P
PENYUSUNAN LAPORAN
ENYUSUNAN LAPORANKEUANGAN
KEUANGAN
BERBASIS AKRUAL
BERBASIS AKRUAL
PADA PEMERINTAH DAERAH
PADA PEMERINTAH DAERAH
(PP 71/2010 )
(PP 71/2010 )
Dr. Elvira Zeyn.,SE.,MSi.,Ak.,CA
Dr. Elvira Zeyn.,SE.,MSi.,Ak.,CA.,CGAA
.,CGAA
Bingky Aresia Landarica., SE., M.Ak., CMA.,
Bingky Aresia Landarica., SE., M.Ak., CMA.,
Cert.DA
Cert.DA
Fave Hotel
Fave Hotel Bandung,
Bandung, 06 November 2024
06 November 2024
2.
Latar Belakang
Undang-UndangNomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara dalam Pasal 32 mengamanatkan bahwa
bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan
APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP).
Penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun
2005 masih bersifat sementara (Pasal 36 ayat (1) UU
no. 17/2003) yang menyatakan bahwa selama
pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja
berbasis akrual belum dilaksanakan, digunakan
pengakuan dan pengukuran berbasis kas.
3.
Latar Belakang
Pengakuandan pengukuran
pendapatan dan belanja berbasis
akrual menurut Pasal 36 ayat (1)
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003
dilaksanakan paling lambat 5 (lima)
tahun. Oleh karena itu, Peraturan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005
perlu diganti pada tahun 2010 dan 2015
implementasi SAP akural secara
menyeluruh.
4.
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan yang dihasilkan dari
penerapan SAP Berbasis Akrual dimaksudkan
untuk memberi manfaat lebih baik bagi para
pemangku kepentingan, baik para pengguna
maupun pemeriksa laporan keuangan
Pemerintah, dibandingkan dengan biaya yang
dikeluarkan. Hal ini sejalan dengan salah satu
prinsip akuntansi yaitu bahwa biaya yang
dikeluarkan sebanding dengan manfaat yang
diperoleh.
5.
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Laporankeuangan disusun untuk
menyediakan informasi yang relevan
mengenai posisi keuangan dan
seluruh transaksi yang dilakukan oleh
suatu entitas pelaporan selama satu
periode pelaporan.
6.
TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan terutama digunakan
untuk mengetahui nilai sumber daya
ekonomi yang dimanfaatkan untuk
melaksanakan kegiatan operasional
pemerintahan, menilai kondisi keuangan,
mengevaluasi efektivitas dan efisiensi suatu
entitas pelaporan, dan membantu
menentukan ketaatannya terhadap
peraturan perundang-undangan.
Ruang Lingkup
Entitasakuntansi merupakan unit pada
pemerintahan yang mengelola anggaran, kekayaan,
dan kewajiban yang menyelenggarakan akuntansi
dan menyajikan laporan keuangan atas dasar
akuntansi yang diselenggarakannya.
Entitas pelaporan merupakan unit pemerintahan
yang terdiri dari satu atau lebih entitas akuntansi
yang menurut ketentuan peraturan perundang-
undangan wajib menyajikan laporan
pertanggungjawaban, berupa laporan keuangan
yaitu Pemerintah daerah.
9.
Dasar Hukum
UUNo.17/2003 tentang Keuangan Negara
UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah .
PP No. 19/2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah
PP No. 71/2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
(Berbasis Akrual).
Permendagri No.77/2020 tentang Pedoman Pengelolaan
Keuangan Daerah.
Permendagri no. 64 tahun 2013 tentang Penerapan
Standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual di
Pemda.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019
KLASIFIKASI, KODEFIKASI, DAN NOMENKLATUR. PERENCANAAN PEMBANGUNAN
DAN KEUANGAN DAERAH. :
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019
tentang SIPD
11.
DASAR HUKUM
UU No.
17/2003
UUNo.
1/2004
UU No.
