BAB 2
KERAJINAN TEKSTIL
PRAKARYA
KELAS VII
SMP ADVENT CIMINDI
oleh : Dewi Sulistyarini, S.Pd., MA.Ed.
Tujuan Pembelajaran:
Menunjukkan berbagai produk kerajinan
tekstil, serta display atau kemasannya
berdasarkan karakteristik bentuk, bahan,
alat, teknik, prosedur pembuatan dan cara
pemasarannya berdasarkan potensi
lingkungan/kearifan lokal.
ASESMEN AWAL
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah kalian tahu apa itu kerajinan tekstil?
2 Apakah kalian bisa menunjukkan apa saja
produk tekstil yang kalian
gunakan?
3 Apakah kalian tahu bagaimana proses
pembuatan produk kerajinan
tekstil?
4 Apakah menurut produk kerajinan tekstil bisa
dijadikan peluang
usaha?
Macam-macam Kerajinan Tekstil
1. TAPESTRI
Tapestri adalah suatu teknik dalam kriya
tekstil, cara pembuatannya hampir sama dengan
anyam atau tenun, yaitu susup menyusup atau
silang menyilang antara benang lungsi dan pakan.
Kegiatan menenun sudah ada sejak tahun
500 SM, terutama di daerah Mesopotamia dan
Mesir.
TAPESTRY
Alat dan Bahan
Bahan pembuatan hiasan tapestri:
1. Benang tipis untuk lungsi
2. Benang tebal untuk pakan
Alat Pembuatan Tapestri
• Kayu spanram yang diberi paku untuk benang
lungsi
• Batang kayu
Proses Pembuatan Tapestri
1. Pembuatan lungsi pada pemidangan tenun
2. Memasukkan benang pakan pada lungsi
3. Mengganti warna pakan sesuai dengan motif
yang diinginkan
4. Kunci pada bagian ujung tenunan
PROSES TAPESTRY
2. BATIK
Batik adalah kegiatan menorehkan malam/lilin
pada kain sebagai perintang warna.
Batik digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan
sehari-hari dan kebutuhan ritual budaya. Batik
mempunyai ragam hias yang beraneka rupa.
Ragam hias tersebut merupakan elspresi keadaan
diri dan lingkungan penciptanya. Bisa dengan
motif flora, fauna atau manusia.
CONTOH BATIK
Jenis Motif Batik
1. Batik Pedalaman (Klasik)
Biasa dipakai oleh kalangan raja-raja dan orang-orang keraton.
Ragam hias pada batik ini memiliki makna simbolik dengan nuansa
kontemplatif, tertib, simetris, bertata warna terbatas seperti hitam,
biru tua (wedel), dan coklat (soga).
2. Batik Pesisir
Batik ini berkembang di masyarakat yang tinggal di luar
benteng keraton. Ragam hias yang diciptakan cenderung bebas,
spontan dan kasar karena tidak terikat dengan aturan. Warna yang
digunakan pun mengikuti masyarakat luas yang bersifat dinamis,
seperti merah, biru, hijau, kuning, dll.
Bahan-bahan untuk membuat batik
1. Kain putih (mori, katun, sutra, doby)
2. Malam/lilin
3. Zat pewarna batik
- Alami : kayu secang, kulit manggis, daun
melinjo, jelawe
- Sintetis : napthol, indigosol, remasol
Alat-alat untuk membatik
1. Canting
2. Kompor
3. Wajan
4. Gawangan
5. Dingklik
6. Ember
7. Panci
ALAT DAN BAHAN MEMBATIK
Proses membatik
1. Nyungging : membuat desain pada kertas
2. Njiplak : memola pada kain
3. Nglowong : membatik pada pola utama
4. Ngiseni : memberikan motif isen-isen pada pola besar
5. Nembok : mengeblok latar/ menutup latar dengan
malam
6. Nyolet : memberi warna menggunakan kuas/spon/kayu
7. Nyelup : mewarna dengan mencelup kain di air
8. Nglorod : membuang lilin dengan cara mencelupkan
kain yang sudah di batik pada air mendidih
PROSES MEMBATIK
3. SULAM
Sulam/bordir adalah hiasan yang dibuat di
permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan
jarum jahit dan benang.
