MAKALAH
PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA NEGARA
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pancasila
Dosen Pengampu:SUNANDAR, S.H.,M.H
OLEH :
1. AHMAD GAZALI (25211001)
2. M.SYAHDILA RAFSYA (25211027)
3. FAHRI SABILAH (25211012)
4. ALFANI AKBAR (25211013)
5. ADIT PRASATTIO (25211004)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS, TEKNIK & TERAPAN
UVERSITAS PENDIDIKAN MANDALIKA
2025
KATA PEMGANTAR
Segala puji atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan
hidayah-Nya Kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu.
Makalah dengan judul “Pancasila Sebagai Sistem Etika Negara” ini disusun untuk
memenuhi tugas Mata Kuliah Pancasila. Selain itu, makalah ini juga bertujuan
untuk menambah pengetahuan bagi penulis dan pembaca.
Terima kasih kepada seluruh teman dan Dosen Pengampu yang mendukung penulis
dalam pembuatan makalah. Makalah ini masih jauh dari kata sempurna sehingga
saya menantikan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah
ini.Terimakasih.
DAFTAR ISI
KATA PEMGANTAR .............................................................................. 2
DAFTAR ISI ........................................................................................... 3
BAB I...................................................................................................... 4
PENDAHULUAN .................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang............................................................................................ 4
1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 5
1.3 Tujuan .......................................................................................................... 5
BAB II .................................................................................................... 6
LANDASAN TEORI................................................................................ 6
2.1 Pengertian Etika.......................................................................................... 6
2.2 Etika Pancasila............................................................................................ 6
2.3 Pancasila Sebagai Solusi Problem Bangsa, Seperti Korupsi, Kerusakan
Lingkungan, Dekandensi, Moral, Dll.............................................................. 8
2.4 Esensi dan Ugrensi Pancasila Sebagai Sistem Etika Negara ................ 10
BAB III................................................................................................. 12
PENUTUP............................................................................................. 12
3.1 Kesimpulan................................................................................................ 12
3.2 Saran .......................................................................................................... 12
BAB IV ................................................................................................. 13
DAFTAR FUSTAKA.............................................................................. 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap negara di dunia memiliki dasar negaranya sendiri yang digunakan
sebagai acuan dalam kehidupannya sehari-hari. Masing-masing dasar negara dari
berbagai negara di dunia memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan karakteristik
negara tersebut. Seperti Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang juga
menjadi identitas Indonesia di mata dunia. Pancasila juga sebagai sumber dari
segala sumber hukum menurut UUD 1945 (Berbangsa & Susanto, 2016).
Pada hakikatnya, Pancasila bukan hanya hasil dari sebuah perenungan serta
pemikiran para tokoh pendiri bangsa, melainkan juga sebagai ideologi negara yang
diangkat dari kebudayaan, adat istiadat, serta kebiasaan leluhur Indonesia. Dalam
kata lain, Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri yang kemudian dijadikan
pandangan hidup untuk mencapai tujuan bersama. Pancasila juga memuat norma-
norma mendasar yang digunakan sebagai tolak ukur dalam memandang dan
menentukan segala bentuk penyelenggaraan negara oleh pemerintah dan
masyarakat (Cholisin, 2012).
Lima sila Pancasila memiliki nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sehingga harus
dipahami serta diimplementasikan oleh setiap warga negara Indonesia. Nilai-nilai
luhur yang terkandung dalam Pancasila tersebut bersifat mengikat setiap tatanan
kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut juga menjadikan Pancasila sebagai
ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Selain sebagai pandangan hidup dan ideologi negara, Pancasila juga memiliki
sitem etika sebagai bentuk pengimplementasian Pancasila dalam segala aspek
kehidupan. Sistem etika tersebut berasal dari gagasan nilai-nilai pancasila. Sistem
etika Pancasila memiliki konsep yang berfungsi sebagai pandangan dalam
menyelesaikan permasalahan yang mengakar di Indonesia secara rasional. Sebab
permasalahan-permasalahan tersebut berasal dari kurangnya perhatian terhadap
pengimplementasian Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian dari Etika ?
2. Apa yang dimaksud dengan Etika pancasila ?
3. BAgaimana Pancasila sebagai solusi problem bangsa, seperti korupsi,
kerusakan lingkungan, dekandensi, moral, dll ?
4. Bagaimana esensi dan ugrensi pancasila sebagai system etika negara ?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Etika.
2. Untuk mengetahui apa itu etika Pancasila.
3. Untuk mengetahui solusi problem bangasa, seperti korupsi, kerusakan
lingkungan, dekadensi, moral, dll.
