PHI 6
Aryani Witasari
20/21
SESSION VIII
Buku II : Tentang Kebendaan
kebendaan ialah tiap-tiap barang dan tiap-tiap hak, yang
dapat dikuasai oleh hak milik.
Hukum benda yaitu peratura2hukum yg mengatur hak-hak
kebendaan yg bersifat mutlak artinya hak terhadap
benda yg oleh setiap orang wajib diakui dan dihormati.
Hukum benda merupakan bagian dari hukum Harta
Kekayaan.
Berdasarkan Pasal 504 Kitab Undang-Undang Hukum
Perdata (KUHPer),
a. benda bergerak (Ps 506-508BW)
b. benda tidak bergerak. (509-518)
 Menurut Pasal 504 KUH Perdata, yaitu terdiri atas
benda bergerak dan benda tidak bergerak.
 Suatu benda termasuk benda bergerak dan
benda tidak bergerak dapat dilihat dari :
 Sifatnya
 Tujuannya
 undang-undang
Benda bergerak dpt dilihat dari:
Sifatnya, dan undang-undang
Benda bergerak menurut sifatnya:
benda-benda yang dapat berpindah atau dapat
dipindahkan
misalnya ayam, kambing, buku, pensil, meja, kursi,
dan lain-lain (Pasal 509)
kapal, perahu(Ps 510 BW)
Benda Bergerak menurut undang-undang(Ps
511 BW):
 Hak pakai hasil dan hak pakai atas benda-
benda bergerak;
 b. Hak atas bunga-bunga yang
diperjanjikan;
 c. Penagihan-penagihan atau piutang-
piutang;
 d. Saham-saham atau andil-andil dalam
persekutuan dagang
Benda tidak bergerak dpt dilihat dari tiga ha:
sifatnya, tujuanya dan undang-undang.
Benda tidak bergerak karena sifatnya (Pasal 506
KUHPer) misalnya:
- tanah dan segala sesuatu yang melekat atau
didirikan di atasnya,
- pohon-pohon dan tanaman-tanaman yang
akarnya menancap dalam tanah
- buah-buahan di pohon yang belum dipetik,
- barang-barang tambang.
Benda tidak bergerak karena peruntukannya atau
tujuan pemakaiannya (Pasal 507 KUHPer)
misalnya :
- pabrik dan barang-barang yang dihasilkannya,
penggilingan-penggilingan,
- perumahan beserta benda-benda yang dilekatkan
pada papan atau dinding seperti cermin, lukisan,
perhiasan, dan lain-lain;
- kemudian yang berkaitan dengan kepemilikan
tanah seperti rabuk, madu di pohon dan ikan
dalam kolam, dan sebagainya;
- serta bahan bangunan yang berasal dari
reruntuhan gedung yang akan dipakai lagi untuk
membangun gedung tersebut, dan lain-lain.
Benda tidak bergerak karena ketentuan undang-
undang misalnya,
- hak pakai hasil,
- hak pakai atas kebendaan tidak bergerak, hak
pengabdian tanah, hak numpang karang, hak
usaha, dan lain-lain (Pasal 508 KUHPer).
- kapal-kapal berukuran berat kotor 20 m3 ke atas
dapat dibukukan dalam suatu register kapal (Ps 314
KUHD)
 Ada 4 hal yaitu penguasaan(bezit), penyerahan,
daluwarsa, dan pembebanan.
 1. Kedudukan berkuasa (bezit)
 Bezit atas benda bergerak berlaku sebagai titel
yang sempurna (Pasal 1977 KUHPer). Tidak
demikian halnya bagi mereka yang menguasai
benda tidak bergerak, karena seseorang yang
menguasai benda tidak bergerak belum tentu
adalah pemilik benda tersebut.
Apa gunanya pembedaan benda bergerak dan
tidak bergerak?
 2. Penyerahan (levering)
 Menurut Pasal 612 KUHPer, penyerahan benda bergerak
dapat dilakukan dengan penyerahan nyata (feitelijke
levering). Dengan sendirinya penyerahan nyata tersebut
adalah sekaligus penyerahan yuridis (juridische levering).
 Sedangkan menurut Pasal 616 KUHPer, penyerahan benda
tidak bergerak dilakukan melalui pengumuman akta yang
bersangkutan dengan cara seperti ditentukan dalam Pasal
620 KUHPer antara lain membukukannya dalam register.
 Dengan berlakunya Undang-Undang No. 5 Tahun 1960
tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (“UUPA”), maka
pendaftaran hak atas tanah dan peralihan haknya menurut
ketentuan Pasal 19 UUPA dan peraturan pelaksananya.

 3. Pembebanan (bezwaring)
 Pembebanan terhadap benda bergerak berdasarkan
Pasal 1150 KUHPer harus dilakukan dengan gadai,
sedangkan pembebanan terhadap benda tidak
bergerak menurut Pasal 1162 KUHPer harus dilakukan
dengan hipotik.
