Media dan Metode Pendidikan
Kesehatan/Promosi Kesehatan
Henrietta Imelda Tondong,
MPH.
Promosi kesehatan pada
hakikatnya adalah suatu kegiatan
atau usaha menyampaikan pesan
kesehatan kepada masyarakat,
kelompok atau individu.
Dengan kata lain dengan adanya
promosi kesehatan diharapkan
dapat membawa akibat terhadap
perubahan perilaku kesehatan dari
sasaran.
P
E
N
G
E
R
T
I
A
N
4 faktor yang
dapat
mempengaruhi
masyarakat
agar merubah
perilakunya:
APA YANG BISA DIINGAT?
 10% dari yang kita baca
 20% dari yang kita dengar
 30% dari yang kita lihat
 50% dari yang kita lihat dan
 dengar
 80% dari yang kita ucapkan
 90% dari yang kita ucapkan dan lakukan
PENYERAPAN MATERI
TUJUAN METODE PROMOSI KESEHATAN
 Untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan ceramah,
kerja kelompok, mass media, seminar, kampanye.
 Menambah pengetahuan
 Menyediakan informasi One-to-one teaching, seminar, media
masa, kampanye, group teaching.
 Self-empowering
 Meningkatkan kesadaran diri, mengambil keputusan Kerja
kelompok, latihan (training), simulasi, metode pemecahan
masalah, peer teaching method.
 Mengubah kebiasaan
 Mengubah gaya hidup individu Kerja kelompok, latihan
keterampilan, training, metode debat.
 Mengubah lingkungan bekerja sama dengan pemerintah untuk
membuat kebijakan berkaitan dengan kesehatan.
MEDIA PROMOSI KESEHATAN
Definisi Media Promosi Kesehatan
 Media asal dari bahasa latin “medius”  arti : tengah,
perantara, atau pengantar.
 Media  perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke
penerima pesan.
 Media / alat peraga dalam promosi kesehatan = alat bantu
promosi kesehatan
 Semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau
informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator
 Media promosi kesehatan  alat-alat merupakan saluran (
channel ) untuk menyampaikan informasi, mempermudah
penerimaan pesn-pesan kesehatan bagi masyarakat atau
pelayan.
MEDIA
 Media atau alat peraga dalam promosi kesehatan
adalah alat bantu untuk promosi kesehatan yang dapat
dilihat, didengar, diraba, dirasa atau dicium, untuk
memperlancar komunikasi dan penyebarluasan
informasi melalui sebuah PESAN.
UNSUR PESAN
Command
attention
Clarify the
message
Create
trust
Communicate
a benefit
Consistency
Cater to
the heart
Call to
action
HIMBAUAN DALAM PESAN
Himbauan
Rasional
Himbauan
Emosional
Himbauan
Ketakutan
Himbauan
Ganjaran
Himbauan
Motivasiona
Tujuan MEDIA PROMOSI KESEHATAN
Dapat
mempermuda
h
penyampaian
komunikasi
Dapat
menghindari
kesalahan
presepsi
Dapat
memperjelas
informasi
Memperlanca
r Komunikasi
Mengurangi
komunikasi
yang
Vurbalistik
Dapat
menampilkan
objek yang
tidak bisa
ditangkap
dengan mata
Dapat
mempermuda
h pengertian
TUJUAN MEDIA
PROMOSI
KESEHATAN
Dapat
mempermudah
penyampaian
komunikasi.
Dapat
memperjelas
informasi.
Dapat
mempermudah
pengertian.
Dapat menghindari
kesalahan
presepsi.
Mengurangi komunikasi
yang vurbalistik
Memperlancar
Komunikasi
Dapat menampilkan
objek yang tidak bisa
ditangkap dengan
mata
Keuntungan Media Promosi Kesehatan
Secara Umum
Dapat menghindari kesalahan
pengertian/pemahaman atau salah tafsir.
Dapat memperjelas apa yang diterangkan dan dapat
lebih mudah ditangkap.
Apa yang diterangkan akan lebih lama diingat,
terutama hal-hal yang mengesankan.
Dapat menarik serta memusatkan perhatian.