4. Untul mengetahui esensi dan ugrensi pancasila sebagai system etika negara.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Etika
Etika dalam bahasa Yunani adalah Ethos yang merupakan istilah untuk perasaan,
kebiasaan, adat istiadat, watak, serta cara berpikir untuk melakukan suatu perbuatan
atau tindakan yang baik atau buruk, sedangkan dalam pengertian etimologisnya
etika merupakan ilmu yang membahas tentang segala kebiasaan atau adat istiadat.
Sementara itu, dalam bahasa prancis yakni Etiquete yang memiliki arti sebuah
peraturan yang mengatur dan menetapkan segala tingkah laku dalam kehidupan
sosial atau kehidupan dengan orang lain (Hudiarini, 2017).
Masyarakat Indonesia lebih mengenal etika sebagai tatakrama yang mengacu
kepada sebuah kajian mengenai segala perilaku yang sifatnya baik dan bersifat
dapat diterima oleh masyarakat. Masyarakat umumnya bependapat bahwa prinsip-
prinsip etika diantaranya:
1. Kejujuran
2. Integritas
3. Komitmen
4. Adil
5. Peduli
6. Bertanggung jawab
7. Menaati apa yang telah disepakati
Etika juga dipandang sebagai filsafat moral yang berarti pemikiran yang rasional
tentang mengapa dan bagaimana manusia harus menjalankan moralitas tertentu
serta bagaimana manusia dapat bertanggung jawab atas perbuatan moralitas
tersebut (Subekti, 2013).
2.2 Etika Pancasila
Etika Pancasila merupakan salah satu cabang dari filsafat yang kemudian
dijabarkan melalui sila-sila Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pada dasarnya bangsa
Indonesia telah mempunyai nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusia, Persatuan,
Kerakyatan dan Keadilan sejak ribuan ratusan tahun yang lampau, ketika negara
Indonesia belum berdiri.
Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang artinya adalah watak
kesusilaan atau adat. Meskipun kata etika dan moral memiliki kesamaan arti, dalam
pemakaian sehari-hari dua kata ini digunakan secara berbeda. Moral atau moralitas
digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan etika digunakan untuk
mengkaji sistem nilai yang ada (Zubair, 1990: 13).
Nilai-nilai etika yang terkandung dalam kelima sila Pancasila tersebut dapat
membentuk perilaku manusia dalam semua aspek kehidupannya :
1. Sila Pertama, “Ketuhanan yang Maha Esa” mengandung dimensi moral
berupa nilai spiritualitas mendekatkan diri kepada sang pencipta, ketaatan
kepada nilai-nilai agama dan kepercayaan yang dianutnya.
2. Sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, mengandung dimensi
humanisme, yang menjadikan manusia lebih manusiawi dalam upaya
peningkatan kualitas kemanusian dalam pergaulan antar bangsa.
3. Sila ketiga, “Persatuan Indonesia”, mengandung dimensi nilai-nilai
solidaritas yang tinggi, rasa kebersamaan, dan rasa cinta terhadap tanah air.
Berjuang bersama dalam rangka bela negara.
4. Sila keempat, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan perwakilan”, mengandung dimensi nilai sikap
menghargai orang lain, mempunyai kemauan untuk mendengar pendapat
orang lain, saling menghargai jika berlainan pendapat, tidak memaksakan
kehendak dan tidak bersikap ekslusif merasa pendapat dan cara pandan
sendiri paling benar.
5. Sila kelima, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, mengandung
dimensi peduli terhadap orang lain, ikut serta dalam membantu kesusahan,
musibah atau bencana yang terjadi kepada orang lain.
Etika pancasila juga mencakup keutamaan moral, seperti cinta kasih
terhadap Pencipta dan sesama, pengendalian diri, penghargaan terhadap orang
lain serta keadilan merupakan sifat, karakter manusia yang harus
dikembangkan. Penilaian moral harus dilihat dari tiga lembaga yaitu esensi,
forma dan ekspresi. Artinya, ketika seorang melakukan ibadah sesuai dengan
agama yang dianutnya, hal tersebut jelas sesuai dengan sila Ketuhanan Yang
Maha Esa. Namun penilaian lain juga mempertimbangkan esensi yaitu motivasi
yang melatarbelakangi ibadah tersebut. Aapakah berdasar pada sifat keutamaan
atau hanya karena formalitas untuk menggugurkan kewajiban atau
mengharapkan adanya imbalan. (Widy, 2015 : 11-15).
