MAKALAH FISIKA
PEMANASAN GLOBAL
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
DINA NOFRIANI FITRI
XI IPA
GURU PEMBIMBING
LIDARMIYATI,S.PD
SMA NEGERI 3 SIJUNJUNG
2021/2022
Kata Pengantar
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah fisika ini sesuai dengan kemampuan
yang saya miliki.
Makalah ini memuat tentang Pemanasan Global dan
Lubang Ozon. Dengan adanya makalah ini, saya berharap kita
semua bisa mengetahui apa Pemanasan Global dan Lubang
Ozon itu, serta dampak dan langkah antisipatif untuk
mengurangi Pemanasan Global dan Lubang Ozon. Dengan
adanya makalah ini, selain untuk memenuhi tugas yang
diberikan oleh guru mata pelajaran, saya berharap agar makalah
ini mendatangkan wawasan yang lebih luas kepada pembacanya.
Saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan.
Oleh karena itu, kritik dan saran yang sekiranya membangun
saya terima dengan terbuka. Saya berharap, penyusunan
makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
Daftar Isi
Halaman
Judul ........................................................................................... i
Kata Pengantar .......................................................................... ii
Daftar isi ..................................................................................... iii
Bab I Pendahuluan ...................................................................1
1.1 Latar Belakang ..................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................ 2
1.3 Tujuan .................................................................................... 2
Bab II Pembahasan ................................................................... 3
A. Pengertian Efek rumah kaca dan penyebabnya………..........3
B. Penyebab Terjadinya Pemanasan Global………….................6
C. Dampak pemanasan global……………………………….........12
D. Pencegahan pemanasan Global…….……................................14
E. Pengendalian pemanasan Global……………….……………..17
Bab III Penutup ...........................................................................18
3.1 Kesimpulan ............................................................................ 18
3.2 Saran ........................................................................................ 18
Daftar Pustaka ............................................................................. 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perubahan Iklim atau lebih tepatnya perubahan variabel iklim adalah perubahan suhu,
tekanan udara, angin, curah hujan, dan kelembapan, sebagai akibat dari pemanasan
global. Pemanasan global (Global Warming) adalah kejadaian meningkatnya
temperatur rata-rata atmosfer, laut dan bumi. Pada saat ini, bumi menghadapi pemanasan
yang relatif cepat. Menurut para ahli meteorologi, selama seratus terakhir, temperatur
rata-rata bumi meningkat dari 15oC menjadi 15,6oC. Akibat dari panasnya bumi,
mengakibatkan penguapan tinggi dan curah hujan turun secara tidak menentu. Secara
kuantitatif, nilai perubahan temperatur rata-rata bumi ini kecil tetapi dampaknya sangat
luar biasa terhadap lingkungan. Dampak pemanasan global dan timbulnya lubang ozon
akan dirasakan manusia beberapa tahun kemudian dalam jangka panjang.
Pemanasan global dan timbulnya lubang ozon merupakan isu global yang selama ini
digembor-gemborkan oleh berbagai pihak. Beberapa dekade belakangan, fenomena
tersebut masih merupakan mitos, karena manusia saat itu belum merasakan pengaruh
yang signifikan terhadap dampak yang ditimbulkan. Namun, setelah terjadi beragam
peristiwa yang menguatkan mitos tersebut, seperti panasnya suhu udara, tenggelamnya
pulau atau kota, timbulnya berbagai bencana alam seperti banjir, longsor, dan lain
sebagainya, masyarakat dunia mulai menyikapi dengan serius terhadap apa yang terjadi.
