ETIKA DAN ORGANISASI
PROFESI
Here
comes
your
footer
Page
2
PENGERTIANETIKA & ETIKET
ETIKA moral
Etiket sopan santun.
Menurut Bertens:
Etika dipakai dalam arti: nilai-nilai dan norma-
norma moral yang menjadi pegangan bagi
seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur
tingkah lakunya.Misal:etika orang Jawa
Etika dipakai dalam arti: kumpulan asas atau
nilai moral.Misal:kode etik akuntan indonesia, kode
etik dokter
Etika dipakai dalam arti: ilmu tentang yang baik
atau yang buruk. Arti etika disini sama dengan
filsafat moral
3.
PERSAMAAN ETIKA DANETIKET
Etika dan etiket sama-sama menyangkut perilaku
manusia. Istilah tersebut dipakai mengenai manusia
tidak mengenai binatang karena binatang tidak
mengenal etika maupun etiket.
Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara
normatif artinya memberi norma bagi perilaku
manusia dan dengan demikian menyatakan apa yag
harus dilakukan dan apa yang tidak boleh
dilakukan. Justru karena sifatnya normatif maka
kedua istilah tersebut sering dicampuradukkan.
Here
comes
your
footer
Page
3
4.
1.
Etika menyangkutmasalah apakah sebuah perbuatan boleh
dilakukan atau tidak boleh. Etika tidak terbatas pada cara
melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang
perbuatan itu sendiri.
Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket
menunjukkan carayang tepat artinya cara yang diharapkan serta
ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu. Misalnya:
Dalam makan, etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi
Kalau sudah selesai makan,tidak boleh mencuci tangan terlebih dahulu.
Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Bila hal2 di
atas dilanggar, dianggap melanggar etiket.
Here
comes
your
footer
Page
4
PERBEDAAN ETIKA & ETIKET
5.
2.
Etika selaluberlaku walaupun tidak ada orang lain.
Misal:
Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun
pemiliknya sudah lupa.
Mencuri dilarang meskipun tidak ada orang lain yang melihat
Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. Bila tidak ada
orang lain atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak
berlaku.
Misalnya:
Etiket tentang cara makan. Makan sambil menaruh kaki di atas
meja dianggap melanggar etiket dila dilakukan bersama-sama
orang lain. Bila dilakukan sendiri maka hal tersebut tidak
melanggar etiket.
Here
comes
your
footer
Page
5
6.
Here
comes
your
footer
Page
6
3.
Etika bersifatlebih absolut. Perintah seperti “jangan
berbohong”, “jangan mencuri” merupakan prinsip etika
yang tidak dapat ditawar-tawar.
Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan
dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan
dalam kebudayaan lain.
Misal:
Makan dengan tangan
Bersenggak sesudah makan.
Memberikan sesuatu dengan membungkukkan badan
7.
Here
comes
your
footer
Page
7
4.
Etiket hanya memadangmanusia dari segi lahiriah
saja, sedangkan etika memandang manusia dari segi
dalam. Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang
etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket
namun munafik sebaliknya seseorang yang berpegang
pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia
munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap
etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.
8.
PRINSIP ETIKA
Here
comes
your
footer
Page
8
a. PrinsipKeindahan, etika manusia berkaitan dengan nilai-nilai keindahan
b. Prinsip Persamaan, hakekat manusia menghendaki adanya persamaan
antara manusia satu
dengan yang lain.
c. Prinsip Kebaikan, segala sesuatu yang menimbulkan pujian. Manusia
kebaikan tatanan
sosial, ilmu pengetahuan, agama dll
d. Prinsip Keadilan, adanya kemauan yang tetap dan kekal untuk
memberikan kepada setiap
orang apa yang semestinya.
e. Prinsip Kebebasan, menginginkan keleluasaan bertindak berdasarkan
pilihan.
f. Prinsip Kebenaran, segala sesuatu harus dapat dibuktikan
kebenarannya
9.
Here
comes
your
footer
Page
9
Dua macam etikayang harus kita pahami bersama dalam
menentukan baik dan buruknya
perilaku manusia
1. ETIKA DESKRIPTIF
2. ETIKA NORMATIF
Etika deskriptif memberikan fakta sebaga idasar untuk
mengambil keputusan tentang perilaku
yang dilakukan, sedangkan etika normatif memberikan
penilaian sekaligus memberikan norma
sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan
10.
Here
comes
your
footer
Page
10
Merupakan etika yangberbicara
mengenai sebuah fakta, yaitu
tentang nilai dan pola perilaku
manusia terkait dengan situasi dan
realitas yang membudaya dalam
kehidupan masyarakat
Etika Deskriptif
Etika Normatif
Merupakan etika yang memberikan
penilaian secara himbauan kepada
manusia tentang bagaimana harus
bertindak sesuai dengan norma
yang berlaku
Berkaitan dengan tindakan
untuk melakukan atau
tidak melakukan
Berkaitan dengan membuat dan
mengambil keputusan
11.
KODE ETIK
Kodeetik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis
yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik dan apa
yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik
menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa
yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari.
Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya
kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan
melindungi perbuatan yang tidak profesional.
Ketaatan tenaga profesional terhadap kode etik merupakan ketaatan
naluriah yang telah bersatu dengan pikiran, jiwa dan perilaku tenaga
profesional. Jadi ketaatan itu terbentuk dari masing-masing orang
bukan karena paksaan. Dengan demikian tenaga profesional merasa
bila dia melanggar kode etiknya sendiri maka profesinya akan rusak
dan yang rugi adalah dia sendiri.
12.
Here
comes
your
footer
Page
12
Kode etikbukan merupakan kode yang kaku karena dengan
perkembangan zaman maka kode etik mungkin menjadi usang atau
sudah tidak sesuai dengan tuntutan zaman. Misalnya kode etik tentang
euthanasia (mati atas kehendak sendiri), dahulu belum tercantum dalam
kode etik kedokteran, kini hal tersebut sudah tercantum dalam kode etik
kedokteran
Kode etik disusun oleh organisasi profesi sehingga masing-masing
profesi memiliki kode etik tersendiri. Misalnya kode etik dokter, guru,
pustakawan, pengacara,profesional di bidang IT.
Pelanggaran kode etik tidak diadili oleh pengadilan karena melanggar
kode etik tidak selalu berarti melanggar hukum. Sebagai contoh untuk
Ikatan Dokter Indonesia terdapat Kode Etik Kedokteran. Bila seorang
dokter dianggap melanggar kode etik tersebut, maka dia akan diperiksa
oleh Majelis Kode Etik Kedokteran Indonesia, bukannya oleh pengadilan.