LINGKUNGAN FISIK
PENGUKURAN KEBISINGAN
Disajikan oleh :
Tri Wahjuniarti
KEPUTUSAN MENTERI NEGARA
LINGKUNGAN HIDUP
NO.KEP-48/MENLH/11/1996
DEFINISI ADALAH BUNYI YANG TIDAK
DIINGINKAN DARI USAHA ATAU KEGIATAN
DALAM TINGKAT DAN WAKTU TERTENTU
YANG DAPAT MENIMBULKAN GANGGUAN
KESEHATAN MANUSIA DAN KENYAMANAN
LINGKUNGAN. TINGKAT KEBISINGAN PADA
SUATU TITIK YANG BERASOSIASI DENGAN
SUATU PERUNTUKAN LINGKUNGAN YANG
TERTENTU DISEBUT KEBISINGAN AMBIEN.
SUMBER DAN KRITERIA KEBISINGAN
Sumber dan Kriteria Kebisingan dibedakan dari 2 sumber :
1.Sumber titik ( berasal dari sumber diam )
penyebaran dalam bentuk bola-bola konsentris, sumber
kebisingan sebagai pusatnya dengan kecepatan sekitar 360
m/detik
2. Sumber garis (berasal dari sumber bergerak )
penyebaran dalam bentuk silinder-silinder konsentris,
sumber kebisingan sebagai sumbunya dengan kecepatan
sekitar 360 m/detik
Dari sudut pandang lingkungan maka kebisingan termasuk
kategori pencemaran karena menimbulkan gangguan
terhadap kenyamanan dan kesehatan manusia
KEBISINGAN (NOISE)
Peraturan MENKES No.718/Men.Kes/Per/XI/1987
Tentang kebisingan yang berhubungan dengan kesehatan
Daerah dibagi sesuai dengan titik kebisingan yang diizinkan
Zona A
35 - 45
Zona yang diperuntukkan bagi tempat penelitian,
RS, tempat perawatan kesehatan/sosial & sejenisnya
Zona B
45 – 55
Zona yang diperuntukkan bagi perumahan, tempat
Pendidikan, rekreasi dan sejenisnya
Zona C
50 - 60
Zona yang diperuntukkan bagi perkantoran,
Perdagangan, pasar dan sejenisnya
Zona D
60 - 70
Zona yang diperuntukkan bagi industri, pabrik,
Stasiun KA, terminal bis dan sejenisnya
SKALA TINGKAT
KEBISINGAN
Kriteria Pendengaran Tingkat Kebisingan (dBA) Ilustrasi
Menulikan
120 halilintar, meriam
110
Sangat Buruk
100 Suara Kereta Api
90
Kuat
80 kantor gaduh, jalan
radio, pemukiman
70
Sedang
60 rumah gadung, kantor
umumnya, percakapan
kuat, radio, pertokoan
50
Tenang
40 rumah tenang, kantor
perorangan,
auditorium,
percakapan
30
Sangat Tenang
20
suara daun, berbisik
10
SOUNDLEVELMETER
CARA KERJA
Alat : Sound Lever Meter
Lembar Data dan Alat Tulis
Stopwatch
CARA KERJA
1.Tekan Tombol ON
2.Setting swich sesuai dengan kebutuhan
3.Pembobotan = A Respon = Fast dB range = 30 – 70
4.Ukur Nilai Kebisingan , Bila Hasil Pengukuran Kebisingan Kurang/
Melebihi Range Kebisingan, Atur dengan Menarik / Turunkan dB
range
5.Catat Nilai Yang Tertera pada Tampilan Alat
6.Jumlah Pengukuran Diusahakan Seiap Jam Selama 24 Jam. Namun
dimungkingkan untuk mengukur kurang dari 24 Jam dengan
ketentuan jumlah miniman data adalah 7 dan 4 Data diukur pada
siang hari dan 3 data Pada Malam hari
7.Pengaturan Waktu sebagai berikut
PENGUKURAN KEBISINGAN
DATA WAKTU PENGUKURAN Op . Mewakili
L 1 07.00 06.00 – 09.00
L 2 10.00 09.00 – 14.00
L 3 15.00 14.00 – 17.00
L 4 20.00 17.00 – 22.00
L 5 23.00 22.00 – 24.00
L6 01.00 24.00 – 03.00
L 7 04.00 03.00 – 06.00
PENGUKURAN KEBISINGAN
SESUAI KEP-51/MEN/1999
• DENGAN SOUND LEVEL METER DIUKUR TINGKAT TEKANAN BUNYI DBA SELAMA 5 MENIT
UNTUK SETIAP PENGUKURAN DAN PEMBACAAN DILAKUKAN TIAP 5 DETIK. WAKTU
PENGUKURAN DILAKUKAN DALAM SELANG 24 JAM DIBAGI DENGAN SHIFT WAKTU KERJA DI
LINGKUNGAN PABRIK.
