PENILAIAN
dalam KURIKULUM 2013

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Daftar Isi
1

Kebijakan Umum Penilaian

2

Penilaian Proses dan Kompetensi secara Utuh

3

Penilaian Kompetensi Sikap

4

Penilaian Kompetensi Pengetahuan

5

Penilaian Kompetensi Keterampilan

6

Model Rapor

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1
Kebijakan Umum Penilaian

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Landasan Penilaian








UU No 20 Tahun 2003
PP No 32 Tahun 2013
Permendikbud No 54 Tahun 2013
Permendikbud No 64 Tahun 2013
Permendikbud No 65 Tahun 2013
Permendikbud No 66 Tahun 2013
Permendikbud No 81 A Tahun 2013 ,
Lampiran IV

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Pengertian
 Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan
informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar
Peserta Didik
 Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk
memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data
tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang
dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian,
sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan
 Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran
berlangsung (penilaian proses) dan setelah
pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian
hasil/produk)
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Prinsip dan Pendekatan Penilaian
1. Sahih
2. Objektif
Prinsip
3. Adil
4. Terpadu
5. Ekonomis
6. Transparan
7. Menyeluruh dan
kesinambungan
8. Sistematis
9. Akuntabel
10.Edukatif
Penilaian Proses dan Hasil Belajar

1. Pendekatan penilaian:
Penilaian Acuan Kriteria
Pendekatan
(PAK)
2. Didasarkan pada perolehan
Kriteria Ketuntasan
Minimal (KKM).
3. KKM Pengetahuan dan
Keterampilan: > 2.66
4. KKM Sikap: Baik
Karakteristik Penilaian

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Belajar Tuntas
 Belajar Tuntas (mastery learning): peserta didik
tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan
berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan
pekerjaan dengan prosedur yang benar, dan
hasil yang baik.
 “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan
tingkat kemampuannya untuk beberapa mata
pelajaran dan diajarkan sesuai dengan
karakteristik mereka, maka sebagian besar dari
mereka akan mencapai ketuntasan”.
(John B. Carrol, A Model of School Learning

)
Belajar Tuntas

(lanjutan)

 Guru harus mempertimbangkan antara waktu
yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta
didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol
guru (John B. Carrol)
 “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu
lebih lama untuk materi yang sama, mereka dapat
berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis
secara benar dan mereka diajar dengan metode
dan materi yang berurutan, mulai dari tingkat
kompetensi awal mereka”
(JH. Block, B. Bloom)
Otentik
 Memandang penilaian dan
pembelajaran secara terpadu
 Mencerminkan masalah dunia nyata
bukan dunia sekolah
 Menggunakan berbagai cara dan kriteria
 Holistik (kompetensi utuh merefleksikan
pengetahuan, keterampilan, dan sikap)
Berkesinambungan
Memantau proses, kemajuan, dan
perbaikan hasil terus menerus dalam
bentuk Ulangan Harian, Ulangan Tengah
Semester, Ulangan Akhir Semester, dan
Ulangan Kenaikan Kelas, ujian kenaikan
Tingkat, Ujian Akhir Sekolah, Ujian
Nasional
Berdasar Acuan kriteria/patokan
Prestasi kemampuan peserta didik
TIDAK DIBANDINGKAN
dengan peserta kelompok, tetapi dengan
kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan
patokan yang ditetapkan
Pendekatan penilaian

PENILAIAN
ACUAN NORMA

(PAN)

Berdasar nilai
kelompok

PENILAIAN
ACUAN
PATOKAN

(PAP)

Berdasarkan kriteria yang
terukur/terskala
Menggunakan Berbagai cara
dan alat penilaian


Mengembangkan dan menyediakan
sistem pencatatan yang bervariasi



Menggunakan penilaian yang
bervariasi: Tertulis, Lisan, Produk,
Portofolio, Unjuk Kerja, Proyek,
Pengamatan, dan Penilaian Diri
Sistem Penilaian Kurikulum 2013
N
o

Jenis Penilaian

Pelaksana

Waktu

1

Penilaian otentik

Guru

Berkelanjutan

2

Penilaian diri

Siswa

Sebelum ulangan harian.

3

Penilaian projek

Guru

Setiap akhir bab atau tema pel

4

Ulangan harian
(dapat berbentuk penugasan)

Guru

Terintegrasi dengan proses
pembelajaran

5

Ulangan Tengah Semester dan
Ulangan Akhir Semester

6

Ujian Tingkat Kompetensi

7

Ujian Mutu Tingkat Kompetensi

8

Ujian Sekolah

9

UN sbg Ujian Tingkat
Kompetensi pd akhir jenjang

Guru (di bawah
Setiap Semester
koord. satuan pend)
Sekolah (kisi-kisi
dari Pemerintah)
Pemerintah

Setiap tingkat kompetensi
(tidak bersamaan dengan UN)
Setiap akhir tingkat
kompetensi (bukan akhir
jenjang sekolah)

Sekolah

Akhir jenjang sekolah

Pemerintah

Akhir jenjang sekolah
Sistem Penilaian Kurikulum 2013
1. Penilaian Otentik
Waktu: terus menerus (Berkelanjutan)
2. Penilaian Projek
Waktu: Akhir Bab/Tema
3. Ulangan Harian
Waktu: Setiap proses pembelajaran
4. UTS/UAS
Waktu: Setiap Semester

1. Ujian Tingkat Kompetensi (bukan
UN)
Waktu: Tiap tingkat kompetensi
2. Ujian Sekolah
Waktu: Akhir jenjang sekolah

Guru
Pemerintah
1. Ujian Tingkat Kompetensi (UN)
Waktu: Akhir jenjang sekolah
2. Ujian mutu Tingkat Kompetensi
Waktu: Setiap akhir tingkat
kompetensi
Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Siswa
Penilaian Diri
Waktu: Sebelum ulangan harian
Ujian Tingkat Kompetensi
Kelas
Kelas XII
Kelas XI
Kelas X
Kelas IX
Kelas VIII
Kelas VII
Kelas VI
Kelas V
Kelas IV
Kelas III
Kelas II
Kelas I

Tingkat Kompetensi VI
Tingkat Kompetensi V

Uji Tingkat Kompetensi VI
Uji Tingkat Kompetensi V

Tingkat Kompetensi IVa Uji Tingkat Kompetensi IVa
Tingkat Kompetensi IV

Uji Tingkat Kompetensi IV

Tingkat Kompetensi III

Uji Tingkat Kompetensi III

Tingkat Kompetensi II

Uji Tingkat Kompetensi II

Tingkat Kompetensi I

Uji Tingkat Kompetensi I
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Ruang Lingkup Penilaian
 Tes Tulis

 Observasi

 Tes Lisan
 Penugasan

 Penilaian diri
 Penilaian antar
peserta didik
 Jurnal

•Tes Praktek
• Projek
• Portofolio
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
2

Penilaian Proses
&
Penilaian Kompetensi

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Penilaian Proses dan Penilaian
Hasil

Kompetensi

Proses

Hasil

Observasi (langsung atau
tidak langsung)
Penilaian Diri

v

v

Penilaian teman sejawat

v

Jurnal

Sikap

Teknik

v

v

Tes Tulis

v

Pengetahuan Tes Lisan

v

Penugasan

v

v

Tes Praktik

v

v

v

v

v

v

Ketrampilan Projek
Portofolio
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
3

Penilaian Kompetensi Sikap

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Pengertian
 Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan
kecenderungan seseorang dalam merespon
sesuatu/objek.
 Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau
pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang.
 Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau
tindakan yang diinginkan.
 Kompetensi sikap yang dimaksud dalam panduan ini
adalah ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan
hidup yang dimiliki oleh seseorang dan diwujudkan
dalam perilaku.
23
Penilaian sikap
 Penilaian kompetensi sikap dalam pembelajaran
merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang
untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil
dari suatu program pembelajaran.
 Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu
standar atau sistem pengambilan keputusan
terhadap sikap.
 Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bagian
dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan)
pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik
secara individual.
24
Cakupan Penilaian Sikap (SMP)
Penilaian sikap
spiritual

Menghargai dan menghayati
ajaran agama yang dianut

Penilaian sikap
sosial

1. jujur
2. disiplin
3. tanggung jawab
4. toleransi
5. gotong royong
6. santun
7. percaya diri
25
Teknik dan Instrumen Penilaian
Kompetensi

Sikap

Teknik

Bentuk Instrumen

Observasi
(langsung atau
tidak langsung)
Penilaian Diri

Pedoman observasi
Daftar cek dan skala
penilaian disertai rubrik
Lembar Penilaian Diri

Penilaian Teman
sejawat (peer
evaluation)
Jurnal

Lembar penilaian teman
sejawat

Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Lembar Jurnal
Sikap yang dinilai
Sikap
•
•
•
•
•
•
•

Jujur
Disiplin
Tanggung Jawab
Toleransi
Gotong royong
Santun
Percaya Diri

KI/KD
Pada:
KI-1 : Sikap Religius
KD 1.1; 1.2

&
KI-2: Sikap Sosial
KD 2.1; 2.2 dst..

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Contoh Instrumen Penilaian Sikap

Observasi

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Contoh Indikator
Sikap dan pengertian
Sikap spiritual

Menghargai dan
menghayati ajaran
agama yang dianut

Contoh Indikator
•Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu.
•Menjalankan ibadah tepat waktu.
•Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi
sesuai agama yang dianut.
•Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha
Esa;
•Mensyukuri kemampuan manusia dalam
mengendalikan diri
•Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan
sesuatu.
•Berserah diri (tawakal) kepada Tuhan setelah
berikhtiar atau melakukan usaha.
•Menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah tempat
tinggal, sekolah dan masyarakat
•Memelihara hubungan baik dengan sesama umat
ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
•Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai
bangsa Indonesia.
•Menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai
dengan agamanya.

29
Contoh Indikator
Sikap dan pengertian
Sikap sosial
1. Jujur
adalah perilaku dapat
dipercaya dalam
perkataan, tindakan, dan
pekerjaan.

Contoh Indikator
•

Tidak menyontek dalam mengerjakan
ujian/ulangan

•

Tidak menjadi plagiat
(mengambil/menyalin karya orang lain
tanpa menyebutkan sumber)

•

Mengungkapkan perasaan apa adanya

•

Menyerahkan kepada yang berwenang
barang yang ditemukan

•

Membuat laporan berdasarkan data
atau informasi apa adanya

•

Mengakui kesalahan atau kekurangan
yang dimiliki

30
Contoh Indikator
Sikap dan pengertian
Sikap sosial
2. Disiplin
adalah tindakan yang
menunjukkan perilaku
tertib dan patuh pada
berbagai ketentuan dan
peraturan.