Dapat memberi dorongan yang kuat untuk
melakukan apa yang dianjurkan.
Penggolongan Media Promosi Kesehatan
Berdasarkan bentuk umum penggunaannya :
 Bahan bacaan : Modul, buku rujukan/bacaan ,
folder, leaflet, majalah, buletin.
 Bahan peragaan: Poster tunggal, poster seri,
flipchart, tranparan, slide.
Penggolongan Media Promosi Kesehatan
 Berdasarkan cara produksi :
 Media cetak yaitu suatu media statis dan mengutamakan
pesan-pesan fisik, media cetak pada umumnya terdiri dari
gambaran sejumlah kata, gambaran atau foto dalam tata
warna
 Media elektronika , yaitu suatu media bergerak dan
dinamis, dapat dilihat dan didengar dalam menyampaikan
pesannya melalui alat bantu elektronika.
 Media luar ruang yaitu media yang menyampaikan pesannya
diluar ruang secara umum melalui media cetak dan
elektronika secara statis
Leafle
tt
Rubrik
TV
Radio
Filem/Video
Slide
Film Strip
Merancang Pengembangan Media
Promosi Kesehatan
 Langkah – langkah merancang pengembangan media promosi
kesehatan :
 Menetapkan tujuan
Tujuannya adalah suatu pernyataan tentang suatu keadaan yang
akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tertentu
Harus :
1. Realistis, artinya bisa dicapai bukan hanya angan-angan
2. Jelas dan dapat diukur
3. Apa yangakan diukur
4. Siapa sasaran yang akan diukur
5. Seberapa banyak perubahan yang akan diukur
6. Berapa lama dan dimana pengukuran dilakukan
 Menetapkan segmentasi sasaran
• Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok
sasaran yang akan tepat dan dianggap sangat menentukan
keberhasilan promosi kesehatan.
• Tujuannya adalah memberika pelayanan yang sebaik-baiknya dan
memberikan kepuasaan pada asing-masing segmen.
• Sebelum media promosi kesehatan diluncurkan hendaknya perlu
mengumpulkan data sasaran seperti:
1. Data karakteristik perilaku khalayak sasaran
2. Data epidemiologi
3. Data demografi
4. Data geografi
5. Data psikologi
 Mengembangkan positioning pesan :
• Positioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan
suatu produk perusahaan atau pesan dalam alam pikiran mereka
yang dianggap sebagai sasaran atau konsumennya.
• Positioning bukan sesuatu yang anda lakukan terhadap produk tetapi
sesuatu yang anda lakukan terhadap otak calon konsumen atau
khalayak sasaran.
• Hal ini bukan strategi produk tetapi strategi komunikasi.disini
berhubungan dengan bagaimana calon konsumen menempatkan
produkanda didalam otaknya .
• Positioning membentuk citra
Sesuatu citra bisa kaya makna atau sederhana saja. Sebaiknya citra
bisa berubah-ubah dan dinamis. Citra bisa diterima secara homogen
dan sama.
Menentukan positioning
Langkah-langkah yang perlu diakukan adalah;
 Identifikasi para pesaing
 Persepsi konsumen
 Menetukan posisi pesaing
 Menganalisis preferensi khalayak sasaran
 Menentukan posisi merek produk sendiri
1. Analsis ekonomi
2. Komitmen terhadap segmen pasar
3. Jangan mengadakan perubahan yang penting. pertimbangkan simbol-
simbol produk
 Ikuti perkembangan positioning
 Memilih media komunikasi promosi kesehatan
Yang perlu diperhatikan disini adalah :
1. Pemilihan media didasarkan pada selera khalayak
sasaran, bukan pada selera pengelola program
2. Media yang dipilih harus memberikan dampak yang
luas
3. Setiap media akan mempunyai peranan yang berbeda
4. Penggunaan beberpa media secara serempak dan
terpadu akan mengkatkan cakupan, frekuensi dan
efektivitas pesan.
METODE PROMOSI KESEHATAN
Jenis-jenis metode promosi kesehatan
A. Berdasarkan Teknik Komunikasi
 Metode penyuluhan langsung.
Para penyuluh langsung berhadapan atau bertatap muka dengan sasaran.
