1
DUH2A2 – Kewirausahaan
Business
Plan
Tim Dosen:
Lisda Meisaroh,S.Si., M.Si.
Lia Yuldinawati, S.T., M.M.
Drs. Ahman Sutardi, M.M.
Inc.com
2
Pengertian dan Fungsi Business Plan
Pengertian
Business Plan adalah ringkasan dalam bentuk
tulisan dari apa yang diharapkan untuk dapat
dicapai dengan berbisnis dan bagaimana mengelola
sumber daya (resources) untuk dapat berhasil dalam
mencapai tujuan.
Fungsi
Untuk mendapatkan dana serta menjadi pedoman dalam
pengelolaan perusahaan yang akan didirikan atau
perusahaan yang baru berkembang.
3
Penulisan Business Plan sebagai Proposal
Bisnis
Tuliskan secara jelas, singkat, dan padat.
Buat argumen yang baik dan benar.
Tunjukkan antusiasme Anda.
Gunakan gambar secara proporsional.
Jangan berlebihan.
Hindarilah kesalahan ketik.
Berikanlah penekanan pada manfaat dan keuntungan.
bernas.id
4
Business Plan: Nama Kelompok Usaha, Logo
Usaha
dan susunan kelompok
BUSINESS PLAN
(Nama Kelompok Usaha)
(Logo Usaha)
Kelompok
Kelas
Ketua
Anggota
5
Business Plan: Section 1
SECTION 1: THE BUSINESS PROFILE
Overview of Industry Environment
Customer Profile
Product
Value Added
6
Business Plan: Section 2
SECTION 2: THE MARKET
Customer
Market Size/ Trends
Competition
Sales Projection
7
Business Plan: Section 3
SECTION 3: DEVELOPMENT/
PRODUCTION
Development Status
Key Partners
Production Process
Key Activities
Expenses and Capital
Requirement
8
Business Plan: Section 4
SECTION 4: ORGANIZATION
Organization Chart
Personal Jobdesk
9
Business Plan: Section 5
SECTION 5: FINANCING
Financing Strategy
Cashflow
Exit Plan
10
Business Plan: Section 6
SECTION 6: MARKETING
Marketing Plan
Advertising and Promotion Plan
How I Plan to Take Advantage of
Competitors Weak Points
11
Cara Pendanaan Bisnis
1. Cara pendanaan bisnis untuk modal usaha Startup
yang akan mulai menjalankan bisnis
2. Cara pendanaan bisnis untuk pengembangan usaha
Startup yang sudah menjalankan bisnis di bawah
usia bisnis 5 tahun.
12
Manfaat Penggunaan Business Plan
1. Merupakan passport untuk mendapatkan sumber keuangan.
Sedikit sekali lembaga keuangan yang memberikan
pinjaman atau investasi kepada pengusaha yang tidak
memiliki business plan.
2. Perencanaan yang sistematik memungkinkan kesalahan
dibuat hanya di atas kertas, daripada “in the market
place.”
3. Dengan adana business plan, tim manajemen dan seluruh
pemegang kepentingan yang terlibat dalam usaha akan
lebih percaya diri menjalankan bisnis menggunakan
strategi-strategi untuk mencapai tujuan bisnis.
4. Dengan menyiapkan business plan akan memberikan
gambaran yang lebih mendalam mengenai proses bisnis
yang akan dijalankan. Proses bisnis ini sangat penting
dan sangat menentukan kondisi kesehatan perusahaan
dalam jangka panjang.
13
Manfaat Penggunaan Business Plan
7. Menjadi pedoman dalam menentukan break event point,
Cashflow untuk perhitungan dalam pengembalian modal
investor, serta profit yang kita inginkan.
8. Mendorong kita lebih realistis dan tidak over optimis.
9. Membantu kita dalam planning, budgeting, Forecasting,
dan reporting process yang angat penting.
10.Memberikan kepercayaan diri bahwa kita adalah Competent
business manager di mata Investor atau potential
partner.
11.Dapat mengetahui jumlah tenaga kerja yang diperlukan,
skill yang diperlukan, dan gaji yang harus dibayar.
12.Dapat membantu mengidentifikasi Critical factor
terhadap suksesnya usaha.

