KATA PENGANTAR
‫الرحيم‬ ‫الرحمن‬ ‫هللا‬ ‫بسم‬
Assalamu’alaikumWarohmatullahi Wabarokatuh
Alhamdulillah segala puji bagi Allah
Azza wajalla atas berkat rahmat-Nya lah
sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan
tepat waktu. Shalawat serta salam tak lupa pula
kami haturkan kepada junjungan kita baginda
Muhammad SAW, keluarga serta para
sahabatnya, sehingga kami dapat menyelesaikan
modul ini dengan judul Model Pembelajaran
Simulasi.
Kendari, 02 November2018
Kelompok
7
Rahmawati :
17010101101
Nurliani Jumaali :
17010101101
Atun Sara :
17010101102
Muhammad Kole :
17010101075
FAKULTAS TARBIYAH
[
Y
e
a
r
]
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah makalah yang
berjudul “Penilaian Portofolio” telah
selesai sebagai salah satu tugas pada mata
kuliahMedia Pembelajaran. Adapun
maksud dari penulisan makalah ini adalah
agar supaya kita, khususnya penulis dapat
memahami lebih jauh tentang apa
sebenarnya yang dimaksud dengan Media
Pembelajaran dan Penilaian Portofolio
Akhir kata penulis berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
yang membacanya dan khususnya bagi
penulis.
Kendari, 30,November 2018
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pada era modern ini, perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi berkembang
begitu cepat. Di mulai dengan kemunculan
komputer, internet, hingga berbagai macam
gadget-gadget yang dapat mengakses informasi
dengan sangat cepat. Perkembangan tersebut
muncul akibat adanya arus globalisasi yang masuk
ke Indonesia. Sebagai negara berkembang
Indonesia pun turut andil dalam berpartisipasi
sebagai User dari perkembangan Ilmu pengetahuan
dan teknologi.
Pengaruh globalisasi ini bagaikan dua sisi
amta pisau, bisa berdampak positif maupun
negative. Dalam menyikapi hal ini Kementrian
Pendidikan dan kebudayaan telah membentuk
suatu kelompok kerja yang concern dalam
pengembangan program telematika pendidikan
atau pemanfaatan ICT dalam pendidikan yang juga
dikenal dengan e-education. Sedangkan
penggunaan ICT dalam dunia pendidikan dikenal
dengan program e-learning yang di Indonesia
sendiri berada dibawah naungan tim pengembang
e-education.
Dewasa ini, pemanfaatan e-learning
difokuskan pada pemanfaatan komputer. Hal
tersebut dikarenakan pemanfaatan komputer dalam
pendidikan telah sangat meluas dan menjangkau
berbagai kepentingan khususnya dalam
pembelajaran. Secara garis besar pemanfaatan
komputer dalam pembelajaran dibagi menjadi dua
macam penerapan, yaitu dalam pembelajaran
dengan bantuan komputer ( Computer Assisted
Instruction-CAI) dan pembelajaran berbasis
komputer ( Computer based Instruction- CBI)
dalam banyak hal kedua penerapan dalam
pemanfaatan komputer untuk pembelajaran ini
adalah sama, perbedaan diantara keduanya terletak
pada fungsi perangkat lunak yang digunakan.
Pengembangan CBI pada periode
selanjutnya menghasilkan beberapa model
pembelajaran yang cenderung relevan digunakan
pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh
para pendidik. Beberapa diantaranya yaitu Model
Drills and Practice, Model Simulasi, Model
Games, dan masih banyak lagi. Dalam makalah ini
kami akan membahas mengenai salah satu metode
pembelajaran berbasis komputer (CBI) yang biasa
digunakan oleh para pendidik yaitu model drills
and practice. Semoga apa yang kami bahas di
makalah ini mampu menjadi pemantik rasa
penasaran pembaca untuk terus menggali lebih
jauh lagi mengenai metode pembelajaran yang
berbasis pada komputer.
B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Model Drills and Practice ?
2. Apa Tujuan dari penggunaan Model Drills and
Practice?
3. Bagaimana langkah – langkah Penyajian Model Drills
and Practice?
4. Apa saja factor-faktor yang harus diperhatikan dalam
model pembelajaran drills praktik ?
5. Apa kelebihan dan kekurangan model pembelajaran
drills and practice ?
C. Tujuan
Untuk menjawab beberapa pertanyaan
yang menjadi acuan pembahasan makalah ini,
maka penulisan makalah ini bertujuan untuk :
1. Mengetahui definisi dari Model Drills and Practice.
2. Mengetahui Tujuan penggunaan Model Drills and
Practice
3. .Memahami langkah-langkah penyajian Model Drills
and Practice.
4. Untuk mengetahui factor-faktor yang harus diperhatikan
dalam model pembelajaran drills and practice.
5. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan model
pembelajaran drills and practice
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Model Drill And Practic
Model Drills and Practice pembelajaran
berbasis komputer pada dasarnya merupakan salah
satu model pembelajaran yang bertujuan memberikan
pengalaman belajar yang konkret melalui ciptaan
tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati
suasana yang sebenarnya. Secara definitive Model
Drills and Practice merupakan suatu model dalam
pembelajaran dengan jalan melatih siswa terhadapa
bahan pelajaran yang sudah diberikan. Model Drill
and Practice biasanya digunakan dalam pembelajaran
materi hitungan, bahasa asing dan peningkatan
perbendaharaan kata-kata (vocabulary).
