P
PENYUSUNAN LAPORAN
ENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
KEUANGAN
BERBASIS AKRUAL
BERBASIS AKRUAL
PADA PEMERINTAH DAERAH
PADA PEMERINTAH DAERAH
(PP 71/2010 )
(PP 71/2010 )
Dr. Elvira Zeyn.,SE.,MSi.,Ak.,CA
Dr. Elvira Zeyn.,SE.,MSi.,Ak.,CA.,CGAA
.,CGAA
Bingky Aresia Landarica., SE., M.Ak., CMA.,
Bingky Aresia Landarica., SE., M.Ak., CMA.,
Cert.DA
Cert.DA
Fave Hotel
Fave Hotel Bandung,
Bandung, 06 November 2024
06 November 2024
Latar Belakang
 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara dalam Pasal 32 mengamanatkan bahwa
bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan
APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP).
 Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun
2005 masih bersifat sementara (Pasal 36 ayat (1) UU
no. 17/2003) yang menyatakan bahwa selama
pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja
berbasis akrual belum dilaksanakan, digunakan
pengakuan dan pengukuran berbasis kas.
Latar Belakang
 Pengakuan dan pengukuran
pendapatan dan belanja berbasis
akrual menurut Pasal 36 ayat (1)
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003
dilaksanakan paling lambat 5 (lima)
tahun. Oleh karena itu, Peraturan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005
perlu diganti pada tahun 2010 dan 2015
implementasi SAP akural secara
menyeluruh.
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
 Laporan keuangan yang dihasilkan dari
penerapan SAP Berbasis Akrual dimaksudkan
untuk memberi manfaat lebih baik bagi para
pemangku kepentingan, baik para pengguna
maupun pemeriksa laporan keuangan
Pemerintah, dibandingkan dengan biaya yang
dikeluarkan. Hal ini sejalan dengan salah satu
prinsip akuntansi yaitu bahwa biaya yang
dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang
diperoleh.
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan disusun untuk
menyediakan informasi yang relevan
mengenai posisi keuangan dan
seluruh transaksi yang dilakukan oleh
suatu entitas pelaporan selama satu
periode pelaporan.
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
 Laporan keuangan terutama digunakan
untuk mengetahui nilai sumber daya
ekonomi yang dimanfaatkan untuk
melaksanakan kegiatan operasional
pemerintahan, menilai kondisi keuangan,
mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu
entitas pelaporan, dan membantu
menentukan ketaatannya terhadap
peraturan perundang-undangan.
Manfaat Basis Akrual
Ruang Lingkup
 Entitas akuntansi merupakan unit pada
pemerintahan yang mengelola anggaran, kekayaan,
dan kewajiban yang menyelenggarakan akuntansi
dan menyajikan laporan keuangan atas dasar
akuntansi yang diselenggarakannya.
 Entitas pelaporan merupakan unit pemerintahan
yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi
yang menurut ketentuan peraturan perundang-
undangan wajib menyajikan laporan
pertanggungjawaban, berupa laporan keuangan
yaitu Pemerintah daerah.
Dasar Hukum
 UU No.17/2003 tentang Keuangan Negara
 UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah .
 PP No. 19/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
 PP No. 71/2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
(Berbasis Akrual).
 Permendagri No.77/2020 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah.
 Permendagri no. 64 tahun 2013 tentang Penerapan
Standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual di
Pemda.
 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019
KLASIFIKASI, KODEFIKASI, DAN NOMENKLATUR. PERENCANAAN PEMBANGUNAN
DAN KEUANGAN DAERAH. :
 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019
tentang SIPD
DASAR HUKUM
UU No.
17/2003
UU No.
1/2004
UU No.
23/2014
PP No. 19/2019
PP No. 71/2010
Permendagr
i No 64/2013
Penerapan
SAP
Berbasis
Akrual pada
Pemda
Permendagr
i No. 77/2020
12
SUBSTANSI
PERMENDAGRI
64 TAHUN 2013
Kebijakan
Akuntansi
Pemerintah Daerah
(psl 4)
Sistem Akuntansi
Pemerintah Daerah
(psl 5)
Bagan Akun Standar
(BAS)
Psl 7
Konversi Penyajian
LRA (psl 8)
Penetapan Perkada
dan Pemberlakuan
•Kebijakan
akuntansi
•SAPD (psl 10 ayat
1)
14
14
14
14
14
14
14
14
SIKLUS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
Perencanaan Pelaksanaan Penatausahaan Pertgjwban Pemeriksaan
RPJMD RKPD
KUA PPAS
Nota
Kesepakatan
Pedoman
Penyusunan
RKA-SKPD o/ KDH
RKA-SKPD
RAPBD
Evaluasi Raperda
APBD oleh
Gubernur/
Mendagri
Rancangan
DPA-SKPD
DPA-SKPD
Verifikasi
Laporan Realisasi
Semester Pertama
R P-APBD
Penatausahaan
Belanja
• Penerbitan SPM-UP, SPM-
GU, SPM-TU dan SPM-LS
oleh Kepala SKPD
• Penerbitan SP2D oleh
PPKD
Penatausahaan
Pendapatan
Kekayaan dan
Kewajiban daerah
• Kas Umum
• Piutang
• Investasi
• Barang
• Dana Cadangan
• Utang
Akuntansi
Keuangan Daerah
Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah
• LRA
• Neraca
• Lap. Arus Kas
• CaLK
Laporan Keuangan
diperiksa oleh BPK
Raperda PJ Pel APBD
Perda APBD
• Bendahara penerimaan
wajib menyetor
penerimaannya ke rekening
kas umum daerah selambat-
lambatnya 1 hari kerja
Penatausahaan
Pembiayaan
• Dilakukan oleh PPKD
Pelaksanaan APBD
Pendapatan
Belanja
Pembiayaan
Disusun dan disajikan
Sesuai SAP
Persetujuan
Bersama (KDH +
DPRD)
Evaluasi o/
Gubernur/MDN 15
hari
7 hari
penyesuaian o/
Pemda
Perda PJ Pel
APBD
Evaluasi
R P-APBD
Oleh
Gbrnr/MDN
Perda P-APBD
setelah 3 hari
PEDUM APBD
o/ MDN
PERENCANAAN PENGANGGARAN
PELAKSANAAN &
PENATAUSAHAA
N
AKUNTANSI &
PELAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN
PELAKSANAAN
SIKLUS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
PEMBINAAN & PENGAWASAN
Perbedaan Antara SAP Berbasis Akrual
dan Kas Menuju Akrual
SAP Berbasis Kas Menuju Akrual: SAP Berbasis Akrual:
Komponen LKPD terdiri dari 4
laporan (LRA, Neraca, LAK, dan
CaLK);
Komponen LKPD terdiri dari 7
laporan (LRA, Laporan Perubahan
SAL, LO, Neraca, LPE, LAK, dan
CaLK);
Pendapatan, belanja dan
pembiayaan diakui dan dicatat
pada saat kas diterima
/dikeluarkan;
Pendapatan, belanja dan
pembiayaan diakui dan dicatat
pada saat timbulnya hak dan
kewajiban tanpa memperhatikan
kas diterima/ dikeluarkan;
Penyajian aset dalam neraca belum
mencerminkan nilai bersih karena
belum memperhitungkan
penyusutan dan penyisihan
piutang;
Penyajian aset dalam neraca
mencerminkan nilai bersih dengan
memperhitungkan penyusutan dan
penyisihan piutang;
17
JENIS LAPORAN DALAM BASIS KAS MENUJU
AKRUAL DAN BASIS AKRUAL
NO BASIS KAS MENUJU AKRUAL BASIS AKRUAL
1. Laporan Realisasi Anggaran Laporan Realisasi Anggaran
2. Laporan Perubahan SAL
3. Neraca, dgn Ekuitas Dana yg dirinci
menjadi:
(1) Ekuitas Dana Lancar
(2) Ekuitas Dana Investasi
(3) Ekuitas Dana Cadangan
Neraca
(“Ekuitas” tidak dirinci)
4. - Laporan Operasional
5. - Laporan Perubahan Ekuitas
6. Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas
7. Catatan atas Laporan Keuangan Catatan atas Laporan
Keuangan
Bagan Akun Standar (BAS)
Lampiran III
 Akun 1 (satu) menunjukkan Aset
 Akun 2 (dua) menunjukkan Kewajiban
 Akun 3 (tiga) menunjukkan Ekuitas
 Akun 4 (empat) menunjukkan Pendapatan-LRA
 Akun 5 (lima) menunjukkan Belanja
 Akun 6 (enam) menunjukkan Transfer
 Akun 7 (tujuh) menunjukkan Pembiayaan
 Akun 8 (delapan) menunjukkan Pendapatan-LO
 Akun 9 (sembilan) menunjukkan Beban
Konversi Penyajian LRA
Konversi Pendapatan
Konversi Belanja
STRUKTUR SAP BERBASIS AKRUAL
 KerangkaKonseptual
AkuntansiPemerintahan PSAP
 PSAP Nomor 01 tentang Penyajian Laporan
Keuangan
 PSAP Nomor 02 tentang Laporan Realisasi
Anggaran
 PSAP Nomor 03 tentang Laporan Arus Kas
 PSAP Nomor 04 tentang Catatan atas
Laporan Keuangan
STRUKTUR SAP BERBASIS AKRUAL
 PSAP Nomor 05 tentang Akuntansi
Persediaan
 PSAP Nomor 06 tentangAkuntansi
Investasi
 PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset
Tetap
 PSAP Nomor 08 tentang Akuntansi
Konstruksi Dalam Pengerjaan
 PSAP Nomor 09 tentang Akuntansi
Kewajiban
STRUKTUR SAP BERBASIS AKRUAL
 PSAP Nomor 10 tentang Koreksi
Kesalahan, Perubahan Kebijakan
Akuntansi, dan Peristiwa Luar Biasa
 PSAP Nomor 11 tentang Laporan
Keuangan Konsolidasian
 PSAP Nomor 12 tentang Laporan
Operasional.