PB3 - Business Plan 1MB (2).pptx

  • 1.
    1 DUH2A2 – Kewirausahaan Business Plan TimDosen: Lisda Meisaroh,S.Si., M.Si. Lia Yuldinawati, S.T., M.M. Drs. Ahman Sutardi, M.M. Inc.com
  • 2.
    2 Pengertian dan FungsiBusiness Plan Pengertian Business Plan adalah ringkasan dalam bentuk tulisan dari apa yang diharapkan untuk dapat dicapai dengan berbisnis dan bagaimana mengelola sumber daya (resources) untuk dapat berhasil dalam mencapai tujuan. Fungsi Untuk mendapatkan dana serta menjadi pedoman dalam pengelolaan perusahaan yang akan didirikan atau perusahaan yang baru berkembang.
  • 3.
    3 Penulisan Business Plansebagai Proposal Bisnis Tuliskan secara jelas, singkat, dan padat. Buat argumen yang baik dan benar. Tunjukkan antusiasme Anda. Gunakan gambar secara proporsional. Jangan berlebihan. Hindarilah kesalahan ketik. Berikanlah penekanan pada manfaat dan keuntungan. bernas.id
  • 4.
    4 Business Plan: NamaKelompok Usaha, Logo Usaha dan susunan kelompok BUSINESS PLAN (Nama Kelompok Usaha) (Logo Usaha) Kelompok Kelas Ketua Anggota
  • 5.
    5 Business Plan: Section1 SECTION 1: THE BUSINESS PROFILE Overview of Industry Environment Customer Profile Product Value Added
  • 6.
    6 Business Plan: Section2 SECTION 2: THE MARKET Customer Market Size/ Trends Competition Sales Projection
  • 7.
    7 Business Plan: Section3 SECTION 3: DEVELOPMENT/ PRODUCTION Development Status Key Partners Production Process Key Activities Expenses and Capital Requirement
  • 8.
    8 Business Plan: Section4 SECTION 4: ORGANIZATION Organization Chart Personal Jobdesk
  • 9.
    9 Business Plan: Section5 SECTION 5: FINANCING Financing Strategy Cashflow Exit Plan
  • 10.
    10 Business Plan: Section6 SECTION 6: MARKETING Marketing Plan Advertising and Promotion Plan How I Plan to Take Advantage of Competitors Weak Points
  • 11.
    11 Cara Pendanaan Bisnis 1.Cara pendanaan bisnis untuk modal usaha Startup yang akan mulai menjalankan bisnis 2. Cara pendanaan bisnis untuk pengembangan usaha Startup yang sudah menjalankan bisnis di bawah usia bisnis 5 tahun.
  • 12.
    12 Manfaat Penggunaan BusinessPlan 1. Merupakan passport untuk mendapatkan sumber keuangan. Sedikit sekali lembaga keuangan yang memberikan pinjaman atau investasi kepada pengusaha yang tidak memiliki business plan. 2. Perencanaan yang sistematik memungkinkan kesalahan dibuat hanya di atas kertas, daripada “in the market place.” 3. Dengan adana business plan, tim manajemen dan seluruh pemegang kepentingan yang terlibat dalam usaha akan lebih percaya diri menjalankan bisnis menggunakan strategi-strategi untuk mencapai tujuan bisnis. 4. Dengan menyiapkan business plan akan memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai proses bisnis yang akan dijalankan. Proses bisnis ini sangat penting dan sangat menentukan kondisi kesehatan perusahaan dalam jangka panjang.
  • 13.
    13 Manfaat Penggunaan BusinessPlan 7. Menjadi pedoman dalam menentukan break event point, Cashflow untuk perhitungan dalam pengembalian modal investor, serta profit yang kita inginkan. 8. Mendorong kita lebih realistis dan tidak over optimis. 9. Membantu kita dalam planning, budgeting, Forecasting, dan reporting process yang angat penting. 10.Memberikan kepercayaan diri bahwa kita adalah Competent business manager di mata Investor atau potential partner. 11.Dapat mengetahui jumlah tenaga kerja yang diperlukan, skill yang diperlukan, dan gaji yang harus dibayar. 12.Dapat membantu mengidentifikasi Critical factor terhadap suksesnya usaha.

