MEKANISME PASAR EKONOMI ISLAM
 Mekanisme pasar merupakan terbentuknya interaksi antara permintaan dan
penawaran yang hendak memastikan tingkatan harga tertentu
 Mekanisme Pasar Islami mencakup prinsip-prinsip ekonomi Islam
dalam sistem perdagangan dan transaksi.
 Terdapatnya interaksi tersebut akan menyebabkan terbentuknya proses
transfer barang serta jasa yang dipunyai oleh tiap objek ekonomi( konsumen,
produsen, pemerintah). Dengan kata lain, terdapatnya transaksi pertukaran
yang kemudian disebut sebagai perdagangan merupakan salah satu
ketentuan utama dari berjalannya mekanisme pasar.
Pandangan Tokoh-Tokoh ekonomi Islam mengenai Mekanisme Pasar
1. Mekanisme Pasar Menurut Abu Yusuf (731-798 M)
Pokok Pemikiran:
• Abu Yusuf adalah salah satu ulama ekonomi Islam awal yang membahas mekanisme
pasar. Ia menyoroti bagaimana hukum permintaan dan penawaran mempengaruhi
tingkat harga di pasar. Menurutnya, harga tidak hanya ditentukan oleh penawaran,
tetapi juga dipengaruhi oleh permintaan barang di pasar.
• Ia memperkenalkan konsep bahwa harga dapat berubah karena adanya jumlah
uang beredar serta penimbunan barang. Dengan demikian, ia memahami bahwa
fluktuasi harga bisa disebabkan oleh faktor eksternal selain permintaan dan
penawaran biasa.
Contoh:
 Abu Yusuf menjelaskan bahwa kenaikan harga tidak selalu
berkaitan dengan kelangkaan produk, begitu juga sebaliknya.
Bahkan pada saat barang berlimpah, harga tetap bisa tinggi
karena adanya faktor-faktor lain seperti penahanan barang
atau perubahan dalam permintaan.
Kesimpulan Utama:
 Abu Yusuf menegaskan bahwa interaksi antara permintaan dan
penawaran tidaklah sederhana. Banyak variabel lain seperti
kebijakan ekonomi dan kondisi pasar yang turut berperan
dalam pembentukan harga.
2. Evolusi Pasar Menurut Al-Ghazali (1058-1111 M)
Pokok Pemikiran:
 Al-Ghazali mengaitkan semua aktivitas ekonomi dengan moralitas dan akhlak, berdasarkan
prinsip tauhid. Dalam pandangannya, pasar adalah bagian dari tatanan alami kehidupan
manusia yang muncul dari kebutuhan bersama.Ia menguraikan tentang barter dan masalah-
masalah yang muncul darinya, serta mengapa perdagangan menjadi lebih praktis dalam
memenuhi kebutuhan manusia. Al-Ghazali menjelaskan bagaimana pasar muncul secara alami
untuk menyederhanakan pertukaran barang.
Permintaan dan Penawaran:
 Al-Ghazali juga berbicara tentang kurva penawaran dan permintaan. Menurutnya, ketika
permintaan menurun, harga akan turun, dan sebaliknya. Ia memahami elastisitas permintaan—
di mana menurunkan harga bisa meningkatkan volume penjualan, sehingga pada akhirnya
laba meningkat.
Kesimpulan Utama:
Al-Ghazali melihat bahwa pasar adalah sebuah mekanisme alami yang membantu mencocokkan
kebutuhan antara produsen dan konsumen, dengan moralitas sebagai landasannya.
3. Pemikiran Ibnu Taimiyah (1263-1328 M)
Pokok Pemikiran:
•Ibnu Taimiyah adalah seorang pemikir yang sangat menekankan pada keadilan
dalam pasar. Menurutnya, harga tidak selalu ditentukan oleh tindakan sewenang-
wenang pedagang, tetapi lebih merupakan hasil dari interaksi alami antara
permintaan dan penawaran.
•Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga dapat terjadi karena berkurangnya
penawaran akibat ketidakefisienan produksi atau penurunan impor. Sebaliknya,
jika penawaran meningkat dan permintaan menurun, harga akan turun.