MISAL : SHIFT I : PUKUL 07.00 – 15.00
SHIFT II : PUKUL 15.00 – 23.00
SHIFT III : PUKUL 23.00 – 07.00
• JADI TINGKAT KEBISINGAN YANG DIREKOMENDASIKAN UNTUK KARYAWAN DI DALAM PABRIK
ADALAH 85DBA SELAMA 8 JAM PERHARI ATAU 40 JAM PERMINGGU, BILA DIATAS AMBANG
BATAS HARUS MENGGUNAKAN EAR MUFF ( > 85DBA DAN EAR PLUG UNTUK KEBISINGAN > 95
DBA )
PENGARUH KEBISINGAN
Pengaruh kebisingan :
Tergantung pada karakteristik fisik waktu berlangsung dan waktu
kejadiannya.Pengaruh tersebut berbentuk gangguan yang dapat
menurunkan kesehatan ( gangguan pendengaran yang
berhubungan dengan komunikasi suara ) dan kenyamanan dan
rasa aman manusia.
Pengendalian kebisingan :
Dilakukan melalui pengukuran dan pengendalian tingkat sumber ,
pelemahan intensitas dengan memperhatikan faktor alamiah
( jarak,sifat media) dan faktor rekayasa ( isolasi getaran sumber,
desain struktur dan bahan peredam ), sehingga upaya untuk
mereduksi kebisingan terkait pengelolaan dan pemantauan dapat
dikatan sebagai bagian dari AMDAL
TERIMA
KASIH

METODE TEKNIK SAMPLING KEBISINGAN(TM 6&7).pptx

  • 1.
  • 2.
    KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGANHIDUP NO.KEP-48/MENLH/11/1996 DEFINISI ADALAH BUNYI YANG TIDAK DIINGINKAN DARI USAHA ATAU KEGIATAN DALAM TINGKAT DAN WAKTU TERTENTU YANG DAPAT MENIMBULKAN GANGGUAN KESEHATAN MANUSIA DAN KENYAMANAN LINGKUNGAN. TINGKAT KEBISINGAN PADA SUATU TITIK YANG BERASOSIASI DENGAN SUATU PERUNTUKAN LINGKUNGAN YANG TERTENTU DISEBUT KEBISINGAN AMBIEN.
  • 3.
    SUMBER DAN KRITERIAKEBISINGAN Sumber dan Kriteria Kebisingan dibedakan dari 2 sumber : 1.Sumber titik ( berasal dari sumber diam ) penyebaran dalam bentuk bola-bola konsentris, sumber kebisingan sebagai pusatnya dengan kecepatan sekitar 360 m/detik 2. Sumber garis (berasal dari sumber bergerak ) penyebaran dalam bentuk silinder-silinder konsentris, sumber kebisingan sebagai sumbunya dengan kecepatan sekitar 360 m/detik Dari sudut pandang lingkungan maka kebisingan termasuk kategori pencemaran karena menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan manusia
  • 4.
    KEBISINGAN (NOISE) Peraturan MENKESNo.718/Men.Kes/Per/XI/1987 Tentang kebisingan yang berhubungan dengan kesehatan Daerah dibagi sesuai dengan titik kebisingan yang diizinkan Zona A 35 - 45 Zona yang diperuntukkan bagi tempat penelitian, RS, tempat perawatan kesehatan/sosial & sejenisnya Zona B 45 – 55 Zona yang diperuntukkan bagi perumahan, tempat Pendidikan, rekreasi dan sejenisnya Zona C 50 - 60 Zona yang diperuntukkan bagi perkantoran, Perdagangan, pasar dan sejenisnya Zona D 60 - 70 Zona yang diperuntukkan bagi industri, pabrik, Stasiun KA, terminal bis dan sejenisnya
  • 6.
