KELOMPOK 1
PENYULUHAN PETERNAKAN DAN
KESEJAHTERAAN HEWAN 7A
POLITEKNIK PEMBANGUNAN
PERTANIAN MALANG
ANGGOTA
KELOMPOK
1. AQIDATUL IZAH 04.03.19.364
2. IZZAROTUL FADHILAH 04.03.19.374
3. KRISNA MUKTI DWIPRASETYO 04.03.19.376
4. MIA SAGITA AYU SAHIBI 04.03.19.378
5. NAHDALIA AMIN 04.03.19.382
6. USWATUN MUTMAINAH 04.03.19.388
KAJIAN
MATERI
PENELITIAN
TERAPAN
KARAKTERISTIK
METODE ILMIAH
JENIS DAN
RAGAM
PENELITIAN
PARADIGMA
POSITIVISTIK
PARADIGMA
POST
POSITIVISME
Penelitian dapat digolongkan pada berbagai macam jenis, salah satunya adalah
berdasarkan tujuannya yang terbagi menjadi penelitian eksploratif,
penelitian deskriptif dan penelitian eksplanatif
Penelitian
Eksploratif
Penelitian yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuannya adalah untuk melihat
pola, gagasan atau merumuskan hipotesis bukan untuk menguji hipotesis
Penelitian
Deskriptif
Penelitian yang memaparkan, menggambarkan atau mendeskripsikan suatu
karakteristik tertentu dari suatu fenomena. Untuk memperoleh gambaran yang jelas,
sistematik dan faktual dari suatu fenomena sehingga lebih mudah untuk dipahami dan
disimpulkan.
Penelitian
Eksplanatif
Penelitian yang mencoba menjelaskan sifat dari suatu hubungan tertentu, melihat
perbedaan-perbedaan tertentu dalam beberapa kelompok, atau indepensi dari dua
faktor atau lebih dalam suatu situasi.
Penelitian
Berdasarkan Tujuan
Penelitian dapat digolongkan berdasarkan kedalaman
analisisnya yang terbagi menjadi
penelitian deskriptif dan penelitian inferensial
 Penelitian Inferensial, Penelitian yang melakukan analisis
hubungan antar variabel dengan pengujian hipotesis.
Dapat berbicara mengenai besarnya peluang kesalahan
dalam pengambilan kesimpulan.
Penelitian Berdasarkan
Kedalaman Analisisnya
Penelitian Berdasarkan
Pendekatan Analisis atau Proses
KUALITATIF
Penelitian yang lebih
menekankan analisisnya
pada proses penyimpulan
deduktif dan induktif serta
pada analisis terhadap
dinamika hubungan antar
fenomena yang diamati,
dengan menggunakan
logika ilmiah.
KUANTITATIF
Penelitian yang menekankan
analisisnya pada data-data
numerikal (angka) yang diolah
dengan metode statistika.
Hasilnya diperoleh signifikansi
perbedaan kelompok atau
signifikansi hubungan antar
variabel yang diteliti
Penelitian dapat digolongkan berdasarkan logika penelitian
yang terbagi menjadi: penelitian deduktif dan penelitian induktif
 Penelitian deduktif, Penelitian yang berusaha untuk
menyusun struktur konseptual atau teoritik terlebih dahulu
dan kemudian diuji secara empirik.
 Penelitian Induktif, Penelitian yang teorinya disusun dari
observasi realitas empirik.
Penelitian Berdasarkan
Logika Penelitian
Penelitian
Terapan
Untuk memecahkan masalah nyata atas dasar teori atau hipotesis.
Tujuannya menguji hipotesis dalam dunia nyata
Penelitian
Dasar/Murni/
fundamental
Penelitian yang prosesnya formal dan sistematik. Tujuannya untuk
mengembangkan teori atau model.
Penelitian
Kaji Tindak
Untuk memecahkan masalah dengan segera, urgent , dan yang
penerapannya secara lokal.
Penelitian Berdasarkan
Hasil yang Diharapkan
Berdasarkan Kategori Fungsionalnya
● Penelitian Historis ( Historical Research )
● Penelitian Deskriptif ( Descriptive Research )
● Penelitian Perkembangan ( Developmental Research )
● Penelitian Studi Kasus dan Lapangan ( Case and Field Research )
● Penelitian Korelasional ( Correlational Research )
● Penelitian Kausal-Komparatif ( Causal-Comparative Research )
● Penelitian Eksperimental Murni ( True Experimental Research )
● Penelitian Semi/Semu Eksperimental ( Quasi Experimental
Research )
● Penelitian Kaji Tindak ( Action Research )
N e x t
 Penelitian Historis, untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan
obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi, dan
menyintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang
dapat dipertahankan, sering kali dalam hubungan hipotesis tertentu.
 Penelitian Perkembangan, untuk mempelajari pola dan urutan
perkembangan dan/atau perubahan, sejalan dengan berlangsungnya
perubahan waktu
 Penelitian Penelitian Studi Kasus dan Lapangan, untuk mempelajari
secara mendalam latar belakang, status terakhir dan interaksi lingkungan
yang terjadi pada suatu satuan sosial seperti individu, kelompok, lembaga,
atau komunitas.
 Penelitian Korelasional, untuk menyelidiki sejauhmana variasi pada satu
variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel lain,
berdasarkan koefisien korelasi
Lanjutan..
 Penelitian Kausal-Komparatif, untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat
lewat pengamatan terhadap konsekuensi yang sudah terjadi dan menengok
ulang data yang ada untuk menemukan faktor penyebab yang mungkin
terdapat di sana.
 Penelitian Eksperimental Murni, untuk meneliti kemungkinan adanya
hubungan sebab-akibat di antara variabelvariabel dengan cara
menghadapkan kelompok eksperimental pada beberapa macam kondisi
perlakuan dan membandingkan akibat (hasil)nya dengan satu atau lebih
kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan.
 Penelitian Eksperimental Semu, untuk meniru kondisi penelitian
eksperimental murni semirip mungkin akan tetapi tidak semua variabel yang
relevan dapat dikendalikan dan dimanipulasi.
Lanjutan..
