Lampiran 1. Matriks UKL UPL Pembangunan Perumahan The Airport City Residence
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
I. TAHAP PRA KONSTRUKSI
1) Kegiatan Survey dan Penetapan Lokasi
1. Tata Guna Lahan
Kegiatan
penetapan
batas
perumahan
Tata guna lahan
pada sekitar
kawasan
perumahan
akan tumbuh
pesat dan akan
sulit diatur
karena akan
cendrung
membentuk
kawasan
pemukiman
padat. Dampak
ini bersifat
Negatif.
Perkemba-
ngan
kawasan
perumahan
ini sangat
tergantung
oleh kondisi
kenyaman,
keamanan
dan
ketersediaan
infrastruktur
yang
lengkap.
- Melakukan
fasilitasi
dan
koordinasi
antara
dinas
terkait.
- Melakukan
perencanaa
n penataan
kawasan
secara dini
melalui
instrument
penataan
ruang
kawasan.
pada lokasi
pembangunan
perumahan
The Airport
City
Residence
dilakukan
pada masa
prakonstruksi.
dilakukan
dengan metode
survei dan
Focus Group
Discussion
(FGD) di
Kantor Bupati
Maros dihadiri
para pihak.
Analisis data
dilakukan
secara
deskriptif.
pada lokasi
pembangunan
perumahan
The Airport
City
Residence
Pemantauan
dilakukan 2
kali yaitu
pada saat
sebelum
pembangunan
dan setelah
pembangunan
perumahan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Pertanahan
Kab. Maros,
Dinas Tata
Ruang Kab.
Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Pertanahan
Kab. Maros,
Dinas Tata
Ruang Kab.
1
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
2. Sikap dan Persepsi Masyarakat
Kegiatan survei
lokasi dan
penetapan
batas
Perumahan
Dampak-
dampak yang
biasa timbul
pada kegiatan
survey adalah
terjadinya
harapan
masyarakat
sekitarnya.
Penentuan lahan
yang berdekatan
dengan lokasi
perumahan
akan
menimbulkan
harapan
masyarakat
karena mereka
menganggap
Perumahan THE
AIRPORT CITY
RESIDENCE
akan
meramaikan
lingkungan dan
akan
meningkatkan
pertumbuhan
pembangunan
kawasan.
Dampak ini
bersifat Positif.
Jumlah
masyarakat
lokal yang
berpersepsi
positif
terhadap
kegiatan
survei dan
penetapan
batas
perumahan.
Sosialisasi
yang
dilakukan
oleh instansi
terkait akan
semakin
meningkat-
kan
dukungan
semua pihak
untuk
pembangu-
nan
perumahan
ini.
Memberikan
pengertian
kepada
masyarakat
secara intensif
tentang
manfaat
kegiatan yang
akan
dilakukan dan
melakukan
koordinasi
dengan
instansi-
instansi yang
terkait di
lingkup
Pemerintah
Kabupaten
Maros dan
Kecamatan
Mandai.
pada lokasi
pembangunan
perumahan
The Airport
City
Residence
dilakukan
pada masa
prakonstruksi.
Metode
pemantauan
dilakukan
dengan metode
survei
lapangan dan
Focus Group
Discussion
(FGD) di
Kantor
Kecamatan.
FGD
merupakan
suatu metode
pengumpulan
data untuk
menemukan
sebuah
informasi dari
pendapat
suatu
kelompok atau
masyarakat.
Analisis data
dilakukan
secara
deskriptif
pada lokasi
pembangunan
perumahan
The Airport
City
Residence
Pemantauan
dilakukan pada
saat masa pra
konstruksi.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas Sosial
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas Sosial
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
II. TAHAP KONSTRUKSI
2
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
1) Rekruitmen Tenaga Kerja
1. Kesempatan Kerja
Bersumber dari
kegiatan
rekruitmen dan
mobilisasi
tenaga kerja
untuk
pembangunan
perumahan
penunjang
serta
pembuatan
drainase dan
jalan
Perumahan.
Terbukanya
kesempatan
kerja bagi
penduduk lokal.
Dampak ini
bersifat Positif.
Jumlah
masyarakat
sekitar
kompleks
perumahan
yang dapat
terserap
sebagai
tenaga kerja.
Jumlah
rencana
kebutuhan
tenaga
buruh
bangunan
20 orang,
diprioritaska
n dari
masyarakat
lokal.
Memprioritas-
kan tenaga
kerja yang
berasal dari
masyarakat
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
untuk
dipekerjakan
pada tahap
konstruksi
sesuai dengan
keterampilan
yang dimiliki.
Perbandingan
tenaga kerja
lokal dengan
tenaga kerja
dari luar
setidaknya
95% lokal
dan 5 %
dari luar.
Dilakukan di
daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
pada saat
penerimaan
tenaga kerja.
Metode
pemantauan
dilakukan
dengan metode
survei dan
Focus Group
Discussion
(FGD). Analisis
data dilakukan
secara
deskriptif
dengan
bantuan daftar
tenaga kerja
yang direkrut
terutama
identitas
tenaga kerja.
Dilakukan di
daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
Pemantauan
penerimaan
tenaga kerja
dilakukan pada
saat penerimaan
tenaga kerja.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Tenaga Kerja
dan
Transmigrasi
Kabupaten
Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Tenaga Kerja
dan
Transmigrasi
Kabupaten
Maros,
Pemerintah
3
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Kec. Mandai
2. Peningkatan Pendapatan Masyarakat
Bersumber dari
tenaga kerja
lokal yang
direkrut
sebagai buruh
bangunan akan
memperoleh
pendapatan
melebihi
dengan Upah
Minimum
Propinsi (UMP)
yang berlaku di
Propinsi
Sulawesi
Selatan.
Peningkatan
pendapatan
masyarakat yang
direkrut sebagai
tenaga kerja
pada Perumahan
THE AIRPORT
CITY
RESIDENCE.
Dampak ini
bersifat Positif
Upah tenaga
kerja
melebihi
standar
Upah
Minimum
Propinsi
(UMP) yang
berlaku di
Propinsi
Sulawesi
Selatan.
Menyesuaikan
upah yang
diterima oleh
pekerja sesuai
dengan
standar yang
berlaku dan
disepakati
bersama
sebelum
kegiatan
dilaksanakan
dengan
rencana upah
rata-rata
melebihi upah
UMR Kab.
Maros dan
Kesepakatan
antara
pemrakarsa
dan tenaga
kerja
Dilakukan di
lokasi
Perumahan
The Airport
City
Residence
Dilakukan
selama masa
kerja.
Metode
pemantauan
dilakukan
dengan metode
survei dan
Focus Group
Discussion
(FGD). Analisis
data dilakukan
secara
deskriptif.
Dilakukan di
daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
Pemantauan
dilakukan
pada saat
penerimaan
tenaga kerja.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
2)Pembersihan Lahan
1. Iklim Mikro
Sumber
dampak adalah
merupakan
dampak dari
hilangnya
vegetasi
penutup lahan
lokasi
Perumahan
akibat kegiatan
Jenis dampak
adalah
terjadinya
perubahan iklim
mikro berupa
peningkatan
temperatur,
peningkatan
evaporasi dan
penurunan
Terjadinya
kenaikan
temperatur
dan
evaporasi
serta
penurunan
kelembaban
udara secara
signifikan di
- Pembersihan
lahan
dilakukan
secara spot-
spot,
sehingga
vegetasi
penutup
lahan
dilakukan
Dilakukan di
lokasi
kegiatan
pembangunan
perumahan.
dilakukan
selama masa
pembersihan
lahan.
Metode
pemantauan
dilakukan
dengan
menggunakan
metode survei
lapangan
dengan
pengukuran
temperatur,
Dilakukan di
daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan.
Dilakukan saat
pembersihan
lahan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
4
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
pembersihan
lahan yaitu
perubahan
iklim mikro
menjadi lebih
panas.
kelembaban
udara pada
siang hari di
areal Kompleks
Perumahan.
Dampak ini
bersifat Negatif.
Kompleks
Perumahan.
secara
bertahap.
- Melakukan
penanaman
pohon/
revegetasi
langsung
setelah
pembangu-
nan
perumahan
selesai
dibangun.
- Membuat
Ruang
Terbuka
Hijau
(RTH) 30%
dari luas
kompleks
perumahan.
kelembaban
dan evaporasi.
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
2. Menurunnya Kualitas Udara
Bersumber dari
kegiatan
pembersihan
lahan dengan
melakukan
penimbunan
lokasi
perumahan
dengan
material batu,
tanah dan
pasir.
Kegiatan
penimbunan
lokasi
perumahan
berpotensi
menimbulkan
dampak berupa
peningkatan
partikel debu di
udara terutama
pada musim
kemarau.
Kegiatan ini
menimbulkan
pencemaran
Kondisi saat
ini
menunjuk-
kan bahwa
kadar
kandungan
debu (TSP)
di udara
sekitar
16,67
µg/Nm3
.