Faktor-faktor Lain:
•Ia juga menyoroti peran konsumen dalam membentuk harga dengan permintaan
mereka yang berubah-ubah tergantung pada intensitas kebutuhan.
•Dalam pandangan Ibnu Taimiyah, pasar seharusnya tidak dikendalikan oleh
pemerintah selama pasar berjalan secara normal dan adil. Namun, ia juga
membuka kemungkinan intervensi pemerintah jika ada ketidakadilan dalam pasar.
Kesimpulan Utama:
•Ibnu Taimiyah mendukung keseimbangan alami antara permintaan dan
penawaran dalam pasar, tetapi juga menekankan pentingnya kompetisi yang
sehat dan keadilan.
4. Mekanisme Pasar Menurut Ibnu Khaldun (1332-1383 M)
• Pokok Pemikiran:
• Ibnu Khaldun membagi barang-barang menjadi dua kategori: barang kebutuhan pokok dan barang
mewah. Menurutnya, harga barang kebutuhan pokok cenderung turun jika kota bertambah besar
dan penawaran meningkat. Sebaliknya, harga barang mewah cenderung naik seiring dengan
meningkatnya gaya hidup masyarakat.
• Ia juga menekankan bahwa jarak antar kota dan keamanan perdagangan mempengaruhi
persediaan barang, yang pada gilirannya mempengaruhi harga.
• Kebijakan Pasar:
• Ibnu Khaldun menilai bahwa harga yang muncul di pasar bebas adalah sesuatu yang adil dan tidak
perlu diintervensi oleh pemerintah. Namun, ia mengakui pentingnya faktor-faktor lain yang dapat
memengaruhi harga seperti kelangkaan barang, intensitas permintaan, dan distribusi.
• Kesimpulan Utama:
• Ibnu Khaldun melihat pasar sebagai mekanisme alami yang seharusnya berjalan sendiri tanpa
intervensi. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara permintaan dan
penawaran.
Prinsip-prinsip Mekanisme Pasar dalam Islam:
1. Ar-Ridha (Kerelaan): Transaksi harus dilakukan atas dasar persetujuan antara
penjual dan pembeli.
Pengertian
Ar-Ridha berarti bahwa segala transaksi yang dilakukan dalam pasar Islam harus
didasarkan pada kerelaan kedua belah pihak, yaitu penjual dan pembeli. Dalam Islam,
transaksi tanpa persetujuan atau di bawah tekanan tidak sah.
Aplikasi di Pasar:
Setiap pihak dalam transaksi harus memahami kondisi barang dan harga dengan jelas.
Tidak boleh ada penipuan atau penyembunyian informasi. Jika salah satu pihak
merasa terpaksa atau tertipu, transaksi dianggap tidak sah dalam hukum Islam.
Dalil: Al-Quran menyebutkan dalam Surah An-Nisa' (4:29) bahwa transaksi harus
dilakukan atas dasar suka sama suka: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah
kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan
perdagangan yang berlaku atas dasar kerelaan di antara kalian."
2. Persaingan Sehat (Tanpa Monopoli atau Ihtikar)
Pengertian:
• Mekanisme pasar dalam Islam mendorong adanya persaingan sehat.
Persaingan ini memberikan kebebasan kepada penjual dan pembeli untuk
menetapkan harga dan mempengaruhi permintaan dan penawaran
secara alami, tanpa ada campur tangan yang tidak adil seperti monopoli
atau penimbunan barang (ihtikar).
Monopoli dan Ihtikar:
• Monopoli terjadi ketika satu pihak menguasai suatu barang atau jasa dan
menggunakan kekuasaannya untuk menaikkan harga dengan tidak adil.
Ihtikar, yaitu penimbunan barang dalam rangka menaikkan harga, dilarang
dalam Islam karena merugikan konsumen dan menciptakan ketidakadilan.
Dalil: Hadis Nabi Muhammad SAW melarang praktik ihtikar (penimbunan)
seperti yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim: "Barang siapa yang melakukan
ihtikar (penimbunan barang), maka ia adalah pendosa."
