Milling CNC
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
By.Aidil Zamri LAB -
CNC Politeknik Negeri Padang
NC/CNC (Numerical Control/Computer Numerical Control) :
Adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu peralatan manufaktur; misalnya
mesin bubut, milling, dll dikontrol secara numerik berbasis komputer yang mampu membaca instruksi
kode . Mesin CNC dapat bekerja melalui pemograman yang dilakukan dan dikendalikan melalui
komputer.
Dengan mesin CNC, ketelitian suatu produk dapat dijamin hingga 1/1000 mm lebih.
Mesin CNC digunakan untuk pengerjaan produk masal dengan hasil yang sama persis dan waktu
permesinan yang cepat
Mesin perkakas CNC dilengkapi dengan bermacam alat potong yang dapat membuat benda kerja
secara presisi.
Dengan berkembangnya Mesin CNC, maka benda kerja yang rumit sekalipun dapat dibuat secara
mudah dalam jumlah yang banyak.
Mesin CNC dapat bekerja secara otomatis atau semi otomatis setelah diprogram terlebih dahulu
melalui komputer yang ada
Pengenalan Mesin CNC
Jenis Mesin CNC
By. Aidil Zamri LAB
- CNC Politeknik Negeri Padang
Di industri menengah dan besar, banyak dijumpai mesin CNC dalam mendukung proses produksi. Secara garis
besar, mesin CNC dibagi dalam 2 (dua) macam, yaitu :
 1. Mesin bubut CNC
 2. Mesin frais CNC
Setiap jenis mesin CNC mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan pabrik pembuat nya.
Namun demikian secara garis besar cara mengoperasikan mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam cara,
yaitu :
 Sistem Absolut
 Sistem Incremental
1. SistemAbsolut
SistemAbsolut adalah suatu metode pemrograman dimana titik referensinya selalu tetap yaitu satu titik / tempat dijadikan referensi
untuk semua ukuran.
2. Sistem Inkrimental
Sedangkan sistem Incremental adalah suatu metode pemrograman di mana titik referensinya selalu berubah.
Pada system ini titik awal yang digunakan sebagai acuan adalah selalu berpindah sesuai dengan titik actual yang dinyatakan terakhir.
Sistem Absolut dan Inkrimental
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
Absolut
Inkrimental
Sistem Absolut dan Inkrimental
By. Aidil Zamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
Titik referensi
Pemograman mesin CNC Milling
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
Titik A [5 , 8]
Titik B [-6 , 4]
Titik C [-9 , -2]
Titik D [3, -7]
Dari gambar :
Pemogragman Absolut
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
Didalam program mesin CNC sistem pemrograman ini lebih banyak digunakan dibanding sistem pemrograman dengan
inkremental. Dalam sistem pemrograman Absolut hanya mengacu pada satu titik referensi saja [ titik nolnya tidak berpindah-
pindah ]
Dari gambar :
Pemogragman Inkrimental
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
Pemrograman sistem inkremental titik referensinya [ titik nolnya ] selalu berpindah-pindah, dimana
gerakan itu berhenti, disitulah titik referensi untuk menghitung jarak untuk pergerakan berikutnya
[ Endpoint akan menjadi start point untuk start berikutnya ]
Dari gambar :
Fungsi G dan M
Gerakan ini tidak boleh dipergunakan untuk melakukan cutting / pemakanan terhadap benda kerja, sebab bisa
menyebabkan pisau atau alat potong patah. Didalam pemrograman gerakan G00 ini harus diperhatikan dengan cermat
agar gerakannya tidak menimbulkan tabrakan antara alat potong dan benda kerja atau alat bantu lainnya
G00
G00 : Gerakan cepat tanpa pemakanan / rapid [ gerakan
mesin ]
G00 X ….Y ….Z ….
By.Aidil Zamri LAB -
CNC Politeknik Negeri Padang
G01 : Gerakan pemakanan lurus
Gerakan ini dipergunakan untuk pemakanan lurus. Kecepatan gerakan ini ditentukan oleh feedingnya.