Editor's Notes

  • #2 Assalamu’alaikum wR wB. Salam entrepreneur! Selamat berjumpa kembali dengan saya, Ahman Sutardi. Pada pokon bahasan ketiga ini, saya akan membahas tentang Business Plan. Sebagaimana kita ketahui bersama, bisnis yang memiliki peluang sukses adalah bisnis yang direncanakan dengan baik, yaitu dengan cara membuat business plan yang disusun dengan baik. Tentunya kita pernah mendengar ungkapan, “Gagal merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan”, demikian juga sebaliknya.
  • #3 Apa itu business plan? Abdul Manap, tahun 2018 meyampaikan bahwa business Plan adalah ringkasan dalam bentuk tulisan dari apa yang diharapkan untuk dapat dicapai dengan berbisnis dan bagaimana mengelola sumber daya untuk dapat berhasil dalam mencapai tujuan. Fungsi dari business plan adalah untuk mendapatkan dana serta menjadi pedoman dalam pengelolaan perusahaan yang akan didirikan atau perusahaan yang baru berkembang.
  • #4 Business Plan atau proposal bisnis tidak memiliki sistematika yang baku dalam penulisannya. Yang paling penting diperhatikan adalah bahwa sebuah proposal bisnis harus dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya, atau pihak perbankan mau memberikan kredit guna membiayai investasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan usaha yang direncanakan. Anda harus bisa menyesuaikan isi proposal dengan pembaca yang dituju, dalam hal ini investor. Kuasailah dengan baik maksud pembuatan proposal kemudian paparkan tujuan tersebut di dalam proposal. Di samping itu, Anda pun sebaiknya memahami karakteristik calon investor yang menjadi tujuan Anda sehingga Anda bisa mempersiapkan proposal yang dapat menarik minat investor. Proposal yang sudah selesai dibuat nantinya akan dipresentasikan di hadapan investor, sehingga Anda perlu mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan pada saat presentasi, seperti rancangan produk atau sampel produk, materi presentasi berupa bagian-bagian yang ada dalam business plan yang dibuat dalam bentuk slide presentasi, gambaran perputaran dana investor dalam bentuk proyeksi cashflow, dan profit sharing. Menurut Abdul Manap, tahun 2018, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulian proposal bisis, yaitu: Tuliskan secara jelas, singkat, dan padat. Hal itu merupakan kecenderungan business writing secara umum, dan secara khusus dalam penulisan proposal bisnis. Fokuslah pada poin-poin penting, karena ketika orang mulai membaca proposal Anda, mereka tidak memiliki gambaran apapun tentang bisnis yang Anda ajukan. Mulai dengan gambaran yang menyeluruh kemudian ikuti dengan bagian-bagian detailnya. Buat argumen yang baik dan benar, serta hadapilah tantangan yang mungkin muncul. Secara esensial, sebuah proposal yang baik adalah brosur penjualan secara tersamar. Di dalamnya Anda tampilkan langkah-langkah ke depan, bisnis, dan perusahaan Anda. Cara terbaik adalah dengan menyusun fakta dan argumentasi terbaik yang Anda miliki. Buat satu tema khusus dan buat penekanan terus menerus. Arahkan pembaca pada jalur yang menuju pada satu kesimpulan sehingga proposal yang Anda ajukan layak untuk ditindaklanjuti. Anda juga harus menempatkan diri Anda pada posisi pembaca, pikirkan argumen apa yang akan diajukan oleh pembaca proposal Anda. Hadapilah hambatan yang ada secara jujur sehingga akan menumbuhkan kepercayaan terhadap Anda. Tunjukkan antusiasme Anda. Seringkali, proposal bisnis yang dibuat tanpa semangat dan antusias terkesan biasa-biasa saja, membosankan dan tidak tajam. Jadi semangat dan antusiasme Anda pada saat pembuatan proposal sangat penting untuk menghasilkan proposal yang tajam, memiliki ruh bisnis, bisa dipahami, serta menarik minat calon pembacanya. Gunakan gambar secara proporsional. Jangan membuat kesalahan bahwa proposal yang baik itu harus penuh gambar. Tentu saja Anda tetap memerlukan gambar karenpa gambar dapat membantu menjelaskan gagasan dan menghidupkan proposal Anda serta dapat membuat pembaca lebih memahami isi proposal Anda. Jangan berlebihan. Sesuatu yang berlebihan pastinya tidak baik. Ketika Anda memberikan pernyataan yang berlebihan terhada proposal Anda, maka Anda akan kehilangan kredibilitas. Ketika pembaca berpikir bahwa Anda tidak sejalan dengan pemikiran mereka, mereka akan mempertanyakan kebenaran isi proposal Anda. Anda harus mengantisipasi situasi ini dengan tidak memberikan pernyataan yang berlebihan terhadap proposal Anda. Hindarilah kesalahan ketik (mistype, typpo). Jika Anda tidak melakukan yang terbaik untuk proposal Anda dengan mengabaikan hal-hal yang kecil termasuk kesalahan ketik, maka pembaca akan berpikir bahwa Anda pun tidak akan melakukan yang terbaik untuk bisnis Anda dan dana yang mereka berikan. Berikanlah penekanan pada manfaat dan keuntungan dari keikutsertaan mereka dalam bisnis Anda. Selalu bertanya, “Apa manfaat bisnis ini bagi mereka?”