Model Drill and Practice ini mengarahkan
siswa melalui latihan-latihan untuk meningkatkan
kecekatan/ketangkasan dan kefasihan/kelancaran
dalam sebuah keterampilan. Melalui model Drill and
Practice akan ditanamkan kebiasaan tertentu dalam
bentuk latihan. Dengan latihan yang terus menerus,
maka akan tertanam dan kemudian akan menjadi
kebiasaan. Selain itu untuk menanamkan kebiasaan,
model ini juga dapat menambah kecepatan, ketepatan,
kesempurnaan dalam melakukan sesuatu serta dapat
pula dipakai sebagai suatu cara mengulangibahan
latihan yang telah disajikan, juga dapat menambah
kecepatan. Model ini berasal dari model pembelajaran
Herbart, yaitu model asosiasi dan ulangan tanggapan.
Melalui model ini maka akan memperkuat tanggap
an pelajaran pada siswa. Pelaksanaannya secara
mekanis untuk mengajarkan berbagai mata pelajaran
dan kecakapan.
B. Factor-Faktor Yang Harus Diperhatikan
Dalam Model Drill And Practice
Dalam melatih siswa guru hendaknya
memperhatikan jalannya pembelajaran, serta faktor-
faktor sebagai berikut:
1. Jelaskan terlebih dahulu tujuan atau kompetensi
2. Tentukan dan jelaskan kebiasaan, ucapan,
kecekatan, gerak tertentu, dan lain sebagainya
yang akan dilatihkan.
3. Pusatkan perhatian siswa terhadap bahan yang
akan atau sedang dilatihkan.
4. Gunakan selingan latihan, supaya tidak
membosankan dan melelahkan.
5. Guru hendaknya memperhatikan kesalahan-
kesalahan yang dilakukan siswa, serta
mendiagnosis kesulitan-kesulitan yang dialami
oleh siswa.
6. Latihan tidak boleh terlalu lama atau terlalu cepat,
lamanya latihan dan banyaknya bahan yang
dilatihkan disesuaikan dengan keadaan,
kemampuan, serta kesanggupan siswa
Karakteristik pada drills and practice dalam
pembelajaran berbasis komputer pada dasarnya
merupakan salah satu model pembelajaran yang
bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih
konkret melalui penyediaan latihan-latihan soal yang
bertujuan untuk menguji performance dan
kemampuan siswa melalui kecepatan penyelesaian
soal-soal latihan yang diberikan program CBI.
Program pembelajaran berbasis komputer
merupakan program pembelajaran dengan
menggunakan software komputer berupa program
komputer yang berisi materi pelajaran dalam bentuk
latihan-latihan. Melalui sistem komputer kegiatan
pembelajaran dilakukan secara mastering learning,
maka guru dapat melatih siswa secara terus menerus
sampai mencapai ketuntasan dalam belajar. Latihan
yang diberikan guru dimaksudkan untuk melatih
keterampilan siswa dalam menggunakan komputer
terutama dalam pelaksanaan pembelajaran yang
dilakukan.
Dalam latihan siswa dibiasakan untuk
menggunakan komputer seoptimal mungkin dan
membentuk kebiasaan yang memperkuat daya
tanggap siswa terhadap materi pelajaran yang
diterimanya. Hal ini dikarenakan dengan melalui drill
and practice siswa akan secara cepat dapat
memperoleh penguasaan dan keterampilan yang
diharapkan, selain itu siswa akan memperoleh
pengetahuan yang siap pakai dan akan mampu
menanamkan pada siswa kebiasaan-kebiasaan belajar
secara rutin, disiplin, dan mandiri.1[1]
C. Tahapan Penyajian Model Pembelajaran Drill
And Practice
Dilihat dari penjelasan diatas secara umum
tahapan penyajian model Drill and Practice adalah
sebagai berikut:
a. Penyajian masalah-masalah dalam bentuk latihan
soal pada tingkat tertentu dari kemampuan dan
performance siswa
b. Siswa mengerjakan soal-soal latihan
c. Program merekam penampilan siswa,
mengevaluasi, kemudian memberikan umpan balik
d. Jika jawaban yang diberikan siswa benar program
menyajikan materi selanjutnya dan jika jawaban
siswa salah program menyediakan fasilitas untuk
mengulangi latihan (remedial) yang dapat
diberikan secara parsial atau pada akhir
keseluruhan soal.
D. Tujuan Model Pembelajaran Drill And Practice
Tujuan pembelajaran dengan menggunakan
Drills and Practice menurut Roestiyah N.K
(2001:125) adalah agar siswa
1) Memiliki keterampilan proses
2) Mengembangkan kecakapan intelek, seperti
mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi,
menarik akar dalam mencongkak, mengenal benda atau
bentuk dalam matematika, ilmu pasti, ilmu kimia, tanda
baca dan sebagainya
3) Memiliki kemampuan menghubungkan Antara sesuatu
keadaan dengan hal lain.
E. Flowchart Model Pembelajaran Drills And
Practice
Untuk menuangkan konten dan sistem
pembelajaran berbasis komputer ke dalam program
CBI dilakukan melalui pembuatan bagan alur
(Flowchart) model drills. Flowchart berupa alur
dalam bentuk kotak-kotak idalog yang memiliki
makna dan arti tersendiri.
Pada flowchart pembelajaran berbasis
komputer terdapat struktur dasar yang harus dipahami
oleh para pengembang CBI, yaitu sebagai berikut :
a. Pemilihan berkondisi yang dilakukan dengan sebuah
pernyataan
b. Proses pengulangan yaitu berlangsung atas jumlah
pengulangan yang ditetapkan saat program
dibuat(ditetapkan) dan Saat program dijalankan.
F. Proses Produksi Program Pembelajaran Drills
And Practice
Setelah membuat perencanaan
pengembangan program Drills, langkah selanjutnya
yang harus ditempuh adalah proses produksi.
