Sejarah Koperasi Indonesia

Koperasi konsumen di Inggris membentuk pergerakan koperasi internasional yang pertama

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi
kepentingan bersama.[1] Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan
ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.[2]

Prinsip koperasi

Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk
membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.[3] Prinsip koperasi terbaru yang
dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah
internasional) adalah

       Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
       Pengelolaan yang demokratis,
       Partisipasi anggota dalam ekonomi,
       Kebebasan dan otonomi,
       Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.[4]

Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip
koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:

       Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
       Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
       Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing
       anggota
       Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
       Kemandirian
       Pendidikan perkoperasian
       Kerjasama antar koperasi

Bentuk dan Jenis Koperasi

Jenis Koperasi menurut fungsinya

       Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan
       fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan
       anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan
       pembeli atau konsumen bagi koperasinya.
       Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi
       distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan
       konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa
       kepada koperasinya.
Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana
       anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota
       berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
       Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang
       dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan
       sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa
       koperasi.

Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single
purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi
disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).

Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja

       Koperasi Primer Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki
       anggota sebanyak 20 orang perseorangan.

       Koperasi Sekunder Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan
       koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan
       koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :

       koperasi pusat
        adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
       gabungan koperasi - adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
       induk koperasi - adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan
       koperasi

Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya

       Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen barang/jasa dan
       memiliki rumah tangga usaha.
       Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau
       pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar.

Kedudukan anggota di dalam koperasi dapat berada dalam salah satu status atau keduanya.
Dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya berkaitan erat
dengan pengelompokan koperasi menurut fungsinya.

Keunggulan koperasi

Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif dari perusahaan lain
cukup besar mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan antara lain pada skala
ekonomi, aktivitas yang nyata, faktor-faktor precuniary, dan lain-lain.

Kewirausahaan koperasi

Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif,
dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh
pada prinsip identitas koperasi, dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta
peningkatan kesejahteraan bersama.[5] Dari definisi tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa
kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif[5]
Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari,
menemukan, dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.[5]
Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota, manajer birokrat yang berperan
dalam pembangunan koperasi dan katalis, yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan
koperasi.[5]

Pengurus

Pengurus koperasi dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota.[6] Ada
kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh anggota Pengurus dari
kalangan anggota sendiri.[6] Hal demikian umpamanya terjadi jika calon-calon yang berasal
dari kalangan-kalangan anggota sendiri tidak memiliki kesanggupan yang diperlukan untuk
memimpin koperasi yang bersangkutan, sedangkan ternyata bahwa yang dapat memenuhi
syarat-syarat ialah mereka yang bukan anggota atau belum anggota koperasi (mungkin sudah
turut dilayani oleh koperasi akan tetapi resminya belum meminta menjadi anggota).[6]

Koperasi di Indonesia

Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang
beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya
berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar
atas asas kekeluargaan.[4] Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12
Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.[4]

Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia
internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa
Hasil Usaha).[4]



Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan
hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya.[7]
Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan
sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak.[7] Beberapa orang yang
penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan
dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya
sendiri dan manusia sesamanya.[7]

Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan
sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi).[7] Ia terdorong oleh keinginannya untuk
menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang
memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.[7] Maksud Patih tersebut untuk mendirikan
koperasi kredit model seperti di Jerman.[7] Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan
oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda.[8] De Wolffvan Westerrode
sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank
Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan
Pertanian.[7] Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin
menderita karena tekanan para pengijon.[7] Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut
menjadi koperasi.[7] Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang
menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan
pinjaman padi pada musim paceklik.[7] Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu
menjadi Koperasi Kredit Padi.[7] Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian
lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi
tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa ,
rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyak Indonesia (BRI).[7]
Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.[7]

Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:[9]
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan
penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.

2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.

3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan
politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang
membahayakan pemerintah jajahan itu.

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi
gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat.[8] Pada tahun 1915 dibuat peraturan
Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe
Cooperatieve.[8]
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan
kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi.[8] Kemudian pada tahun 1929, berdiri
Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.[8]

Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha
koperasi untuk yang kedua kalinya.[9] Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia.[9]
Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai.[9] Awalnya koperasi ini berjalan mulus.[9] Namun
fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan
menyengsarakan rakyat Indonesia.[9]

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia
mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya.[9] Hari ini kemudian ditetapkan
sebagai Hari Koperasi Indonesia.[9]

Fungsi dan peran koperasi Indonesia

Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki
fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi
anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh
perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan
kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.[3]

Koperasi berlandaskan hukum

Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967 adalah
[Organisasi]] ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan
hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama, berdasarkan
asas kekeluargaan.[10] Kinerja koperasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi harus
bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha
(perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak.[11]




                         Sejarah koperasi dunia

Koperasi terdapat hampir semua negara industri n negara berkembang. Koperasi historis :
lembaga-lembaga kemasyarakatan yang tumbuh atas dasar solidaritas tradisional n kerja sama
antara individu, n pernah berkembang sejak awal sejarah manusia sampai pada awal revolusi
industri di Eropa pada akhir abad 18 dan abad 19. Lembaga ini sering disebut "KOPERASI
PRAINDUSTRI"

Kriteria koperasi historis melalui pendekatan-pendekatan sosiologis dan sosiopolitis
mendefinisikannya dengan sistem sosial, komunitas (gemeinschaft) dan kelompok
masyarakat yang memiliki struktur koperasi, dimana hubungan-hubungan antara individu
ditandai oleh solidaritas dan kerja sama, serta kekuatan sosio-politis, ekonomi yang terbagi
merata diantara mereka.

