BAB 2
KERAJINAN TEKSTIL
PRAKARYA
KELAS VII
SMP MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA
Macam-macam Kerajinan Tekstil
1. TAPESTRI
Tapestri adalah suatu teknik dalam kriya
tekstil, cara pembuatannya hampir sama dengan
anyam atau tenun, yaitu susup menyusup atau
silang menyilang antara benang lungsi dan
pakan.
Kegiatan menenun sudah ada sejak tahun
500 SM, terutama di daerah Mesopotamia dan
Mesir.
Alat dan Bahan
Bahan pembuatan hiasan tapestri:
1. Benang tipis untuk lungsi
2. Benang tebal untuk pakan
Alat Pembuatan Tapestri
• Kayu spanram yang diberi paku untuk benang
lungsi
• Batang kayu
Proses Pembuatan Tapestri
1. Pembuatan lungsi pada pemidangan tenun
2. Memasukkan benang pakan pada lungsi
3. Mengganti warna pakan sesuai dengan motif
yang diinginkan
4. Kunci pada bagian ujung tenunan
2. BATIK
Batik adalah kegiatan menorehkan malam/lilin
pada kain sebagai perintang warna.
Batik digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan
sehari-hari dan kebutuhan ritual budaya. Batik
mempunyai ragam hias yang beraneka rupa.
Ragam hias tersebut merupakan elspresi
keadaan diri dan lingkungan penciptanya. Bisa
dengan motif flora, fauna atau manusia.
Jenis Motif Batik
1. Batik Pedalaman (Klasik)
Biasa dipakai oleh kalangan raja-raja dan orang-orang
keraton. Ragam hias pada batik ini memiliki makna simbolik
dengan nuansa kontemplatif, tertib, simetris, bertata warna
terbatas seperti hitam, biru tua (wedel), dan coklat (soga).
2. Batik Pesisir
Batik ini berkembang di masyarakat yang tinggal di luar
benteng keraton. Ragam hias yang diciptakan cenderung
bebas, spontan dan kasar karena tidak terikat dengan aturan.
Warna yang digunakan pun mengikuti masyarakat luas yang
bersifat dinamis, seperti merah, biru, hijau, kuning, dll.
Bahan-bahan untuk membuat batik
1. Kain putih (mori, katun, sutra, doby)
2. Malam/lilin
3. Zat pewarna batik
- Alami : kayu secang, kulit manggis, daun
melinjo, jelawe
- Sintetis : napthol, indigosol, remasol
Alat-alat untuk membatik
1. Canting
2. Kompor
3. Wajan
4. Gawangan
5. Dingklik
6. Ember
7. Panci
Proses membatik
1. Nyungging : membuat desain pada kertas
2. Njiplak : memola pada kain
3. Nglowong : membatik pada pola utama
4. Ngiseni : memberikan motif isen-isen pada pola besar
5. Nembok : mengeblok latar/ menutup latar dengan
malam
6. Nyolet : memberi warna menggunakan
kuas/spon/kayu
7. Nyelup : mewarna dengan mencelup kain di air
8. Nglorod : membuang lilin dengan cara mencelupkan
kain yang sudah di batik pada air mendidih
3. SULAM
Sulam/bordir adalah hiasan yang dibuat di
permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan
jarum jahit dan benang.
Macam-macam tusuk pada sulaman
Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi:
1. Sulam Datar : hasil sulaman rata dengan
permukaan kain
2. Sulam Terawang : hasil sulaman berlubang-
lubang se[erti menerawang
3. Sulam Timbul : hasil sulaman membentuk
tekstur di permukaan kain sesuai motif yang
dibuat
Jenis-jenis Sulaman
1. Sulam Kepala Peniti : sulaman dengan tekstur
menyerupai kepala jarum pentul ukuran kecil
2. Sulam Bayang : sulaman dengan teknik penempatan
kain yang bertindih, kain warna diletakkan pada
bagian dalam/bawah kain dasar sedangkan sulaman
dilakukan pada bagian atas kain dasar
3. Sulam Renda Bangku : sulam berfungsi sebagai renda
baju atau taplak atau lainnya
4. Sulam Pita : sulam menggunakan jarum sulam atau
jarum kasur dan menggunakan pita bukan benang
4. JAHIT APLIKASI
Menjahit adalah kegiatan menyambungkan dua
buah kain dengan menggunkan benang dan
jarum.
Jenis-jenis Jahit Aplikasi
1. Jahit Aplikasi Standart (onlay) : dibuat dengan menggambar pada
kain, kemudian digunting dan ditempel pada lembaran kain
kemudian diselesaikan dengan sulam dengan tujuan menghias
kain
2. Jahit Aplikasi pada Potong Sisip (inlay) : menghias permukaan
kain yang dikerjakan dengan melobangi bagian dasar kain yang
telah digambari motif yang diinginkan. Pada bagian ain yang sudah
berlubang ditempeli kain dengan warna beda dan diselesaikan
dengan tusuk feston atau dibisa juga dibordir
3. Jahit Aplikasi pada Potong Motif : menghias permukaan kain
dengan cara memotong motif yang ada pada kain, kemudian
ditempel pada permukaan kain.
