PENGANTAR PLC
Denny Hardiyanto, S.T., M.Eng.
PENGERTIAN PLC
Programmable Logic Controllers (PLC) adalah komputer
elektronik yang mudah digunakan (user friendly) yang
memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat
kesulitan yang beraneka ragam.
DEFINISI PROGRAMMABLE
LOGIC CONTROLLER
Menurut Capiel (1982)
Sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan
didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana
sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram
untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi
yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik
seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan
operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses
melalui modul-modul I/O digital maupun analog.
SEJARAH PLC
Pada mulanya mesin dikendalikan oleh gear,
levers (pengungkit) dan peralatan dasar
mekanik lainnya.
Mesin membutuhkan peralatan yang lebih
canggih yang melibatkan relay dan elemen
switch control → logika kontrol untuk tipe mesin
tertentu.
Sistem pengontrolan dengan elektromekanik
yang menggunakan relay-relay mempunyai
banyak kelemahan
KELEMAHAN RELAY
• kontak-kontak yang dipakai mudah aus
karena panas / terbakar atau karena hubung
singkat
• membutuhkan biaya yang besar saat instalasi.
• pemeliharaan dan modifikasi dari sistem yang
telah dibuat jika dikemudian hari diperlukan
modifikasi.
SEJARAH PLC
Diperkenalkan pada tahun 1960-an yang bertujuan
untuk menghilangkan beban ongkos perawatan
berbasis relai
PLC pertama didunia MODICON (modular digital
controller) 084
Pertengahan tahun 1970-an PLC berbasis prosesor
AMD 2901
1980-an memperkecil ukuran PLC dan pembuatan
perangkat lunak melalui program simbolik dengan PC
dan penggunaan handled programer.
Tahun 1990-an telah dilakukan reduksi protokol baru
dan modernisasi lapisan fisik dan peningkatan standar
serta penggabungan bahasa pemrograman dibawah SI
KONSEP PLC
Programmable, menunjukkan kemampuan dalam hal
memori untuk menyimpan program yang telah dibuat
yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau
kegunaannya.
Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses
input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan
operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan,
membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain
sebagainya.
Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol
dan mengatur proses sehingga menghasilkan output
yang diinginkan.
PLC ini dirancang untuk menggantikan suatu rangkaian
relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat
diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan
dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki
pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara
khusus.
PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah
dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang
telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai
dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.
FUNGSI PLC
Sekuensial Control.
 PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan
untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial),
disini PLC menjaga agar semua step atau langkah dalam proses
sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat.
Monitoring Plant.
 PLC secara terus menerus memonitor status suatu sistem (misalnya
temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan
yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya
nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut pada
operator.
Shutdown System
PRINSIP KERJA SEBUAH PLC
Menerima sinyal masukan proses yang dikendalikan lalu
melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal
masukan tersebut sesuai dengan program yang
tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal
keluaran untuk mengendalikan aktuator atau peralatan
lainnya.
PROGRAMMABLE LOGIC
CONTROLLER (PLC)
SISTEM PLC
PRINSIP KERJA PLC
Sumber : bahan kuliah PLC Programming Basic ,
CPU atau unit prosesor adalah unit yang berisi
mikroprosesor yang menginterpretasikan sinyal-
sinyal input dan melaksanakan tindakan-tindakan
pengontrolan, sesuai dengan program yang
tersimpan di dalam memori, lalu mengkomunikasikan
keputusan-keputusan yang diambilnya sebagai
sinyal-sinyal kontrol ke antarmuka output.
Power Supply atau unit catu daya diperlukan untuk
mengkonversikan tegangan AC sumber menjadi
tegangan rendah DC (5, 12 atau 24 volt) yang
dibutuhkan oleh prosesor dan rangkaian-rangkaian di
dalam modul-modul antarmuka input dan output.
Programming Device atau perangkat pemrograman
adalah suatu perangkat yang digunakan untuk
mengedit, masukan, memodifikasi dan memantau
program yang ada dalam memori PLC.
Bagian-bagian dari PD atau PDT (Programming
Device Terminal) adalah monitor dan papan ketik
(Keyboard).