Contohnya: kunjungan rumah, pertemuan diskusi (FGD), pertemuan di balai desa,
pertemuan di Posyandu.
 Metode yang tidak langsung.
Para penyuluh tidak langsung berhadapan secara tatap muka dengan sasaran,
tetapi ia menyampaikan pesannya dengan perantara (media). Contoh : publikasi
dalam bentuk media cetak, pertunjukan film.
Jenis-jenis metode promosi kesehatan
B. Berdasarkan Indera Penerima
1. Metode MELIHAT/MEMPERHATIKAN.
Dalam hal ini pesan diterima sasaran melalui indera penglihatan,
seperti: Penempelan Poster, Pemasangan Gambar/Photo, Pemasangan
Koran dinding, Pemutaran Film.
2. Metode PENDENGARAN. Dalam hal ini pesan diterima oleh sasaran
melalui indera pendengar, umpamanya : Penyuluhan lewat radio, Pidato,
Ceramah.
3. Metode “KOMBINASI”. Dalam hal ini termasuk : Demonstrasi cara
(dilihat, didengar, dicium, diraba dan dicoba).
Jenis-jenis metode promosi kesehatan
C. Berdasarkan Jumlah Sasaran Yang Dicapai
1. Pendekatan PERORANGAN
Dalam hal ini para penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak
langsung dengan sasaran secara perorangan, antara lain : kunjungan
rumah, hubungan telepon.
2. Pendekatan KELOMPOK
Dalam pendekatan ini petugas promosi berhubungan dengan sekolompok
sasaran.Beberapa metode penyuluhan yang masuk dalam ketegori ini
antara lain : Pertemuan, Demostrasi, Diskusi kelompok, Pertemuan FGD.
3. Pendekatan MASAL
Petugas Promosi Kesehatan menyampaikan pesannya secara sekaligus
kepada sasaran yang jumlahnya banyak. Beberapa metode yang masuk
dalam golongan ini adalah: Pertemuan umum, pertunjukan kesenian,
Penyebaran tulisan/poster/media cetak lainnya, Pemutaran film.
Metode Pendidikan Individual (Perorangan)
Metode yang bersifat individual digunakan untuk membina perilaku baru
atau membina seseorang yang mulai tertarik kepada suatu perubahan
perilaku atau inovasi. Setiap orang memiliki masalah atau alasan yang
berbeda-beda sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut.
Bentuk pendekatannya :
a. Bimbingan dan penyuluhan (Guidence and counceling)
Perubahan perilaku terjadi karena adanya kontak yang intensif antara klien
dengan petugas dan setiap masalahnya dapat diteliti dan dibantu
penyelesainnya.
b. Wawancara (interview)
Untuk mengetahui apakah klien memiliki kesadaran dan pengertian yang
kuat tentang informasi yang diberikan (prubahan perilaku ynag
diharapkan).
Metode Pendidikan Kelompok
a. Kelompok besar
1) Ceramah
Sasaran dapat berpendidikan tinggi maupun rendah. Penceramah harus
menyiapkan dan menguasai materi serta mempersiapkan media. Metode dengan
menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan. Metode ini mudah
dilaksanakan tetapi penerima informasi menjadi pasif dan kegiatan menjadi
membosankan jika terlalu lama.
2) Seminar
Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari suatu ahli atau beberapa ahli
tentang suatu topik yang dianggap penting dan biasanya dianggap hangat di
masyarakat.
b. Kelompok kecil
1) Diskusi kelompok
Metode ini mendorong penerima informasi berpikir kritis, mengekspresikan
pendapatnya secara bebas, menyumbangkan pikirannya untuk memecahkan
masalah bersama, mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif
jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama.
2) Curah pendapat (Brain storming)
Diskusi dimana pada awal diskusi diberi kasus atau pemicu untuk menstimulasi
tanggapan dari peserta.
3) Bola salju (snow balling)
Metode dimana kesepakatan akan di dapat dari pemecahan menjadi kelompok
yang lebih kecil, kemudian bergabung dengan kelompok yang lebih besar.