Disinilah seorang programmer program
pembelajaran komputer harus “mengarahkan”
seluruh kemampuannya untuk menghasilkan
program yang layak dimanfaatkan dalam proses
pembelajaran. Pada tahap proses produksi program
drills ini harus diperhatikan tahapan sebagai berikut.
1. Pendahuluan (Introduction), meliputi :
a) Judul Program (title page)
Suatu program model drills diawali
dengan tampilnya halaman judul atau pokok materi
yang dapat menarik perhatian siswa. Judul program
merupakan bagian penting untuk memberikan
informasi kepada siswa tentang apa yang akan
dipelajari dan disajikan dalam program drills ini.
Tampilan judul atau pokok materi, biasanya
dilengkapi dengan atribut yang sesuai dengan judul
atau topik yang akan disampaikan dalam program
PBK tersebut.
b) Tujuan Penyajian (presentation of
objective)
Bagian ini menyajikan tujuan
pembelajaran, baik tujuan pembelajaran umum
(TPU), maupun tujuan pembelajaran khusus (TPK).
Di dalam KTSP kita mengenal tujuan tersebut
berupa standar kompetensi, kompetensi dasar, atau
indikator yang harus dicapai dalam pembelajaran
melalui CBI model drills.
c) Petunjuk (direction)
Petunjuk berisi pemberian informasi cara
menggunakan program yang dibuat, diusahakan agar
siswa mampu mengoperasikan program tersebut.
2. Penyajian Informasi (presentation of information),
meliputi :
a. Mode penyajian drills
Merupakan bentuk penyajian informasi baik
berupa materi dan soal latihan yang dibuat. Model
umum dari penyajian informasi biasanya
menggunakan informasi visual, seperti : teks,
gambar, grafik, bagan, foto dan image yang
dianimasikan.
b. Panjang teks penyajian (length of text
presentation)
Panjang teks dalam program yang dibuat
harus benar-benar diperhatikan karena akan
memengaruhi kualitas program yang dibuat. Setiap
presentasi harus sesingkat mungkin untuk
memberikan tambahan frekuensi interaksi siswa.
Selain itu, harus diperhatikan keseimbangan antara
teks yang disajikan dengan kemampuan monitor
untuk penyajiannya.
c. Grafik dan animasi
Pembuatan grafik dan animasi dalam
program yang dibuat ditujukan untuk menambah
pemahaman siswa terhadap materi dan fokus
informasi pada materi yang disajikan. Grafik
digunakan sebagai informasi, analogy atau
mnemonik sebagai isyarat. Grafik dan animasi
sangat efektif untuk menambah sistem belajar
dengan komputer.
d. Warna dan penggunaannya
Penggunaan warna sangat berhubungan
dengan presentasi grafik. Seperti halnya grafik,
warna dapat digunakan secara efektif untuk sistem
belajar. Penggunaan warna yang sesuai akan
berguna untuk menarik perhatian dan
memfokuskan siswa. Warna berfungsi sebagai
acuan, bukan sebagai bagian yang diutamakan
dalam proses pembelajaran. Penggunaan warna
pada program drills harus konsisten dengan
penggunaan yang umum di lingkungan sekitar.
e. Petunjuk penggunaan
Petunjuk digunakan untuk memandu siswa
dan memberikan arahan tentang apa yang harus
dilakukan siswa.
f. Penutup (closing)
Penutupan pada drills di lengkapi dengan
ringkasan tentang informasi pelajaran. Ringkasan
dapat berupa judgement hasil akhir pengerjaan soal
seperti salah berapa, benar berapa, apakah sudah
mencapai batas lulus, atau harus mengulang dan
setersunya.
Pembelajaran berbasis komputer dengan
menggunakan model drills dapat dikembangkan
dengan menggunakan program/software
macromedia flash, Direktor MX atau program
lainnya.2[2]
G. Kelebihan Dan Kekurangan Model Pembelajaran
Drills Practice
Adapun kelebihan dari model pembelajaran drill practice
adalah sebagai berikut :
1. Bahan yang diberikan secara teratur
2. Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi yang
segera diberikan oleh guru memungkinkan murid untuk
segera melakukan perbaikan terhadap kesalahan-
kesalahannya.
3. Pengetahuan atau keterampilan siap yang telah
terbentuk sewaktu-waktu dapat dipergunakan dalam
keperluan sehari-hari, baik untuk keperluan studi
maupun untuk bekal hidup di masyarakat kelak.
4. Metode ini memungkinkan kesempatan untuk lebih
memperdalam kemampuan secara spesifik.
5. Dapat menambah kesiapan siswa dan meningkatkan
kemampuan respon yang cepat
Adpun kekurangan model pembelajaran drills practice
adalaha sebagai berikut :
1. Dapat membentuk kebiasaan yang kaku. Respon yang
terbentuk secara otomatis akan mempengaruhi tindakan
yang bersifat irrasionil, rutine serta tidak menggunakan
akal.
2. Menimbulkan adaptasi mekanis terhadap
lingkungannya. Di dalam menghadapi masalah, siswa
menyelesaikan secara statis.
3. Menimbulkan verbalisme. Respons terhadap stimulus
yang telah terbentuk dengan latihan itu akan, berakibat
kurang digunakannya rasio sehingga, inisiatif pun
terhambat.
4. Latihan yang terlampau berat akan menimbulkan
perasaan benci, baik kepada mata pelajaran maupun
kepada gurunya.
5. Menimbulkan kebosanan dan kejengkelan. Akhirnya
anak enggan berlatih dan malas atau mogok belajar.
6. Menghambat bakat dan inisiatif siswa., karena siswa
lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan
jauh dari pengertian.