Dalam PLC ada 3 jenis PD yaitu :
- Special Purpose adalah perangkat PD sejenis
dengan komputer khusus yang digunakan untuk
pemrograman PLC.
Keypad adalah peralatan sejenis dengan
kalkulator yang khusus digunakan untuk
pemrograman PLC.
Personal Computer atau PC adalah perangkat
pemrograman yang digunakan untuk mengontrol
PLC dengan menggunakan komputer pribadi.
Program yang dibuat dalam Perangkat
Pemrograman kemudian dipindahkan ke dalam
unit memori PLC.
• Programming Memory atau Unit Memori adalah
bagian yang berfungsi untuk menyimpan
instruksi, program dan data.
• Modul input / output adalah suatu perangkat
atau peralatan elektronika yang berfungsi
sebagai perantara atau penghubung (interface)
antara CPU dengan peralatan masukan atau
keluaran luar. Modul ini terpasang secara tidak
permanen atau mudah untuk dilepas dan
dipasang kembali pada raknya.
TIPE-TIPE PERANGKAT
MASUKAN DAN KELUARAN
Berdasarkan tegangan kerja yang digunakan
maka perangkat masukan/ keluaran dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
- Modul masukan/keluaran dengan tegangan
catu 200 V s/d 400 V AC.
- Modul masukan/keluaran dengan tegangan
catu 100 V s/d 120 V AC.
- Modul masukan/keluaran dengan tegangan
catu 12 V s/d 120 V AC.
Tegangan masukan/keluaran dari modul input
device atau output device dapat dipilah
tegangan 12 V DC atau 24 V DC sesuai dengan
modul I/O yang digunakan.
BENTUK-BENTUK SINYAL
ARSITEKTUR PLC
IMPLEMENTASI PLC
IMPLEMENTASI PLC

Pertemuan 2_Pengantar PLC.pptx

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN PLC Programmable LogicControllers (PLC) adalah komputer elektronik yang mudah digunakan (user friendly) yang memiliki fungsi kendali untuk berbagai tipe dan tingkat kesulitan yang beraneka ragam.
  • 3.
    DEFINISI PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER MenurutCapiel (1982) Sistem elektronik yang beroperasi secara dijital dan didisain untuk pemakaian di lingkungan industri, dimana sistem ini menggunakan memori yang dapat diprogram untuk penyimpanan secara internal instruksi-instruksi yang mengimplementasikan fungsi-fungsi spesifik seperti logika, urutan, perwaktuan, pencacahan dan operasi aritmatik untuk mengontrol mesin atau proses melalui modul-modul I/O digital maupun analog.
  • 4.
    SEJARAH PLC Pada mulanyamesin dikendalikan oleh gear, levers (pengungkit) dan peralatan dasar mekanik lainnya. Mesin membutuhkan peralatan yang lebih canggih yang melibatkan relay dan elemen switch control → logika kontrol untuk tipe mesin tertentu. Sistem pengontrolan dengan elektromekanik yang menggunakan relay-relay mempunyai banyak kelemahan
  • 5.
    KELEMAHAN RELAY • kontak-kontakyang dipakai mudah aus karena panas / terbakar atau karena hubung singkat • membutuhkan biaya yang besar saat instalasi. • pemeliharaan dan modifikasi dari sistem yang telah dibuat jika dikemudian hari diperlukan modifikasi.
  • 6.
    SEJARAH PLC Diperkenalkan padatahun 1960-an yang bertujuan untuk menghilangkan beban ongkos perawatan berbasis relai PLC pertama didunia MODICON (modular digital controller) 084 Pertengahan tahun 1970-an PLC berbasis prosesor AMD 2901 1980-an memperkecil ukuran PLC dan pembuatan perangkat lunak melalui program simbolik dengan PC dan penggunaan handled programer. Tahun 1990-an telah dilakukan reduksi protokol baru dan modernisasi lapisan fisik dan peningkatan standar serta penggabungan bahasa pemrograman dibawah SI
  • 7.