Siklus Keuangan Daerah
DOKUMEN POKOK PENGANGGARAN
DAERAH (Permendagri 13/59/21)
RPJMD/
RKPD
KUA PPAS
DPA-SKPD
RAPBD RKA-SKPD
ANGGARAN
KAS
Penjabaran
APBD
PERDA
APBD
EVALUASI
DOKUMEN POKOK PELAKSANAAN
ANGGARAN
SPD
SPP-LS SPM-LS SP2D
SPP-UP
SPP-GU
SPP-TU
SPM-UP
SPM-GU
SPM-TU
SP2D
SPJ
PROSES AKUNTANSI POKOK
Dokumen
Dokumen
(Pemendagri
(Pemendagri 77/2020)
77/2020)
Catatan
Catatan ( PP 71/2010 dan
( PP 71/2010 dan
Permendagri 64/2013)
Permendagri 64/2013)
Laporan
Laporan (PP
(PP
71/2010 & Permendagri
71/2010 & Permendagri
64/2013)
64/2013)
Pencatatan &
Pencatatan &
Penggolongan
Penggolongan
Peringkasan
Peringkasan Pelaporan
Pelaporan
SP2D-LS &
SPJ
Buku
Jurnal
Buku
Besar
Buku
Pembantu
Kertas
Kerja
Laporan
Keuangan
 Bukti Penerimaan
Kas
 Bukti Pengeluaran
Kas
 Bukti Memorial
 Buku Jurnal
Penerimaan Kas
 Buku Jurnal
Pengeluaran Kas
 Buku Jurnal
Umum
Kumpulan
Rekening
(Ringkasan
dan Rincian)
 Laporan Realisasi
Anggaran
Laporan Operasional
 Laporan Arus Kas
 Neraca Daerah
 Catatan Atas
Laporan Keuangan
Kebijakan Akuntansi
BASIS AKUNTANSI
Basis akrual untuk Laporan Operasional
berarti bahwa:
Pendapatan diakui pada saat hak untuk
memperoleh pendapatan telah terpenuhi
walaupun kas belum diterima di Rekening Kas
Umum Daerah atau oleh entitas pelaporan;
Beban diakui pada saat kewajiban yang
mengakibatkan penurunan nilai kekayaan bersih
telah terpenuhi walaupun kas belum dikeluarkan
dari Rekening Kas Umum Daerah atau entitas
pelaporan.
Pendapatan seperti bantuan pihak luar/asing
dalam bentuk jasa disajikan pula pada Laporan
Operasional.
LAPORAN KEUANGAN
SKPKD/PPKD
– Laporan Realisasi
Anggaran /LRA
– Laporan Operasional
– Laporan Arus
Kas/LAK
– Neraca
– CALK
SKPD
– Laporan Realisasi
Anggaran /LRA
– Laporan Operasional
– Neraca
– Catatan Atas Laporan
Keuangan/CALK
Laporan Realisasi Anggaran
Unsur yang dicakup secara
langsung oleh LRA terdiri dari:
1.Pendapatan-LRA,
2.Belanja,
3.Transfer, dan
4.Pembiayaan
Laporan Perubahan Saldo
Anggaran Lebih menyajikan
informasi kenaikan atau penurunan
Saldo Anggaran Lebih tahun
pelaporan dibandingkan dengan
tahun sebelumnya.
Laporan Perubahan
Saldo Anggaran Lebih (SAL)
Neraca
Aset
a.Aset Lancar
b.Aset Non Lancar
- Investasi Jk Panjang
- Aset Tetap
c. Aset Lainnya : TGR, Aset tak berwujud,
Kewajiban
1. Kewajiban Jk Pendek
2. Kewajiban Jk Panjang
Ekuitas
RK-PPKD
Laporan Operasional menyajikan ikhtisar sumber
daya ekonomi yang menambah ekuitas dan
penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah
pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan
pemerintahan dalam satu periode pelaporan.
Laporan Operasional
Unsur yang dicakup secara langsung dalam
Laporan Operasional terdiri dari :
1.Pendapatan-LO,
2.Beban,
3.Transfer, dan
4.Pos-pos luar biasa
Menyajikan informasi kas
sehubungan dengan aktivitas
operasional, investasi aset non
keuangan, pembiayaan, dan transaksi
non-anggaran yang menggambarkan
saldo awal, penerimaan, pengeluaran,
dan saldo akhir kas pemerintah
pusat/daerah selama periode tertentu.
Laporan Arus Kas
Menyajikan informasi kenaikan atau
penurunan ekuitas tahun pelaporan
dibandingkan dengan tahun
sebelumnya.
Ekuitas (Awal) xx
Surplus/defisit LO xx
Dampak perubahan Kebijakan Akt. xx
Ekuitas Ahkir xx
Laporan Perubahan Ekuitas
Catatan Atas laporan Keuangan
 CaLK merupakan laporan yang merinci atau
menjelaskan lebih lanjut atas pos-pos laporan
pelaksanaan anggaran maupun laporan
finansial dan merupakan laporan yang tidak
terpisahkan dari laporan pelaksanaan
anggaran maupun laporan finansial.
Pengakuan diwujudkan dalam
pencatatan jumlah uang
terhadap pos-pos laporan
keuangan yang terpengaruh oleh
kejadian atau peristiwa terkait.
PENGAKUAN UNSUR LAPORAN
KEUANGAN
Pengakuan Aset
Aset diakui pada saat potensi
manfaat ekonomi masa depan
diperoleh oleh pemerintah dan
mempunyai nilai atau biaya yang
dapat diukur dengan andal.
Pengakuan Aset
Sejalan dengan penerapan basis
akrual, aset dalam bentuk piutang
atau beban dibayar dimuka diakui
ketika hak klaim untuk mendapatkan
arus kas masuk atau manfaat
ekonomi lainnya dari entitas lain telah
atau tetap masih terpenuhi, dan nilai
klaim tersebut dapat diukur atau
diestimasi.
Pengakuan Kewajiban
Kewajiban diakui jika besar kemungkinan
bahwa pengeluaran sumber daya
ekonomi akan dilakukan untuk
menyelesaikan kewajiban yang ada
sekarang, dan perubahan atas kewajiban
tersebut mempunyai nilai penyelesaian
yang dapat diukur dengan andal.
Pengakuan Kewajiban
Sejalan dengan penerapan basis
akrual, kewajiban diakui pada saat
dana pinjaman diterima atau pada
saat kewajiban timbul.
Pengakuan Pendapatan
Pendapatan-LO diakui pada saat
timbulnya hak atas pendapatan tersebut
atau ada aliran masuk sumber daya
ekonomi.
Pendapatan-LRA diakui pada saat kas
diterima di Rekening Kas Umum
Negara/Daerah atau oleh entitas
pelaporan.
Pengakuan Beban dan Belanja
Beban diakui pada saat timbulnya
kewajiban, terjadinya konsumsi aset,
atau terjadinya penurunan manfaat
ekonomis atau potensi jasa.
Belanja diakui pada saat terjadinya
pengeluaran dari Rekening Kas
umum Daerah
AKUNTANSI ANGGARAN
 Akuntansi anggaran merupakan teknik
pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen
yang digunakan untuk membantu pengelolaan
pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan.
 Anggaran pendapatan disebut estimasi pendapatan
yang dijabarkan menjadi alokasi estimasi pendapatan.
 Anggaran belanja disebut apropriasi yang dijabarkan
menjadi otorisasi kredit anggaran (allotment).
 Anggaran pembiayaan terdiri dari penerimaan
pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan
AKUNTANSI PENDAPATAN
PENDAPATAN LRA adalah:
Semua penerimaan Rekening Kas
Umum Negara/Daerah yang
menambah ekuitas dana lancar
dalam periode tahun anggaran
yang bersangkutan yang menjadi
hak pemerintah, dan tidak perlu
dibayar kembali oleh pemerintah.