Cara mengatasi kelemahan-kelemahan model pembelajaran
drill practice sebagai berikut:
1) Guru mengarahkan siswa untuk memberikan respons
yang maksimal dan reaksi yang tepat
2) Jika terdapat kesulitan pada siswa saat merespons,
mereaksi, hendaknya guru segera meneliti sebab-sebab
yang menimbulkan kesulitan tersebut.
3) Berikanlah segera penjelasan-penjelasan, baik bagi
reaksi atau respons yang betul maupun yang salah. Hal
ini perlu dilakukan agar siswa dapat mengevaluasi
kemajuan dari latihannya.
4) Usahakan siswa memiliki ketepatan merespons
kemudian kecepatan merespon.
5) Istilah-istilah baik berupa kata-kata maupun kalimat-
kalimat yang digunakan dalam latihan hendaknya
dimengerti oleh siswa.3[3]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pemaparan mengenai model
pembelajaran berbasis komputer (CBI) Drills and
Practice maka dapat diambil kesimpulan diantaranya :
1. Model Drills and Practice adalah suatu model
pembelajaran dengan jalan melatih siswa
terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan
yang disajikan melalui komputer.
2. Tujuan Model Drills and Practice ini
diantaranya :
a. Memiliki keterampilan proses
b. Mengembangkan kecakapan intelek, seperti
mengalikan, membagi, menjumlahkan,
mengurangi, menarik akar dalam
mencongkak, mengenal benda atau bentuk
dalam matematika, ilmu pasti, ilmu kimia,
tanda baca dan sebagainya
c. Memiliki kemampuan menghubungkan
Antara sesuatu keadaan dengan hal lain
3. Dalam melatih siswa guru hendaknya
memperhatikan jalannya pembelajaran, serta
faktor-faktor sebagai berikut:
a. Jelaskan terlebih dahulu tujuan atau
kompetensi
b. Tentukan dan jelaskan kebiasaan, ucapan,
kecekatan, gerak tertentu, dan lain
sebagainya yang akan dilatihkan.
c. Pusatkan perhatian siswa terhadap bahan
yang akan atau sedang dilatihkan.
d. Gunakan selingan latihan, supaya tidak
membosankan dan melelahkan.
e. Guru hendaknya memperhatikan kesalahan-
kesalahan yang dilakukan siswa, serta
mendiagnosis kesulitan-kesulitan yang
dialami oleh siswa.
f. Latihan tidak boleh terlalu lama atau terlalu
cepat, lamanya latihan dan banyaknya bahan
yang dilatihkan disesuaikan dengan keadaan,
kemampuan, serta kesanggupan siswa.
4. Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran
drills practice
a. Kelebihan model pemmbelajaran driil
practice:
1. Bahan yang diberikan secara teratur
2. Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi
yang segera diberikan oleh guru
memungkinkan murid untuk segera
melakukan perbaikan terhadap kesalahan-
kesalahannya.
3. Pengetahuan atau keterampilan siap yang
telah terbentuk sewaktu-waktu dapat
dipergunakan dalam keperluan sehari-hari,
baik untuk keperluan studi maupun untuk
bekal hidup di masyarakat kelak.
4. Metode ini memungkinkan kesempatan
untuk lebih memperdalam kemampuan
secara spesifik.
5. Dapat menambah kesiapan siswa dan
meningkatkan kemampuan respon yang cepat
b. Kekurangan model pembelajaran driil
practice :
1. Dapat membentuk kebiasaan yang kaku.
Respon yang terbentuk secara otomatis akan
mempengaruhi tindakan yang bersifat
irrasionil, rutine serta tidak menggunakan
akal.
2. Menimbulkan adaptasi mekanis terhadap
lingkungannya. Di dalam menghadapi
masalah, siswa menyelesaikan secara statis.
3. Menimbulkan verbalisme. Respons terhadap
stimulus yang telah terbentuk dengan latihan
itu akan, berakibat kurang digunakannya
rasio sehingga, inisiatif pun terhambat.
4. Latihan yang terlampau berat akan
menimbulkan perasaan benci, baik kepada
mata pelajaran maupun kepada gurunya.
5. Menimbulkan kebosanan dan kejengkelan.
Akhirnya anak enggan berlatih dan malas
atau mogok belajar.
6. Menghambat bakat dan inisiatif siswa.,
karena siswa lebih banyak dibawa kepada
penyesuaian dan diarahkan jauh dari
pengertian
c. Cara mengatasi kelemahan-kelemahan
model pembelajaran driil practice
1. Guru mengarahkan siswa untuk memberikan
respons yang maksimal dan reaksi yang tepat
2. Jika terdapat kesulitan pada siswa saat
merespons, mereaksi, hendaknya guru segera
meneliti sebab-sebab yang menimbulkan
kesulitan tersebut.
3. Berikanlah segera penjelasan-penjelasan,
baik bagi reaksi atau respons yang betul
maupun yang salah. Hal ini perlu dilakukan
agar siswa dapat mengevaluasi kemajuan dari
latihannya.
4. Usahakan siswa memiliki ketepatan
merespons kemudian kecepatan merespon.
5. Istilah-istilah baik berupa kata-kata maupun
kalimat-kalimat yang digunakan dalam
latihan hendaknya dimengerti oleh siswa.
B. Saran
Kami menyadari bahwa dalam penulisan
makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat
kami harapkan baik dari Dosen Mata Kuliah ini
maupun dari Mahasiswa yang lain. Selain itu, kami
harapkan kepada para pembaca agar bisa menjadikan
makalah ini sebagai bahan bacaan yang tujuannya
ingin memahami media pembelajaran, terutama yang
berkaitan dengan konsep model pembelajaran drills
and praktik.