Di negara-negara yang sedang berkembang terdapat sistem kesukuan, bentuk keluarga besar,
komunitas setempat, usaha paling menolong, kerja sama tradisional. Lembaga koperasi
dinamakan lembaga koperasi asli (autochthonous cooperative) atau kerja sama tradisional,
contohnya : gotong royong di Indonesia.

PELOPOR-PELOPOR KOPERASI

PELOPOR-PELOPOR KOPERASI DARI ROCHDALE

Yang terdiri atas 28 pekerja dipimpin Charls Howard di kota Rochdale dibagian utara Inggris,
pada tanggal 24 oktober 1844 mendirikan usaha pertokoan merupakan milik para konsumen
yang berhasil. Peristiwa ini merupakan lahirnya "Gerakan Koperasi Modern"

Rochdale Equitable Pioneer's Cooperative Society, dengan prinsip-prinsip koperasinya :

   1. Keanggota yang bersifat terbuka.
   2. Pengawasan secara demokratis.
   3. Bunga yang terbatas atas modal anggota.
   4. Pengembalian sisa hasil usaha sesuai dengan jasanya pada koperasi.
   5. Barang-barang hanya dijual sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan harus secara
      tunai.
   6. Tidak ada perbedaan berdasarkan ras, suku bangsa, agama dan aliran politik.
7. Barang-barang yang dijual adalah barang-barang yang asli dan bukan yang rusak atau
      palsu.
   8. Pendidikan terhadap anggota secar berkesinambungan.

PELOPOR SCHULTZE DELITSCH

Herman Schultz-Delitsch (1808-1883), hakim dan anggota parlemen pertama di Jerman yang
berhasil mengembangkan konsep badi prakarsa dan perkembangan bertahap dari koperasi-
koperasi kredit perkotaan, koperasi pengadaan sarana produksi bagi pengrajin, yang
kemudian diterapkan oleh pedagang kecil, dan kelompok lain-lain.

Selain koperasi kredit, Schulze mendirikan koperasi jenis-jenis lain, antara lain :

   1. Koperasi asuransi untuk resiko sakit dan kematian.
   2. Koperasi pengadaan bahan baku dan sarana produksi serta memasarkan hasil
      produksi.
   3. Koperasi produksi, yaitu dimana anggota-anggotanya sebagai pemilik dan pekerja
      pada koperasi tersebut pada saat yang sama.

PELOPOR RAIFFEISSEN

Friedrich Wilhelm Raiffeissen (1818-1888) kepala desa di Flemmerfeld, Weyerbush di
Jerman. Raiffeissen membentuk koperasi-koperasi kredit berdasarkan solidaritas dan
tanggungan tidak terbatas yang dipikul oleh para anggota perkumpulan koperasi tersebut, dan
dibimbing brdasarkan prinsip menolong diri sendiri, mengelola diri sendiri, dan mengawasi
diri sendiri.

Pada waktu itu usaha pokok-pokok pikiran dari konsepsinya adalah :

   1. Pembentukan koperasi-koperasi dengan organisasi sederhana atas dasar kelompok
      anggota-anggota yang jumlahnya sedikit dan saling membutuhkan.
   2. Pelaksanaan kegiatan pengelolaan dari koperasi-koperasi oleh orang-orang yang
      dipercaya dan dihormati oleh para anggota, misalnya : guru, pendeta, dsb.
   3. Pemberian kredit hanya pada anggota, tetapi deposito dapat diterima dari bukan
      anggota.

Selain pelopor-pelopor koperasi di atas, terdapat pula pelopor-pelopor dari negara lain seperti
:

   1. Luigi Luzatti (1841-1927) di Italia.
   2. Abbe de Lammerais (1782-1854) di Perancis.
   3. Sir Horace Plunkett (1854-1932) di Irlandia.



Gerakan Organisasi Koperasi Modern
Perkembangan secara bertahap dan penyebarab koperasi-koperasi modern dan gerakan-
     gerakan koperasi di Eropa sering dipengaruhi sebagai suatu “proses perkembangan yang
     cepat”, yang juga di pengaruhi oleh ideology para pelakunya. Pada akhir abad 19, selama
     periode ituberbagai kekecewaan dan kegagalan harus dialami, dan berbagai tindakan harus
     diambil untuk menghindari kegagalan, untuk memperbaiki keadaan-keadaannya, dan untuk
     perkembangan koperasi-koperasi di masa setelah itu.



     Selama abad ke-20 koperasi-koperasi “modern” terus berkembang dengan berhasil hampir di
     semua negara industri. Mereka memprakarsai dan mendirikan di negara-negara berkembang.