AKUNTANSI PENDAPATAN
Pendapatan diklasifikasikan menurut sumber
dan jenis pendapatan
1. PAD :
a. Pajak hotel/restoran dll
b. Retribusi
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
2. Dana Perimbangan/Pendapatan Transfer
a. DBH Pajak/ Bukan Pajak (SDMineral)
b. DAU
c. DAK
3. Lain-lain Pendapatan Daerah yg Sah
a. Hibah
b. Dana Darurat
C. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah
Daerah Lainnya
AKUNTANSI PENDAPATAN
 Pendapatan-LRA diakui pada saat
diterima pada Rekening Kas
Umum Daerah
 Akuntansi pendapatan
dilaksanakan berdasarkan azas
bruto, yaitu dengan membukukan
penerimaan bruto, dan tidak
mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan
pengeluaran)
AKUNTANSI PENDAPATAN
 Dalam hal BLU, pendapatan
diakui dengan mengacu pada
peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
 Transfer masuk adalah
penerimaan dana dari entitas
pelaporan lain, misal DAU
dan DBH
Normal &
Berulang
Dicatat sebagai
Pengurang SAL
(Ekuitas dana
Lancar)
Dicatat sebagai
Pengurang
Pendapatan LRA
Atas Penerimaan
Pendapatan LRA
Periode
Berjalan
Atas Penerimaan
Pendapatan LRA
Periode
sebelumnya
Normal &
Tidak Berulang
AKUNTANSI BELANJA
Belanja adalah:
Semua pengeluaran dari Rekening
Kas Umum Daerah yang mengurangi
ekuitas dana lancar dalam periode
tahun anggaran bersangkutan yang
tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh
pemerintah.
AKUNTANSI BELANJA
Belanja diklasifikasikan
menurut :
1. Ekonomi (jenis belanja) :
a.Belanja Operasi : belanja pegawai, belanja barang,
belanja modal, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial,
b.Belanja Modal: Belanja Aset Tetap dan Belanja Aset
Tetap Lainnya
c.Belanja tak terduga : penanggulangan bencana alam,
bencana sosial, dan pengeluaran tidak terduga lainnya
yang sangat diperlukan dalam rangka
penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah.
2. Organisasi :belanja Sekretariat DPRD, Sekretariat
Daerah, dinas pemda dan lembaga teknis daerah .
3. Fungsi : fungsi-fungsi utama pemda dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat
(Pelayanan Umum, Pertahanan , Ekonomi, Kesehatan ,
Pariwisata dan Budaya, Pendidikan dll)
AKUNTANSI BELANJA
 Belanja diakui pada saat terjadinya
pengeluaran dari Rekening Kas umum Daerah
 Pengeluaran melalui bendahara pengeluaran,
pengakuan belanjanya terjadi pada saat
pertanggungjawaban atas pengeluaran yang
disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi
perbendaharaan.
 Belanja BLU diakui dengan mengacu pada
peraturan perundang-undangan yang
mengatur BLU
AKUNTANSI BELANJA
 Pembayaran belanja dapat dilakukan secara
langsung (LS) atau melalui dana kas kecil (Uang
Persediaan) yang diberikan kepada para
bendahara pengeluaran.
 Pada saat kas dibelanjakan oleh Bendahara
Pengeluaran belum diakui sebagai belanja.
Pada saat dipertanggungjawabkan (penerbitan
SP2D GU/ GU NIHIL) baru diakui sebagai
belanja.
Dicatat sebagai
Pendapatan LRA
Lain-lain
Dicatat sebagai
Pengurang
Belanja
Atas Pengeluaran
Belanja
Periode
Berjalan
Atas Pengeluaran
Belanja
Periode
sebelumnya
Penerimaan
Kembali
Belanja
SURPLUS/DEFISIT LRA
Selisih lebih/kurang antara
pendapatan dan belanja
selama satu periode
pelaporan dicatat dalam pos
Surplus/Defisit
AKUNTANSI PEMBIAYAAN
Setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali
dan/atau pengeluaran yang akan diterima
kembali, baik pada tahun anggaran
bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran
berikutnya, yang dalam penganggaran
pemerintah terutama dimaksudkan untuk
menutup defisit atau memanfaatkan surplus
anggaran
AKUNTANSI PENERIMAAN PEMBIAYAAN
 Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima
pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah
 Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan
berdasarkan azas bruto, yaitu dengan
membukukan penerimaan bruto, dan tidak
mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran)
AKUNTANSI PENGELUARAN PEMBIAYAAN
Pengeluaran pembiayaan diakui
pada saat dikeluarkan dari
Rekening Kas Umum
Negara/Daerah
TRANSAKSI PENDAPATAN, BELANJA, DAN
PEMBIAYAAN BERBENTUK BARANG DAN JASA
 Transaksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan
dalam bentuk barang dan jasa harus dilaporkan
dalam LRA dengan cara menaksir nilai barang dan
jasa tersebut pada tanggal transaksi.
 Di samping itu, transaksi semacam ini juga harus
diungkapkan pada CaLK sehingga dapat memberikan
semua informasi yang relevan mengenai bentuk dari
pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang diterima.
 Contoh transaksi berwujud barang dan jasa adalah
hibah dalam wujud barang, barang rampasan, dan
jasa konsultansi
PENGGUNAAN AKUN RK-PPKD
 Hubungan keuangan antara SKPD dengan Kas
Daerah dalam praktik saat ini oleh semua SKPD
dicatat dalam akun “RK-PPKD”. Konkritnya
bahwa:
 Saldo akun RK-PPKD jika bersaldo kredit, yang
menunjukkan aliran kas masuk ke SKPD
(diterima dari Kas Daerah)
 Saldo akun RK-PPKD jika bersaldo debit, yang
menunjukkan aliran kas keluar dari SKPD
(disetorkan ke Kas Daerah).
PENGGUNAAN AKUN RK-PPKD
 Peraturan Menteri Keuangan Nomor
238/PMK.05/2011 tentang Pedoman Umum Sistem
Akuntansi Pemerintahan
 Kementerian Dalam Negeri, Surat Edaran Nomor
900/316/BAKD Tahun 2007 tentang Pedoman Sistem
dan Prosedur Penatausahaan dan Akuntansi,
Pelaporan dan Pertanggunjawaban Keuangan
Daerah
 Kementerian Dalam Negeri, SE.900/743/BAKD Tahun
2007 tentang Modul Akuntansi Pemerintah Daerah
Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah
(Permendagri no. 64/2013 pasal 6)
SAPD terdiri atas:
 Sistem Akuntansi PPKD
 Sistem Akuntansi SKPD.
JURNAL DALAM AKUNTANSI
JURNAL DALAM AKUNTANSI
PEMERINTAH
PEMERINTAH DAERAH
DAERAH
 Jurnal Pengesahan APBD
 Jurnal Akrual (LO)
 Jurnal Realisasi Anggaran
 Jurnal Penyesuaian (karena ada akun
akrual dan defferal)
 Jurnal Penutup
 Jurnal Eliminasi
SALDO NORMAL
SALDO NORMAL AKUN
AKUN
Perkiraan
Perkiraan Tambah
Tambah Kurang
Kurang Saldo Normal
Saldo Normal
Aset
Aset D
D K
K D
D
K
Kewajiban dan
ewajiban dan
Ekuitas Dana
Ekuitas Dana
K
K D
D K
K
SALDO NORMAL
SALDO NORMAL AKUN
AKUN
Perkiraan
Perkiraan Tambah
Tambah Kurang
Kurang Saldo Normal
Saldo Normal
Pendapatan
Pendapatan K
K D
D K
K
Belanja
Belanja/ Beban
/ Beban D
D K
K D
D
JURNAL ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA – APBD
(Pada saat disetujui DPA)
Db. Estimasi Pendapatan xxx
Db Estimasi Penerimaan Pembiayaan xxx
Kr. Apropriasi Belanja xxx
Kr. Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan xxx
Kr. Estimasi Perubahan SAL
xxx
 Dicatat oleh PPKD
Tujuan jurnal tersebut untuk mengontrol
anggaran apakah telah dicatat
seluruhnya dalam catatan akuntansi
Akuntansi Pendapatan di PPKD
Jurnal Penerimaan Pendapatan LO
Db. Kas di Kas Daerah xxx
Kr. Pendapatan Pajak/Retribusi LO xxx
Pada Akhir Tahun terdapat SKP yang belum dibayar
Db. Piutang Pajak/Retribusi xxx
Kr. Pendapatan Pajak/Retribusi LO xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr Pendapatan Pajak/Retribusi LRA xxx
Akuntansi Pendapatan Transfer di PPKD
Jurnal Penerimaan Pendapatan Transfer LO dengan adanya
dokumen resmi
Db. Kas di Kas Daerah xxx
Kr. Pendapatan Transfer... LO xxx
Pada saat terbitnya dokumen resmi utk dana transfer tetapi masih
ada nilai yang kurang salur
Db. Piutang Pendapatan transfer xxx
Kr. Pendapatan Transfer... LO xxx
Pada saat diterima dana dari kurang salur pendapatan transfer
Db. Kas di Kas Daerah xxx