G01 X….Y…. Z…. F
G02 : Gerakan melingkar searah jarum jam
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
G02 X ....Y .... Z .... R .... F ... ; atau
G02 X .... Y .... Z .... I .... J .... K .... F ... ;
Gerakan ini dipergunakan untuk pemakanan melingkar yang searah jarum jam. Kecepatan gerakan inipun ditentukan oleh
feedingnya
X,Y,Z : Koordinat yang dituju
R : Radius [ Jarak antara start point ke center poit ]
I : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu X
secara
Inkremental
J : Jarak antara start point menuju center point searah sumbuY
secara
Inkremental
K : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu Z
secara Inkremental
F : Feeding [ kecepatan pemakanan / asutan / penyayatan ]
G03 : Gerakan melingkar berlawanan arah jarum jam
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
G03 X ....Y .... Z .... R .... F ... ; atau
G03 X .... Y .... Z .... I .... J .... K .... F ... ;
Gerakan ini dipergunakan untuk pemakanan melingkar yang searah jarum jam. Kecepatan gerakan inipun ditentukan oleh
feedingnya
X,Y,Z : Koordinat yang dituju
R : Radius [ Jarak antara start point ke center poit ]
I : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu X
secara
Inkremental
J : Jarak antara start point menuju center point searah sumbuY
secara
Inkremental
K : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu Z
secara Inkremental
F : Feeding [ kecepatan pemakanan / asutan / penyayatan ]
Fungsi G
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
 G00 Rapid Move
 G01 Linear Feed Move
 G02 Clockwise Arc Feed Move
 G03 Counter Clockwise Arc Feed Move
 G04 Dwell
 G20 program in Inch
 G21 Program in Millimeter
 G40 Cutter Compensation Cancel
 G41 Cutter Compensation Left
 G42 Cutter Compensation Right
 G54 Workpiece Coordinate Sysatem 1
 G55 Workpiece Coordinate Sysatem 2
 G56 Workpiece Coordinate Sysatem 3
 G57 Workpiece Coordinate Sysatem 4
 G58 Workpiece Coordinate Sysatem 5
 G59 Workpiece Coordinate Sysatem 6
Daftar perintah G pada mesin CNC
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
Fungsi G
G00 Gerakan cepat
G01 Interpolasi lurus
G02 Interpolasi melinqkar searah Jarum Jam
G03 Interpolasi melinqkar berlawanan arah jarum jam
G04 Lamanya tingqal diam.
G40 Kompensasi radius pisau hapus
G41 Kompensasi radius kiri
G42 Kompensasi Radius kanan
G45 Penambahan radius pirau
G46 Pengurangan radius pisau
G47 Penambahan radius pisau 2 kali
G48 Penguranqan radius pisau 2 kali
G73 Siklus pemutusanTatal
G74 Siklus penguliran (jalan kiri)
G81 Siklus pemboran tetap
G82 Siklus pemboran tetap dengan tinj diam
G83 Siklus pemboran tetap dengan pembuangantatal
G84 Siklus penquliran
G85 Siklus mereamer tetap
G89 Siklus mereamer tetap denqan tinqqal diam.
G90 Pemroqraman nilai absolut
G91 Pemroqraman nilai inkremental
G92 Penqqeseran titik referensi
Fungsi M
M00 Diam
M03 Spindel frais hidup.searahjarumjam
M05 Spindel frais mat!
M06 Penggeseran alat, radius pisau frais masuk
M17 Kembali ke program pokok
M30 Program berakhir
Latihan 1
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik Negeri
Padang
LATIHAN 2
By. Aidil Zamri
LAB - CNC Politeknik
Negeri Padang

PENGENALAN MESIN COMPUTER NUMERIC CONTROL (CNC)

  • 1.
    Milling CNC By. AidilZamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
  • 2.