Jumlah ini
menunjuk-
kan bahwa
konsentrasi
- Melakukan
penyiraman
di lokasi
tapak proyek
dan jalur
angkutan
material
secara
berkala
untuk
mengurangi
sebaran
debu (sesuai
keperluan)
atau sesuai
Dilakukan di
Kawasan
pemukiman/
perumahan
pada kegiatan
pembangunan
perumahan
The Airport
City
Residence
dilakukan
selama
kegiatan
pengangkutan
material
untuk
penimbunan.
Dilakukan
dengan cara
pengambilan
sampel di
lapangan
menggunakan
gas sampler
kemudian
dianalisa di
laboratorium
dengan
menggunakan
spektrofotomet
er. Analisis
data dilakukan
Lokasi
pemantauan
lingkungan
hidup adalah
daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan.
Upaya
pemantauan
lingkungan
hidup dilakukan
pada saat
pembersihan
lahan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kabupaten
Maros,
Pemerintah
5
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
udara disekitar
lokasi
pembangunan
perumahan.
Dampak ini
bersifat negatif.
debu di
lokasi studi
masih
berada di
bawah baku
mutu
kualitas
udara.
Peningkatan
kadar debu
dari kegiatan
penimbunan
diperkirakan
sekitar 10%
sehingga
kadar debu
dapat
mencapai
18,34
µg/Nm3
.
Peningkatan
kadar debu
tersebut
belum
melewati
baku mutu
udara
ambien
berdasarkan
Peraturan
Gubernur
Sulawesi
Selatan No.
69 Tahun
2010.
kondisi.
- Membersih-
kan ban
kendaraan
truk
pengangkut
material
ketika akan
meninggal-
kan area
proyek
menuju jalan
umum
- Menutupi
bak
kendaraan
pengangkut
material
dengan
terpal untuk
mencegah
sebaran
debu ke
lingkungan
- Kecepatan
kendaraan
proyek
dibatasi
sesuai
kondisi jalan
terutama
pada
pemukiman
yaitu
maksimal 40
km/jam.
secara
deskriptif
dengan
membandingk
an baku mutu
yang
dipersyaratkan
.
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kabupaten
Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
6
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
3. Biota Darat
Sumber
dampak
penting adalah
kegiatan
pembersihan
lahan
menyebabkan
terjadinya
gangguan
kehidupan
biota darat atau
hilangnya
vegetasi
tanaman serta
migrasi fauna
dari habitatnya.
Jenis dampak
lingkungan yang
terjadi yaitu
berkurangnya
keberadaan
vegetasi dan
fauna darat
karena kegiatan
pembersihan
lahan. Dampak
ini bersifat
Negatif
Besaran
dampak
adalah
hilangnya
beberapa
jenis
vegetasi dan
terganggu-
nya habitat
bagi fauna
yang berada
di sekitar
kompleks
Perumahan
pada areal
58.178 M2
dan pada
wilayah
pengemba-
ngannya.
- Pembersihan
lahan
dilakukan
secara per
spot,
sehingga
penimbunan
lahan juga
dilakukan
secara
bertahap
sesuai
dengan
kebutuhan
dan tanpa
pembakaran.
- Menanam
pohon-pohon
sesuai
kondisi
setempat
pada
pinggiran
jalan dalam
lokasi
Pembangu-
nan
Perumahan
The Airport
City
Residence
dan halaman
rumah.
Dilakukan di
lokasi
kegiatan
pembangunan
perumahan
dilakukan
selama masa
pembersihan
dan
penimbunan
lahan.
Memantau
perubahan
struktur dan
komposisi
jenis
tumbuhan
penyusun
vegetasi akibat
kegiatan
pembersihan
lahan.
Lokasi
pemantauan
lingkungan
hidup
dilakukan di
daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
Upaya
pemantauan
lingkungan
hidup setelah
pembersihan
lahan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
4. Menurunnya Infiltrasi Air ke Dalam Tanah
Menurunnya
infiltrasi air ke
Jenis dampak
lingkungan yang
Besaran
dampak
Ruang yang
diperuntukkan
Lokasi
pengelolaan
dilakukan
selama masa
Melakukan
pengamatan
dilakukan
dalam tapak
Dilakukan sejak
bulan pertama
 Pemrakarsa
kegiatan
7
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
dalam tanah
bersumber dari
kegiatan
pengurugan /
pemadatan
tanah.
terjadi yaitu
menurunnya
kemampuan
infiltrasi air
kedalam tanah
yang dapat
mengakibatkan
banjir karena
pengurugan dan
pemadatan
tanah pada
tapak proyek.
Dampak ini
bersifat Negatif
didasarkan
pada
berkurang-
nya
kapasitas
infiltrasi air
ke dalam
tanah dan
tingginya
aliran
permukaan.
sebagai ruang
terbuka tidak
ditutup
dengan
material kedap
air, misalnya
aspal atau
beton.
lingkungan
hidup
dilakukan
dalam tapak
proyek
pembangunan
perumahan
kegiatan
pembersihan
dan
pengurugan
lokasi tapak
proyek.
langsung
dilapangan
mengenai
lahan yang
diurug/
dipadatkan
dan lahan
yang
diperuntukkan
sebagai ruang
terbuka hijau.
Parameter
lingkungan
yang perlu
dipantau
adalah luas
lahan yang
tertutup
material kedap
air dan luas
ruang terbuka
hijau.
proyek yang
akan
dibersihkan
dan diurug.
dimulainya
kegiatan
pengurugan
lokasi tapak
proyek dan
hasilnya
dilaporkan
minimal sekali
setiap 6 bulan.
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Pekerjaan
Umum
Kabupaten
Maros
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Pekerjaan
Umum
Kabupaten
Maros
Pemerintah
Kec. Mandai
3)Pengangkutan Material
1. Kerusakan Badan Jalan
Kendaraan
pengangkut
bahan
bangunan
Jenis dampak
lingkungan yang
terjadi yaitu
rusaknya badan
jalan yang
Besaran
dampak
didasarkan
pada tonase
kendaraan
- Tonase
kendaraan
disesuaikan
dengan kelas
jalan yang
dilakukan
pada ruas
jalan yang
dilewati oleh
kendaraan
dilakukan
pada saat
mulai
pengangkutan
material dan
Teknik
pemantauan
lingkungan
yang
dilakukan
dilakukan
pada ruas
jalan yang
dilewati oleh
kendaraan
Dilakukan
selama kegiatan
pengangkutan
material yaitu
setiap bulan dan
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
8
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
dilalui oleh
kendaraan
pengangkut
material
bangunan ke
lokasi proyek
perumahan.
Dampak ini
bersifat Negatif
yang
melintas,
kelas jalan,
jumlah reet
kendaraan
pengangkut
material dan
bahan
bangunan,
serta
panjang
atau luas
ruas jalan
yang
mengalami
kerusakan.
akan
dilewati.
- Membatasi
kecepatan
kendaraan
pengangkut
material
maksimum
40 km/jam.
- Bekerjasama
Dinas Bina
Marga
Kabupaten
Maros untuk
memperbaiki
jalan yang
rusak yang
dilalui
kendaraan
pengangkut
material.
pengangkut
material.
dilakukan
secara
kontinyu
selama masa
pengangkutan
material.
adalah
melakukan
pengamatan
langsung di
lapangan
sepanjang
jalan yang
dilewati
kendaraan
pengangkut
material.
Parameter
lingkungan
yang dipantau
adalah
panjang atau
luas ruas jalan
yang
mengalami
kerusakan.
pengangkut
material.
hasilnya
dilaporkan
setiap 6 bulan
sekali selama
masa
konstruksi.
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Pekerjaan
Umum
Kabupaten
Maros
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Pekerjaan
Umum
Kabupaten
Maros
Pemerintah
Kec. Mandai
2. Menurunnya Kualitas Udara
Ceceran
material
dan bahan
bangunan
selama
Pengangkutan
khususnya
pasir dan emisi
kendaraan
Jenis dampak
lingkungan yang
terjadi yaitu
menurunnya
kualitas udara
sepanjang jalan
yang dilewati
oleh kendaraan
pengangkut
- Peningkata
n partikel
debu dari
pengangku
tan
material
dan gas
buang
kendaraan
- Membatasi
kecepatan
kendaraan
maksimum
40 km/jam.
- Membatasi
tonase
kendaraan
sesuai daya
Dilakukan
pada ruas
jalan yang
dilewati oleh
kendaraan
pengangkut
material,
dilakukan
pada saat
mulai
pengangku-
tan
material,
dilakukan
Secara
kontinyu
Mengadakan
pengukuran
langsung di
lapangan dan
dianalisis di
laboratorium
Dilakukan
pada
ruas jalan
yang
dilewati oleh
kendaraan
pengangkut
material
Dilakukan pada
saat mulai
pengangkutan
material,
dilakukan
secara
kontinyu selama
masa
pengangkutan
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
9
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
pengangkut
material
material
bangunan.
Dampak ini
bersifat Negatif
- Akumulasi
dari
getaran
mesin akan
mengakibat
kan
kebisingan
melebihi
rona
lingkungan
awal.
tampung
optimal.
- Menutup bak
kendaraan
pengangkut
material
untuk
menghindari
tercecernya
material di
jalanan.
- Menyiram
jalanan yang
akan dilewati
minimal 3
kali sehari
kecuali jika
turun hujan.
selama masa
pengangkutan
material.
material dan
hasilnya
dilaporkan
minimal sekali
setiap 6 bulan
Kab. Maros,
Dinas
Pekerjaan
Umum Kab.