Macam-macam tusuk pada sulaman
Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi:
1. Sulam Datar : hasil sulaman rata dengan
permukaan kain
2. Sulam Terawang : hasil sulaman berlubang-
lubang se[erti menerawang
3. Sulam Timbul : hasil sulaman membentuk
tekstur di permukaan kain sesuai motif yang
dibuat
Jenis-jenis Sulaman
1. Sulam Kepala Peniti : sulaman dengan tekstur
menyerupai kepala jarum pentul ukuran kecil
2. Sulam Bayang : sulaman dengan teknik penempatan
kain yang bertindih, kain warna diletakkan pada
bagian dalam/bawah kain dasar sedangkan sulaman
dilakukan pada bagian atas kain dasar
3. Sulam Renda Bangku : sulam berfungsi sebagai renda
baju atau taplak atau lainnya
4. Sulam Pita : sulam menggunakan jarum sulam atau
jarum kasur dan menggunakan pita bukan benang
ALAT DAN BAHAN MENYULAM
4. JAHIT APLIKASI
Menjahit adalah kegiatan menyambungkan dua
buah kain dengan menggunkan benang dan
jarum.
CONTOH
Jenis-jenis Jahit Aplikasi
1. Jahit Aplikasi Standart (onlay) : dibuat dengan menggambar pada kain,
kemudian digunting dan ditempel pada lembaran kain kemudian
diselesaikan dengan sulam dengan tujuan menghias kain
2. Jahit Aplikasi pada Potong Sisip (inlay) : menghias permukaan kain yang
dikerjakan dengan melobangi bagian dasar kain yang telah digambari motif
yang diinginkan. Pada bagian ain yang sudah berlubang ditempeli kain
dengan warna beda dan diselesaikan dengan tusuk feston atau dibisa juga
dibordir
3. Jahit Aplikasi pada Potong Motif : menghias permukaan kain dengan cara
memotong motif yang ada pada kain, kemudian ditempel pada permukaan
kain.
4. Jahit Aplikasi pada Lipat Potong : menghias permukaan kain dengan melipat
lembaran kain kemudian dipotong sesuai keinginan. Hasilnya akan simestris
kemudian ditempel pada dasar kain dan diselesaikan dengan tusuk feston.
5. Jahit Aplikasi Pengisisan : menghias permukaan kain dengan menambahkan
potongan kain yang berbeda warna
Alat & Bahan untuk Jahit Aplikasi
Alat untuk Jahit Aplikasi
1. Jarum jahit dan jarum sulam
2. Gunting
3. Jarum pentul dan bantalan jarum
4. Tudung jari dan alat pemasuk benang
5. Pemidangan
6. Pensil/kapur jahit
7. Cukil/pendedel jahitan
8. Setrika
Bahan untuk Jahit Aplikasi
9. Benang jahit atau benang sulam
10. Kain bermotif atau polos dan kain fel
MERAJUT
Merajut (knitting) adalah teknik mengubah
benang rajut menjadi kain, busana, popok,
atau benda-benda bernilai pakai lainnya. Tak
ada yang mengetahui secara persis tentang
perkembangan sejarah merajut. Namun, ada
beberapa penemuan yang dianggap berkaitan
erat dengan sejarah merajut, yaitu sepasang
kaos kaki berbahan katun dengan motif rajutan
tangan dari tahun 1000 M di Mesir serta
permadani rajut di kawasan Timur Tengah.