Kr. Piutang Pendapatan Transfer xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr Pendapatan Transfer... LRA xxx
Akuntansi Belanja dan Beban di PPKD
Jurnal berdasarkan dokumen perjanjian
utang
Db. Beban Bunga xxx
Kr. Utang Bunga xxx
Pada saat dibayarkan bunga
Db. Utang Bunga xxx
Kr. Kas di Kas Daerah xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Belanja Bunga xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL xxx
Akuntansi Belanja dan Beban di PPKD
Jurnal berdasarkan Naskah perjanjian Hibah
Daerah
Db. Beban Hibah xxx
Kr. Kas di Kas Daerah xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Belanja Hibah xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL xxx
* Begitu juga untuk bantuan sosial dan beban
transfer
Akuntansi Aset Tetap di PPKD
Jurnal pembelian aset tetap
Db. Aset tetap (kendaraan) xxx
Kr. Kas di Kas Daerah xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Belanja Modal Kendaraan xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL
xxx
*
Akuntansi Aset Tetap di PPKD
Jurnal pada saat pemda melakukan investasi
Db. Investasi jk.... xxx
Kr. Kas di Kas Daerah
xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Pengeluaran pembiayaan xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL
xxx
*
Akuntansi Kewajiban di PPKD
Jurnal Penerimaan utang
Db. Kas di Kas Daerah xxx
Kr. Kewajiban jk.... xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr Penerimaan pembiayaan
xxx
*
Akuntansi Pembiayaan di PPKD
Jurnal penerimaan pembiayaan
Db. Kas di Kas Daerah xxx
Kr. Kewajiban jk Panjang
xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr Penerimaan pembiayaan
xxx
*
Akuntansi Pembiayaan di PPKD
Jurnal pada saat pengeluaran pembiayaan,
pembayaran utang bank
Db. Kewajiban jk panjang xxx
Kr. Kas di Kas Daerah xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Pengeluaran pembiayaan xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL xxx
*
JURNAL di SKPD
(Pada saat disetujui DPA)
Db. Estimasi Pendapatan xxx
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr. Apropriasi Belanja xxx
 Dicatat oleh PPK-SKPD
Tujuan jurnal tersebut untuk
mengontrol anggaran apakah telah
dicatat seluruhnya dalam catatan
akuntansi
Jurnal di SKPD
Akuntansi Pendapatan
Penetapan Pajak SKP atau SKR
Db. Piutang Pajak/retribusi xx
Kr. Pendapatan Pajak.Retribusi LO xx
Kas di bendahara penerimaa xxx
piutang pajak/retribusi xxx
Penerimaan pembayaran Pajak
Db Kas di Bendahara Penerimaan xx
Kr Pendapatan Pajak/Retribusi LO xx
Penyetoran Penerimaan Pajak
Db RK-PPKD xx
Kr Kas di Bendahara Penerimaan xx
Jurnal di SKPD
Akuntansi Pendapatan
Penerimaan pembayaran Pajak
Db Kas di Bendahara Penerimaan xx
Kr Pendapatan Pajak/Retribusi LO xx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr Pendapatan .....LRA
xxx
Jurnal di SKPD
Akuntansi Beban dan Belanja
Dengan Mekanisme UP
Db. Beban Barang/jasa-ATK xx
Kr. Kas di Bendahara Pengeluaran xx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db Belanja Brg/jasa-ATK xx
Kr Estimasi Perubahan SAL xx
Jurnal di SKPD
Akuntansi Beban dan
Belanja
Pengajuan GU
Db. Kas di Bendahara Pengeluaran xx
Kr. RK- PPKD xx
Jurnal di SKPD
Akuntansi Beban dan Belanja
Dengan Mekanisme LS
Db. Beban Barang/jasa-ATK xx
Kr. Utang Belanja Brg/jasa..... Xx
Pembayaran dgn SP2D
Db. Utang Belanja Brg/jasa.... xx
Kr. RK-PPKD Xx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db Belanja Brg/jasa- ATK xx
Kr Estimasi Perubahan SAL xx
Jurnal di SKPD
Akuntansi Beban dan
Belanja
Pembayaran sewa untuk 1 tahun
Db. Sewa di bayar dimuka xx
Kr. RK-PPKD xx
Beban sewa xxxx
RK-PPKD xxx
Akuntansi Aset Tetap di SKPD
Jurnal pembelian aset tetap
Db. Aset tetap (kendaraan) xxx
Kr. Utang Belanja Modal xxx
Pembayaran (SP2D)
Db. Utang Belanja Modal xxx
Kr. RK-PPKD xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Belanja Modal Kendaraan xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL xxx
*
Akuntansi Aset Tetap di SKPD
Jurnal Penghapusan aset tetap (penjualan)
Db. RK-PPKD xxx
Db Akumulasi Penyusutan xxx
Kr Aset tetap (kendaraan) xxx
Kr. Surplus Penjualan Aset tetap.. xxx
Jurnal Penghapusan aset tetap (pemusnahan)
Db Akumulasi Penyusutan xxx
Db. Defisit kegt. non opersnal lainnya...xxx
Kr Aset tetap (kendaraan) xxx
Akuntansi Kewajiban di SKPD
Jurnal beban yang belum dibayarkan
Db. Beban....... xxx
Kr Utang Belanja........ Xxx
Pembayaran
Db. Utang Belanja xxx
Kr Kas di Bendahara Pengeluaran Xxx
Jurnal pembelian aset yang blm dibayar
Db. Aset Tetap xxx
Kr Utang Belanja Modal xxx
Pembayaran
Db. Utang Belanja xxx
Kr RK-PPKD Xxx
Jurnal Penyesuaian
Penyusutan Aset Tetap
Db. Beban Penyusutan xxx
Cr. Akumulasi Penyusutan xxx
Piutang Tak Tertagih
Db. Beban Piutang tak tertagih xxx
Cr. Penyisihan Piutang tak tertagih xxx
Jurnal Penyesuaiaan
 Untuk menyesuaikan persediaan 31 Desember
(untuk LO):
Db. Persediaan.... xxx
Kr. Beban Barang/jasa.... xxx
(nilai yg dicatat sebesar persediaan yang masih
ada)
Jurnal Penyesuaiaan
 Pendapatan diterima dimuka
Db. Pendapatan ....... xxx
Kr. Pendapatan diterima dimuka
xxx
Jurnal Penyesuaiaan
 Beban di Bayar dimuka
Db. Beban Sewa xxx
Kr. Sewa dimuka xxx
Jurnal Penyesuaiaan
Beban akrual
Db. Beban gaji xx
Kr. Utang Beban Gaji xx
Db. Beban brg/Jasa...... xx
Kr. Utang Beban brg/Jasa...... xx
Jurnal Penyesuaiaan
Pendapatan akrual
Db. Piutang...... xx
Kr. Pendapatan......... xx
JURNAL PENUTUP PPKD dan SKPD
Menutup Jurnal Penganggaran PPKD
Db. Apropriasi Belanja xxx
Db. Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan xxx
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Cr. Estimasi Pendapatan Xxx
Cr. Estimasi Penerimaan Pembiayaan xxx
JURNAL PENUTUP PPKD dan SKPD
Menutup Jurnal Penganggaran SKPD
Db. Apropriasi Belanja xxx
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Cr. Estimasi Pendapatan Xxx
JURNAL PENUTUP PPKD dan SKPD
Menutup PENDAPATAN LRA dan Pembiayaan
Db. Pendapatan LRA xxx
Db. Penerimaan Pembiayaan xxx
Cr. Belanja Xxx
Cr. Pengeluaran Pembiayaan xxx
Cr. Surplus/defisit LO xxx
Menutup Surplus/defisit LRA
Db. Surplus/defisit LRA xxx
Cr. Estimasi Perubahan SAL Xxx
JURNAL PENUTUP PPKD dan SKPD
Menutup PENDAPATAN LRA SKPD
Db. Pendapatan LRA xxx
Cr. Belanja Xxx
Cr. Surplus/defisit LO xxx
Menutup Surplus/defisit LRA
Db. Surplus/defisit LRA xxx
Cr. Estimasi Perubahan SAL Xxx
JURNAL PENUTUP PPKD dan SKPD
Menutup PENDAPATAN LO
Db. Pendapatan Lo xxx
Cr. Beban........ Xxx
Cr. Surplus/defisit LO xxx
JURNAL PENUTUP PPKD dan SKPD
Menutup Surplus/defisit LO
Db. Surplus LO xxx
Kr. Ekuitas xxx
Db. Ekuitas xxx
Kr. Defisit LO xxx
JURNAL Eliminasi
Pada saat dilakukan konsolidasi laporan
keuangan SKPD-SKPD oleh PPKD maka akan
dibuat Jurnal Eliminasi.
Db. RK-PPKD xxx
Kr. RK-SKPD xxx
Pendapatan
500
Beban
(200)
Surplus/Defisit Opr
300
Kegiatan non
operasional 60
Surplus/Defisit LO 360
Laporan Operasional
Laporan Operasional
Laporan Perubahan Ekuitas
Ekuitas Awal 1.000
Surplus/Defisit LO
360
Ekuitas Akhir
1.360
Neraca
Neraca
Aset 2.000
Kewajiban 640
Ekuitas 1.360
100
LRA
LRA
Pendapatan 450
Belanja (0)
Surplus/(defisit) 450
Pembiayaan 1.000
SILPA 1.450
Laporan Perubahan SAL
Laporan Perubahan SAL
SAL Awal 100
Penggunaan SAL (30)
SILPA 1.450
SAL Akhir 1.520
KETERKAITAN LAPORAN KEUANGAN
KETERKAITAN LAPORAN KEUANGAN
101
TERIMA KASIH
TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA
ATAS PERHATIANNYA
SEMOGA BERMAKNA & BERMANFAAT
SEMOGA BERMAKNA & BERMANFAAT

Penyusunan Laporan Keuangan akrual.ppt. Penyusunan Laporan Keuangan akrual.ppt

  • 1.