Maros,
Dinas
Perhubunga
n Kab.
Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Pekerjaan
Umum Kab.
Maros,
Dinas
Perhubunga
n Kab.
Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros
Pemerintah
Kec. Mandai.
10
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
3. Menurunnya Kesehatan Masyarakat
Menurunnya
kualitas udara
dan
meningkatnya
bising
Menurunnya
derajat
kesehatan
masyarakat
Jumlah
masyarakat
disepanjang
jalan yang
dilewati
kendaraan
pengangkut
material dan
bahan
bangunan
yang
terganggu
kesehatan-
nya
Teknik
pengelolaan
lingkungan
yang
dilakukan
untuk
meminimalkan
dampak
menurunnya
derajat
kesehatan
masyarakat
khususnya
pada saat jam-
jam istirahat
masyarakat
yaitu dengan
cara tidak
melakukan
aktifitas
pengangkutan
bahan pada
saat jam
istirahat
tersebut agar
meminimalkan
suara bising
yang
ditimbulkan
oleh
kendaraan.
Dilakukan
pada ruas
jalan yang
dilewati
kendaraan
pengangkut
material
Dilakukan
pada saat
mulai
pengangkutan
material,
dilakukan
Secara
kontinyu
selama masa
pengangkutan
material.
Teknik
pemantauan
lingkungan
yang
dilakukan
adalah
melakukan
wawancara
langsung
dengan
masyarakat
sepanjang
jalan yang
dilewati
kendaraan
pengangkut
material
dengan
bantuan daftar
pertanyaan.
Parameter
lingkungan
yang dipantau
adalah jenis
penyakit yang
diderita dan
jumlah
penderita
penyakit
berbasis
lingkungan
hidup.
Dilakukan
Pada ruas
jalan yang
dilewati oleh
kendaraan
pengangkut
material.
Dilakukan setiap
3 bulan sekali
selama
pengangkutan
material dan
hasilnya
dilaporkan
sekali setiap 6
bulan
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
4)Pembangunan Perumahan
1. Meningkatnya Timbulan Sampah
Dampak
terhadap
Jenis dampak
berupa timbulan
Jumlah
sampah
Menyediakan
tempat
Lokasi
pengelolaan
Upaya
pengelolaan
Kegiatan
pemantauan
Dilakukan di
daerah
dilakukan sekali
dalam sebulan.
 Pemrakarsa
kegiatan
11
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
timbulan
sampah
bersumber dari
sisa-sisa bahan
material
bangunan yang
digunakan.
sampah di
sekitar lokasi
kegiatan yang
dapat
mengganggu
kenyamanan
khususnya
esetetika di
sekitar lokasi
kegiatan.
Dampak ini
bersifat negatif.
yang
dihasilkan
setiap hari
selama
kegiatan
pembangu-
nan
Perumahan
THE
AIRPORT
CITY
RESIDENCE
.
penampungan
limbah padat
yang
dihasilkan
dan
pengangkutan
limbah
padat/sampah
dilakukan
seefektif
mungkin
sehingga
sampah yang
diangkut tidak
berceceran di
sekitar lokasi
kegiatan dan
di sepanjang
jalanan yang
dilalui.
lingkungan
hidup di
lokasi
kegiatan
pembangunan
perumahan.
dilakukan
selama
kegiatan
pembangunan
perumahan.
timbulan
sampah yang
dihasilkan
dilakukan
dengan survey
lapangan dan
mengamati
jumlah dan
jenis sampah
yang
dihasilkan
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
terutama di
tempat
penimbunan
sampah.
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
2. Penurunan Kualitas Udara
Kegiatan
mobilisasi alat
berat, dump
truk dan mesin
molen
Jenis dampak
adalah
peningkatan
pencemaran
kualitas udara
berupa
peningkatan
partikel debu
dan paartikel-
partikel dari gas
- Peningka-
tan partikel
debu dari
pengang-
kutan
material
dan gas
buang
kendaraan
- Akumulasi
- Melakukan
penyiraman
di lokasi
tapak proyek
dan jalur
angkutan
material
secara
berkala
untuk
Kawasan
pemukiman/
perumahan
pada kegiatan
pembangunan
perumahan
dilakukan
selama
kegiatan
pengangkutan
material
untuk
pembangunan
perumahan.
Dilakukan
dengan cara
pengambilan
sampel di
lapangan
menggunakan
gas sampler
kemudian
dianalisa di
laboratorium
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan.
dilakukan 3
bulan sekali
selama
pembangunan
perumahan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
12
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
buang
kendaraan serta
peningkatan
kebisingan di
sekitar lokasi
perumahan.
Dampak ini
bersifat Negatif.
dari
getaran
mesin akan
mengakibat
kan
kebisingan
melebihi
rona
lingkungan
awal.
mengurangi
sebaran
debu (sesuai
keperluan)
atau sesuai
kondisi.
- Membersih-
kan ban
kendaraan
truk
pengangkut
material
ketika akan
meninggal-
kan area
proyek
menuju jalan
umum.
- Menutupi
bak
kendaraan
pengangkut
material
dengan
terpal untuk
mencegah
sebaran
debu ke
lingkungan
- Kecepatan
kendaraan
proyek
dibatasi
sesuai
kondisi jalan
terutama
pada
dengan
menggunakan
spektrofoto-
meter. Anali-
sis data
dilakukan
secara
deskriptif
dengan
membanding-
kan baku
mutu yang
dipersyaratkan
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
13
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
pemukiman
yaitu
maksimal 40
km/jam.
- Melakukan
mobilisasi
peralatan
berat melalui
jalan diluar
jam puncak
dan
mengatur
sistem
operasi alat
dan mesin
secara
minimum
sehingga
tidak
menimbul-
kan dampak
bising dan
getaran
besar.
3. Kebisingan
kegiatan
mobilisasi
material dan
alat berat
Kebisingan,
peningkatan
bising yang
bersumber dari
kendaraan
pengangkut
material dan alat
berat. Dampak
ini bersifat
Negatif.
Besaran
dampak
adalah
peningkatan
kebisingan
di sepanjang
jalan
pengangku-
tan material
- Memasang
filter
kebisingan
pada mesin
yang
digunakan
serta
mengatur
kecepatan
kendaraan
- Melakukan
pemeliha-
Lokasi
pengelolaan
di rute
mobilisasi.
dilakukan
selama
kegiatan
mobilisasi
material dan
alat berat.
Dilakukan
dengan cara
Pengukuran
kadar
kebisingan
menggunakan
sound meter.
Analisis data
dilakukan
secara
deskriptif
dengan
Daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan.
dilakukan 3
bulan sekali
selama
pembangunan
perumahan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
14
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
raan
kendaraan
secara
teratur
membanding-
kan baku
mutu yang
dipersyaratkan
.
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
4. Kualitas Air
Bersumber dari
sisa-sisa atau
limbah cair
yang dihasilkan
dari proses
kegiatan
pembangunan
drainase
Perumahan.
Buangan limbah
cair pada aliran
air permukaan
dapat
mengakibatkan
terjadinya
penurunan
kualitas air.
Dampak ini
bersifat negatif.
Nilai
parameter
kualitas air
yang akan
berubah
adalah
kandungan
coliform,
TDS,
padatan
tersuspensi
(TSS),
kekeruhan
air, BOD,
COD, DO,
dan pH
hingga
melebihi
baku mutu
lingkungan
- Dasar
saluran
drainase
segera
dibeton.
- Saluran
drainase
dipinggir
jalan
dibangun
setiap batas
blok
Perumahan
dan pinggir
jalan
Perumahan.
- Pada muara
saluran
drainase
dibuatkan 3
di lokasi
kegiatan
pembangunan
perumahan.
dilakukan
selama
kegiatan
pembangunan
perumahan.
- Pengambilan
sampel air di
lapangan
dengan
mengguna-
kan
Kemmerer
Water
Sampler
- Analisis
sampel di
laboratorium
untuk
parameter
coliform,
TDS, TSS dan
kekeruhan
air dilakukan
dengan
metoda
Daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
Dilakukan setiap
3 bulan sekali
selama
pembangunan
perumahan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
15
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
unit kantong
lumpur
untuk
pengendalian
limbah air
rumah
tangga.
- Limbah Air
rumah
tangga
Perumahan
diolah
minimal
dengan
pemberian
kapur tawas
dan
penjernihan
dengan
metode
penyaringan
dan
pengendapan
sebelum
mengalir ke
badan
sungai.
Turbidimetrik
/Gravimetrik.
- Data yang
diperoleh
dianalisis
secara
deskriptif
dengan
bantuan
tabel dan
hasil analisis
data
dibandingkan
dengan baku
mutu air.
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
5. Gangguan Lalu lintas
Mobilisasi alat –
alat dan
material dapat
mengakibatkan
terjadinya
peningkatan
jumlah lalu
lintas
kendaraan.