2.3 Pancasila Sebagai Solusi Problem Bangsa, Seperti Korupsi, Kerusakan
Lingkungan, Dekandensi, Moral, Dll
Adil dalam membagi kekuasaan
Sesungguhnya yang namanya politik bagi-bagi kekuasaan itu adalah tidak ada.
Ini sama saja dengan kebiasaan bagi-bagi jatah sumber daya yang sudah tersedia.
Inilah yang terjadi ketika kekuasaan berada di tangan manusia alhasil akan
termakan oleh sifat keserakahan yang sesat dan tidak terkendali. Karena itu, ada
baiknya jikalau kekuasaan dikembalikan kepada masyarakat luas sehingga
sekiranya ada ancaman yang datang maka semuanya akan pasang badan membela
NKRI.
Pemerataan pendapatan
Merupakan solusi jangka pendek atas situasi yang terjadi saat ini. Jika perolehan
uang tidak disetarakan maka masing-masing orang akan berusaha lebih gesit untuk
menerjang lalu mendahului sesamanya agar bisa merebut lebih banyak uang dari
tangan pelanggan. Lagi pula pembagian keuangan yang tidak adil akan memicu
ledakan pergerakan masyarakat pada profesi terntentu dimana semuanya itu terjadi
demi hidup yang lebih kaya raya.
Pemerataan Pendidikan
Perolehan pendidikan tidak hanya terpusat di kotakota melainkan juga di daerah-
daerah terpencil. Ini tidak hanya fokus pada sarana dan prasarana yang tersedia
melainkan lebih kepada kemampuan intelektual dan emosional tenaga pengajar
yang ada. Sehingga para guru tidak hanya mengajar dengan kata-katanya di depan
kelas melainkan juga menjadi contoh yang baik bagi para siswa-siswinya.
Pemerataan skill tenaga pengajar adalah jalan cepat demi kesetaraan pendidikan di
seluruh negeri.
Pemerataan pengetahuan dan wawasan
Merupakan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia yang
sifatnya jangka panjang. Perolehan ini berhubungan erat dengan keterbukaan
informasi dari pihak pemerintah dan swasta. Tanpa keterbukaan informasi mustahil
terjadi pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan juga
wawasan. Oleh karena itu, ada baiknya jikalau semua pihak disuguhkan dengan
informasi yang benar. Bukan sesuatu yang merupakan hasil rekayasa untuk
mendatangkan keuntungan bagi pihak tertentu.
Pemerataan Kesehatan
Salah satu syarat pertama agar seseorang menjadi bahagia adalah memiliki fisik
yang sehat dan prima. Tanpa tubuh yang sehat maka tidak ada pula hari-hari yang
menyenangkan dengan aktivitas yang padat bersama keluarga, sahabat, handai
tolan, rekan kerja dan lain sebagainya. Kesetaraan di bidang kesehatan dapat
dicapai dengan memberikan informasi yang benar tentang cara hidup sehat dan
panjang umur.
Pemerataan pekerjaan
Merupakan solusi jangka menengah demi kesetaraan bagi seluruh rakyat
Indonesia. Setiap masyarakat yang berumur 25 tahun berhak mendapatkan
pekerjaan yang layak sesuai dengan bakat yang dimiliki. Oleh karena itu, jika setiap
orang bekerja sesuai bakatnya dalam kreativitas berkelompok sehingga waktunya
tidak habis terbuang dalam hal yang sia-sia.
Pemerataan keamanan (rasa aman)
Ketika semua orang sudah sejahtera, tidak ada lagi silat lidah dan pasang badan
untuk mengambil sesuatu dari orang lain secara tidak sah, sebab semua sudah dapat
jatah yang mensejahterakan. Orang-orang yang telah sejahtera akan berpikir dua
kali untuk meninggalkan keadaan seperti itu hanya demi sesuap nasi atau sekedar
cara anak bersikap dengan sesamanya.
