat - Kemacetan meningkat
  • 69.
    Ruralisasi Perpindahan dari kotake desa Pendorong - Jenuh di perkotaan - Harga lahan di kota mahal - Mempunyai tujuan untuk memajukan desa / daerah asal - Tidak mampu mengikuti dinamika perkotaan Penarik - Harga lahan desa murah - Masyarakat lebih sederhana - Lebih tenang - Masa kecil / daerah asal
  • 70.
    Terpaksa keluar darinegara asal karena konflik, krisis, pelanggaran Orang yang lahir, hilang kewarganegaraan, tidak diakui sebagai warga negara Istilah-istilah pengungsi Orang luar yang masuk ke negara orangl Pengungsi sesungguhnya terpaksa, status resmi Orang displaced akhirnya bisa kembali ke negara asal Pencari suaka, tidak resmi sebagai pengungsi, masih di dalam negara asal Imigrant Internally displaced Stateless person Refugee Returnee Asylum seeker
  • 71.
    Migrasi Non-permanen 24 Jam kembalilagi ke daerah asal, pagi berangkat sore pulang Sesuai musim, mudik, panen, beberapa bulan sekali Harian / ulang alik / komuter Musiman Sirkuler Gerak penduduk dari wilayah ke wilayah tidak ada niatan untuk menetap Macam-macam - Sirkulasi harian -Sirkulasi mingguan -Sirkulasi bulanan
  • 72.
    Dampak - lalu lintaspadat di saat-saat tertentu - mengurangi peluang penduduk asli - beban kota berat karena pertambahan jumlah penduduk - tenaga kerja keluar daerah - tenaga kerja upah murah - meningkatkan prasaran transportasi - pemerataan pendapatan Positive Negative
  • 73.
    Efek - less developmentin donor - competitivr & young skiller worker at receiver - imbalance structure - marriage fall at donor region - rapid increase in receiver Demography Socio-economy Culture - mixing culture at receiver
  • 74.