    P PENYUSUNAN LAPORAN ENYUSUNAN LAPORANKEUANGAN KEUANGAN BERBASIS AKRUAL BERBASIS AKRUAL PADA PEMERINTAH DAERAH PADA PEMERINTAH DAERAH (PP 71/2010 ) (PP 71/2010 ) Dr. Elvira Zeyn.,SE.,MSi.,Ak.,CA Dr. Elvira Zeyn.,SE.,MSi.,Ak.,CA.,CGAA .,CGAA Bingky Aresia Landarica., SE., M.Ak., CMA., Bingky Aresia Landarica., SE., M.Ak., CMA., Cert.DA Cert.DA Fave Hotel Fave Hotel Bandung, Bandung, 06 November 2024 06 November 2024
  • 2.
    Latar Belakang  Undang-UndangNomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dalam Pasal 32 mengamanatkan bahwa bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).  Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 masih bersifat sementara (Pasal 36 ayat (1) UU no. 17/2003) yang menyatakan bahwa selama pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual belum dilaksanakan, digunakan pengakuan dan pengukuran berbasis kas.
  • 3.
    Latar Belakang  Pengakuandan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual menurut Pasal 36 ayat (1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 dilaksanakan paling lambat 5 (lima) tahun. Oleh karena itu, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 perlu diganti pada tahun 2010 dan 2015 implementasi SAP akural secara menyeluruh.
  • 4.
    TUJUAN LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan yang dihasilkan dari penerapan SAP Berbasis Akrual dimaksudkan untuk memberi manfaat lebih baik bagi para pemangku kepentingan, baik para pengguna maupun pemeriksa laporan keuangan Pemerintah, dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Hal ini sejalan dengan salah satu prinsip akuntansi yaitu bahwa biaya yang dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
  • 5.
    TUJUAN LAPORAN KEUANGAN Laporankeuangan disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama satu periode pelaporan.
  • 6.
    TUJUAN LAPORAN KEUANGAN Laporan keuangan terutama digunakan untuk mengetahui nilai sumber daya ekonomi yang dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan operasional pemerintahan, menilai kondisi keuangan, mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu entitas pelaporan, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.
  • 7.
  • 8.
    Ruang Lingkup  Entitasakuntansi merupakan unit pada pemerintahan yang mengelola anggaran, kekayaan, dan kewajiban yang menyelenggarakan akuntansi dan menyajikan laporan keuangan atas dasar akuntansi yang diselenggarakannya.  Entitas pelaporan merupakan unit pemerintahan yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi yang menurut ketentuan peraturan perundang- undangan wajib menyajikan laporan pertanggungjawaban, berupa laporan keuangan yaitu Pemerintah daerah.
  • 9.
    Dasar Hukum  UUNo.17/2003 tentang Keuangan Negara  UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah .  PP No. 19/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah  PP No. 71/2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Berbasis Akrual).  Permendagri No.77/2020 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.  Permendagri no. 64 tahun 2013 tentang Penerapan Standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual di Pemda.  Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 KLASIFIKASI, KODEFIKASI, DAN NOMENKLATUR. PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN KEUANGAN DAERAH. :  Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang SIPD
  • 11.
    DASAR HUKUM UU No. 17/2003 UUNo. 1/2004 UU No. 23/2014 PP No. 19/2019 PP No. 71/2010 Permendagr i No 64/2013 Penerapan SAP Berbasis Akrual pada Pemda Permendagr i No. 77/2020
  • 12.
  • 13.
    SUBSTANSI PERMENDAGRI 64 TAHUN 2013 Kebijakan Akuntansi PemerintahDaerah (psl 4) Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah (psl 5) Bagan Akun Standar (BAS) Psl 7 Konversi Penyajian LRA (psl 8) Penetapan Perkada dan Pemberlakuan •Kebijakan akuntansi •SAPD (psl 10 ayat 1)
  • 14.
    14 14 14 14 14 14 14 14 SIKLUS PENGELOLAAN KEUANGANDAERAH Perencanaan Pelaksanaan Penatausahaan Pertgjwban Pemeriksaan RPJMD RKPD KUA PPAS Nota Kesepakatan Pedoman Penyusunan RKA-SKPD o/ KDH RKA-SKPD RAPBD Evaluasi Raperda APBD oleh Gubernur/ Mendagri Rancangan DPA-SKPD DPA-SKPD Verifikasi Laporan Realisasi Semester Pertama R P-APBD Penatausahaan Belanja • Penerbitan SPM-UP, SPM- GU, SPM-TU dan SPM-LS oleh Kepala SKPD • Penerbitan SP2D oleh PPKD Penatausahaan Pendapatan Kekayaan dan Kewajiban daerah • Kas Umum • Piutang • Investasi • Barang • Dana Cadangan • Utang Akuntansi Keuangan Daerah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah • LRA • Neraca • Lap. Arus Kas • CaLK Laporan Keuangan diperiksa oleh BPK Raperda PJ Pel APBD Perda APBD • Bendahara penerimaan wajib menyetor penerimaannya ke rekening kas umum daerah selambat- lambatnya 1 hari kerja Penatausahaan Pembiayaan • Dilakukan oleh PPKD Pelaksanaan APBD Pendapatan Belanja Pembiayaan Disusun dan disajikan Sesuai SAP Persetujuan Bersama (KDH + DPRD) Evaluasi o/ Gubernur/MDN 15 hari 7 hari penyesuaian o/ Pemda Perda PJ Pel APBD Evaluasi R P-APBD Oleh Gbrnr/MDN Perda P-APBD setelah 3 hari PEDUM APBD o/ MDN
  • 15.
    PERENCANAAN PENGANGGARAN PELAKSANAAN & PENATAUSAHAA N AKUNTANSI& PELAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN SIKLUS PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH PEMBINAAN & PENGAWASAN
  • 16.
    Perbedaan Antara SAPBerbasis Akrual dan Kas Menuju Akrual SAP Berbasis Kas Menuju Akrual: SAP Berbasis Akrual: Komponen LKPD terdiri dari 4 laporan (LRA, Neraca, LAK, dan CaLK); Komponen LKPD terdiri dari 7 laporan (LRA, Laporan Perubahan SAL, LO, Neraca, LPE, LAK, dan CaLK); Pendapatan, belanja dan pembiayaan diakui dan dicatat pada saat kas diterima /dikeluarkan; Pendapatan, belanja dan pembiayaan diakui dan dicatat pada saat timbulnya hak dan kewajiban tanpa memperhatikan kas diterima/ dikeluarkan; Penyajian aset dalam neraca belum mencerminkan nilai bersih karena belum memperhitungkan penyusutan dan penyisihan piutang; Penyajian aset dalam neraca mencerminkan nilai bersih dengan memperhitungkan penyusutan dan penyisihan piutang;
  • 17.
  • 18.
    JENIS LAPORAN DALAMBASIS KAS MENUJU AKRUAL DAN BASIS AKRUAL NO BASIS KAS MENUJU AKRUAL BASIS AKRUAL 1. Laporan Realisasi Anggaran Laporan Realisasi Anggaran 2. Laporan Perubahan SAL 3. Neraca, dgn Ekuitas Dana yg dirinci menjadi: (1) Ekuitas Dana Lancar (2) Ekuitas Dana Investasi (3) Ekuitas Dana Cadangan Neraca (“Ekuitas” tidak dirinci) 4. - Laporan Operasional 5. - Laporan Perubahan Ekuitas 6. Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas 7. Catatan atas Laporan Keuangan Catatan atas Laporan Keuangan
  • 19.
    Bagan Akun Standar(BAS) Lampiran III  Akun 1 (satu) menunjukkan Aset  Akun 2 (dua) menunjukkan Kewajiban  Akun 3 (tiga) menunjukkan Ekuitas  Akun 4 (empat) menunjukkan Pendapatan-LRA  Akun 5 (lima) menunjukkan Belanja  Akun 6 (enam) menunjukkan Transfer  Akun 7 (tujuh) menunjukkan Pembiayaan  Akun 8 (delapan) menunjukkan Pendapatan-LO  Akun 9 (sembilan) menunjukkan Beban
  • 20.
  • 21.
  • 22.
    STRUKTUR SAP BERBASISAKRUAL  KerangkaKonseptual AkuntansiPemerintahan PSAP  PSAP Nomor 01 tentang Penyajian Laporan Keuangan  PSAP Nomor 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran  PSAP Nomor 03 tentang Laporan Arus Kas  PSAP Nomor 04 tentang Catatan atas Laporan Keuangan
  • 23.