Makalah ini akan membahas mengenai gambaran umum pemanasan global dan
lubang ozon, penyebabnya yang berkaitan dengan aktivitas manusia, dampak, dan usaha
yang bisa dilakukan manusia untuk mengendalikan pemansan global.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari penulisan makalah ini, sebagai berikut :
1. Apa itu pemanasan global dan efek rumah kaca?
2. Mengapa pemanasan global dan efek rumah kaca dapat terjadi?
3. Siapa yang terlibat dalam pemanasan global dan efek rumah kaca?
4. Apa saja langkah antisipatif dalam menghadapi pemanasan global dan efek rumah
kaca?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui arti pemanasan global dan efek rumah kaca
2. Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global dan efek rumah kaca
3. Untuk mengetahui pelaku yang terlibat dalam pemanasan global dan efek rumah kaca
4. Untuk mengetahui dampak dari pemanasan global dan efek rumah kaca
5. Untuk mengetahui langkah antisipatif dalam menghadapi pemanasan global dan efek
rumah kaca.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN EFEK RUMAH KACA DAN
PENYEBABNYA
Efek rumah kaca merupakan proses naiknya suhu bumi sebab perubahan di
atmosfer. Efek rumah kaca mengakibatkan panas dari sinar matahari tetap
sedang di bumi. Efek rumah kaca diibaratkan rumah kaca untuk tanaman.
Sinar matahari memantulkan cahaya ke dalam kaca. Namun panas dari sinar
matahari mayoritas berada di rumah kaca. Tahun 1824, seorang ilmuan
mempunyai nama Joseph Fourier kesatu kali memperkenalkan konsep efek
rumah kaca. Berdasarkan keterangan dari Joseph efek rumah kaca adalah
proses pemanasan yang diakibatkan atmosfer.
Fenomena alam ini terjadi sebab pantulan sinar matahari melalui atmosfer bumi.
Sehingga mengakibatkan gas-gas laksana karbon dioksida dan gas lain merusak
selimut atmosfer
Joseph Fourier pun menjelaskan efek rumah kaca sebenarnya dapat terjadi
secara alami di bumi. Namun, kegiatan manusia menciptakan semakin tinggi
proses ini. Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata
atmosfer, laut, dan daratan bumi. Fenomena ini dipicu oleh kegiatan manusia, terutama
yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan.
Gas gas penyebabterjadinya efekrumahkaca adalah:
1. karbon dioksida(CO2)
2. ammonia (NH3)
3. metana (CH4)
4. nitrogen oksida (N2O)
5. gas CFC
6. gas HFC
Efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global disebabkan oleh
meningkatnya kadar gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), ammonia (NH3) dan
metana (CH4) di atmosfer. Gas ini akan menyerap panas baik dari radiasi
matahari maupun konveksi panas permukaan bumi. Akibatnya, suhu udara akan
meningkat dan mengakibatkan pemanasan global.
Kadar gas ini terus meningkat karena aktifitas manusia yang mengeluarkan gas-
gas masih terus terjadi. Aktifitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil
untuk kendaraan bermotor dan industri mengakibatkan peningkatan gas ini.
Sehingga laju pemanasan suhu bumi juga terus meningkat.
Contohnya adalah laju peningkatan gas karbon dioksida (CO2). Berdasarkan
data dari NASA kadar gas ini meningkat secara drastis dari level 320 ppm (parts
per million) pada tahun 1950an ke level 400 ppm di tahun 2013.
Selama gas rumah kaca sperti karbon dioksida ini masih tinggi kadarnya di
atmosfer maka efek rumah kaca akan tetap konstan.
Oleh karena itu untuk mengurangi efek rumah kaca, kita perlu mengurangi
kegiatan yang menghasilkan gas rumah kaca.
Beberapa aktivitas yang menjadi penyebab timbulnya efek rumah kaca di
antaranya, sebagai berikut:
-Hasil pembakaran bahas bakal fosil seperti minyak bumi, batu bara, asap
pabrik, dan hasil pembakaran bahan bakar dari kendaraan bermotor.
-Tingginya pemakaian pupuk kimia dalam bidang pertanian.
-Adanya penebangan liar disertai dengan pembakaran hutan (Deforestation).
-Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) pada alat pendingin seperti AC,
secara berlebihan.
-Adanya emisi gas metana dari aktivitas lahan sawah pertanian, hewan, dan lain-
lain.
Dampak Efek Rumah Kaca
Beberapa dampak yang timbul akibat adanya efek rumah kaca adalah:
-Adanya perubahan temperatur bumi yang semakin tinggi, menyebabkan
perubahan iklim di berbagai daerah di dunia.