4. Jahit Aplikasi pada Lipat Potong : menghias permukaan kain
dengan melipat lembaran kain kemudian dipotong sesuai
keinginan. Hasilnya akan simestris kemudian ditempel pada dasar
kain dan diselesaikan dengan tusuk feston.
5. Jahit Aplikasi Pengisisan : menghias permukaan kain dengan
menambahkan potongan kain yang berbeda warna
Alat & Bahan untuk Jahit Aplikasi
Alat untuk Jahit Aplikasi
1. Jarum jahit dan jarum sulam
2. Gunting
3. Jarum pentul dan bantalan jarum
4. Tudung jari dan alat pemasuk benang
5. Pemidangan
6. Pensil/kapur jahit
7. Cukil/pendedel jahitan
8. Setrika
Bahan untuk Jahit Aplikasi
1. Benang jahit atau benang sulam
2. Kain bermotif atau polos dan kain fel
Prinsip kerajinan fungsi hias & pakai
1. Keunikan bahan kerajinan
Setiap permukaan bumi memiliki ciri sumber daya
alam yang berbeda-beda.
Contoh: SDA laut menghasilkan cangkang kerang,
tumbuhan laut, dll
SDA darat menghasilkan kayu, logam, tanah liat, dll
2. Ketrampilan Tangan
Terdapat istilah ketukangan (keahlian tukang) atau
perajin. Kemudian berkembang menjadi kekriyaan
(craftmanship)
3. Unsur Estetik
Kerajinan sebagai karya fungsional tidak cukup
hanya memenuhi aspek fungsi saja melainkan
memerlukan sentuhan keindahan untuk
meningkatkan kualitas & nilai ekonominya. Nilai
estetik dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias
& komposisi
4. Unsur Hiasan
Unsur hiasan (ornament) adalah unsur dekorasi
yang dibuat dengan berbagai cara diantaranya
dilukis, diukir dan dicetak. Ragam hias dibuat
dengan tujuan keindahan dan keunikan.
Teknik Pembuatan Kerajinan Tekstil
a. Structural Technic : susunan dari garis,
bentuk, warna dan tekstur yang dibentuk dari
bahan yang dijalin sesuai teknik
pembuatannya.
b. Decorative Technic : sentuhan/ perlakuan
yang diberikan permukaan busanan yang
memberikan efek visual & memperindah
penampilan.

BAB 2 Kerajinan Tekstil.pptx

  • 1.
    BAB 2 KERAJINAN TEKSTIL PRAKARYA KELASVII SMP MUHAMMADIYAH 2 YOGYAKARTA
  • 2.
    Macam-macam Kerajinan Tekstil 1.TAPESTRI Tapestri adalah suatu teknik dalam kriya tekstil, cara pembuatannya hampir sama dengan anyam atau tenun, yaitu susup menyusup atau silang menyilang antara benang lungsi dan pakan. Kegiatan menenun sudah ada sejak tahun 500 SM, terutama di daerah Mesopotamia dan Mesir.
  • 3.
    Alat dan Bahan Bahanpembuatan hiasan tapestri: 1. Benang tipis untuk lungsi 2. Benang tebal untuk pakan Alat Pembuatan Tapestri • Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsi • Batang kayu
  • 4.
    Proses Pembuatan Tapestri 1.Pembuatan lungsi pada pemidangan tenun 2. Memasukkan benang pakan pada lungsi 3. Mengganti warna pakan sesuai dengan motif yang diinginkan 4. Kunci pada bagian ujung tenunan
  • 5.
    2. BATIK Batik adalahkegiatan menorehkan malam/lilin pada kain sebagai perintang warna. Batik digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan ritual budaya. Batik mempunyai ragam hias yang beraneka rupa. Ragam hias tersebut merupakan elspresi keadaan diri dan lingkungan penciptanya. Bisa dengan motif flora, fauna atau manusia.
  • 6.
    Jenis Motif Batik 1.Batik Pedalaman (Klasik) Biasa dipakai oleh kalangan raja-raja dan orang-orang keraton. Ragam hias pada batik ini memiliki makna simbolik dengan nuansa kontemplatif, tertib, simetris, bertata warna terbatas seperti hitam, biru tua (wedel), dan coklat (soga). 2. Batik Pesisir Batik ini berkembang di masyarakat yang tinggal di luar benteng keraton. Ragam hias yang diciptakan cenderung bebas, spontan dan kasar karena tidak terikat dengan aturan. Warna yang digunakan pun mengikuti masyarakat luas yang bersifat dinamis, seperti merah, biru, hijau, kuning, dll.
  • 7.
    Bahan-bahan untuk membuatbatik 1. Kain putih (mori, katun, sutra, doby) 2. Malam/lilin 3. Zat pewarna batik - Alami : kayu secang, kulit manggis, daun melinjo, jelawe - Sintetis : napthol, indigosol, remasol
  • 8.
    Alat-alat untuk membatik 1.Canting 2. Kompor 3. Wajan 4. Gawangan 5. Dingklik 6. Ember 7. Panci
  • 9.