Daftar Pustaka
Zuhairni danAbdul Ghofur, dkk.MethodikPendidikan
Agama. Surabaya:Usna Offset Printing1983.
Nasih,AhmadMunjuin,dkk.Metode danteknik
PembelajaranPAI.Bandung:RefikaAditama,2009.
Usman, Basyiruddin. Metodologi PembelajaranAgamaIslam
. Jakarta: CiputatPers,2002.

Modul nuryani jumaali

  • 1.
    KATA PENGANTAR ‫الرحيم‬ ‫الرحمن‬‫هللا‬ ‫بسم‬ Assalamu’alaikumWarohmatullahi Wabarokatuh Alhamdulillah segala puji bagi Allah Azza wajalla atas berkat rahmat-Nya lah sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Shalawat serta salam tak lupa pula kami haturkan kepada junjungan kita baginda Muhammad SAW, keluarga serta para sahabatnya, sehingga kami dapat menyelesaikan modul ini dengan judul Model Pembelajaran Simulasi. Kendari, 02 November2018 Kelompok 7 Rahmawati : 17010101101 Nurliani Jumaali : 17010101101 Atun Sara : 17010101102 Muhammad Kole : 17010101075 FAKULTAS TARBIYAH [ Y e a r ]
  • 2.
    KATA PENGANTAR Alhamdulillah makalahyang berjudul “Penilaian Portofolio” telah selesai sebagai salah satu tugas pada mata kuliahMedia Pembelajaran. Adapun maksud dari penulisan makalah ini adalah agar supaya kita, khususnya penulis dapat memahami lebih jauh tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan Media Pembelajaran dan Penilaian Portofolio Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya dan khususnya bagi penulis. Kendari, 30,November 2018 Penulis
  • 3.
    BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang Pada era modern ini, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang begitu cepat. Di mulai dengan kemunculan komputer, internet, hingga berbagai macam gadget-gadget yang dapat mengakses informasi dengan sangat cepat. Perkembangan tersebut muncul akibat adanya arus globalisasi yang masuk ke Indonesia. Sebagai negara berkembang Indonesia pun turut andil dalam berpartisipasi sebagai User dari perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengaruh globalisasi ini bagaikan dua sisi amta pisau, bisa berdampak positif maupun
  • 4.
    negative. Dalam menyikapihal ini Kementrian Pendidikan dan kebudayaan telah membentuk suatu kelompok kerja yang concern dalam pengembangan program telematika pendidikan atau pemanfaatan ICT dalam pendidikan yang juga dikenal dengan e-education. Sedangkan penggunaan ICT dalam dunia pendidikan dikenal dengan program e-learning yang di Indonesia sendiri berada dibawah naungan tim pengembang e-education. Dewasa ini, pemanfaatan e-learning difokuskan pada pemanfaatan komputer. Hal tersebut dikarenakan pemanfaatan komputer dalam pendidikan telah sangat meluas dan menjangkau berbagai kepentingan khususnya dalam pembelajaran. Secara garis besar pemanfaatan komputer dalam pembelajaran dibagi menjadi dua macam penerapan, yaitu dalam pembelajaran dengan bantuan komputer ( Computer Assisted
  • 5.
    Instruction-CAI) dan pembelajaranberbasis komputer ( Computer based Instruction- CBI) dalam banyak hal kedua penerapan dalam pemanfaatan komputer untuk pembelajaran ini adalah sama, perbedaan diantara keduanya terletak pada fungsi perangkat lunak yang digunakan. Pengembangan CBI pada periode selanjutnya menghasilkan beberapa model pembelajaran yang cenderung relevan digunakan pada proses pembelajaran yang dilakukan oleh para pendidik. Beberapa diantaranya yaitu Model Drills and Practice, Model Simulasi, Model Games, dan masih banyak lagi. Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai salah satu metode pembelajaran berbasis komputer (CBI) yang biasa digunakan oleh para pendidik yaitu model drills and practice. Semoga apa yang kami bahas di makalah ini mampu menjadi pemantik rasa penasaran pembaca untuk terus menggali lebih jauh lagi mengenai metode pembelajaran yang berbasis pada komputer.
  • 6.
    B. Rumusan masalah 1.Apa yang dimaksud dengan Model Drills and Practice ? 2. Apa Tujuan dari penggunaan Model Drills and Practice? 3. Bagaimana langkah – langkah Penyajian Model Drills and Practice? 4. Apa saja factor-faktor yang harus diperhatikan dalam model pembelajaran drills praktik ? 5. Apa kelebihan dan kekurangan model pembelajaran drills and practice ? C. Tujuan Untuk menjawab beberapa pertanyaan yang menjadi acuan pembahasan makalah ini, maka penulisan makalah ini bertujuan untuk : 1. Mengetahui definisi dari Model Drills and Practice. 2. Mengetahui Tujuan penggunaan Model Drills and Practice 3. .Memahami langkah-langkah penyajian Model Drills and Practice. 4. Untuk mengetahui factor-faktor yang harus diperhatikan dalam model pembelajaran drills and practice.
  • 7.