-Kegagalan panen secara besar-besaran, akibat perubahan iklim yang drastis.
-Mencairnya glasier (bongkahan es), sehingga menyebabkan naiknya kadar air
laut.
-Meningkatkan risiko kepunahan berbagai spesies makhluk hidup. Penelitian
dalam majalah Nature, mengungkapkan peningkatan suhu dari adanya efek
rumah kaca, dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies.
-Menipisnya lapisan ozon pada atmosfer, yang melindungi bumi dari bahaya
radiasi sinar ultra violet (UV).
Hilangnya terumbu karang yang ada di perairan laut.
B. Penyebabterjadinya pemanasan Global
Efek Rumah Kaca
Penyebab pemanasan global secara umum adalah meningkatnya
produksi gas rumah kaca. Semakin banyak gas rumah kaca, maka
semakin banyak konsentrasi ozon (O3) yang bereaksi dengan gas
rumah kaca tersebut. Akibatnya konsentrasi O3 di stratosferberkurang.
Lubang ozon sebenarnya adalah istilah untuk menyatakan penurunan
konsentrasi O3 di stratosfer.Adanya lubang O3 mengakibatkan radiasi
ultraviolet dari matahari semakin besar intensitasnya memasuki bumi.
Akibatnya adalah suhu bumi menjadi naik.
PenggunaanBahan Bakar Bensin
Penggunaan bahan bakar bensin secara cuma-cuma juga bisa menjadi
penyebab terjadinya pemanasan global. Bahan bakar bensin yang
digunakan pada mobil dan motor misalnya. Saat bensin digunakan
sebagai bahan bakar, maka akan menimbulkan gas karbondioksida.
Gas karbondioksida ini pada akhirnya akan menangkap cahaya panas.
Namun sayangnya, cahaya panas ini tidak bisa disalurkan ke luar
angkasa. Pada akhirnya, cahaya panas hanya akan kembali ke bumi.
Hingga berdampak buruk bagi polusi udara di bumi.
PenggunaanListrik yang Boros
Boros listrik pun bisa menjadi penyebab terjadinya pemanasan global.
Ada penguapan pada listrik yang terlalu sering digunakan. Upaya yang
bisa dilakukan adalah lebih efisien menggunakan. Disesuaikan dengan
kebutuhan dan tidak asal-asalan. Pengaruh buruknya bisa menambah
gas karbondioksida ke bumi hingga sebabkan pemanasan global. Tak
hanya boros pengeluaran, hal ini juga merusak lingkungan.
PolusiMetana
Gas metana adalah salah satu gas yang menjadi penyebab terjadinya
pemanasan global. Gas ini menempati urutan kedua dalam perusakan
lingkungan. Gas metana berasal dari bahan-bahan organik. Terutama
terkait hasil pemecahanbakteri pada pertanian, perkebunan, dan
peternakan.
Metana termasuk gas rumah kaca. Di mana ia dapat memerangkap
panas dalam atmosfer.Metana dipancarkan selama kegiatan produksi
batu bara, gas alam, dan minyak.
Sisa makanan manusia yang terbuang dan menjadi sampah pun akan
menghasilkan metana. Indonesiatermasuk negara nomor dua terbesar
di dunia penghasil sampah makanan.
Gas Karbon Monoksida
Gas karbon monoksidabisa menjadi penyebab terjadinya pemanasan
global. Gas ini amat berkaitan erat dengan aktivitas manusia. Terutama
berkaitan dengan penggunaan kendarakan bermotor.Gas karbon
monoksida inilah yang akan dikeluarkan oleh kendarakan bermotordan
sebabkan polusi
Perilaku Konsumtif
Sifat yang berlebihan dalam mengonsumsisuatu barang ternyata juga
berdampak buruk terhadap lingkungan. Dilansir dari reusethisbag,
produk-produk yang digunakan manusia berkontribusi 60% penghasil
gas rumah kaca. Hal itu dikarenakan penggunaan energi untuk
memproduksiproduk tersebutdan menjaganya untuk tetap bisa
digunakan membutuhkan jumlah energi yang sangat banyak. Di mana
energi tersebut meliputi penggunaan listrik dan batu bara.