Dampak ini
bersifat negatif
karena dapat
mengakibatkan
kemacetan lalu
lintas di sekitar
pembangunan
perumahan yang
merupakan jalan
Dampak ini
akan
mengganggu
kenyamanan
lalu lintas
masyarakat
disekitar
lokasi
pembangu-
- Melakukan
mobilisasi
peralatan di
luar jam
puncak
seperti jam
anak ke
sekolah dan
pulang
Sepanjang
jalan yang
dilalui dalam
mobilisasi
alat dan
mesin dengan
prioritas jalan
poros
Kariango.
dilakukan
selama
mobilasi alat
dan material.
Melakukan
survey
lapangan
dengan
mengamati
kondisi jalan
yang dilalui
selama proses
mobilisasi
Daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
terutama di
jalan poros
Kariango.
dilakukan setiap
3 bulan sekali
selama
pembagunan
perumahan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
16
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
poros Kariango –
Maros.
nan
perumahan
dengan
peningkatan
lalu lintas
harian rata-
rata (LHR).
sekolah/ke
kantor, dan
jam 5 sore
dapat
mengakibat-
kan
kemacetan
disekitar
lokasi
kegiatan
serta dapat
menghindari
ketenangan
masyarakat
setempat.
- Mobilisasi
peralatan
dilakukan
dengan tidak
melebihi
kapasitas
beban
kendaraan
yang
digunakan,
sehingga
jalanan yang
dilewati
khususnya
jalanan yang
masuk ke
lokasi
kegiatan di
rusak.
- Melakukan
perbaikan
jalanan
peralatan. Kab. Maros,
Dinas
Perhubu-
ngan Kab.
Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Perhubu-
ngan Kab.
Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
17
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
khususnya
jalanan
masuk ke
lokasi
kegiatan, jika
terjadi
kerusakan
jalanan yang
dilalui alat
berat.
6. Kecelakaan Kerja
Dampak
terhadap
kesehatan dan
keselamatan
kerja
bersumber dari
kegiatan
pembangunan
yang
dilakukan.
Jenis dampak
terhadap
kesehatan dan
keselamatan
kerja berupa
terjadinya
kecelakaan kerja
yang dialami
oleh tenaga kerja
konstruksi.
Dampak ini
bersifat negatif.
Jumlah
tenaga kerja
yang
mengalami
kecelakaan
kerja selama
kegiatan
pembangu-
nan
Perumahan
THE
AIRPORT
CITY
RESIDENCE
.
Pada saat
kegiatan
berlangsung
hendaknya
tetap
menggunakan
alat K3 untuk
mencegah
terjadinya
kecelakaan
kerja
di lokasi
kegiatan
pembangunan
perumahan
dilakukan
selama
kegiatan
pembangunan
perumahan.
Dengan
melakukan
survey
lapangan
dengan
melakukan
wawancara
dengan
mengajukan
pertanyaan
kepada tenaga
kerja sebagai
responden.
daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
dilakukan setiap
3 bulan sekali
selama
pembangunan
perumahan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
18
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Pemerintah
Kec. Mandai
III. TAHAP OPERASIONAL
1)Penjualan Perumahan
1. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
kegiatan
penjualan
perumahan
berupa pajak
hasil usaha dan
transaksi
perbankan.
Penjualan
perumahan yang
pada umumnya
dilakukan di
perbankan
secara tidak
langsung dapat
meningkatkan
pendapatan Asli
Daerah.
Dampak ini
bersifat positif.
Pajak
penghasilan
dari
penjualan
perumahan
dilakukan
dengan
sesuai
dengan
aturan yang
berlaku di
kabupaten
Maros.
Melaksanakan
aturan-aturan
dan ketentuan
yang berlaku
berkenan
dengan pajak
penghasilan di
Kabupaten
Maros.
di instansi
terkait
perpajakan
dan
perbankan di
Kabupaten
Maros
dilakukan
selama
kegiatan
Pembayaran
perumahan.
Melakukan
survey dengan
pengambilan
data skunder
di instansi
yang
mengeluarkan
izin untuk
operasional
pembangunan
perumahan
THE AIRPORT
CITY
RESIDENCE.
wilayah
pembangunan
perumahan
dilakukan sekali
dalam setahun
selama
pembayaran
masa pelunasan
biaya
perumahan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Pendapatan
Daerah Kab.
Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Pendapatan
Daerah Kab.
Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
2)Penempatan Perumahan
19
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
1.Timbulan Sampah
sisa-sisa
kegiatan rumah
tangga baik
sampah cair
maupun
sampah padat
(kering)
Jenis dampak
berupa timbulan
sampah di
sekitar lokasi
kegiatan yang
dapat
mengganggu
kenyamanan
khususnya
estetika di
sekitar lokasi
kegiatan.
Dampak ini
bersifat negatif
Jumlah
sampah
yang
dihasilkan
setiap hari
dari aktivitas
penghuni
Perumahan
THE
AIRPORT
CITY
RESIDENCE
dengan
asumsi
produksi
sampah
perhari
perumah
sebanyak 10
kg, sehingga
jumlah
sampah
yang
dihasilkan
sebanyak 10
X 301 unit =
3.010 kg.
- Membudaya-
kan
minimalisasi
produksi
sampah,
- Setiap
rumah
tangga
menyediakan
bak sampah
atau kantong
plastik
untuk
mengumpul-
kan sampah
secara
terpisah
antara
sampah
organik dan
anorganik.
- Jenis
sampah
organik
seperti sisa -
sisa
makanan
dapat
dimanfaat-
kan kembali
untuk
makanan
ternak
(reuse),
sedangkan
jenis sampah
di lokasi
kegiatan
pembangunan
perumahan.
dilakukan
selama
kegiatan
penempatan
perumahan.
Metode
pemantauan
dengan
pengecekan
berkala
terhadap
proses
pengelolaan
limbah.
daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
terutama di
tempat
penimbunan
sampah.
dilakukan setiap
6 bulan.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
20
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
plastik,
kertas bekas,
botol, kaleng
dan lainnya
dapat
dipungut
oleh
pemulung
untuk didaur
ulang
(recycle).
- Petugas
pembersihan
dalam
Perumahan
The Airport
City
Residence
atau
pengelola
mengumpul-
kan sampah
dan
mengangkut
ke TPS
(container).
- Jenis-jenis
sampah
organik yang
mudah
membusuk
atau terurai
harus
ditangani
atau
diangkut ke
TPA tidak
21
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
lebih dari 1 x
24 jam
sehingga
tidak
menimbul-
kan bau
busuk atau
dibongkar
oleh
binatang
seperti
kucing dan
anjing.
- Menulis
papan
himbauan/
peringatan
atau slogan
mengenai
kebersihan
dan
keindahan
pada tempat-
tempat yang
mudah
dilihat atau
dibaca serta
menerapkan
sangsi bagi
yang
melanggar
ketentuan
sesuai
prosedur
yang
berlaku.
- Bekerjasama
22
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
dengan
Dinas
Kebersihan
Kabupaten
Maros untuk
mengelola
pengangku-
tan sampah
di lokasi
Perumahan
The Airport
City
Residence.
- Kerjasama
mengelola
sampah
mulai dari
pengumpu-
lan dan
pengangku-
tan sampah
sampai ke
TPA.
2.Penurunan Kualitas Air
Bersumber dari
sisa-sisa atau
limbah cair
yang dihasilkan
dari aktivitas
keseharian
penghuni
perumahan.
Buangan limbah
cair pada aliran
air permukaan
dapat
mengakibatkan
terjadinya
penurunan
kualitas air.
Dampak ini
bersifat negatif
Nilai
parameter
kualitas air
yang akan
berubah
adalah
kandungan
coliform,
TDS,
padatan
tersuspensi
(TSS),
kekeruhan
- Melakukan
upaya
memperbe-
sar rekayasa
infiltrasi
dengan
membuat
lubang-
lubang
resapan air
di masing-
masing
rumah
di lokasi
kegiatan
pembangunan
perumahan
dilakukan
selama
kegiatan
penempatan
perumahan.
Dilakukan
dengan cara
pengukuran
langsung run
off dan debit
banjir.
Lokasi
pemantauan
lingkungan
hidup yaitu
pada drainase
perumahan
dan sumur
penduduk
sekitar
dilakukan sekali
dalam setahun.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
23
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
air, BOD,
COD, DO,
dan pH
hingga
melebihi
baku mutu
lingkungan
- Air limbah
dialirkan
pada sistem
drainase
menuju
pengendapan
dan
peresapan.
- Limbah cair
dari kamar
mandi dan
WC dialirkan
ke tangki
septik yang
kedap air
atau sesuai
standar
baku.
- Model tangki
septik yang
dibuat
adalah
sistem
komunal
yang setiap
unit dapat
melayani
beberapa
rumah
tangga atau
minimal satu
kopel satu
tangki
septik.
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Kesehatan
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
3.Gangguan Lalu lintas
24
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Mobilisasi
masyarakat
yang
menempati
perumahan
THE AIRPORT
CITY
RESIDENCE
Dampak ini
bersifat negatif
karena dapat
mengakibatkan
kemacetan lalu
lintas di sekitar
pembangunan
perumahan yang
merupakan jalan
poros Kariango -
Maros
Dampak ini
akan
mengganggu
kenyamanan
lalu lintas
masyarakat
disekitar
lokasi
pembangu-
nan
perumahan
dengan
peningkatan
lalu lintas
harian rata-
rata (LHR)
- Pada posisi
pertigaan
menuju
perumahan
disarankan
dibangunkan
lampu merah
karena
peningkatan
LHR
- Disarankan
dipasangkan
rambu-
rambu yang
cukup.
dilakukan
sepanjang
jalan poros
Kariango,
Kabupaten
Maros.
dilakukan
selama
kegiatan
penempatan
perumahan.
