serangkaian keputusan dantindakan yang
diambil oleh pemerintah daerah untuk
mengatur, mengelola, dan mengembangkan
wilayahnya sesuai dengan kewenangan yang
dimiliki, dengan tujuan utama meningkatkan
kesejahteraan rakyat
Kebijakan ini diarahkan untuk mengatasi isu strategis,
memanfaatkan potensi daerah, serta diwujudkan
melalui program dan kegiatan pembangunan yang
sejalan dengan perencanaan nasional, seperti yang
tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah (RKPD). engembangan wilayah
dilakukan untuk mengurangi ketimpangan antara
daerah yang sudah maju dengan daerah yang masih
Apa itu Kebijakan pembangunan
daerah
3.
Transparan: Proses perumusankebijakan dilakukan
secara terbuka dan dapat diakses oleh publik
Prinsip-prinsip penyusunan kebijakan
pembangunan daerah:
Responsif: Kebijakan harus tanggap terhadap
kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Efisien dan Efektif: Menggunakan sumber daya secara
optimal untuk mencapai hasil yang maksimal.
Akuntabel: Pemerintah daerah bertanggung jawab atas
setiap keputusan dan hasil kebijakan yang diambil.
Partisipatif: Melibatkan partisipasi masyarakat dalam
setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan.
Terukur: Kebijakan harus dapat diukur dampaknya
melalui indikator yang jelas.
Berkeadilan: Memastikan manfaat pembangunan dirasakan
secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.
Berwawasan lingkungan dan berkelanjutan: Mempertimbangkan
dampak lingkungan dan memastikan keberlanjutan pembangunan
untuk masa depan.
4.
Pembangunan manusia: Mengurangikemiskinan dan meningkatkan
pelayanan dasar, termasuk pendidikan dan kesehatan.
area prioritas dalam kebijakan pembangunan
daerah:
Pengembangan ekonomi: Pemberdayaan UMKM, pengembangan sektor
pertanian, industri kecil, dan menengah, serta peningkatan efisiensi
perdagangan
Pembangunan infrastruktur: Pengembangan sarana transportasi,
telekomunikasi, informatika, serta infrastruktur dasar lainnya untuk
konektivitas dan akses layanan publik.
Pengembangan wilayah: Pembangunan wilayah perbatasan,
daerah tertinggal, dan pedesaan, serta penataan ruang.
5.
DASAR HUKUM
Undang-Undang
Nomor 25Tahun
2004 tentang Sistem
Perencanaan
Pembangunan
Nasional
Undang-Undang
Nomor 23 Tahun
2014 tentang
Pemerintahan
Daerah:
Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor
86 Tahun 2017
Menjadi landasan hukum
utama yang
mengamanatkan
sinkronisasi perencanaan
pembangunan nasional dan
daerah.
Mengatur pembagian
kewenangan antara
pemerintah pusat dan
daerah serta peran
pemerintah daerah dalam
pembangunan.
Mengatur mekanisme
teknis penyusunan
dokumen perencanaan
pembangunan daerah.
Tujuan Kebijakan
pembangunan desa
Tujuannyaadalah menanggulangi kemiskinan
melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan
sarana dan prasarana, pengembangan ekonomi
lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam secara
berkelanjutan, sesuai dengan amanat Undang-
Undang Nomor 6 Tahun 2014. Kebijakan ini
mencakup reformasi birokrasi, peningkatan
pelayanan publik, pengelolaan keuangan desa yang
transparan, dan pembangunan berbagai
infrastruktur.
8.
1.Pemberdayaan masyarakat: Melibatkanmasyarakat secara aktif dalam perencanaan dan
pelaksanaan pembangunan.
2.Pembangunan infrastruktur: Membangun dan memelihara sarana dan prasarana desa,
seperti jalan, irigasi, dan jembatan untuk meningkatkan kesejahteraan.
3.Pengembangan ekonomi lokal: Meningkatkan potensi ekonomi lokal melalui pengembangan
sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pariwisata.
4.Peningkatan kualitas pelayanan publik: Melaksanakan reformasi birokrasi dengan penataan
struktur yang proporsional, penerapan teknologi informasi, dan peningkatan kinerja.
5.Peningkatan kualitas SDM: Meningkatkan keterampilan dan kapasitas masyarakat, termasuk
dalam pengembangan adat istiadat, sosial budaya, serta kesadaran akan pelestarian
lingkungan.
6.Pengelolaan keuangan yang transparan: Mengelola keuangan desa secara akuntabel dan
profesional, termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
7.Pemanfaatan Dana Desa: Pengelolaan Dana Desa disesuaikan dengan prioritas
pembangunan yang telah ditetapkan dan program pemerintah pusat.