ALAT DAN BAHAN
• Jarum rajut (crocket hook/ hakpen/ hakken):panjang jarum ini berkisar
antara 13 cm hingga 15 cm. Bagian ujungnya berbentuk seperti pengait
dengan ukuran bervariasi, mulai dari 0,6 mm sampai 10 mm. Anda harus
menggunakan jarum berukuran lebih kecil dari standar benangnya jika
ingin membuat rajutan yang rapat. Sebaliknya, jarum yang ukurannya
lebih besar dari standar benang dibutuhkan untuk membuat rajutan yang
renggang. Ada dua cara memegang hakpen, yaitu gaya pensil (seperti
orang memegang pensil) dan gaya pisau (seperti menggenggam pisau
untuk mengiris). Saat Anda menggunakan jarum ini, satu tangan
memegang hakpen, sedangkan satu tangan lagi memegang benang.
• Jarum sulam (jarum knit/ breien): jarum ini pada umumnya berukuran lebih
panjang daripada hakpen dan bagian lubangnya jauh lebih besar darpada
jarum jahit. Bagian ujungnya tidak seruncing jarum jahit biasa dengan
diameter mulai dari 1,25 mm. Berbeda dengan cara menggunakan
hakpen, satu paket jarum knit terdiri dari sepasang jarum. Kedua jarum
tersebut harus dipegang bersamaan dengan tangan kiri dan kanan.
ALAT DAN BAHAN
• Benang rajut: Ada berbagai jenis benang rajut yang dijual di
pasaran, antara lain kinlon atau minlon, wol kenari, katun, nilon,
akrilik, akrilik linen, dan polyester. Sebaiknya Anda memilih
benang jenis katun karena lebih mudah ditemukan dan terdiri
dari beragam warna. Tips merajut untuk pemula menyarankan
Anda memilih benang berwarna cerah seperti kuning, putih, hijau
muda, dan biru muda karena warna-warna tersebut
mempermudah Anda mengidentifikasi lubang tusukan pada
rajutan.
• Gunting.
• Peniti rajut sebagai alat penanda rajut.
• Meteran kain.
• Lem tembak untuk menempelkan aksesori pada hasil akhir
rajutan.
ISTILAH DALAM MERAJUT
• Slip knot: simpul awal sebelum memulai tusuk
dasar.
• Front loop: tusuk atau lubang yang menghadap
Anda.
• Back loop: tusuk atau lubang yang
membelakangi Anda (terletak di balik front
loop).
• Yard end: ujung benang pendek
• Yard ball: ujung benang lainnya yang
terhubung dengan gulungan benang.
CONTOH
Prinsip kerajinan fungsi hias & pakai
1. Keunikan bahan kerajinan
Setiap permukaan bumi memiliki ciri sumber daya
alam yang berbeda-beda.
Contoh: SDA laut menghasilkan cangkang kerang,
tumbuhan laut, dll
SDA darat menghasilkan kayu, logam, tanah liat, dll
2. Ketrampilan Tangan
Terdapat istilah ketukangan (keahlian tukang) atau
perajin. Kemudian berkembang menjadi kekriyaan
(craftmanship)
3. Unsur Estetik
Kerajinan sebagai karya fungsional tidak cukup hanya
memenuhi aspek fungsi saja melainkan memerlukan
sentuhan keindahan untuk meningkatkan kualitas &
nilai ekonominya. Nilai estetik dilihat dari aspek
bentuk, warna ragam hias & komposisi
4. Unsur Hiasan
Unsur hiasan (ornament) adalah unsur dekorasi yang
dibuat dengan berbagai cara diantaranya dilukis,
diukir dan dicetak. Ragam hias dibuat dengan tujuan
keindahan dan keunikan.
Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil
a. Structural Technic : susunan dari garis,
bentuk, warna dan tekstur yang dibentuk dari
bahan yang dijalin sesuai teknik
pembuatannya.
b. Decorative Technic : sentuhan/ perlakuan
yang diberikan permukaan busanan yang
memberikan efek visual & memperindah
penampilan.
REFLEKSI
Kerajinan tekstil yang tadi kalian
pelajari di kelas (TUGAS di Rumah)
1. Tapestri
2. Batik
3. Sulam
4. Jahit Aplikasi
5. Merajut
6. Eco Printing
JELASKAN :
1. Pengertian
2. Alat dan
Bahan
3. Proses
pembuatan

MATERI AJAR PPT BAB 2 Kerajinan Tekstil Kelas X.pptx

  • 1.