        1. Denmark, keistimewaan gerakan koperasi di negara ini adalah tumbuh dari bawah.
           Pada tahun 1870, koperasi membantu para perani sebagai anggota mengembangkan
           pertaniannya, sehingga gandum bisa dipasarkan diseluruh Eropa. Meningkatkan
           kegiatan usaha pertenakan dan pengolahan (1880), berhasil menguasai dan
           mengekspor 90% hasil pertenakan.
                   Tahun 1866 berdiri koperasi konsumsi perkotaan atas prakarsa H. Sonne dan
                   dokter P. Urich. Mengoordinasi koperasi konsumsi untuk melayani pembelian
                   koperasi primer.
                   Kerja sama koperasi produksi di pedesaan dengan produksi konsumsi di kota-
                   kota.
                   Salah satu pendorong adalah taraf pendidikan rakyat.

     Dengan kemajuan koperasi, Denmark dijuluki Republik Koperasi.

        2. Amerika Serikat
                   Tahun 1752 cara kerja koperasi sudah diterapkan atas prakarsa Benyamin
                   Franklin.
                   Tahun 1860 mengenal prinsip Rochdale dan banyak koperasi didirikan di
                   kalangan buruh serta penduduk kota.
                   Tahun 1908 presiden Teodore Roosevelt mengangkat komisi peningkatan
                   kehidupan di pedesaan.
                   Tahun 1913 dikirim utusan ke Eropa untuk mempelajari cara kerja koperasi
                   pertanian dan berkembang sampai sekarang.
        3. Prancis, terdapat Gabungan Konsumsi Nasional Prancis (Federation Nationale Dess
           Cooperative de Consomation) dengan jumlah koperasi yang bergabung 476 buah.
           Jumlah anggota mencapai sekitar 3.500.000 orang dan took yang berjumlah sekitar
           10.000 buah dengan perputaran modal sebesar 4.000 miliar franc per tahun.
        4. International Cooperative Alliance (ICA)

     Oraganisasi kerja sama koperasi internasional pertama kali diadakan dan didirikan
     LondonIndonesia menjadi anggota ke 77. Tujuan ICA mempererat kerja sama, tukar-menukar
     pengalaman, dan informasi. pada tahun 1895. Tahun 1958

5.    Jepang, tahun 1900 berdiri koperasi industri kerajinan meliputi pertanian dan koperasi
     konsumsi didasarkan prinsip Rochdale. Periode 1920-1930 koperasi mengalami pertumbuhan
     yang cepat, terutama koperasi pertanian.
Keadilan sosial sebagai salah
              satu dasar koperasi. Biasanya
              menjadi simbol hukum. Semua
              Anggota koperasi harus adil
4 Timbangan   dan seimbang antara "Rantai"
              dan     "Padi-Kapas",     antara
              "Kewajiban" dan "Hak". Dan
              yang menyeimbangkan itu
              adalah Bintang dalam Perisai.
              Dalam perisai yang dimaksud
              adalah Pancasila, merupakan
              landasan ideal koperasi. Bahwa
              Anggota Koperasi yang baik
              adalah yang mengindahkan
5 Bintang     nilai-nilai    keyakinan    dan
              kepercayaan,               yang
              mendengarkan suara hatinya.
              Perisai bisa berarti "tubuh",
              dan Bintang bisa diartikan
              "Hati".
              Simbol               kehidupan,
              sebagaimana pohon dalam
              Gunungan        wayang     yang
              dirancang oleh Sunan Kalijaga.
  Pohon       Dahan pohon disebut kayu
6
  Beringin    (dari         bahasa       Arab
              "Hayyu"/kehidupan).
              Timbangan dan Bintang dalam
              Perisai menjadi nilai hidup
              yang harus dijunjung tinggi.
              Koperasi yang dimaksud adalah
              koperasi rakyat Indonesia,
              bukan Koperasi negara lain.
  Koperasi    Tata-kelola dan tata-kuasa
7
  Indonesia   perkoperasian di luar negeri
              juga baik, namun sebagai
              Bangsa Indonesia harus punya
              tata-nilai sendiri.
              Warna merah dan putih yang
  Warna Merah menjadi background logo
8
  Putih       menggambarkan sifat nasional
              Indonesia.
Koperasi yang berhasil di tingkat provinsi

KPRI “Sejahtera” Tapa Koperasi Terbaik Tingkat Provinsi, Miliki Omzet
Rp. 2 Milyar

Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera Tapa Kab. Bone Bolango yang
beranggotakan seluruh Guru di wilayah Kec. Tapa, Bulango Ulu, Bulango Timur dan
Bulango Selatan yang berdiri sejak tahun 1975 kini tetap eksis menjadi dewa penolong yang
setiap saat siap membantu dan melayani anggotanya yang terdiri dari para guru di wilayah
Tapa Group.

