SELAMAT MENGIKUTI
PENYAJIAN KE 2
1. Menjelaskan langkah-langkah PTK
2. Mengidentifikasi masalah PTK
3. Menjelaskan kegiatan pada tahap perencanaan
4. Menjelaskan kegiatan pada tahap
implementasi
dan observasi
5. Menjelaskan kegiatan pada tahap analisis dan
refleksi.
Pada akhir penyajian ini, peserta
diharapkan dapat:
MENGIDENTIFIKASI
MASALAH
MENGANALISIS DAN
MERUMUSKAN MASALAH
Melakukan
Analisis & Refleksi
Merencanakan
Tindakan
Mengimplementasi
Tindakan & Observasi
Melakukan
Analisis & Refleksi
Merencanakan
Tindakan
Mengimplementasi
Tindakan &Observasi
Merencanakan
Tindakan
SIKLUS 2
SIKLUS 1
LANGKAH
LANGKAH
MELAKUKAN PTK
MELAKUKAN PTK
A. IDENTIFIKASI MASALAH
Kegiatan untuk menemukan
masalah dalam pembelajarannya. Untuk itu
Guru harus melakukan refleksi diri
secara jujur.
BAGAIMANA CARA
MELAKUKAN REFLEKSI DIRI ?
Guru mengajukan pertanyaan pada diri sendiri
tentang pembelajaran yang telah dilakukan,
misalnya:
 Apakah penjelasan saya dapat dimengerti oleh siswa ?
 Apakah dalam memberikan penjelasan, saya telah
memberikan contoh-contoh konkrit yang ada di sekitar
siswa ?
CARA PERTAMA
 Apakah hasil latihan siswa di kelas sudah saya
periksa dan diberi komentar ?
 Apakah bahasa yang saya gunakan dapat
dimengerti oleh siswa?
 Apakah saya sudah menggunakan model/
strategi/metode pembelajaran yang sesuai
dengan karakteristik materi dan siswa ?
 Apakah KKM yang saya tuntut terlalu tinggi ?
Pertanyaan bant
Ya Tidak
1. Apakah hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran
selalu rendah ?
V
2. Apakah cara mengajar saya yang kurang menarik bagi siswa ? V
3. Apakah contoh-contoh yang selalu saya berikan kurang konkrit
dan sulit diterima siswa?
V
4. Apakah saya dalam mengajar menggunakan istilah-istilah yang
sulit dipahami siswa?
V
5. Apakah nada suara saya tidak bisa didengar oleh siswa ? V
6. Apakah hasil ulangan siswa pernah saya kembalikan? V
Matriks yang dapat membantu
Identifikasi Masalah
CARA KEDUA
Menganalisis hasil observasi yang telah dilakukan di
kelas tertentu pada sekolah X. Misalnya:
 Materi diajarkan dengan metode konvensional (ceramah),
 Pelajaran dimulai dengan menjelaskan, dilanjutkan dengan
latihan soal-soal yang ada pada buku paket.
 Selama 40 menit, hanya 3 orang dari 40 orang siswa yang
bertanya untuk mengkonfirmasikan jawaban temannya.
 Guru langsung menjelaskan jawaban dari soal tersebut.
Membandingkan hasil Belajar siswa pada tes sebagai
bahan refleksi
Aspek
Aspek Kelas X.1
Kelas X.1 Kelas X.2
Kelas X.2
Skor terendah
Skor terendah 35
35 43
43
Skor tertinggi
Skor tertinggi 78
78 76
76
Rata-rata kelas
Rata-rata kelas 53
53 55
55
Jml siswa yang mencapai SKM (65)
Jml siswa yang mencapai SKM (65) 41%
41% 52%
52%
CARA KETIGA
B. MENGANALISIS DAN MERUMUSKAN
MASALAH
1. Analisis masalah, yaitu upaya untuk
menemukan penyebab terjadinya
masalah.