    BAB 2 KERAJINAN TEKSTIL PRAKARYA KELASVII SMP ADVENT CIMINDI oleh : Dewi Sulistyarini, S.Pd., MA.Ed.
  • 2.
    Tujuan Pembelajaran: Menunjukkan berbagaiproduk kerajinan tekstil, serta display atau kemasannya berdasarkan karakteristik bentuk, bahan, alat, teknik, prosedur pembuatan dan cara pemasarannya berdasarkan potensi lingkungan/kearifan lokal.
  • 3.
    ASESMEN AWAL No PertanyaanYa Tidak 1 Apakah kalian tahu apa itu kerajinan tekstil? 2 Apakah kalian bisa menunjukkan apa saja produk tekstil yang kalian gunakan? 3 Apakah kalian tahu bagaimana proses pembuatan produk kerajinan tekstil? 4 Apakah menurut produk kerajinan tekstil bisa dijadikan peluang usaha?
  • 4.
    Macam-macam Kerajinan Tekstil 1.TAPESTRI Tapestri adalah suatu teknik dalam kriya tekstil, cara pembuatannya hampir sama dengan anyam atau tenun, yaitu susup menyusup atau silang menyilang antara benang lungsi dan pakan. Kegiatan menenun sudah ada sejak tahun 500 SM, terutama di daerah Mesopotamia dan Mesir.
  • 5.
  • 6.
    Alat dan Bahan Bahanpembuatan hiasan tapestri: 1. Benang tipis untuk lungsi 2. Benang tebal untuk pakan Alat Pembuatan Tapestri • Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsi • Batang kayu
  • 7.
    Proses Pembuatan Tapestri 1.Pembuatan lungsi pada pemidangan tenun 2. Memasukkan benang pakan pada lungsi 3. Mengganti warna pakan sesuai dengan motif yang diinginkan 4. Kunci pada bagian ujung tenunan
  • 8.
  • 9.
    2. BATIK Batik adalahkegiatan menorehkan malam/lilin pada kain sebagai perintang warna. Batik digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan ritual budaya. Batik mempunyai ragam hias yang beraneka rupa. Ragam hias tersebut merupakan elspresi keadaan diri dan lingkungan penciptanya. Bisa dengan motif flora, fauna atau manusia.
  • 10.
  • 11.
    Jenis Motif Batik 1.Batik Pedalaman (Klasik) Biasa dipakai oleh kalangan raja-raja dan orang-orang keraton. Ragam hias pada batik ini memiliki makna simbolik dengan nuansa kontemplatif, tertib, simetris, bertata warna terbatas seperti hitam, biru tua (wedel), dan coklat (soga). 2. Batik Pesisir Batik ini berkembang di masyarakat yang tinggal di luar benteng keraton. Ragam hias yang diciptakan cenderung bebas, spontan dan kasar karena tidak terikat dengan aturan. Warna yang digunakan pun mengikuti masyarakat luas yang bersifat dinamis, seperti merah, biru, hijau, kuning, dll.
  • 12.
    Bahan-bahan untuk membuatbatik 1. Kain putih (mori, katun, sutra, doby) 2. Malam/lilin 3. Zat pewarna batik - Alami : kayu secang, kulit manggis, daun melinjo, jelawe - Sintetis : napthol, indigosol, remasol
  • 13.
    Alat-alat untuk membatik 1.Canting 2. Kompor 3. Wajan 4. Gawangan 5. Dingklik 6. Ember 7. Panci
  • 14.
  • 15.
    Proses membatik 1. Nyungging: membuat desain pada kertas 2. Njiplak : memola pada kain 3. Nglowong : membatik pada pola utama 4. Ngiseni : memberikan motif isen-isen pada pola besar 5. Nembok : mengeblok latar/ menutup latar dengan malam 6. Nyolet : memberi warna menggunakan kuas/spon/kayu 7. Nyelup : mewarna dengan mencelup kain di air 8. Nglorod : membuang lilin dengan cara mencelupkan kain yang sudah di batik pada air mendidih
  • 16.