    5. Untuk mengetahuikelebihan dan kekurangan model pembelajaran drills and practice BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Model Drill And Practic Model Drills and Practice pembelajaran berbasis komputer pada dasarnya merupakan salah satu model pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang konkret melalui ciptaan tiruan-tiruan bentuk pengalaman yang mendekati suasana yang sebenarnya. Secara definitive Model Drills and Practice merupakan suatu model dalam pembelajaran dengan jalan melatih siswa terhadapa bahan pelajaran yang sudah diberikan. Model Drill and Practice biasanya digunakan dalam pembelajaran
  • 8.
    materi hitungan, bahasaasing dan peningkatan perbendaharaan kata-kata (vocabulary). Model Drill and Practice ini mengarahkan siswa melalui latihan-latihan untuk meningkatkan kecekatan/ketangkasan dan kefasihan/kelancaran dalam sebuah keterampilan. Melalui model Drill and Practice akan ditanamkan kebiasaan tertentu dalam bentuk latihan. Dengan latihan yang terus menerus, maka akan tertanam dan kemudian akan menjadi kebiasaan. Selain itu untuk menanamkan kebiasaan, model ini juga dapat menambah kecepatan, ketepatan, kesempurnaan dalam melakukan sesuatu serta dapat pula dipakai sebagai suatu cara mengulangibahan latihan yang telah disajikan, juga dapat menambah kecepatan. Model ini berasal dari model pembelajaran Herbart, yaitu model asosiasi dan ulangan tanggapan. Melalui model ini maka akan memperkuat tanggap
  • 9.
    an pelajaran padasiswa. Pelaksanaannya secara mekanis untuk mengajarkan berbagai mata pelajaran dan kecakapan. B. Factor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Model Drill And Practice Dalam melatih siswa guru hendaknya memperhatikan jalannya pembelajaran, serta faktor- faktor sebagai berikut: 1. Jelaskan terlebih dahulu tujuan atau kompetensi 2. Tentukan dan jelaskan kebiasaan, ucapan, kecekatan, gerak tertentu, dan lain sebagainya yang akan dilatihkan. 3. Pusatkan perhatian siswa terhadap bahan yang akan atau sedang dilatihkan. 4. Gunakan selingan latihan, supaya tidak membosankan dan melelahkan.
  • 10.
    5. Guru hendaknyamemperhatikan kesalahan- kesalahan yang dilakukan siswa, serta mendiagnosis kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa. 6. Latihan tidak boleh terlalu lama atau terlalu cepat, lamanya latihan dan banyaknya bahan yang dilatihkan disesuaikan dengan keadaan, kemampuan, serta kesanggupan siswa Karakteristik pada drills and practice dalam pembelajaran berbasis komputer pada dasarnya merupakan salah satu model pembelajaran yang bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret melalui penyediaan latihan-latihan soal yang bertujuan untuk menguji performance dan kemampuan siswa melalui kecepatan penyelesaian soal-soal latihan yang diberikan program CBI.
  • 11.
    Program pembelajaran berbasiskomputer merupakan program pembelajaran dengan menggunakan software komputer berupa program komputer yang berisi materi pelajaran dalam bentuk latihan-latihan. Melalui sistem komputer kegiatan pembelajaran dilakukan secara mastering learning, maka guru dapat melatih siswa secara terus menerus sampai mencapai ketuntasan dalam belajar. Latihan yang diberikan guru dimaksudkan untuk melatih keterampilan siswa dalam menggunakan komputer terutama dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan. Dalam latihan siswa dibiasakan untuk menggunakan komputer seoptimal mungkin dan membentuk kebiasaan yang memperkuat daya tanggap siswa terhadap materi pelajaran yang diterimanya. Hal ini dikarenakan dengan melalui drill
  • 12.
    and practice siswaakan secara cepat dapat memperoleh penguasaan dan keterampilan yang diharapkan, selain itu siswa akan memperoleh pengetahuan yang siap pakai dan akan mampu menanamkan pada siswa kebiasaan-kebiasaan belajar secara rutin, disiplin, dan mandiri.1[1] C. Tahapan Penyajian Model Pembelajaran Drill And Practice Dilihat dari penjelasan diatas secara umum tahapan penyajian model Drill and Practice adalah sebagai berikut: a. Penyajian masalah-masalah dalam bentuk latihan soal pada tingkat tertentu dari kemampuan dan performance siswa b. Siswa mengerjakan soal-soal latihan
  • 13.
    c. Program merekampenampilan siswa, mengevaluasi, kemudian memberikan umpan balik d. Jika jawaban yang diberikan siswa benar program menyajikan materi selanjutnya dan jika jawaban siswa salah program menyediakan fasilitas untuk mengulangi latihan (remedial) yang dapat diberikan secara parsial atau pada akhir keseluruhan soal. D. Tujuan Model Pembelajaran Drill And Practice Tujuan pembelajaran dengan menggunakan Drills and Practice menurut Roestiyah N.K (2001:125) adalah agar siswa 1) Memiliki keterampilan proses 2) Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi, menarik akar dalam mencongkak, mengenal benda atau
  • 14.
    bentuk dalam matematika,ilmu pasti, ilmu kimia, tanda baca dan sebagainya 3) Memiliki kemampuan menghubungkan Antara sesuatu keadaan dengan hal lain. E. Flowchart Model Pembelajaran Drills And Practice Untuk menuangkan konten dan sistem pembelajaran berbasis komputer ke dalam program CBI dilakukan melalui pembuatan bagan alur (Flowchart) model drills. Flowchart berupa alur dalam bentuk kotak-kotak idalog yang memiliki makna dan arti tersendiri. Pada flowchart pembelajaran berbasis komputer terdapat struktur dasar yang harus dipahami oleh para pengembang CBI, yaitu sebagai berikut : a. Pemilihan berkondisi yang dilakukan dengan sebuah pernyataan
  • 15.
    b. Proses pengulanganyaitu berlangsung atas jumlah pengulangan yang ditetapkan saat program dibuat(ditetapkan) dan Saat program dijalankan. F. Proses Produksi Program Pembelajaran Drills And Practice Setelah membuat perencanaan pengembangan program Drills, langkah selanjutnya yang harus ditempuh adalah proses produksi. Disinilah seorang programmer program pembelajaran komputer harus “mengarahkan” seluruh kemampuannya untuk menghasilkan program yang layak dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Pada tahap proses produksi program drills ini harus diperhatikan tahapan sebagai berikut. 1. Pendahuluan (Introduction), meliputi : a) Judul Program (title page)
  • 16.