Ilmu bebas nilai adalah saah satu karakteristik dari
paradigma ilmu positivistik. Dalam sebuah penelitian
kuantitatif disebutkan bahwa ilmu bebas nilai,
maksudnya ketika melakukan sebuah penelitian
kuantitatif perlu mengenyampingkan antara fakta
dengan nilai-nilai yang berlaku.
Paradigma Posivistik
August Comte adalah tokoh dari Paradigma positivistik, ada berbagai
asumsi dasar dari paradigma positivistik, yaitu
1) Ilmu didasarkan pada prosedur-prosedur baku yang berbeda dengan
spekulasi dan common sense
2) Pendekatan deduktif
3) Bersifat nomotetik
4) Ilmu diperoleh memlalui indera, sumber lain tidak reliabel
5) Ilmu bebas nilai (memisahkan antara fakta dengan nilai)
6) Melihat penilaian sebagai alat / sarana dengan tujuan akhir
meramalkan kejadian dan mengendalikannya.
Paradigma positivistik menganggap realitas sosial yang
terjadi sebagai sesuatu yang bersifat empirik dan dapat
diobservasi secara nyata. Ketika melakukan penelitian,
peneliti dan objek yang akan diteliti bersifat dependen dan
tidak melakukan tindakan dalam berintraksi secara bebas.
Penganut paham positivistik tersebut berpendapat bahwa
segala sesuatu itu tidak boleh melebihi fakta. Dalam
paham non- positivistik, kebenaran tidak hanya berhenti
pada fakta, melainkan apa makna di balik fakta tersebut.
…
Postpositivisme adalah aliran yang ingin memperbaiki kelemahan
pada Positivisme. Sependapat postpositivisme dengan Positivisme
bahwa realitas itu memang nyata, ada sesuai hukum alam. Tetapi
pada sisi lain, Postpositivisme berpendapat bahwa manusia tidak
mungkin mendapatkan kebenaran dari realitas jika peneliti membuat
jarak dengan realitas atau tidak terlibat secara langsung dengan
realitas. antara peneliti dengan realitas harus bersifat interaktif,
untuk itu perlu menggunakan prinsip trianggulasi, yaitu penggunaan
bermacam-macam metode, sumber data, data, dan lain-lain.
Paradigma Post-Positivisme
● Fakta tidak bebas nilai, melainkan bermuatan teori.
● Falibilitas Teori, tidak ada teori yang dapat sepenuhnya dijelaskan dengan
bukti empiris, bukti empiris memiliki kemungkinan untuk mengetahui anomali
suatu fakta.
● Fakta tidak bebas, melainkan penuh dengan nilai.
● Interaksi antara subjek dan objek penelitian. Hasil penelitian, reportase
objektif, melainkan hasil interaksi dan semesta yang penuh dengan masalah
dan berubah-ubah.
● Asumsi dasar post-positivisme tentang realitas adalah jamak individu.
● Hal itu berarti bahwa realitas (perilaku manusia) tidak tunggal, melainkan
hanya dapat menjelaskan dirinya sendiri menurut unit tindakan yang
bersangkutan.
● Fokus kajian post-positivisme adalah tindakan-tindakan (tindakan) manusia
sebagai ekspresi dari sebuah keputusan.
Asumsi Dasar
Post-Positivisme
Ada empat pertanyaan dasar
yang akan memberikan
gambaran tentang posisi aliran
post-positivisme dalam
kancah paradigma ilmu
pengetahuan, yaitu:
. . .
Bagaimana sebenarnya posisi postpositivisme di antara paradigma-
paradigma ilmu yang lain? Apakah ini merupakan bentuk lain dari
positivisme yang posisinya lebih lemah? Atau karena aliran ini datang
setelah positivisme sehingga munculnya postpositivisme? Harus diakui
bahwa aliran ini bukan suatu filsafat baru dalam bidang keilmuan, tetapi
memang sangat dekat dengan paradigma positivisme. Salah satu indikator
yang membedakan antara keduanya bahwa postpositivisme lebih
mempercayai proses verifikasi terhadap suatu temuan hasil observasi melalui
berbagai macam metode. Dengan demikian suatu ilmu memang benar
mencapai objektivitas apabila telah dilakukan oleh berbagai kalangan dengan
berbagai cara.
01
Postpositivisme bergantung pada paradigma realisme yang
sudah sangat tua dan usang? Dugaan ini tidak seluruhnya benar.
Awal aliran positivisme ( old-positivism ) adalah pandangan yang
menolak realitas dari suatu teori. Realisme modern, tetapi asal usul
atau luncuran dari aliran positivisme, tetapi merupakan
perkembangan akhir dari pandangan postpositivisme.
02
banyak postpositivisme yang berpengaruh yang merupakan
penganut realisme. ini menunjukkan bahwa mereka tidak mengakui
adanya sebuah kenyataan ( multiple reality ) dan setiap masyarakat
membentuk realitas mereka sendiri? Pandangan ini tidak benar
karena relativisme tidak sesuai dengan pengalaman sehari-hari
dalam dunia ilmu. Yang pasti postpositivisme mengakui bahwa
paradigma hanya bekerja sebagai lensa sebagai kacamata..
03
karena pandangan bahwa persepsi orang berbeda, maka tidak ada
sesuatu yang benar-benar pasti. yakin postpositivisme menolak
kriteriativitas? Pandangan ini sama sekali tidak bisa diterima.
Objektivitas merupakan indikator kebenaran yang melandasi semua
penyelidikan. Jika kita menolak prinsip ini, maka tidak ada yang
namanya penyelidikan. Yang ingin ditekankan di sini bahwa
objektivitas tidak menjamin untuk mencapai kebenaran.
04
 Munculnya gugatan terhadap positivisme di mulai tahun 1970-1980an.
Pemikirannya dinamai “post-positivisme”. Tokohnya; Karl R. Popper, Thomas Kuhn,
para filsuf mazhab Frankfurt (Feyerabend, Richard Rotry). Paham ini menentang
positivisme, alasannya tidak mungkinmenyamaratakan ilmu-ilmu tentang manusia
dengan ilmu alam, karena tindakan manusia tidak bisa diprediksi dengan satu
penjelasan yang mutlak pasti, sebab manusia selalu berubah.