2.4 Esensi dan Ugrensi Pancasila Sebagai Sistem Etika Negara
Pancasila adalah dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Esensi
dan urgensi Pancasila sebagai sistem etika sangatlah penting dalam konteks moral,
nilai, dan tata nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia. Berikut adalah
beberapa poin yang menjelaskan esensi dan urgensi Pancasila sebagai sistem etika:
a. Landasan Moral: Pancasila memberikan landasan moral bagi Masyarakat
Indonesia. Nilai-nilai seperti kemanusiaan, keadilan, persatuan, demokrasi,
dan kebhinekaan yang terkandung dalam Pancasila menjadi pedoman bagi
individu dan masyarakat dalam berperilaku dan bertindak.
b. Pedoman Hidup: Pancasila tidak hanya menjadi panduan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, tetapi juga sebagai pedoman dalam kehidupan
sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila membentuk karakter dan sikap individu
dalam menjalani kehidupannya.
c. Penjaga Keutuhan Bangsa: Pancasila memainkan peran penting dalam
menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia. Nilai persatuan dan
gotong royong yang terkandung dalam Pancasila menjadi pondasi dalam
memelihara kerukunan antar etnis, agama, dan budaya yang beragam di
Indonesia.
d. Dasar Hukum: Pancasila menjadi dasar bagi pembentukan hukum dan
kebijakan di Indonesia. Prinsip-prinsip Pancasila tercermin dalam konstitusi
dan peraturan-peraturan yang dibuat untuk menjaga ketertiban dan keadilan
dalam masyarakat.
e. Identitas Nasional: Pancasila mencerminkan identitas nasional Indonesia.
Nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi simbol kebanggaan
dan jati diri bangsa Indonesia di mata dunia.
Pancasila merupakan fondasi moral dan etika yang menjadi pilar utama dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia. Esensi Pancasila
terletak pada nilai-nilai dasar yang diusungnya, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang
Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan
Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai sistem etika, Pancasila memberikan arahan moral yang mencakup
seluruh aspek kehidupan. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengingatkan kita akan
pentingnya hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan serta kewajiban untuk
hidup sesuai dengan ajaran agama dan keyakinan masing-masing. Kemanusiaan
yang Adil dan Beradab menegaskan pentingnya menghormati martabat dan hak
asasi manusia, serta berlaku adil dalam segala aspek kehidupan. Persatuan
Indonesia menekankan pentingnya solidaritas dan kerjasama antarwarga negara,
mengatasi perbedaan dengan semangat gotong royong. Kerakyatan yang Dipimpin
oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menegaskan
prinsip demokrasi yang menjamin partisipasi masyarakat dalam pembangunan
negara. Dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menuntut pemerataan
dan keadilan dalam pembangunan serta perlindungan terhadap mereka yang lemah.
Pancasila juga memiliki urgensi yang tak terbantahkan dalam membentuk
karakter dan identitas bangsa Indonesia. Sebagai pedoman moral, Pancasila
membantu masyarakat untuk menjaga keutuhan dan kedamaian, serta mengatasi
konflik yang mungkin timbul dalam masyarakat yang multikultural dan multietnis
seperti Indonesia. Selain itu, Pancasila juga menjadi dasar bagi penyelenggaraan
negara yang baik dan berkeadilan, melalui penerapan nilai-nilai Pancasila dalam
pembuatan kebijakan dan penegakan hukum. Dengan demikian, Pancasila bukan
hanya sekadar slogan, tetapi merupakan landasan yang kokoh bagi kehidupan
berbangsa dan bernegara Indonesia.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pancasila sebagai sistem etika adalah sebuah keniscayaan yang mendasari
seluruh aspek kehidupan di Indonesia. Penerapannya tidak hanya sebatas hafalan,
tetapi harus terwujud dalam tindakan nyata sehari-hari, baik oleh individu maupun
institusi. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, bangsa ini dapat terhindar dari
berbagai krisis moral dan mampu mewujudkan cita-cita negara yang adil dan
makmur.
3.2 Saran
1. Pancasila hendaknya menjadi dasar dan pedoman bagi Bangsa Indonesia
dalam bersikap dan bertingkah laku sehingga nantinya akan terwujud
masyarakat adil dan makmur sesuai dengan tujuan negara itu sendiri.
2. Pada setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat, harus senatiasa menerapkan
nilai-nilai pancasila baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara schinga terwujud perilaku ctika yang
menjunjung tinggi nilai moralitas sebagai perwujudan dari ciri dan
kepribadian dari Bangsa Indonesia
BAB IV
DAFTAR FUSTAKA
1. Aini, Nurassyifa Qurotul, and Dinie Anggraeni Dewi.
"Sistem Etika Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan
Bernegara." Jurnal Pendidikan Tambusai 6.2 (2022): 11120-
11125.
2. Nur, Syurya Muhammad, and Rahmah Ningsih. "Korupsi
mendegradasikan nilai etika Pancasila." Forum Ilmiah Jurnal Bunga
Rampai. Vol. 16. No. 3. 2019.
3. Susilawati, Susilawati. "Pancasila Sebagai Solusi Problem Bangsa." Jurnal
Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 20.2 (2020): 626-629.