Contoh Indikator
• Datang tepat waktu
• Patuh pada tata tertib atau aturan
bersama/ sekolah
• Mengerjakan/mengumpulkan tugas
sesuai dengan waktu yang
ditentukan
• Mengikuti kaidah berbahasa tulis
yang baik dan benar

31
Contoh Indikator
Sikap dan pengertian
Sikap sosial
3. Tanggungjawab

adalah sikap dan perilaku
seseorang untuk
melaksanakan tugas dan
kewajibannya, yang
seharusnya dia lakukan,
terhadap diri sendiri,
masyarakat, lingkungan
(alam, sosial dan budaya),
negara dan Tuhan Yang Maha
Esa

Contoh Indikator
•Melaksanakan tugas individu dengan baik
•Menerima resiko dari tindakan yang
dilakukan
•Tidak menyalahkan/menuduh orang lain
tanpa bukti yang akurat
•Mengembalikan barang yang dipinjam
•Mengakui dan meminta maaf atas
kesalahan yang dilakukan
•Menepati janji
•Tidak menyalahkan orang lain utk
kesalahan tindakan kita sendiri
•Melaksanakan apa yang pernah dikatakan
tanpa disuruh/diminta

32
Contoh Indikator
Sikap dan pengertian
Sikap sosial
4. Toleransi
adalah sikap dan tindakan
yang menghargai
keberagaman latar
belakang, pandangan, dan
keyakinan

Contoh Indikator
•
•
•
•
•
•
•
•

Tidak mengganggu teman yang berbeda
pendapat
Menerima kesepakatan meskipun berbeda
dengan pendapatnya
Dapat menerima kekurangan orang lain
Dapat mememaafkan kesalahan orang lain
Mampu dan mau bekerja sama dengan siapa
pun yang memiliki keberagaman latar
belakang, pandangan, dan keyakinan
Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan
diri pada orang lain
Kesediaan untuk belajar dari (terbuka
terhadap) keyakinan dan gagasan orang lain
agar dapat memahami orang lain lebih baik
Terbuka terhadap atau kesediaan untuk
menerima sesuatu yang baru

33
Contoh Indikator
Sikap dan pengertian
Sikap sosial
5. Gotong royong
adalah bekerja bersama-sama dengan
orang lain untuk mencapai tujuan
bersama dengan saling berbagi tugas
dan tolong menolong secara ikhlas.

Contoh Indikator
•Terlibat aktif dalam bekerja bakti
membersihkan kelas atau sekolah
•Kesediaan melakukan tugas sesuai
kesepakatan
•Bersedia membantu orang lain tanpa
mengharap imbalan
•Aktif dalam kerja kelompok
•Memusatkan perhatian pada tujuan
kelompok
•Tidak mendahulukan kepentingan
pribadi
•Mencari jalan untuk mengatasi
perbedaan pendapat/pikiran antara diri
sendiri dengan orang lain
•Mendorong orang lain untuk bekerja
sama demi mencapai tujuan bersama

34
Contoh Indikator
Sikap dan pengertian
Sikap sosial
6.

Santun atau sopan
adalah sikap baik dalam
pergaulan baik dalam
berbahasa maupun bertingkah
laku. Norma kesantunan
bersifat relatif, artinya yang
dianggap baik/santun pada
tempat dan waktu tertentu
bisa berbeda pada tempat dan
waktu yang lain.

Contoh Indikator
•Menghormati orang yang lebih tua.
•Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan
takabur.
•Tidak meludah di sembarang tempat.
•Tidak menyela pembicaraan pada waktu
yang tidak tepat
•Mengucapkan terima kasih setelah
menerima bantuan orang lain
•Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)
•Meminta ijin ketika akan memasuki
ruangan orang lain atau menggunakan
barang milik orang lain
•Memperlakukan orang lain sebagaimana
diri sendiri ingin diperlakukan

35
Contoh Indikator
Sikap dan pengertian
Sikap sosial
7. Percaya diri
adalah kondisi mental atau
psikologis seseorang
yang memberi keyakinan
kuat untuk berbuat atau
bertindak

Contoh Indikator

•Berpendapat atau melakukan
kegiatan tanpa ragu-ragu.
•Mampu membuat keputusan dengan
cepat
•Tidak mudah putus asa
•Tidak canggung dalam bertindak
•Berani presentasi di depan kelas
•Berani berpendapat, bertanya, atau
menjawab pertanyaan

36
Observasi
 Observasi merupakan teknik penilaian yang
dilakukan secara berkesinambungan dengan
menggunakan indera, baik secara langsung
maupun tidak langsung dengan menggunakan
instrumen yang berisi sejumlah indikator
perilaku yang diamati.
 Observasi langsung dilaksanakan oleh guru
secara langsung tanpa perantara orang lain.
Sedangkan observasi tidak langsung dengan
bantuan orang lain, seperti guru lain, orang tua,
peserta didik, dan karyawan sekolah.
37
Teknik Observasi
 Bentuk instrumen yang digunakan untuk
observasi adalah pedoman observasi yang
berupa daftar cek atau skala penilaian (rating
scale) yang disertai rubrik. Daftar cek
digunakan untuk mengamati ada tidaknya
suatu sikap atau perilaku.
 Rentang skala hasil pengamatan antara lain
berupa:
Selalu, sering, kadang-kadang, tidak pernah
Sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik
38
Agar observasi lebih efektif dan terarah
 Dilakukan dengan tujuan jelas dan
direncanakan sebelumnya. Perencanaan
mencakup indikator atau aspek yang akan
diamati dari suatu proses.
 Menggunakan pedoman observasi berupa
daftar cek atau skala penilaian.
 Pencatatan dilakukan selekas mungkin.
 Kesimpulan dibuat setelah program
observasi selesai dilaksanakan

39
Pedoman Observasi Sikap Spiritual
Petunjuk :
Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom
skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik
: ………………….
Kelas
: ………………….
Tanggal Pengamatan
: …………………..
Materi Pokok
: …………………..

No

Aspek Pengamatan

1
2
3

Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu
Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan
Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan
pendapat/presentasi
Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan
terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan
Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat
mempelajari ilmu pengetahuan
Jumlah Skor

4
5

Skor
1

2

3

4
Penilaian Diri
 Penilaian diri merupakan teknik penilaian
dengan cara meminta peserta didik untuk
mengemukakan kelebihan dan
kekurangan dirinya dalam konteks
pencapaian kompetensi.
 Instrumen yang digunakan berupa
lembar penilaian diri menggunakan daftar
cek atau skala penilaian (rating scale)
yang disertai rubrik.
41
Kriteria penyusunan lembar penilaian diri:
 Pertanyaan tentang pendapat, tanggapan dan
sikap, misal: sikap responden terhadap sesuatu
hal.
 Gunakan kata-kata yang sederhana dan mudah
dimengerti oleh responden.
 Usahakan pertanyaan yang jelas dan khusus
 Hindarkan pertanyaan yang mempunyai lebih dari
satu pengertian
 Hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti
 Pertanyaan harus berlaku bagi semua responden
42
LEMBAR PENILAIAN DIRI
(Sikap: Jujur)
Nama Peserta Didik :
………………….
Kelas
:
………………….
Materi Pokok
:
………………….
Tanggal
:
………………….
PETUNJUK
•Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti
•berilah tanda cek (√) sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian
sehari-hari
No

Pernyataan

1
2

Saya tidak menyontek pada saat mengerjakan ulangan
Saya menyalin karya orang lain dengan menyebutkan
sumbernya pada saat mengerjakan tugas
Saya melaporkan kepada yang berwenang jika menemukan
barang
Saya berani mengakui kesalahan yang saya dilakukan
Saya mengerjakan soal ujian tanpa melihat jawaban teman
yang lain

3
4
5

TP

KD

SR

SL

Keterangan :
•SL = Selalu , apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
•SR = Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan
•KD = Kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan
•TP = Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Jurnal
 Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar
kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang
kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan
dengan sikap dan perilaku.
 Kelebihan yang ada pada jurnal adalah
peristiwa/kejadian dicatat dengan segera. Dengan
demikian, jurnal bersifat asli dan objektif dan dapat
digunakan untuk memahami peserta didik dengan lebih
tepat.
 Kelemahan yang ada pada jurnal adalah reliabilitas yang
dimiliki rendah, menuntut waktu yang banyak, perlu
kesabaran dalam menanti munculnya peristiwa sehingga
dapat mengganggu perhatian dan tugas guru,
44
Hal perlu diperhatikan dlm membuat jurnal
 Catatan atas pengamatan guru harus
objektif
 Pengamatan dilaksanakan secara selektif,
artinya yang dicatat hanyalah kejadian/
peristiwa yang berkaitan dengan
Kompetensi Inti.
 Pencatatan segera dilakukan (jangan
ditunda-tunda)

45
Pedoman umum penskoran jurnal:
 Penyekoran pada jurnal dapat dilakukan dengan menggunakan
skala likert. Sebagai contoh skala 1 sampai dengan 4.
 Guru menentukan aspek-aspek yang akan diamati.
 Pada masing-masing aspek, guru menentukan indikator yang
diamati.
 Setiap aspek yang sesuai dengan indikator yang muncul pada diri
peserta didik diberi skor 1, sedangkan yang tidak muncul diberi
skor 0.
 Jumlahkan skor pada masing-masing aspek.
 Skor yang diperoleh pada masing-masing aspek kemudian
direratakan
 Nilai Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K)
ditentukan dengan cara menghitung rata-rata skor dan
membandingkan dengan kriteria penilaian

46
Contoh Format Jurnal
Nama
Kelas

: ……………….
: ……………….

Hari, Tanggal

Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Kejadian

Keterangan
Penilaian teman sejawat
 Penilaian antar peserta didik merupakan
teknik penilaian dengan cara meminta peserta
didik untuk saling menilai terkait dengan
pencapaian kompetensi.
 Instrumen yang digunakan untuk penilaian
antar peserta didik adalah daftar cek dan
skala penilaian (rating scale) dengan teknik
sosiometri berbasis kelas.
 Guru dapat menggunakan salah satu dari
keduanya atau menggunakan dua-duanya.
48
Lembar Penilaian Teman Sejawat
Sikap Disiplin

Petunjuk :

Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta
didik, dengan kriteria sebagai berikut :
4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan
3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan
kadang-kadang tidak melakukan
2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan
sering tidak melakukan
1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan
Nama Peserta Didik yang dinilai : ………………….
Kelas
: ………………….
Tanggal Pengamatan
: …………………..
Materi Pokok
: …………………..
Skor
No
Aspek Pengamatan
1
2
3
4
1
Masuk kelas tepat waktu
2
Mengumpulkan tugas tepat waktu
3
Memakai seragam sesuai tata tertib
4
Mengerjakan tugas yang diberikan
5
Tertib dalam mengikuti pembelajaran
6
Membawa buku teks sesuai mata pelajaran
Jumlah Skor
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Pedoman Penskoran
Skor akhir menggunakan skala 1 sampai 4
Perhitungan skor akhir menggunakan rumus:

Contoh :
Skor diperoleh 19, skor tertinggi 4 x 6 pernyataan = 24,
maka skor akhir : 19/24 X 4 = 3, 17
Peserta didik memperoleh nilai :
Sangat Baik : apabila memperoleh skor
Baik
: apabila memperoleh skor
Cukup
: apabila memperoleh skor
Kurang
: apabila memperoleh skor
Penilaian Proses dan Hasil Belajar

A – dan A
B - , B, dan B +
C -, C, dan C +
D dan D +
No.