  • 17.
    3. SULAM Sulam/bordir adalahhiasan yang dibuat di permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang.
  • 18.
  • 19.
    Hasil akhir sulamandapat dibedakan menjadi: 1. Sulam Datar : hasil sulaman rata dengan permukaan kain 2. Sulam Terawang : hasil sulaman berlubang- lubang se[erti menerawang 3. Sulam Timbul : hasil sulaman membentuk tekstur di permukaan kain sesuai motif yang dibuat
  • 20.
    Jenis-jenis Sulaman 1. SulamKepala Peniti : sulaman dengan tekstur menyerupai kepala jarum pentul ukuran kecil 2. Sulam Bayang : sulaman dengan teknik penempatan kain yang bertindih, kain warna diletakkan pada bagian dalam/bawah kain dasar sedangkan sulaman dilakukan pada bagian atas kain dasar 3. Sulam Renda Bangku : sulam berfungsi sebagai renda baju atau taplak atau lainnya 4. Sulam Pita : sulam menggunakan jarum sulam atau jarum kasur dan menggunakan pita bukan benang
  • 21.
  • 22.
    4. JAHIT APLIKASI Menjahitadalah kegiatan menyambungkan dua buah kain dengan menggunkan benang dan jarum.
  • 23.
  • 24.
    Jenis-jenis Jahit Aplikasi 1.Jahit Aplikasi Standart (onlay) : dibuat dengan menggambar pada kain, kemudian digunting dan ditempel pada lembaran kain kemudian diselesaikan dengan sulam dengan tujuan menghias kain 2. Jahit Aplikasi pada Potong Sisip (inlay) : menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan melobangi bagian dasar kain yang telah digambari motif yang diinginkan. Pada bagian ain yang sudah berlubang ditempeli kain dengan warna beda dan diselesaikan dengan tusuk feston atau dibisa juga dibordir 3. Jahit Aplikasi pada Potong Motif : menghias permukaan kain dengan cara memotong motif yang ada pada kain, kemudian ditempel pada permukaan kain. 4. Jahit Aplikasi pada Lipat Potong : menghias permukaan kain dengan melipat lembaran kain kemudian dipotong sesuai keinginan. Hasilnya akan simestris kemudian ditempel pada dasar kain dan diselesaikan dengan tusuk feston. 5. Jahit Aplikasi Pengisisan : menghias permukaan kain dengan menambahkan potongan kain yang berbeda warna
  • 25.
    Alat & Bahanuntuk Jahit Aplikasi Alat untuk Jahit Aplikasi 1. Jarum jahit dan jarum sulam 2. Gunting 3. Jarum pentul dan bantalan jarum 4. Tudung jari dan alat pemasuk benang 5. Pemidangan 6. Pensil/kapur jahit 7. Cukil/pendedel jahitan 8. Setrika Bahan untuk Jahit Aplikasi 9. Benang jahit atau benang sulam 10. Kain bermotif atau polos dan kain fel
  • 26.
    MERAJUT Merajut (knitting) adalahteknik mengubah benang rajut menjadi kain, busana, popok, atau benda-benda bernilai pakai lainnya. Tak ada yang mengetahui secara persis tentang perkembangan sejarah merajut. Namun, ada beberapa penemuan yang dianggap berkaitan erat dengan sejarah merajut, yaitu sepasang kaos kaki berbahan katun dengan motif rajutan tangan dari tahun 1000 M di Mesir serta permadani rajut di kawasan Timur Tengah.
  • 27.