    KONSEP PLC Programmable, menunjukkankemampuan dalam hal memori untuk menyimpan program yang telah dibuat yang dengan mudah diubah-ubah fungsi atau kegunaannya. Logic, menunjukkan kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU), yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, negasi, AND, OR, dan lain sebagainya. Controller, menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.
  • 8.
    PLC ini dirancanguntuk menggantikan suatu rangkaian relay sequensial dalam suatu sistem kontrol. Selain dapat diprogram, alat ini juga dapat dikendalikan, dan dioperasikan oleh orang yang tidak memiliki pengetahuan di bidang pengoperasian komputer secara khusus. PLC ini memiliki bahasa pemrograman yang mudah dipahami dan dapat dioperasikan bila program yang telah dibuat dengan menggunakan software yang sesuai dengan jenis PLC yang digunakan sudah dimasukkan.
  • 9.
    FUNGSI PLC Sekuensial Control. PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC menjaga agar semua step atau langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam urutan yang tepat. Monitoring Plant.  PLC secara terus menerus memonitor status suatu sistem (misalnya temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi batas) atau menampilkan pesan tersebut pada operator. Shutdown System
  • 10.
    PRINSIP KERJA SEBUAHPLC Menerima sinyal masukan proses yang dikendalikan lalu melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut sesuai dengan program yang tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran untuk mengendalikan aktuator atau peralatan lainnya.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
    PRINSIP KERJA PLC Sumber: bahan kuliah PLC Programming Basic ,
  • 14.
    CPU atau unitprosesor adalah unit yang berisi mikroprosesor yang menginterpretasikan sinyal- sinyal input dan melaksanakan tindakan-tindakan pengontrolan, sesuai dengan program yang tersimpan di dalam memori, lalu mengkomunikasikan keputusan-keputusan yang diambilnya sebagai sinyal-sinyal kontrol ke antarmuka output. Power Supply atau unit catu daya diperlukan untuk mengkonversikan tegangan AC sumber menjadi tegangan rendah DC (5, 12 atau 24 volt) yang dibutuhkan oleh prosesor dan rangkaian-rangkaian di dalam modul-modul antarmuka input dan output.
  • 15.
    Programming Device atauperangkat pemrograman adalah suatu perangkat yang digunakan untuk mengedit, masukan, memodifikasi dan memantau program yang ada dalam memori PLC. Bagian-bagian dari PD atau PDT (Programming Device Terminal) adalah monitor dan papan ketik (Keyboard). Dalam PLC ada 3 jenis PD yaitu : - Special Purpose adalah perangkat PD sejenis dengan komputer khusus yang digunakan untuk pemrograman PLC.
  • 16.
    Keypad adalah peralatansejenis dengan kalkulator yang khusus digunakan untuk pemrograman PLC. Personal Computer atau PC adalah perangkat pemrograman yang digunakan untuk mengontrol PLC dengan menggunakan komputer pribadi. Program yang dibuat dalam Perangkat Pemrograman kemudian dipindahkan ke dalam unit memori PLC.
  • 17.
    • Programming Memoryatau Unit Memori adalah bagian yang berfungsi untuk menyimpan instruksi, program dan data. • Modul input / output adalah suatu perangkat atau peralatan elektronika yang berfungsi sebagai perantara atau penghubung (interface) antara CPU dengan peralatan masukan atau keluaran luar. Modul ini terpasang secara tidak permanen atau mudah untuk dilepas dan dipasang kembali pada raknya.
  • 18.
    TIPE-TIPE PERANGKAT MASUKAN DANKELUARAN Berdasarkan tegangan kerja yang digunakan maka perangkat masukan/ keluaran dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : - Modul masukan/keluaran dengan tegangan catu 200 V s/d 400 V AC. - Modul masukan/keluaran dengan tegangan catu 100 V s/d 120 V AC. - Modul masukan/keluaran dengan tegangan catu 12 V s/d 120 V AC. Tegangan masukan/keluaran dari modul input device atau output device dapat dipilah tegangan 12 V DC atau 24 V DC sesuai dengan modul I/O yang digunakan.
  • 19.
  • 20.
  • 23.
  • 24.