- Monitoring
intensitas
lalulintas
harian yang
dilakukan
dengan
pengamatan
kendaraan
yang melintas
mulai pukul
07:00 pagi
hari sampai
jam 17:00
petang.
Besarnya
angka
Lalulintas
Harian Rata-
rata (LHR)
ditentukan
dengan
menggunaka
n angka
satuan mobil
penumpang
(SMP). Angka
tersebut
diperoleh
dengan
menjumlahka
n hasil
perkalian
antara
banyaknya
jenis
kendaraan
yang lewat
daerah
sekitar lokasi
pembangunan
perumahan
terutama di
jalan poros
Kariango.
dilakukan sekali
setahun.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Perhubu-
ngan Kab.
Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas
Perhubu-
ngan Kab.
Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
25
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
dengan
angka
konversi yang
ditetapkan
oleh
Direktorat
Jenderal Bina
Marga di
dalam
Peraturan
Perencanaan
Geometrik
Jalan Raya
No. 13/1970.
- Menghitung
volume
lalulintas
harian rata-
rata (V),
kapasitas
jalan (C),
rasio volume
(PHF), serta
kualitas
tingkat
pelayanan
jalan
berdasarkan
PHF.
- Pengumpulan
data
lalulintas
bulanan dan
kecelakaan.
- Analisis
sistem
transportasi
26
Sumber Jenis Dampak
Besaran
dampak
Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi
Pengelola dan
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Ket
Bentuk
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pengelolaan
Lingkungan
Hidup
Bentuk
pemantauan
Lingkungan
Hidup
Lokasi
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
Periode
Pemantauan
Lingkungan
Hidup
yang dilalui
kendaraan
dump truck.
4.Konflik Sosial
Dampak ini
merupakan
dampak
lanjutan akibat
interaksi,
akomodasi dan
komplik sosial
masyarakat
perumahan
dalam berbagai
bentuk aktifitas
sosialnya.
Peningkatan
aktifitas sosial
masyarakat
akan
menimbulkan
berbagai proses
social, transaksi
ekonomi dan
pertukaran
budaya antara
penghuni yang
berbeda latar
belakang budaya
dan suku.
Dampak ini bisa
bersifat Positif
atau Negatif.
Perubahan
proses sosial
sangat
ditentukan
dinamika
dan
perubahan
kondisi
lingkungan
fisik.
- Perkuatan
kelembagaan
sosial
- Perkuatan
aturan sosial
perumahan
- Kontrol
sosial para
pihak
di lokasi
kegiatan
pembangunan
perumahan.
dilakukan
selama
kegiatan
penempatan
perumahan.
- Pemantauan
jumlah
konflik sosial,
keamanan
dan
kenyamanan
dalam
Perumahan.
- Pemantauan
akomodasi,
kerjasama
dan proses
sosial lainnya
Lokasi
pemantauan
lingkungan
hidup adalah
pada wilayah
sekitar
perumahan
yaitu Desa
Tenrigangkae.
dilakukan sekali
dalam setahun.
 Pemrakarsa
kegiatan
 Pengawas:
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas Sosial
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
 Pelaporan
Badan
Lingkungan
Hidup,
Kebersihan
dan
Pertamanan
Kab. Maros,
Dinas Sosial
Kab. Maros,
Pemerintah
Kec. Mandai
27

Matriks ukl upl

  • 1.
    Lampiran 1. MatriksUKL UPL Pembangunan Perumahan The Airport City Residence Sumber Jenis Dampak Besaran dampak Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup I. TAHAP PRA KONSTRUKSI 1) Kegiatan Survey dan Penetapan Lokasi 1. Tata Guna Lahan Kegiatan penetapan batas perumahan Tata guna lahan pada sekitar kawasan perumahan akan tumbuh pesat dan akan sulit diatur karena akan cendrung membentuk kawasan pemukiman padat. Dampak ini bersifat Negatif. Perkemba- ngan kawasan perumahan ini sangat tergantung oleh kondisi kenyaman, keamanan dan ketersediaan infrastruktur yang lengkap. - Melakukan fasilitasi dan koordinasi antara dinas terkait. - Melakukan perencanaa n penataan kawasan secara dini melalui instrument penataan ruang kawasan. pada lokasi pembangunan perumahan The Airport City Residence dilakukan pada masa prakonstruksi. dilakukan dengan metode survei dan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Bupati Maros dihadiri para pihak. Analisis data dilakukan secara deskriptif. pada lokasi pembangunan perumahan The Airport City Residence Pemantauan dilakukan 2 kali yaitu pada saat sebelum pembangunan dan setelah pembangunan perumahan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Pertanahan Kab. Maros, Dinas Tata Ruang Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Pertanahan Kab. Maros, Dinas Tata Ruang Kab. 1
  • 2.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup Maros, Pemerintah Kec. Mandai 2. Sikap dan Persepsi Masyarakat Kegiatan survei lokasi dan penetapan batas Perumahan Dampak- dampak yang biasa timbul pada kegiatan survey adalah terjadinya harapan masyarakat sekitarnya. Penentuan lahan yang berdekatan dengan lokasi perumahan akan menimbulkan harapan masyarakat karena mereka menganggap Perumahan THE AIRPORT CITY RESIDENCE akan meramaikan lingkungan dan akan meningkatkan pertumbuhan pembangunan kawasan. Dampak ini bersifat Positif. Jumlah masyarakat lokal yang berpersepsi positif terhadap kegiatan survei dan penetapan batas perumahan. Sosialisasi yang dilakukan oleh instansi terkait akan semakin meningkat- kan dukungan semua pihak untuk pembangu- nan perumahan ini. Memberikan pengertian kepada masyarakat secara intensif tentang manfaat kegiatan yang akan dilakukan dan melakukan koordinasi dengan instansi- instansi yang terkait di lingkup Pemerintah Kabupaten Maros dan Kecamatan Mandai. pada lokasi pembangunan perumahan The Airport City Residence dilakukan pada masa prakonstruksi. Metode pemantauan dilakukan dengan metode survei lapangan dan Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Kecamatan. FGD merupakan suatu metode pengumpulan data untuk menemukan sebuah informasi dari pendapat suatu kelompok atau masyarakat. Analisis data dilakukan secara deskriptif pada lokasi pembangunan perumahan The Airport City Residence Pemantauan dilakukan pada saat masa pra konstruksi.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Sosial Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Sosial Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai II. TAHAP KONSTRUKSI 2
  • 3.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup 1) Rekruitmen Tenaga Kerja 1. Kesempatan Kerja Bersumber dari kegiatan rekruitmen dan mobilisasi tenaga kerja untuk pembangunan perumahan penunjang serta pembuatan drainase dan jalan Perumahan. Terbukanya kesempatan kerja bagi penduduk lokal. Dampak ini bersifat Positif. Jumlah masyarakat sekitar kompleks perumahan yang dapat terserap sebagai tenaga kerja. Jumlah rencana kebutuhan tenaga buruh bangunan 20 orang, diprioritaska n dari masyarakat lokal. Memprioritas- kan tenaga kerja yang berasal dari masyarakat sekitar lokasi pembangunan perumahan untuk dipekerjakan pada tahap konstruksi sesuai dengan keterampilan yang dimiliki. Perbandingan tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja dari luar setidaknya 95% lokal dan 5 % dari luar. Dilakukan di daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan pada saat penerimaan tenaga kerja. Metode pemantauan dilakukan dengan metode survei dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan bantuan daftar tenaga kerja yang direkrut terutama identitas tenaga kerja. Dilakukan di daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan Pemantauan penerimaan tenaga kerja dilakukan pada saat penerimaan tenaga kerja.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Maros, Pemerintah 3
  • 4.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup Kec. Mandai 2. Peningkatan Pendapatan Masyarakat Bersumber dari tenaga kerja lokal yang direkrut sebagai buruh bangunan akan memperoleh pendapatan melebihi dengan Upah Minimum Propinsi (UMP) yang berlaku di Propinsi Sulawesi Selatan. Peningkatan pendapatan masyarakat yang direkrut sebagai tenaga kerja pada Perumahan THE AIRPORT CITY RESIDENCE. Dampak ini bersifat Positif Upah tenaga kerja melebihi standar Upah Minimum Propinsi (UMP) yang berlaku di Propinsi Sulawesi Selatan. Menyesuaikan upah yang diterima oleh pekerja sesuai dengan standar yang berlaku dan disepakati bersama sebelum kegiatan dilaksanakan dengan rencana upah rata-rata melebihi upah UMR Kab. Maros dan Kesepakatan antara pemrakarsa dan tenaga kerja Dilakukan di lokasi Perumahan The Airport City Residence Dilakukan selama masa kerja. Metode pemantauan dilakukan dengan metode survei dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Dilakukan di daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan Pemantauan dilakukan pada saat penerimaan tenaga kerja.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 2)Pembersihan Lahan 1. Iklim Mikro Sumber dampak adalah merupakan dampak dari hilangnya vegetasi penutup lahan lokasi Perumahan akibat kegiatan Jenis dampak adalah terjadinya perubahan iklim mikro berupa peningkatan temperatur, peningkatan evaporasi dan penurunan Terjadinya kenaikan temperatur dan evaporasi serta penurunan kelembaban udara secara signifikan di - Pembersihan lahan dilakukan secara spot- spot, sehingga vegetasi penutup lahan dilakukan Dilakukan di lokasi kegiatan pembangunan perumahan. dilakukan selama masa pembersihan lahan. Metode pemantauan dilakukan dengan menggunakan metode survei lapangan dengan pengukuran temperatur, Dilakukan di daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan. Dilakukan saat pembersihan lahan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, 4
