Pertemua Ke III
Pengertian
Yang dimaksud dengan al ghuslu secara bahasa adalah
mengalirkan air pada sesuatu. Sedangkan yang
dimaksud dengan al ghuslu secara syari’at adalah
menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara
yang khusus.
BEBERAPA HAL YANG MEWAJIBKAN
UNTUK MANDI (AL GHUSLU):
1. Keluarnya mani dengan syahwat
(dan mimpi basah)
2. Bertemunya dua kemaluan
walaupun tidak keluar mani.
3. Ketika berhentinya darah haidh
dan nifas.
4. Ketika orang kafir masuk Islam.
5. Karena kematian.(maksudnya
orang yang hidup wajib
memandikan orang yang mati)
6. Akan Menghadiri Shalat Jum’at.
TATA CARA MANDI YANG
SEMPURNA
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda :
–––
–
Artinya
“Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam mandi junub, beliau memulainya dengan
mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau
berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu
beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu
menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian
menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan
kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian
beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Berdasarkan Hadist di Atas
Pertama : Niat dalam hati, kemudian mencuci
tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali.
Kedua : Membersihkan kemaluan dan kotoran
yang ada (caranya adalah menuangkan
air dengan tangan kanan dan
membersihkannya dengan tangan kiri).
Ketiga : Mencuci tangan setelah membersihkan
kemaluan dengan menggosokkan ke
tanah atau dengan menggunakan
sabun.
Keempat : Berwudhu seperti ketika hendak
shalat.
Kelima : Mengambil air dan memasukkan jari-
jarinya pada pangkal rambut disertai
wangi-wangian hingga merata (bagi
perempuan, hal itu dikerjakan setelah
rambut dalam keadaan terlepas).
Keenam : Menyiram kepala sebanyak tiga kali,
dimulai dari sebelah kanan. Setelah itu
mengguyur air pada seluruh badan
dengan menggosok-gosok hingga rata.
Ketujuh : Membasuh kedua kaki tiga kali dengan
mendahulukan kaki kanan.
PERLUKAH BERWUDHU SEUSAI
MANDI?
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda :
--
Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam tidak berwudhu setelah selesai mandi.” (HR.
Tirmidzi no. 107, An Nasai no. 252, Ibnu Majah no.
579, Ahmad 6/68. Syaikh Al Albani mengatakan
bahwa hadits ini shahih)
Hadits di atas adalah sebagai alasan yang kuat bahwa
jika seseorang sudah berniat untuk mandi wajib, lalu
ia mengguyur seluruh badannya dengan air, maka
setelah mandi ia tidak perlu berwudhu lagi, apalagi
jika sebelum mandi ia sudah berwudhu.

Mandi junub

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Yang dimaksud denganal ghuslu secara bahasa adalah mengalirkan air pada sesuatu. Sedangkan yang dimaksud dengan al ghuslu secara syari’at adalah menuangkan air ke seluruh badan dengan tata cara yang khusus.
  • 3.
    BEBERAPA HAL YANGMEWAJIBKAN UNTUK MANDI (AL GHUSLU): 1. Keluarnya mani dengan syahwat (dan mimpi basah) 2. Bertemunya dua kemaluan walaupun tidak keluar mani. 3. Ketika berhentinya darah haidh dan nifas.
  • 4.
    4. Ketika orangkafir masuk Islam. 5. Karena kematian.(maksudnya orang yang hidup wajib memandikan orang yang mati) 6. Akan Menghadiri Shalat Jum’at.
  • 5.
    TATA CARA MANDIYANG SEMPURNA Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ––– –
  • 6.
    Artinya “Dari ‘Aisyah, isteriNabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
  • 7.
    Berdasarkan Hadist diAtas Pertama : Niat dalam hati, kemudian mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali. Kedua : Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada (caranya adalah menuangkan air dengan tangan kanan dan membersihkannya dengan tangan kiri). Ketiga : Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan ke tanah atau dengan menggunakan sabun.
  • 8.
    Keempat : Berwudhuseperti ketika hendak shalat. Kelima : Mengambil air dan memasukkan jari- jarinya pada pangkal rambut disertai wangi-wangian hingga merata (bagi perempuan, hal itu dikerjakan setelah rambut dalam keadaan terlepas). Keenam : Menyiram kepala sebanyak tiga kali, dimulai dari sebelah kanan. Setelah itu mengguyur air pada seluruh badan dengan menggosok-gosok hingga rata. Ketujuh : Membasuh kedua kaki tiga kali dengan mendahulukan kaki kanan.
  • 9.
    PERLUKAH BERWUDHU SEUSAI MANDI? NabiMuhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : -- Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berwudhu setelah selesai mandi.” (HR. Tirmidzi no. 107, An Nasai no. 252, Ibnu Majah no. 579, Ahmad 6/68. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
  • 10.
    Hadits di atasadalah sebagai alasan yang kuat bahwa jika seseorang sudah berniat untuk mandi wajib, lalu ia mengguyur seluruh badannya dengan air, maka setelah mandi ia tidak perlu berwudhu lagi, apalagi jika sebelum mandi ia sudah berwudhu.