 Post-positivisme merupakan perbaikan positivisme yang dianggap memiliki
kelemahan-kelemahan, dan dianggap hanya mengandalkan kemampuan
pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti.
 Secara ontologis aliran post-positivisme bersifat critical realism dan menganggap
bahwa realitas memang ada dan sesuai dengan kenyataan dan hukum alam tapi
mustahil realitas tersebut dapat dilihat secara benar oleh peneliti.
Kemunculan Post-Positivisme
Observasi yang didewakan positivisme dipertanyakan netralitasnya, karena observasi
dianggap bisa saja dipengaruhi oleh persepsi masing-masing orang. Proses dari
positivisme ke post-positivisme melalui kritikan dari tiga hal yaitu :
1) Observasi sebagai unsur utama metode penelitian,
2) Hubungan yang kaku antara teori dan bukti. Pengamat memiliki sudut pandang yang
berbeda dan teori harus mengalah pada perbedaan waktu,
3) Tradisi keilmuan yang terus berkembang dan inamis.
Post positivisme merupakan sebuah aliran yang datang setelah positivisme dan
memang amat dekat dengan paradigma positivisme. Salah satu indikator yang
membedakan antara keduanya bahwa post positivisme lebih mempercayai proses
verifikasi terhadap suatu temuan hasil observasi melalui berbagai macam
metode. Dengan demikian suatu ilmu memang betul mencapai objektivitas apabila
telah diverifikasi oleh berbagai kalangan dengan berbagai cara.
Kritik POST POSITIVISME
terhadap positiviesme
Perbedaan Positivistik & Post-Positivisme
POSITIVISME POST-POSITIVISM
Hakekat kenyataan
(Ontologi)
Kenyataan adalah tunggal
nyata, dan fragmentaris
Kenyataan adalah ganda,
dibentuk, dan merupakan
keutuhan
Hubungan antara pencari
tahu dan yang tahu
Pencari tahu dan yang tahu
adalah bebas, jadi ada
dualisme
Pencari tahu dan yang tahu aktif
bersama dan tidak dapat
dipisahkan
Kemungkinan generalisasi
Generalisasi atas dasar batas
waktu dan batas konteks
dimungkinkan (pernyataan
nometik)
Hanya waktu dan konteks yang
mengikat hipotesis kerja
(pernyataan idiografis) yang
dimungkinkan
Kemungkinan hubungan
sebab akibat
Terdapatpenyebab
sebenarnya yang secara
temporer terhadap, atau
secara simultan terhadap
akibatnya
Setiap keutuhan beradadalam
keadaan mempengaruhi secara
bersama-sama sehingga sukar
membedakan mana sebab dan
mana akibat
Peranan nilai Inkuirinya bebas nilai Inkuirinya terikat nilai
Penelitian terapan
Penelitian terapan adalah metodologi yang
digunakan untuk memecahkan masalah
praktis dunia modern, baik masalah praktis
dari individu atau kelompok sehingga riset ini
dirancang untuk menjawab pertanyaan
spesifik yang bertujuan memecahkan
masalah praktis bukan untuk memperoleh
pengetahuan demi pengetahuan.
Penelitian terapan
● Penelitian terapan merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk
menemukan kebenaran objektif
● Penelitian terapan membutuhkan penggunaan metode yang tepat /
relevan
● Penelitian terapan perlu menggunakan teori-teori dan pengalaman
yang bersifat terpakai
● Data yang terkumpul harus lengkap dan objektif
● Penelitian terapan bukan hanya menyajikan data, tapi harus disertai
dengan pengolahan data, baik secara metode penelitian kuantitatif
maupun metode kualitatif
● Penelitian terapan perlu dilaporkan secara jelas dan sistematis, dengan
mengikuti pola berfikir ilmiah yang objektif, rasional dan dapat
dipertanggung jawabkan
Ciri-ciri
Penelitian Terapan
Macam-macam
penelitian terapan
Penelitian evaluasi,
yaitu penelitian yang
memiliki tujuan untuk
melakukan penilaian
pada setiap tahapan
yang dilakukan dalam
penelitian, dimulai dari
perencanaan,
pelaksanaan, hingga
hasil
Penelitian aksi,
yaitu penelitian
yang fokusnya
pada tindakan
sosial. Tujuannya
ialah untuk
mengembangkan
kehidupan dan
kondisi dari para
subjek penelitian.
Penelitian mengenai
penilaian akan
dampak sosial, yaitu
membahas mengenai
konsekuensi apa yang
kira-kira akan muncul
dari pembuatan
rencana dan pilihan
dari beberapa
alternatif kebijakan.
Tujuan Penelitian Terapan
Meningkatkan
kondisi manusia
Maksudnya riset ini berfokus
pada analisis dan
memecahkan masalah
sosial dan kehidupan nyata.
Penelitian ini umumnya
dilakukan dalam skala besar
dan mahal.
Meningkatkan
pengetahuan baru
Tujuan ini bisanya secara komersial
spesifik dalam bentuk produk,
prosedur, atau layanan. Studi dan
penelitian ini biasanya digunakan
dalam bisnis, kedokteran dan
pendidikan untuk menemukan solusi
yang dapat menyembuhkan penyakit,
memecahkan masalah ilmiah atau
mengembangkan teknologi.
Cara Menuliskan Penelitian Terapan
1) Mengklarifikasi atau memperjelas fokus penelitian
2) Memindai Informasi yang ada
3) Rencanakan Tugas dan Metode Penelitian
4) Kumpulkan, Analisis, dan Interpretasikan Data
5) Merevisi, Memoles, dan Membagikan Pekerjaan Anda
Metode Ilmiah merupakan suatu proses keilmuan untuk
mendapatkan pengetahuan secara sistematis melalui bukti
fisis. Agar dapat memecahkan suatu permasalahan
sehingga diperoleh kebenaran yang obyektif. Serta
dihasilkannya suatu kesimpulan yang didukung oleh bukti-
bukti dan tersusun secara sistematis.
Ciri-ciri Metode Ilmiah
Analitis
Bersifat
Konseptual
Bersifat
Empiris
Bersifat
Ilmiah
Bersifat
Logis
Memberikan
Kontribusi
Fungsi Metode Ilmiah
1) Agar dapat menemukan sesuatu yang belum ada pada sebuah ilmu
pengetahuan.
