TUJUAN
Setelah mengikuti sesiini, Anda diharapkan
dapat:
6.1 Mengidentifikasi limbah potensial yang
dihasilkan oleh aktivitas laboratorium.
6.2 Membuat program pengelolaan limbah
laboratorium.
6.3 Menerapkan prosedur penanganan
bahan berbahaya dan beracun,
Pendahuluan
Limbah :buangan sisa-sisa atau hasil
sampingan yang berasal dari kegiatan
laboratorium dari semua aktivitas yang
dilakukan di laboratorium.
Fasa zat buangan dapat digolongkan
menjadi gas, padat dan cair
5.
UU No 32Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan LH
Pasal 59 ayat (1) Setiap Orang Yang Menghasilkan Limbah
B3 Wajib Melakukan Pengelolaan Limbah B3 Yang
Dihasilkannya
UU No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
Pasal 11 ayat (1) Prasarana RS dapat meliputi salah
satunya
instalasi pengelolaan limbah
PP No 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan
Beracun
Mengatur pengelolaan limbah dari penetapan hingga
pembuangan. Limbah klinis infeksius, farmasi
kadaluwarsa tergolong kategori limbah bahaya 1
Permen LHK No. P56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan
Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasyankes
Mengatur teknis tentang penyimpanan, pengangkutan,
pengolahan, penguburan dan penimbunan limbah B3 di
Fasyankes
Permenkes No. 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Mengatur teknis kewajiban fasyankes untuk
melaksanakan pencegahan dan pengendalian infeksi
salahsatunya bersumber limbah medis
Regulasi Dasar Pengelolaan Limbah di Fasyankes
Mengatur teknis tentang penyelenggaraan
pengamanan limbah padat domestik, limbah B3,
limbah cair dan limbah gas di Rumah Sakit
11
Permenkes No. 7 Tahun 2019
Tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
PP NO. 47 TAHUN 2016 TENTANG FASYANKES
6.
Limbah
1. Berdasarkan sifatnya,limbah dibedakan menjadi :
a. Limbah umum
b. Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
2. Berdasarkan atas dasar asalnya, dikelompokkan
menjadi 2 yaitu:
a. Limbah organik
b. Limbah anorganik
7.
Bentuk Limbah
1. Limbahumum:
1)Limbah padat: berupa endapan atau kertas saring
yang telah terpakai ( dibedakan menjadi: limbah
padat infeksius dan limbah padat non infeksius
2)Limbah gas: umumnya dalam jumlah kecil, jadi bisa
dibuang langsung ke udara. Misalnya: limbah yang
dihasilkan dari penggunaan generator.
3)Limbah cair: adalah sisa kegiatan yang berwujud
cair (terbagi dalam: limbah cair infeksius, limbah
cair domestik dan limbah cair kimia
8.
1. Limbah BahanBerbahaya dan Beracun (B3)
Adalah limbah yang mengandung bahan berbahaya
atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik
langsung maupun tidak langsung dapat merusak
atau mencemarkan lingkungan hidup, atau
membahayan kesehatan manusia
misal:
• Limbah beracun dibagi menjadi:
o Limbah mudah meledak
o Limbah mudah terbakar.
o Limbah reaktif
o Limbah beracun
o Limbah yang menyebabkan infeksi
o Limbah yang bersifat korosif
Berdasarkan sifat limbah
9.
2) Limbah infeksius
Limbahinfeksius meliputi limbah yang berkaitan
dengan pasien yang memerlukan isolasi
penyakit menular serta limbah laboratorium
yang berkaitan dengan pemeriksaan
mikrobiologi dari poliklinik, ruang perawatan
dan ruang isolasi penyakit menular.
3) Limbah radioaktif
Limbah radioaktif adalah bahan yang
terkontaminasi dengan radio isotop yang berasal
dari penggunaan medis atau riset radionucleida.
10.
Limbah Berdasarkan atasdasar asalnya:
1. Limbah Organik : terdiri atas bahan yang bersifat
organik, mudah diuraikan melalui proses alami
( limbah kegiatan rumah tangga)
2. Limbah anorganik:terdiri dari bahan bahan yang
tidak dapat diuraikan dan tidak dapat diperbarui,
mis :
11.
1. Bahan buanganbersifat khemis: semua bahan
buangan hasil kegiatan laboratorium yang berupa
zat kimia (PP No.82 Thn 2001)
2. Bahan buangan non khemis: misalnya: air sisa
cucian alat dan perabot yang tidak menggunakan
bahan kimia
• Limbah cair terbagi atas:
oLimbah cair infeksius
oLimbah cair domestic
oLimbah cair kimia
LIMBAH CAIR
12.
Dipisahkan, atau menggunakansaluran- saluran
yang terpisah, yang akhirnya mengalir pada lubang
pembuangan yang terpisah pula. Karena masing-
masing limbah memerlukan pengolahan dan
pengelolaan yang berbeda.