2. Perumusan masalah, sebaiknya dalam
bentuk kalimat tanya dan operasional
( dapat diukur)
CONTOH ANALISIS MASALAH
HASIL IDENTIFIKASI MASALAH
1. Kualitas proses belajar (fakta
1,2)
2. Pemahaman siswa/Kualitas
hasil belajar (fakta 3,4, 6, 7)
3. Metode: kurang menarik
PENYEBAB MAS ALAH
Metode pembelajaran kurang
menarik, media/bahan ajar tidak
digunakan
FAKTA HASIL PENGAMATAN GURU/
ORANG LAIN:
1. Siswa kurang berani mengajukan
pertanyaan
2. Sebagian besar siswa tidak
menyelesaikan tugas yang diberikan
dengan tepat
3. Nilai rata-rata 5,1
4. Persentase siswa yang mencapai
ketuntasan minimum 50%
5. MeTode yang digunakan guru
ceramah
6. Sebagian siswa salah Konsep
7. Siswa tidak dapat mengerjakan/
memecahkan masalah
Contoh masalah yang terjadi di dalam
kelas, yang dapat menjadi topik PTK
 Penguasaan komptensi siswa yang rendah, misalnya
dilihat rata-rata hasil tes siswa selalu rendah, kurang
dari < 5,0
 Ketrampilan siswa rendah , misalnya ketrampilan
berpikir rasional, ketrampilan menjawa soal.
 Tingkat kehadiran siswa rendah (setiap kali pertemuan
lebih dari 3 orang bolos tanpa izin).
 Siswa kurang aktif dan cenderung pasif, setiap diberi
pertanyaan tidak satupun siswa berani menjawabnya.
 Setiap diberi kesempatan bertanya, tidak satupun siswa
yang berani bertanya.
Lanjutan….
 Miskonsepsi terhadap suatu konsep.
 Perhatian siswa tidak fokus.
 Aktivitas belajar dan kegiatan praktikum tidak
pernah dilakukan, karena keterbatasan alat dan
bahan.
 Kemampuan siswa kurang dapat mengaitkan isi
pelajaran dengan keadaan alam sekitarnya.
Ibu Juriah, seorang ibu guru Kelas IV di SDN 5 Ampenan
mengidentifikasi masalah yang terjadi pada
pembelajaran IPA di kelasnya, antara lain:
 Guru hanya menggunakan metode ceramah
 Belum ada kerjasama siswa dalam menyelesaikan
tugas-tugas yang diberikan.
 Siswa kurang semangat dan motivasi dalam
pembelajaran
 Keberanian siswa bertanya dan mengemukakan
pendapat kurang
 Hasil belajar belum mencapai KKM yang telah
ditetapkan.
Contoh 1:
Contoh Rumusan Masalah
 Apakah pembelajaran berorientasi proses dapat
meningkatkan partisipasi siswa Klas V dalam
pembelajaran IPA di SD 3 ... ?
 Apakah penyampaian materi dengan menggunakan
LKS dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam
kegiatan pembelajaran IPS di ....?
 Apakah penggunaan strategi pembelajaran inkuiri
dapat meningkatkan hasil belajar siswa Klas V
pada materi pelajaran IPS?
C. Perencanaan Tindakan
 Menetapkan rencana siklus tindakan yang akan dilakukan
 Menyusun RPP termasuk skenario pembelajaran
 Menyusun bahan ajar dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)
 Menyusun alat untuk observasi, baik observasi belajar
siswa maupun kegiatan untuk guru.
 Menyusun tes hasil belajar untuk melihat tingkat
penguasaan materi pada tiap siklusnya.
 Mengumpulkan bahan dan alat yang akan digunakan
 Merencanakan kelompok dan langkah-langkah
pembelajaran
D. Melaksanakan Tindakan
 Penerapan semua rencana tindakan yang telah disusun.
RPP harus benar-benar diterapkan.
 Sebaiknya guru sebelum melakukan tindakan, terlebih
dahulu berlatih menerapkannya.
 Pelaksanaan tindakan ini biasanya dilakukan dalam waktu 2-
3 bulan, dengan 2 atau 3 siklus
 Tidak ada aturan baku tentang berapa siklus dalam PTK,
yang penting adalah siklus yang dilaksanakan diharapkan
dapat menyelesaikan materi pokok dari mata pelajaran
tertentu.
 Membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil (4-
5 orang/kelompok)
 Menugaskan salah seorang siswa dari setiap
kelompok untuk mengambil undian topik yang akan
dipelajri.
 Memberikan waktu kepada siswa untuk membaca dan
mempelajari topic yang diperoleh.
 Menugaskan satu siswa dari masing-masing kelompok
untuk untuk bergabung yang dijadikan kelompok ahli,
sementara anggota kelompok lain tetap mengerjakan
tugas yang telah diperoleh.
Contoh tindakan berdasarkan RPP
yang disusun
Lanjutan …..
 Setelah selesai, anggota kelompok ahli kembali ke
kelompoknya untuk berbagi informasi dengan anggota
kelompoknya
 Guru terus berkeliling, mengamati, membantu
sekedarnya kepada kelompok yang mengalami
kesulitan .