3. Kejujuran (Honesty)
Pengertian:
• Kejujuran merupakan salah satu pilar terpenting dalam transaksi di pasar menurut
Islam. Kejujuran meliputi transparansi dalam penyampaian kondisi barang,
kejujuran dalam memberikan harga yang wajar, serta menghindari segala bentuk
manipulasi yang dapat merugikan salah satu pihak.
Aplikasi di Pasar:
Penjual harus memberitahukan dengan jelas kualitas dan kuantitas barang yang
dijual, termasuk cacat atau kekurangan yang ada pada barang tersebut. Penipuan,
seperti mengurangi timbangan, atau menyembunyikan kekurangan produk, sangat
dilarang.
• Dalil: Rasulullah SAW bersabda: "Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama
dengan para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada di hari kiamat."
(HR. Tirmidzi).
 4. Keterbukaan (Transparency) dan Keadilan (Justice)
Pengertian:
• Keterbukaan dalam perdagangan berarti semua informasi yang berkaitan dengan
transaksi harus disampaikan secara jelas dan transparan, baik oleh penjual maupun
pembeli. Tidak boleh ada informasi yang disembunyikan untuk memanipulasi
transaksi.
Keadilan dalam Transaksi:
• Keadilan dalam pasar Islam menekankan bahwa setiap pihak harus diperlakukan
dengan adil, baik dalam harga, kondisi barang, maupun syarat transaksi. Islam
mengajarkan bahwa tidak boleh ada pihak yang dirugikan atau ditipu dalam
transaksi. Keadilan ini juga mencakup kesetaraan dalam akses informasi di pasar.
Aplikasi di Pasar:
• Misalnya, dalam kasus penetapan harga, penjual harus jujur mengenai biaya
produksi dan memberikan harga yang adil sesuai dengan kualitas barang yang
ditawarkan. Sebaliknya, pembeli juga harus adil dalam membayar harga yang
wajar tanpa menekan penjual untuk menerima harga yang tidak layak.
• Dalil: Dalam Al-Quran, Allah SWT memerintahkan berlaku adil dalam segala hal,
termasuk dalam transaksi bisnis. "Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan
dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut
kesanggupannya..." (QS. Al-An'am: 152).
 5. Larangan Riba dan Gharar
Pengertian:
• Riba adalah tambahan yang tidak sah atau tidak adil dalam transaksi bisnis,
terutama dalam bentuk bunga pinjaman. Gharar adalah ketidakpastian
atau penipuan dalam transaksi, di mana salah satu pihak tidak mengetahui
detail penting tentang objek transaksi.
Aplikasi di Pasar:
• Islam melarang riba karena merugikan pihak yang lebih lemah, seperti
pembeli atau peminjam. Dalam bisnis, Islam juga melarang gharar atau
transaksi yang penuh ketidakpastian, seperti menjual barang yang tidak jelas
atau barang yang belum ada di pasar.
Dalil: "...Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. Al-Baqarah:
275).
Kesimpulan:
 Prinsip-prinsip mekanisme pasar dalam Islam memastikan bahwa
pasar berjalan dengan adil, transparan, dan sesuai dengan nilai-nilai
moral. Transaksi harus didasarkan pada kerelaan, persaingan harus
sehat dan tanpa monopoli, serta harus ada kejujuran dan
keterbukaan antara semua pihak yang terlibat. Semua ini dilakukan
untuk memastikan bahwa pasar tidak hanya menguntungkan satu
pihak, tetapi juga menciptakan keadilan dan keseimbangan bagi
semua orang.
 Prinsip-prinsip ini juga menunjukkan bahwa Islam tidak menolak pasar
bebas, tetapi menekankan adanya moralitas dan keadilan sebagai
fondasi dari setiap transaksi di pasar.
Soal:
1. Jelaskan pengertian pasar menurut perspektif Islam!
2. Bagaimana pandangan Abu Yusuf mengenai mekanisme pasar
dalam Islam?
3. Mengapa Islam melarang intervensi harga dalam pasar yang
normal?
