HASAN Al BASHRI
Aku tahu rezekiku tidak
mungkin diambil oleh orang
lain, maka hatiku menjadi
tenang.
Aku tahu amalku tak
mungkin dikerjakan orang
lain, maka aku sibukkan
diriku beramal.
Aku tahu Allah selalu
melihatku, maka aku takut
jika Allah melihatku
melakukan maksiat.
Aku tahu kematian
menantiku, maka
kusiapkan bekal untuk
berjumpa dengan-Nya.
Seorang mukmin adalah
orang yang yakin bahwa apa
yang Allah katakan pasti
benar, orang yang paling
takut kepada Allah.
Bila ia berinfak setinggi gunung
maka ia belum merasa aman
sampai ia pastikan diterima atau
tidak. Tidaklah ia menambah
kebaikan dan ibadah kecuali
bertambah rasa takutnya.
Sedangkan orang munafik
berkata, manusia banyak
jumlahnya, aku pasti
diampuni, aku tidak ada
masalah. Ia beramal buruk
namun banyak berangan kepada
Allah.
Wahai anak cucu adam, anda
hanyalah himpunan hari-hari yang
terbatas. Bila satu hari lewat berarti
hilanglah sebagianmu dan bila
sebagian hari telah pergi maka tidak
lama semuanya akan pergi (mati).
Maka beramallah.
Tidak ada kata istirahat bagi orang
beriman kecuali ketika berjumpa
dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dan dan barangsiapa yang menjadikan
perjumpaannya dengan Allah sebagai
masa istirahat, maka hari kematiannya
adalah hari bahagia dan suka cita, hari
rasa aman, hari kesentosaanya dan hari
kemuliaannya.
Zuhud itu bukanlah mengharamkan
yang halal atau menyia-nyiakan
harta, akan tetapi zuhud di dunia
adalah sikap lebih mempercayai
semua yang ada di tangan Allah dari
pada apa yang ada di tanganmu.
Keadaanmu sama antara ketika
tertimpa musibah dan tidak. Dan hal
ini sama saja di matamu antara
orang yang memujimu dengan yang
mencelamu dalam kebenaran.
Lidah orang mukmin berada di
belakang kalbunya. Bila ingin
berbicara, ia renungi dengan
hatinya, baru kemudian ia
sampaikan (Bila baik ia akan
ucapkan bila tidak ia akan
menahan diri).
Lidah orang munafik berada di
depan hatinya, bila ingin bicara
sesuatu langsung ia lontarkan
dengan lidahnya tanpa
memikirkannya dengan hatinya
terlebih dahulu.
Sesungguhnya Allah menjadikan
Ramadhan sebagai arena
pertandingan untuk
makhlukNya, mereka saling
berlomba untuk taat
kepadaNya, maka satu kaum
mendahului maka mereka
menang dan yang lain
ketinggalan dan mereka rugi.
Kamu senantiasa mulia dalam
pandangan masyarakat dan orangorang pun senantiasa memuliakanmu
selama kamu tidak menginginkan
apa yang ada di tangan mereka.
Karena apabila kamu
melakukannya, maka mereka akan
merendahkanmu dan tidak menyukai
kata-katamu serta membencimu.
SEMOGA BERMANFAAT

Nasehat Hasan Al Bashri

  • 1.
  • 2.
    Aku tahu rezekikutidak mungkin diambil oleh orang lain, maka hatiku menjadi tenang.
  • 3.
    Aku tahu amalkutak mungkin dikerjakan orang lain, maka aku sibukkan diriku beramal.
  • 4.
    Aku tahu Allahselalu melihatku, maka aku takut jika Allah melihatku melakukan maksiat.
  • 5.
    Aku tahu kematian menantiku,maka kusiapkan bekal untuk berjumpa dengan-Nya.
  • 6.
    Seorang mukmin adalah orangyang yakin bahwa apa yang Allah katakan pasti benar, orang yang paling takut kepada Allah.
  • 7.
    Bila ia berinfaksetinggi gunung maka ia belum merasa aman sampai ia pastikan diterima atau tidak. Tidaklah ia menambah kebaikan dan ibadah kecuali bertambah rasa takutnya.
  • 8.
    Sedangkan orang munafik berkata,manusia banyak jumlahnya, aku pasti diampuni, aku tidak ada masalah. Ia beramal buruk namun banyak berangan kepada Allah.
  • 9.
    Wahai anak cucuadam, anda hanyalah himpunan hari-hari yang terbatas. Bila satu hari lewat berarti hilanglah sebagianmu dan bila sebagian hari telah pergi maka tidak lama semuanya akan pergi (mati). Maka beramallah.
  • 10.
    Tidak ada kataistirahat bagi orang beriman kecuali ketika berjumpa dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan dan barangsiapa yang menjadikan perjumpaannya dengan Allah sebagai masa istirahat, maka hari kematiannya adalah hari bahagia dan suka cita, hari rasa aman, hari kesentosaanya dan hari kemuliaannya.
  • 11.
    Zuhud itu bukanlahmengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta, akan tetapi zuhud di dunia adalah sikap lebih mempercayai semua yang ada di tangan Allah dari pada apa yang ada di tanganmu. Keadaanmu sama antara ketika tertimpa musibah dan tidak. Dan hal ini sama saja di matamu antara orang yang memujimu dengan yang mencelamu dalam kebenaran.
  • 12.
    Lidah orang mukminberada di belakang kalbunya. Bila ingin berbicara, ia renungi dengan hatinya, baru kemudian ia sampaikan (Bila baik ia akan ucapkan bila tidak ia akan menahan diri).
  • 13.
    Lidah orang munafikberada di depan hatinya, bila ingin bicara sesuatu langsung ia lontarkan dengan lidahnya tanpa memikirkannya dengan hatinya terlebih dahulu.
  • 14.
    Sesungguhnya Allah menjadikan Ramadhansebagai arena pertandingan untuk makhlukNya, mereka saling berlomba untuk taat kepadaNya, maka satu kaum mendahului maka mereka menang dan yang lain ketinggalan dan mereka rugi.
  • 15.
    Kamu senantiasa muliadalam pandangan masyarakat dan orangorang pun senantiasa memuliakanmu selama kamu tidak menginginkan apa yang ada di tangan mereka. Karena apabila kamu melakukannya, maka mereka akan merendahkanmu dan tidak menyukai kata-katamu serta membencimu.
  • 16.