23/2014
PP No. 19/2019
PP No. 71/2010
Permendagr
i No 64/2013
Penerapan
SAP
Berbasis
Akrual pada
Pemda
Permendagr
i No. 77/2020
14
14
14
14
14
14
14
14
SIKLUS PENGELOLAAN KEUANGANDAERAH
Perencanaan Pelaksanaan Penatausahaan Pertgjwban Pemeriksaan
RPJMD RKPD
KUA PPAS
Nota
Kesepakatan
Pedoman
Penyusunan
RKA-SKPD o/ KDH
RKA-SKPD
RAPBD
Evaluasi Raperda
APBD oleh
Gubernur/
Mendagri
Rancangan
DPA-SKPD
DPA-SKPD
Verifikasi
Laporan Realisasi
Semester Pertama
R P-APBD
Penatausahaan
Belanja
• Penerbitan SPM-UP, SPM-
GU, SPM-TU dan SPM-LS
oleh Kepala SKPD
• Penerbitan SP2D oleh
PPKD
Penatausahaan
Pendapatan
Kekayaan dan
Kewajiban daerah
• Kas Umum
• Piutang
• Investasi
• Barang
• Dana Cadangan
• Utang
Akuntansi
Keuangan Daerah
Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah
• LRA
• Neraca
• Lap. Arus Kas
• CaLK
Laporan Keuangan
diperiksa oleh BPK
Raperda PJ Pel APBD
Perda APBD
• Bendahara penerimaan
wajib menyetor
penerimaannya ke rekening
kas umum daerah selambat-
lambatnya 1 hari kerja
Penatausahaan
Pembiayaan
• Dilakukan oleh PPKD
Pelaksanaan APBD
Pendapatan
Belanja
Pembiayaan
Disusun dan disajikan
Sesuai SAP
Persetujuan
Bersama (KDH +
DPRD)
Evaluasi o/
Gubernur/MDN 15
hari
7 hari
penyesuaian o/
Pemda
Perda PJ Pel
APBD
Evaluasi
R P-APBD
Oleh
Gbrnr/MDN
Perda P-APBD
setelah 3 hari
PEDUM APBD
o/ MDN
Perbedaan Antara SAPBerbasis Akrual
dan Kas Menuju Akrual
SAP Berbasis Kas Menuju Akrual: SAP Berbasis Akrual:
Komponen LKPD terdiri dari 4
laporan (LRA, Neraca, LAK, dan
CaLK);
Komponen LKPD terdiri dari 7
laporan (LRA, Laporan Perubahan
SAL, LO, Neraca, LPE, LAK, dan
CaLK);
Pendapatan, belanja dan
pembiayaan diakui dan dicatat
pada saat kas diterima
/dikeluarkan;
Pendapatan, belanja dan
pembiayaan diakui dan dicatat
pada saat timbulnya hak dan
kewajiban tanpa memperhatikan
kas diterima/ dikeluarkan;
Penyajian aset dalam neraca belum
mencerminkan nilai bersih karena
belum memperhitungkan
penyusutan dan penyisihan
piutang;
Penyajian aset dalam neraca
mencerminkan nilai bersih dengan
memperhitungkan penyusutan dan
penyisihan piutang;
JENIS LAPORAN DALAMBASIS KAS MENUJU
AKRUAL DAN BASIS AKRUAL
NO BASIS KAS MENUJU AKRUAL BASIS AKRUAL
1. Laporan Realisasi Anggaran Laporan Realisasi Anggaran
2. Laporan Perubahan SAL
3. Neraca, dgn Ekuitas Dana yg dirinci
menjadi:
(1) Ekuitas Dana Lancar
(2) Ekuitas Dana Investasi
(3) Ekuitas Dana Cadangan
Neraca
(“Ekuitas” tidak dirinci)
4. - Laporan Operasional
5. - Laporan Perubahan Ekuitas
6. Laporan Arus Kas Laporan Arus Kas
7. Catatan atas Laporan Keuangan Catatan atas Laporan
Keuangan
19.
Bagan Akun Standar(BAS)
Lampiran III
Akun 1 (satu) menunjukkan Aset
Akun 2 (dua) menunjukkan Kewajiban
Akun 3 (tiga) menunjukkan Ekuitas
Akun 4 (empat) menunjukkan Pendapatan-LRA
Akun 5 (lima) menunjukkan Belanja
Akun 6 (enam) menunjukkan Transfer
Akun 7 (tujuh) menunjukkan Pembiayaan
Akun 8 (delapan) menunjukkan Pendapatan-LO
Akun 9 (sembilan) menunjukkan Beban
STRUKTUR SAP BERBASISAKRUAL
KerangkaKonseptual
AkuntansiPemerintahan PSAP
PSAP Nomor 01 tentang Penyajian Laporan
Keuangan
PSAP Nomor 02 tentang Laporan Realisasi
Anggaran
PSAP Nomor 03 tentang Laporan Arus Kas
PSAP Nomor 04 tentang Catatan atas
Laporan Keuangan
23.