    Suatu program modeldrills diawali dengan tampilnya halaman judul atau pokok materi yang dapat menarik perhatian siswa. Judul program merupakan bagian penting untuk memberikan informasi kepada siswa tentang apa yang akan dipelajari dan disajikan dalam program drills ini. Tampilan judul atau pokok materi, biasanya dilengkapi dengan atribut yang sesuai dengan judul atau topik yang akan disampaikan dalam program PBK tersebut. b) Tujuan Penyajian (presentation of objective) Bagian ini menyajikan tujuan pembelajaran, baik tujuan pembelajaran umum (TPU), maupun tujuan pembelajaran khusus (TPK). Di dalam KTSP kita mengenal tujuan tersebut berupa standar kompetensi, kompetensi dasar, atau
  • 17.
    indikator yang harusdicapai dalam pembelajaran melalui CBI model drills. c) Petunjuk (direction) Petunjuk berisi pemberian informasi cara menggunakan program yang dibuat, diusahakan agar siswa mampu mengoperasikan program tersebut. 2. Penyajian Informasi (presentation of information), meliputi : a. Mode penyajian drills Merupakan bentuk penyajian informasi baik berupa materi dan soal latihan yang dibuat. Model umum dari penyajian informasi biasanya menggunakan informasi visual, seperti : teks, gambar, grafik, bagan, foto dan image yang dianimasikan. b. Panjang teks penyajian (length of text presentation)
  • 18.
    Panjang teks dalamprogram yang dibuat harus benar-benar diperhatikan karena akan memengaruhi kualitas program yang dibuat. Setiap presentasi harus sesingkat mungkin untuk memberikan tambahan frekuensi interaksi siswa. Selain itu, harus diperhatikan keseimbangan antara teks yang disajikan dengan kemampuan monitor untuk penyajiannya. c. Grafik dan animasi Pembuatan grafik dan animasi dalam program yang dibuat ditujukan untuk menambah pemahaman siswa terhadap materi dan fokus informasi pada materi yang disajikan. Grafik digunakan sebagai informasi, analogy atau mnemonik sebagai isyarat. Grafik dan animasi sangat efektif untuk menambah sistem belajar dengan komputer.
  • 19.
    d. Warna danpenggunaannya Penggunaan warna sangat berhubungan dengan presentasi grafik. Seperti halnya grafik, warna dapat digunakan secara efektif untuk sistem belajar. Penggunaan warna yang sesuai akan berguna untuk menarik perhatian dan memfokuskan siswa. Warna berfungsi sebagai acuan, bukan sebagai bagian yang diutamakan dalam proses pembelajaran. Penggunaan warna pada program drills harus konsisten dengan penggunaan yang umum di lingkungan sekitar. e. Petunjuk penggunaan Petunjuk digunakan untuk memandu siswa dan memberikan arahan tentang apa yang harus dilakukan siswa. f. Penutup (closing)
  • 20.
    Penutupan pada drillsdi lengkapi dengan ringkasan tentang informasi pelajaran. Ringkasan dapat berupa judgement hasil akhir pengerjaan soal seperti salah berapa, benar berapa, apakah sudah mencapai batas lulus, atau harus mengulang dan setersunya. Pembelajaran berbasis komputer dengan menggunakan model drills dapat dikembangkan dengan menggunakan program/software macromedia flash, Direktor MX atau program lainnya.2[2] G. Kelebihan Dan Kekurangan Model Pembelajaran Drills Practice Adapun kelebihan dari model pembelajaran drill practice adalah sebagai berikut :
  • 21.
    1. Bahan yangdiberikan secara teratur 2. Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi yang segera diberikan oleh guru memungkinkan murid untuk segera melakukan perbaikan terhadap kesalahan- kesalahannya. 3. Pengetahuan atau keterampilan siap yang telah terbentuk sewaktu-waktu dapat dipergunakan dalam keperluan sehari-hari, baik untuk keperluan studi maupun untuk bekal hidup di masyarakat kelak. 4. Metode ini memungkinkan kesempatan untuk lebih memperdalam kemampuan secara spesifik. 5. Dapat menambah kesiapan siswa dan meningkatkan kemampuan respon yang cepat Adpun kekurangan model pembelajaran drills practice adalaha sebagai berikut : 1. Dapat membentuk kebiasaan yang kaku. Respon yang terbentuk secara otomatis akan mempengaruhi tindakan
  • 22.
    yang bersifat irrasionil,rutine serta tidak menggunakan akal. 2. Menimbulkan adaptasi mekanis terhadap lingkungannya. Di dalam menghadapi masalah, siswa menyelesaikan secara statis. 3. Menimbulkan verbalisme. Respons terhadap stimulus yang telah terbentuk dengan latihan itu akan, berakibat kurang digunakannya rasio sehingga, inisiatif pun terhambat. 4. Latihan yang terlampau berat akan menimbulkan perasaan benci, baik kepada mata pelajaran maupun kepada gurunya. 5. Menimbulkan kebosanan dan kejengkelan. Akhirnya anak enggan berlatih dan malas atau mogok belajar. 6. Menghambat bakat dan inisiatif siswa., karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian.
  • 23.
