Apakah penduduk tersebarmerata?
Faktor
(+)
Ketersediaan air /SDA
Akses mencukupi
Sosial politik, ekonomi stabil
banyak natural resources
pusat ekonomi, pendidikan,
services
tanah subur
Faktor
(-)
Extreme climate
supply air minim
inaccesibility
SDA minim
budidaya tanaman sulit
sosial, politik, ekonomi, tidak
mendukung
Kepadatan Penduduk
Jumlah pendudukdibawah
standar, penduduk jarang,
lahan luas, SDA melimpan
Seimbang, SDA & jumlah
populasi
SDA terbatas, populasi
melebihi daya tampung
01
02
03 Overpopulation
Optimum
population
Underpopulation
7.
SUMBER DATA PENDUDUK
SENSUS
Semuaorang yang ada disana
tidak melihat domisili
Hanya orang yang secara domisili,
khusus tinggal disitu
DE JURE DE FACTO
8.
METODE SENSUS
Petugas mendatangidaerah untul
memperoleh data dengan
wawancara satu-persatu
Penduduk mengisi sendiri data
penduduk yang telah dibagikan
oleh RT setempat
HOUSEHOLDER CANVASSER
9.
SUMBER DATA PENDUDUK
Terusmenerus, mencatat data
sipil yang terus berubah setiap
hari. Masyarakat datang ke
instansi sendiri
Tidak menyeluruh hanya 1-2
kecamatan terbatas oleh waktu
SURPAS: 5 tahun sekali
SURVEY REGISTRASI
10.
Kesalahan sensus
Pencacahan 2x/ tidak
tercacah
Kesalahan pelaporan Petugas salah
memasukan data
Error of coverage Error of content Error of estimate
11.
Expansive Stasioner Constrictive
PiramidaPenduduk
Kondisi penduduk dari umur dan jenis kelamin
Depedency ratio
Kelahiran tinggi
Growth stabil : 0%
Produktif
Depedency ratio
Ageing population
High Stationary LateExpanding
Early Expanding Low Stationary Declining
Transisi Demografi
Perubahan kondisi penduduk dari fluktuasi
tingkat kelahiran & kematian
Bonus
demografi
Suatu wilayah ratiousia produktifnya
lebih banyak dari non produktif
Depedency ratio dibawah 44,7%
Hanya terjafi sekali dalam periode lama dan
tidak selamanya bertahan
Opportunity : keuntungan ekonomi
Masalah : banyak human resource tapi tidak
ada skill untuk bersaing, mendatangkan
bencana
Cara meminimalkan
- Reformasi bidang pendidikan
- Skill pekerja, sertifikasi, kartu pekerja
~upskilling
~reskilling
4 prasyarat bonus demografi
1. Penduduk harus berkualitas
2. Tersedia dan terserap dalam pasar kerja
3. Meningkatkan tabungan rumah tangga
4. Perempuan masuk ke pasar kerja
19.
• Kelahiran
• Kematian
AlamiLahir - Mati
External
Dinamika Penduduk
Pertumbuhan
• Imigrasi
• Emigrasi
Imigrasi - Emigrasi
P = (L-M) + (I-E)
Faktor yang mempengaruhi
1.Kepercayaan / agama = banyak
anak banyak rejeki, anak adalah
titipan Tuhan
2. Tingkat pendidikan
3. Kestabilan dan tingkat ekonomi
4. Kebijakan pemerintah
5. Adat istiadat
6. Kesehatan
7. Stuktur penduduk
8. Nikah dini
Faktor yang mempengaruhi
1.Kondisi kesehatan
2. Layanan rumah sakit / obat
3. Rasio dokter & perawat
4. Asupan makanan
5. Kebersihan, sanitasi
6. Politik, perang
7. Kriminalitas & bunuh diri
8. Gaya hidup & gizi
9. Bencana alam
Contoh soal !
Diketahuijumlah penduduk Polynesia Prancis pada tahun
2017 adalah 275.918. Lotto sebagai petugas sensun
Polynesia Prancis memproyeksikan bahwa 20 tahun
mendatang jumlah penduduk negara Polynesia Prancis
menjadi 549.018. Maka laju pertumbuhan penduduk per
tahun adalah?