 Pada akhir kegiatan, guru membagi lembar soal untuk
latihan dan mengecek pemahaman siswa terhadap
materi pokok yang telah dipelajri.
E. Tahap pengamatan
(Observasi)
 Pengamatan dilakukan secara bersamaan dengan
pelaksanaan tindakan.
 Pada tahap ini, guru dibantu oleh 1 atau 2 orang
observer.
 Observer dan peneliti (guru) harus mempunyai
kesamaan konsep tentang hal-hal yang akan diamati.
 Setiap selesai melakukan tindakan (tidak harus 1 kali
tatap muka), dilakukan tes untuk mengetahui hasil
belajar
Lanjutan ….
 Hasil observasi dan hasil tes itulah yang
menjadi data dalam PTK.
 Lembar pengamatan yang disusun bergantung
dari data yang akan dikumpulkan, misalnya
aktivitas siswa, dapat mengamati aktivitas Off
Task (yaitu aktivitas yang tidak dikehendaki)
atau aktivitas On Task (yaitu aktivitas siswa
yang diinginkan).
PEDOMAN IMPLEMENTASI
(Pedoman bagi Observer )
A.Observer seharusnya TIDAK:
1. membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran
2. menghalangi pandangan guru dan siswa selama
proses pembelajaran
3. menggunakan lampu yang menyilaukan mata ketika
merekam/mengambil gambar dengan
handycam/kamera
4. mengganggu konsentrasi siswa selama proses
pembelajaran, misalnya berbicara dengan suara keras
dengan observer lain
5. keluar-masuk ruang kelas selama pembelajaran
B. Observer seharusnya:
1. melakukan observasi secara menyeluruh sejak
awal sampai akhir pembelajaran
2. Bersama guru (peneliti) membuat bagan tempat
duduk siswa lengkap dengan nama/nomor siswa.
3. mencatat hasil observasi dalam Lembaran
Observasi yang disediakan dan/atau membuat
catatan enekdotal
C. Hal-hal yang perlu diamati antara lain:
1. jumlah anggota kelompok jika siswa bekerja dalam kelompok
2. komposisi siswa putera dan puteri
3. susunan tempat duduk siswa, misalnya susunan tempat
duduk siswa putera dan puteri
4. mimik siswa dan perubahannya
5. aktivitas/kegiatan siswa
6. dengan siapa siswa berbicara
7. apa yang dibicarakan antar siswa
D. Instrumen Obesrvasi
1. Lembar observasi, dapat diambil dari langkah-langkah
pembelajaran dalam RPP.
2. Disusun peneliti dan dikaji bersama dengan observer
3. Catatan Anekdotal
F. Tahap refleksi
 Peneliti dan observer melakukan pengkajian secara
menyeluruh terhadap tindakan yang telah dilakukan.
 Guru dan observer melakukan evaluasi untuk
menemukan kelemahan-kelemahan yang terjadi
selama tindakan.
 Evaluasi diri inilah yang disebut dengan kegiatan
refleksi yang hasilnya sebagai bahan perbaikan pada
siklus berikutnya melalui tahap-tahap seperti
sebelumnya ( perencanaan-tindakan dan observsi-
refleksi)
PEDOMAN REFLEKSI
A.Tugas moderator antara lain:
1.mengatur jalannya diskusi agar berlangsung secara efektif
dan efisien
2.memberikan kesempatan pertama kepada guru (peneliti)
untuk mengungkapan kesan tentang pelaksanaan pembelajaran
3.memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk
menyampaikan komentar tentang pelaksanaan pembelajaran
tersebut.
4.komentar hendaknya berkaitan dengan kegiatan siswa
5.mempersilahkan guru model memberikan tangggapan atas
komentar para pengamat
6.berusaha mencari jalan agar anak benar-benar bisa belajar
untuk pembelajran yang akan datang
7.merumuskan kesimpulan dari refleksi yang baru saja
dilaksanakan
B. Pedoman bagi Peserta Refleksi
1.Komentar seharusnya berdasarkan hasil observasi
2.Komentar seharusnya lebih ditekankan pada kegiatan
siswa dalam pembelajaran
3.Jika komentar berkaitan dengan kinerja guru sebaiknya
peserta mengungkapkan segi positif disamping kritik
negatifnya
4.Komentar negatif sebaiknya dikemukakan secara halus
dan dihindari kesan “menggurui”
5.Perlu digunakan istilah “pembelajaran kita” bukan
“pembelajaran anda”
pendekatan penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri untuk memperbaiki praktik pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa

pendekatan penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri untuk memperbaiki praktik pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa

  • 1.