4) Kelompok-kelompok kecil (Buzz group)
Kelompok dibagi menjadi kelompok kecil untuk mendiskusikan masalah
kemudian kesepakatan di kelompok kecil disampaikan oleh tiap kelompok dan
kemudian di diskusikan untuk diambil kesimpulan.
5) Memainkan peranan (role play)
Dalam metode ini beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peran
tertentu untuk memainkan peranan.
6) Permainan simulasi (simulation game)
Merupakan gabungan antara role play dengan diskusi kelompok.
Metode Pendidikan Massa
Metode ini untuk mengomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang
ditujukan kepada masyarakat. Sasaran pendidikan pada metode ini bersifat
umum tanpa membedakan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status
sosial, ekonomi dan sebagainya, sehingga pesan-pesan kesehatan
dirancang sedemikian rupa agar dapat ditangkap oleh massa tersebut.
Metode ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap
suatu inovasi. Metode ini biasanya bersifat tidak langsung.
a. Ceramah umum (public speaking)
b. Pidato/diskusi
c. Simulasi
d. Menggunakan media televisi
e. Menggunakan media surat kabar
f. Bill board
Metode TerApeutik
(Kunjungan Rumah)
Kunjungan rumah adalah suatu hubungan langsung antara penyuluh
dengan masyarakat sasaran dan keluarganya di rumah ataupun ditempat
biasa mereka berkumpul.
Cara melakukannya dengan memperhatikan hal-hal seperti berikut:
a. Ada maksud dan tujuan tertentu
b. Tepat waktunya dan tidak membuang-buang waktu
c. Rencanakan beberapa kunjungan berurutan untuk menghemat waktu
d. Kunjungi pula sasaran yang jauh dan terpencil
e. Metode ini untuk memperkuat metode-metode lainnya atau bila
metode-metode lainnya tidak mungkin
Kelebihan metode ini adalah:
- Mendapat keterangan langsung perihal masalah-masalah kesehatan
- Membina persahabatan
- Tumbuhnya kepercayaan pada penyuluh bila anjuran-anjurannya diterima
- Menemukan tokoh-tokoh masyarakat yang lebih baik
- Rintangan-rintangan antara penyuluh dengan keluarga sasaran menjadi kurang
- Mencapai juga petani yang terpencil, yang terlewat oleh metode lainnya
- Tingkat pengadopsian terhadap perilaku kesehatan yang baru lebih tinggi
Keterbatasannya adalah:
- Jumlah kunjungan yang mungkin dilakukan adalah terbatas
- Kunjungan-kunjungan yang cocok bagi keluarga sasaran dan penyuluh adalah terbatas
sekali
- Kunjungan yang terlalu sering pada satu keluarga sasaran akan menimbulkan
prasangka pada keluarga lainnya
Media promkes

Media promkes

  • 1.
    Media dan MetodePendidikan Kesehatan/Promosi Kesehatan Henrietta Imelda Tondong, MPH.
  • 2.
    Promosi kesehatan pada hakikatnyaadalah suatu kegiatan atau usaha menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan kata lain dengan adanya promosi kesehatan diharapkan dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku kesehatan dari sasaran. P E N G E R T I A N
  • 3.
  • 4.
    APA YANG BISADIINGAT?  10% dari yang kita baca  20% dari yang kita dengar  30% dari yang kita lihat  50% dari yang kita lihat dan  dengar  80% dari yang kita ucapkan  90% dari yang kita ucapkan dan lakukan
  • 5.
  • 6.
    TUJUAN METODE PROMOSIKESEHATAN  Untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan ceramah, kerja kelompok, mass media, seminar, kampanye.  Menambah pengetahuan  Menyediakan informasi One-to-one teaching, seminar, media masa, kampanye, group teaching.  Self-empowering  Meningkatkan kesadaran diri, mengambil keputusan Kerja kelompok, latihan (training), simulasi, metode pemecahan masalah, peer teaching method.  Mengubah kebiasaan  Mengubah gaya hidup individu Kerja kelompok, latihan keterampilan, training, metode debat.  Mengubah lingkungan bekerja sama dengan pemerintah untuk membuat kebijakan berkaitan dengan kesehatan.