STRUKTUR SAP BERBASISAKRUAL
PSAP Nomor 05 tentang Akuntansi
Persediaan
PSAP Nomor 06 tentangAkuntansi
Investasi
PSAP Nomor 07 tentang Akuntansi Aset
Tetap
PSAP Nomor 08 tentang Akuntansi
Konstruksi Dalam Pengerjaan
PSAP Nomor 09 tentang Akuntansi
Kewajiban
24.
STRUKTUR SAP BERBASISAKRUAL
PSAP Nomor 10 tentang Koreksi
Kesalahan, Perubahan Kebijakan
Akuntansi, dan Peristiwa Luar Biasa
PSAP Nomor 11 tentang Laporan
Keuangan Konsolidasian
PSAP Nomor 12 tentang Laporan
Operasional.
PROSES AKUNTANSI POKOK
Dokumen
Dokumen
(Pemendagri
(Pemendagri77/2020)
77/2020)
Catatan
Catatan ( PP 71/2010 dan
( PP 71/2010 dan
Permendagri 64/2013)
Permendagri 64/2013)
Laporan
Laporan (PP
(PP
71/2010 & Permendagri
71/2010 & Permendagri
64/2013)
64/2013)
Pencatatan &
Pencatatan &
Penggolongan
Penggolongan
Peringkasan
Peringkasan Pelaporan
Pelaporan
SP2D-LS &
SPJ
Buku
Jurnal
Buku
Besar
Buku
Pembantu
Kertas
Kerja
Laporan
Keuangan
Bukti Penerimaan
Kas
Bukti Pengeluaran
Kas
Bukti Memorial
Buku Jurnal
Penerimaan Kas
Buku Jurnal
Pengeluaran Kas
Buku Jurnal
Umum
Kumpulan
Rekening
(Ringkasan
dan Rincian)
Laporan Realisasi
Anggaran
Laporan Operasional
Laporan Arus Kas
Neraca Daerah
Catatan Atas
Laporan Keuangan
Kebijakan Akuntansi
29.
BASIS AKUNTANSI
Basis akrualuntuk Laporan Operasional
berarti bahwa:
Pendapatan diakui pada saat hak untuk
memperoleh pendapatan telah terpenuhi
walaupun kas belum diterima di Rekening Kas
Umum Daerah atau oleh entitas pelaporan;
Beban diakui pada saat kewajiban yang
mengakibatkan penurunan nilai kekayaan bersih
telah terpenuhi walaupun kas belum dikeluarkan
dari Rekening Kas Umum Daerah atau entitas
pelaporan.
Pendapatan seperti bantuan pihak luar/asing
dalam bentuk jasa disajikan pula pada Laporan
Operasional.
Laporan Realisasi Anggaran
Unsuryang dicakup secara
langsung oleh LRA terdiri dari:
1.Pendapatan-LRA,
2.Belanja,
3.Transfer, dan
4.Pembiayaan
32.
Laporan Perubahan Saldo
AnggaranLebih menyajikan
informasi kenaikan atau penurunan
Saldo Anggaran Lebih tahun
pelaporan dibandingkan dengan
tahun sebelumnya.
Laporan Perubahan
Saldo Anggaran Lebih (SAL)
33.
Neraca
Aset
a.Aset Lancar
b.Aset NonLancar
- Investasi Jk Panjang
- Aset Tetap
c. Aset Lainnya : TGR, Aset tak berwujud,
Kewajiban
1. Kewajiban Jk Pendek
2. Kewajiban Jk Panjang
Ekuitas
RK-PPKD
34.
Laporan Operasional menyajikanikhtisar sumber
daya ekonomi yang menambah ekuitas dan
penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah
pusat/daerah untuk kegiatan penyelenggaraan
pemerintahan dalam satu periode pelaporan.
Laporan Operasional
Unsur yang dicakup secara langsung dalam
Laporan Operasional terdiri dari :
1.Pendapatan-LO,
2.Beban,
3.Transfer, dan
4.Pos-pos luar biasa
35.
Menyajikan informasi kas
sehubungandengan aktivitas
operasional, investasi aset non
keuangan, pembiayaan, dan transaksi
non-anggaran yang menggambarkan
saldo awal, penerimaan, pengeluaran,
dan saldo akhir kas pemerintah
pusat/daerah selama periode tertentu.