  • 2.
    1. Menjelaskan langkah-langkahPTK 2. Mengidentifikasi masalah PTK 3. Menjelaskan kegiatan pada tahap perencanaan 4. Menjelaskan kegiatan pada tahap implementasi dan observasi 5. Menjelaskan kegiatan pada tahap analisis dan refleksi. Pada akhir penyajian ini, peserta diharapkan dapat:
  • 3.
    MENGIDENTIFIKASI MASALAH MENGANALISIS DAN MERUMUSKAN MASALAH Melakukan Analisis& Refleksi Merencanakan Tindakan Mengimplementasi Tindakan & Observasi Melakukan Analisis & Refleksi Merencanakan Tindakan Mengimplementasi Tindakan &Observasi Merencanakan Tindakan SIKLUS 2 SIKLUS 1 LANGKAH LANGKAH MELAKUKAN PTK MELAKUKAN PTK
  • 4.
    A. IDENTIFIKASI MASALAH Kegiatanuntuk menemukan masalah dalam pembelajarannya. Untuk itu Guru harus melakukan refleksi diri secara jujur. BAGAIMANA CARA MELAKUKAN REFLEKSI DIRI ?
  • 5.
    Guru mengajukan pertanyaanpada diri sendiri tentang pembelajaran yang telah dilakukan, misalnya:  Apakah penjelasan saya dapat dimengerti oleh siswa ?  Apakah dalam memberikan penjelasan, saya telah memberikan contoh-contoh konkrit yang ada di sekitar siswa ? CARA PERTAMA
  • 6.
     Apakah hasillatihan siswa di kelas sudah saya periksa dan diberi komentar ?  Apakah bahasa yang saya gunakan dapat dimengerti oleh siswa?  Apakah saya sudah menggunakan model/ strategi/metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan siswa ?  Apakah KKM yang saya tuntut terlalu tinggi ?
  • 7.
    Pertanyaan bant Ya Tidak 1.Apakah hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran selalu rendah ? V 2. Apakah cara mengajar saya yang kurang menarik bagi siswa ? V 3. Apakah contoh-contoh yang selalu saya berikan kurang konkrit dan sulit diterima siswa? V 4. Apakah saya dalam mengajar menggunakan istilah-istilah yang sulit dipahami siswa? V 5. Apakah nada suara saya tidak bisa didengar oleh siswa ? V 6. Apakah hasil ulangan siswa pernah saya kembalikan? V Matriks yang dapat membantu Identifikasi Masalah
  • 8.
    CARA KEDUA Menganalisis hasilobservasi yang telah dilakukan di kelas tertentu pada sekolah X. Misalnya:  Materi diajarkan dengan metode konvensional (ceramah),  Pelajaran dimulai dengan menjelaskan, dilanjutkan dengan latihan soal-soal yang ada pada buku paket.  Selama 40 menit, hanya 3 orang dari 40 orang siswa yang bertanya untuk mengkonfirmasikan jawaban temannya.  Guru langsung menjelaskan jawaban dari soal tersebut.
  • 9.
    Membandingkan hasil Belajarsiswa pada tes sebagai bahan refleksi Aspek Aspek Kelas X.1 Kelas X.1 Kelas X.2 Kelas X.2 Skor terendah Skor terendah 35 35 43 43 Skor tertinggi Skor tertinggi 78 78 76 76 Rata-rata kelas Rata-rata kelas 53 53 55 55 Jml siswa yang mencapai SKM (65) Jml siswa yang mencapai SKM (65) 41% 41% 52% 52% CARA KETIGA
  • 10.
    B. MENGANALISIS DANMERUMUSKAN MASALAH 1. Analisis masalah, yaitu upaya untuk menemukan penyebab terjadinya masalah. 2. Perumusan masalah, sebaiknya dalam bentuk kalimat tanya dan operasional ( dapat diukur)
  • 11.