4. Apa saja alasan diperbolehkannya intervensi pemerintah dalam
pasar menurut Ibnu Taimiyah?

Mekanisme Pasar.pptx Mekanisme Pasar.pptx

  • 1.
  • 2.
     Mekanisme pasarmerupakan terbentuknya interaksi antara permintaan dan penawaran yang hendak memastikan tingkatan harga tertentu  Mekanisme Pasar Islami mencakup prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam sistem perdagangan dan transaksi.  Terdapatnya interaksi tersebut akan menyebabkan terbentuknya proses transfer barang serta jasa yang dipunyai oleh tiap objek ekonomi( konsumen, produsen, pemerintah). Dengan kata lain, terdapatnya transaksi pertukaran yang kemudian disebut sebagai perdagangan merupakan salah satu ketentuan utama dari berjalannya mekanisme pasar.
  • 3.
    Pandangan Tokoh-Tokoh ekonomiIslam mengenai Mekanisme Pasar 1. Mekanisme Pasar Menurut Abu Yusuf (731-798 M) Pokok Pemikiran: • Abu Yusuf adalah salah satu ulama ekonomi Islam awal yang membahas mekanisme pasar. Ia menyoroti bagaimana hukum permintaan dan penawaran mempengaruhi tingkat harga di pasar. Menurutnya, harga tidak hanya ditentukan oleh penawaran, tetapi juga dipengaruhi oleh permintaan barang di pasar. • Ia memperkenalkan konsep bahwa harga dapat berubah karena adanya jumlah uang beredar serta penimbunan barang. Dengan demikian, ia memahami bahwa fluktuasi harga bisa disebabkan oleh faktor eksternal selain permintaan dan penawaran biasa.
  • 4.
    Contoh:  Abu Yusufmenjelaskan bahwa kenaikan harga tidak selalu berkaitan dengan kelangkaan produk, begitu juga sebaliknya. Bahkan pada saat barang berlimpah, harga tetap bisa tinggi karena adanya faktor-faktor lain seperti penahanan barang atau perubahan dalam permintaan. Kesimpulan Utama:  Abu Yusuf menegaskan bahwa interaksi antara permintaan dan penawaran tidaklah sederhana. Banyak variabel lain seperti kebijakan ekonomi dan kondisi pasar yang turut berperan dalam pembentukan harga.
  • 5.
    2. Evolusi PasarMenurut Al-Ghazali (1058-1111 M) Pokok Pemikiran:  Al-Ghazali mengaitkan semua aktivitas ekonomi dengan moralitas dan akhlak, berdasarkan prinsip tauhid. Dalam pandangannya, pasar adalah bagian dari tatanan alami kehidupan manusia yang muncul dari kebutuhan bersama.Ia menguraikan tentang barter dan masalah- masalah yang muncul darinya, serta mengapa perdagangan menjadi lebih praktis dalam memenuhi kebutuhan manusia. Al-Ghazali menjelaskan bagaimana pasar muncul secara alami untuk menyederhanakan pertukaran barang. Permintaan dan Penawaran:  Al-Ghazali juga berbicara tentang kurva penawaran dan permintaan. Menurutnya, ketika permintaan menurun, harga akan turun, dan sebaliknya. Ia memahami elastisitas permintaan— di mana menurunkan harga bisa meningkatkan volume penjualan, sehingga pada akhirnya laba meningkat. Kesimpulan Utama: Al-Ghazali melihat bahwa pasar adalah sebuah mekanisme alami yang membantu mencocokkan kebutuhan antara produsen dan konsumen, dengan moralitas sebagai landasannya.
  • 6.