  • 7.
  • 8.
    Definisi Media PromosiKesehatan  Media asal dari bahasa latin “medius”  arti : tengah, perantara, atau pengantar.  Media  perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.  Media / alat peraga dalam promosi kesehatan = alat bantu promosi kesehatan  Semua sarana atau upaya untuk menampilkan pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator  Media promosi kesehatan  alat-alat merupakan saluran ( channel ) untuk menyampaikan informasi, mempermudah penerimaan pesn-pesan kesehatan bagi masyarakat atau pelayan.
  • 9.
    MEDIA  Media ataualat peraga dalam promosi kesehatan adalah alat bantu untuk promosi kesehatan yang dapat dilihat, didengar, diraba, dirasa atau dicium, untuk memperlancar komunikasi dan penyebarluasan informasi melalui sebuah PESAN.
  • 10.
    UNSUR PESAN Command attention Clarify the message Create trust Communicate abenefit Consistency Cater to the heart Call to action
  • 11.
  • 12.
    Tujuan MEDIA PROMOSIKESEHATAN Dapat mempermuda h penyampaian komunikasi Dapat menghindari kesalahan presepsi Dapat memperjelas informasi Memperlanca r Komunikasi Mengurangi komunikasi yang Vurbalistik Dapat menampilkan objek yang tidak bisa ditangkap dengan mata Dapat mempermuda h pengertian
  • 13.
  • 14.
    Keuntungan Media PromosiKesehatan Secara Umum Dapat menghindari kesalahan pengertian/pemahaman atau salah tafsir. Dapat memperjelas apa yang diterangkan dan dapat lebih mudah ditangkap. Apa yang diterangkan akan lebih lama diingat, terutama hal-hal yang mengesankan. Dapat menarik serta memusatkan perhatian. Dapat memberi dorongan yang kuat untuk melakukan apa yang dianjurkan.
  • 15.
    Penggolongan Media PromosiKesehatan Berdasarkan bentuk umum penggunaannya :  Bahan bacaan : Modul, buku rujukan/bacaan , folder, leaflet, majalah, buletin.  Bahan peragaan: Poster tunggal, poster seri, flipchart, tranparan, slide.
  • 16.
    Penggolongan Media PromosiKesehatan  Berdasarkan cara produksi :  Media cetak yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan fisik, media cetak pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata, gambaran atau foto dalam tata warna  Media elektronika , yaitu suatu media bergerak dan dinamis, dapat dilihat dan didengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu elektronika.  Media luar ruang yaitu media yang menyampaikan pesannya diluar ruang secara umum melalui media cetak dan elektronika secara statis
  • 17.
  • 18.
  • 20.
    Merancang Pengembangan Media PromosiKesehatan  Langkah – langkah merancang pengembangan media promosi kesehatan :  Menetapkan tujuan Tujuannya adalah suatu pernyataan tentang suatu keadaan yang akan dicapai melalui pelaksanaan kegiatan tertentu Harus : 1. Realistis, artinya bisa dicapai bukan hanya angan-angan 2. Jelas dan dapat diukur 3. Apa yangakan diukur 4. Siapa sasaran yang akan diukur 5. Seberapa banyak perubahan yang akan diukur 6. Berapa lama dan dimana pengukuran dilakukan
  • 21.
     Menetapkan segmentasisasaran • Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yang akan tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan. • Tujuannya adalah memberika pelayanan yang sebaik-baiknya dan memberikan kepuasaan pada asing-masing segmen. • Sebelum media promosi kesehatan diluncurkan hendaknya perlu mengumpulkan data sasaran seperti: 1. Data karakteristik perilaku khalayak sasaran 2. Data epidemiologi 3. Data demografi 4. Data geografi 5. Data psikologi
  • 22.
     Mengembangkan positioningpesan : • Positioning adalah suatu proses atau upaya untuk menempatkan suatu produk perusahaan atau pesan dalam alam pikiran mereka yang dianggap sebagai sasaran atau konsumennya. • Positioning bukan sesuatu yang anda lakukan terhadap produk tetapi sesuatu yang anda lakukan terhadap otak calon konsumen atau khalayak sasaran. • Hal ini bukan strategi produk tetapi strategi komunikasi.disini berhubungan dengan bagaimana calon konsumen menempatkan produkanda didalam otaknya . • Positioning membentuk citra Sesuatu citra bisa kaya makna atau sederhana saja. Sebaiknya citra bisa berubah-ubah dan dinamis. Citra bisa diterima secara homogen dan sama.