Laporan Arus Kas
36.
Menyajikan informasi kenaikanatau
penurunan ekuitas tahun pelaporan
dibandingkan dengan tahun
sebelumnya.
Ekuitas (Awal) xx
Surplus/defisit LO xx
Dampak perubahan Kebijakan Akt. xx
Ekuitas Ahkir xx
Laporan Perubahan Ekuitas
37.
Catatan Atas laporanKeuangan
CaLK merupakan laporan yang merinci atau
menjelaskan lebih lanjut atas pos-pos laporan
pelaksanaan anggaran maupun laporan
finansial dan merupakan laporan yang tidak
terpisahkan dari laporan pelaksanaan
anggaran maupun laporan finansial.
38.
Pengakuan diwujudkan dalam
pencatatanjumlah uang
terhadap pos-pos laporan
keuangan yang terpengaruh oleh
kejadian atau peristiwa terkait.
PENGAKUAN UNSUR LAPORAN
KEUANGAN
39.
Pengakuan Aset
Aset diakuipada saat potensi
manfaat ekonomi masa depan
diperoleh oleh pemerintah dan
mempunyai nilai atau biaya yang
dapat diukur dengan andal.
40.
Pengakuan Aset
Sejalan denganpenerapan basis
akrual, aset dalam bentuk piutang
atau beban dibayar dimuka diakui
ketika hak klaim untuk mendapatkan
arus kas masuk atau manfaat
ekonomi lainnya dari entitas lain telah
atau tetap masih terpenuhi, dan nilai
klaim tersebut dapat diukur atau
diestimasi.
41.
Pengakuan Kewajiban
Kewajiban diakuijika besar kemungkinan
bahwa pengeluaran sumber daya
ekonomi akan dilakukan untuk
menyelesaikan kewajiban yang ada
sekarang, dan perubahan atas kewajiban
tersebut mempunyai nilai penyelesaian
yang dapat diukur dengan andal.
42.
Pengakuan Kewajiban
Sejalan denganpenerapan basis
akrual, kewajiban diakui pada saat
dana pinjaman diterima atau pada
saat kewajiban timbul.
43.
Pengakuan Pendapatan
Pendapatan-LO diakuipada saat
timbulnya hak atas pendapatan tersebut
atau ada aliran masuk sumber daya
ekonomi.
Pendapatan-LRA diakui pada saat kas
diterima di Rekening Kas Umum
Negara/Daerah atau oleh entitas
pelaporan.
44.
Pengakuan Beban danBelanja
Beban diakui pada saat timbulnya
kewajiban, terjadinya konsumsi aset,
atau terjadinya penurunan manfaat
ekonomis atau potensi jasa.
Belanja diakui pada saat terjadinya
pengeluaran dari Rekening Kas
umum Daerah
45.
AKUNTANSI ANGGARAN
Akuntansianggaran merupakan teknik
pertanggungjawaban dan pengendalian manajemen
yang digunakan untuk membantu pengelolaan
pendapatan, belanja, transfer, dan pembiayaan.
Anggaran pendapatan disebut estimasi pendapatan
yang dijabarkan menjadi alokasi estimasi pendapatan.
Anggaran belanja disebut apropriasi yang dijabarkan
menjadi otorisasi kredit anggaran (allotment).
Anggaran pembiayaan terdiri dari penerimaan
pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan
46.
AKUNTANSI PENDAPATAN
PENDAPATAN LRAadalah:
Semua penerimaan Rekening Kas
Umum Negara/Daerah yang
menambah ekuitas dana lancar
dalam periode tahun anggaran
yang bersangkutan yang menjadi
hak pemerintah, dan tidak perlu
dibayar kembali oleh pemerintah.
47.
AKUNTANSI PENDAPATAN
Pendapatan diklasifikasikanmenurut sumber
dan jenis pendapatan
1. PAD :
a. Pajak hotel/restoran dll
b. Retribusi
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
2. Dana Perimbangan/Pendapatan Transfer
a. DBH Pajak/ Bukan Pajak (SDMineral)
b. DAU
c. DAK
3. Lain-lain Pendapatan Daerah yg Sah
a. Hibah
b. Dana Darurat
C. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah
Daerah Lainnya
48.