    CONTOH ANALISIS MASALAH HASILIDENTIFIKASI MASALAH 1. Kualitas proses belajar (fakta 1,2) 2. Pemahaman siswa/Kualitas hasil belajar (fakta 3,4, 6, 7) 3. Metode: kurang menarik PENYEBAB MAS ALAH Metode pembelajaran kurang menarik, media/bahan ajar tidak digunakan FAKTA HASIL PENGAMATAN GURU/ ORANG LAIN: 1. Siswa kurang berani mengajukan pertanyaan 2. Sebagian besar siswa tidak menyelesaikan tugas yang diberikan dengan tepat 3. Nilai rata-rata 5,1 4. Persentase siswa yang mencapai ketuntasan minimum 50% 5. MeTode yang digunakan guru ceramah 6. Sebagian siswa salah Konsep 7. Siswa tidak dapat mengerjakan/ memecahkan masalah
  • 12.
    Contoh masalah yangterjadi di dalam kelas, yang dapat menjadi topik PTK  Penguasaan komptensi siswa yang rendah, misalnya dilihat rata-rata hasil tes siswa selalu rendah, kurang dari < 5,0  Ketrampilan siswa rendah , misalnya ketrampilan berpikir rasional, ketrampilan menjawa soal.  Tingkat kehadiran siswa rendah (setiap kali pertemuan lebih dari 3 orang bolos tanpa izin).  Siswa kurang aktif dan cenderung pasif, setiap diberi pertanyaan tidak satupun siswa berani menjawabnya.  Setiap diberi kesempatan bertanya, tidak satupun siswa yang berani bertanya.
  • 13.
    Lanjutan….  Miskonsepsi terhadapsuatu konsep.  Perhatian siswa tidak fokus.  Aktivitas belajar dan kegiatan praktikum tidak pernah dilakukan, karena keterbatasan alat dan bahan.  Kemampuan siswa kurang dapat mengaitkan isi pelajaran dengan keadaan alam sekitarnya.
  • 14.
    Ibu Juriah, seorangibu guru Kelas IV di SDN 5 Ampenan mengidentifikasi masalah yang terjadi pada pembelajaran IPA di kelasnya, antara lain:  Guru hanya menggunakan metode ceramah  Belum ada kerjasama siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.  Siswa kurang semangat dan motivasi dalam pembelajaran  Keberanian siswa bertanya dan mengemukakan pendapat kurang  Hasil belajar belum mencapai KKM yang telah ditetapkan. Contoh 1:
  • 15.
    Contoh Rumusan Masalah Apakah pembelajaran berorientasi proses dapat meningkatkan partisipasi siswa Klas V dalam pembelajaran IPA di SD 3 ... ?  Apakah penyampaian materi dengan menggunakan LKS dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran IPS di ....?  Apakah penggunaan strategi pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa Klas V pada materi pelajaran IPS?
  • 16.
    C. Perencanaan Tindakan Menetapkan rencana siklus tindakan yang akan dilakukan  Menyusun RPP termasuk skenario pembelajaran  Menyusun bahan ajar dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)  Menyusun alat untuk observasi, baik observasi belajar siswa maupun kegiatan untuk guru.  Menyusun tes hasil belajar untuk melihat tingkat penguasaan materi pada tiap siklusnya.  Mengumpulkan bahan dan alat yang akan digunakan  Merencanakan kelompok dan langkah-langkah pembelajaran
  • 17.
    D. Melaksanakan Tindakan Penerapan semua rencana tindakan yang telah disusun. RPP harus benar-benar diterapkan.  Sebaiknya guru sebelum melakukan tindakan, terlebih dahulu berlatih menerapkannya.  Pelaksanaan tindakan ini biasanya dilakukan dalam waktu 2- 3 bulan, dengan 2 atau 3 siklus  Tidak ada aturan baku tentang berapa siklus dalam PTK, yang penting adalah siklus yang dilaksanakan diharapkan dapat menyelesaikan materi pokok dari mata pelajaran tertentu.
  • 18.
     Membagi siswake dalam kelompok-kelompok kecil (4- 5 orang/kelompok)  Menugaskan salah seorang siswa dari setiap kelompok untuk mengambil undian topik yang akan dipelajri.  Memberikan waktu kepada siswa untuk membaca dan mempelajari topic yang diperoleh.  Menugaskan satu siswa dari masing-masing kelompok untuk untuk bergabung yang dijadikan kelompok ahli, sementara anggota kelompok lain tetap mengerjakan tugas yang telah diperoleh. Contoh tindakan berdasarkan RPP yang disusun
  • 19.
    Lanjutan …..  Setelahselesai, anggota kelompok ahli kembali ke kelompoknya untuk berbagi informasi dengan anggota kelompoknya  Guru terus berkeliling, mengamati, membantu sekedarnya kepada kelompok yang mengalami kesulitan .  Pada akhir kegiatan, guru membagi lembar soal untuk latihan dan mengecek pemahaman siswa terhadap materi pokok yang telah dipelajri.