Rentang Nilai
˂

1

0

D

2

1,00 ˂

D+

3

1,33 ˂

C-

4

1,66 ˂

C

5

2,00 ˂

C+

6

2,33

˂

B-

7

2,66

˂

B

8

3,00

˂

B+

9

3,33

˂

A-

10

3,66

˂

A

Keterangan

≤

1,00 Nilai D = lebih dari 0 dan kurang dari atau
sama dengan 1.
≤ 1,33 Nilai D+ = lebih dari 1 dan kurang dari atau
sama dengan 1,33.
≤ 1,66 Nilai C- = lebih dari 1,33 dan kurang dari
atau sama dengan 1,66.
≤ 2,00 Nilai C = lebih dari 1,66 dan kurang dari atau
sama dengan 2,00.
≤ 2,33 Nilai C+ = lebih dari 2,00 dan kurang dari
atau sama dengan 2,33.
≤ 2,66 Nilai B- = lebih dari 2,33 dan kurang dari
atau sama dengan 2,66.
≤ 3,00 Nilai B = lebih dari 2,66 dan kurang dari atau
sama dengan 3,00.
≤ 3,33 Nilai B+ = lebih dari 3,00 dan kurang dari
atau sama dengan 3,33.
≤ 3,66 Nilai A- = lebih dari dan kurang dari 3,33
atau sama dengan 3,66.
≤ 4,00 Nilai A = lebih dari 3,66 dan kurang dari
atau sama dengan 4,00.

51
Lembar Pengamatan Sikap
Kelas
: …………………
Hari, Tanggal : …………………
Materi Pokok : …………………

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Contoh Pengolahan Nilai Rapor
Skor Akhir
Sikap
Jujur
Disiplin

1
2
3
4
3.2 2.4 3.7 3.5
3.4 3.2 3.1 3.5

Rata
5
6
7
8
9 10 Rata
3 2.78 2.5 2.33 3.4 3.1 2.9
3.4 3.4 3.0 3.5 2.9 3.0 3.24

Percaya
Diri

1.7 2.9 2.3 2.4

3.5

Skor Akhir

1.4

3.5

1.5 3.6 2.1

B
B+

2.5

B-

2.88

B

Deskresi Catatan :
Menunjukkan sikap baik dalam kejujuran, kedisiplinan, dan percaya diri.

Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Nilai
Akhir
4
Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Pengertian
 Penilain potensi intelektual yang terdiri dari tahapan
mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis,
mensintesis, dan mengevaluasi (Anderson & Krathwohl,
2001).
 Seorang pendidik perlu melakukan penilaian untuk
mengetahui pencapaian kompetensi pengetahuan peserta
didik.
 Penilaian terhadap pengetahuan peserta didik dapat
dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
 Kegiatan penilaian terhadap pengetahuan tersebut dapat
juga digunakan sebagai pemetaan kesulitan belajar peserta
didik dan perbaikan proses pembelajaran.  
55
Cakupan
 Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang
Standar Penilaian Pendidikan dalam
lampirannya menuliskan bahwa untuk semua
mata pelajaran di SMP, Kompetensi Inti yang
harus dimiliki oleh peserta didik pada ranah
pengetahuan adalah memahami pengetahuan
(faktual, konseptual, dan prosedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
56
Pengetahuan Faktual
 Berisi konvensi (kesepakatan) dari elemenelemen dasar berupa istilah atau simbol
(notasi) dalam rangka memperlancar
pembicaraan dalam suatu bidang disiplin ilmu
atau mata pelajaran (Anderson, L. & Krathwohl,
D. 2001).
 Pengetahuan faktual meliputi aspek-aspek
pengetahuan istilah, pengetahuan khusus dan
elemen-elemennya berkenaan dengan
pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, orang,
tanggal, sumber informasi, dan sebagainya.
57
Pengetahuan Faktual
 Berisi konvensi (kesepakatan) dari elemenelemen dasar berupa istilah atau simbol
(notasi) dalam rangka memperlancar
pembicaraan dalam suatu bidang disiplin ilmu
atau mata pelajaran (Anderson, L. & Krathwohl,
D. 2001).
 Pengetahuan faktual meliputi aspek-aspek
pengetahuan istilah, pengetahuan khusus dan
elemen-elemennya berkenaan dengan
pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, orang,
tanggal, sumber informasi, dan sebagainya.
58
Contoh Pengetahuan Faktual
 pengetahuan tentang langit, bumi, dan matahari;
 pengetahuan tentang fakta-fakta mengenai kebudayaan dan
pranata sosial;
 pengetahuan tentang karya tulis ilmiah dalam bentuk buku dan
jurnal;
 pengetahuan tentang simbol-simbol dalam peta;
 pengetahuan tentang matahari yang mengeluarkan sinar panas;
 pengetahuan tentang fakta-fakta yang penting dalam bidang
kesehatan;
 pengetahuan tentang desa dan kota;
 pengetahuan tentang bola dan bentuk peralatan olahraga
lainnya;
 pengetahuan tentang berbagai tindakan kriminal di masyarakat;
 lambang-lambang dalam matematika seperti, lambang “5”, “+”,
“∈”, dan “∪”;
 pengetahuan tentang berbagai bentuk lukisan yang dipamerkan.
59
Pengetahuan Konseptual
 Memuat ide (gagasan) dalam suatu disiplin ilmu yang
memungkinkan orang untuk mengklasifikasikan sesuatu
objek itu contoh atau bukan contoh, juga
mengelompokkan (mengkategorikan) berbagai objek.
 Pengetahuan konseptual meliputi prinsip (kaidah),
hukum, teorema, atau rumus yang saling berkaitan dan
terstruktur dengan baik (Anderson, L. & Krathwohl, D.
2001).
 Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan
klasifikasi dan kategori, pengetahuan dasar dan umum,
pengetahuan teori, model, dan struktur
60
Contoh Pengetahuan Konseptual
 pengetahuan tentang teori evolusi dan rotasi bumi;
 pengetahuan tentang macam-macam hubungan interaksi
dan sistem sosial;
 pengetahuan tentang struktur kalimat yang benar dan
bagian-bagiannya;
 pengetahuan tentang fungsi peta dalam geografi;
 pengetahuan tentang hukum-hukum fisika dasar;
 pengetahuan tentang makanan sehat;
 pengetahuan tentang prinsip-prinsip pemerintahan desa;
 pengetahuan tentang prinsip-prinsip pertandingan dan
perlombaan dalam olahraga;
 pengetahuan tentang dasar-dasar pengembangan karakter
mulia;
 pengetahuan tentang penjumlahan dan pengurangan;
 pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar melukis.
61
Pengetahuan prosedural
 Adalah pengetahuan tentang bagaimana
urutan langkah-langkah dalam melakukan
sesuatu.
 Pengetahuan prosedural meliputi
pengetahuan dari umum ke khusus dan
algoritma, pengetahuan metode dan teknik
khusus dan pengetahuan kriteria untuk
menentukan penggunaan prosedur yang
tepat (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001).

62
Contoh Pengetahuan prosedural












pengetahuan tentang prosedur pemanfaatan panas matahari sebagai sumber
tenaga;
pengetahuan tentang prosedur pendirian organisasi sosial;
pengetahuan tentang mengartikan kata yang didasarkan pada analisis struktur
kalimat;
pengetahuan tentang langkah-langkah pembuatan gambar peta;
pengetahuan tentang langkah-langkah pengukuran tegangan listrik;
pengetahuan tentang pola makan yang baik dan sehat;
pengetahuan tentang tata cara pemilihan kepala desa;
pengetahuan tentang langkah-langkah yang benar dalam start pada nomor lari
dan nomor jalan;
pengetahuan tentang langkah-langkah pengembangan karakter mulia bagi
peserta didik di sekolah;
pengetahuan tentang langkah-langkah penjumlahan bilangan yang terdiri atas
tiga angka;
pengetahuan tentang teknik-teknik penerapan dan pembuatan karya lukis
menggunakan cat air di atas kanvas.

63
Teknik dan instrumen penilaian
 Indikator pencapaian kompetensi pengetahuan
dijabarkan dari Kompetensi Dasar (KD) yang merupakan
jabaran dari Kompetensi Inti (KI) di setiap mata
pelajaran.
 Penyusunan instrumen penilaian ditentukan oleh kata
kerja operasional yang ada di dalam KD dan indikator
pencapaian kompetensi yang dirumuskan.
 Kata kerja operasional pada indikator juga dapat
digunakan untuk penentuan item tes (pertanyaan/soal),
seperti dicontohkan pada tabel berikut (Morrison, et.al.,
2011):

64
Kemampuan mengingat
Kata kerja yang biasa digunakan:












sebutkan
berilah label
cocokkanlah
berilah nama
buatlah urutan
apa
kapan
di manakah
berilah contoh
tirukanlah
pasangkanlah
65
Kemampuan memahami
Kata kerja yang biasa digunakan:














buatlah penggolongan
gambarkan
buatlah ulasan
jelaskan
ekspresikan
kenalilah ciri
tunjukkan
temukan
buatlah laporan
kemukakan
buatlah tinjauan
pilihlah
ceritakan

66
Kemampuan menerapkan (aplikasi)
Kata kerja yang biasa digunakan:









terapkan
pilihlah
demonstrasikan
peragakan
tuliskan penjelasan
buatlah penafsiran
tuliskan operasi
praktikkan

 tulislah rancangan
persiapan
 buatlah jadwal
 buatlah sketsa
 buatlah pemecahan
masalah
 gunakanlah

67
Kemampuan menganalisis
Kata kerja yang biasa digunakan:











tuliskan penilaianmu
buatlah suatu perhitungan
buatlah suatu pengelompokan
tentukan kategori yang dipakai
bandingkan
bedakan
buatlah suatu diagram
buatlah inventarisasi
periksalah
lakukan pengujian
68
Kemampuan mengevaluasi
Kata kerja yang biasa digunakan:









buatlah suatu penilaian
tuliskan argumentasi atau alasan
jelaskan apa alasan memilih
buatlah suatu perbandingan
jelaskan alasan pembelaan
tuliskan prakiraan
ramalkan apa yang akan terjadi
bagaimanakah laju peristiwa
69
Kemampuan merancang
Kata kerja yang biasa digunakan:











kumpulkan
susunlah
buatlah disain (rancangan)
rumuskan
buatlah usulan bagaimana mengelola
aturlah
rencanakan
buatlah suatu persiapan
buatlah suatu usulan
tulislah ulasan
70
Teknik dan Instrumen Penilaian
Kompetensi

Teknik

Bentuk Instrumen

Tes Tulis

Tes Lisan

Daftar pertanyaan

Penugasan

Pengetahuan

PG, Isian, Jawaban singkat,
menjodohkan, benar-salah, uraian

Lembar penugasan (PR, kliping)

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Contoh Instrumen
Penilaian Pengetahuan
PG, Isian, Jawaban singkat, 
menjodohkan, benar-salah, 
uraian

Daftar pertanyaan

Lembar penugasan
(PR, kliping)
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Contoh Pengolahan Nilai Rapor
Skor

KD

Tes
84
76
80
84

3.1
3.2
3.3
3.4

Rata-Rata Skor Akhir

Penugasan
90
84
70
87

Skor Akhir
Skala 1 - 100 Skala 1 - 4
86
3.44
79
3.16
77
3.08
85
3.40
3.22

Cara Konversi Skor ke skala 1 - 4

Deskripsi Catatan :
Menguasai semua kompetensi dengan baik terutama dalam memahami aspek
ruang dan waktu serta pengertian dinamika interaksi manusia.
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
5
Penilaian Kompetensi Keterampilan