AKUNTANSI PENDAPATAN
Pendapatan-LRAdiakui pada saat
diterima pada Rekening Kas
Umum Daerah
Akuntansi pendapatan
dilaksanakan berdasarkan azas
bruto, yaitu dengan membukukan
penerimaan bruto, dan tidak
mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan
pengeluaran)
49.
AKUNTANSI PENDAPATAN
Dalamhal BLU, pendapatan
diakui dengan mengacu pada
peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Transfer masuk adalah
penerimaan dana dari entitas
pelaporan lain, misal DAU
dan DBH
50.
Normal &
Berulang
Dicatat sebagai
PengurangSAL
(Ekuitas dana
Lancar)
Dicatat sebagai
Pengurang
Pendapatan LRA
Atas Penerimaan
Pendapatan LRA
Periode
Berjalan
Atas Penerimaan
Pendapatan LRA
Periode
sebelumnya
Normal &
Tidak Berulang
51.
AKUNTANSI BELANJA
Belanja adalah:
Semuapengeluaran dari Rekening
Kas Umum Daerah yang mengurangi
ekuitas dana lancar dalam periode
tahun anggaran bersangkutan yang
tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh
pemerintah.
52.
AKUNTANSI BELANJA
Belanja diklasifikasikan
menurut:
1. Ekonomi (jenis belanja) :
a.Belanja Operasi : belanja pegawai, belanja barang,
belanja modal, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial,
b.Belanja Modal: Belanja Aset Tetap dan Belanja Aset
Tetap Lainnya
c.Belanja tak terduga : penanggulangan bencana alam,
bencana sosial, dan pengeluaran tidak terduga lainnya
yang sangat diperlukan dalam rangka
penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah.
2. Organisasi :belanja Sekretariat DPRD, Sekretariat
Daerah, dinas pemda dan lembaga teknis daerah .
3. Fungsi : fungsi-fungsi utama pemda dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat
(Pelayanan Umum, Pertahanan , Ekonomi, Kesehatan ,
Pariwisata dan Budaya, Pendidikan dll)
53.
AKUNTANSI BELANJA
Belanjadiakui pada saat terjadinya
pengeluaran dari Rekening Kas umum Daerah
Pengeluaran melalui bendahara pengeluaran,
pengakuan belanjanya terjadi pada saat
pertanggungjawaban atas pengeluaran yang
disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi
perbendaharaan.
Belanja BLU diakui dengan mengacu pada
peraturan perundang-undangan yang
mengatur BLU
54.
AKUNTANSI BELANJA
Pembayaranbelanja dapat dilakukan secara
langsung (LS) atau melalui dana kas kecil (Uang
Persediaan) yang diberikan kepada para
bendahara pengeluaran.
Pada saat kas dibelanjakan oleh Bendahara
Pengeluaran belum diakui sebagai belanja.
Pada saat dipertanggungjawabkan (penerbitan
SP2D GU/ GU NIHIL) baru diakui sebagai
belanja.
AKUNTANSI PEMBIAYAAN
Setiap penerimaanyang perlu dibayar kembali
dan/atau pengeluaran yang akan diterima
kembali, baik pada tahun anggaran
bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran
berikutnya, yang dalam penganggaran
pemerintah terutama dimaksudkan untuk
menutup defisit atau memanfaatkan surplus
anggaran
58.
AKUNTANSI PENERIMAAN PEMBIAYAAN
Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima
pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah
Akuntansi penerimaan pembiayaan dilaksanakan
berdasarkan azas bruto, yaitu dengan
membukukan penerimaan bruto, dan tidak
mencatat jumlah netonya (setelah
dikompensasikan dengan pengeluaran)
TRANSAKSI PENDAPATAN, BELANJA,DAN
PEMBIAYAAN BERBENTUK BARANG DAN JASA
Transaksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan
dalam bentuk barang dan jasa harus dilaporkan
dalam LRA dengan cara menaksir nilai barang dan
jasa tersebut pada tanggal transaksi.
Di samping itu, transaksi semacam ini juga harus
diungkapkan pada CaLK sehingga dapat memberikan
semua informasi yang relevan mengenai bentuk dari
pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang diterima.
Contoh transaksi berwujud barang dan jasa adalah
hibah dalam wujud barang, barang rampasan, dan
jasa konsultansi
61.
