KORELASI SPEARMAN RHO DAN
PEARSON
Aesthetica Islamy, S.KM, M.P.H.
JENIS HIPOTESIS
PARAMETRIK VS NON PARAMETRIK
ILUSTRASI SKALA DATA
NOMINAL
ORDINAL
INTERVAL
RASIO
SKALA
DATA
NUMERIK
SKALA
DATA
KATEGORIK
KORELASI SPEARMAN
KORELASI RANK SPEARMAN
• Uji non parametrik dari Korelasi Pearson
• Skala data: minimal ordinal dan tdk harus
memenuhi asumsi distribusi normal data
KEGUNAAN RANK SPEARMAN
1. Melihat tingkat kekuatan hubungan
2. Melihat arah hubungan
3. Melihat apakah hubungan tsb sig
KRITERIA TINGKAT KEKUATAN KORELASI
Nilai koefisien korelasi:
• 0,00 – 0,25 : lemah
• 0,26 – 0,50 : cukup
• 0,51 – 0,75 : kuat
• 0,76 – 0,99 : sangat kuat
• 1,00 : sempurna
PENARIKAN KESIMPULAN
• Jk nilai Sig (2-tailed) < 0,05, maka tdpt korelasi
• Jk nilai Sig (2-tailed) > 0,05, maka tdk tdpt
korelasi
CONTOH KASUS
• Apakah ada
hubungan
antara kualitas
produk dgn
tingkat
kepuasan
konsumen?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Entry Data Hasil Coding Ke SPSS
Step 1
Step 2
Step 3
• Centang
spearman
Step 4
Step 5 Output
INTERPRETASI OUTPUT
1. Tdpt tanda ** artinya terdapat korelasi dgn p value
=0,002  Sig (2-tailed) < 0,05 artinya ada hub
antara kualitas produk dgn kepuasan
2. Tingkat Kekuatan Hub: koef korelasi=0,838 artinya
tingkat kekuatan hubungan sebesar 0,838 (sangat
kuat)
3. Arah Hubungan: 0,838 bernilai positif artinya
hubungan searah. Jd jika kualitas produk semakin
meningkat maka kepuasan konsumen semakin
meningkat pula
KORELASI PEARSON
• Kegunaan: mengukur kekuatan dan arah
hubungan linier antara dua variabel
• Catatan:
• Koefisien korelasi hanya mengukur kekuatan
hubungan linier dan tidak pada non linier
• Hubungan linier yg kuat tidak berarti
menunjukkan hubungan kausalitas
ASUMSI KORELASI PEARSON
• Data berpasangan (x, y) berasal dari sampel
acak dan merupakan data kuantitatif  skala
data interval atau rasio
• Data berdistribusi normal
• Catatan: jika skala data adalah ordinal gunakan
SPEARMAN (Dist tdk normal)
OUTPUT
• Koefisien Korelasi / Pearson Correlations
(nilai r) antara -1 s/d +1
Interpretasi:
• >0,5 menunjukkan korelasi yg cukup kuat
• <0,5 menunjukkan korelasi lemah
• Tanda (-) dan (+) menunjukkan arah hubungan
PENARIKAN KESIMPULAN
1. Lihat nilai Sig. (2-tailed), jika p<0,05
menunjukkan ada korelasi/hubungan
2. Lihat nilai r hitung (Pearson Correlations), jika
r hitung>r tabel menunjukkan ada korelasi
3. Lihat tanda bintang (*) di output spss:
• * menunjukkan korelasi pd signifikansi 1%
atau 0,01
• ** menunjukkan korelasi pd signifikansi 5%
Apakah ada hubungan antara Motivasi dan
Minat dgn Prestasi Belajar?
ENTRY DATA
DI SPSS
Step 1
Step 2
Step 3
Step 4Output
r hitung
PENARIKAN KESIMPULAN
(Hub antara Motivasi dgn Prestasi Belajar)
1. Nilai Sig. (2-tailed) antara motivasi dgn prestasi
adalah 0,002<0,05 artinya tdpt korelasi antara
motivasi dgn prestasi
2. Berdasarkan r hitung (Perason Correlation) antara
motivasi dgn prestasi adalah 0,796> r tabel 0,576
artinya ada korelasi antara motivasi dgn prestasi
3. Berdasarkan tanda (*) menunjukkan bahwa nilai
Pearson Correlation mempunyai ** yg berarti tdpt
korelasi dgn taraf sig 5%
PENARIKAN KESIMPULAN
(Hub antara Minat dgn Prestasi Belajar)
 p value=0.000; p value<α artinya: H0 ditolak
berarti ada hubungan antara minat dgn prestasi
 r hitung=0.908; r hitung>r tabel artinya: H0
ditolak berarti ada hub antara minat dgn
prestasi (ada **)
terimakasih