2) Supaya dapat menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan yang telah ada.
3) Supaya dapat mengembangkan pengetahuan yang sudah ada.
4) Agar dapat mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan
masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi
temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan
5) Supaya mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji)
kebenaranya.
● Dapat membantu memecahkan permasalahan dengan penalaran
dan pembuktian yang memuaskan.
● Dapat menguji ulang hasil penelitian orang lain sehingga diperoleh
kebenaran yang objektif.
● Dapat memecahkan dan menemukan jawaban rahasia alam yang
sebelumnya sudah menjadi teka-teki.
● Dapat melakukan penelitian dan pengujian kembali hasil dari
suatu penelitian tersebut ilmu pengetahuan akan semakin
berkembang.
● Dapat menguji kembali kebenaran hasil penelitian orang lain
sehingga dicapai sebuah kebenaran yang pasti. Disinilah di
perlukan kejujuran dan keterbukaan antar peneliti.
Manfaat Metode Ilmiah
Karakteristik
Metode Ilmiah
Sistematik
01 Logis
02
Empirik
03 Replikatif
04
Unsur-unsur Metode Ilmiah
1) Karakterisasi merupakan suatu pengamatan yang dilakukan dengan adanya
subjek yang diteliti dengan pengamatan dan pengukuran.
2) Hipotesis merupakan suatu penjelasan teoritis atau dugaan atas hasil
pengamatan dan pengukuran.
3) Prediksi merupakan suatu perkiraan suatu tentang sesuatu (deduksi logis dari
hipotesis).
4) Eksperimen merupakan suatu hasil uji coba atau pengujian atas semua hal di atas.
5) Evaluasi dan pengulangan merupakan suatu penilaian atas ketepatan hipotesis
dan prediksi berdasar hasil yang didapat saat eksperimen, dan pengulangan pada
tahap-tahap tertentu apabila tidak didapatkan hasil yang sesuai.
Langkah-Langkah
Metode Ilmiah
Observasi Awal
Identifikasi
Masalah
Perumusan
Hipotesis
Eksperimen
Analisis
Hasil
Penarikan
Kesimpulan
Kriteria Metode Ilmiah
Bersifat
Objektif
Bersifat
Konseptual
Bersifat
Empiris
Bersifat Kritis
& Analitis
Bersifat
Logis
Terimakasih!

METODE PENELITIAN.pptx

  • 1.
    KELOMPOK 1 PENYULUHAN PETERNAKANDAN KESEJAHTERAAN HEWAN 7A POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG
  • 2.
    ANGGOTA KELOMPOK 1. AQIDATUL IZAH04.03.19.364 2. IZZAROTUL FADHILAH 04.03.19.374 3. KRISNA MUKTI DWIPRASETYO 04.03.19.376 4. MIA SAGITA AYU SAHIBI 04.03.19.378 5. NAHDALIA AMIN 04.03.19.382 6. USWATUN MUTMAINAH 04.03.19.388
  • 3.
  • 5.
    Penelitian dapat digolongkanpada berbagai macam jenis, salah satunya adalah berdasarkan tujuannya yang terbagi menjadi penelitian eksploratif, penelitian deskriptif dan penelitian eksplanatif Penelitian Eksploratif Penelitian yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tujuannya adalah untuk melihat pola, gagasan atau merumuskan hipotesis bukan untuk menguji hipotesis Penelitian Deskriptif Penelitian yang memaparkan, menggambarkan atau mendeskripsikan suatu karakteristik tertentu dari suatu fenomena. Untuk memperoleh gambaran yang jelas, sistematik dan faktual dari suatu fenomena sehingga lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Penelitian Eksplanatif Penelitian yang mencoba menjelaskan sifat dari suatu hubungan tertentu, melihat perbedaan-perbedaan tertentu dalam beberapa kelompok, atau indepensi dari dua faktor atau lebih dalam suatu situasi. Penelitian Berdasarkan Tujuan
  • 6.
    Penelitian dapat digolongkanberdasarkan kedalaman analisisnya yang terbagi menjadi penelitian deskriptif dan penelitian inferensial  Penelitian Inferensial, Penelitian yang melakukan analisis hubungan antar variabel dengan pengujian hipotesis. Dapat berbicara mengenai besarnya peluang kesalahan dalam pengambilan kesimpulan. Penelitian Berdasarkan Kedalaman Analisisnya
  • 7.
    Penelitian Berdasarkan Pendekatan Analisisatau Proses KUALITATIF Penelitian yang lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antar fenomena yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah. KUANTITATIF Penelitian yang menekankan analisisnya pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. Hasilnya diperoleh signifikansi perbedaan kelompok atau signifikansi hubungan antar variabel yang diteliti
  • 8.
    Penelitian dapat digolongkanberdasarkan logika penelitian yang terbagi menjadi: penelitian deduktif dan penelitian induktif  Penelitian deduktif, Penelitian yang berusaha untuk menyusun struktur konseptual atau teoritik terlebih dahulu dan kemudian diuji secara empirik.  Penelitian Induktif, Penelitian yang teorinya disusun dari observasi realitas empirik. Penelitian Berdasarkan Logika Penelitian
  • 9.
    Penelitian Terapan Untuk memecahkan masalahnyata atas dasar teori atau hipotesis. Tujuannya menguji hipotesis dalam dunia nyata Penelitian Dasar/Murni/ fundamental Penelitian yang prosesnya formal dan sistematik. Tujuannya untuk mengembangkan teori atau model. Penelitian Kaji Tindak Untuk memecahkan masalah dengan segera, urgent , dan yang penerapannya secara lokal. Penelitian Berdasarkan Hasil yang Diharapkan
  • 10.
    Berdasarkan Kategori Fungsionalnya ●Penelitian Historis ( Historical Research ) ● Penelitian Deskriptif ( Descriptive Research ) ● Penelitian Perkembangan ( Developmental Research ) ● Penelitian Studi Kasus dan Lapangan ( Case and Field Research ) ● Penelitian Korelasional ( Correlational Research ) ● Penelitian Kausal-Komparatif ( Causal-Comparative Research ) ● Penelitian Eksperimental Murni ( True Experimental Research ) ● Penelitian Semi/Semu Eksperimental ( Quasi Experimental Research ) ● Penelitian Kaji Tindak ( Action Research ) N e x t
  • 11.