    STRUKTUR SAP BERBASISAKRUAL  PSAP Nomor 05 tentang Akuntansi Persediaan  PSAP Nomor 06 tentangAkuntansi Investasi  PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset Tetap  PSAP Nomor 08 tentang Akuntansi Konstruksi Dalam Pengerjaan  PSAP Nomor 09 tentang Akuntansi Kewajiban
  • 24.
    STRUKTUR SAP BERBASISAKRUAL  PSAP Nomor 10 tentang Koreksi Kesalahan, Perubahan Kebijakan Akuntansi, dan Peristiwa Luar Biasa  PSAP Nomor 11 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian  PSAP Nomor 12 tentang Laporan Operasional.
  • 25.
  • 26.
    DOKUMEN POKOK PENGANGGARAN DAERAH(Permendagri 13/59/21) RPJMD/ RKPD KUA PPAS DPA-SKPD RAPBD RKA-SKPD ANGGARAN KAS Penjabaran APBD PERDA APBD EVALUASI
  • 27.
    DOKUMEN POKOK PELAKSANAAN ANGGARAN SPD SPP-LSSPM-LS SP2D SPP-UP SPP-GU SPP-TU SPM-UP SPM-GU SPM-TU SP2D SPJ
  • 28.
    PROSES AKUNTANSI POKOK Dokumen Dokumen (Pemendagri (Pemendagri77/2020) 77/2020) Catatan Catatan ( PP 71/2010 dan ( PP 71/2010 dan Permendagri 64/2013) Permendagri 64/2013) Laporan Laporan (PP (PP 71/2010 & Permendagri 71/2010 & Permendagri 64/2013) 64/2013) Pencatatan & Pencatatan & Penggolongan Penggolongan Peringkasan Peringkasan Pelaporan Pelaporan SP2D-LS & SPJ Buku Jurnal Buku Besar Buku Pembantu Kertas Kerja Laporan Keuangan  Bukti Penerimaan Kas  Bukti Pengeluaran Kas  Bukti Memorial  Buku Jurnal Penerimaan Kas  Buku Jurnal Pengeluaran Kas  Buku Jurnal Umum Kumpulan Rekening (Ringkasan dan Rincian)  Laporan Realisasi Anggaran Laporan Operasional  Laporan Arus Kas  Neraca Daerah  Catatan Atas Laporan Keuangan Kebijakan Akuntansi
  • 29.
    BASIS AKUNTANSI Basis akrualuntuk Laporan Operasional berarti bahwa: Pendapatan diakui pada saat hak untuk memperoleh pendapatan telah terpenuhi walaupun kas belum diterima di Rekening Kas Umum Daerah atau oleh entitas pelaporan; Beban diakui pada saat kewajiban yang mengakibatkan penurunan nilai kekayaan bersih telah terpenuhi walaupun kas belum dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Daerah atau entitas pelaporan. Pendapatan seperti bantuan pihak luar/asing dalam bentuk jasa disajikan pula pada Laporan Operasional.
  • 30.
    LAPORAN KEUANGAN SKPKD/PPKD – LaporanRealisasi Anggaran /LRA – Laporan Operasional – Laporan Arus Kas/LAK – Neraca – CALK SKPD – Laporan Realisasi Anggaran /LRA – Laporan Operasional – Neraca – Catatan Atas Laporan Keuangan/CALK
  • 31.
    Laporan Realisasi Anggaran Unsuryang dicakup secara langsung oleh LRA terdiri dari: 1.Pendapatan-LRA, 2.Belanja, 3.Transfer, dan 4.Pembiayaan
  • 32.
    Laporan Perubahan Saldo AnggaranLebih menyajikan informasi kenaikan atau penurunan Saldo Anggaran Lebih tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (SAL)
  • 33.
    Neraca Aset a.Aset Lancar b.Aset NonLancar - Investasi Jk Panjang - Aset Tetap c. Aset Lainnya : TGR, Aset tak berwujud, Kewajiban 1. Kewajiban Jk Pendek 2. Kewajiban Jk Panjang Ekuitas RK-PPKD
  • 34.
    Laporan Operasional menyajikanikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dalam satu periode pelaporan. Laporan Operasional Unsur yang dicakup secara langsung dalam Laporan Operasional terdiri dari : 1.Pendapatan-LO, 2.Beban, 3.Transfer, dan 4.Pos-pos luar biasa
  • 35.
    Menyajikan informasi kas sehubungandengan aktivitas operasional, investasi aset non keuangan, pembiayaan, dan transaksi non-anggaran yang menggambarkan saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir kas pemerintah pusat/daerah selama periode tertentu. Laporan Arus Kas
  • 36.
    Menyajikan informasi kenaikanatau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ekuitas (Awal) xx Surplus/defisit LO xx Dampak perubahan Kebijakan Akt. xx Ekuitas Ahkir xx Laporan Perubahan Ekuitas
  • 37.
    Catatan Atas laporanKeuangan  CaLK merupakan laporan yang merinci atau menjelaskan lebih lanjut atas pos-pos laporan pelaksanaan anggaran maupun laporan finansial dan merupakan laporan yang tidak terpisahkan dari laporan pelaksanaan anggaran maupun laporan finansial.
  • 38.
    Pengakuan diwujudkan dalam pencatatanjumlah uang terhadap pos-pos laporan keuangan yang terpengaruh oleh kejadian atau peristiwa terkait. PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN
  • 39.
    Pengakuan Aset Aset diakuipada saat potensi manfaat ekonomi masa depan diperoleh oleh pemerintah dan mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.
  • 40.
    Pengakuan Aset Sejalan denganpenerapan basis akrual, aset dalam bentuk piutang atau beban dibayar dimuka diakui ketika hak klaim untuk mendapatkan arus kas masuk atau manfaat ekonomi lainnya dari entitas lain telah atau tetap masih terpenuhi, dan nilai klaim tersebut dapat diukur atau diestimasi.
  • 41.
    Pengakuan Kewajiban Kewajiban diakuijika besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban yang ada sekarang, dan perubahan atas kewajiban tersebut mempunyai nilai penyelesaian yang dapat diukur dengan andal.
  • 42.
    Pengakuan Kewajiban Sejalan denganpenerapan basis akrual, kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat kewajiban timbul.
  • 43.
    Pengakuan Pendapatan Pendapatan-LO diakuipada saat timbulnya hak atas pendapatan tersebut atau ada aliran masuk sumber daya ekonomi. Pendapatan-LRA diakui pada saat kas diterima di Rekening Kas Umum Negara/Daerah atau oleh entitas pelaporan.
  • 44.
    Pengakuan Beban danBelanja Beban diakui pada saat timbulnya kewajiban, terjadinya konsumsi aset, atau terjadinya penurunan manfaat ekonomis atau potensi jasa. Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas umum Daerah
  • 45.
    AKUNTANSI ANGGARAN  Akuntansianggaran merupakan teknik pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen yang digunakan untuk membantu pengelolaan pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan.  Anggaran pendapatan disebut estimasi pendapatan yang dijabarkan menjadi alokasi estimasi pendapatan.  Anggaran belanja disebut apropriasi yang dijabarkan menjadi otorisasi kredit anggaran (allotment).  Anggaran pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan
  • 46.
    AKUNTANSI PENDAPATAN PENDAPATAN LRAadalah: Semua penerimaan Rekening Kas Umum Negara/Daerah yang menambah ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran yang bersangkutan yang menjadi hak pemerintah, dan tidak perlu dibayar kembali oleh pemerintah.
  • 47.
    AKUNTANSI PENDAPATAN Pendapatan diklasifikasikanmenurut sumber dan jenis pendapatan 1. PAD : a. Pajak hotel/restoran dll b. Retribusi c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah 2. Dana Perimbangan/Pendapatan Transfer a. DBH Pajak/ Bukan Pajak (SDMineral) b. DAU c. DAK 3. Lain-lain Pendapatan Daerah yg Sah a. Hibah b. Dana Darurat C. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
  • 48.
    AKUNTANSI PENDAPATAN  Pendapatan-LRAdiakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Daerah  Akuntansi pendapatan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran)
  • 49.
    AKUNTANSI PENDAPATAN  Dalamhal BLU, pendapatan diakui dengan mengacu pada peraturan perundang- undangan yang berlaku.  Transfer masuk adalah penerimaan dana dari entitas pelaporan lain, misal DAU dan DBH
  • 50.
    Normal & Berulang Dicatat sebagai PengurangSAL (Ekuitas dana Lancar) Dicatat sebagai Pengurang Pendapatan LRA Atas Penerimaan Pendapatan LRA Periode Berjalan Atas Penerimaan Pendapatan LRA Periode sebelumnya Normal & Tidak Berulang
  • 51.
    AKUNTANSI BELANJA Belanja adalah: Semuapengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah.
  • 52.
    AKUNTANSI BELANJA Belanja diklasifikasikan menurut: 1. Ekonomi (jenis belanja) : a.Belanja Operasi : belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial, b.Belanja Modal: Belanja Aset Tetap dan Belanja Aset Tetap Lainnya c.Belanja tak terduga : penanggulangan bencana alam, bencana sosial, dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah. 2. Organisasi :belanja Sekretariat DPRD, Sekretariat Daerah, dinas pemda dan lembaga teknis daerah . 3. Fungsi : fungsi-fungsi utama pemda dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat (Pelayanan Umum, Pertahanan , Ekonomi, Kesehatan , Pariwisata dan Budaya, Pendidikan dll)
  • 53.