  • 23.
    Menentukan positioning Langkah-langkah yangperlu diakukan adalah;  Identifikasi para pesaing  Persepsi konsumen  Menetukan posisi pesaing  Menganalisis preferensi khalayak sasaran  Menentukan posisi merek produk sendiri 1. Analsis ekonomi 2. Komitmen terhadap segmen pasar 3. Jangan mengadakan perubahan yang penting. pertimbangkan simbol- simbol produk  Ikuti perkembangan positioning
  • 24.
     Memilih mediakomunikasi promosi kesehatan Yang perlu diperhatikan disini adalah : 1. Pemilihan media didasarkan pada selera khalayak sasaran, bukan pada selera pengelola program 2. Media yang dipilih harus memberikan dampak yang luas 3. Setiap media akan mempunyai peranan yang berbeda 4. Penggunaan beberpa media secara serempak dan terpadu akan mengkatkan cakupan, frekuensi dan efektivitas pesan.
  • 25.
  • 26.
    Jenis-jenis metode promosikesehatan A. Berdasarkan Teknik Komunikasi  Metode penyuluhan langsung. Para penyuluh langsung berhadapan atau bertatap muka dengan sasaran. Contohnya: kunjungan rumah, pertemuan diskusi (FGD), pertemuan di balai desa, pertemuan di Posyandu.  Metode yang tidak langsung. Para penyuluh tidak langsung berhadapan secara tatap muka dengan sasaran, tetapi ia menyampaikan pesannya dengan perantara (media). Contoh : publikasi dalam bentuk media cetak, pertunjukan film.
  • 27.
    Jenis-jenis metode promosikesehatan B. Berdasarkan Indera Penerima 1. Metode MELIHAT/MEMPERHATIKAN. Dalam hal ini pesan diterima sasaran melalui indera penglihatan, seperti: Penempelan Poster, Pemasangan Gambar/Photo, Pemasangan Koran dinding, Pemutaran Film. 2. Metode PENDENGARAN. Dalam hal ini pesan diterima oleh sasaran melalui indera pendengar, umpamanya : Penyuluhan lewat radio, Pidato, Ceramah. 3. Metode “KOMBINASI”. Dalam hal ini termasuk : Demonstrasi cara (dilihat, didengar, dicium, diraba dan dicoba).
  • 28.
    Jenis-jenis metode promosikesehatan C. Berdasarkan Jumlah Sasaran Yang Dicapai 1. Pendekatan PERORANGAN Dalam hal ini para penyuluh berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan sasaran secara perorangan, antara lain : kunjungan rumah, hubungan telepon. 2. Pendekatan KELOMPOK Dalam pendekatan ini petugas promosi berhubungan dengan sekolompok sasaran.Beberapa metode penyuluhan yang masuk dalam ketegori ini antara lain : Pertemuan, Demostrasi, Diskusi kelompok, Pertemuan FGD. 3. Pendekatan MASAL Petugas Promosi Kesehatan menyampaikan pesannya secara sekaligus kepada sasaran yang jumlahnya banyak. Beberapa metode yang masuk dalam golongan ini adalah: Pertemuan umum, pertunjukan kesenian, Penyebaran tulisan/poster/media cetak lainnya, Pemutaran film.
  • 29.
    Metode Pendidikan Individual(Perorangan) Metode yang bersifat individual digunakan untuk membina perilaku baru atau membina seseorang yang mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi. Setiap orang memiliki masalah atau alasan yang berbeda-beda sehubungan dengan penerimaan atau perilaku baru tersebut. Bentuk pendekatannya : a. Bimbingan dan penyuluhan (Guidence and counceling) Perubahan perilaku terjadi karena adanya kontak yang intensif antara klien dengan petugas dan setiap masalahnya dapat diteliti dan dibantu penyelesainnya. b. Wawancara (interview) Untuk mengetahui apakah klien memiliki kesadaran dan pengertian yang kuat tentang informasi yang diberikan (prubahan perilaku ynag diharapkan).