PENGGUNAAN AKUN RK-PPKD
Hubungan keuangan antara SKPD dengan Kas
Daerah dalam praktik saat ini oleh semua SKPD
dicatat dalam akun “RK-PPKD”. Konkritnya
bahwa:
Saldo akun RK-PPKD jika bersaldo kredit, yang
menunjukkan aliran kas masuk ke SKPD
(diterima dari Kas Daerah)
Saldo akun RK-PPKD jika bersaldo debit, yang
menunjukkan aliran kas keluar dari SKPD
(disetorkan ke Kas Daerah).
62.
PENGGUNAAN AKUN RK-PPKD
Peraturan Menteri Keuangan Nomor
238/PMK.05/2011 tentang Pedoman Umum Sistem
Akuntansi Pemerintahan
Kementerian Dalam Negeri, Surat Edaran Nomor
900/316/BAKD Tahun 2007 tentang Pedoman Sistem
dan Prosedur Penatausahaan dan Akuntansi,
Pelaporan dan Pertanggunjawaban Keuangan
Daerah
Kementerian Dalam Negeri, SE.900/743/BAKD Tahun
2007 tentang Modul Akuntansi Pemerintah Daerah
63.
Sistem Akuntansi PemerintahDaerah
(Permendagri no. 64/2013 pasal 6)
SAPD terdiri atas:
Sistem Akuntansi PPKD
Sistem Akuntansi SKPD.
64.
JURNAL DALAM AKUNTANSI
JURNALDALAM AKUNTANSI
PEMERINTAH
PEMERINTAH DAERAH
DAERAH
Jurnal Pengesahan APBD
Jurnal Akrual (LO)
Jurnal Realisasi Anggaran
Jurnal Penyesuaian (karena ada akun
akrual dan defferal)
Jurnal Penutup
Jurnal Eliminasi
65.
SALDO NORMAL
SALDO NORMALAKUN
AKUN
Perkiraan
Perkiraan Tambah
Tambah Kurang
Kurang Saldo Normal
Saldo Normal
Aset
Aset D
D K
K D
D
K
Kewajiban dan
ewajiban dan
Ekuitas Dana
Ekuitas Dana
K
K D
D K
K
66.
SALDO NORMAL
SALDO NORMALAKUN
AKUN
Perkiraan
Perkiraan Tambah
Tambah Kurang
Kurang Saldo Normal
Saldo Normal
Pendapatan
Pendapatan K
K D
D K
K
Belanja
Belanja/ Beban
/ Beban D
D K
K D
D
67.
JURNAL ANGGARAN PENDAPATANDAN BELANJA – APBD
(Pada saat disetujui DPA)
Db. Estimasi Pendapatan xxx
Db Estimasi Penerimaan Pembiayaan xxx
Kr. Apropriasi Belanja xxx
Kr. Apropriasi Pengeluaran Pembiayaan xxx
Kr. Estimasi Perubahan SAL
xxx
Dicatat oleh PPKD
Tujuan jurnal tersebut untuk mengontrol
anggaran apakah telah dicatat
seluruhnya dalam catatan akuntansi
68.
Akuntansi Pendapatan diPPKD
Jurnal Penerimaan Pendapatan LO
Db. Kas di Kas Daerah xxx
Kr. Pendapatan Pajak/Retribusi LO xxx
Pada Akhir Tahun terdapat SKP yang belum dibayar
Db. Piutang Pajak/Retribusi xxx
Kr. Pendapatan Pajak/Retribusi LO xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr Pendapatan Pajak/Retribusi LRA xxx
69.
Akuntansi Pendapatan Transferdi PPKD
Jurnal Penerimaan Pendapatan Transfer LO dengan adanya
dokumen resmi
Db. Kas di Kas Daerah xxx
Kr. Pendapatan Transfer... LO xxx
Pada saat terbitnya dokumen resmi utk dana transfer tetapi masih
ada nilai yang kurang salur
Db. Piutang Pendapatan transfer xxx
Kr. Pendapatan Transfer... LO xxx
Pada saat diterima dana dari kurang salur pendapatan transfer
Db. Kas di Kas Daerah xxx
Kr. Piutang Pendapatan Transfer xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr Pendapatan Transfer... LRA xxx
70.
Akuntansi Belanja danBeban di PPKD
Jurnal berdasarkan dokumen perjanjian
utang
Db. Beban Bunga xxx
Kr. Utang Bunga xxx
Pada saat dibayarkan bunga
Db. Utang Bunga xxx
Kr. Kas di Kas Daerah xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Belanja Bunga xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL xxx
71.