    AKUNTANSI BELANJA  Belanjadiakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas umum Daerah  Pengeluaran melalui bendahara pengeluaran, pengakuan belanjanya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran yang disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.  Belanja BLU diakui dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang mengatur BLU
  • 54.
    AKUNTANSI BELANJA  Pembayaranbelanja dapat dilakukan secara langsung (LS) atau melalui dana kas kecil (Uang Persediaan) yang diberikan kepada para bendahara pengeluaran.  Pada saat kas dibelanjakan oleh Bendahara Pengeluaran belum diakui sebagai belanja. Pada saat dipertanggungjawabkan (penerbitan SP2D GU/ GU NIHIL) baru diakui sebagai belanja.
  • 55.
    Dicatat sebagai Pendapatan LRA Lain-lain Dicatatsebagai Pengurang Belanja Atas Pengeluaran Belanja Periode Berjalan Atas Pengeluaran Belanja Periode sebelumnya Penerimaan Kembali Belanja
  • 56.
    SURPLUS/DEFISIT LRA Selisih lebih/kurangantara pendapatan dan belanja selama satu periode pelaporan dicatat dalam pos Surplus/Defisit
  • 57.
    AKUNTANSI PEMBIAYAAN Setiap penerimaanyang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus anggaran
  • 58.
    AKUNTANSI PENERIMAAN PEMBIAYAAN Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah  Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan berdasarkan azas bruto, yaitu dengan membukukan penerimaan bruto, dan tidak mencatat jumlah netonya (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran)
  • 59.
    AKUNTANSI PENGELUARAN PEMBIAYAAN Pengeluaranpembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari Rekening Kas Umum Negara/Daerah
  • 60.
    TRANSAKSI PENDAPATAN, BELANJA,DAN PEMBIAYAAN BERBENTUK BARANG DAN JASA  Transaksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam bentuk barang dan jasa harus dilaporkan dalam LRA dengan cara menaksir nilai barang dan jasa tersebut pada tanggal transaksi.  Di samping itu, transaksi semacam ini juga harus diungkapkan pada CaLK sehingga dapat memberikan semua informasi yang relevan mengenai bentuk dari pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang diterima.  Contoh transaksi berwujud barang dan jasa adalah hibah dalam wujud barang, barang rampasan, dan jasa konsultansi
  • 61.
    PENGGUNAAN AKUN RK-PPKD Hubungan keuangan antara SKPD dengan Kas Daerah dalam praktik saat ini oleh semua SKPD dicatat dalam akun “RK-PPKD”. Konkritnya bahwa:  Saldo akun RK-PPKD jika bersaldo kredit, yang menunjukkan aliran kas masuk ke SKPD (diterima dari Kas Daerah)  Saldo akun RK-PPKD jika bersaldo debit, yang menunjukkan aliran kas keluar dari SKPD (disetorkan ke Kas Daerah).
  • 62.
    PENGGUNAAN AKUN RK-PPKD Peraturan Menteri Keuangan Nomor 238/PMK.05/2011 tentang Pedoman Umum Sistem Akuntansi Pemerintahan  Kementerian Dalam Negeri, Surat Edaran Nomor 900/316/BAKD Tahun 2007 tentang Pedoman Sistem dan Prosedur Penatausahaan dan Akuntansi, Pelaporan dan Pertanggunjawaban Keuangan Daerah  Kementerian Dalam Negeri, SE.900/743/BAKD Tahun 2007 tentang Modul Akuntansi Pemerintah Daerah
  • 63.
    Sistem Akuntansi PemerintahDaerah (Permendagri no. 64/2013 pasal 6) SAPD terdiri atas:  Sistem Akuntansi PPKD  Sistem Akuntansi SKPD.
  • 64.
    JURNAL DALAM AKUNTANSI JURNALDALAM AKUNTANSI PEMERINTAH PEMERINTAH DAERAH DAERAH  Jurnal Pengesahan APBD  Jurnal Akrual (LO)  Jurnal Realisasi Anggaran  Jurnal Penyesuaian (karena ada akun akrual dan defferal)  Jurnal Penutup  Jurnal Eliminasi
  • 65.
    SALDO NORMAL SALDO NORMALAKUN AKUN Perkiraan Perkiraan Tambah Tambah Kurang Kurang Saldo Normal Saldo Normal Aset Aset D D K K D D K Kewajiban dan ewajiban dan Ekuitas Dana Ekuitas Dana K K D D K K
  • 66.
    SALDO NORMAL SALDO NORMALAKUN AKUN Perkiraan Perkiraan Tambah Tambah Kurang Kurang Saldo Normal Saldo Normal Pendapatan Pendapatan K K D D K K Belanja Belanja/ Beban / Beban D D K K D D
  • 67.
    JURNAL ANGGARAN PENDAPATANDAN BELANJA – APBD (Pada saat disetujui DPA) Db. Estimasi Pendapatan xxx Db Estimasi Penerimaan Pembiayaan xxx Kr. Apropriasi Belanja xxx Kr. Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan xxx Kr. Estimasi Perubahan SAL xxx  Dicatat oleh PPKD Tujuan jurnal tersebut untuk mengontrol anggaran apakah telah dicatat seluruhnya dalam catatan akuntansi
  • 68.
    Akuntansi Pendapatan diPPKD Jurnal Penerimaan Pendapatan LO Db. Kas di Kas Daerah xxx Kr. Pendapatan Pajak/Retribusi LO xxx Pada Akhir Tahun terdapat SKP yang belum dibayar Db. Piutang Pajak/Retribusi xxx Kr. Pendapatan Pajak/Retribusi LO xxx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Estimasi Perubahan SAL xxx Kr Pendapatan Pajak/Retribusi LRA xxx
  • 69.
    Akuntansi Pendapatan Transferdi PPKD Jurnal Penerimaan Pendapatan Transfer LO dengan adanya dokumen resmi Db. Kas di Kas Daerah xxx Kr. Pendapatan Transfer... LO xxx Pada saat terbitnya dokumen resmi utk dana transfer tetapi masih ada nilai yang kurang salur Db. Piutang Pendapatan transfer xxx Kr. Pendapatan Transfer... LO xxx Pada saat diterima dana dari kurang salur pendapatan transfer Db. Kas di Kas Daerah xxx Kr. Piutang Pendapatan Transfer xxx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Estimasi Perubahan SAL xxx Kr Pendapatan Transfer... LRA xxx
  • 70.
    Akuntansi Belanja danBeban di PPKD Jurnal berdasarkan dokumen perjanjian utang Db. Beban Bunga xxx Kr. Utang Bunga xxx Pada saat dibayarkan bunga Db. Utang Bunga xxx Kr. Kas di Kas Daerah xxx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Belanja Bunga xxx Kr Estimasi Perubahan SAL xxx
  • 71.
    Akuntansi Belanja danBeban di PPKD Jurnal berdasarkan Naskah perjanjian Hibah Daerah Db. Beban Hibah xxx Kr. Kas di Kas Daerah xxx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Belanja Hibah xxx Kr Estimasi Perubahan SAL xxx * Begitu juga untuk bantuan sosial dan beban transfer
  • 72.
    Akuntansi Aset Tetapdi PPKD Jurnal pembelian aset tetap Db. Aset tetap (kendaraan) xxx Kr. Kas di Kas Daerah xxx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Belanja Modal Kendaraan xxx Kr Estimasi Perubahan SAL xxx *
  • 73.
    Akuntansi Aset Tetapdi PPKD Jurnal pada saat pemda melakukan investasi Db. Investasi jk.... xxx Kr. Kas di Kas Daerah xxx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Pengeluaran pembiayaan xxx Kr Estimasi Perubahan SAL xxx *
  • 74.
    Akuntansi Kewajiban diPPKD Jurnal Penerimaan utang Db. Kas di Kas Daerah xxx Kr. Kewajiban jk.... xxx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Estimasi Perubahan SAL xxx Kr Penerimaan pembiayaan xxx *
  • 75.
    Akuntansi Pembiayaan diPPKD Jurnal penerimaan pembiayaan Db. Kas di Kas Daerah xxx Kr. Kewajiban jk Panjang xxx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Estimasi Perubahan SAL xxx Kr Penerimaan pembiayaan xxx *
  • 76.
    Akuntansi Pembiayaan diPPKD Jurnal pada saat pengeluaran pembiayaan, pembayaran utang bank Db. Kewajiban jk panjang xxx Kr. Kas di Kas Daerah xxx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Pengeluaran pembiayaan xxx Kr Estimasi Perubahan SAL xxx *
  • 77.
    JURNAL di SKPD (Padasaat disetujui DPA) Db. Estimasi Pendapatan xxx Db. Estimasi Perubahan SAL xxx Kr. Apropriasi Belanja xxx  Dicatat oleh PPK-SKPD Tujuan jurnal tersebut untuk mengontrol anggaran apakah telah dicatat seluruhnya dalam catatan akuntansi
  • 78.