  • #5 Setelah kita memahami cara penulisan Business Plan, pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai bagian-bagian atau section-section yang ada di dalam business plan. Ada enam section dalam business plan yang akan kita gunakan sebagai proposal bisnis, yaitu: Section pertama berisi tentang Profil Bisnis (The Business Profile) Section kedua berisi tentang Pasar (The Market) Section ketiga berisi tentang Pengembangan/ Produksi (Development/Production) Section keempat berisi tentang Organisasi (Organization) Section kelima berisi tentang Keuangan (Financing) Section keenam berisi tentang Pemasaran (Marketing) Halaman muka dari business plan berisi tentang nama kelompok usaha, logo usaha, dan susunan kelompok yang terdiri dari ketua dan anggota. Mari kita bahas satu persatu dari keenam section tersebut…
  • #6 Section One: The Business Profile, terdiri dari: Pertama, Overview of Industry Environtment, yaitu memilih sektor industri yang akan Anda masuki, kemudian ceritakan hal-hal yang menginspirasi Anda, sehingga Anda mau berbisnis pada sektor industri tersebut. Kedua, Customer Profile, yaitu menceritakan profil customer dan menjelaskan mengapa mereka membutuhkan produk anda. Ketiga, Product, yaitu menjelaskan Produk / Jasa yang akan dijual. Dan yang keempat, Value Added, menjelaskan keunggulan produk sehingga bisa bersaing dengan produk yang lain.
  • #7 Section two: The Market, terdiri dari: Pertama, Customer, yaitu menjelaskan target customer, dan mengapa menjadi target. Kedua, Market Size/Trends, mengestimasikan jumlah market secara keseluruhan. Market size adalah jumlah individual yang potensial membeli atau menggunakan produk/jasa pada area tertentu. Sebagai contoh hitungan market size sederhana adalah sebagai berikut...Anda berjualan Tote Bag (tas jinjing) di kampus. Pertama-tama Anda hitung berapa jumlah seluruh mahasiswa di kampus yang berpotensi membeli tote bag. Kemudian Anda perkirakan berapa jumlah pesaing yang juga menjual produk yang sama. Bagilah jumlah mahasiswa yang berpotensi membeli tote bag dengan jumlah penjual tote bag, termasuk Anda. Hasil dari pembagian ini dinamakan market share atau bagian pasar Anda. Nah, langkah terakhir adalah memperkirakan berapa banyak dari market share yang Anda miliki yang mampu Anda jangkau dan berada dalam area penjualan Anda. Ketiga, Competition, menjelaskan usaha-usaha/produk yang nanti akan menjadi competitor anda. Keempat, Sales projection yaitu menuliskan proyeksi penjualan produk atau jasa anda dalam 4 minggu. Periode waktu 4 minggu adalah periode waktu yang diberikan kepada kelompok bisnis mahasiswa untuk berjualan atau menjalankan usahanya berdasarkan rencana perkuliahan semester mata kuliah kewirausahaan.