 Sejak berlakunya Undang-Undang No. 4 Tahun 1996
tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-
Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah, maka atas tanah
beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah
hanya dapat dibebankan dengan Hak Tanggungan.
 untuk benda-benda bergerak juga dapat dijaminkan
dengan lembaga fidusia menurut Undang-Undang No.
42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
 4. Daluwarsa (verjaring)
 Terhadap benda bergerak, tidak dikenal
daluwarsa sebab menurut Pasal 1977 ayat (1)
KUHPer,
 bezit atas benda bergerak adalah sama dengan
eigendom; karena itu sejak seseorang menguasai
suatu benda bergerak, pada saat itu atau detik
itu juga ia dianggap sebagai pemiliknya.
 Terhadap benda tidak bergerak dikenal
daluwarsa karena menurut Pasal 610 KUHPer, hak
milik atas sesuatu kebendaan dapat diperoleh
karena daluwarsa
• Dalam hukum Perdata Barat diatur hak-
hak kebendaan, antara lain :
• Hak eigendom
• Hak opstal
• Hak Erfpacht
• Hak pakai hasil (vruchtgebruik)
• Hak hipotik
• Hak servitut (hak pekarangan)
• Hak gadai
 Undang-Undang Pokok Agraria / UU no 5
tahun 1960 telah mencabut Buku II Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata
sepanjang yang mengenai bumi, air serta
kekayaan alam yang terkadang di
dalamnya, kecuali ketentuan-ketentuan
mengenai hipotik yang masih tetap
berlaku.
 Undang-Undang Pokok Agraria ini telah
menciptakan hak-hak atas tanah, antara
lain :
 Hak milik
 Hak Guna Usaha
 Hak Guna Bangunan
 Hak Sewa, dan lain-lain
HM
 Hak Milik adalah hak turun temurun terkuat dan
terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah
dg mengingat Ps 6 UUPA bahwa semua hak atas
tanah mempunyai fungsi sosial.
 Ps 21 UUPA ber hak atas HM:
1. WNI
2. Badan Hukum Indonesia
3. Orang Asing yang sesudahnya berlakunya
undang-undang ini memperoleh hak milik krn
pewarisan tanpa wariat atau pencampuran
harta krn perkawinan.
HGU
 Adalah hak untuk menguasahakan tanah
yang dikuasai langsung oleh negara dlm
j.w tertentu(Ps 29), guna perusahaan
pertanian, perikanan atau perternakan,
 HGU diberikan atas tanah min 5 ha.
 Pemegang HGU:
 1. WNI
 2. badan-badan hukum Indonesia
HGB
 Adalah hak untuk mendirikan dan
mempunyai bangunan-bangunan atas
tanah yg bukan miliknya sendiri dg j.w
30thn dan dpt diperpanjang paling lama
20 thn.
 Pemilik HGB:
 1. WNI
 2. Badan-badan Hukum Indonesia
HP

PHI 6.pdf

  • 1.
  • 2.
    SESSION VIII Buku II: Tentang Kebendaan kebendaan ialah tiap-tiap barang dan tiap-tiap hak, yang dapat dikuasai oleh hak milik. Hukum benda yaitu peratura2hukum yg mengatur hak-hak kebendaan yg bersifat mutlak artinya hak terhadap benda yg oleh setiap orang wajib diakui dan dihormati. Hukum benda merupakan bagian dari hukum Harta Kekayaan. Berdasarkan Pasal 504 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer), a. benda bergerak (Ps 506-508BW) b. benda tidak bergerak. (509-518)
  • 3.
     Menurut Pasal504 KUH Perdata, yaitu terdiri atas benda bergerak dan benda tidak bergerak.  Suatu benda termasuk benda bergerak dan benda tidak bergerak dapat dilihat dari :  Sifatnya  Tujuannya  undang-undang
  • 4.
    Benda bergerak dptdilihat dari: Sifatnya, dan undang-undang Benda bergerak menurut sifatnya: benda-benda yang dapat berpindah atau dapat dipindahkan misalnya ayam, kambing, buku, pensil, meja, kursi, dan lain-lain (Pasal 509) kapal, perahu(Ps 510 BW)
  • 5.
    Benda Bergerak menurutundang-undang(Ps 511 BW):  Hak pakai hasil dan hak pakai atas benda- benda bergerak;  b. Hak atas bunga-bunga yang diperjanjikan;  c. Penagihan-penagihan atau piutang- piutang;  d. Saham-saham atau andil-andil dalam persekutuan dagang
  • 6.
    Benda tidak bergerakdpt dilihat dari tiga ha: sifatnya, tujuanya dan undang-undang. Benda tidak bergerak karena sifatnya (Pasal 506 KUHPer) misalnya: - tanah dan segala sesuatu yang melekat atau didirikan di atasnya, - pohon-pohon dan tanaman-tanaman yang akarnya menancap dalam tanah - buah-buahan di pohon yang belum dipetik, - barang-barang tambang.
  • 7.