     Penelitian Historis,untuk merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi, dan menyintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan, sering kali dalam hubungan hipotesis tertentu.  Penelitian Perkembangan, untuk mempelajari pola dan urutan perkembangan dan/atau perubahan, sejalan dengan berlangsungnya perubahan waktu  Penelitian Penelitian Studi Kasus dan Lapangan, untuk mempelajari secara mendalam latar belakang, status terakhir dan interaksi lingkungan yang terjadi pada suatu satuan sosial seperti individu, kelompok, lembaga, atau komunitas.  Penelitian Korelasional, untuk menyelidiki sejauhmana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel lain, berdasarkan koefisien korelasi Lanjutan..
  • 12.
     Penelitian Kausal-Komparatif,untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat lewat pengamatan terhadap konsekuensi yang sudah terjadi dan menengok ulang data yang ada untuk menemukan faktor penyebab yang mungkin terdapat di sana.  Penelitian Eksperimental Murni, untuk meneliti kemungkinan adanya hubungan sebab-akibat di antara variabelvariabel dengan cara menghadapkan kelompok eksperimental pada beberapa macam kondisi perlakuan dan membandingkan akibat (hasil)nya dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan.  Penelitian Eksperimental Semu, untuk meniru kondisi penelitian eksperimental murni semirip mungkin akan tetapi tidak semua variabel yang relevan dapat dikendalikan dan dimanipulasi. Lanjutan..
  • 14.
    Ilmu bebas nilaiadalah saah satu karakteristik dari paradigma ilmu positivistik. Dalam sebuah penelitian kuantitatif disebutkan bahwa ilmu bebas nilai, maksudnya ketika melakukan sebuah penelitian kuantitatif perlu mengenyampingkan antara fakta dengan nilai-nilai yang berlaku. Paradigma Posivistik
  • 15.
    August Comte adalahtokoh dari Paradigma positivistik, ada berbagai asumsi dasar dari paradigma positivistik, yaitu 1) Ilmu didasarkan pada prosedur-prosedur baku yang berbeda dengan spekulasi dan common sense 2) Pendekatan deduktif 3) Bersifat nomotetik 4) Ilmu diperoleh memlalui indera, sumber lain tidak reliabel 5) Ilmu bebas nilai (memisahkan antara fakta dengan nilai) 6) Melihat penilaian sebagai alat / sarana dengan tujuan akhir meramalkan kejadian dan mengendalikannya.
  • 16.
    Paradigma positivistik menganggaprealitas sosial yang terjadi sebagai sesuatu yang bersifat empirik dan dapat diobservasi secara nyata. Ketika melakukan penelitian, peneliti dan objek yang akan diteliti bersifat dependen dan tidak melakukan tindakan dalam berintraksi secara bebas. Penganut paham positivistik tersebut berpendapat bahwa segala sesuatu itu tidak boleh melebihi fakta. Dalam paham non- positivistik, kebenaran tidak hanya berhenti pada fakta, melainkan apa makna di balik fakta tersebut. …
  • 18.
    Postpositivisme adalah aliranyang ingin memperbaiki kelemahan pada Positivisme. Sependapat postpositivisme dengan Positivisme bahwa realitas itu memang nyata, ada sesuai hukum alam. Tetapi pada sisi lain, Postpositivisme berpendapat bahwa manusia tidak mungkin mendapatkan kebenaran dari realitas jika peneliti membuat jarak dengan realitas atau tidak terlibat secara langsung dengan realitas. antara peneliti dengan realitas harus bersifat interaktif, untuk itu perlu menggunakan prinsip trianggulasi, yaitu penggunaan bermacam-macam metode, sumber data, data, dan lain-lain. Paradigma Post-Positivisme
  • 19.
    ● Fakta tidakbebas nilai, melainkan bermuatan teori. ● Falibilitas Teori, tidak ada teori yang dapat sepenuhnya dijelaskan dengan bukti empiris, bukti empiris memiliki kemungkinan untuk mengetahui anomali suatu fakta. ● Fakta tidak bebas, melainkan penuh dengan nilai. ● Interaksi antara subjek dan objek penelitian. Hasil penelitian, reportase objektif, melainkan hasil interaksi dan semesta yang penuh dengan masalah dan berubah-ubah. ● Asumsi dasar post-positivisme tentang realitas adalah jamak individu. ● Hal itu berarti bahwa realitas (perilaku manusia) tidak tunggal, melainkan hanya dapat menjelaskan dirinya sendiri menurut unit tindakan yang bersangkutan. ● Fokus kajian post-positivisme adalah tindakan-tindakan (tindakan) manusia sebagai ekspresi dari sebuah keputusan. Asumsi Dasar Post-Positivisme
  • 20.
    Ada empat pertanyaandasar yang akan memberikan gambaran tentang posisi aliran post-positivisme dalam kancah paradigma ilmu pengetahuan, yaitu: . . .
  • 21.
    Bagaimana sebenarnya posisipostpositivisme di antara paradigma- paradigma ilmu yang lain? Apakah ini merupakan bentuk lain dari positivisme yang posisinya lebih lemah? Atau karena aliran ini datang setelah positivisme sehingga munculnya postpositivisme? Harus diakui bahwa aliran ini bukan suatu filsafat baru dalam bidang keilmuan, tetapi memang sangat dekat dengan paradigma positivisme. Salah satu indikator yang membedakan antara keduanya bahwa postpositivisme lebih mempercayai proses verifikasi terhadap suatu temuan hasil observasi melalui berbagai macam metode. Dengan demikian suatu ilmu memang benar mencapai objektivitas apabila telah dilakukan oleh berbagai kalangan dengan berbagai cara. 01
  • 22.