A. 1,35%
B. 3,5%
C. 2,5%
D. 0,35%
E. 4,5%
3 kelompok keilmuanahli yaitu:
1. Thomas Robert Malthus
2. Karl Marx dan Friedrich Engels
dengan penganut aliran Marxist.
3. Teori modern
Teori Kependudukan
44.
Thomas Robert Malthus
penganutaliran malthusian dipelopori oleh Garreth Hardin dan Paul Ehrlich.
Membahas terkait pertumbuhan penduduk bertumbuh secara deret geometri / deret
ukur tidak terkontrol menyebabkan point of crisis akibat dari pangan yang bertumbuh
secara aritmatika atau deret hitung.
Sudah melebihi point of crisis akan memicu perang, supply makanan menurun dan
penyakit / wabah dimana-mana demi memperebutkan pangan.
Menghindari situasi tersebut Malthus menyarankan dua cara yakti negative check
dan positive check.
45.
Thomas Robert Malthus
Negativecheck = pengurangan jumlah penduduk dengan menekan
angka kelahiran, dengan dua cara yakni :
Moral restraint : menunda perkawinan, family planning, dll
Vice : melakukan pengguguran
46.
Thomas Robert Malthus
Positivecheck : Pengurangan jumlah penduduk dengan kematian, sudah
dalam kondisi terlanjur menjadi crisis. Bukan solusi tidak akan
menurunkan jumlah penduduk justru semakin bertambah memicu crisis
berlanjut seperti siklus.
Vice : pembunuhan, perang, legalisasi kematian dan aborsi
Misery : sengaja melakukan, menciptakan dan melakukan
kesengsaraaan, kemelaratan dengan membiarkan kelaparan, penyakit
47.
Kritik Malthus
tidak mempertimbangkan:
• Transportasi untuk kirim makanan
• Penggembangan teknologi
••Usaha pembatasan kelahiran
•Fertilitas akan menurun dengan
semakin meningkatnya kondisi
ekonomi
Dll
Neo malthusian
kelompok aliran Neo Malthusian
(Harriet Harbin dan Paul
Ehrlich)
Mereka berpendapat bahwa
diperlukan adanya pengontrolan
dan pengendalian kelahiran
walau memaksa sehingga
diperlukannya keluarga
berencana dan moral restraint
48.
Karl Marx danFriedrich Engels
Penganut aliran Marxist. Dalam teori Marxist ia menentang teori
malthus dengan berpendapat bahwa penduduk tidak akan
mengalami point of crisis akan tetapi lebih kepada point of crisis akan
terjadi akibat dari persaingan dalam kesempatan kerja yang menekan
penduduk.
49.
Teori Modern
1. JohnStuart Mill
2. Arsene Dumont
3. Emile Durkheim
4. Herman Kahn
5. Esther Boserup
50.
1. John StuartMill
penduduk akan mengalami
krisis akibat kemiskinan akan
tetapi kemiskinan dapat
dihindari dengan peningkatan
pendidikan penduduk
sehingga akan meningkatkan
mutu dan kualitas SDM yang
siap berdaya saing.
2. Arsene Dumont
keluarga besar merupakan beban
kapilaritas sosial, ketika
kemampuan ekonomi dan status
seseorang meningkat maka
keinginan seorang individu untuk
mempunyai anak akan semakin
menurun sehingga menyebabkan
jumlah populasi menurun
51.
3. Emile Durkheim
antarpenduduk akan muncul
persaingan untuk bertahan
hidup dan untuk bertahan
penduduk perlu
meningkatkan kualitas SDM
individu.
4. Herman Kahn
adanya teknologi masalah krisis
sumber daya alam akan
terselesaikan dengan
meningkatkan produksi pertanian
dengan sistem daur ulang dan
juga peningkatan pendapatan
52.
5. Esther Boserup
manusiamemiliki kemampuan
yakni inovasi, sumberdaya,
pengetahuan dan teknologi untuk
meningkatkan supply pangan
sehingga pertumbuhan penduduk
akan sejalan dengan
pertumbuhan pangan dan tidak
akan terjadi point of crisis.
53.