Akuntansi Belanja danBeban di PPKD
Jurnal berdasarkan Naskah perjanjian Hibah
Daerah
Db. Beban Hibah xxx
Kr. Kas di Kas Daerah xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Belanja Hibah xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL xxx
* Begitu juga untuk bantuan sosial dan beban
transfer
72.
Akuntansi Aset Tetapdi PPKD
Jurnal pembelian aset tetap
Db. Aset tetap (kendaraan) xxx
Kr. Kas di Kas Daerah xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Belanja Modal Kendaraan xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL
xxx
*
73.
Akuntansi Aset Tetapdi PPKD
Jurnal pada saat pemda melakukan investasi
Db. Investasi jk.... xxx
Kr. Kas di Kas Daerah
xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Pengeluaran pembiayaan xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL
xxx
*
74.
Akuntansi Kewajiban diPPKD
Jurnal Penerimaan utang
Db. Kas di Kas Daerah xxx
Kr. Kewajiban jk.... xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr Penerimaan pembiayaan
xxx
*
75.
Akuntansi Pembiayaan diPPKD
Jurnal penerimaan pembiayaan
Db. Kas di Kas Daerah xxx
Kr. Kewajiban jk Panjang
xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr Penerimaan pembiayaan
xxx
*
76.
Akuntansi Pembiayaan diPPKD
Jurnal pada saat pengeluaran pembiayaan,
pembayaran utang bank
Db. Kewajiban jk panjang xxx
Kr. Kas di Kas Daerah xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Pengeluaran pembiayaan xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL xxx
*
77.
JURNAL di SKPD
(Padasaat disetujui DPA)
Db. Estimasi Pendapatan xxx
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr. Apropriasi Belanja xxx
Dicatat oleh PPK-SKPD
Tujuan jurnal tersebut untuk
mengontrol anggaran apakah telah
dicatat seluruhnya dalam catatan
akuntansi
78.
Jurnal di SKPD
AkuntansiPendapatan
Penetapan Pajak SKP atau SKR
Db. Piutang Pajak/retribusi xx
Kr. Pendapatan Pajak.Retribusi LO xx
Kas di bendahara penerimaa xxx
piutang pajak/retribusi xxx
Penerimaan pembayaran Pajak
Db Kas di Bendahara Penerimaan xx
Kr Pendapatan Pajak/Retribusi LO xx
Penyetoran Penerimaan Pajak
Db RK-PPKD xx
Kr Kas di Bendahara Penerimaan xx
79.
Jurnal di SKPD
AkuntansiPendapatan
Penerimaan pembayaran Pajak
Db Kas di Bendahara Penerimaan xx
Kr Pendapatan Pajak/Retribusi LO xx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Estimasi Perubahan SAL xxx
Kr Pendapatan .....LRA
xxx
80.
Jurnal di SKPD
AkuntansiBeban dan Belanja
Dengan Mekanisme UP
Db. Beban Barang/jasa-ATK xx
Kr. Kas di Bendahara Pengeluaran xx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db Belanja Brg/jasa-ATK xx
Kr Estimasi Perubahan SAL xx
81.
Jurnal di SKPD
AkuntansiBeban dan
Belanja
Pengajuan GU
Db. Kas di Bendahara Pengeluaran xx
Kr. RK- PPKD xx
82.
Jurnal di SKPD
AkuntansiBeban dan Belanja
Dengan Mekanisme LS
Db. Beban Barang/jasa-ATK xx
Kr. Utang Belanja Brg/jasa..... Xx
Pembayaran dgn SP2D
Db. Utang Belanja Brg/jasa.... xx
Kr. RK-PPKD Xx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db Belanja Brg/jasa- ATK xx
Kr Estimasi Perubahan SAL xx
83.
Jurnal di SKPD
AkuntansiBeban dan
Belanja
Pembayaran sewa untuk 1 tahun
Db. Sewa di bayar dimuka xx
Kr. RK-PPKD xx
Beban sewa xxxx
RK-PPKD xxx
84.
Akuntansi Aset Tetapdi SKPD
Jurnal pembelian aset tetap
Db. Aset tetap (kendaraan) xxx
Kr. Utang Belanja Modal xxx
Pembayaran (SP2D)
Db. Utang Belanja Modal xxx
Kr. RK-PPKD xxx
Jurnal Realisasi Anggaran
Db. Belanja Modal Kendaraan xxx
Kr Estimasi Perubahan SAL xxx
*
85.