    SKALA TINGKAT KEBISINGAN Kriteria PendengaranTingkat Kebisingan (dBA) Ilustrasi Menulikan 120 halilintar, meriam 110 Sangat Buruk 100 Suara Kereta Api 90 Kuat 80 kantor gaduh, jalan radio, pemukiman 70 Sedang 60 rumah gadung, kantor umumnya, percakapan kuat, radio, pertokoan 50 Tenang 40 rumah tenang, kantor perorangan, auditorium, percakapan 30 Sangat Tenang 20 suara daun, berbisik 10
  • 7.
  • 8.
    CARA KERJA Alat :Sound Lever Meter Lembar Data dan Alat Tulis Stopwatch CARA KERJA 1.Tekan Tombol ON 2.Setting swich sesuai dengan kebutuhan 3.Pembobotan = A Respon = Fast dB range = 30 – 70 4.Ukur Nilai Kebisingan , Bila Hasil Pengukuran Kebisingan Kurang/ Melebihi Range Kebisingan, Atur dengan Menarik / Turunkan dB range 5.Catat Nilai Yang Tertera pada Tampilan Alat 6.Jumlah Pengukuran Diusahakan Seiap Jam Selama 24 Jam. Namun dimungkingkan untuk mengukur kurang dari 24 Jam dengan ketentuan jumlah miniman data adalah 7 dan 4 Data diukur pada siang hari dan 3 data Pada Malam hari 7.Pengaturan Waktu sebagai berikut
  • 9.
    PENGUKURAN KEBISINGAN DATA WAKTUPENGUKURAN Op . Mewakili L 1 07.00 06.00 – 09.00 L 2 10.00 09.00 – 14.00 L 3 15.00 14.00 – 17.00 L 4 20.00 17.00 – 22.00 L 5 23.00 22.00 – 24.00 L6 01.00 24.00 – 03.00 L 7 04.00 03.00 – 06.00
  • 10.
    PENGUKURAN KEBISINGAN SESUAI KEP-51/MEN/1999 •DENGAN SOUND LEVEL METER DIUKUR TINGKAT TEKANAN BUNYI DBA SELAMA 5 MENIT UNTUK SETIAP PENGUKURAN DAN PEMBACAAN DILAKUKAN TIAP 5 DETIK. WAKTU PENGUKURAN DILAKUKAN DALAM SELANG 24 JAM DIBAGI DENGAN SHIFT WAKTU KERJA DI LINGKUNGAN PABRIK. MISAL : SHIFT I : PUKUL 07.00 – 15.00 SHIFT II : PUKUL 15.00 – 23.00 SHIFT III : PUKUL 23.00 – 07.00 • JADI TINGKAT KEBISINGAN YANG DIREKOMENDASIKAN UNTUK KARYAWAN DI DALAM PABRIK ADALAH 85DBA SELAMA 8 JAM PERHARI ATAU 40 JAM PERMINGGU, BILA DIATAS AMBANG BATAS HARUS MENGGUNAKAN EAR MUFF ( > 85DBA DAN EAR PLUG UNTUK KEBISINGAN > 95 DBA )
  • 13.
    PENGARUH KEBISINGAN Pengaruh kebisingan: Tergantung pada karakteristik fisik waktu berlangsung dan waktu kejadiannya.Pengaruh tersebut berbentuk gangguan yang dapat menurunkan kesehatan ( gangguan pendengaran yang berhubungan dengan komunikasi suara ) dan kenyamanan dan rasa aman manusia. Pengendalian kebisingan : Dilakukan melalui pengukuran dan pengendalian tingkat sumber , pelemahan intensitas dengan memperhatikan faktor alamiah ( jarak,sifat media) dan faktor rekayasa ( isolasi getaran sumber, desain struktur dan bahan peredam ), sehingga upaya untuk mereduksi kebisingan terkait pengelolaan dan pemantauan dapat dikatan sebagai bagian dari AMDAL
  • 14.