    3. Pemikiran IbnuTaimiyah (1263-1328 M) Pokok Pemikiran: •Ibnu Taimiyah adalah seorang pemikir yang sangat menekankan pada keadilan dalam pasar. Menurutnya, harga tidak selalu ditentukan oleh tindakan sewenang- wenang pedagang, tetapi lebih merupakan hasil dari interaksi alami antara permintaan dan penawaran. •Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga dapat terjadi karena berkurangnya penawaran akibat ketidakefisienan produksi atau penurunan impor. Sebaliknya, jika penawaran meningkat dan permintaan menurun, harga akan turun. Faktor-faktor Lain: •Ia juga menyoroti peran konsumen dalam membentuk harga dengan permintaan mereka yang berubah-ubah tergantung pada intensitas kebutuhan. •Dalam pandangan Ibnu Taimiyah, pasar seharusnya tidak dikendalikan oleh pemerintah selama pasar berjalan secara normal dan adil. Namun, ia juga membuka kemungkinan intervensi pemerintah jika ada ketidakadilan dalam pasar. Kesimpulan Utama: •Ibnu Taimiyah mendukung keseimbangan alami antara permintaan dan penawaran dalam pasar, tetapi juga menekankan pentingnya kompetisi yang sehat dan keadilan.
  • 7.
    4. Mekanisme PasarMenurut Ibnu Khaldun (1332-1383 M) • Pokok Pemikiran: • Ibnu Khaldun membagi barang-barang menjadi dua kategori: barang kebutuhan pokok dan barang mewah. Menurutnya, harga barang kebutuhan pokok cenderung turun jika kota bertambah besar dan penawaran meningkat. Sebaliknya, harga barang mewah cenderung naik seiring dengan meningkatnya gaya hidup masyarakat. • Ia juga menekankan bahwa jarak antar kota dan keamanan perdagangan mempengaruhi persediaan barang, yang pada gilirannya mempengaruhi harga. • Kebijakan Pasar: • Ibnu Khaldun menilai bahwa harga yang muncul di pasar bebas adalah sesuatu yang adil dan tidak perlu diintervensi oleh pemerintah. Namun, ia mengakui pentingnya faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi harga seperti kelangkaan barang, intensitas permintaan, dan distribusi. • Kesimpulan Utama: • Ibnu Khaldun melihat pasar sebagai mekanisme alami yang seharusnya berjalan sendiri tanpa intervensi. Namun, ia juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran.
  • 8.
    Prinsip-prinsip Mekanisme Pasardalam Islam: 1. Ar-Ridha (Kerelaan): Transaksi harus dilakukan atas dasar persetujuan antara penjual dan pembeli. Pengertian Ar-Ridha berarti bahwa segala transaksi yang dilakukan dalam pasar Islam harus didasarkan pada kerelaan kedua belah pihak, yaitu penjual dan pembeli. Dalam Islam, transaksi tanpa persetujuan atau di bawah tekanan tidak sah. Aplikasi di Pasar: Setiap pihak dalam transaksi harus memahami kondisi barang dan harga dengan jelas. Tidak boleh ada penipuan atau penyembunyian informasi. Jika salah satu pihak merasa terpaksa atau tertipu, transaksi dianggap tidak sah dalam hukum Islam. Dalil: Al-Quran menyebutkan dalam Surah An-Nisa' (4:29) bahwa transaksi harus dilakukan atas dasar suka sama suka: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku atas dasar kerelaan di antara kalian."
  • 9.
    2. Persaingan Sehat(Tanpa Monopoli atau Ihtikar) Pengertian: • Mekanisme pasar dalam Islam mendorong adanya persaingan sehat. Persaingan ini memberikan kebebasan kepada penjual dan pembeli untuk menetapkan harga dan mempengaruhi permintaan dan penawaran secara alami, tanpa ada campur tangan yang tidak adil seperti monopoli atau penimbunan barang (ihtikar). Monopoli dan Ihtikar: • Monopoli terjadi ketika satu pihak menguasai suatu barang atau jasa dan menggunakan kekuasaannya untuk menaikkan harga dengan tidak adil. Ihtikar, yaitu penimbunan barang dalam rangka menaikkan harga, dilarang dalam Islam karena merugikan konsumen dan menciptakan ketidakadilan. Dalil: Hadis Nabi Muhammad SAW melarang praktik ihtikar (penimbunan) seperti yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim: "Barang siapa yang melakukan ihtikar (penimbunan barang), maka ia adalah pendosa."
  • 10.