KPRI Sejahtera pada awal berdirinya hingga tahun 1990-an Menurut Mohamad Husain, S.Pd,
M.MPd yang sudah tiga periode menjabat sebagai Bendahara, memang mengalami pasang
surut kemajuan akibat manajemen yang belum tertata dengan baik. Namun memasuki era
tahun 2000 seiring pergantian kepengurusan yang baru, Koperasi yang berdiri dengan modal
Swadaya anggotanya ini mulai menapaki kemajuan demi kemajuan yang signifikan. Pada
tahun buku 2010 lalu misalnya, Koperasi ini berhasil membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU)
sebesar Rp. 264 juta dengan omzet mencapai Rp. 2 Milyar lebih.

Kunci keberhasilan Koperasi yang sudah tiga kali meraih juara 1 sebagai Koperasi Pegawai
terbaik tingkat Provinsi Gorontalo ini, menurut Mohamad Husain terletak pada manajemen
administrasi dan pengelolaan keuangan yang mengacu pada konsep manajemen Perbankan
yang transparan dengan layanan prima kepada anggotanya. Konsep ini ternyata cukup
mumpuni dalam pengembangan Koperasi yang saat ini fokus pada unit usaha simpan pinjam,
jasa foto Copy dan pengetikan ini.

Mohamad Husain yang juga menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bolango ini
menuturkan, KPRI yang dipimpinnya kini sudah dapat melayani pinjaman anggota hingga
mencapai Rp. 45 juta per orang yang dapat dicairkan dalam waktu lima hingga sepuluh
menit. Yang penting menurut Mohamad Husain, anggota dapat dilayani dengan cepat apabila
saat datang bisa menunjukkan surat pengantar atau rekomendasi dari Kepala Sekolah dan
Bendahara Sekolah. Tidak hanya itu saja, Koperasi ini juga telah mempekerjakan 4 orang
karyawan yakni 2 orang lulusan SMK dan 2 orang telah berhasil menyelesaikan pendidikan
sarjana yang setiap bulannya menerima honor sesuai ketentuan Upah Minimum Provinsi
(UMP). Meski mengadopsi konsep manajemen perbankan yang hanya memiliki jam kerja
hingga sore hari, namun tidak demikian dengan Koperasi ini yang seakan tidak mengenal
waktu dalam memberikan layanan kepada Anggotanya. Buktinya, hingga larut malam pun,
seiap anggota yang membutuhkan dana mendesak dan mendadak dapat dilayani. Sebagai
Bendahara, Mohamad Husain mengaku sepulangnya dari tugas, pada malam hari pun ia
masih berkutat dengan pelayanan kepada anggota. “Yang namanya Koperasi, orientasi utama
bukan pada profit tapi pada pelayanan kepada anggota yang menjadi bagian utama dari misi
sosial berdirnya Koperasi” tandas Mohamad Husain seraya mengakui bahwa setiap tahunnya
Koperasi ini memberikan jaminan kepada anggotanya berupa THR Rp. 300 ribu setiap
anggota, memberikan bantuan dana sehat bagi anggota yang sakit untuk pribadi anggota
beserta anggota keluarganya. Koperasi yang dipimpin Ketuanya Thamrin Noe, S.Pd, Wakil
Ketua Parmin Azis, S.Pd, Sekretaris Hj. Khadijah Pou, Bendahara Moh. Husain Husain,
S.Pd, M.MPd ini termasuk KPRI yang sehat yang salah satu indikatornya nihil kredit macet
dan telah membuka tabungan deposito dengan bunga 1 persen per bulan kepada anggotanya.
(AM)




BMT IISTIQOMAH RAIH PRESTASI TINGKAT NASIONAL
CIKIJING-Kiprah Baitul Mal wat-Tamwil (BMT) Istiqomah yang beralamat di Jl Rama No.
3B Desa/Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka tampaknya tidak diragukan lagi. Hal itu
terlihat dari kepengurusan dan keanggotannya yang dari waktu ke waktu telah banyak
mengalami peningkatan yang signifikan.

Kebersamaan dan kekeluargaan yang harmonis di antara pengurus, pengawas dan
pengelolanya, telah mengantarkan lembaga BMT Istiqomah menjadi sebuah koperasi yang
berhasil. Bahkan, telah mampu mengantarkan BMT Istiqomah menjadi koperasi yang
berprestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat dan tingkat nasional pada Hari Ulang Tahun (HUT)
Koperasi yang ke-51 tepatnya pada 2 Juli 2008.

BMT Istiqomah mendapat piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Barat sebagai koperasi
berprestasi dan pada waktu yang sama mendapat penghargaan dari Menteri Koperasi dan
UKM RI sebagai koperasi yang berprestasi di tingkat nasional.

Pergerakan BMT Istiqomah yang awal berdirinya pada 5 Januari 2004 hanya mengandalkan
22 anggota yang terdiri dari para pengurus, anggota dewan penasehat, anggota dewan
pertimbangan serta dari para donatur Yayasan Istiqomah yang telah berikrar mendirikan
BMT Istiqomah. Dengan modal Rp3,2 juta, itupun bersumbernya berasal dari hasil
penghimpunan dana simpanan dan dana simpanan wajib dari 22 anggota.