  • 20.
    E. Tahap pengamatan (Observasi) Pengamatan dilakukan secara bersamaan dengan pelaksanaan tindakan.  Pada tahap ini, guru dibantu oleh 1 atau 2 orang observer.  Observer dan peneliti (guru) harus mempunyai kesamaan konsep tentang hal-hal yang akan diamati.  Setiap selesai melakukan tindakan (tidak harus 1 kali tatap muka), dilakukan tes untuk mengetahui hasil belajar
  • 21.
    Lanjutan ….  Hasilobservasi dan hasil tes itulah yang menjadi data dalam PTK.  Lembar pengamatan yang disusun bergantung dari data yang akan dikumpulkan, misalnya aktivitas siswa, dapat mengamati aktivitas Off Task (yaitu aktivitas yang tidak dikehendaki) atau aktivitas On Task (yaitu aktivitas siswa yang diinginkan).
  • 22.
    PEDOMAN IMPLEMENTASI (Pedoman bagiObserver ) A.Observer seharusnya TIDAK: 1. membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran 2. menghalangi pandangan guru dan siswa selama proses pembelajaran 3. menggunakan lampu yang menyilaukan mata ketika merekam/mengambil gambar dengan handycam/kamera 4. mengganggu konsentrasi siswa selama proses pembelajaran, misalnya berbicara dengan suara keras dengan observer lain 5. keluar-masuk ruang kelas selama pembelajaran
  • 23.
    B. Observer seharusnya: 1.melakukan observasi secara menyeluruh sejak awal sampai akhir pembelajaran 2. Bersama guru (peneliti) membuat bagan tempat duduk siswa lengkap dengan nama/nomor siswa. 3. mencatat hasil observasi dalam Lembaran Observasi yang disediakan dan/atau membuat catatan enekdotal C. Hal-hal yang perlu diamati antara lain: 1. jumlah anggota kelompok jika siswa bekerja dalam kelompok 2. komposisi siswa putera dan puteri
  • 24.
    3. susunan tempatduduk siswa, misalnya susunan tempat duduk siswa putera dan puteri 4. mimik siswa dan perubahannya 5. aktivitas/kegiatan siswa 6. dengan siapa siswa berbicara 7. apa yang dibicarakan antar siswa D. Instrumen Obesrvasi 1. Lembar observasi, dapat diambil dari langkah-langkah pembelajaran dalam RPP. 2. Disusun peneliti dan dikaji bersama dengan observer 3. Catatan Anekdotal
  • 25.
    F. Tahap refleksi Peneliti dan observer melakukan pengkajian secara menyeluruh terhadap tindakan yang telah dilakukan.  Guru dan observer melakukan evaluasi untuk menemukan kelemahan-kelemahan yang terjadi selama tindakan.  Evaluasi diri inilah yang disebut dengan kegiatan refleksi yang hasilnya sebagai bahan perbaikan pada siklus berikutnya melalui tahap-tahap seperti sebelumnya ( perencanaan-tindakan dan observsi- refleksi)
  • 26.
    PEDOMAN REFLEKSI A.Tugas moderatorantara lain: 1.mengatur jalannya diskusi agar berlangsung secara efektif dan efisien 2.memberikan kesempatan pertama kepada guru (peneliti) untuk mengungkapan kesan tentang pelaksanaan pembelajaran 3.memberikan kesempatan kepada semua peserta untuk menyampaikan komentar tentang pelaksanaan pembelajaran tersebut. 4.komentar hendaknya berkaitan dengan kegiatan siswa 5.mempersilahkan guru model memberikan tangggapan atas komentar para pengamat 6.berusaha mencari jalan agar anak benar-benar bisa belajar untuk pembelajran yang akan datang 7.merumuskan kesimpulan dari refleksi yang baru saja dilaksanakan
  • 27.
    B. Pedoman bagiPeserta Refleksi 1.Komentar seharusnya berdasarkan hasil observasi 2.Komentar seharusnya lebih ditekankan pada kegiatan siswa dalam pembelajaran 3.Jika komentar berkaitan dengan kinerja guru sebaiknya peserta mengungkapkan segi positif disamping kritik negatifnya 4.Komentar negatif sebaiknya dikemukakan secara halus dan dihindari kesan “menggurui” 5.Perlu digunakan istilah “pembelajaran kita” bukan “pembelajaran anda”