4. Wulandari, Violla, et al. "Konsep dan Urgensi Pancasila Sebagai Sistem
Etika." Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa 2.3 (2024): 829-835.

MAKALAH PANCASILA KLOMPOK 4 etika pancasila.pdf

  • 1.
    MAKALAH PANCASILA SEBAGAI SISTEMETIKA NEGARA Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pancasila Dosen Pengampu:SUNANDAR, S.H.,M.H OLEH : 1. AHMAD GAZALI (25211001) 2. M.SYAHDILA RAFSYA (25211027) 3. FAHRI SABILAH (25211012) 4. ALFANI AKBAR (25211013) 5. ADIT PRASATTIO (25211004) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS, TEKNIK & TERAPAN UVERSITAS PENDIDIKAN MANDALIKA 2025
  • 2.
    KATA PEMGANTAR Segala pujiatas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan hidayah-Nya Kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat waktu. Makalah dengan judul “Pancasila Sebagai Sistem Etika Negara” ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pancasila. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah pengetahuan bagi penulis dan pembaca. Terima kasih kepada seluruh teman dan Dosen Pengampu yang mendukung penulis dalam pembuatan makalah. Makalah ini masih jauh dari kata sempurna sehingga saya menantikan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.Terimakasih.
  • 3.
    DAFTAR ISI KATA PEMGANTAR.............................................................................. 2 DAFTAR ISI ........................................................................................... 3 BAB I...................................................................................................... 4 PENDAHULUAN .................................................................................... 4 1.1 Latar Belakang............................................................................................ 4 1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 5 1.3 Tujuan .......................................................................................................... 5 BAB II .................................................................................................... 6 LANDASAN TEORI................................................................................ 6 2.1 Pengertian Etika.......................................................................................... 6 2.2 Etika Pancasila............................................................................................ 6 2.3 Pancasila Sebagai Solusi Problem Bangsa, Seperti Korupsi, Kerusakan Lingkungan, Dekandensi, Moral, Dll.............................................................. 8 2.4 Esensi dan Ugrensi Pancasila Sebagai Sistem Etika Negara ................ 10 BAB III................................................................................................. 12 PENUTUP............................................................................................. 12 3.1 Kesimpulan................................................................................................ 12 3.2 Saran .......................................................................................................... 12 BAB IV ................................................................................................. 13 DAFTAR FUSTAKA.............................................................................. 13
  • 4.
    BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Setiap negara di dunia memiliki dasar negaranya sendiri yang digunakan sebagai acuan dalam kehidupannya sehari-hari. Masing-masing dasar negara dari berbagai negara di dunia memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan karakteristik negara tersebut. Seperti Pancasila sebagai dasar negara Indonesia yang juga menjadi identitas Indonesia di mata dunia. Pancasila juga sebagai sumber dari segala sumber hukum menurut UUD 1945 (Berbangsa & Susanto, 2016). Pada hakikatnya, Pancasila bukan hanya hasil dari sebuah perenungan serta pemikiran para tokoh pendiri bangsa, melainkan juga sebagai ideologi negara yang diangkat dari kebudayaan, adat istiadat, serta kebiasaan leluhur Indonesia. Dalam kata lain, Pancasila berasal dari bangsa Indonesia sendiri yang kemudian dijadikan pandangan hidup untuk mencapai tujuan bersama. Pancasila juga memuat norma- norma mendasar yang digunakan sebagai tolak ukur dalam memandang dan menentukan segala bentuk penyelenggaraan negara oleh pemerintah dan masyarakat (Cholisin, 2012). Lima sila Pancasila memiliki nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sehingga harus dipahami serta diimplementasikan oleh setiap warga negara Indonesia. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila tersebut bersifat mengikat setiap tatanan kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut juga menjadikan Pancasila sebagai ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain sebagai pandangan hidup dan ideologi negara, Pancasila juga memiliki sitem etika sebagai bentuk pengimplementasian Pancasila dalam segala aspek kehidupan. Sistem etika tersebut berasal dari gagasan nilai-nilai pancasila. Sistem etika Pancasila memiliki konsep yang berfungsi sebagai pandangan dalam menyelesaikan permasalahan yang mengakar di Indonesia secara rasional. Sebab
  • 5.
    permasalahan-permasalahan tersebut berasaldari kurangnya perhatian terhadap pengimplementasian Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa Pengertian dari Etika ? 2. Apa yang dimaksud dengan Etika pancasila ? 3. BAgaimana Pancasila sebagai solusi problem bangsa, seperti korupsi, kerusakan lingkungan, dekandensi, moral, dll ? 4. Bagaimana esensi dan ugrensi pancasila sebagai system etika negara ? 1.3 Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian dari Etika. 2. Untuk mengetahui apa itu etika Pancasila. 3. Untuk mengetahui solusi problem bangasa, seperti korupsi, kerusakan lingkungan, dekadensi, moral, dll. 4. Untul mengetahui esensi dan ugrensi pancasila sebagai system etika negara.