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Pengertian
 Penilaian pencapaian kompetensi keterampilan
merupakan penilaian yang dilakukan terhadap peserta
didik untuk menilai sejauh mana pencapaian SKL, KI,
dan KD khusus dalam dimensi keterampilan.
 SKL dimensi keterampilan untuk satuan pendidikan
tingkat SMP/MTs/SMPLB/Paket B adalah lulusan
memiliki kualifikasi kemampuan pikir dan tindak yang
efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret
sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain
sejenis (Permendikbud 54 tahun 2013 tentang SKL).
 SKL ini merupakan tagihan kompetensi minimal setelah
peserta didik menempuh pendidikan selama 3 tahun
atau lebih dan dinyatakan lulus.
75
Cakupan
 Cakupan penilaian dimensi keterampilan meliputi keterampilan
peserta didik yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori. Keterampilan ini meliputi:
keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar.
 Dalam ranah konkret keterampilan ini mencakup aktivitas
menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan 
membuat.
 Sedangkan dalam ranah abstrak, keterampilan ini mencakup
aktivitas menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan 
mengarang.
 Pada setiap akhir tahun pelajaran, sesuai dengan Permendikbud
Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur
Kurikulum SMP-MTs, kompetensi inti keterampilan (KI-4), yang
menjadi tagihan di masing-masing kelas adalah sebagai berikut.
76
Indikator penilaian
 Indikator pencapaian kompetensi keterampilan merupakan
ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang
berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi
dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
 Indikator pencapaian kompetensi keterampilan
dikembangkan oleh guru dari KI dan KD dengan
memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap
peserta didik.
 Indikator pencapaian kompetensi keterampilan dirumuskan
dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat
diamati dan diukur, antara lain: mengidentifikasi,
menghitung, membedakan, menyimpulkan, menceritakan
kembali, mempraktekkan, mendemonstrasikan,
mendeskripsikan, dsb.
77
Indikator penilaian
 Indikator pencapaian kompetensi keterampilan merupakan
ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang
berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi
dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
 Indikator pencapaian kompetensi keterampilan
dikembangkan oleh guru dari KI dan KD dengan
memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap
peserta didik.
 Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua
atau lebih indikator pencapaian kompetensi keterampilan,
hal ini sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi
dasar tersebut. Indikator-indikator pencapaian kompetensi
belajar dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang
digunakan untuk melakukan penilaian.
78
Teknik dan bentuk instrumen penilaian 
a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan
1. Tes praktik





adalah penilaian yang menuntut respon berupa
keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku
sesuaidengan tuntutan kompetensi.
Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta
didik dalam melakukan sesuatu.
Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian
kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas
tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat,
praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik,
bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya.
Untuk dapat memenuhi kualitas perencanaan dan
pelaksanaan tes praktik
79
Teknik dan bentuk instrumen penilaian 
a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan
2. Tes Projek
 adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang
meliputikegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan
secaratertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
 Penilaian projek merupakan kegiatan penilaian terhadap
suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau
waktu tertentu.
 Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari
perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan
dan penyajian data.
 Penilaian projek dapat digunakan untuk mengetahui
pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, penyelidikan
dan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran
dan indikator/topik tertentu secara jelas.
80
Teknik dan bentuk instrumen penilaian 
a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan
2. Tes Projek


Pada penilaian projek, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu
dipertimbangkan: (a) kemampuan pengelolaan: kemampuan
peserta didik dalam memilih indikator/topik, mencari
informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta
penulisan laporan, (b) relevansi, kesesuaian dengan mata
pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan
tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam
pembelajaran, dan (c) keaslian: proyek yang dilakukan
peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan
mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan
dukungan terhadap projek peserta didik.
81
Penilaian Proyek
 Penilaian mencakup :
1.

Penilaian Proses
a.
b.
c.

2.

Perencanaan
Pelaksanaan
Penyajian

Penilaian Hasil
a.
b.
c.

Isi laporan
Bahasa
Estetika

 Instrumen: Pedoman Penskoran

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Teknik dan bentuk instrumen penilaian
a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan
3. Tes Portofolio
 adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai
kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang
tertentu yang bersifat reflektif-integratif
untukmengetahui minat, perkembangan, prestasi,
dan/ataukreativitas peserta didik dalam kurun
waktu tertentu.
 Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata
yang mencerminkankepedulian peserta didik
terhadap lingkungannya.
83
Teknik dan bentuk instrumen penilaian
a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan
3. Tes Portofolio







Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang
didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan
perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu
periode tertentu.
Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik atau
hasil ulangan dari proses pembelajaran yang dianggap
terbaik oleh peserta didik.
Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan
dinilai oleh guru.
Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan
peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan
kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. 84
Teknik dan bentuk instrumen penilaian
b.

Bentuk instrumen penilaian kompetensi keterampilan
1. daftar cek (Check-list)
Contoh daftar cek
Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung
(Menggunakan Daftar Tanda Cek)
Nama peserta didik: ________

No.
Aspek Yang Dinilai
1
Teknik awalan
2

Tdk baik

Sikap/posisi tubuh saat di udara

4

Baik

Teknik tumpuan

3

Kelas: _____

Teknik mendarat
Skor yang dicapai
Skor maksimum

Keterangan: Baik mendapat skor 1, Tidak baik mendapat skor 0

4
85
Teknik dan bentuk instrumen penilaian
b.

Bentuk instrumen penilaian kompetensi keterampilan
2. Skala Penilaian (Rating Scale)
Contoh rating scales
Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung
(Menggunakan Skala Penilaian)
Nama Siswa: ________

No.

Kelas: _____

Aspek Yang Dinilai

Nilai
1

1.

Sikap/posisi tubuh saat di udara

4.

4

Teknik tumpuan

3.

3

Teknik awalan

2.

2

Teknik mendarat
Jumlah
Skor Maksimum

16

Keterangan: 1 = tidak kompeten; 2 = cukup kompeten; 3 = kompeten; 4 = sangat kompeten

86
Teknik dan Instrumen Penilaian
Kompetensi

Teknik

Bentuk Instrumen

Contoh

Tes Praktik

Bermain peran, IPA,
Shalat, Olah raga,
Membaca, Menyanyi

Proyek

Daftar cek, skala
penilaian

Bakti sosial, pentas
seni, Penghijauan

Portofolio

Keterampilan

Daftar cek, skala
penilaian

Daftar cek, skala
penilaian

Makalah, Piagam,
Kumpulan Puisi,
Laporan Penelitian

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Contoh Instrumen

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Kelas
Kegiatan
Tema

Contoh Lembar Pengamatan Bermain Peran

Nama

: ............................
: Bermain peran
: Proklamasi Kemerdekaan
Partisipasi

Aspek Penilaian
Penghayatan Peran

Kerjasama

Rata-Rata
Nilai

Pedoman Penskoran
Aspek Penilaian
Partisipasi
Penghayatan
Peran
Kerjasama

•
•
•
•
•
•
•

Penilaian Proses dan Hasil Belajar

Deskripsi
Keterlibatan dalam bermain peran
Peran dari tokoh yang diperankan
Penjiwaan terhadap tokoh
Kesesuaian kostum tokoh
Semangat bermain peran
Membantu teman
Tenggang rasa dengan teman

Nilai
60 – 100
60 – 100
60– 100
Contoh Penilaian Projek
Kelompok : ……………………..
Kelas
: ……………………...
Tema
: Semangat dan komitmen pendiri negara

No

Aspek Penilaian

Skor

A

Perencanaan :
1.Kesesuaian Tema
2.Pembagian Tugas

1. apabila projek kurang sesuai tema
2. apabila projek cukup sesuai tema
3. apabila projek sudah sesuai tema

B

Pelaksanaan :
1.Kerjasama
2.Kesesuaian dengan rencana
3.Partisipasi anggota

Masing-masing sub aspek menggunakan
skala 1 - 3

C

Pelaporan :
1.Estetika
2.Bahasa
3.Isi laporan

Masing-masing sub aspek menggunakan
skala 1 - 3

Rata-Rata Skor
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Lembar Penilaian Gagasan Kreatif
Kelas
Nama
Topik

: ............................
: ............................
: Energi Alternatif

No
Aspek Penilaian
1 Kebermaknaan Gagasan
2 Pemahaman pengetahuan
pendukung gagasan
3 Argumentasi gagasan
4 Bahasa dan Penulisan
5 Estetika (penjilidan, kerapihan,
dll)
Jumlah Nilai
Pedoman penskoran
4 = sangat baik ; 3 = baik; 2 = cukup; 1 = kurang

Skor

Catatan

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Pengolaahan Nilai Keterampilan
 Pengolahan nilai dapat menggunakan bobot
yang sama atau berbeda untuk teknik
penilaian
 Rumus pengolahan nilai

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Contoh Pengolahan Nilai Rapor
KD
4.1
4.2
4.3

Skor
Tes Praktik
Projek
84
76
60
Rata-Rata Skor Akhir

Portofolio
90
84
70

Skor Akhir
Skala 1 - 100
Skala 1 - 4
87
3.48
80
3.20
65
2.60
3.09

Cara Konversi ke skala 1 - 4

Deskripsi Catatan :
Memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengamati kebudayaan
dan fikiran masyarakat Indonesia, perlu ditingkatkan dalam
mengobservasi dan menyajikan bentuk-bentuk dinamika interaksi
manusia
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
6
Model Rapor

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Permendikbud No 66 Tahun 2013
Bab II bagian E
Laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk:
1) nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi,
untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan
keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran
tematik-terpadu.
2) deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap
spiritual/religius dan sikap sosial.

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Model Rapor SMP (1) Cakupan
Sikap Sosial dan Spiritual
No

Mapel

Pengetahuan

Ketramp.

A-

B+

Dalam
Mapel

Antar
mapel

SB, B, C, K
(diisi dari
Guru)

Disimpulkan
secara utuh
dari sikap
peserta didik
dalam Mapel
(Deskripsi
Koherensi)
(diisi oleh Wali
Kelas didahului
diskusi dengan
semua guru
mapel)

Kelompok A
1

Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti

2

PPKn

3

Bahasa Indonesia

4

Matematika

5

Ilmu Pengetahuan Alam

6

Ilmu Pengetahuan Sosial

7

Bahasa Inggris

Kelompok B
1

Seni Budaya

2

Pendidikan Jasmani, Olah Raga,
dan Kesehatan

3

Prakarya
Model Rapor SMP (2) Deskripsi Nilai
No.
Kelompok A

Mapel

1

Pendidikan Agama dan Budi
Pekerti

2

Pendidikan Pancasiladan
Kewarganegaraan

3

Bahasa Indonesia

4

Matematika

5

Ilmu Pengetahuan Alam

6

Ilmu Pengetahuan Sosial

7

Bahasa Inggris

Kompetensi
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosialdan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosialdan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosialdan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosialdan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosialdan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosialdan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosialdan spiritual

Kelompok B

1

SeniBudaya

2

Pendidikan Jasmani, Olahj
Raga, dan Kesehatan
Prakarya

3

Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosialdan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan
Sikap sosialdan spiritual
Pengetahuan
Keterampilan