Sejak itulah BMT Istiqomah yang sudah berstatus resmi berbadan hukum
No.518/Kep.57/Kop.UKM, mulai melaksanakan operasinya yang bergerak pada usaha
simpan pinjam (USP). Tujuan utamanya adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan
para anggota. Selain itu, kehadirannya bertujuan untuk membantu masyarakat yang ada
disekitarnya, sekaligus menghindari praktek suku bunga tinggi. Hal itu seperti dipaparkan
Heryadi, Manajer Umum BMT Istiqomah kepada Radar, Selasa (10/2).

Dikatakan dia, perjalanan untuk meraih keberhasilan itu bukanlah hal gampang dan bisa
dilewati dengan begitu saja. Melainkan karena didorong niat dan semangat kebersamaan
seluruh jajaran pengurus dan anggota.

Menurutnya, jumlah anggota BMT Istiqomah dari tahun ke tahun meningkat. Saat ini jumlah
anggota mencapai 2.417 orang tersebar di 28 desa yang ada di Kecamatan Cikijing,
Cingambul dan kecamatan lainnya.

“Sejauh ini kami pun telah mendapat kepercayaan dari perbankkan untuk menambah modal
usaha. Hingga kini kami telah memiliki asset senilai Rp3,5 miliar,” tandasnya. (har

