Ketenagakerjaan merupakan aspek penting dalam pembangunan ekonomi karena berkaitan langsung dengan penduduk usia kerja yang terlibat dalam kegiatan produksi barang dan jasa. Ketenagakerjaan mencakup seluruh aktivitas yang berhubungan dengan tenaga kerja, mulai dari angkatan kerja, kesempatan kerja, hingga hubungan antara pekerja dan pemberi kerja. Tingkat penyerapan tenaga kerja menjadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara, karena semakin banyak penduduk yang bekerja, maka semakin tinggi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sistem ketenagakerjaan, sistem upah memiliki peran strategis sebagai bentuk balas jasa yang diterima tenaga kerja atas kontribusinya dalam proses produksi. Upah tidak hanya berfungsi sebagai sumber pendapatan bagi pekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga sebagai instrumen motivasi dan perlindungan kesejahteraan. Sistem upah dapat disesuaikan dengan jam kerja, tingkat keahlian, produktivitas, serta kondisi ekonomi. Penetapan upah yang adil dan layak, seperti upah minimum, bertujuan untuk menjamin kehidupan yang layak bagi pekerja sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan tenaga kerja dan dunia usaha.
Sementara itu, pengangguran merupakan masalah ketenagakerjaan yang muncul ketika sebagian angkatan kerja tidak memperoleh pekerjaan meskipun bersedia dan mampu bekerja. Pengangguran dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain ketidakseimbangan antara jumlah tenaga kerja dan kesempatan kerja, rendahnya kualitas sumber daya manusia, perubahan struktur ekonomi, serta penerapan teknologi yang mengurangi kebutuhan tenaga kerja. Tingginya tingkat pengangguran dapat menimbulkan dampak ekonomi dan sosial, seperti menurunnya pendapatan masyarakat, meningkatnya kemiskinan, dan berkurangnya stabilitas sosial.
Oleh karena itu, keterkaitan antara ketenagakerjaan, sistem upah, dan pengangguran perlu dikelola secara terpadu melalui kebijakan pemerintah, peran dunia usaha, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya seperti penciptaan lapangan kerja, pelatihan keterampilan, serta penetapan sistem upah yang adil dan berkelanjutan diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja secara keseluruhan.