Catatan
Konversi Nilai Pengetahuan, Keterampilan, Sikap
Predikat

Nilai Kompetensi
Pengetahuan

Ketrampilan

A

4

4

A-

3.66

3.66

B+

3.33

3.33

B

3

3

B-

2.66

2.66

C+

2.33

2.33

C

2

2

C-

1.66

1.66

D+

1.33

1.33

D

1

1

Sikap

Penilaian Proses dan Hasil Belajar

SB

B

C

K
Rentang Nilai
No.
1
2

SKOR
0.00 ˂

Nilai

skor ˂ 1,00

1,00 ˂ skor ≤

1,33

D
D+

3

1,33 ˂

skor

≤

1,66

C-

4

1,66 ˂

skor

≤

2,00

C

5

2,00 ˂

skor

≤

2,33

C+

6

2,33

˂

skor

≤

2,66

B-

7

2,66

˂

skor

≤

3,00

B

8

3,00

˂

skor

≤

3,33

B+

9

3,33

˂

skor

≤

3,66

A-

10

3,66

˂

skor

≤

4,00

A

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Ketuntasan Belajar

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Kriteria Kenaikan Kelas
 Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh satuan
pendidikan, dengan ketentuan minimal:
1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam
dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti.
2. Mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan,
minimal sama dengan KKM.
3. Mencapai nilai sikap untuk semua mata pelajaran
minimal baik.
4. Tidak terdapat nilai kurang dari KKM maksimal pada
tiga mata pelajaran.
5. Ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 15
% dari jumlah hari efektif.
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Kriteria Kelulusan
1. menyelesaikan seluruh program
pembelajaran
2. memperoleh nilai minimal baik pada
penilaian akhir untuk seluruh mata
pelajaran
3. lulus ujian sekolah/madrasah; dan
4. lulus Ujian Nasional

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Kerucut Pengalaman
Yang Diingat
10%