Kebijakan kependudukan
Kebijakan penguranganatau
peningkatan penduduk untuk ras /
kelompok tertentu
Membatasi kelahiran dengan birth
control, prohibit large families,
dilakukan saat population bomb
Pro natalitas, encourafe untuk
tingkatkan kelahiran dan penduduk,
dilakukan saat ageing population
01
02
03
Restrictive Population
Policies
Expansive Population
Policies
Eugenic Population
Policies
54.
Contoh penerapan policies
1anak 1 keluarga dengan pemberian intensive
Efek : atasi kegagalan Great leap forward, populasi berkurang, little mperor
syndromes, failure sex ratio
family planning bersifat volunteer dengan intensive, untuk yang punya anak lebih dari 3
Efek: gagal karena orang merasa takut dan pelanggaran adat dan agama
01. One Child Policy (China) Now! Three child policy
02. Streilization (India)
03. BKKBN (Indonesia)
anti natalitas di gagas oleh Presiden Soeharto, dengan pengadaan kampung KB,
Generasi berencana
55.
Contoh penerapan policies
Pasanganyang mau punya anak diberi free consultation, free voucher hotel, free
honeymoon cruise, dll
05. Extra services (Singapore)
06. Japan Pro natalitas
07. Intensive and fines (Swedia & Romania)
Anak harus lebih dari 2! Beri intensive free baby centre, memperingan biaya lahiran,
mendorong migrasi, dll
Free work hour, pemberian intensive, umur lebih dari 25 tahun tidak mempunyai anak diberi
fine / sanksi 10-20% pajak
04. Russia pro natalitas
Pemberian intensive gelar pada ibu yang melahirkan 7-10 anak : morther heroine
56.
Contoh penerapan policies
08.Etnic Clearing Rwanda & German Nazi WW2
09. Selective pro natalities Singapore
Rwanda Genocide: Tutsi minority ethnic
The Auschwitz Concentration Camp : Gypsy, Disabilities, Mixed blood African-German, Jews
Encourage educated women untuk memiliki anak 2-3 diberi subsidi apabila tidak diberi pajak
sanksi dan voluntary sterilization pada uneducated and poor women yang akan diberi subsidi
57.
Mobilitas penduduk
Gerak /perpindahan penduduk dari tempat ke tempat dalam jangka waktu
tertentu
Sifat
- permanen : migrasi
- tidak : movement
Teori Everest S.Lee / Teori migrasi
Kenapa orang bermigrasi?
1. Terpaksa
2. Voluntary
4 komponen Teori Everest S.Lee
1. Daerah asal (origin)
2. Daerah destinasi (destination)
3. Penghambat / obstacle
4. Individu
58.
Teori Everest S.Lee
Faktorpenarik (Destination)
• Kesempatan kerja sesuai dengan
latar belakang profesi
• Pendapatan yang lebih tinggi
• Pendidikan dan spesialisasi yang
lebih tinggi
• Lingkungan yang menyenangkan
• Ketergantungan keluarga istri
ikut suami
• Ajakan teman / saudara
• Daya tarik besar
Faktor pendorong (Origin)
• Pengangguran
• Kurangnya layanan
• Keselamatan keamanan yang
buruk
• Tingkat kejahatan yang tinggi
• Kegagalan panen
• Kekeringan
• Banjir
• Kemiskinan
• Perang
59.
Teori Everest S.Lee
Faktorpenghambat (Intervening
obstacle)
• Paspor
• Jenis transportasi
• Jarak
• Biaya transportasi
Faktor individu
• Ketertarikan pribadi, alasan
tersendiri
• Terkait dengan childhood
• Kondisi kesehatan
60.
Dampak Mobilitas
Dampak positive
-Meningkatkan kesejahteraan
- Menambah pengalaman &
pengetahuan
- Membuka kesempatan kerja &
usaha
- Membantu program pemerataan
pembangunan di daerah-daerah
Dampak Negative
- Meningkatkan kriminalitas
- Gelandangan, pengangguran
- Konflik dengan masyarakat setempat
- Gubuk-gubuk liar, semerawut
61.