    Postpositivisme bergantung padaparadigma realisme yang sudah sangat tua dan usang? Dugaan ini tidak seluruhnya benar. Awal aliran positivisme ( old-positivism ) adalah pandangan yang menolak realitas dari suatu teori. Realisme modern, tetapi asal usul atau luncuran dari aliran positivisme, tetapi merupakan perkembangan akhir dari pandangan postpositivisme. 02
  • 23.
    banyak postpositivisme yangberpengaruh yang merupakan penganut realisme. ini menunjukkan bahwa mereka tidak mengakui adanya sebuah kenyataan ( multiple reality ) dan setiap masyarakat membentuk realitas mereka sendiri? Pandangan ini tidak benar karena relativisme tidak sesuai dengan pengalaman sehari-hari dalam dunia ilmu. Yang pasti postpositivisme mengakui bahwa paradigma hanya bekerja sebagai lensa sebagai kacamata.. 03
  • 24.
    karena pandangan bahwapersepsi orang berbeda, maka tidak ada sesuatu yang benar-benar pasti. yakin postpositivisme menolak kriteriativitas? Pandangan ini sama sekali tidak bisa diterima. Objektivitas merupakan indikator kebenaran yang melandasi semua penyelidikan. Jika kita menolak prinsip ini, maka tidak ada yang namanya penyelidikan. Yang ingin ditekankan di sini bahwa objektivitas tidak menjamin untuk mencapai kebenaran. 04
  • 25.
     Munculnya gugatanterhadap positivisme di mulai tahun 1970-1980an. Pemikirannya dinamai “post-positivisme”. Tokohnya; Karl R. Popper, Thomas Kuhn, para filsuf mazhab Frankfurt (Feyerabend, Richard Rotry). Paham ini menentang positivisme, alasannya tidak mungkinmenyamaratakan ilmu-ilmu tentang manusia dengan ilmu alam, karena tindakan manusia tidak bisa diprediksi dengan satu penjelasan yang mutlak pasti, sebab manusia selalu berubah.  Post-positivisme merupakan perbaikan positivisme yang dianggap memiliki kelemahan-kelemahan, dan dianggap hanya mengandalkan kemampuan pengamatan langsung terhadap objek yang diteliti.  Secara ontologis aliran post-positivisme bersifat critical realism dan menganggap bahwa realitas memang ada dan sesuai dengan kenyataan dan hukum alam tapi mustahil realitas tersebut dapat dilihat secara benar oleh peneliti. Kemunculan Post-Positivisme
  • 26.
    Observasi yang didewakanpositivisme dipertanyakan netralitasnya, karena observasi dianggap bisa saja dipengaruhi oleh persepsi masing-masing orang. Proses dari positivisme ke post-positivisme melalui kritikan dari tiga hal yaitu : 1) Observasi sebagai unsur utama metode penelitian, 2) Hubungan yang kaku antara teori dan bukti. Pengamat memiliki sudut pandang yang berbeda dan teori harus mengalah pada perbedaan waktu, 3) Tradisi keilmuan yang terus berkembang dan inamis. Post positivisme merupakan sebuah aliran yang datang setelah positivisme dan memang amat dekat dengan paradigma positivisme. Salah satu indikator yang membedakan antara keduanya bahwa post positivisme lebih mempercayai proses verifikasi terhadap suatu temuan hasil observasi melalui berbagai macam metode. Dengan demikian suatu ilmu memang betul mencapai objektivitas apabila telah diverifikasi oleh berbagai kalangan dengan berbagai cara. Kritik POST POSITIVISME terhadap positiviesme
  • 27.
    Perbedaan Positivistik &Post-Positivisme POSITIVISME POST-POSITIVISM Hakekat kenyataan (Ontologi) Kenyataan adalah tunggal nyata, dan fragmentaris Kenyataan adalah ganda, dibentuk, dan merupakan keutuhan Hubungan antara pencari tahu dan yang tahu Pencari tahu dan yang tahu adalah bebas, jadi ada dualisme Pencari tahu dan yang tahu aktif bersama dan tidak dapat dipisahkan Kemungkinan generalisasi Generalisasi atas dasar batas waktu dan batas konteks dimungkinkan (pernyataan nometik) Hanya waktu dan konteks yang mengikat hipotesis kerja (pernyataan idiografis) yang dimungkinkan Kemungkinan hubungan sebab akibat Terdapatpenyebab sebenarnya yang secara temporer terhadap, atau secara simultan terhadap akibatnya Setiap keutuhan beradadalam keadaan mempengaruhi secara bersama-sama sehingga sukar membedakan mana sebab dan mana akibat Peranan nilai Inkuirinya bebas nilai Inkuirinya terikat nilai
  • 28.
  • 29.
    Penelitian terapan adalahmetodologi yang digunakan untuk memecahkan masalah praktis dunia modern, baik masalah praktis dari individu atau kelompok sehingga riset ini dirancang untuk menjawab pertanyaan spesifik yang bertujuan memecahkan masalah praktis bukan untuk memperoleh pengetahuan demi pengetahuan. Penelitian terapan
  • 30.
    ● Penelitian terapanmerupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan untuk menemukan kebenaran objektif ● Penelitian terapan membutuhkan penggunaan metode yang tepat / relevan ● Penelitian terapan perlu menggunakan teori-teori dan pengalaman yang bersifat terpakai ● Data yang terkumpul harus lengkap dan objektif ● Penelitian terapan bukan hanya menyajikan data, tapi harus disertai dengan pengolahan data, baik secara metode penelitian kuantitatif maupun metode kualitatif ● Penelitian terapan perlu dilaporkan secara jelas dan sistematis, dengan mengikuti pola berfikir ilmiah yang objektif, rasional dan dapat dipertanggung jawabkan Ciri-ciri Penelitian Terapan
  • 31.
    Macam-macam penelitian terapan Penelitian evaluasi, yaitupenelitian yang memiliki tujuan untuk melakukan penilaian pada setiap tahapan yang dilakukan dalam penelitian, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil Penelitian aksi, yaitu penelitian yang fokusnya pada tindakan sosial. Tujuannya ialah untuk mengembangkan kehidupan dan kondisi dari para subjek penelitian. Penelitian mengenai penilaian akan dampak sosial, yaitu membahas mengenai konsekuensi apa yang kira-kira akan muncul dari pembuatan rencana dan pilihan dari beberapa alternatif kebijakan.
  • 32.