Penanganan limbah cair khemis dan non
khemis:
13.
• Tujuan penangananlimbah adalah untuk mengurangi resiko pemaparan
limbah terhadap kuman yang menimbulkan penyakit (patogen) yang
mungkin berada dalam limbah tersebut.
• Penanganan limbah antara lain ditentukan oleh sifat limbah, yaitu :
1) Limbah berbahaya dan beracun, dengan cara : Netralisasi
Limbah yang bersifat asam dinetralkan dengan basa seperti kapur tohor,
CaO atau Ca(OH)2 Sebaliknya, limbah yang bersifat basa dinetralkan
dengan asam seperti H2SO4 atau HCI.
Pengendapan/sedimentasi, koagulasi dan flokulasi
Kontaminan logam berat dalam ciaran diendapkan dengan tawas/FeC13,
Ca(OH)2/CaO karena dapat mengikat As, Zn, Ni. Mn dan Hg.
14.
Reduksi-Oksidasi
Terhadap zat organiktoksik dalam limbah dapat dilakukan reaksi
reduksi oksidasi (redoks) sehingga terbentuk zat yang
kurang/tidak toksik.
Penukaran ion
Ion logam berat nikel, Ni dapat diserap oleh kation, sedangkan
anion beracun dapat diserap oleh resin anion
15.
2) Limbah infeksius
•Ada beberapa metode penanganan limbah cair/padat yang bersifat
infeksius, yaitu :
a. Metode Desinfeksi
Adalah penanganan limbah (terutama cair) dengan cara penambahan
bahan-bahan kimia yang dapat mematikan atau membuat kuman-
kuman penyakit menjadi tidak aktif.
b. Metode Pengenceran (Dilution)
Dengan cara mengencerkan air limbah sampai mencapai konsentrasi
yang cukup rendah, kemudian baru dibuang ke badan-badan air.
Kerugiannya ialah bahan kontaminasi terhadap badan-badan air
masih tetap ada, pengendapan yang terjadi dapat menimbulkan
pendangkalan terhadap badan-badan air seperti selokan, sungai dan
sebagainya sehingga dapat menimbulkan banjir.
16.
c. Metode ProsesBiologis
Dengan menggunakan bakteri-bakteri pengurai. Bakteri-bakteri
tersebut akan menimbulkan dekomposisi zat-zat organik yang
terdapat dalam limbah.
d. Metode Ditanam (Landfill)
Yaitu penanganan limbah dengan menimbunnya dalam tanah.
17.
e. Metode Insinerasi(Pembakaran)
Pemusnah limbah dengan cara memasukkan ke dalam insinerator.
Dalam insinerator senyawa kimia karbon yang ada dibebaskan ke
atmosfir sebagai CO2 dan H2O.
Bahan-bahan seperti mineral, logam dan bahan organik lainnya
(kuman penyakit, jaringan tubuh, hewan, darah, bahan kimia,
kertas, plastik) yang tidak terbakar tersisa dalam bentuk abu yang
beratnya 10-30% dari berat aslinya (tergantung dari jenis limbah).
18.
3) Limbah radioaktif
Masalahpenanganan limbah radioaktif dapat diperkecil dengan
memakai radioaktif sekecil mungkin, menciptakan disiplin kerja
yang ketat dan menggunakan alat yang mudah didekontaminasi.
Penanganan limbah radioaktif dibedakan berdasarkan:
a. Bentuk : cair, padat dan gas,
b. Tinggi-rendahnya tingkat radiasi sinar gamma (γ),
c. Tinggi-rendahnya aktifitas
d. Panjang-pendeknya waktu paruh,
e. Sifat : dapat dibakar atau tidak.
19.
Ada 2 sistempenanganan limbah radioaktif :
a. Dilaksanakan oleh pemakai secara perorangan dengan memakai
proses peluruhan, peguburan dan pembuangan.
b. Dilaksanakan secara kolektif oleh instansi pengolahan limbah
radioaktif, seperti Badan Tanaga Atom Nasional (BATAN).
4) Limbah umum
Limbah umum non infeksius setelah dikumpulkan dalam wadah
kantong plastik diikat kuat dan dibakar di insinerator
20.
Langkah praktis mengurangilimbah
1. Penggunaan kembali limbah laboratorium (setelah
melalui prosedur daur ulang), mis: pelarut dalam
proses ekstraksi
2. Sebelum melakukan reaksi, dilakukan perhitungan
mol reaktan secara tepat
3. Pembuangan langsung ke luar laboratorium (untuk
bahan kimia yang dapat larut dalam air, dalam
konsentrasi kecil, misal: asam cuka)
21.