  • #8 Section three: Development or Production, terdiri dari: Yang pertama, Development Status yang menjelaskan bagaimana kesiapan anda saat ini untuk memulai pembuatan produk, misalnya sudah memiliki sumber daya apa? Sudah memiliki keunggulan apa? Yang kedua, Key Partners, yaitu menjelaskan mitra-mitra yang nanti akan bekerjasama dengan anda, dan jelaskan bagaimana mereka dapat mempengaruhi keberhasilan usaha anda. Yang ketiga, Production Process yang menjelaskan bagaimana proses produksi yang akan anda jalankan? Yang keempat, Key Activities, yaitu memetakan dan gambarkan aktivitas-aktivitas yang nanti akan menjadi kunci keberhasilan dari usaha anda. Yang kelima, Expenses and Capital Requirement yang menjelaskan rincian biaya-biaya atau modal awal yang anda perlukan untuk memulai usaha.
  • #9 Section four: Organization, terdiri dari: Yang pertama, Organization Charts, yang menggambarkan struktur organisasi perusahaan anda. Yang kedua, Personal Jobdesk,yang menjelaskan job-desc dari setiap posisi yang ada pada struktur organisasi.
  • #10 Section Five: Financing, terdiri dari: Yang pertama, Financing Strategy, yaitu menjelaskan bagaimana anda akan merencanakan keuangan anda. Termasuk, bagaimana penawaran anda kepada investor anda? Apabila usaha anda untung, bagaimana dengan investor, apabila usaha anda rugi, bagaimana dengan investor? Pada kolom ini Anda isikan persentasi dari pembagian keuntungan, berapa ersen untuk Anda dan berapa persen untuk investor. Yang kedua, Cashflow atau arus kas, yaitu memberi gambaran proyeksi cashflow tiap minggu, selama 4 minggu berturut – turut, untuk memberi penjelasan bagaimana dana dari investor akan berputar selama periode usaha berjalan. Yang ketiga, Exit Plan, yaitu membayangkan apabila usaha anda mengalami kerugian, apa yang akan anda lakukan? Bagaimana anda bertanggung jawab terhadap semua stakeholder atau shareholder usaha anda, termasuk investor?
  • #11 Section six: Marketing, terdiri dari: Yang pertama, Marketing Plan, gambarkan rencana pemasaran Anda, mulai dari bagaimana mendapatkan leads, konversi leads menjadi customer, hingga mendatangkan retained customer. leads atau prospek adalah orang yang menunjukkan niat untuk membeli. Kalau di dunia offline kita bisa dengan sangat mudah mengenali leads ini. Semisal Anda punya sebuah toko atau minimarket, orang yang masuk ke toko Anda itu adalah leads. Retained customer adalah pelanggan tetap. Yang kedua, Advertising and Promotion Plans, yang menjelaskan cara anda melakukan promosi usaha anda. Yang ketiga, How I Plan to Take Advantage of Competitors Weak Points, yaitu analisa usaha-usaha atau produk sejenis, kemudian analisa kelemahan competitor yang dapat anda “manfaatkan.”