Nindi

  • 1.
    Sejarah Koperasi Indonesia Koperasikonsumen di Inggris membentuk pergerakan koperasi internasional yang pertama Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.[1] Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.[2] Prinsip koperasi Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.[3] Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela Pengelolaan yang demokratis, Partisipasi anggota dalam ekonomi, Kebebasan dan otonomi, Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.[4] Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah: Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka Pengelolaan dilakukan secara demokrasi Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal Kemandirian Pendidikan perkoperasian Kerjasama antar koperasi Bentuk dan Jenis Koperasi Jenis Koperasi menurut fungsinya Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya. Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
  • 2.
    Koperasi produksi adalahkoperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi. Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi. Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative). Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja Koperasi Primer Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan. Koperasi Sekunder Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi : koperasi pusat adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer gabungan koperasi - adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat induk koperasi - adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen barang/jasa dan memiliki rumah tangga usaha. Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar. Kedudukan anggota di dalam koperasi dapat berada dalam salah satu status atau keduanya. Dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya berkaitan erat dengan pengelompokan koperasi menurut fungsinya. Keunggulan koperasi Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif dari perusahaan lain cukup besar mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan antara lain pada skala ekonomi, aktivitas yang nyata, faktor-faktor precuniary, dan lain-lain. Kewirausahaan koperasi Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif, dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi, dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama.[5] Dari definisi tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa
  • 3.
    kewirausahaan koperasi merupakansikap mental positif dalam berusaha secara koperatif[5] Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari, menemukan, dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.[5] Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota, manajer birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis, yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi.[5] Pengurus Pengurus koperasi dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota.[6] Ada kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh anggota Pengurus dari kalangan anggota sendiri.[6] Hal demikian umpamanya terjadi jika calon-calon yang berasal dari kalangan-kalangan anggota sendiri tidak memiliki kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin koperasi yang bersangkutan, sedangkan ternyata bahwa yang dapat memenuhi syarat-syarat ialah mereka yang bukan anggota atau belum anggota koperasi (mungkin sudah turut dilayani oleh koperasi akan tetapi resminya belum meminta menjadi anggota).[6] Koperasi di Indonesia Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.[4] Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.[4] Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).[4] Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya.[7] Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak.[7] Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.[7] Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi).[7] Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.[7] Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman.[7] Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda.[8] De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian.[7] Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon.[7] Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi.[7] Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang
  • 4.
    menganjurkan para petanimenyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik.[7] Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi.[7] Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyak Indonesia (BRI).[7] Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.[7] Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:[9] 1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi. 2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi. 3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu. Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat.[8] Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.[8] Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi.[8] Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.[8] Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.[9] Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia.[9] Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai.[9] Awalnya koperasi ini berjalan mulus.[9] Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.[9] Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya.[9] Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.[9] Fungsi dan peran koperasi Indonesia Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.[3] Koperasi berlandaskan hukum Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967 adalah [Organisasi]] ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan.[10] Kinerja koperasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi harus
  • 5.