Macam-macam Mobilitas
Secara geografis,wilayah ke
wilayah lain, secara batas
administratif berpindah
Perubahan status sosial / cara
hidup tradisional - modern
VERTIKAL HORIZONTAL
Jenis-jenis migrasi
2. Tahapan
Perpindahandari satu orang diikuti
oleh beberapa orang ikut dibawa
keluar dari daerah asal
Bertahap dari Desa - Kota -
Negara lain
Step Chain
64.
Jenis-jenis migrasi
3. Tempattinggal
Tempat saat survei
berbeda dengan saat lahir
Tempat saat survei
berbeda dengan 5 tahun
lalu
Saat di survei pernah
tinggal di tempat yang lain
selain tempat lahir
Lifetime Recent Total
65.
Mobilitas Penduduk Permanen
Daridaerah ke daerah
- Transmigrasi
- Urbanisasi
- Ruralisasi
Dari negara ke negara
- Imigrasi
- Emigrasi
- Remigrasi, repatriasi
Migrasi Internasional Migrasi Internal
66.
Transmigrasi
Perpindahan dari pulauke pulau
Dari pulau padat ke pulau jarang penduduk
Tujuan
- Mengusahakan kekayaan diluar pulau Jawa
- Asimilasi antar suku, kesukuan hilang
- Keamanan & ketahanan nasional
- Penyebaran penduduk merata sampai pelosok
67.
Jenis-jenis transmigrasi
Ditanggung pemerintah,
biayahidup, perjalanan,
lahan
Perpindahan seluruh penduduk
desa & pemerintah desa.
Seringkali untuk kepentingan
proyek penting pemerintah
Biaya ditanggung oleh
transmigran, pemerintah
mengurus hunian dan tanah
Atas kemauan sendiri
Umum
Swakarsa
Bedol desa
Spontan
68.
Pengaruh Urbanisasi
Daerah desa
Banyakpenduduk tua dan anak-anak
- Kekurangan tenaga kerja potensial
- Perkembangan desa terhambat
- Produksi pertanian menurun
- Modal desa berpindah ke kota
Daerah kota
Banyak penduduk produktif
- Melebihi daya tampung kota
- Permukiman kumuh
- Permasalahan kesehatan
- Pencemaran lingkungan
- Pengangguran meningkat
- Kriminalitas meningkat
- Kemacetan meningkat
69.
Ruralisasi
Perpindahan dari kotake desa
Pendorong
- Jenuh di perkotaan
- Harga lahan di kota mahal
- Mempunyai tujuan untuk memajukan
desa / daerah asal
- Tidak mampu mengikuti dinamika
perkotaan
Penarik
- Harga lahan desa murah
- Masyarakat lebih sederhana
- Lebih tenang
- Masa kecil / daerah asal
70.
Terpaksa keluar darinegara asal
karena konflik, krisis, pelanggaran
Orang yang lahir, hilang
kewarganegaraan, tidak diakui
sebagai warga negara
Istilah-istilah pengungsi
Orang luar yang masuk
ke negara orangl
Pengungsi sesungguhnya
terpaksa, status resmi
Orang displaced akhirnya bisa
kembali ke negara asal
Pencari suaka, tidak resmi
sebagai pengungsi, masih di
dalam negara asal
Imigrant Internally displaced
Stateless person
Refugee Returnee
Asylum seeker
71.
Migrasi
Non-permanen
24 Jam kembalilagi ke
daerah asal, pagi
berangkat sore pulang
Sesuai musim, mudik,
panen, beberapa bulan
sekali
Harian / ulang
alik / komuter
Musiman
Sirkuler
Gerak penduduk dari
wilayah ke wilayah tidak
ada niatan untuk menetap
Macam-macam
- Sirkulasi harian
-Sirkulasi mingguan
-Sirkulasi bulanan
72.
Dampak
- lalu lintaspadat di saat-saat tertentu
- mengurangi peluang penduduk asli
- beban kota berat karena pertambahan jumlah
penduduk
- tenaga kerja keluar daerah
- tenaga kerja upah murah
- meningkatkan prasaran transportasi
- pemerataan pendapatan
Positive Negative
73.
Efek
- less developmentin donor
- competitivr & young skiller worker at receiver
- imbalance structure
- marriage fall at donor region
- rapid increase in receiver
Demography Socio-economy
Culture
- mixing culture at receiver