    By.Aidil Zamri LAB- CNC Politeknik Negeri Padang NC/CNC (Numerical Control/Computer Numerical Control) : Adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu peralatan manufaktur; misalnya mesin bubut, milling, dll dikontrol secara numerik berbasis komputer yang mampu membaca instruksi kode . Mesin CNC dapat bekerja melalui pemograman yang dilakukan dan dikendalikan melalui komputer. Dengan mesin CNC, ketelitian suatu produk dapat dijamin hingga 1/1000 mm lebih. Mesin CNC digunakan untuk pengerjaan produk masal dengan hasil yang sama persis dan waktu permesinan yang cepat Mesin perkakas CNC dilengkapi dengan bermacam alat potong yang dapat membuat benda kerja secara presisi. Dengan berkembangnya Mesin CNC, maka benda kerja yang rumit sekalipun dapat dibuat secara mudah dalam jumlah yang banyak. Mesin CNC dapat bekerja secara otomatis atau semi otomatis setelah diprogram terlebih dahulu melalui komputer yang ada Pengenalan Mesin CNC
  • 3.
    Jenis Mesin CNC By.Aidil Zamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang Di industri menengah dan besar, banyak dijumpai mesin CNC dalam mendukung proses produksi. Secara garis besar, mesin CNC dibagi dalam 2 (dua) macam, yaitu :  1. Mesin bubut CNC  2. Mesin frais CNC Setiap jenis mesin CNC mempunyai karakteristik tersendiri sesuai dengan pabrik pembuat nya. Namun demikian secara garis besar cara mengoperasikan mesin CNC dapat dilakukan dengan dua macam cara, yaitu :  Sistem Absolut  Sistem Incremental 1. SistemAbsolut SistemAbsolut adalah suatu metode pemrograman dimana titik referensinya selalu tetap yaitu satu titik / tempat dijadikan referensi untuk semua ukuran. 2. Sistem Inkrimental Sedangkan sistem Incremental adalah suatu metode pemrograman di mana titik referensinya selalu berubah. Pada system ini titik awal yang digunakan sebagai acuan adalah selalu berpindah sesuai dengan titik actual yang dinyatakan terakhir.
  • 4.
    Sistem Absolut danInkrimental By. Aidil Zamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang Absolut Inkrimental
  • 5.
    Sistem Absolut danInkrimental By. Aidil Zamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang Titik referensi
  • 6.
    Pemograman mesin CNCMilling By. Aidil Zamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang Titik A [5 , 8] Titik B [-6 , 4] Titik C [-9 , -2] Titik D [3, -7] Dari gambar :
  • 7.
    Pemogragman Absolut By. AidilZamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang Didalam program mesin CNC sistem pemrograman ini lebih banyak digunakan dibanding sistem pemrograman dengan inkremental. Dalam sistem pemrograman Absolut hanya mengacu pada satu titik referensi saja [ titik nolnya tidak berpindah- pindah ] Dari gambar :
  • 8.
    Pemogragman Inkrimental By. AidilZamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang Pemrograman sistem inkremental titik referensinya [ titik nolnya ] selalu berpindah-pindah, dimana gerakan itu berhenti, disitulah titik referensi untuk menghitung jarak untuk pergerakan berikutnya [ Endpoint akan menjadi start point untuk start berikutnya ] Dari gambar :
  • 9.
    Fungsi G danM Gerakan ini tidak boleh dipergunakan untuk melakukan cutting / pemakanan terhadap benda kerja, sebab bisa menyebabkan pisau atau alat potong patah. Didalam pemrograman gerakan G00 ini harus diperhatikan dengan cermat agar gerakannya tidak menimbulkan tabrakan antara alat potong dan benda kerja atau alat bantu lainnya G00 G00 : Gerakan cepat tanpa pemakanan / rapid [ gerakan mesin ] G00 X ….Y ….Z ….
  • 10.