  • 6.
    BAB II LANDASAN TEORI 2.1Pengertian Etika Etika dalam bahasa Yunani adalah Ethos yang merupakan istilah untuk perasaan, kebiasaan, adat istiadat, watak, serta cara berpikir untuk melakukan suatu perbuatan atau tindakan yang baik atau buruk, sedangkan dalam pengertian etimologisnya etika merupakan ilmu yang membahas tentang segala kebiasaan atau adat istiadat. Sementara itu, dalam bahasa prancis yakni Etiquete yang memiliki arti sebuah peraturan yang mengatur dan menetapkan segala tingkah laku dalam kehidupan sosial atau kehidupan dengan orang lain (Hudiarini, 2017). Masyarakat Indonesia lebih mengenal etika sebagai tatakrama yang mengacu kepada sebuah kajian mengenai segala perilaku yang sifatnya baik dan bersifat dapat diterima oleh masyarakat. Masyarakat umumnya bependapat bahwa prinsip- prinsip etika diantaranya: 1. Kejujuran 2. Integritas 3. Komitmen 4. Adil 5. Peduli 6. Bertanggung jawab 7. Menaati apa yang telah disepakati Etika juga dipandang sebagai filsafat moral yang berarti pemikiran yang rasional tentang mengapa dan bagaimana manusia harus menjalankan moralitas tertentu serta bagaimana manusia dapat bertanggung jawab atas perbuatan moralitas tersebut (Subekti, 2013). 2.2 Etika Pancasila Etika Pancasila merupakan salah satu cabang dari filsafat yang kemudian dijabarkan melalui sila-sila Pancasila untuk mengatur perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia. Pada dasarnya bangsa
  • 7.
    Indonesia telah mempunyainilai-nilai Ketuhanan, Kemanusia, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan sejak ribuan ratusan tahun yang lampau, ketika negara Indonesia belum berdiri. Etika berasal dari bahasa Yunani, yaitu ethos yang artinya adalah watak kesusilaan atau adat. Meskipun kata etika dan moral memiliki kesamaan arti, dalam pemakaian sehari-hari dua kata ini digunakan secara berbeda. Moral atau moralitas digunakan untuk perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan etika digunakan untuk mengkaji sistem nilai yang ada (Zubair, 1990: 13). Nilai-nilai etika yang terkandung dalam kelima sila Pancasila tersebut dapat membentuk perilaku manusia dalam semua aspek kehidupannya : 1. Sila Pertama, “Ketuhanan yang Maha Esa” mengandung dimensi moral berupa nilai spiritualitas mendekatkan diri kepada sang pencipta, ketaatan kepada nilai-nilai agama dan kepercayaan yang dianutnya. 2. Sila kedua, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, mengandung dimensi humanisme, yang menjadikan manusia lebih manusiawi dalam upaya peningkatan kualitas kemanusian dalam pergaulan antar bangsa. 3. Sila ketiga, “Persatuan Indonesia”, mengandung dimensi nilai-nilai solidaritas yang tinggi, rasa kebersamaan, dan rasa cinta terhadap tanah air. Berjuang bersama dalam rangka bela negara. 4. Sila keempat, “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”, mengandung dimensi nilai sikap menghargai orang lain, mempunyai kemauan untuk mendengar pendapat orang lain, saling menghargai jika berlainan pendapat, tidak memaksakan kehendak dan tidak bersikap ekslusif merasa pendapat dan cara pandan sendiri paling benar. 5. Sila kelima, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, mengandung dimensi peduli terhadap orang lain, ikut serta dalam membantu kesusahan, musibah atau bencana yang terjadi kepada orang lain.
  • 8.