    ALAT DAN BAHAN •Jarum rajut (crocket hook/ hakpen/ hakken):panjang jarum ini berkisar antara 13 cm hingga 15 cm. Bagian ujungnya berbentuk seperti pengait dengan ukuran bervariasi, mulai dari 0,6 mm sampai 10 mm. Anda harus menggunakan jarum berukuran lebih kecil dari standar benangnya jika ingin membuat rajutan yang rapat. Sebaliknya, jarum yang ukurannya lebih besar dari standar benang dibutuhkan untuk membuat rajutan yang renggang. Ada dua cara memegang hakpen, yaitu gaya pensil (seperti orang memegang pensil) dan gaya pisau (seperti menggenggam pisau untuk mengiris). Saat Anda menggunakan jarum ini, satu tangan memegang hakpen, sedangkan satu tangan lagi memegang benang. • Jarum sulam (jarum knit/ breien): jarum ini pada umumnya berukuran lebih panjang daripada hakpen dan bagian lubangnya jauh lebih besar darpada jarum jahit. Bagian ujungnya tidak seruncing jarum jahit biasa dengan diameter mulai dari 1,25 mm. Berbeda dengan cara menggunakan hakpen, satu paket jarum knit terdiri dari sepasang jarum. Kedua jarum tersebut harus dipegang bersamaan dengan tangan kiri dan kanan.
  • 28.
    ALAT DAN BAHAN •Benang rajut: Ada berbagai jenis benang rajut yang dijual di pasaran, antara lain kinlon atau minlon, wol kenari, katun, nilon, akrilik, akrilik linen, dan polyester. Sebaiknya Anda memilih benang jenis katun karena lebih mudah ditemukan dan terdiri dari beragam warna. Tips merajut untuk pemula menyarankan Anda memilih benang berwarna cerah seperti kuning, putih, hijau muda, dan biru muda karena warna-warna tersebut mempermudah Anda mengidentifikasi lubang tusukan pada rajutan. • Gunting. • Peniti rajut sebagai alat penanda rajut. • Meteran kain. • Lem tembak untuk menempelkan aksesori pada hasil akhir rajutan.
  • 29.
    ISTILAH DALAM MERAJUT •Slip knot: simpul awal sebelum memulai tusuk dasar. • Front loop: tusuk atau lubang yang menghadap Anda. • Back loop: tusuk atau lubang yang membelakangi Anda (terletak di balik front loop). • Yard end: ujung benang pendek • Yard ball: ujung benang lainnya yang terhubung dengan gulungan benang.
  • 30.
  • 33.
    Prinsip kerajinan fungsihias & pakai 1. Keunikan bahan kerajinan Setiap permukaan bumi memiliki ciri sumber daya alam yang berbeda-beda. Contoh: SDA laut menghasilkan cangkang kerang, tumbuhan laut, dll SDA darat menghasilkan kayu, logam, tanah liat, dll 2. Ketrampilan Tangan Terdapat istilah ketukangan (keahlian tukang) atau perajin. Kemudian berkembang menjadi kekriyaan (craftmanship)
  • 34.
    3. Unsur Estetik Kerajinansebagai karya fungsional tidak cukup hanya memenuhi aspek fungsi saja melainkan memerlukan sentuhan keindahan untuk meningkatkan kualitas & nilai ekonominya. Nilai estetik dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias & komposisi 4. Unsur Hiasan Unsur hiasan (ornament) adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara diantaranya dilukis, diukir dan dicetak. Ragam hias dibuat dengan tujuan keindahan dan keunikan.
  • 35.
    Teknik Pembuatan KerajinanTekstil a. Structural Technic : susunan dari garis, bentuk, warna dan tekstur yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya. b. Decorative Technic : sentuhan/ perlakuan yang diberikan permukaan busanan yang memberikan efek visual & memperindah penampilan.
  • 36.
  • 37.
    Kerajinan tekstil yangtadi kalian pelajari di kelas (TUGAS di Rumah) 1. Tapestri 2. Batik 3. Sulam 4. Jahit Aplikasi 5. Merajut 6. Eco Printing JELASKAN : 1. Pengertian 2. Alat dan Bahan 3. Proses pembuatan