4. Dengan pembakaranterbuka, untuk bahan
organik yang kadar racunnya rendah, dan tidak
terlalu berbahaya
5. Pembakaran dalam insenerator, untuk bahan
toksik, yang jika dibakar dalam ruang terbuka,
akan menghasilkan senyawa yang bersifat
toksik.
6. Dikubur dalam tanah dengan perlindungan
tertentu, agar tidak merembas ke badan air.
(untuk zat padat reaktif dan beracun, mis:
bahan yang mengandung merkuri /Hg)
Tips pengumpulan penyimpananlimbah
Laboratorium
1.Pemberian label pada setiap wadah limbah
yang berbahaya, sesuai dengan jenis
bahayanya (mudah terbakar, korosif)
2.Simpan limbah dalam wadah yang berlabel
jelas dan wadah tidak bereaksi dengan
bahan yang disimpan.
3. Untuk beberapa jenis limbah kimia yang
berbeda, limbah bisa dikumpulkan dalam
satu wadah yang sama (asal limbah harus
kompatibel satu sama lain)
24.
4. Sebelum dikumpulkan,dilakukan pengecekan
terhadap sifat limbah ( bersifat asam atau basa).
5. Melakukan penetralan terhadap larutan asam
atau basa menggunakan zat penetral yang
sesuai.
6. Jika limbah termasuk limbah B3, wadah harus
sesuai dengan karakter limbah yang akan
disimpan
25.
7. Memilih wadahyang tepat untuk mengurangi
kebocoran :
a.Untuk limbah cair: wadah pengaman dari plastik
(PE), atau bhn dari logam. Jangan menyimpan
limbah korosif dalam wadah yang terbuat dari
logam.
b. Untuk limbah air: Kumpulkan limbah air secara
terpisah dari limbah pelarut organik
c.Untuk limbah padat: Tempatkan limbah padat dalam
wadah yang berlabel tepat, untuk menunggu proses
pembuangan
26.
Persayaratan Wadah cairanpelarut
organik:
1.Tahan terhadap bahan kimia yang disimpan
2.Tidak mudah pecah/rusak
3.Anti bocor dan rapat gas
4.Memiliki sertifikat UN untuk pengangkutan limbah
Internasional
5.Wadah ditempatkan di ruang berventilasi baik
6. Wadah harus disimpan tertutup rapat
7. Pilih wadah yang sesuai
27.
Khusus Prinsip PengemasanLimbah B3:
1.Limbah yang tidak saling cocok, dikemas
dalam wadah yang berbeda.
2.Jumlah pengisian volume harus memper-
timbangkan terjadinya pengembangan
volume limbah, pembentukan gas atau
kenaikan tekanan selama penyimpanan.
3.Ganti kemasan yang rusak, dengan kemasan
yang baru
28.
4. Kemasan yangtelah berisi limbah,
ditandai sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
5. Kegiatan pengemasan,
penyimpanan dan pengumpulan,
harus dilaporkan sebagai bagian
dari pengelolaan limbah
29.
Contoh senyawa Kimia,serta akibatnya jika
dicampur dengan senyawa lain yang inkompatibel
Senyawa Tidak boleh dicampur
dengan
Eksplosif
atau
menghasil
kan
panas, gas
atau
substansi
yang
mudah
menyala
Menghasil
kan gas
toksik,
atau tidak
stabil atau
substansi
berbahaya
Asam
asetat
Alkohol, asam kromat,
etilen glikol,asam nitrat,
asam perklorat,
peroksida, permanganat
x
34.
1. Gangguan kesehatanmanusia ; bakteri, virus, senyawa-senyawa kimia, desinfektan,
serta logam seperti Hg, Pb, Chrom dan Cd yang berasal dari bagian Pelayanan
2. Gangguan genetik dan reproduksi ; Pestisida dan Bahan Radioaktif
3. Menyebabkan infeksi silang; menjadi media penyebaran mikroorganisme pembawa
penyakit melalui proses infeksi silang baik dari pasien ke pasien, dari pasien ke petugas
atau dari petugas ke pasien
4. Kerusakan harta benda, disebabkan oleh garam-garam terlarut (korosif, karat) yang
terkandung dalam air berlumpur yang dapat menurunkan kualitas bangunan di sekitar
rumah sakit
5. Gangguan atau kerusakan tanaman dan binatang, karena senyawa nitrat (asam, basa
dan garam kuat), bahan kimia, desinfektan, logam nutrient tertentu dan fosfor.
6. kerugian ekomoni, baik terhadap pembiayaan operasional dan pemeliharaan, seperti
kebutuhan biaya kompensasi pencemaran lingkungan dan orang yang kesehatannya
terganggu karena pencemaran lingkungan.
7. Gangguan kenyamanan dan estetika, dari sedimen, larutan, bau phenol, bau feses, urin
dan rasa dari bahan kimia organik.
Dampak Limbah Yang Tidak Dikelola Dengan Benar