    Etika pancasila jugamencakup keutamaan moral, seperti cinta kasih terhadap Pencipta dan sesama, pengendalian diri, penghargaan terhadap orang lain serta keadilan merupakan sifat, karakter manusia yang harus dikembangkan. Penilaian moral harus dilihat dari tiga lembaga yaitu esensi, forma dan ekspresi. Artinya, ketika seorang melakukan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya, hal tersebut jelas sesuai dengan sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun penilaian lain juga mempertimbangkan esensi yaitu motivasi yang melatarbelakangi ibadah tersebut. Aapakah berdasar pada sifat keutamaan atau hanya karena formalitas untuk menggugurkan kewajiban atau mengharapkan adanya imbalan. (Widy, 2015 : 11-15). 2.3 Pancasila Sebagai Solusi Problem Bangsa, Seperti Korupsi, Kerusakan Lingkungan, Dekandensi, Moral, Dll Adil dalam membagi kekuasaan Sesungguhnya yang namanya politik bagi-bagi kekuasaan itu adalah tidak ada. Ini sama saja dengan kebiasaan bagi-bagi jatah sumber daya yang sudah tersedia. Inilah yang terjadi ketika kekuasaan berada di tangan manusia alhasil akan termakan oleh sifat keserakahan yang sesat dan tidak terkendali. Karena itu, ada baiknya jikalau kekuasaan dikembalikan kepada masyarakat luas sehingga sekiranya ada ancaman yang datang maka semuanya akan pasang badan membela NKRI. Pemerataan pendapatan Merupakan solusi jangka pendek atas situasi yang terjadi saat ini. Jika perolehan uang tidak disetarakan maka masing-masing orang akan berusaha lebih gesit untuk menerjang lalu mendahului sesamanya agar bisa merebut lebih banyak uang dari tangan pelanggan. Lagi pula pembagian keuangan yang tidak adil akan memicu ledakan pergerakan masyarakat pada profesi terntentu dimana semuanya itu terjadi demi hidup yang lebih kaya raya. Pemerataan Pendidikan
  • 9.
    Perolehan pendidikan tidakhanya terpusat di kotakota melainkan juga di daerah- daerah terpencil. Ini tidak hanya fokus pada sarana dan prasarana yang tersedia melainkan lebih kepada kemampuan intelektual dan emosional tenaga pengajar yang ada. Sehingga para guru tidak hanya mengajar dengan kata-katanya di depan kelas melainkan juga menjadi contoh yang baik bagi para siswa-siswinya. Pemerataan skill tenaga pengajar adalah jalan cepat demi kesetaraan pendidikan di seluruh negeri. Pemerataan pengetahuan dan wawasan Merupakan jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi oleh Indonesia yang sifatnya jangka panjang. Perolehan ini berhubungan erat dengan keterbukaan informasi dari pihak pemerintah dan swasta. Tanpa keterbukaan informasi mustahil terjadi pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan juga wawasan. Oleh karena itu, ada baiknya jikalau semua pihak disuguhkan dengan informasi yang benar. Bukan sesuatu yang merupakan hasil rekayasa untuk mendatangkan keuntungan bagi pihak tertentu. Pemerataan Kesehatan Salah satu syarat pertama agar seseorang menjadi bahagia adalah memiliki fisik yang sehat dan prima. Tanpa tubuh yang sehat maka tidak ada pula hari-hari yang menyenangkan dengan aktivitas yang padat bersama keluarga, sahabat, handai tolan, rekan kerja dan lain sebagainya. Kesetaraan di bidang kesehatan dapat dicapai dengan memberikan informasi yang benar tentang cara hidup sehat dan panjang umur. Pemerataan pekerjaan Merupakan solusi jangka menengah demi kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap masyarakat yang berumur 25 tahun berhak mendapatkan pekerjaan yang layak sesuai dengan bakat yang dimiliki. Oleh karena itu, jika setiap orang bekerja sesuai bakatnya dalam kreativitas berkelompok sehingga waktunya tidak habis terbuang dalam hal yang sia-sia.
  • 10.