    Cara mengatasi kelemahan-kelemahanmodel pembelajaran drill practice sebagai berikut: 1) Guru mengarahkan siswa untuk memberikan respons yang maksimal dan reaksi yang tepat 2) Jika terdapat kesulitan pada siswa saat merespons, mereaksi, hendaknya guru segera meneliti sebab-sebab yang menimbulkan kesulitan tersebut. 3) Berikanlah segera penjelasan-penjelasan, baik bagi reaksi atau respons yang betul maupun yang salah. Hal ini perlu dilakukan agar siswa dapat mengevaluasi kemajuan dari latihannya. 4) Usahakan siswa memiliki ketepatan merespons kemudian kecepatan merespon.
  • 24.
    5) Istilah-istilah baikberupa kata-kata maupun kalimat- kalimat yang digunakan dalam latihan hendaknya dimengerti oleh siswa.3[3] BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari pemaparan mengenai model pembelajaran berbasis komputer (CBI) Drills and Practice maka dapat diambil kesimpulan diantaranya : 1. Model Drills and Practice adalah suatu model pembelajaran dengan jalan melatih siswa
  • 25.
    terhadap bahan pelajaranyang sudah diberikan yang disajikan melalui komputer. 2. Tujuan Model Drills and Practice ini diantaranya : a. Memiliki keterampilan proses b. Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi, menarik akar dalam mencongkak, mengenal benda atau bentuk dalam matematika, ilmu pasti, ilmu kimia, tanda baca dan sebagainya c. Memiliki kemampuan menghubungkan Antara sesuatu keadaan dengan hal lain 3. Dalam melatih siswa guru hendaknya memperhatikan jalannya pembelajaran, serta faktor-faktor sebagai berikut: a. Jelaskan terlebih dahulu tujuan atau kompetensi
  • 26.
    b. Tentukan danjelaskan kebiasaan, ucapan, kecekatan, gerak tertentu, dan lain sebagainya yang akan dilatihkan. c. Pusatkan perhatian siswa terhadap bahan yang akan atau sedang dilatihkan. d. Gunakan selingan latihan, supaya tidak membosankan dan melelahkan. e. Guru hendaknya memperhatikan kesalahan- kesalahan yang dilakukan siswa, serta mendiagnosis kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa. f. Latihan tidak boleh terlalu lama atau terlalu cepat, lamanya latihan dan banyaknya bahan yang dilatihkan disesuaikan dengan keadaan, kemampuan, serta kesanggupan siswa.
  • 27.
    4. Kelebihan dankekurangan model pembelajaran drills practice a. Kelebihan model pemmbelajaran driil practice: 1. Bahan yang diberikan secara teratur 2. Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi yang segera diberikan oleh guru memungkinkan murid untuk segera melakukan perbaikan terhadap kesalahan- kesalahannya. 3. Pengetahuan atau keterampilan siap yang telah terbentuk sewaktu-waktu dapat dipergunakan dalam keperluan sehari-hari, baik untuk keperluan studi maupun untuk bekal hidup di masyarakat kelak.
  • 28.
    4. Metode inimemungkinkan kesempatan untuk lebih memperdalam kemampuan secara spesifik. 5. Dapat menambah kesiapan siswa dan meningkatkan kemampuan respon yang cepat b. Kekurangan model pembelajaran driil practice : 1. Dapat membentuk kebiasaan yang kaku. Respon yang terbentuk secara otomatis akan mempengaruhi tindakan yang bersifat irrasionil, rutine serta tidak menggunakan akal. 2. Menimbulkan adaptasi mekanis terhadap lingkungannya. Di dalam menghadapi masalah, siswa menyelesaikan secara statis. 3. Menimbulkan verbalisme. Respons terhadap stimulus yang telah terbentuk dengan latihan
  • 29.
    itu akan, berakibatkurang digunakannya rasio sehingga, inisiatif pun terhambat. 4. Latihan yang terlampau berat akan menimbulkan perasaan benci, baik kepada mata pelajaran maupun kepada gurunya. 5. Menimbulkan kebosanan dan kejengkelan. Akhirnya anak enggan berlatih dan malas atau mogok belajar. 6. Menghambat bakat dan inisiatif siswa., karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian c. Cara mengatasi kelemahan-kelemahan model pembelajaran driil practice 1. Guru mengarahkan siswa untuk memberikan respons yang maksimal dan reaksi yang tepat
  • 30.
    2. Jika terdapatkesulitan pada siswa saat merespons, mereaksi, hendaknya guru segera meneliti sebab-sebab yang menimbulkan kesulitan tersebut. 3. Berikanlah segera penjelasan-penjelasan, baik bagi reaksi atau respons yang betul maupun yang salah. Hal ini perlu dilakukan agar siswa dapat mengevaluasi kemajuan dari latihannya. 4. Usahakan siswa memiliki ketepatan merespons kemudian kecepatan merespon. 5. Istilah-istilah baik berupa kata-kata maupun kalimat-kalimat yang digunakan dalam latihan hendaknya dimengerti oleh siswa.
  • 31.
    B. Saran Kami menyadaribahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan baik dari Dosen Mata Kuliah ini maupun dari Mahasiswa yang lain. Selain itu, kami harapkan kepada para pembaca agar bisa menjadikan makalah ini sebagai bahan bacaan yang tujuannya ingin memahami media pembelajaran, terutama yang berkaitan dengan konsep model pembelajaran drills and praktik.
  • 32.
    Daftar Pustaka Zuhairni danAbdulGhofur, dkk.MethodikPendidikan Agama. Surabaya:Usna Offset Printing1983. Nasih,AhmadMunjuin,dkk.Metode danteknik PembelajaranPAI.Bandung:RefikaAditama,2009. Usman, Basyiruddin. Metodologi PembelajaranAgamaIslam . Jakarta: CiputatPers,2002.