    Tujuan Penelitian Terapan Meningkatkan kondisimanusia Maksudnya riset ini berfokus pada analisis dan memecahkan masalah sosial dan kehidupan nyata. Penelitian ini umumnya dilakukan dalam skala besar dan mahal. Meningkatkan pengetahuan baru Tujuan ini bisanya secara komersial spesifik dalam bentuk produk, prosedur, atau layanan. Studi dan penelitian ini biasanya digunakan dalam bisnis, kedokteran dan pendidikan untuk menemukan solusi yang dapat menyembuhkan penyakit, memecahkan masalah ilmiah atau mengembangkan teknologi.
  • 33.
    Cara Menuliskan PenelitianTerapan 1) Mengklarifikasi atau memperjelas fokus penelitian 2) Memindai Informasi yang ada 3) Rencanakan Tugas dan Metode Penelitian 4) Kumpulkan, Analisis, dan Interpretasikan Data 5) Merevisi, Memoles, dan Membagikan Pekerjaan Anda
  • 34.
    Metode Ilmiah merupakansuatu proses keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara sistematis melalui bukti fisis. Agar dapat memecahkan suatu permasalahan sehingga diperoleh kebenaran yang obyektif. Serta dihasilkannya suatu kesimpulan yang didukung oleh bukti- bukti dan tersusun secara sistematis.
  • 35.
  • 36.
    Fungsi Metode Ilmiah 1)Agar dapat menemukan sesuatu yang belum ada pada sebuah ilmu pengetahuan. 2) Supaya dapat menguji kebenaran suatu ilmu pengetahuan yang telah ada. 3) Supaya dapat mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. 4) Agar dapat mencari ilmu pengetahuan yang dimulai dari penentuan masalah, pengumpulan data yang relevan, analisis data dan interpretasi temuan, diakhiri dengan penarikan kesimpulan 5) Supaya mendapatkan pengetahuan ilmiah (yang rasional, yang teruji) kebenaranya.
  • 37.
    ● Dapat membantumemecahkan permasalahan dengan penalaran dan pembuktian yang memuaskan. ● Dapat menguji ulang hasil penelitian orang lain sehingga diperoleh kebenaran yang objektif. ● Dapat memecahkan dan menemukan jawaban rahasia alam yang sebelumnya sudah menjadi teka-teki. ● Dapat melakukan penelitian dan pengujian kembali hasil dari suatu penelitian tersebut ilmu pengetahuan akan semakin berkembang. ● Dapat menguji kembali kebenaran hasil penelitian orang lain sehingga dicapai sebuah kebenaran yang pasti. Disinilah di perlukan kejujuran dan keterbukaan antar peneliti. Manfaat Metode Ilmiah
  • 38.
  • 39.
    Unsur-unsur Metode Ilmiah 1)Karakterisasi merupakan suatu pengamatan yang dilakukan dengan adanya subjek yang diteliti dengan pengamatan dan pengukuran. 2) Hipotesis merupakan suatu penjelasan teoritis atau dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran. 3) Prediksi merupakan suatu perkiraan suatu tentang sesuatu (deduksi logis dari hipotesis). 4) Eksperimen merupakan suatu hasil uji coba atau pengujian atas semua hal di atas. 5) Evaluasi dan pengulangan merupakan suatu penilaian atas ketepatan hipotesis dan prediksi berdasar hasil yang didapat saat eksperimen, dan pengulangan pada tahap-tahap tertentu apabila tidak didapatkan hasil yang sesuai.
  • 40.
  • 41.
  • 42.

Editor's Notes

  • #34 Cara Menuliskan Penelitian Terapan 1. Mengklarifikasi atau memperjelas fokus penelitian Klarifikasi fokus penelitian anda melibatkan komunikasi dengan klien untuk mengartikulasikan masalah atau peluang penelitian yang dimaksudkan untuk diatasi, apa maksud dan tujuan dari penyelidikan, dan apa kendala di mana Anda akan beroperasi sebagai peneliti. 2. Memindai Informasi yang ada Setelah mengetahui masalah dan tujuan yang diharapkan akan dicapai oleh penelitian, sekarang saatnya untuk tinjauan pendahuluan atas informasi yang ada untuk mengungkap apa yang diketahui tentang kasus ini dan informasi baru apa yang dibutuhkan. Diharapkan untuk belajar sebanyak mungkin tentang masalah dan tujuan penelitian dalam waktu singkat. Ini akan menjadi persiapan yang diperlukan untuk langkah mengembangkan rencana lengkap untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang hilang atau tidak tersedia untuk memenuhi tujuan penelitian Anda. 3. Rencanakan Tugas dan Metode Penelitian Metodologi penelitian adalah rencana tugas penelitian yang menentukan bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan penelitian. Dapat mencakup metode pengambilan sampel, pengumpulan data, dan analisis yang akan Anda gunakan untuk mengumpulkan jenis data apa dan dari sumber mana. 4. Kumpulkan, Analisis, dan Interpretasikan Data Memiliki metodologi terperinci, sekarang saatnya untuk mengolah data secara lebih mendalam. Mengumpulkan dan menganalisis informasi akan membutuhkan kapasitas otak yang luas.   5. Merevisi, Memoles, dan Membagikan Pekerjaan Anda Produk akhir paling umum dari riset terapan adalah presentasi dan laporan lengkap. Oleh sebab itu, Anda perlu mengklarifikasi terlebih dahulu jenis produk akhir apa yang ingin diterima klien Anda sehingga Anda tidak membuang waktu dan tenaga untuk penelitian yang salah
  • #36 CIRI-CIRI METODE ILMIAH Adapun beberapa ciri-ciri metode ilmiah antara lain yakni: 1. Bersifat ilmiah artinya penelitian bersifat rasional, di lakukan melalui prosedur yang sistematis dengan menggunakan fakta yang di peroleh secara valid dan kebenarannya bersifat objektif. 2.Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia. 3.Memberikan kontribusi artinya bahwa penelitian harus mengandung konstribusi atau nilai tambah teknologi yang ada. 4.Analitis artinya bahwa suatu penelitian harus menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah. 5. Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. 6. Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.