    Benda tidak bergerakkarena peruntukannya atau tujuan pemakaiannya (Pasal 507 KUHPer) misalnya : - pabrik dan barang-barang yang dihasilkannya, penggilingan-penggilingan, - perumahan beserta benda-benda yang dilekatkan pada papan atau dinding seperti cermin, lukisan, perhiasan, dan lain-lain; - kemudian yang berkaitan dengan kepemilikan tanah seperti rabuk, madu di pohon dan ikan dalam kolam, dan sebagainya; - serta bahan bangunan yang berasal dari reruntuhan gedung yang akan dipakai lagi untuk membangun gedung tersebut, dan lain-lain.
  • 8.
    Benda tidak bergerakkarena ketentuan undang- undang misalnya, - hak pakai hasil, - hak pakai atas kebendaan tidak bergerak, hak pengabdian tanah, hak numpang karang, hak usaha, dan lain-lain (Pasal 508 KUHPer). - kapal-kapal berukuran berat kotor 20 m3 ke atas dapat dibukukan dalam suatu register kapal (Ps 314 KUHD)
  • 9.
     Ada 4hal yaitu penguasaan(bezit), penyerahan, daluwarsa, dan pembebanan.  1. Kedudukan berkuasa (bezit)  Bezit atas benda bergerak berlaku sebagai titel yang sempurna (Pasal 1977 KUHPer). Tidak demikian halnya bagi mereka yang menguasai benda tidak bergerak, karena seseorang yang menguasai benda tidak bergerak belum tentu adalah pemilik benda tersebut. Apa gunanya pembedaan benda bergerak dan tidak bergerak?
  • 10.
     2. Penyerahan(levering)  Menurut Pasal 612 KUHPer, penyerahan benda bergerak dapat dilakukan dengan penyerahan nyata (feitelijke levering). Dengan sendirinya penyerahan nyata tersebut adalah sekaligus penyerahan yuridis (juridische levering).  Sedangkan menurut Pasal 616 KUHPer, penyerahan benda tidak bergerak dilakukan melalui pengumuman akta yang bersangkutan dengan cara seperti ditentukan dalam Pasal 620 KUHPer antara lain membukukannya dalam register.  Dengan berlakunya Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (“UUPA”), maka pendaftaran hak atas tanah dan peralihan haknya menurut ketentuan Pasal 19 UUPA dan peraturan pelaksananya. 
  • 11.
     3. Pembebanan(bezwaring)  Pembebanan terhadap benda bergerak berdasarkan Pasal 1150 KUHPer harus dilakukan dengan gadai, sedangkan pembebanan terhadap benda tidak bergerak menurut Pasal 1162 KUHPer harus dilakukan dengan hipotik.  Sejak berlakunya Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda- Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah, maka atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah hanya dapat dibebankan dengan Hak Tanggungan.  untuk benda-benda bergerak juga dapat dijaminkan dengan lembaga fidusia menurut Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
  • 12.
     4. Daluwarsa(verjaring)  Terhadap benda bergerak, tidak dikenal daluwarsa sebab menurut Pasal 1977 ayat (1) KUHPer,  bezit atas benda bergerak adalah sama dengan eigendom; karena itu sejak seseorang menguasai suatu benda bergerak, pada saat itu atau detik itu juga ia dianggap sebagai pemiliknya.  Terhadap benda tidak bergerak dikenal daluwarsa karena menurut Pasal 610 KUHPer, hak milik atas sesuatu kebendaan dapat diperoleh karena daluwarsa
  • 13.
    • Dalam hukumPerdata Barat diatur hak- hak kebendaan, antara lain : • Hak eigendom • Hak opstal • Hak Erfpacht • Hak pakai hasil (vruchtgebruik) • Hak hipotik • Hak servitut (hak pekarangan) • Hak gadai
  • 14.
     Undang-Undang PokokAgraria / UU no 5 tahun 1960 telah mencabut Buku II Kitab Undang-Undang Hukum Perdata sepanjang yang mengenai bumi, air serta kekayaan alam yang terkadang di dalamnya, kecuali ketentuan-ketentuan mengenai hipotik yang masih tetap berlaku.
  • 15.
     Undang-Undang PokokAgraria ini telah menciptakan hak-hak atas tanah, antara lain :  Hak milik  Hak Guna Usaha  Hak Guna Bangunan  Hak Sewa, dan lain-lain
  • 16.
    HM  Hak Milikadalah hak turun temurun terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah dg mengingat Ps 6 UUPA bahwa semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial.  Ps 21 UUPA ber hak atas HM: 1. WNI 2. Badan Hukum Indonesia 3. Orang Asing yang sesudahnya berlakunya undang-undang ini memperoleh hak milik krn pewarisan tanpa wariat atau pencampuran harta krn perkawinan.
  • 17.
    HGU  Adalah hakuntuk menguasahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dlm j.w tertentu(Ps 29), guna perusahaan pertanian, perikanan atau perternakan,  HGU diberikan atas tanah min 5 ha.  Pemegang HGU:  1. WNI  2. badan-badan hukum Indonesia
  • 18.
    HGB  Adalah hakuntuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yg bukan miliknya sendiri dg j.w 30thn dan dpt diperpanjang paling lama 20 thn.  Pemilik HGB:  1. WNI  2. Badan-badan Hukum Indonesia
  • 19.