  • #12 Setelah kita membuat business plan, tahap selanjutnya adalah mencari pendanaan. Menurut Bivisyani, tahun 2020, pendanaan startup dibedakan menjadi dua kategori startup, yaitu startup yang baru akan dijalankan dan startup yang sudah berjalan. Kategori pertama adalah startup yang membutuhkan pendanaan untuk modal awal menjalankan usaha. Sebuah startup tentunya memerlukan modal awal, modal awal ini yang nantinya akan dialokasikan untuk memulai startup yang Anda bangun. Modal awal ini biasanya dialokasikan untuk membeli peralatan yang dibutuhkan, baik itu perangkat keras atau lunak, perlengkapan penunjang, membuat dokumen legal, hingga menggaji karyawan. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan dana awal ini. 1. Bootstrapping Cara yang paling mudah dalam mendapatkan dana adalah memakai tabungan sendiri/menggabungkan uang dari beberapa rekanan yang ikut membangun startup yang akan kamu rintis. Menggunakan uang sendiri sebagai modal awal merintis startup dikenal dengan istilah bootstapping. Bootstrapping sendiri adalah pendanaan awal yang paling ideal dan logis jika Anda ingin merintis sebuah startup. Jika diibaratkan hal ini bisa dilakukan sebagai sebuah batu loncatan sebelum start up yang Anda rintis siap untuk membersarkan binis atau scalling-up. Hanya saja ada kekurangan dari cara ini, karena Anda harus mengumpulkan uang terlebih dahulu maka jangka waktu yang diperlukan akan lama. Selain itu kekuatan finansial Anda atau rekanan Anda juga bisa saja tidak mencukupi modal awal yang sudah diperhitungkan sehingga kamu butuh waktu lebih lama lagi untuk memulai project startup Anda. 2. Investor Pitching Investor pitching adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan modal awal startup yang cukup besar. Selain itu Anda juga bisa melakukan hal ini walaupun startup yang ingin Anda rintis belum berjalan, alias Anda memaparkan konsep dan ide. Tetapi mencari dana modal awal tanpa mempunyai startup yang sudah berjalan akan sangat sulit. Anda harus dapat benar-benar meyakinkan investor Anda bahwa apa yang akan Anda mulai dapat menghasilkan sesuatu dan memastikan uang investor tersebut dapat kembali atau bertambah. Meyakinkan orang lain untuk mempercayakan uangnya kepada kita bukanlah sebuah perkara mudah, ada pertanggungjawaban yang harus Anda penuhi jika Anda berhasil melakukan pitching dengan investor dan biasanya berhubungan dengan pembagian saham/hasil usaha yang nantinya akan didapatkan oleh startup yang akan Anda rintis. 3. Crowd Founding Cara ini sebenarnya sangat abu-abu untuk diterapkan, tetapi tidak ada salahnya dimasukkan di sini sebagai bentuk pengetahuan. Crowd founding adalah cara mendapatkan modal awal dengan melakukan penggalangan dana. Penggalangan dana ini biasanya dilakukan secara online. Mekanisme penggalangan dana ini yang pertama harus Anda lakukan adalah memeperkenalkan konsep dan ide yang Anda punya kepada masyarakat, untuk mereka yang tertarik, mereka dapat mendanai startup Anda secara sukarela. Biasanya mereka yang mendanai akan diberikan penghargaan dengan menyebutnya sebagai kontributor atau tergantung kesepakatan. Tetapi cara ini masih belum banyak dilakukan karena memiliki beberapa kelemahan, yaitu… Karena mempresentasikan ide kepada khalayak publik, akan ada risiko dimana ide yang Anda presentasikan diambil oleh orang lain kemudian dimodifikasi. Tidak ada benefit langsung untuk penyumbang, agak sulit untuk mendapatkan dana besar dan cepat dengan cara ini. Tidak semua populasi ingin menyumbangkan kepada ide yang Anda punya, apapun rasionalisasinya. Biasanya dalam melakukan crowd founding, mereka yang membutuhkan akan membuka sebuah halaman di sebuah situs crowd founding dan mempresentasikan ide mereka tersebut di situs itu. hal ini dilakukan dengan harapan mereka yang melihat/menyumbang akan menyebarkan hal tersebut dan dapat menggugah orang lain. Kategori kedua adalah Kategori startup yang mencari pendanaan untuk pengembangan usaha. Jika startup yang Anda buat sudah berjalan, saatnya mencari tambahan modal untuk melakukan pengembangan, ada beberapa tahapan yang akan dilalui dalam fase ini hingga startup yang kamu rintis bisa melakukan IPO. Berikut ini tahapannya. Tahap pertama yaitu pendanaan melalui Seed Capital Seed capital adalah pengembangan paling kecil, ini adalah sebuah tahap pertama dalam