  • #37 Cara Menuliskan Penelitian Terapan 1. Mengklarifikasi atau memperjelas fokus penelitian Klarifikasi fokus penelitian anda melibatkan komunikasi dengan klien untuk mengartikulasikan masalah atau peluang penelitian yang dimaksudkan untuk diatasi, apa maksud dan tujuan dari penyelidikan, dan apa kendala di mana Anda akan beroperasi sebagai peneliti. 2. Memindai Informasi yang ada Setelah mengetahui masalah dan tujuan yang diharapkan akan dicapai oleh penelitian, sekarang saatnya untuk tinjauan pendahuluan atas informasi yang ada untuk mengungkap apa yang diketahui tentang kasus ini dan informasi baru apa yang dibutuhkan. Diharapkan untuk belajar sebanyak mungkin tentang masalah dan tujuan penelitian dalam waktu singkat. Ini akan menjadi persiapan yang diperlukan untuk langkah mengembangkan rencana lengkap untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang hilang atau tidak tersedia untuk memenuhi tujuan penelitian Anda. 3. Rencanakan Tugas dan Metode Penelitian Metodologi penelitian adalah rencana tugas penelitian yang menentukan bagaimana Anda akan menjawab pertanyaan penelitian. Dapat mencakup metode pengambilan sampel, pengumpulan data, dan analisis yang akan Anda gunakan untuk mengumpulkan jenis data apa dan dari sumber mana. 4. Kumpulkan, Analisis, dan Interpretasikan Data Memiliki metodologi terperinci, sekarang saatnya untuk mengolah data secara lebih mendalam. Mengumpulkan dan menganalisis informasi akan membutuhkan kapasitas otak yang luas.   5. Merevisi, Memoles, dan Membagikan Pekerjaan Anda Produk akhir paling umum dari riset terapan adalah presentasi dan laporan lengkap. Oleh sebab itu, Anda perlu mengklarifikasi terlebih dahulu jenis produk akhir apa yang ingin diterima klien Anda sehingga Anda tidak membuang waktu dan tenaga untuk penelitian yang salah
  • #39 KARAKTERISTIK METODE ILMIAH Berikut adalah karakteristik metode ilmiah antara lain sebagai berikut: 1. Sistematik sistematik artinya yaitu suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks. 2. Logis Logis artinya yaitu Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika. Prosedur penalaran yang dipakai bias dengan prosedur induktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual (khusus), atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum. 3. Empirik Empirikartinya yaitu suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan empirik ada tiga yaitu : - Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada penggolongan atau perbandingan satu sama lain). - Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu. - Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan,melainkan ada penyebabnya. 4. Replikatif Replikatif artinya yaitu suatu penelitian yang pernah dilakukan harus di uji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variable menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.
  • #41 LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH Berikut adalah langkah-langkah menyusun metode ilmiah diantaranya yakni: 1. Observasi Awal Observasi awal merupakan upaya peneliti dalam mengamati keadaan awal dari objek penelitian. Pada kegiatan ini dilakukan karakterisasi objek dan analisis terhadap sifat-sifatnya. 2. Identifikasi Masalah Identifikasi masalah merupakan suatu proses dalam menemukan permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian. 3. Perumusan hipotesis Perumusan hipotesis merupakan suatu proses membuat rumusan awal yang menjelaskan permasalahan yang ingin diangkat. Hipotesis bersifat sementara karena belum adanya hasil objektif dari eksperimen, oleh karena itu hipotesis tidak bisa dijadikan kesimpulan hasil penelitian ilmiah. 4. Eksperimen Eksperimen merupakan suatu bentuk percobaan-percobaan yang dilakukan untuk menganalisis permasalahan yang ingin diidentifikasi. Eksperimen yang umum dilakukan adalah rekayasa penciptaan ulang permasalahan, dengan kata lain peneliti meniru proses terjadinya permasalahan yang diteliti. Pada eksperimen variabel-variabel yang berpengaruh pada proses fisis dikendalikan sebaik mungkin, sehingga peneliti benar-benar mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh pada hasil eksperimen tersebut. 5. Analisis Hasil Analisis hasil merupakan suatu proses peneliti melakukan analisis terhadap hasil eksperimen. Analisis ini dikembangkan dari rumusan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya, terutama apakah hipotesis yang dibuat dapat menjelaskan fenomena permasalahan yang terjadi atau tidak. Jika terdapat hubungan yang jelas atau kesesuaian antara hasil eksperimen dengan hipotesis, maka hasil analisis dapat dijadikan sebagai dasar penarikan kesimpulan. Jika tidak, maka dilakukan pengulangan langkah-langkah sebelumnya. Pengulangan dapat dilakukan dari tahapan perumusan hipotesis atau dari tahap eksperimen. 6. Penarikan kesimpulan Penarikan kesimpulan merupakan suatu hal yang menjadi penutup dari langkah-langkah penelitian dengan metode ilmiah. Setelah hasil dianalisis dan dihubungkan dengan hipotesis, peneliti dapat menarik kesimpulan yang menjelaskan hubungan-hubungan tersebut dengan singkat. Kesimpulan sejatinya dibuat dengan jelas dan padat, menggambarkan inti dari eksperimen dan tidak keluar dari eksperimen yang dilakukan.
  • #42 KRITERIA METODE ILMIAH Berikut adalah kriteria metode ilmiah antara lain sebagai berikut: 1. Bersifat kritis dan analitis Metode ilmiah berarti peneliti dengan rinci melakukan observasi dan eksperimen untuk mendapatkan hasil yang relevan dan akurat. 2. Bersifat logis Metode ilmiah berarti langkah-langkah yang dilakukan peneliti dapat dijelaskan dengan logis, bukan berdasar firasat atau hal lain yang tidak dapat dijelaskan dengan logika. 3. Bersifat obyektif Hasil-hasil yang didapat harus merupakan hasil yang objektif, artinya hasil itu tidak eksklusif hanya bisa dilakukan oleh peneliti dan bukan merupakan hasil rekayasa. 4. Bersifat empiris Hasil didapatkan dari kejadian nyata yang benar-benar terjadi, bukan karangan atau berbasis hanya dari opini peneliti sendiri atau orang lain. 5. Bersifat konseptual Berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan konsep-konsep suatu fenomena. Penelitian bukan terbatas hanya pada fakta-fakta yang dapat dirasakan atau dilihat secara nyata, tetapi juga penjelasan konsep bagaimana fakta-fakta tersebut terjadi dan kaitan diantaranya.