Dokumen ini membahas implikasi amandemen UUD 1945 terhadap kedudukan, tugas, dan wewenang MPR di Indonesia, terutama dalam konteks kedaulatan rakyat yang kini tidak sepenuhnya dilakukan oleh MPR. Tugas MPR sebelumnya lebih luas, sementara setelah amandemen, fokusnya menjadi lebih terbatas dengan kekuatan hukum keputusan dan ketetapan yang berbeda. MPR kini lebih berperan dalam melantik dan memberhentikan presiden dan wakil presiden dalam situasi tertentu, tetapi tidak berwenang menetapkan GBHN.