Baca

Tingkat
Keterlibatan

20%

Dengarkan

Verbal

Lihat Gambar/
Diagram

30%

Lihat Video/Film
Lihat Demonstrasi

50%

Terlibat dalam Diskusi

70%

Menyajikan/Presentasi

Visual

90%

Terlibat

Bermain Peran
Melakukan Simulasi

Berbuat

Mengerjakan Hal yang Nyata

“Belajar yang berhasil lahir dari mengerjakannya” (Wyatt $ Looper, 1999)
Selesai

Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Terimakasih

105

Penilaian otentik

  • 1.
    PENILAIAN dalam KURIKULUM 2013 BADANPENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
  • 2.
    Daftar Isi 1 Kebijakan UmumPenilaian 2 Penilaian Proses dan Kompetensi secara Utuh 3 Penilaian Kompetensi Sikap 4 Penilaian Kompetensi Pengetahuan 5 Penilaian Kompetensi Keterampilan 6 Model Rapor Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 3.
    1 Kebijakan Umum Penilaian PenilaianProses dan Hasil Belajar
  • 4.
    Landasan Penilaian        UU No20 Tahun 2003 PP No 32 Tahun 2013 Permendikbud No 54 Tahun 2013 Permendikbud No 64 Tahun 2013 Permendikbud No 65 Tahun 2013 Permendikbud No 66 Tahun 2013 Permendikbud No 81 A Tahun 2013 , Lampiran IV Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 5.
    Pengertian  Penilaian adalahproses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar Peserta Didik  Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan  Penilaian dapat dilakukan selama pembelajaran berlangsung (penilaian proses) dan setelah pembelajaran usai dilaksanakan (penilaian hasil/produk) Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 6.
    Prinsip dan PendekatanPenilaian 1. Sahih 2. Objektif Prinsip 3. Adil 4. Terpadu 5. Ekonomis 6. Transparan 7. Menyeluruh dan kesinambungan 8. Sistematis 9. Akuntabel 10.Edukatif Penilaian Proses dan Hasil Belajar 1. Pendekatan penilaian: Penilaian Acuan Kriteria Pendekatan (PAK) 2. Didasarkan pada perolehan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). 3. KKM Pengetahuan dan Keterampilan: > 2.66 4. KKM Sikap: Baik
  • 7.
  • 8.
    Belajar Tuntas  BelajarTuntas (mastery learning): peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar, dan hasil yang baik.  “Jika peserta didik dikelompokkan berdasarkan tingkat kemampuannya untuk beberapa mata pelajaran dan diajarkan sesuai dengan karakteristik mereka, maka sebagian besar dari mereka akan mencapai ketuntasan”. (John B. Carrol, A Model of School Learning )
  • 9.
    Belajar Tuntas (lanjutan)  Guruharus mempertimbangkan antara waktu yang diperlukan berdasarkan karakteristik peserta didik dan waktu yang tersedia di bawah kontrol guru (John B. Carrol)  “Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama, mereka dapat berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka diajar dengan metode dan materi yang berurutan, mulai dari tingkat kompetensi awal mereka” (JH. Block, B. Bloom)
  • 10.
    Otentik  Memandang penilaiandan pembelajaran secara terpadu  Mencerminkan masalah dunia nyata bukan dunia sekolah  Menggunakan berbagai cara dan kriteria  Holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap)
  • 11.
    Berkesinambungan Memantau proses, kemajuan,dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester, dan Ulangan Kenaikan Kelas, ujian kenaikan Tingkat, Ujian Akhir Sekolah, Ujian Nasional
  • 12.
    Berdasar Acuan kriteria/patokan Prestasikemampuan peserta didik TIDAK DIBANDINGKAN dengan peserta kelompok, tetapi dengan kemampuan yang dimiliki sebelumnya dan patokan yang ditetapkan
  • 13.
    Pendekatan penilaian PENILAIAN ACUAN NORMA (PAN) Berdasarnilai kelompok PENILAIAN ACUAN PATOKAN (PAP) Berdasarkan kriteria yang terukur/terskala
  • 14.
    Menggunakan Berbagai cara danalat penilaian  Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi  Menggunakan penilaian yang bervariasi: Tertulis, Lisan, Produk, Portofolio, Unjuk Kerja, Proyek, Pengamatan, dan Penilaian Diri
  • 15.
    Sistem Penilaian Kurikulum2013 N o Jenis Penilaian Pelaksana Waktu 1 Penilaian otentik Guru Berkelanjutan 2 Penilaian diri Siswa Sebelum ulangan harian. 3 Penilaian projek Guru Setiap akhir bab atau tema pel 4 Ulangan harian (dapat berbentuk penugasan) Guru Terintegrasi dengan proses pembelajaran 5 Ulangan Tengah Semester dan Ulangan Akhir Semester 6 Ujian Tingkat Kompetensi 7 Ujian Mutu Tingkat Kompetensi 8 Ujian Sekolah 9 UN sbg Ujian Tingkat Kompetensi pd akhir jenjang Guru (di bawah Setiap Semester koord. satuan pend) Sekolah (kisi-kisi dari Pemerintah) Pemerintah Setiap tingkat kompetensi (tidak bersamaan dengan UN) Setiap akhir tingkat kompetensi (bukan akhir jenjang sekolah) Sekolah Akhir jenjang sekolah Pemerintah Akhir jenjang sekolah
  • 16.
    Sistem Penilaian Kurikulum2013 1. Penilaian Otentik Waktu: terus menerus (Berkelanjutan) 2. Penilaian Projek Waktu: Akhir Bab/Tema 3. Ulangan Harian Waktu: Setiap proses pembelajaran 4. UTS/UAS Waktu: Setiap Semester 1. Ujian Tingkat Kompetensi (bukan UN) Waktu: Tiap tingkat kompetensi 2. Ujian Sekolah Waktu: Akhir jenjang sekolah Guru Pemerintah 1. Ujian Tingkat Kompetensi (UN) Waktu: Akhir jenjang sekolah 2. Ujian mutu Tingkat Kompetensi Waktu: Setiap akhir tingkat kompetensi Penilaian Proses dan Hasil Belajar Siswa Penilaian Diri Waktu: Sebelum ulangan harian
  • 17.
    Ujian Tingkat Kompetensi Kelas KelasXII Kelas XI Kelas X Kelas IX Kelas VIII Kelas VII Kelas VI Kelas V Kelas IV Kelas III Kelas II Kelas I Tingkat Kompetensi VI Tingkat Kompetensi V Uji Tingkat Kompetensi VI Uji Tingkat Kompetensi V Tingkat Kompetensi IVa Uji Tingkat Kompetensi IVa Tingkat Kompetensi IV Uji Tingkat Kompetensi IV Tingkat Kompetensi III Uji Tingkat Kompetensi III Tingkat Kompetensi II Uji Tingkat Kompetensi II Tingkat Kompetensi I Uji Tingkat Kompetensi I Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 18.
    Ruang Lingkup Penilaian Tes Tulis  Observasi  Tes Lisan  Penugasan  Penilaian diri  Penilaian antar peserta didik  Jurnal •Tes Praktek • Projek • Portofolio Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 19.
  • 20.
    Penilaian Proses danHasil Belajar
  • 21.
    Penilaian Proses danPenilaian Hasil Kompetensi Proses Hasil Observasi (langsung atau tidak langsung) Penilaian Diri v v Penilaian teman sejawat v Jurnal Sikap Teknik v v Tes Tulis v Pengetahuan Tes Lisan v Penugasan v v Tes Praktik v v v v v v Ketrampilan Projek Portofolio Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 22.
  • 23.
    Pengertian  Sikap bermuladari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek.  Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang.  Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan.  Kompetensi sikap yang dimaksud dalam panduan ini adalah ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang dan diwujudkan dalam perilaku. 23
  • 24.
    Penilaian sikap  Penilaiankompetensi sikap dalam pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran.  Penilaian sikap juga merupakan aplikasi suatu standar atau sistem pengambilan keputusan terhadap sikap.  Kegunaan utama penilaian sikap sebagai bagian dari pembelajaran adalah refleksi (cerminan) pemahaman dan kemajuan sikap peserta didik secara individual. 24
  • 25.
    Cakupan Penilaian Sikap(SMP) Penilaian sikap spiritual Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut Penilaian sikap sosial 1. jujur 2. disiplin 3. tanggung jawab 4. toleransi 5. gotong royong 6. santun 7. percaya diri 25
  • 26.
    Teknik dan InstrumenPenilaian Kompetensi Sikap Teknik Bentuk Instrumen Observasi (langsung atau tidak langsung) Penilaian Diri Pedoman observasi Daftar cek dan skala penilaian disertai rubrik Lembar Penilaian Diri Penilaian Teman sejawat (peer evaluation) Jurnal Lembar penilaian teman sejawat Penilaian Proses dan Hasil Belajar Lembar Jurnal
  • 27.
    Sikap yang dinilai Sikap • • • • • • • Jujur Disiplin TanggungJawab Toleransi Gotong royong Santun Percaya Diri KI/KD Pada: KI-1 : Sikap Religius KD 1.1; 1.2 & KI-2: Sikap Sosial KD 2.1; 2.2 dst.. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 28.
    Contoh Instrumen PenilaianSikap Observasi Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 29.
    Contoh Indikator Sikap danpengertian Sikap spiritual Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianut Contoh Indikator •Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu. •Menjalankan ibadah tepat waktu. •Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut. •Bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa; •Mensyukuri kemampuan manusia dalam mengendalikan diri •Mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu. •Berserah diri (tawakal) kepada Tuhan setelah berikhtiar atau melakukan usaha. •Menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah tempat tinggal, sekolah dan masyarakat •Memelihara hubungan baik dengan sesama umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa •Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia. •Menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya. 29
  • 30.
    Contoh Indikator Sikap danpengertian Sikap sosial 1. Jujur adalah perilaku dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Contoh Indikator • Tidak menyontek dalam mengerjakan ujian/ulangan • Tidak menjadi plagiat (mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumber) • Mengungkapkan perasaan apa adanya • Menyerahkan kepada yang berwenang barang yang ditemukan • Membuat laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya • Mengakui kesalahan atau kekurangan yang dimiliki 30
  • 31.
    Contoh Indikator Sikap danpengertian Sikap sosial 2. Disiplin adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Contoh Indikator • Datang tepat waktu • Patuh pada tata tertib atau aturan bersama/ sekolah • Mengerjakan/mengumpulkan tugas sesuai dengan waktu yang ditentukan • Mengikuti kaidah berbahasa tulis yang baik dan benar 31
  • 32.
    Contoh Indikator Sikap danpengertian Sikap sosial 3. Tanggungjawab adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa Contoh Indikator •Melaksanakan tugas individu dengan baik •Menerima resiko dari tindakan yang dilakukan •Tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat •Mengembalikan barang yang dipinjam •Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan •Menepati janji •Tidak menyalahkan orang lain utk kesalahan tindakan kita sendiri •Melaksanakan apa yang pernah dikatakan tanpa disuruh/diminta 32
  • 33.
    Contoh Indikator Sikap danpengertian Sikap sosial 4. Toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan Contoh Indikator • • • • • • • • Tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya Dapat menerima kekurangan orang lain Dapat mememaafkan kesalahan orang lain Mampu dan mau bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan diri pada orang lain Kesediaan untuk belajar dari (terbuka terhadap) keyakinan dan gagasan orang lain agar dapat memahami orang lain lebih baik Terbuka terhadap atau kesediaan untuk menerima sesuatu yang baru 33
  • 34.
    Contoh Indikator Sikap danpengertian Sikap sosial 5. Gotong royong adalah bekerja bersama-sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dengan saling berbagi tugas dan tolong menolong secara ikhlas. Contoh Indikator •Terlibat aktif dalam bekerja bakti membersihkan kelas atau sekolah •Kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan •Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan •Aktif dalam kerja kelompok •Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok •Tidak mendahulukan kepentingan pribadi •Mencari jalan untuk mengatasi perbedaan pendapat/pikiran antara diri sendiri dengan orang lain •Mendorong orang lain untuk bekerja sama demi mencapai tujuan bersama 34
  • 35.
    Contoh Indikator Sikap danpengertian Sikap sosial 6. Santun atau sopan adalah sikap baik dalam pergaulan baik dalam berbahasa maupun bertingkah laku. Norma kesantunan bersifat relatif, artinya yang dianggap baik/santun pada tempat dan waktu tertentu bisa berbeda pada tempat dan waktu yang lain. Contoh Indikator •Menghormati orang yang lebih tua. •Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan takabur. •Tidak meludah di sembarang tempat. •Tidak menyela pembicaraan pada waktu yang tidak tepat •Mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan orang lain •Bersikap 3S (salam, senyum, sapa) •Meminta ijin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggunakan barang milik orang lain •Memperlakukan orang lain sebagaimana diri sendiri ingin diperlakukan 35
  • 36.
    Contoh Indikator Sikap danpengertian Sikap sosial 7. Percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis seseorang yang memberi keyakinan kuat untuk berbuat atau bertindak Contoh Indikator •Berpendapat atau melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu. •Mampu membuat keputusan dengan cepat •Tidak mudah putus asa •Tidak canggung dalam bertindak •Berani presentasi di depan kelas •Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan 36
  • 37.
    Observasi  Observasi merupakanteknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan instrumen yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.  Observasi langsung dilaksanakan oleh guru secara langsung tanpa perantara orang lain. Sedangkan observasi tidak langsung dengan bantuan orang lain, seperti guru lain, orang tua, peserta didik, dan karyawan sekolah. 37
  • 38.
    Teknik Observasi  Bentukinstrumen yang digunakan untuk observasi adalah pedoman observasi yang berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Daftar cek digunakan untuk mengamati ada tidaknya suatu sikap atau perilaku.  Rentang skala hasil pengamatan antara lain berupa: Selalu, sering, kadang-kadang, tidak pernah Sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik 38
  • 39.
    Agar observasi lebihefektif dan terarah  Dilakukan dengan tujuan jelas dan direncanakan sebelumnya. Perencanaan mencakup indikator atau aspek yang akan diamati dari suatu proses.  Menggunakan pedoman observasi berupa daftar cek atau skala penilaian.  Pencatatan dilakukan selekas mungkin.  Kesimpulan dibuat setelah program observasi selesai dilaksanakan 39