  • 30.
    Metode Pendidikan Kelompok a.Kelompok besar 1) Ceramah Sasaran dapat berpendidikan tinggi maupun rendah. Penceramah harus menyiapkan dan menguasai materi serta mempersiapkan media. Metode dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan. Metode ini mudah dilaksanakan tetapi penerima informasi menjadi pasif dan kegiatan menjadi membosankan jika terlalu lama. 2) Seminar Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari suatu ahli atau beberapa ahli tentang suatu topik yang dianggap penting dan biasanya dianggap hangat di masyarakat. b. Kelompok kecil 1) Diskusi kelompok Metode ini mendorong penerima informasi berpikir kritis, mengekspresikan pendapatnya secara bebas, menyumbangkan pikirannya untuk memecahkan masalah bersama, mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama.
  • 31.
    2) Curah pendapat(Brain storming) Diskusi dimana pada awal diskusi diberi kasus atau pemicu untuk menstimulasi tanggapan dari peserta. 3) Bola salju (snow balling) Metode dimana kesepakatan akan di dapat dari pemecahan menjadi kelompok yang lebih kecil, kemudian bergabung dengan kelompok yang lebih besar. 4) Kelompok-kelompok kecil (Buzz group) Kelompok dibagi menjadi kelompok kecil untuk mendiskusikan masalah kemudian kesepakatan di kelompok kecil disampaikan oleh tiap kelompok dan kemudian di diskusikan untuk diambil kesimpulan. 5) Memainkan peranan (role play) Dalam metode ini beberapa anggota kelompok ditunjuk sebagai pemegang peran tertentu untuk memainkan peranan. 6) Permainan simulasi (simulation game) Merupakan gabungan antara role play dengan diskusi kelompok.
  • 32.
    Metode Pendidikan Massa Metodeini untuk mengomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat. Sasaran pendidikan pada metode ini bersifat umum tanpa membedakan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status sosial, ekonomi dan sebagainya, sehingga pesan-pesan kesehatan dirancang sedemikian rupa agar dapat ditangkap oleh massa tersebut. Metode ini bertujuan untuk menggugah kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi. Metode ini biasanya bersifat tidak langsung. a. Ceramah umum (public speaking) b. Pidato/diskusi c. Simulasi d. Menggunakan media televisi e. Menggunakan media surat kabar f. Bill board
  • 33.
    Metode TerApeutik (Kunjungan Rumah) Kunjunganrumah adalah suatu hubungan langsung antara penyuluh dengan masyarakat sasaran dan keluarganya di rumah ataupun ditempat biasa mereka berkumpul. Cara melakukannya dengan memperhatikan hal-hal seperti berikut: a. Ada maksud dan tujuan tertentu b. Tepat waktunya dan tidak membuang-buang waktu c. Rencanakan beberapa kunjungan berurutan untuk menghemat waktu d. Kunjungi pula sasaran yang jauh dan terpencil e. Metode ini untuk memperkuat metode-metode lainnya atau bila metode-metode lainnya tidak mungkin
  • 34.
    Kelebihan metode iniadalah: - Mendapat keterangan langsung perihal masalah-masalah kesehatan - Membina persahabatan - Tumbuhnya kepercayaan pada penyuluh bila anjuran-anjurannya diterima - Menemukan tokoh-tokoh masyarakat yang lebih baik - Rintangan-rintangan antara penyuluh dengan keluarga sasaran menjadi kurang - Mencapai juga petani yang terpencil, yang terlewat oleh metode lainnya - Tingkat pengadopsian terhadap perilaku kesehatan yang baru lebih tinggi Keterbatasannya adalah: - Jumlah kunjungan yang mungkin dilakukan adalah terbatas - Kunjungan-kunjungan yang cocok bagi keluarga sasaran dan penyuluh adalah terbatas sekali - Kunjungan yang terlalu sering pada satu keluarga sasaran akan menimbulkan prasangka pada keluarga lainnya