    bekerja berdasarkan ketentuanundang-undang umum mengenai organisasi usaha (perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak.[11] Sejarah koperasi dunia Koperasi terdapat hampir semua negara industri n negara berkembang. Koperasi historis : lembaga-lembaga kemasyarakatan yang tumbuh atas dasar solidaritas tradisional n kerja sama antara individu, n pernah berkembang sejak awal sejarah manusia sampai pada awal revolusi industri di Eropa pada akhir abad 18 dan abad 19. Lembaga ini sering disebut "KOPERASI PRAINDUSTRI" Kriteria koperasi historis melalui pendekatan-pendekatan sosiologis dan sosiopolitis mendefinisikannya dengan sistem sosial, komunitas (gemeinschaft) dan kelompok masyarakat yang memiliki struktur koperasi, dimana hubungan-hubungan antara individu ditandai oleh solidaritas dan kerja sama, serta kekuatan sosio-politis, ekonomi yang terbagi merata diantara mereka. Di negara-negara yang sedang berkembang terdapat sistem kesukuan, bentuk keluarga besar, komunitas setempat, usaha paling menolong, kerja sama tradisional. Lembaga koperasi dinamakan lembaga koperasi asli (autochthonous cooperative) atau kerja sama tradisional, contohnya : gotong royong di Indonesia. PELOPOR-PELOPOR KOPERASI PELOPOR-PELOPOR KOPERASI DARI ROCHDALE Yang terdiri atas 28 pekerja dipimpin Charls Howard di kota Rochdale dibagian utara Inggris, pada tanggal 24 oktober 1844 mendirikan usaha pertokoan merupakan milik para konsumen yang berhasil. Peristiwa ini merupakan lahirnya "Gerakan Koperasi Modern" Rochdale Equitable Pioneer's Cooperative Society, dengan prinsip-prinsip koperasinya : 1. Keanggota yang bersifat terbuka. 2. Pengawasan secara demokratis. 3. Bunga yang terbatas atas modal anggota. 4. Pengembalian sisa hasil usaha sesuai dengan jasanya pada koperasi. 5. Barang-barang hanya dijual sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan harus secara tunai. 6. Tidak ada perbedaan berdasarkan ras, suku bangsa, agama dan aliran politik.
  • 6.
    7. Barang-barang yangdijual adalah barang-barang yang asli dan bukan yang rusak atau palsu. 8. Pendidikan terhadap anggota secar berkesinambungan. PELOPOR SCHULTZE DELITSCH Herman Schultz-Delitsch (1808-1883), hakim dan anggota parlemen pertama di Jerman yang berhasil mengembangkan konsep badi prakarsa dan perkembangan bertahap dari koperasi- koperasi kredit perkotaan, koperasi pengadaan sarana produksi bagi pengrajin, yang kemudian diterapkan oleh pedagang kecil, dan kelompok lain-lain. Selain koperasi kredit, Schulze mendirikan koperasi jenis-jenis lain, antara lain : 1. Koperasi asuransi untuk resiko sakit dan kematian. 2. Koperasi pengadaan bahan baku dan sarana produksi serta memasarkan hasil produksi. 3. Koperasi produksi, yaitu dimana anggota-anggotanya sebagai pemilik dan pekerja pada koperasi tersebut pada saat yang sama. PELOPOR RAIFFEISSEN Friedrich Wilhelm Raiffeissen (1818-1888) kepala desa di Flemmerfeld, Weyerbush di Jerman. Raiffeissen membentuk koperasi-koperasi kredit berdasarkan solidaritas dan tanggungan tidak terbatas yang dipikul oleh para anggota perkumpulan koperasi tersebut, dan dibimbing brdasarkan prinsip menolong diri sendiri, mengelola diri sendiri, dan mengawasi diri sendiri. Pada waktu itu usaha pokok-pokok pikiran dari konsepsinya adalah : 1. Pembentukan koperasi-koperasi dengan organisasi sederhana atas dasar kelompok anggota-anggota yang jumlahnya sedikit dan saling membutuhkan. 2. Pelaksanaan kegiatan pengelolaan dari koperasi-koperasi oleh orang-orang yang dipercaya dan dihormati oleh para anggota, misalnya : guru, pendeta, dsb. 3. Pemberian kredit hanya pada anggota, tetapi deposito dapat diterima dari bukan anggota. Selain pelopor-pelopor koperasi di atas, terdapat pula pelopor-pelopor dari negara lain seperti : 1. Luigi Luzatti (1841-1927) di Italia. 2. Abbe de Lammerais (1782-1854) di Perancis. 3. Sir Horace Plunkett (1854-1932) di Irlandia. Gerakan Organisasi Koperasi Modern
  • 7.
    Perkembangan secara bertahapdan penyebarab koperasi-koperasi modern dan gerakan- gerakan koperasi di Eropa sering dipengaruhi sebagai suatu “proses perkembangan yang cepat”, yang juga di pengaruhi oleh ideology para pelakunya. Pada akhir abad 19, selama periode ituberbagai kekecewaan dan kegagalan harus dialami, dan berbagai tindakan harus diambil untuk menghindari kegagalan, untuk memperbaiki keadaan-keadaannya, dan untuk perkembangan koperasi-koperasi di masa setelah itu. Selama abad ke-20 koperasi-koperasi “modern” terus berkembang dengan berhasil hampir di semua negara industri. Mereka memprakarsai dan mendirikan di negara-negara berkembang. 1. Denmark, keistimewaan gerakan koperasi di negara ini adalah tumbuh dari bawah. Pada tahun 1870, koperasi membantu para perani sebagai anggota mengembangkan pertaniannya, sehingga gandum bisa dipasarkan diseluruh Eropa. Meningkatkan kegiatan usaha pertenakan dan pengolahan (1880), berhasil menguasai dan mengekspor 90% hasil pertenakan. Tahun 1866 berdiri koperasi konsumsi perkotaan atas prakarsa H. Sonne dan dokter P. Urich. Mengoordinasi koperasi konsumsi untuk melayani pembelian koperasi primer. Kerja sama koperasi produksi di pedesaan dengan produksi konsumsi di kota- kota. Salah satu pendorong adalah taraf pendidikan rakyat. Dengan kemajuan koperasi, Denmark dijuluki Republik Koperasi. 2. Amerika Serikat Tahun 1752 cara kerja koperasi sudah diterapkan atas prakarsa Benyamin Franklin. Tahun 1860 mengenal prinsip Rochdale dan banyak koperasi didirikan di kalangan buruh serta penduduk kota. Tahun 1908 presiden Teodore Roosevelt mengangkat komisi peningkatan kehidupan di pedesaan. Tahun 1913 dikirim utusan ke Eropa untuk mempelajari cara kerja koperasi pertanian dan berkembang sampai sekarang. 3. Prancis, terdapat Gabungan Konsumsi Nasional Prancis (Federation Nationale Dess Cooperative de Consomation) dengan jumlah koperasi yang bergabung 476 buah. Jumlah anggota mencapai sekitar 3.500.000 orang dan took yang berjumlah sekitar 10.000 buah dengan perputaran modal sebesar 4.000 miliar franc per tahun. 4. International Cooperative Alliance (ICA) Oraganisasi kerja sama koperasi internasional pertama kali diadakan dan didirikan LondonIndonesia menjadi anggota ke 77. Tujuan ICA mempererat kerja sama, tukar-menukar pengalaman, dan informasi. pada tahun 1895. Tahun 1958 5. Jepang, tahun 1900 berdiri koperasi industri kerajinan meliputi pertanian dan koperasi konsumsi didasarkan prinsip Rochdale. Periode 1920-1930 koperasi mengalami pertumbuhan yang cepat, terutama koperasi pertanian.
  • 8.
    Keadilan sosial sebagaisalah satu dasar koperasi. Biasanya menjadi simbol hukum. Semua Anggota koperasi harus adil 4 Timbangan dan seimbang antara "Rantai" dan "Padi-Kapas", antara "Kewajiban" dan "Hak". Dan yang menyeimbangkan itu adalah Bintang dalam Perisai. Dalam perisai yang dimaksud adalah Pancasila, merupakan landasan ideal koperasi. Bahwa Anggota Koperasi yang baik adalah yang mengindahkan 5 Bintang nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan, yang mendengarkan suara hatinya. Perisai bisa berarti "tubuh", dan Bintang bisa diartikan "Hati". Simbol kehidupan, sebagaimana pohon dalam Gunungan wayang yang dirancang oleh Sunan Kalijaga. Pohon Dahan pohon disebut kayu 6 Beringin (dari bahasa Arab "Hayyu"/kehidupan). Timbangan dan Bintang dalam Perisai menjadi nilai hidup yang harus dijunjung tinggi. Koperasi yang dimaksud adalah koperasi rakyat Indonesia, bukan Koperasi negara lain. Koperasi Tata-kelola dan tata-kuasa 7 Indonesia perkoperasian di luar negeri juga baik, namun sebagai Bangsa Indonesia harus punya tata-nilai sendiri. Warna merah dan putih yang Warna Merah menjadi background logo 8 Putih menggambarkan sifat nasional Indonesia.
