Hasan Al-Bashri menekankan pentingnya keyakinan bahwa rezeki dan amal tidak mungkin diambil oleh orang lain, serta pentingnya kesiapan dalam menghadap Allah. Ia menggambarkan perilaku mukmin yang selalu takut akan perbuatan maksiat dan mempercayai balasan dari Allah, berbeda dengan orang munafik yang merasa aman meskipun beramal buruk. Dokumen ini juga mengajak untuk menjadikan pertemuan dengan Allah sebagai masa istirahat dan berfokus pada amal kebaikan.