Akuntansi Aset Tetapdi SKPD
Jurnal Penghapusan aset tetap (penjualan)
Db. RK-PPKD xxx
Db Akumulasi Penyusutan xxx
Kr Aset tetap (kendaraan) xxx
Kr. Surplus Penjualan Aset tetap.. xxx
Jurnal Penghapusan aset tetap (pemusnahan)
Db Akumulasi Penyusutan xxx
Db. Defisit kegt. non opersnal lainnya...xxx
Kr Aset tetap (kendaraan) xxx
86.
Akuntansi Kewajiban diSKPD
Jurnal beban yang belum dibayarkan
Db. Beban....... xxx
Kr Utang Belanja........ Xxx
Pembayaran
Db. Utang Belanja xxx
Kr Kas di Bendahara Pengeluaran Xxx
Jurnal pembelian aset yang blm dibayar
Db. Aset Tetap xxx
Kr Utang Belanja Modal xxx
Pembayaran
Db. Utang Belanja xxx
Kr RK-PPKD Xxx
87.
Jurnal Penyesuaian
Penyusutan AsetTetap
Db. Beban Penyusutan xxx
Cr. Akumulasi Penyusutan xxx
Piutang Tak Tertagih
Db. Beban Piutang tak tertagih xxx
Cr. Penyisihan Piutang tak tertagih xxx
88.
Jurnal Penyesuaiaan
Untukmenyesuaikan persediaan 31 Desember
(untuk LO):
Db. Persediaan.... xxx
Kr. Beban Barang/jasa.... xxx
(nilai yg dicatat sebesar persediaan yang masih
ada)
JURNAL PENUTUP PPKDdan SKPD
Menutup PENDAPATAN LO
Db. Pendapatan Lo xxx
Cr. Beban........ Xxx
Cr. Surplus/defisit LO xxx
98.
JURNAL PENUTUP PPKDdan SKPD
Menutup Surplus/defisit LO
Db. Surplus LO xxx
Kr. Ekuitas xxx
Db. Ekuitas xxx
Kr. Defisit LO xxx
99.
JURNAL Eliminasi
Pada saatdilakukan konsolidasi laporan
keuangan SKPD-SKPD oleh PPKD maka akan
dibuat Jurnal Eliminasi.
Db. RK-PPKD xxx
Kr. RK-SKPD xxx
100.
Pendapatan
500
Beban
(200)
Surplus/Defisit Opr
300
Kegiatan non
operasional60
Surplus/Defisit LO 360
Laporan Operasional
Laporan Operasional
Laporan Perubahan Ekuitas
Ekuitas Awal 1.000
Surplus/Defisit LO
360
Ekuitas Akhir
1.360
Neraca
Neraca
Aset 2.000
Kewajiban 640
Ekuitas 1.360
100
LRA
LRA
Pendapatan 450
Belanja (0)
Surplus/(defisit) 450
Pembiayaan 1.000
SILPA 1.450
Laporan Perubahan SAL
Laporan Perubahan SAL
SAL Awal 100
Penggunaan SAL (30)
SILPA 1.450
SAL Akhir 1.520
KETERKAITAN LAPORAN KEUANGAN
KETERKAITAN LAPORAN KEUANGAN
#7 International Public Sector Accounting Standards
Keuntungan Akrual :
Menunjukkan bgmn membiayayi kegiatan dan memenuhi kebutuhan kasnya
User LK dpt mengevaluasi kemampuan untuk membiayai aktivitas-aktivitasnya dan memenuhi kewajibannya
Posisi Keuangan/kekayaan dan perubahan atas posisi keuangan
Menunjukkan keberhasilan mengelola sumber daya yang dimiliki
Evaluasi atas kinnerja melalui service cost, efisiensi dan pencapaian kinerja.
#25 International Public Sector Accounting Standards
Keuntungan Akrual :
Menunjukkan bgmn membiayayi kegiatan dan memenuhi kebutuhan kasnya
User LK dpt mengevaluasi kemampuan untuk membiayai aktivitas-aktivitasnya dan memenuhi kewajibannya
Posisi Keuangan/kekayaan dan perubahan atas posisi keuangan
Menunjukkan keberhasilan mengelola sumber daya yang dimiliki
Evaluasi atas kinnerja melalui service cost, efisiensi dan pencapaian kinerja.