    By.Aidil Zamri LAB- CNC Politeknik Negeri Padang G01 : Gerakan pemakanan lurus Gerakan ini dipergunakan untuk pemakanan lurus. Kecepatan gerakan ini ditentukan oleh feedingnya. G01 X….Y…. Z…. F
  • 11.
    G02 : Gerakanmelingkar searah jarum jam By. Aidil Zamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang G02 X ....Y .... Z .... R .... F ... ; atau G02 X .... Y .... Z .... I .... J .... K .... F ... ; Gerakan ini dipergunakan untuk pemakanan melingkar yang searah jarum jam. Kecepatan gerakan inipun ditentukan oleh feedingnya X,Y,Z : Koordinat yang dituju R : Radius [ Jarak antara start point ke center poit ] I : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu X secara Inkremental J : Jarak antara start point menuju center point searah sumbuY secara Inkremental K : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu Z secara Inkremental F : Feeding [ kecepatan pemakanan / asutan / penyayatan ]
  • 12.
    G03 : Gerakanmelingkar berlawanan arah jarum jam By. Aidil Zamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang G03 X ....Y .... Z .... R .... F ... ; atau G03 X .... Y .... Z .... I .... J .... K .... F ... ; Gerakan ini dipergunakan untuk pemakanan melingkar yang searah jarum jam. Kecepatan gerakan inipun ditentukan oleh feedingnya X,Y,Z : Koordinat yang dituju R : Radius [ Jarak antara start point ke center poit ] I : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu X secara Inkremental J : Jarak antara start point menuju center point searah sumbuY secara Inkremental K : Jarak antara start point menuju center point searah sumbu Z secara Inkremental F : Feeding [ kecepatan pemakanan / asutan / penyayatan ]
  • 13.
    Fungsi G By. AidilZamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang  G00 Rapid Move  G01 Linear Feed Move  G02 Clockwise Arc Feed Move  G03 Counter Clockwise Arc Feed Move  G04 Dwell  G20 program in Inch  G21 Program in Millimeter  G40 Cutter Compensation Cancel  G41 Cutter Compensation Left  G42 Cutter Compensation Right  G54 Workpiece Coordinate Sysatem 1  G55 Workpiece Coordinate Sysatem 2  G56 Workpiece Coordinate Sysatem 3  G57 Workpiece Coordinate Sysatem 4  G58 Workpiece Coordinate Sysatem 5  G59 Workpiece Coordinate Sysatem 6
  • 14.
    Daftar perintah Gpada mesin CNC By. Aidil Zamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang Fungsi G G00 Gerakan cepat G01 Interpolasi lurus G02 Interpolasi melinqkar searah Jarum Jam G03 Interpolasi melinqkar berlawanan arah jarum jam G04 Lamanya tingqal diam. G40 Kompensasi radius pisau hapus G41 Kompensasi radius kiri G42 Kompensasi Radius kanan G45 Penambahan radius pirau G46 Pengurangan radius pisau G47 Penambahan radius pisau 2 kali G48 Penguranqan radius pisau 2 kali G73 Siklus pemutusanTatal G74 Siklus penguliran (jalan kiri) G81 Siklus pemboran tetap G82 Siklus pemboran tetap dengan tinj diam G83 Siklus pemboran tetap dengan pembuangantatal G84 Siklus penquliran G85 Siklus mereamer tetap G89 Siklus mereamer tetap denqan tinqqal diam. G90 Pemroqraman nilai absolut G91 Pemroqraman nilai inkremental G92 Penqqeseran titik referensi Fungsi M M00 Diam M03 Spindel frais hidup.searahjarumjam M05 Spindel frais mat! M06 Penggeseran alat, radius pisau frais masuk M17 Kembali ke program pokok M30 Program berakhir
  • 15.
    Latihan 1 By. AidilZamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang
  • 16.
    LATIHAN 2 By. AidilZamri LAB - CNC Politeknik Negeri Padang