    Proses membatik 1. Nyungging: membuat desain pada kertas 2. Njiplak : memola pada kain 3. Nglowong : membatik pada pola utama 4. Ngiseni : memberikan motif isen-isen pada pola besar 5. Nembok : mengeblok latar/ menutup latar dengan malam 6. Nyolet : memberi warna menggunakan kuas/spon/kayu 7. Nyelup : mewarna dengan mencelup kain di air 8. Nglorod : membuang lilin dengan cara mencelupkan kain yang sudah di batik pada air mendidih
  • 10.
    3. SULAM Sulam/bordir adalahhiasan yang dibuat di permukaan kain atau bahan-bahan lain dengan jarum jahit dan benang.
  • 11.
  • 12.
    Hasil akhir sulamandapat dibedakan menjadi: 1. Sulam Datar : hasil sulaman rata dengan permukaan kain 2. Sulam Terawang : hasil sulaman berlubang- lubang se[erti menerawang 3. Sulam Timbul : hasil sulaman membentuk tekstur di permukaan kain sesuai motif yang dibuat
  • 13.
    Jenis-jenis Sulaman 1. SulamKepala Peniti : sulaman dengan tekstur menyerupai kepala jarum pentul ukuran kecil 2. Sulam Bayang : sulaman dengan teknik penempatan kain yang bertindih, kain warna diletakkan pada bagian dalam/bawah kain dasar sedangkan sulaman dilakukan pada bagian atas kain dasar 3. Sulam Renda Bangku : sulam berfungsi sebagai renda baju atau taplak atau lainnya 4. Sulam Pita : sulam menggunakan jarum sulam atau jarum kasur dan menggunakan pita bukan benang
  • 14.
    4. JAHIT APLIKASI Menjahitadalah kegiatan menyambungkan dua buah kain dengan menggunkan benang dan jarum.
  • 15.
    Jenis-jenis Jahit Aplikasi 1.Jahit Aplikasi Standart (onlay) : dibuat dengan menggambar pada kain, kemudian digunting dan ditempel pada lembaran kain kemudian diselesaikan dengan sulam dengan tujuan menghias kain 2. Jahit Aplikasi pada Potong Sisip (inlay) : menghias permukaan kain yang dikerjakan dengan melobangi bagian dasar kain yang telah digambari motif yang diinginkan. Pada bagian ain yang sudah berlubang ditempeli kain dengan warna beda dan diselesaikan dengan tusuk feston atau dibisa juga dibordir 3. Jahit Aplikasi pada Potong Motif : menghias permukaan kain dengan cara memotong motif yang ada pada kain, kemudian ditempel pada permukaan kain. 4. Jahit Aplikasi pada Lipat Potong : menghias permukaan kain dengan melipat lembaran kain kemudian dipotong sesuai keinginan. Hasilnya akan simestris kemudian ditempel pada dasar kain dan diselesaikan dengan tusuk feston. 5. Jahit Aplikasi Pengisisan : menghias permukaan kain dengan menambahkan potongan kain yang berbeda warna
  • 16.
    Alat & Bahanuntuk Jahit Aplikasi Alat untuk Jahit Aplikasi 1. Jarum jahit dan jarum sulam 2. Gunting 3. Jarum pentul dan bantalan jarum 4. Tudung jari dan alat pemasuk benang 5. Pemidangan 6. Pensil/kapur jahit 7. Cukil/pendedel jahitan 8. Setrika Bahan untuk Jahit Aplikasi 1. Benang jahit atau benang sulam 2. Kain bermotif atau polos dan kain fel
  • 17.
    Prinsip kerajinan fungsihias & pakai 1. Keunikan bahan kerajinan Setiap permukaan bumi memiliki ciri sumber daya alam yang berbeda-beda. Contoh: SDA laut menghasilkan cangkang kerang, tumbuhan laut, dll SDA darat menghasilkan kayu, logam, tanah liat, dll 2. Ketrampilan Tangan Terdapat istilah ketukangan (keahlian tukang) atau perajin. Kemudian berkembang menjadi kekriyaan (craftmanship)
  • 18.
    3. Unsur Estetik Kerajinansebagai karya fungsional tidak cukup hanya memenuhi aspek fungsi saja melainkan memerlukan sentuhan keindahan untuk meningkatkan kualitas & nilai ekonominya. Nilai estetik dilihat dari aspek bentuk, warna ragam hias & komposisi 4. Unsur Hiasan Unsur hiasan (ornament) adalah unsur dekorasi yang dibuat dengan berbagai cara diantaranya dilukis, diukir dan dicetak. Ragam hias dibuat dengan tujuan keindahan dan keunikan.
  • 19.
    Teknik Pembuatan KerajinanTekstil a. Structural Technic : susunan dari garis, bentuk, warna dan tekstur yang dibentuk dari bahan yang dijalin sesuai teknik pembuatannya. b. Decorative Technic : sentuhan/ perlakuan yang diberikan permukaan busanan yang memberikan efek visual & memperindah penampilan.