Materi ORELASI SPEARMAN dan PEARSON.pptx

  • 1.
    KORELASI SPEARMAN RHODAN PEARSON Aesthetica Islamy, S.KM, M.P.H.
  • 2.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    KORELASI RANK SPEARMAN •Uji non parametrik dari Korelasi Pearson • Skala data: minimal ordinal dan tdk harus memenuhi asumsi distribusi normal data
  • 7.
    KEGUNAAN RANK SPEARMAN 1.Melihat tingkat kekuatan hubungan 2. Melihat arah hubungan 3. Melihat apakah hubungan tsb sig
  • 8.
    KRITERIA TINGKAT KEKUATANKORELASI Nilai koefisien korelasi: • 0,00 – 0,25 : lemah • 0,26 – 0,50 : cukup • 0,51 – 0,75 : kuat • 0,76 – 0,99 : sangat kuat • 1,00 : sempurna
  • 9.
    PENARIKAN KESIMPULAN • Jknilai Sig (2-tailed) < 0,05, maka tdpt korelasi • Jk nilai Sig (2-tailed) > 0,05, maka tdk tdpt korelasi
  • 10.
    CONTOH KASUS • Apakahada hubungan antara kualitas produk dgn tingkat kepuasan konsumen? 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
  • 11.
    Entry Data HasilCoding Ke SPSS
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
  • 17.
    INTERPRETASI OUTPUT 1. Tdpttanda ** artinya terdapat korelasi dgn p value =0,002  Sig (2-tailed) < 0,05 artinya ada hub antara kualitas produk dgn kepuasan 2. Tingkat Kekuatan Hub: koef korelasi=0,838 artinya tingkat kekuatan hubungan sebesar 0,838 (sangat kuat) 3. Arah Hubungan: 0,838 bernilai positif artinya hubungan searah. Jd jika kualitas produk semakin meningkat maka kepuasan konsumen semakin meningkat pula
  • 18.
    KORELASI PEARSON • Kegunaan:mengukur kekuatan dan arah hubungan linier antara dua variabel • Catatan: • Koefisien korelasi hanya mengukur kekuatan hubungan linier dan tidak pada non linier • Hubungan linier yg kuat tidak berarti menunjukkan hubungan kausalitas
  • 19.
    ASUMSI KORELASI PEARSON •Data berpasangan (x, y) berasal dari sampel acak dan merupakan data kuantitatif  skala data interval atau rasio • Data berdistribusi normal • Catatan: jika skala data adalah ordinal gunakan SPEARMAN (Dist tdk normal)
  • 20.
    OUTPUT • Koefisien Korelasi/ Pearson Correlations (nilai r) antara -1 s/d +1 Interpretasi: • >0,5 menunjukkan korelasi yg cukup kuat • <0,5 menunjukkan korelasi lemah • Tanda (-) dan (+) menunjukkan arah hubungan
  • 21.
    PENARIKAN KESIMPULAN 1. Lihatnilai Sig. (2-tailed), jika p<0,05 menunjukkan ada korelasi/hubungan 2. Lihat nilai r hitung (Pearson Correlations), jika r hitung>r tabel menunjukkan ada korelasi 3. Lihat tanda bintang (*) di output spss: • * menunjukkan korelasi pd signifikansi 1% atau 0,01 • ** menunjukkan korelasi pd signifikansi 5%
  • 22.
    Apakah ada hubunganantara Motivasi dan Minat dgn Prestasi Belajar? ENTRY DATA DI SPSS
  • 23.
  • 24.
  • 25.
  • 26.
  • 27.
    PENARIKAN KESIMPULAN (Hub antaraMotivasi dgn Prestasi Belajar) 1. Nilai Sig. (2-tailed) antara motivasi dgn prestasi adalah 0,002<0,05 artinya tdpt korelasi antara motivasi dgn prestasi 2. Berdasarkan r hitung (Perason Correlation) antara motivasi dgn prestasi adalah 0,796> r tabel 0,576 artinya ada korelasi antara motivasi dgn prestasi 3. Berdasarkan tanda (*) menunjukkan bahwa nilai Pearson Correlation mempunyai ** yg berarti tdpt korelasi dgn taraf sig 5%
  • 28.
    PENARIKAN KESIMPULAN (Hub antaraMinat dgn Prestasi Belajar)  p value=0.000; p value<α artinya: H0 ditolak berarti ada hubungan antara minat dgn prestasi  r hitung=0.908; r hitung>r tabel artinya: H0 ditolak berarti ada hub antara minat dgn prestasi (ada **)
  • 29.

Editor's Notes

  • #17 Jika nilai koef korelasi positif  HUBUNGAN SEARAH  JIKA VARIABEL A NAIK, MAKA VARIABEL B JUGA IKUT NAIK atau JIKA VARIABEL A TURUN, MAKA VARIABEL B JUGA IKUT TURUN  Contoh: kualitas produk naik, maka kepuasan konsumen juga ikut naik ATAU kualitas produk turun, maka kepuasan konsumen juga ikut turun Jika nilai koef korelasi negatif  HUBUNGAN BERLAWANAN ARAH  JIKA VARIABEL A NAIK, MAKA VARIABEL B TURUN atau JIKA VARIABEL A TURUN, MAKA VAIABEL B NAIK  Contoh: kualitas produk naik, maka kepuasan konsumen turun ATAU kualitas produk turun, maka kepuasan konsumn naik͎͎