  • 40.
    Pedoman Observasi SikapSpiritual Petunjuk : Lembaran ini diisi oleh guru untuk menilai sikap spiritual peserta didik. Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap spiritual yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut : 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan Nama Peserta Didik : …………………. Kelas : …………………. Tanggal Pengamatan : ………………….. Materi Pokok : ………………….. No Aspek Pengamatan 1 2 3 Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu Mengucapkan rasa syukur atas karunia Tuhan Memberi salam sebelum dan sesudah menyampaikan pendapat/presentasi Mengungkapakan kekaguman secara lisan maupun tulisan terhadap Tuhan saat melihat kebesaran Tuhan Merasakan keberadaan dan kebesaran Tuhan saat mempelajari ilmu pengetahuan Jumlah Skor 4 5 Skor 1 2 3 4
  • 41.
    Penilaian Diri  Penilaiandiri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi.  Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri menggunakan daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. 41
  • 42.
    Kriteria penyusunan lembarpenilaian diri:  Pertanyaan tentang pendapat, tanggapan dan sikap, misal: sikap responden terhadap sesuatu hal.  Gunakan kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti oleh responden.  Usahakan pertanyaan yang jelas dan khusus  Hindarkan pertanyaan yang mempunyai lebih dari satu pengertian  Hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti  Pertanyaan harus berlaku bagi semua responden 42
  • 43.
    LEMBAR PENILAIAN DIRI (Sikap:Jujur) Nama Peserta Didik : …………………. Kelas : …………………. Materi Pokok : …………………. Tanggal : …………………. PETUNJUK •Bacalah pernyataan yang ada di dalam kolom dengan teliti •berilah tanda cek (√) sesuai dengan sesuai dengan kondisi dan keadaan kalian sehari-hari No Pernyataan 1 2 Saya tidak menyontek pada saat mengerjakan ulangan Saya menyalin karya orang lain dengan menyebutkan sumbernya pada saat mengerjakan tugas Saya melaporkan kepada yang berwenang jika menemukan barang Saya berani mengakui kesalahan yang saya dilakukan Saya mengerjakan soal ujian tanpa melihat jawaban teman yang lain 3 4 5 TP KD SR SL Keterangan : •SL = Selalu , apabila selalu melakukan sesuai pernyataan •SR = Sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan •KD = Kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan •TP = Tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 44.
    Jurnal  Jurnal merupakancatatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.  Kelebihan yang ada pada jurnal adalah peristiwa/kejadian dicatat dengan segera. Dengan demikian, jurnal bersifat asli dan objektif dan dapat digunakan untuk memahami peserta didik dengan lebih tepat.  Kelemahan yang ada pada jurnal adalah reliabilitas yang dimiliki rendah, menuntut waktu yang banyak, perlu kesabaran dalam menanti munculnya peristiwa sehingga dapat mengganggu perhatian dan tugas guru, 44
  • 45.
    Hal perlu diperhatikandlm membuat jurnal  Catatan atas pengamatan guru harus objektif  Pengamatan dilaksanakan secara selektif, artinya yang dicatat hanyalah kejadian/ peristiwa yang berkaitan dengan Kompetensi Inti.  Pencatatan segera dilakukan (jangan ditunda-tunda) 45
  • 46.
    Pedoman umum penskoranjurnal:  Penyekoran pada jurnal dapat dilakukan dengan menggunakan skala likert. Sebagai contoh skala 1 sampai dengan 4.  Guru menentukan aspek-aspek yang akan diamati.  Pada masing-masing aspek, guru menentukan indikator yang diamati.  Setiap aspek yang sesuai dengan indikator yang muncul pada diri peserta didik diberi skor 1, sedangkan yang tidak muncul diberi skor 0.  Jumlahkan skor pada masing-masing aspek.  Skor yang diperoleh pada masing-masing aspek kemudian direratakan  Nilai Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), dan Kurang (K) ditentukan dengan cara menghitung rata-rata skor dan membandingkan dengan kriteria penilaian 46
  • 47.
    Contoh Format Jurnal Nama Kelas :………………. : ………………. Hari, Tanggal Penilaian Proses dan Hasil Belajar Kejadian Keterangan
  • 48.
    Penilaian teman sejawat Penilaian antar peserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai terkait dengan pencapaian kompetensi.  Instrumen yang digunakan untuk penilaian antar peserta didik adalah daftar cek dan skala penilaian (rating scale) dengan teknik sosiometri berbasis kelas.  Guru dapat menggunakan salah satu dari keduanya atau menggunakan dua-duanya. 48
  • 49.
    Lembar Penilaian TemanSejawat Sikap Disiplin Petunjuk : Berilah tanda cek (v) pada kolom skor sesuai sikap tanggung jawab yang ditampilkan oleh peserta didik, dengan kriteria sebagai berikut : 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan 3 = sering, apabila sering melakukan sesuai pernyataan dan kadang-kadang tidak melakukan 2 = kadang-kadang, apabila kadang-kadang melakukan dan sering tidak melakukan 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan Nama Peserta Didik yang dinilai : …………………. Kelas : …………………. Tanggal Pengamatan : ………………….. Materi Pokok : ………………….. Skor No Aspek Pengamatan 1 2 3 4 1 Masuk kelas tepat waktu 2 Mengumpulkan tugas tepat waktu 3 Memakai seragam sesuai tata tertib 4 Mengerjakan tugas yang diberikan 5 Tertib dalam mengikuti pembelajaran 6 Membawa buku teks sesuai mata pelajaran Jumlah Skor Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 50.
    Pedoman Penskoran Skor akhirmenggunakan skala 1 sampai 4 Perhitungan skor akhir menggunakan rumus: Contoh : Skor diperoleh 19, skor tertinggi 4 x 6 pernyataan = 24, maka skor akhir : 19/24 X 4 = 3, 17 Peserta didik memperoleh nilai : Sangat Baik : apabila memperoleh skor Baik : apabila memperoleh skor Cukup : apabila memperoleh skor Kurang : apabila memperoleh skor Penilaian Proses dan Hasil Belajar A – dan A B - , B, dan B + C -, C, dan C + D dan D +
  • 51.
    No. Rentang Nilai ˂ 1 0 D 2 1,00 ˂ D+ 3 1,33˂ C- 4 1,66 ˂ C 5 2,00 ˂ C+ 6 2,33 ˂ B- 7 2,66 ˂ B 8 3,00 ˂ B+ 9 3,33 ˂ A- 10 3,66 ˂ A Keterangan ≤ 1,00 Nilai D = lebih dari 0 dan kurang dari atau sama dengan 1. ≤ 1,33 Nilai D+ = lebih dari 1 dan kurang dari atau sama dengan 1,33. ≤ 1,66 Nilai C- = lebih dari 1,33 dan kurang dari atau sama dengan 1,66. ≤ 2,00 Nilai C = lebih dari 1,66 dan kurang dari atau sama dengan 2,00. ≤ 2,33 Nilai C+ = lebih dari 2,00 dan kurang dari atau sama dengan 2,33. ≤ 2,66 Nilai B- = lebih dari 2,33 dan kurang dari atau sama dengan 2,66. ≤ 3,00 Nilai B = lebih dari 2,66 dan kurang dari atau sama dengan 3,00. ≤ 3,33 Nilai B+ = lebih dari 3,00 dan kurang dari atau sama dengan 3,33. ≤ 3,66 Nilai A- = lebih dari dan kurang dari 3,33 atau sama dengan 3,66. ≤ 4,00 Nilai A = lebih dari 3,66 dan kurang dari atau sama dengan 4,00. 51
  • 52.
    Lembar Pengamatan Sikap Kelas :………………… Hari, Tanggal : ………………… Materi Pokok : ………………… Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 53.
    Contoh Pengolahan NilaiRapor Skor Akhir Sikap Jujur Disiplin 1 2 3 4 3.2 2.4 3.7 3.5 3.4 3.2 3.1 3.5 Rata 5 6 7 8 9 10 Rata 3 2.78 2.5 2.33 3.4 3.1 2.9 3.4 3.4 3.0 3.5 2.9 3.0 3.24 Percaya Diri 1.7 2.9 2.3 2.4 3.5 Skor Akhir 1.4 3.5 1.5 3.6 2.1 B B+ 2.5 B- 2.88 B Deskresi Catatan : Menunjukkan sikap baik dalam kejujuran, kedisiplinan, dan percaya diri. Penilaian Proses dan Hasil Belajar Nilai Akhir
  • 54.
  • 55.
    Pengertian  Penilain potensiintelektual yang terdiri dari tahapan mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi (Anderson & Krathwohl, 2001).  Seorang pendidik perlu melakukan penilaian untuk mengetahui pencapaian kompetensi pengetahuan peserta didik.  Penilaian terhadap pengetahuan peserta didik dapat dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.  Kegiatan penilaian terhadap pengetahuan tersebut dapat juga digunakan sebagai pemetaan kesulitan belajar peserta didik dan perbaikan proses pembelajaran.   55
  • 56.
    Cakupan  Peraturan MenteriPendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan dalam lampirannya menuliskan bahwa untuk semua mata pelajaran di SMP, Kompetensi Inti yang harus dimiliki oleh peserta didik pada ranah pengetahuan adalah memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 56
  • 57.
    Pengetahuan Faktual  Berisi konvensi(kesepakatan) dari elemenelemen dasar berupa istilah atau simbol (notasi) dalam rangka memperlancar pembicaraan dalam suatu bidang disiplin ilmu atau mata pelajaran (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001).  Pengetahuan faktual meliputi aspek-aspek pengetahuan istilah, pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi, dan sebagainya. 57
  • 58.
    Pengetahuan Faktual  Berisi konvensi(kesepakatan) dari elemenelemen dasar berupa istilah atau simbol (notasi) dalam rangka memperlancar pembicaraan dalam suatu bidang disiplin ilmu atau mata pelajaran (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001).  Pengetahuan faktual meliputi aspek-aspek pengetahuan istilah, pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, orang, tanggal, sumber informasi, dan sebagainya. 58
  • 59.
    Contoh Pengetahuan Faktual  pengetahuan tentanglangit, bumi, dan matahari;  pengetahuan tentang fakta-fakta mengenai kebudayaan dan pranata sosial;  pengetahuan tentang karya tulis ilmiah dalam bentuk buku dan jurnal;  pengetahuan tentang simbol-simbol dalam peta;  pengetahuan tentang matahari yang mengeluarkan sinar panas;  pengetahuan tentang fakta-fakta yang penting dalam bidang kesehatan;  pengetahuan tentang desa dan kota;  pengetahuan tentang bola dan bentuk peralatan olahraga lainnya;  pengetahuan tentang berbagai tindakan kriminal di masyarakat;  lambang-lambang dalam matematika seperti, lambang “5”, “+”, “∈”, dan “∪”;  pengetahuan tentang berbagai bentuk lukisan yang dipamerkan. 59
  • 60.
    Pengetahuan Konseptual  Memuat ide(gagasan) dalam suatu disiplin ilmu yang memungkinkan orang untuk mengklasifikasikan sesuatu objek itu contoh atau bukan contoh, juga mengelompokkan (mengkategorikan) berbagai objek.  Pengetahuan konseptual meliputi prinsip (kaidah), hukum, teorema, atau rumus yang saling berkaitan dan terstruktur dengan baik (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001).  Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan klasifikasi dan kategori, pengetahuan dasar dan umum, pengetahuan teori, model, dan struktur 60
  • 61.
    Contoh Pengetahuan Konseptual  pengetahuan tentangteori evolusi dan rotasi bumi;  pengetahuan tentang macam-macam hubungan interaksi dan sistem sosial;  pengetahuan tentang struktur kalimat yang benar dan bagian-bagiannya;  pengetahuan tentang fungsi peta dalam geografi;  pengetahuan tentang hukum-hukum fisika dasar;  pengetahuan tentang makanan sehat;  pengetahuan tentang prinsip-prinsip pemerintahan desa;  pengetahuan tentang prinsip-prinsip pertandingan dan perlombaan dalam olahraga;  pengetahuan tentang dasar-dasar pengembangan karakter mulia;  pengetahuan tentang penjumlahan dan pengurangan;  pengetahuan tentang prinsip-prinsip dasar melukis. 61
  • 62.
    Pengetahuan prosedural  Adalahpengetahuan tentang bagaimana urutan langkah-langkah dalam melakukan sesuatu.  Pengetahuan prosedural meliputi pengetahuan dari umum ke khusus dan algoritma, pengetahuan metode dan teknik khusus dan pengetahuan kriteria untuk menentukan penggunaan prosedur yang tepat (Anderson, L. & Krathwohl, D. 2001). 62
  • 63.
    Contoh Pengetahuan prosedural            pengetahuantentang prosedur pemanfaatan panas matahari sebagai sumber tenaga; pengetahuan tentang prosedur pendirian organisasi sosial; pengetahuan tentang mengartikan kata yang didasarkan pada analisis struktur kalimat; pengetahuan tentang langkah-langkah pembuatan gambar peta; pengetahuan tentang langkah-langkah pengukuran tegangan listrik; pengetahuan tentang pola makan yang baik dan sehat; pengetahuan tentang tata cara pemilihan kepala desa; pengetahuan tentang langkah-langkah yang benar dalam start pada nomor lari dan nomor jalan; pengetahuan tentang langkah-langkah pengembangan karakter mulia bagi peserta didik di sekolah; pengetahuan tentang langkah-langkah penjumlahan bilangan yang terdiri atas tiga angka; pengetahuan tentang teknik-teknik penerapan dan pembuatan karya lukis menggunakan cat air di atas kanvas. 63
  • 64.
    Teknik dan instrumenpenilaian  Indikator pencapaian kompetensi pengetahuan dijabarkan dari Kompetensi Dasar (KD) yang merupakan jabaran dari Kompetensi Inti (KI) di setiap mata pelajaran.  Penyusunan instrumen penilaian ditentukan oleh kata kerja operasional yang ada di dalam KD dan indikator pencapaian kompetensi yang dirumuskan.  Kata kerja operasional pada indikator juga dapat digunakan untuk penentuan item tes (pertanyaan/soal), seperti dicontohkan pada tabel berikut (Morrison, et.al., 2011):  64
  • 65.
    Kemampuan mengingat Kata kerjayang biasa digunakan:            sebutkan berilah label cocokkanlah berilah nama buatlah urutan apa kapan di manakah berilah contoh tirukanlah pasangkanlah 65
  • 66.
    Kemampuan memahami Kata kerjayang biasa digunakan:              buatlah penggolongan gambarkan buatlah ulasan jelaskan ekspresikan kenalilah ciri tunjukkan temukan buatlah laporan kemukakan buatlah tinjauan pilihlah ceritakan 66
  • 67.
    Kemampuan menerapkan (aplikasi) Katakerja yang biasa digunakan:         terapkan pilihlah demonstrasikan peragakan tuliskan penjelasan buatlah penafsiran tuliskan operasi praktikkan  tulislah rancangan persiapan  buatlah jadwal  buatlah sketsa  buatlah pemecahan masalah  gunakanlah 67
  • 68.
    Kemampuan menganalisis Kata kerjayang biasa digunakan:           tuliskan penilaianmu buatlah suatu perhitungan buatlah suatu pengelompokan tentukan kategori yang dipakai bandingkan bedakan buatlah suatu diagram buatlah inventarisasi periksalah lakukan pengujian 68
  • 69.
    Kemampuan mengevaluasi Kata kerjayang biasa digunakan:         buatlah suatu penilaian tuliskan argumentasi atau alasan jelaskan apa alasan memilih buatlah suatu perbandingan jelaskan alasan pembelaan tuliskan prakiraan ramalkan apa yang akan terjadi bagaimanakah laju peristiwa 69