Arah dan contoh kebijakan
9.
PROSES PELAKSANAAN KEBIJAKAN
Dilakukansecara
partisipatif dan
transparan, dengan
data yang akurat dan
terbaru sebagai
dasarnya
Dilaksanakan oleh tim
pelaksana kegiatan
yang dibentuk oleh
kepala desa dan
melibatkan perangkat
desa serta unsur
masyarakat.
Perencanaan Pelaksanaan
Mengedepankan
kebersamaan dan
kegotongroyongan
dalam pengawasan di
setiap tahap.
Pengawasan
10.
Hubungan kebijakan pembangunandaerah dan
desa Hubungan kebijakan pembangunan daerah dan desa bersifat
hierarkis dan sinkron. Kebijakan di tingkat daerah
(kabupaten/provinsi) harus mengacu dan mendukung
pencapaian sasaran pembangunan nasional, sementara
kebijakan pembangunan desa, seperti penyusunan RPJM Desa,
wajib mengacu pada dokumen perencanaan daerah (RPJMD
Kabupaten) agar sejalan dan mencapai tujuan bersama.
Kebijakan ini saling memperkuat, di mana pembangunan desa
bertujuan untuk mengurangi kesenjangan, meningkatkan
kesejahteraan masyarakat perdesaan, dan memperkuat peran
desa sebagai subjek pembangunan, dengan pembiayaan yang
diatur melalui anggaran daerah dan Dana Desa. .
11.
YANG DIMAKSUD DENGANHUBUNGAN HIERARKIS
DAN SINKRON ADALAH.................................
Dari atas ke bawah:
Sasaran pembangunan di tingkat desa harus
mendukung sasaran pembangunan di tingkat
kabupaten dan provinsi, yang pada gilirannya
mendukung sasaran pembangunan nasional.
Contoh Dokumen perencanaan:
Perencanaan pembangunan desa (seperti RPJM Desa)
disusun dengan mengacu pada RPJMD Kabupaten,
memastikan keselarasan arah kebijakan.
12.
Tujuan kebijakan pembangunan
Mengurangikesenjangan:
Kebijakan pembangunan daerah dan desa bertujuan untuk mempersempit kesenjangan antara desa dan
kota, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berbondong-bondong ke kota untuk mencari kesejahteraan.
Meningkatkan kesejahteraan:
Fokus pembangunan di desa adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup
masyarakat perdesaan, mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, penciptaan lapangan kerja
berkualitas, dan peningkatan akses terhadap sumber daya.
Memberdayakan masyarakat desa:
Kebijakan ini bertujuan memberdayakan masyarakat desa sebagai subjek pembangunan melalui penguatan
kelembagaan, modal sosial, dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan.
Memperkuat ketahanan desa:
Membangun ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi desa untuk mendukung ketahanan nasional.
13.
bentuk hubungan kebijakan
daerahdan desa
Pemberdayaan dan partisipasi:
Kebijakan pembangunan dirancang untuk memberdayakan masyarakat desa. Melalui
pengawasan dan pemantauan yang partisipatif oleh masyarakat, hasil dari kegiatan
tersebut dapat menjadi dasar untuk musyawarah dan perencanaan pembangunan
desa selanjutnya, sehingga program lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat
Hierarki dan sinkronisasi:
Kebijakan pembangunan daerah, seperti di tingkat kabupaten, menjadi kerangka
acuan bagi perencanaan pembangunan di tingkat desa. Artinya, sasaran dan program
pembangunan desa harus selaras dan mendukung pencapaian sasaran pembangunan
daerah dan nasional, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Desa
14.
..................Daerah dan Desa
PengembanganBUMDesa:
Kebijakan ini juga fokus pada pembentukan, pengembangan, dan penguatan permodalan BUMDesa
sebagai salah satu strategi untuk menggerakkan ekonomi pedesaan dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Pemanfaatan potensi lokal:
Kebijakan pembangunan daerah mendukung pengembangan potensi desa melalui berbagai program
seperti pembangunan infrastruktur dasar (jalan, irigasi), peningkatan akses layanan (pendidikan,
kesehatan, pasar), dan penguatan kelembagaan seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
Penyesuaian kebijakan:
Kebijakan di tingkat desa (misalnya RPJM Desa) dapat disesuaikan jika ada perubahan mendasar pada
kebijakan daerah atau peristiwa khusus seperti bencana alam atau krisis ekonomi. Penyesuaian ini
harus melalui musyawarah perencanaan pembangunan desa dan ditetapkan melalui peraturan desa.