    Jurnal di SKPD AkuntansiPendapatan Penetapan Pajak SKP atau SKR Db. Piutang Pajak/retribusi xx Kr. Pendapatan Pajak.Retribusi LO xx Kas di bendahara penerimaa xxx piutang pajak/retribusi xxx Penerimaan pembayaran Pajak Db Kas di Bendahara Penerimaan xx Kr Pendapatan Pajak/Retribusi LO xx Penyetoran Penerimaan Pajak Db RK-PPKD xx Kr Kas di Bendahara Penerimaan xx
  • 79.
    Jurnal di SKPD AkuntansiPendapatan Penerimaan pembayaran Pajak Db Kas di Bendahara Penerimaan xx Kr Pendapatan Pajak/Retribusi LO xx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Estimasi Perubahan SAL xxx Kr Pendapatan .....LRA xxx
  • 80.
    Jurnal di SKPD AkuntansiBeban dan Belanja Dengan Mekanisme UP Db. Beban Barang/jasa-ATK xx Kr. Kas di Bendahara Pengeluaran xx Jurnal Realisasi Anggaran Db Belanja Brg/jasa-ATK xx Kr Estimasi Perubahan SAL xx
  • 81.
    Jurnal di SKPD AkuntansiBeban dan Belanja Pengajuan GU Db. Kas di Bendahara Pengeluaran xx Kr. RK- PPKD xx
  • 82.
    Jurnal di SKPD AkuntansiBeban dan Belanja Dengan Mekanisme LS Db. Beban Barang/jasa-ATK xx Kr. Utang Belanja Brg/jasa..... Xx Pembayaran dgn SP2D Db. Utang Belanja Brg/jasa.... xx Kr. RK-PPKD Xx Jurnal Realisasi Anggaran Db Belanja Brg/jasa- ATK xx Kr Estimasi Perubahan SAL xx
  • 83.
    Jurnal di SKPD AkuntansiBeban dan Belanja Pembayaran sewa untuk 1 tahun Db. Sewa di bayar dimuka xx Kr. RK-PPKD xx Beban sewa xxxx RK-PPKD xxx
  • 84.
    Akuntansi Aset Tetapdi SKPD Jurnal pembelian aset tetap Db. Aset tetap (kendaraan) xxx Kr. Utang Belanja Modal xxx Pembayaran (SP2D) Db. Utang Belanja Modal xxx Kr. RK-PPKD xxx Jurnal Realisasi Anggaran Db. Belanja Modal Kendaraan xxx Kr Estimasi Perubahan SAL xxx *
  • 85.
    Akuntansi Aset Tetapdi SKPD Jurnal Penghapusan aset tetap (penjualan) Db. RK-PPKD xxx Db Akumulasi Penyusutan xxx Kr Aset tetap (kendaraan) xxx Kr. Surplus Penjualan Aset tetap.. xxx Jurnal Penghapusan aset tetap (pemusnahan) Db Akumulasi Penyusutan xxx Db. Defisit kegt. non opersnal lainnya...xxx Kr Aset tetap (kendaraan) xxx
  • 86.
    Akuntansi Kewajiban diSKPD Jurnal beban yang belum dibayarkan Db. Beban....... xxx Kr Utang Belanja........ Xxx Pembayaran Db. Utang Belanja xxx Kr Kas di Bendahara Pengeluaran Xxx Jurnal pembelian aset yang blm dibayar Db. Aset Tetap xxx Kr Utang Belanja Modal xxx Pembayaran Db. Utang Belanja xxx Kr RK-PPKD Xxx
  • 87.
    Jurnal Penyesuaian Penyusutan AsetTetap Db. Beban Penyusutan xxx Cr. Akumulasi Penyusutan xxx Piutang Tak Tertagih Db. Beban Piutang tak tertagih xxx Cr. Penyisihan Piutang tak tertagih xxx
  • 88.
    Jurnal Penyesuaiaan  Untukmenyesuaikan persediaan 31 Desember (untuk LO): Db. Persediaan.... xxx Kr. Beban Barang/jasa.... xxx (nilai yg dicatat sebesar persediaan yang masih ada)
  • 89.
    Jurnal Penyesuaiaan  Pendapatanditerima dimuka Db. Pendapatan ....... xxx Kr. Pendapatan diterima dimuka xxx
  • 90.
    Jurnal Penyesuaiaan  Bebandi Bayar dimuka Db. Beban Sewa xxx Kr. Sewa dimuka xxx
  • 91.
    Jurnal Penyesuaiaan Beban akrual Db.Beban gaji xx Kr. Utang Beban Gaji xx Db. Beban brg/Jasa...... xx Kr. Utang Beban brg/Jasa...... xx
  • 92.
    Jurnal Penyesuaiaan Pendapatan akrual Db.Piutang...... xx Kr. Pendapatan......... xx
  • 93.
    JURNAL PENUTUP PPKDdan SKPD Menutup Jurnal Penganggaran PPKD Db. Apropriasi Belanja xxx Db. Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan xxx Db. Estimasi Perubahan SAL xxx Cr. Estimasi Pendapatan Xxx Cr. Estimasi Penerimaan Pembiayaan xxx
  • 94.
    JURNAL PENUTUP PPKDdan SKPD Menutup Jurnal Penganggaran SKPD Db. Apropriasi Belanja xxx Db. Estimasi Perubahan SAL xxx Cr. Estimasi Pendapatan Xxx
  • 95.
    JURNAL PENUTUP PPKDdan SKPD Menutup PENDAPATAN LRA dan Pembiayaan Db. Pendapatan LRA xxx Db. Penerimaan Pembiayaan xxx Cr. Belanja Xxx Cr. Pengeluaran Pembiayaan xxx Cr. Surplus/defisit LO xxx Menutup Surplus/defisit LRA Db. Surplus/defisit LRA xxx Cr. Estimasi Perubahan SAL Xxx
  • 96.
    JURNAL PENUTUP PPKDdan SKPD Menutup PENDAPATAN LRA SKPD Db. Pendapatan LRA xxx Cr. Belanja Xxx Cr. Surplus/defisit LO xxx Menutup Surplus/defisit LRA Db. Surplus/defisit LRA xxx Cr. Estimasi Perubahan SAL Xxx
  • 97.
    JURNAL PENUTUP PPKDdan SKPD Menutup PENDAPATAN LO Db. Pendapatan Lo xxx Cr. Beban........ Xxx Cr. Surplus/defisit LO xxx
  • 98.
    JURNAL PENUTUP PPKDdan SKPD Menutup Surplus/defisit LO Db. Surplus LO xxx Kr. Ekuitas xxx Db. Ekuitas xxx Kr. Defisit LO xxx
  • 99.
    JURNAL Eliminasi Pada saatdilakukan konsolidasi laporan keuangan SKPD-SKPD oleh PPKD maka akan dibuat Jurnal Eliminasi. Db. RK-PPKD xxx Kr. RK-SKPD xxx
  • 100.
    Pendapatan 500 Beban (200) Surplus/Defisit Opr 300 Kegiatan non operasional60 Surplus/Defisit LO 360 Laporan Operasional Laporan Operasional Laporan Perubahan Ekuitas Ekuitas Awal 1.000 Surplus/Defisit LO 360 Ekuitas Akhir 1.360 Neraca Neraca Aset 2.000 Kewajiban 640 Ekuitas 1.360 100 LRA LRA Pendapatan 450 Belanja (0) Surplus/(defisit) 450 Pembiayaan 1.000 SILPA 1.450 Laporan Perubahan SAL Laporan Perubahan SAL SAL Awal 100 Penggunaan SAL (30) SILPA 1.450 SAL Akhir 1.520 KETERKAITAN LAPORAN KEUANGAN KETERKAITAN LAPORAN KEUANGAN
  • 101.
    101 TERIMA KASIH TERIMA KASIH ATASPERHATIANNYA ATAS PERHATIANNYA SEMOGA BERMAKNA & BERMANFAAT SEMOGA BERMAKNA & BERMANFAAT

Editor's Notes

  • #7 International Public Sector Accounting Standards Keuntungan Akrual : Menunjukkan bgmn membiayayi kegiatan dan memenuhi kebutuhan kasnya User LK dpt mengevaluasi kemampuan untuk membiayai aktivitas-aktivitasnya dan memenuhi kewajibannya Posisi Keuangan/kekayaan dan perubahan atas posisi keuangan Menunjukkan keberhasilan mengelola sumber daya yang dimiliki Evaluasi atas kinnerja melalui service cost, efisiensi dan pencapaian kinerja.
  • #25 International Public Sector Accounting Standards Keuntungan Akrual : Menunjukkan bgmn membiayayi kegiatan dan memenuhi kebutuhan kasnya User LK dpt mengevaluasi kemampuan untuk membiayai aktivitas-aktivitasnya dan memenuhi kewajibannya Posisi Keuangan/kekayaan dan perubahan atas posisi keuangan Menunjukkan keberhasilan mengelola sumber daya yang dimiliki Evaluasi atas kinnerja melalui service cost, efisiensi dan pencapaian kinerja.
  • #26 By Yulliya
  • #27 By Yulliya
  • #28 By Yulliya