    3. Kejujuran (Honesty) Pengertian: •Kejujuran merupakan salah satu pilar terpenting dalam transaksi di pasar menurut Islam. Kejujuran meliputi transparansi dalam penyampaian kondisi barang, kejujuran dalam memberikan harga yang wajar, serta menghindari segala bentuk manipulasi yang dapat merugikan salah satu pihak. Aplikasi di Pasar: Penjual harus memberitahukan dengan jelas kualitas dan kuantitas barang yang dijual, termasuk cacat atau kekurangan yang ada pada barang tersebut. Penipuan, seperti mengurangi timbangan, atau menyembunyikan kekurangan produk, sangat dilarang. • Dalil: Rasulullah SAW bersabda: "Pedagang yang jujur dan amanah akan bersama dengan para nabi, orang-orang yang benar, dan para syuhada di hari kiamat." (HR. Tirmidzi).
  • 11.
     4. Keterbukaan(Transparency) dan Keadilan (Justice) Pengertian: • Keterbukaan dalam perdagangan berarti semua informasi yang berkaitan dengan transaksi harus disampaikan secara jelas dan transparan, baik oleh penjual maupun pembeli. Tidak boleh ada informasi yang disembunyikan untuk memanipulasi transaksi. Keadilan dalam Transaksi: • Keadilan dalam pasar Islam menekankan bahwa setiap pihak harus diperlakukan dengan adil, baik dalam harga, kondisi barang, maupun syarat transaksi. Islam mengajarkan bahwa tidak boleh ada pihak yang dirugikan atau ditipu dalam transaksi. Keadilan ini juga mencakup kesetaraan dalam akses informasi di pasar. Aplikasi di Pasar: • Misalnya, dalam kasus penetapan harga, penjual harus jujur mengenai biaya produksi dan memberikan harga yang adil sesuai dengan kualitas barang yang ditawarkan. Sebaliknya, pembeli juga harus adil dalam membayar harga yang wajar tanpa menekan penjual untuk menerima harga yang tidak layak. • Dalil: Dalam Al-Quran, Allah SWT memerintahkan berlaku adil dalam segala hal, termasuk dalam transaksi bisnis. "Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya..." (QS. Al-An'am: 152).
  • 12.
     5. LaranganRiba dan Gharar Pengertian: • Riba adalah tambahan yang tidak sah atau tidak adil dalam transaksi bisnis, terutama dalam bentuk bunga pinjaman. Gharar adalah ketidakpastian atau penipuan dalam transaksi, di mana salah satu pihak tidak mengetahui detail penting tentang objek transaksi. Aplikasi di Pasar: • Islam melarang riba karena merugikan pihak yang lebih lemah, seperti pembeli atau peminjam. Dalam bisnis, Islam juga melarang gharar atau transaksi yang penuh ketidakpastian, seperti menjual barang yang tidak jelas atau barang yang belum ada di pasar. Dalil: "...Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba." (QS. Al-Baqarah: 275).
  • 13.
    Kesimpulan:  Prinsip-prinsip mekanismepasar dalam Islam memastikan bahwa pasar berjalan dengan adil, transparan, dan sesuai dengan nilai-nilai moral. Transaksi harus didasarkan pada kerelaan, persaingan harus sehat dan tanpa monopoli, serta harus ada kejujuran dan keterbukaan antara semua pihak yang terlibat. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa pasar tidak hanya menguntungkan satu pihak, tetapi juga menciptakan keadilan dan keseimbangan bagi semua orang.  Prinsip-prinsip ini juga menunjukkan bahwa Islam tidak menolak pasar bebas, tetapi menekankan adanya moralitas dan keadilan sebagai fondasi dari setiap transaksi di pasar.
  • 14.
    Soal: 1. Jelaskan pengertianpasar menurut perspektif Islam! 2. Bagaimana pandangan Abu Yusuf mengenai mekanisme pasar dalam Islam? 3. Mengapa Islam melarang intervensi harga dalam pasar yang normal? 4. Apa saja alasan diperbolehkannya intervensi pemerintah dalam pasar menurut Ibnu Taimiyah?