  • 5.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup pembersihan lahan yaitu perubahan iklim mikro menjadi lebih panas. kelembaban udara pada siang hari di areal Kompleks Perumahan. Dampak ini bersifat Negatif. Kompleks Perumahan. secara bertahap. - Melakukan penanaman pohon/ revegetasi langsung setelah pembangu- nan perumahan selesai dibangun. - Membuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) 30% dari luas kompleks perumahan. kelembaban dan evaporasi. Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 2. Menurunnya Kualitas Udara Bersumber dari kegiatan pembersihan lahan dengan melakukan penimbunan lokasi perumahan dengan material batu, tanah dan pasir. Kegiatan penimbunan lokasi perumahan berpotensi menimbulkan dampak berupa peningkatan partikel debu di udara terutama pada musim kemarau. Kegiatan ini menimbulkan pencemaran Kondisi saat ini menunjuk- kan bahwa kadar kandungan debu (TSP) di udara sekitar 16,67 µg/Nm3 . Jumlah ini menunjuk- kan bahwa konsentrasi - Melakukan penyiraman di lokasi tapak proyek dan jalur angkutan material secara berkala untuk mengurangi sebaran debu (sesuai keperluan) atau sesuai Dilakukan di Kawasan pemukiman/ perumahan pada kegiatan pembangunan perumahan The Airport City Residence dilakukan selama kegiatan pengangkutan material untuk penimbunan. Dilakukan dengan cara pengambilan sampel di lapangan menggunakan gas sampler kemudian dianalisa di laboratorium dengan menggunakan spektrofotomet er. Analisis data dilakukan Lokasi pemantauan lingkungan hidup adalah daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan. Upaya pemantauan lingkungan hidup dilakukan pada saat pembersihan lahan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Pemerintah 5
  • 6.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup udara disekitar lokasi pembangunan perumahan. Dampak ini bersifat negatif. debu di lokasi studi masih berada di bawah baku mutu kualitas udara. Peningkatan kadar debu dari kegiatan penimbunan diperkirakan sekitar 10% sehingga kadar debu dapat mencapai 18,34 µg/Nm3 . Peningkatan kadar debu tersebut belum melewati baku mutu udara ambien berdasarkan Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan No. 69 Tahun 2010. kondisi. - Membersih- kan ban kendaraan truk pengangkut material ketika akan meninggal- kan area proyek menuju jalan umum - Menutupi bak kendaraan pengangkut material dengan terpal untuk mencegah sebaran debu ke lingkungan - Kecepatan kendaraan proyek dibatasi sesuai kondisi jalan terutama pada pemukiman yaitu maksimal 40 km/jam. secara deskriptif dengan membandingk an baku mutu yang dipersyaratkan . Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, Pemerintah Kec. Mandai 6
  • 7.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup 3. Biota Darat Sumber dampak penting adalah kegiatan pembersihan lahan menyebabkan terjadinya gangguan kehidupan biota darat atau hilangnya vegetasi tanaman serta migrasi fauna dari habitatnya. Jenis dampak lingkungan yang terjadi yaitu berkurangnya keberadaan vegetasi dan fauna darat karena kegiatan pembersihan lahan. Dampak ini bersifat Negatif Besaran dampak adalah hilangnya beberapa jenis vegetasi dan terganggu- nya habitat bagi fauna yang berada di sekitar kompleks Perumahan pada areal 58.178 M2 dan pada wilayah pengemba- ngannya. - Pembersihan lahan dilakukan secara per spot, sehingga penimbunan lahan juga dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan tanpa pembakaran. - Menanam pohon-pohon sesuai kondisi setempat pada pinggiran jalan dalam lokasi Pembangu- nan Perumahan The Airport City Residence dan halaman rumah. Dilakukan di lokasi kegiatan pembangunan perumahan dilakukan selama masa pembersihan dan penimbunan lahan. Memantau perubahan struktur dan komposisi jenis tumbuhan penyusun vegetasi akibat kegiatan pembersihan lahan. Lokasi pemantauan lingkungan hidup dilakukan di daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan Upaya pemantauan lingkungan hidup setelah pembersihan lahan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 4. Menurunnya Infiltrasi Air ke Dalam Tanah Menurunnya infiltrasi air ke Jenis dampak lingkungan yang Besaran dampak Ruang yang diperuntukkan Lokasi pengelolaan dilakukan selama masa Melakukan pengamatan dilakukan dalam tapak Dilakukan sejak bulan pertama  Pemrakarsa kegiatan 7
  • 8.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup dalam tanah bersumber dari kegiatan pengurugan / pemadatan tanah. terjadi yaitu menurunnya kemampuan infiltrasi air kedalam tanah yang dapat mengakibatkan banjir karena pengurugan dan pemadatan tanah pada tapak proyek. Dampak ini bersifat Negatif didasarkan pada berkurang- nya kapasitas infiltrasi air ke dalam tanah dan tingginya aliran permukaan. sebagai ruang terbuka tidak ditutup dengan material kedap air, misalnya aspal atau beton. lingkungan hidup dilakukan dalam tapak proyek pembangunan perumahan kegiatan pembersihan dan pengurugan lokasi tapak proyek. langsung dilapangan mengenai lahan yang diurug/ dipadatkan dan lahan yang diperuntukkan sebagai ruang terbuka hijau. Parameter lingkungan yang perlu dipantau adalah luas lahan yang tertutup material kedap air dan luas ruang terbuka hijau. proyek yang akan dibersihkan dan diurug. dimulainya kegiatan pengurugan lokasi tapak proyek dan hasilnya dilaporkan minimal sekali setiap 6 bulan.  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maros Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maros Pemerintah Kec. Mandai 3)Pengangkutan Material 1. Kerusakan Badan Jalan Kendaraan pengangkut bahan bangunan Jenis dampak lingkungan yang terjadi yaitu rusaknya badan jalan yang Besaran dampak didasarkan pada tonase kendaraan - Tonase kendaraan disesuaikan dengan kelas jalan yang dilakukan pada ruas jalan yang dilewati oleh kendaraan dilakukan pada saat mulai pengangkutan material dan Teknik pemantauan lingkungan yang dilakukan dilakukan pada ruas jalan yang dilewati oleh kendaraan Dilakukan selama kegiatan pengangkutan material yaitu setiap bulan dan  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan 8
  • 9.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup dilalui oleh kendaraan pengangkut material bangunan ke lokasi proyek perumahan. Dampak ini bersifat Negatif yang melintas, kelas jalan, jumlah reet kendaraan pengangkut material dan bahan bangunan, serta panjang atau luas ruas jalan yang mengalami kerusakan. akan dilewati. - Membatasi kecepatan kendaraan pengangkut material maksimum 40 km/jam. - Bekerjasama Dinas Bina Marga Kabupaten Maros untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dilalui kendaraan pengangkut material. pengangkut material. dilakukan secara kontinyu selama masa pengangkutan material. adalah melakukan pengamatan langsung di lapangan sepanjang jalan yang dilewati kendaraan pengangkut material. Parameter lingkungan yang dipantau adalah panjang atau luas ruas jalan yang mengalami kerusakan. pengangkut material. hasilnya dilaporkan setiap 6 bulan sekali selama masa konstruksi. Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maros Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Maros Pemerintah Kec. Mandai 2. Menurunnya Kualitas Udara Ceceran material dan bahan bangunan selama Pengangkutan khususnya pasir dan emisi kendaraan Jenis dampak lingkungan yang terjadi yaitu menurunnya kualitas udara sepanjang jalan yang dilewati oleh kendaraan pengangkut - Peningkata n partikel debu dari pengangku tan material dan gas buang kendaraan - Membatasi kecepatan kendaraan maksimum 40 km/jam. - Membatasi tonase kendaraan sesuai daya Dilakukan pada ruas jalan yang dilewati oleh kendaraan pengangkut material, dilakukan pada saat mulai pengangku- tan material, dilakukan Secara kontinyu Mengadakan pengukuran langsung di lapangan dan dianalisis di laboratorium Dilakukan pada ruas jalan yang dilewati oleh kendaraan pengangkut material Dilakukan pada saat mulai pengangkutan material, dilakukan secara kontinyu selama masa pengangkutan  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan 9
  • 10.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup pengangkut material material bangunan. Dampak ini bersifat Negatif - Akumulasi dari getaran mesin akan mengakibat kan kebisingan melebihi rona lingkungan awal. tampung optimal. - Menutup bak kendaraan pengangkut material untuk menghindari tercecernya material di jalanan. - Menyiram jalanan yang akan dilewati minimal 3 kali sehari kecuali jika turun hujan. selama masa pengangkutan material. material dan hasilnya dilaporkan minimal sekali setiap 6 bulan Kab. Maros, Dinas Pekerjaan Umum Kab. Maros, Dinas Perhubunga n Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Pekerjaan Umum Kab. Maros, Dinas Perhubunga n Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros Pemerintah Kec. Mandai. 10