  • 70.
    Kemampuan merancang Kata kerjayang biasa digunakan:           kumpulkan susunlah buatlah disain (rancangan) rumuskan buatlah usulan bagaimana mengelola aturlah rencanakan buatlah suatu persiapan buatlah suatu usulan tulislah ulasan 70
  • 71.
    Teknik dan InstrumenPenilaian Kompetensi Teknik Bentuk Instrumen Tes Tulis Tes Lisan Daftar pertanyaan Penugasan Pengetahuan PG, Isian, Jawaban singkat, menjodohkan, benar-salah, uraian Lembar penugasan (PR, kliping) Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 72.
    Contoh Instrumen Penilaian Pengetahuan PG, Isian, Jawaban singkat,  menjodohkan, benar-salah,  uraian Daftarpertanyaan Lembar penugasan (PR, kliping) Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 73.
    Contoh Pengolahan NilaiRapor Skor KD Tes 84 76 80 84 3.1 3.2 3.3 3.4 Rata-Rata Skor Akhir Penugasan 90 84 70 87 Skor Akhir Skala 1 - 100 Skala 1 - 4 86 3.44 79 3.16 77 3.08 85 3.40 3.22 Cara Konversi Skor ke skala 1 - 4 Deskripsi Catatan : Menguasai semua kompetensi dengan baik terutama dalam memahami aspek ruang dan waktu serta pengertian dinamika interaksi manusia. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 74.
  • 75.
    Pengertian  Penilaian pencapaiankompetensi keterampilan merupakan penilaian yang dilakukan terhadap peserta didik untuk menilai sejauh mana pencapaian SKL, KI, dan KD khusus dalam dimensi keterampilan.  SKL dimensi keterampilan untuk satuan pendidikan tingkat SMP/MTs/SMPLB/Paket B adalah lulusan memiliki kualifikasi kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis (Permendikbud 54 tahun 2013 tentang SKL).  SKL ini merupakan tagihan kompetensi minimal setelah peserta didik menempuh pendidikan selama 3 tahun atau lebih dan dinyatakan lulus. 75
  • 76.
    Cakupan  Cakupan penilaiandimensi keterampilan meliputi keterampilan peserta didik yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. Keterampilan ini meliputi: keterampilan mencoba, mengolah, menyaji, dan menalar.  Dalam ranah konkret keterampilan ini mencakup aktivitas menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan  membuat.  Sedangkan dalam ranah abstrak, keterampilan ini mencakup aktivitas menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan  mengarang.  Pada setiap akhir tahun pelajaran, sesuai dengan Permendikbud Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP-MTs, kompetensi inti keterampilan (KI-4), yang menjadi tagihan di masing-masing kelas adalah sebagai berikut. 76
  • 77.
    Indikator penilaian  Indikatorpencapaian kompetensi keterampilan merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.  Indikator pencapaian kompetensi keterampilan dikembangkan oleh guru dari KI dan KD dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik.  Indikator pencapaian kompetensi keterampilan dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, antara lain: mengidentifikasi, menghitung, membedakan, menyimpulkan, menceritakan kembali, mempraktekkan, mendemonstrasikan, mendeskripsikan, dsb. 77
  • 78.
    Indikator penilaian  Indikatorpencapaian kompetensi keterampilan merupakan ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang berkontribusi/menunjukkan ketercapaian suatu kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.  Indikator pencapaian kompetensi keterampilan dikembangkan oleh guru dari KI dan KD dengan memperhatikan perkembangan dan kemampuan setiap peserta didik.  Setiap kompetensi dasar dapat dikembangkan menjadi dua atau lebih indikator pencapaian kompetensi keterampilan, hal ini sesuai dengan keluasan dan kedalaman kompetensi dasar tersebut. Indikator-indikator pencapaian kompetensi belajar dari setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian. 78
  • 79.
    Teknik dan bentuk instrumen penilaian  a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan 1. Tes praktik    adalah penilaianyang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuaidengan tuntutan kompetensi. Tes praktik dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik salat, praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan sebagainya. Untuk dapat memenuhi kualitas perencanaan dan pelaksanaan tes praktik 79
  • 80.
    Teknik dan bentuk instrumen penilaian  a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan 2. Tes Projek  adalahtugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputikegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secaratertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.  Penilaian projek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode atau waktu tertentu.  Tugas tersebut berupa suatu investigasi sejak dari perencanaan, pengumpulan, pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.  Penilaian projek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, penyelidikan dan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran dan indikator/topik tertentu secara jelas. 80
  • 81.
    Teknik dan bentuk instrumen penilaian  a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan 2. Tes Projek  Pada penilaianprojek, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan: (a) kemampuan pengelolaan: kemampuan peserta didik dalam memilih indikator/topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan, (b) relevansi, kesesuaian dengan mata pelajaran dan indikator/topik, dengan mempertimbangkan tahap pengetahuan, pemahaman dan keterampilan dalam pembelajaran, dan (c) keaslian: proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya, dengan mempertimbangkan kontribusi guru berupa petunjuk dan dukungan terhadap projek peserta didik. 81
  • 82.
    Penilaian Proyek  Penilaianmencakup : 1. Penilaian Proses a. b. c. 2. Perencanaan Pelaksanaan Penyajian Penilaian Hasil a. b. c. Isi laporan Bahasa Estetika  Instrumen: Pedoman Penskoran Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 83.
    Teknik dan bentukinstrumen penilaian a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan 3. Tes Portofolio  adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untukmengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/ataukreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu.  Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkankepedulian peserta didik terhadap lingkungannya. 83
  • 84.
    Teknik dan bentukinstrumen penilaian a. Teknik penilaian kompetensi keterampilan 3. Tes Portofolio     Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik atau hasil ulangan dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, guru dan peserta didik sendiri dapat menilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus melakukan perbaikan. 84
  • 85.
    Teknik dan bentukinstrumen penilaian b. Bentuk instrumen penilaian kompetensi keterampilan 1. daftar cek (Check-list) Contoh daftar cek Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung (Menggunakan Daftar Tanda Cek) Nama peserta didik: ________ No. Aspek Yang Dinilai 1 Teknik awalan 2 Tdk baik Sikap/posisi tubuh saat di udara 4 Baik Teknik tumpuan 3 Kelas: _____ Teknik mendarat Skor yang dicapai Skor maksimum Keterangan: Baik mendapat skor 1, Tidak baik mendapat skor 0 4 85
  • 86.
    Teknik dan bentukinstrumen penilaian b. Bentuk instrumen penilaian kompetensi keterampilan 2. Skala Penilaian (Rating Scale) Contoh rating scales Penilaian Lompat Jauh Gaya Menggantung (Menggunakan Skala Penilaian) Nama Siswa: ________ No. Kelas: _____ Aspek Yang Dinilai Nilai 1 1. Sikap/posisi tubuh saat di udara 4. 4 Teknik tumpuan 3. 3 Teknik awalan 2. 2 Teknik mendarat Jumlah Skor Maksimum 16 Keterangan: 1 = tidak kompeten; 2 = cukup kompeten; 3 = kompeten; 4 = sangat kompeten 86
  • 87.
    Teknik dan InstrumenPenilaian Kompetensi Teknik Bentuk Instrumen Contoh Tes Praktik Bermain peran, IPA, Shalat, Olah raga, Membaca, Menyanyi Proyek Daftar cek, skala penilaian Bakti sosial, pentas seni, Penghijauan Portofolio Keterampilan Daftar cek, skala penilaian Daftar cek, skala penilaian Makalah, Piagam, Kumpulan Puisi, Laporan Penelitian Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 88.
  • 89.
    Kelas Kegiatan Tema Contoh Lembar PengamatanBermain Peran Nama : ............................ : Bermain peran : Proklamasi Kemerdekaan Partisipasi Aspek Penilaian Penghayatan Peran Kerjasama Rata-Rata Nilai Pedoman Penskoran Aspek Penilaian Partisipasi Penghayatan Peran Kerjasama • • • • • • • Penilaian Proses dan Hasil Belajar Deskripsi Keterlibatan dalam bermain peran Peran dari tokoh yang diperankan Penjiwaan terhadap tokoh Kesesuaian kostum tokoh Semangat bermain peran Membantu teman Tenggang rasa dengan teman Nilai 60 – 100 60 – 100 60– 100
  • 90.
    Contoh Penilaian Projek Kelompok: …………………….. Kelas : ……………………... Tema : Semangat dan komitmen pendiri negara No Aspek Penilaian Skor A Perencanaan : 1.Kesesuaian Tema 2.Pembagian Tugas 1. apabila projek kurang sesuai tema 2. apabila projek cukup sesuai tema 3. apabila projek sudah sesuai tema B Pelaksanaan : 1.Kerjasama 2.Kesesuaian dengan rencana 3.Partisipasi anggota Masing-masing sub aspek menggunakan skala 1 - 3 C Pelaporan : 1.Estetika 2.Bahasa 3.Isi laporan Masing-masing sub aspek menggunakan skala 1 - 3 Rata-Rata Skor Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 91.
    Lembar Penilaian GagasanKreatif Kelas Nama Topik : ............................ : ............................ : Energi Alternatif No Aspek Penilaian 1 Kebermaknaan Gagasan 2 Pemahaman pengetahuan pendukung gagasan 3 Argumentasi gagasan 4 Bahasa dan Penulisan 5 Estetika (penjilidan, kerapihan, dll) Jumlah Nilai Pedoman penskoran 4 = sangat baik ; 3 = baik; 2 = cukup; 1 = kurang Skor Catatan Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 92.
    Pengolaahan Nilai Keterampilan Pengolahan nilai dapat menggunakan bobot yang sama atau berbeda untuk teknik penilaian  Rumus pengolahan nilai Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 93.
    Contoh Pengolahan NilaiRapor KD 4.1 4.2 4.3 Skor Tes Praktik Projek 84 76 60 Rata-Rata Skor Akhir Portofolio 90 84 70 Skor Akhir Skala 1 - 100 Skala 1 - 4 87 3.48 80 3.20 65 2.60 3.09 Cara Konversi ke skala 1 - 4 Deskripsi Catatan : Memiliki kemampuan yang sangat baik dalam mengamati kebudayaan dan fikiran masyarakat Indonesia, perlu ditingkatkan dalam mengobservasi dan menyajikan bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 94.
  • 95.
    Permendikbud No 66Tahun 2013 Bab II bagian E Laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk: 1) nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu. 2) deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual/religius dan sikap sosial. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 96.
    Model Rapor SMP(1) Cakupan Sikap Sosial dan Spiritual No Mapel Pengetahuan Ketramp. A- B+ Dalam Mapel Antar mapel SB, B, C, K (diisi dari Guru) Disimpulkan secara utuh dari sikap peserta didik dalam Mapel (Deskripsi Koherensi) (diisi oleh Wali Kelas didahului diskusi dengan semua guru mapel) Kelompok A 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 PPKn 3 Bahasa Indonesia 4 Matematika 5 Ilmu Pengetahuan Alam 6 Ilmu Pengetahuan Sosial 7 Bahasa Inggris Kelompok B 1 Seni Budaya 2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3 Prakarya
  • 97.
    Model Rapor SMP(2) Deskripsi Nilai No. Kelompok A Mapel 1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 2 Pendidikan Pancasiladan Kewarganegaraan 3 Bahasa Indonesia 4 Matematika 5 Ilmu Pengetahuan Alam 6 Ilmu Pengetahuan Sosial 7 Bahasa Inggris Kompetensi Pengetahuan Keterampilan Sikap sosialdan spiritual Pengetahuan Keterampilan Sikap sosialdan spiritual Pengetahuan Keterampilan Sikap sosialdan spiritual Pengetahuan Keterampilan Sikap sosialdan spiritual Pengetahuan Keterampilan Sikap sosialdan spiritual Pengetahuan Keterampilan Sikap sosialdan spiritual Pengetahuan Keterampilan Sikap sosialdan spiritual Kelompok B 1 SeniBudaya 2 Pendidikan Jasmani, Olahj Raga, dan Kesehatan Prakarya 3 Pengetahuan Keterampilan Sikap sosialdan spiritual Pengetahuan Keterampilan Sikap sosialdan spiritual Pengetahuan Keterampilan Catatan
  • 98.
    Konversi Nilai Pengetahuan,Keterampilan, Sikap Predikat Nilai Kompetensi Pengetahuan Ketrampilan A 4 4 A- 3.66 3.66 B+ 3.33 3.33 B 3 3 B- 2.66 2.66 C+ 2.33 2.33 C 2 2 C- 1.66 1.66 D+ 1.33 1.33 D 1 1 Sikap Penilaian Proses dan Hasil Belajar SB B C K
  • 99.
    Rentang Nilai No. 1 2 SKOR 0.00 ˂ Nilai skor˂ 1,00 1,00 ˂ skor ≤ 1,33 D D+ 3 1,33 ˂ skor ≤ 1,66 C- 4 1,66 ˂ skor ≤ 2,00 C 5 2,00 ˂ skor ≤ 2,33 C+ 6 2,33 ˂ skor ≤ 2,66 B- 7 2,66 ˂ skor ≤ 3,00 B 8 3,00 ˂ skor ≤ 3,33 B+ 9 3,33 ˂ skor ≤ 3,66 A- 10 3,66 ˂ skor ≤ 4,00 A Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 100.
  • 101.
    Kriteria Kenaikan Kelas Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh satuan pendidikan, dengan ketentuan minimal: 1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti. 2. Mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan, minimal sama dengan KKM. 3. Mencapai nilai sikap untuk semua mata pelajaran minimal baik. 4. Tidak terdapat nilai kurang dari KKM maksimal pada tiga mata pelajaran. 5. Ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 15 % dari jumlah hari efektif. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 102.
    Kriteria Kelulusan 1. menyelesaikanseluruh program pembelajaran 2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran 3. lulus ujian sekolah/madrasah; dan 4. lulus Ujian Nasional Penilaian Proses dan Hasil Belajar
  • 103.
    Kerucut Pengalaman Yang Diingat 10% Baca Tingkat Keterlibatan 20% Dengarkan Verbal LihatGambar/ Diagram 30% Lihat Video/Film Lihat Demonstrasi 50% Terlibat dalam Diskusi 70% Menyajikan/Presentasi Visual 90% Terlibat Bermain Peran Melakukan Simulasi Berbuat Mengerjakan Hal yang Nyata “Belajar yang berhasil lahir dari mengerjakannya” (Wyatt $ Looper, 1999)
  • 104.
  • 105.