pendanaan startup. Perkiraan besaran pendanaan ini adalah Rp500 juta s.d. Rp2,5 miliar. Pada tahapan ini biasanya sebuah start up masih dalam tahap pencarian potensi produk dan riset pasar yang lebih mendalam. Sumber pendanaan pada tahap ini biasanya berasal dari orang terdekat founder atau venture capital yang memang berfokus memberikan pendanaan pada tahap awal. Tahap kedua yaitu pendanaan dari Angel Investor. Tahap ini adalah tahapan dimana sebuah startup mulai dilirik oleh penanam modal yang berasal dari kalangan di luar kenalan founder. Dikatakan sebagai angel investor karena mereka sudah tahu potensi startup yang ditamankan modal oleh mereka, tanpa harus repot-repot melakukan pitching. Fase ini paling cepat dicapai dalam 6 bulan. Biasanya sebuah startup sudah memasarkan produknya secara luas, dan sudah melakukan interaksi dengan pamakai. Jika memang sangat berdampak, pada tahap ini biasanya startup juga mulai mendapatkan perhatian dari media. Seri A / Venture Capital Tahapan ini adalah tahapan dimana starup yang kamu rintis sudah memiliki pengguna yang sangat besar, selain itu biasanya dalam tahapan ini produk starup yang kemu mulai sudah memiliki cir khas tersendiri. Venture capital sendiri artinya adalah investor, tetapi investor pada saat ini sudah bukan berbentuk perorangan, tetapi ada juga perusahaan atau korporasi yang rela menaruh uangnya pada startup yang kamu rintis, besaran dana yang diberikan untk tahakan ini berkisar dari Rp10 miliar hingga Rp33 miliar Seri B / Bridge Loans Fase ini biasanya ada di tahun ke 2-4 sebuah startup, dengan adanya basis pengguna potensial, startup kamu pastinya sudah menghasilkan keuntungan. Biasanya modal yang didapatkan dalam Seri B ini digunakan untuk ekspansi besar-besaram dalam menjalankan model bisnisnya agar dapat menarik pengguna yang lebih luas. Pendanaan pada fase ini perkiraannya adalahg Rp22 miliar hingga Rp80 miliar. Tidak banyak perusahaan startup Indonesia yang dapat mencapai tahap ini. IPO (Initial Public Offering) Langkah terakhir adalah melakukan penawaran kepada public dengan melakukan IPO di bursa saham. Pada tahap ini startup kamu sudah melakukan jual beli sahan di bursa saham sehingga diharuskan membuat laporan keuangan public secara berkala. Tahapan ini adalah tahapan yang paling rumit dan memakan waktu, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tahapan ini adalah 5-10 tahun.
  • #13 Di awal sudah dijelaskan bahwa fungsi business plan adalah untuk mendapatkan dana serta menjadi pedoman dalam pengelolaan perusahaan yang akan didirikan atau perusahaan yang baru berkembang. Pada kesempatan ini akan saya jelaskan manfaat dari penggunaan Business Plan. Manfaat penggunaan business plan adalah: Merupakan passport untuk mendapatkan sumber keuangan. Sedikit sekali lembaga keuangan yang memberikan pinjaman atau investasi kepada pengusaha yang tidak memiliki business plan. Perencanaan yang sistematik memungkinkan kesalahan dibuat hanya di atas kertas, daripada “in the market place.” Dengan adana business plan, tim manajemen dan seluruh pemegang kepentingan yang terlibat dalam usaha akan lebih percaya diri menjalankan bisnis menggunakan strategi-strategi untuk mencapai tujuan bisnis. Dengan menyiapkan business plan akan memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai proses bisnis yang akan dijalankan. Proses bisnis ini sangat penting dan sangat menentukan kondisi kesehatan perusahaan dalam jangka panjang. Business plan dapat mengidentifikasi faktor-faktor produksi yang kita miliki atau bagaimana cara memilikinya agar bisnis bisa sukses. Business plan dapat mengidentifikasi siapa langganan kita, luasnya pasar, strategi harga dan persaingan, target dan manfaat yang diinginkan.
  • #14 Menjadi pedoman dalam menentukan break event point, Cashflow untuk perhitungan dalam pengembalian modal investor, serta profit yang kita inginkan. Mendorong kita lebih realistis dan tidak over optimis. Membantu kita dalam planning, budgeting, Forecasting, dan reporting process yang angat penting. Memberikan kepercayaan diri bahwa kita adalah Competent business manager di mata Investor atau potential partner. Dapat mengetahui jumlah tenaga kerja yang diperlukan, skill yang diperlukan, dan gaji yang harus dibayar. Dapat membantu mengidentifikasi Critical factor terhadap suksesnya usaha.