  • 11.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup 3. Menurunnya Kesehatan Masyarakat Menurunnya kualitas udara dan meningkatnya bising Menurunnya derajat kesehatan masyarakat Jumlah masyarakat disepanjang jalan yang dilewati kendaraan pengangkut material dan bahan bangunan yang terganggu kesehatan- nya Teknik pengelolaan lingkungan yang dilakukan untuk meminimalkan dampak menurunnya derajat kesehatan masyarakat khususnya pada saat jam- jam istirahat masyarakat yaitu dengan cara tidak melakukan aktifitas pengangkutan bahan pada saat jam istirahat tersebut agar meminimalkan suara bising yang ditimbulkan oleh kendaraan. Dilakukan pada ruas jalan yang dilewati kendaraan pengangkut material Dilakukan pada saat mulai pengangkutan material, dilakukan Secara kontinyu selama masa pengangkutan material. Teknik pemantauan lingkungan yang dilakukan adalah melakukan wawancara langsung dengan masyarakat sepanjang jalan yang dilewati kendaraan pengangkut material dengan bantuan daftar pertanyaan. Parameter lingkungan yang dipantau adalah jenis penyakit yang diderita dan jumlah penderita penyakit berbasis lingkungan hidup. Dilakukan Pada ruas jalan yang dilewati oleh kendaraan pengangkut material. Dilakukan setiap 3 bulan sekali selama pengangkutan material dan hasilnya dilaporkan sekali setiap 6 bulan  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 4)Pembangunan Perumahan 1. Meningkatnya Timbulan Sampah Dampak terhadap Jenis dampak berupa timbulan Jumlah sampah Menyediakan tempat Lokasi pengelolaan Upaya pengelolaan Kegiatan pemantauan Dilakukan di daerah dilakukan sekali dalam sebulan.  Pemrakarsa kegiatan 11
  • 12.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup timbulan sampah bersumber dari sisa-sisa bahan material bangunan yang digunakan. sampah di sekitar lokasi kegiatan yang dapat mengganggu kenyamanan khususnya esetetika di sekitar lokasi kegiatan. Dampak ini bersifat negatif. yang dihasilkan setiap hari selama kegiatan pembangu- nan Perumahan THE AIRPORT CITY RESIDENCE . penampungan limbah padat yang dihasilkan dan pengangkutan limbah padat/sampah dilakukan seefektif mungkin sehingga sampah yang diangkut tidak berceceran di sekitar lokasi kegiatan dan di sepanjang jalanan yang dilalui. lingkungan hidup di lokasi kegiatan pembangunan perumahan. dilakukan selama kegiatan pembangunan perumahan. timbulan sampah yang dihasilkan dilakukan dengan survey lapangan dan mengamati jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan sekitar lokasi pembangunan perumahan terutama di tempat penimbunan sampah.  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 2. Penurunan Kualitas Udara Kegiatan mobilisasi alat berat, dump truk dan mesin molen Jenis dampak adalah peningkatan pencemaran kualitas udara berupa peningkatan partikel debu dan paartikel- partikel dari gas - Peningka- tan partikel debu dari pengang- kutan material dan gas buang kendaraan - Akumulasi - Melakukan penyiraman di lokasi tapak proyek dan jalur angkutan material secara berkala untuk Kawasan pemukiman/ perumahan pada kegiatan pembangunan perumahan dilakukan selama kegiatan pengangkutan material untuk pembangunan perumahan. Dilakukan dengan cara pengambilan sampel di lapangan menggunakan gas sampler kemudian dianalisa di laboratorium sekitar lokasi pembangunan perumahan. dilakukan 3 bulan sekali selama pembangunan perumahan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, 12
  • 13.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup buang kendaraan serta peningkatan kebisingan di sekitar lokasi perumahan. Dampak ini bersifat Negatif. dari getaran mesin akan mengakibat kan kebisingan melebihi rona lingkungan awal. mengurangi sebaran debu (sesuai keperluan) atau sesuai kondisi. - Membersih- kan ban kendaraan truk pengangkut material ketika akan meninggal- kan area proyek menuju jalan umum. - Menutupi bak kendaraan pengangkut material dengan terpal untuk mencegah sebaran debu ke lingkungan - Kecepatan kendaraan proyek dibatasi sesuai kondisi jalan terutama pada dengan menggunakan spektrofoto- meter. Anali- sis data dilakukan secara deskriptif dengan membanding- kan baku mutu yang dipersyaratkan Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 13
  • 14.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup pemukiman yaitu maksimal 40 km/jam. - Melakukan mobilisasi peralatan berat melalui jalan diluar jam puncak dan mengatur sistem operasi alat dan mesin secara minimum sehingga tidak menimbul- kan dampak bising dan getaran besar. 3. Kebisingan kegiatan mobilisasi material dan alat berat Kebisingan, peningkatan bising yang bersumber dari kendaraan pengangkut material dan alat berat. Dampak ini bersifat Negatif. Besaran dampak adalah peningkatan kebisingan di sepanjang jalan pengangku- tan material - Memasang filter kebisingan pada mesin yang digunakan serta mengatur kecepatan kendaraan - Melakukan pemeliha- Lokasi pengelolaan di rute mobilisasi. dilakukan selama kegiatan mobilisasi material dan alat berat. Dilakukan dengan cara Pengukuran kadar kebisingan menggunakan sound meter. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan Daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan. dilakukan 3 bulan sekali selama pembangunan perumahan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan 14
  • 15.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup raan kendaraan secara teratur membanding- kan baku mutu yang dipersyaratkan . Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 4. Kualitas Air Bersumber dari sisa-sisa atau limbah cair yang dihasilkan dari proses kegiatan pembangunan drainase Perumahan. Buangan limbah cair pada aliran air permukaan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air. Dampak ini bersifat negatif. Nilai parameter kualitas air yang akan berubah adalah kandungan coliform, TDS, padatan tersuspensi (TSS), kekeruhan air, BOD, COD, DO, dan pH hingga melebihi baku mutu lingkungan - Dasar saluran drainase segera dibeton. - Saluran drainase dipinggir jalan dibangun setiap batas blok Perumahan dan pinggir jalan Perumahan. - Pada muara saluran drainase dibuatkan 3 di lokasi kegiatan pembangunan perumahan. dilakukan selama kegiatan pembangunan perumahan. - Pengambilan sampel air di lapangan dengan mengguna- kan Kemmerer Water Sampler - Analisis sampel di laboratorium untuk parameter coliform, TDS, TSS dan kekeruhan air dilakukan dengan metoda Daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan Dilakukan setiap 3 bulan sekali selama pembangunan perumahan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan 15
  • 16.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup unit kantong lumpur untuk pengendalian limbah air rumah tangga. - Limbah Air rumah tangga Perumahan diolah minimal dengan pemberian kapur tawas dan penjernihan dengan metode penyaringan dan pengendapan sebelum mengalir ke badan sungai. Turbidimetrik /Gravimetrik. - Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan bantuan tabel dan hasil analisis data dibandingkan dengan baku mutu air. dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 5. Gangguan Lalu lintas Mobilisasi alat – alat dan material dapat mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah lalu lintas kendaraan. Dampak ini bersifat negatif karena dapat mengakibatkan kemacetan lalu lintas di sekitar pembangunan perumahan yang merupakan jalan Dampak ini akan mengganggu kenyamanan lalu lintas masyarakat disekitar lokasi pembangu- - Melakukan mobilisasi peralatan di luar jam puncak seperti jam anak ke sekolah dan pulang Sepanjang jalan yang dilalui dalam mobilisasi alat dan mesin dengan prioritas jalan poros Kariango. dilakukan selama mobilasi alat dan material. Melakukan survey lapangan dengan mengamati kondisi jalan yang dilalui selama proses mobilisasi Daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan terutama di jalan poros Kariango. dilakukan setiap 3 bulan sekali selama pembagunan perumahan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan 16
  • 17.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup poros Kariango – Maros. nan perumahan dengan peningkatan lalu lintas harian rata- rata (LHR). sekolah/ke kantor, dan jam 5 sore dapat mengakibat- kan kemacetan disekitar lokasi kegiatan serta dapat menghindari ketenangan masyarakat setempat. - Mobilisasi peralatan dilakukan dengan tidak melebihi kapasitas beban kendaraan yang digunakan, sehingga jalanan yang dilewati khususnya jalanan yang masuk ke lokasi kegiatan di rusak. - Melakukan perbaikan jalanan peralatan. Kab. Maros, Dinas Perhubu- ngan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Perhubu- ngan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 17
  • 18.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup khususnya jalanan masuk ke lokasi kegiatan, jika terjadi kerusakan jalanan yang dilalui alat berat. 6. Kecelakaan Kerja Dampak terhadap kesehatan dan keselamatan kerja bersumber dari kegiatan pembangunan yang dilakukan. Jenis dampak terhadap kesehatan dan keselamatan kerja berupa terjadinya kecelakaan kerja yang dialami oleh tenaga kerja konstruksi. Dampak ini bersifat negatif. Jumlah tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja selama kegiatan pembangu- nan Perumahan THE AIRPORT CITY RESIDENCE . Pada saat kegiatan berlangsung hendaknya tetap menggunakan alat K3 untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di lokasi kegiatan pembangunan perumahan dilakukan selama kegiatan pembangunan perumahan. Dengan melakukan survey lapangan dengan melakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan kepada tenaga kerja sebagai responden. daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan dilakukan setiap 3 bulan sekali selama pembangunan perumahan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, 18