  • 9.
    Koperasi yang berhasildi tingkat provinsi KPRI “Sejahtera” Tapa Koperasi Terbaik Tingkat Provinsi, Miliki Omzet Rp. 2 Milyar Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera Tapa Kab. Bone Bolango yang beranggotakan seluruh Guru di wilayah Kec. Tapa, Bulango Ulu, Bulango Timur dan Bulango Selatan yang berdiri sejak tahun 1975 kini tetap eksis menjadi dewa penolong yang setiap saat siap membantu dan melayani anggotanya yang terdiri dari para guru di wilayah Tapa Group. KPRI Sejahtera pada awal berdirinya hingga tahun 1990-an Menurut Mohamad Husain, S.Pd, M.MPd yang sudah tiga periode menjabat sebagai Bendahara, memang mengalami pasang surut kemajuan akibat manajemen yang belum tertata dengan baik. Namun memasuki era tahun 2000 seiring pergantian kepengurusan yang baru, Koperasi yang berdiri dengan modal Swadaya anggotanya ini mulai menapaki kemajuan demi kemajuan yang signifikan. Pada tahun buku 2010 lalu misalnya, Koperasi ini berhasil membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp. 264 juta dengan omzet mencapai Rp. 2 Milyar lebih. Kunci keberhasilan Koperasi yang sudah tiga kali meraih juara 1 sebagai Koperasi Pegawai terbaik tingkat Provinsi Gorontalo ini, menurut Mohamad Husain terletak pada manajemen administrasi dan pengelolaan keuangan yang mengacu pada konsep manajemen Perbankan yang transparan dengan layanan prima kepada anggotanya. Konsep ini ternyata cukup mumpuni dalam pengembangan Koperasi yang saat ini fokus pada unit usaha simpan pinjam, jasa foto Copy dan pengetikan ini. Mohamad Husain yang juga menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bolango ini menuturkan, KPRI yang dipimpinnya kini sudah dapat melayani pinjaman anggota hingga mencapai Rp. 45 juta per orang yang dapat dicairkan dalam waktu lima hingga sepuluh menit. Yang penting menurut Mohamad Husain, anggota dapat dilayani dengan cepat apabila saat datang bisa menunjukkan surat pengantar atau rekomendasi dari Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah. Tidak hanya itu saja, Koperasi ini juga telah mempekerjakan 4 orang karyawan yakni 2 orang lulusan SMK dan 2 orang telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana yang setiap bulannya menerima honor sesuai ketentuan Upah Minimum Provinsi (UMP). Meski mengadopsi konsep manajemen perbankan yang hanya memiliki jam kerja hingga sore hari, namun tidak demikian dengan Koperasi ini yang seakan tidak mengenal waktu dalam memberikan layanan kepada Anggotanya. Buktinya, hingga larut malam pun, seiap anggota yang membutuhkan dana mendesak dan mendadak dapat dilayani. Sebagai Bendahara, Mohamad Husain mengaku sepulangnya dari tugas, pada malam hari pun ia masih berkutat dengan pelayanan kepada anggota. “Yang namanya Koperasi, orientasi utama bukan pada profit tapi pada pelayanan kepada anggota yang menjadi bagian utama dari misi sosial berdirnya Koperasi” tandas Mohamad Husain seraya mengakui bahwa setiap tahunnya Koperasi ini memberikan jaminan kepada anggotanya berupa THR Rp. 300 ribu setiap anggota, memberikan bantuan dana sehat bagi anggota yang sakit untuk pribadi anggota
  • 10.
    beserta anggota keluarganya.Koperasi yang dipimpin Ketuanya Thamrin Noe, S.Pd, Wakil Ketua Parmin Azis, S.Pd, Sekretaris Hj. Khadijah Pou, Bendahara Moh. Husain Husain, S.Pd, M.MPd ini termasuk KPRI yang sehat yang salah satu indikatornya nihil kredit macet dan telah membuka tabungan deposito dengan bunga 1 persen per bulan kepada anggotanya. (AM) BMT IISTIQOMAH RAIH PRESTASI TINGKAT NASIONAL CIKIJING-Kiprah Baitul Mal wat-Tamwil (BMT) Istiqomah yang beralamat di Jl Rama No. 3B Desa/Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka tampaknya tidak diragukan lagi. Hal itu terlihat dari kepengurusan dan keanggotannya yang dari waktu ke waktu telah banyak mengalami peningkatan yang signifikan. Kebersamaan dan kekeluargaan yang harmonis di antara pengurus, pengawas dan pengelolanya, telah mengantarkan lembaga BMT Istiqomah menjadi sebuah koperasi yang berhasil. Bahkan, telah mampu mengantarkan BMT Istiqomah menjadi koperasi yang berprestasi di tingkat Provinsi Jawa Barat dan tingkat nasional pada Hari Ulang Tahun (HUT) Koperasi yang ke-51 tepatnya pada 2 Juli 2008. BMT Istiqomah mendapat piagam penghargaan dari Gubernur Jawa Barat sebagai koperasi berprestasi dan pada waktu yang sama mendapat penghargaan dari Menteri Koperasi dan UKM RI sebagai koperasi yang berprestasi di tingkat nasional. Pergerakan BMT Istiqomah yang awal berdirinya pada 5 Januari 2004 hanya mengandalkan 22 anggota yang terdiri dari para pengurus, anggota dewan penasehat, anggota dewan pertimbangan serta dari para donatur Yayasan Istiqomah yang telah berikrar mendirikan BMT Istiqomah. Dengan modal Rp3,2 juta, itupun bersumbernya berasal dari hasil penghimpunan dana simpanan dan dana simpanan wajib dari 22 anggota. Sejak itulah BMT Istiqomah yang sudah berstatus resmi berbadan hukum No.518/Kep.57/Kop.UKM, mulai melaksanakan operasinya yang bergerak pada usaha simpan pinjam (USP). Tujuan utamanya adalah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan para anggota. Selain itu, kehadirannya bertujuan untuk membantu masyarakat yang ada disekitarnya, sekaligus menghindari praktek suku bunga tinggi. Hal itu seperti dipaparkan Heryadi, Manajer Umum BMT Istiqomah kepada Radar, Selasa (10/2). Dikatakan dia, perjalanan untuk meraih keberhasilan itu bukanlah hal gampang dan bisa dilewati dengan begitu saja. Melainkan karena didorong niat dan semangat kebersamaan seluruh jajaran pengurus dan anggota. Menurutnya, jumlah anggota BMT Istiqomah dari tahun ke tahun meningkat. Saat ini jumlah anggota mencapai 2.417 orang tersebar di 28 desa yang ada di Kecamatan Cikijing, Cingambul dan kecamatan lainnya. “Sejauh ini kami pun telah mendapat kepercayaan dari perbankkan untuk menambah modal usaha. Hingga kini kami telah memiliki asset senilai Rp3,5 miliar,” tandasnya. (har