    Pemerataan keamanan (rasaaman) Ketika semua orang sudah sejahtera, tidak ada lagi silat lidah dan pasang badan untuk mengambil sesuatu dari orang lain secara tidak sah, sebab semua sudah dapat jatah yang mensejahterakan. Orang-orang yang telah sejahtera akan berpikir dua kali untuk meninggalkan keadaan seperti itu hanya demi sesuap nasi atau sekedar cara anak bersikap dengan sesamanya. 2.4 Esensi dan Ugrensi Pancasila Sebagai Sistem Etika Negara Pancasila adalah dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Esensi dan urgensi Pancasila sebagai sistem etika sangatlah penting dalam konteks moral, nilai, dan tata nilai yang dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia. Berikut adalah beberapa poin yang menjelaskan esensi dan urgensi Pancasila sebagai sistem etika: a. Landasan Moral: Pancasila memberikan landasan moral bagi Masyarakat Indonesia. Nilai-nilai seperti kemanusiaan, keadilan, persatuan, demokrasi, dan kebhinekaan yang terkandung dalam Pancasila menjadi pedoman bagi individu dan masyarakat dalam berperilaku dan bertindak. b. Pedoman Hidup: Pancasila tidak hanya menjadi panduan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi juga sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila membentuk karakter dan sikap individu dalam menjalani kehidupannya. c. Penjaga Keutuhan Bangsa: Pancasila memainkan peran penting dalam menjaga keutuhan dan kesatuan bangsa Indonesia. Nilai persatuan dan gotong royong yang terkandung dalam Pancasila menjadi pondasi dalam memelihara kerukunan antar etnis, agama, dan budaya yang beragam di Indonesia. d. Dasar Hukum: Pancasila menjadi dasar bagi pembentukan hukum dan kebijakan di Indonesia. Prinsip-prinsip Pancasila tercermin dalam konstitusi dan peraturan-peraturan yang dibuat untuk menjaga ketertiban dan keadilan dalam masyarakat. e. Identitas Nasional: Pancasila mencerminkan identitas nasional Indonesia. Nilai nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi simbol kebanggaan dan jati diri bangsa Indonesia di mata dunia.
  • 11.
    Pancasila merupakan fondasimoral dan etika yang menjadi pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia. Esensi Pancasila terletak pada nilai-nilai dasar yang diusungnya, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai sistem etika, Pancasila memberikan arahan moral yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengingatkan kita akan pentingnya hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan serta kewajiban untuk hidup sesuai dengan ajaran agama dan keyakinan masing-masing. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menegaskan pentingnya menghormati martabat dan hak asasi manusia, serta berlaku adil dalam segala aspek kehidupan. Persatuan Indonesia menekankan pentingnya solidaritas dan kerjasama antarwarga negara, mengatasi perbedaan dengan semangat gotong royong. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan menegaskan prinsip demokrasi yang menjamin partisipasi masyarakat dalam pembangunan negara. Dan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menuntut pemerataan dan keadilan dalam pembangunan serta perlindungan terhadap mereka yang lemah. Pancasila juga memiliki urgensi yang tak terbantahkan dalam membentuk karakter dan identitas bangsa Indonesia. Sebagai pedoman moral, Pancasila membantu masyarakat untuk menjaga keutuhan dan kedamaian, serta mengatasi konflik yang mungkin timbul dalam masyarakat yang multikultural dan multietnis seperti Indonesia. Selain itu, Pancasila juga menjadi dasar bagi penyelenggaraan negara yang baik dan berkeadilan, melalui penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pembuatan kebijakan dan penegakan hukum. Dengan demikian, Pancasila bukan hanya sekadar slogan, tetapi merupakan landasan yang kokoh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.
  • 12.
    BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Pancasilasebagai sistem etika adalah sebuah keniscayaan yang mendasari seluruh aspek kehidupan di Indonesia. Penerapannya tidak hanya sebatas hafalan, tetapi harus terwujud dalam tindakan nyata sehari-hari, baik oleh individu maupun institusi. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, bangsa ini dapat terhindar dari berbagai krisis moral dan mampu mewujudkan cita-cita negara yang adil dan makmur. 3.2 Saran 1. Pancasila hendaknya menjadi dasar dan pedoman bagi Bangsa Indonesia dalam bersikap dan bertingkah laku sehingga nantinya akan terwujud masyarakat adil dan makmur sesuai dengan tujuan negara itu sendiri. 2. Pada setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat, harus senatiasa menerapkan nilai-nilai pancasila baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara schinga terwujud perilaku ctika yang menjunjung tinggi nilai moralitas sebagai perwujudan dari ciri dan kepribadian dari Bangsa Indonesia
  • 13.
    BAB IV DAFTAR FUSTAKA 1.Aini, Nurassyifa Qurotul, and Dinie Anggraeni Dewi. "Sistem Etika Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara." Jurnal Pendidikan Tambusai 6.2 (2022): 11120- 11125. 2. Nur, Syurya Muhammad, and Rahmah Ningsih. "Korupsi mendegradasikan nilai etika Pancasila." Forum Ilmiah Jurnal Bunga Rampai. Vol. 16. No. 3. 2019. 3. Susilawati, Susilawati. "Pancasila Sebagai Solusi Problem Bangsa." Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 20.2 (2020): 626-629. 4. Wulandari, Violla, et al. "Konsep dan Urgensi Pancasila Sebagai Sistem Etika." Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa 2.3 (2024): 829-835.