  • 19.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup Pemerintah Kec. Mandai III. TAHAP OPERASIONAL 1)Penjualan Perumahan 1. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kegiatan penjualan perumahan berupa pajak hasil usaha dan transaksi perbankan. Penjualan perumahan yang pada umumnya dilakukan di perbankan secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan Asli Daerah. Dampak ini bersifat positif. Pajak penghasilan dari penjualan perumahan dilakukan dengan sesuai dengan aturan yang berlaku di kabupaten Maros. Melaksanakan aturan-aturan dan ketentuan yang berlaku berkenan dengan pajak penghasilan di Kabupaten Maros. di instansi terkait perpajakan dan perbankan di Kabupaten Maros dilakukan selama kegiatan Pembayaran perumahan. Melakukan survey dengan pengambilan data skunder di instansi yang mengeluarkan izin untuk operasional pembangunan perumahan THE AIRPORT CITY RESIDENCE. wilayah pembangunan perumahan dilakukan sekali dalam setahun selama pembayaran masa pelunasan biaya perumahan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Pendapatan Daerah Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Pendapatan Daerah Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 2)Penempatan Perumahan 19
  • 20.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup 1.Timbulan Sampah sisa-sisa kegiatan rumah tangga baik sampah cair maupun sampah padat (kering) Jenis dampak berupa timbulan sampah di sekitar lokasi kegiatan yang dapat mengganggu kenyamanan khususnya estetika di sekitar lokasi kegiatan. Dampak ini bersifat negatif Jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari dari aktivitas penghuni Perumahan THE AIRPORT CITY RESIDENCE dengan asumsi produksi sampah perhari perumah sebanyak 10 kg, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan sebanyak 10 X 301 unit = 3.010 kg. - Membudaya- kan minimalisasi produksi sampah, - Setiap rumah tangga menyediakan bak sampah atau kantong plastik untuk mengumpul- kan sampah secara terpisah antara sampah organik dan anorganik. - Jenis sampah organik seperti sisa - sisa makanan dapat dimanfaat- kan kembali untuk makanan ternak (reuse), sedangkan jenis sampah di lokasi kegiatan pembangunan perumahan. dilakukan selama kegiatan penempatan perumahan. Metode pemantauan dengan pengecekan berkala terhadap proses pengelolaan limbah. daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan terutama di tempat penimbunan sampah. dilakukan setiap 6 bulan.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 20
  • 21.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup plastik, kertas bekas, botol, kaleng dan lainnya dapat dipungut oleh pemulung untuk didaur ulang (recycle). - Petugas pembersihan dalam Perumahan The Airport City Residence atau pengelola mengumpul- kan sampah dan mengangkut ke TPS (container). - Jenis-jenis sampah organik yang mudah membusuk atau terurai harus ditangani atau diangkut ke TPA tidak 21
  • 22.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup lebih dari 1 x 24 jam sehingga tidak menimbul- kan bau busuk atau dibongkar oleh binatang seperti kucing dan anjing. - Menulis papan himbauan/ peringatan atau slogan mengenai kebersihan dan keindahan pada tempat- tempat yang mudah dilihat atau dibaca serta menerapkan sangsi bagi yang melanggar ketentuan sesuai prosedur yang berlaku. - Bekerjasama 22
  • 23.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup dengan Dinas Kebersihan Kabupaten Maros untuk mengelola pengangku- tan sampah di lokasi Perumahan The Airport City Residence. - Kerjasama mengelola sampah mulai dari pengumpu- lan dan pengangku- tan sampah sampai ke TPA. 2.Penurunan Kualitas Air Bersumber dari sisa-sisa atau limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas keseharian penghuni perumahan. Buangan limbah cair pada aliran air permukaan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas air. Dampak ini bersifat negatif Nilai parameter kualitas air yang akan berubah adalah kandungan coliform, TDS, padatan tersuspensi (TSS), kekeruhan - Melakukan upaya memperbe- sar rekayasa infiltrasi dengan membuat lubang- lubang resapan air di masing- masing rumah di lokasi kegiatan pembangunan perumahan dilakukan selama kegiatan penempatan perumahan. Dilakukan dengan cara pengukuran langsung run off dan debit banjir. Lokasi pemantauan lingkungan hidup yaitu pada drainase perumahan dan sumur penduduk sekitar dilakukan sekali dalam setahun.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, 23
  • 24.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup air, BOD, COD, DO, dan pH hingga melebihi baku mutu lingkungan - Air limbah dialirkan pada sistem drainase menuju pengendapan dan peresapan. - Limbah cair dari kamar mandi dan WC dialirkan ke tangki septik yang kedap air atau sesuai standar baku. - Model tangki septik yang dibuat adalah sistem komunal yang setiap unit dapat melayani beberapa rumah tangga atau minimal satu kopel satu tangki septik. Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Kesehatan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 3.Gangguan Lalu lintas 24
  • 25.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup Mobilisasi masyarakat yang menempati perumahan THE AIRPORT CITY RESIDENCE Dampak ini bersifat negatif karena dapat mengakibatkan kemacetan lalu lintas di sekitar pembangunan perumahan yang merupakan jalan poros Kariango - Maros Dampak ini akan mengganggu kenyamanan lalu lintas masyarakat disekitar lokasi pembangu- nan perumahan dengan peningkatan lalu lintas harian rata- rata (LHR) - Pada posisi pertigaan menuju perumahan disarankan dibangunkan lampu merah karena peningkatan LHR - Disarankan dipasangkan rambu- rambu yang cukup. dilakukan sepanjang jalan poros Kariango, Kabupaten Maros. dilakukan selama kegiatan penempatan perumahan. - Monitoring intensitas lalulintas harian yang dilakukan dengan pengamatan kendaraan yang melintas mulai pukul 07:00 pagi hari sampai jam 17:00 petang. Besarnya angka Lalulintas Harian Rata- rata (LHR) ditentukan dengan menggunaka n angka satuan mobil penumpang (SMP). Angka tersebut diperoleh dengan menjumlahka n hasil perkalian antara banyaknya jenis kendaraan yang lewat daerah sekitar lokasi pembangunan perumahan terutama di jalan poros Kariango. dilakukan sekali setahun.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Perhubu- ngan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Perhubu- ngan Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 25
  • 26.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup dengan angka konversi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga di dalam Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya No. 13/1970. - Menghitung volume lalulintas harian rata- rata (V), kapasitas jalan (C), rasio volume (PHF), serta kualitas tingkat pelayanan jalan berdasarkan PHF. - Pengumpulan data lalulintas bulanan dan kecelakaan. - Analisis sistem transportasi 26
  • 27.
    Sumber Jenis Dampak Besaran dampak UpayaPengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelola dan Pemantauan Lingkungan Hidup Ket Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup Lokasi Pengelolaan Lingkungan Hidup Periode Pengelolaan Lingkungan Hidup Bentuk pemantauan Lingkungan Hidup Lokasi Pemantauan Lingkungan Hidup Periode Pemantauan Lingkungan Hidup yang dilalui kendaraan dump truck. 4.Konflik Sosial Dampak ini merupakan dampak lanjutan akibat interaksi, akomodasi dan komplik sosial masyarakat perumahan dalam berbagai bentuk aktifitas sosialnya. Peningkatan aktifitas sosial masyarakat akan menimbulkan berbagai proses social, transaksi ekonomi dan pertukaran budaya antara penghuni yang berbeda latar belakang budaya dan suku. Dampak ini bisa bersifat Positif atau Negatif. Perubahan proses sosial sangat ditentukan dinamika dan perubahan kondisi lingkungan fisik. - Perkuatan kelembagaan sosial - Perkuatan aturan sosial perumahan - Kontrol sosial para pihak di lokasi kegiatan pembangunan perumahan. dilakukan selama kegiatan penempatan perumahan. - Pemantauan jumlah konflik sosial, keamanan dan kenyamanan dalam Perumahan. - Pemantauan akomodasi, kerjasama dan proses sosial lainnya Lokasi pemantauan lingkungan hidup adalah pada wilayah sekitar perumahan yaitu Desa Tenrigangkae. dilakukan sekali dalam setahun.  Pemrakarsa kegiatan  Pengawas: Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Sosial Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai  Pelaporan Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan Kab. Maros, Dinas Sosial Kab. Maros, Pemerintah Kec. Mandai 27