Sampah Plastik
Penyebab terjadinya pemanasan global selanjutnya berasal dari hasil
kegiatan manusia, yaitu tumpukan sampah plastik yang tak terkendali.
Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Menurut penelitian,
plastik mengeluarkan gas metana dan etilena ketika terkena sinar
matahari dan berakibat merusak. Gas metana alami atau buatan
dikatakan sebagai penyebab utama perubahan iklim. Tentu saja hal ini
akan berhubungan dengan peningkatan pemanasan global.
Gas Industri
Gas dari industri pun termasuk penyebab terjadinya pemanasan global.
Gas dari industri akan menyebabkan pencemaran udara. Terutama
karena asap pabriknya yang berlebihan dan tak ditampung dengan
benar. Ada gas karbondioksida, karbon monoksida, gas metana, dan
lain sebagainya.
CFC Tidak Terkontrol
CFC merupakan Cloro Four Carbon. CFC ini termasuk penyebab
terjadinya pemanasan global yang sulit dihindarkan. CFC merupakan
bahan kimia yang digabungkan menjadi alat rumah tangga. Peralatan ini
memang bermanfaat untuk menunjang kehidupan, tetapi jika berlebihan
juga tak direkomendasikan. CFC biasanya terdapat pada kulkas dan
AC. Penggunaan yang berlebihan dan tak sesuai aturan akan
berdampak buruk bagi lingkungan, sepertipemanasan global.
Hutan Menyempit
Hutan yang semakin sempit pun termasuk penyebab terjadinya
pemanasan global. Maka ketika telah terjadi kebakaran hutan secara
besar-besaran, patut diselidikipelaku utamanya.
Lahan hutan sangat berperan penting untuk makhluk hidup, hutan
merupakan paru-paru dunia yang seharusnya dijaga. Hutan yang
menyempit akan membuat cuaca semakin memburuk. Tanpa hutan, tak
ada yang membantu mengubah karbondioksida menjadi oksigen. Hal ini
kemudian akan berdampakpada pernapasan yang semakin terganggu.
Dampaknya, pencemaran udara akan terjadi.
C. Dampak pemanasan global
Suhu yang lebih panas
Hampir semua wilayah daratan mengalami lebih banyak hari terik dan
gelombang panas. Tahun 2020 adalah salah satu tahun terpanas yang
pernah tercatat. Suhu yang lebih tinggi dapat meningkatkan penyakit
yang berhubungan dengan panas dan dapat membuat orang lebih sulit
bekerja dan beraktivitas. Kebakaran hutan lebih mudah terjadi dan lebih
cepat menyebar ketika kondisi lebih panas.
Badaiyang lebih hebat
Perubahan suhu menyebabkan perubahan curah hujan. Akibatnya, badai
terjadi lebih sering dan lebih hebat sehingga menyebabkan banjir dan
tanah longsor, menghancurkan rumah dan masyarakat, dan menimbulkan
kerugian miliaran dolar.
Meningkatnya kekeringan
Air semakin langka di lebih banyak daerah. Kekeringan dapat memicu
badai pasir dan debu yang merusak, memindahkan miliaran ton pasir
melintasi benua. Gurun bertambah luas sehingga mengurangi lahan
tanaman pangan. Banyak orang sekarang menghadapi ancaman terjadinya
kekurangan air yang terus-menerus.
Kenaikansuhu dan permukaanlaut
Laut menyerap sebagian besar panas dari pemanasan global. Ini
menyebabkan lapisan es mencair dan menaikkan permukaan laut,
mengancam komunitas pesisirdan pulau. Karbon dioksida juga diserap
oleh laut, sehingga tidak lepas ke atmosfer.Bertambahnya karbon dioksida
membuat laut lebih asam, yang membahayakan kehidupan di dalamnya.
Hilangnya spesies
Perubahan iklim akan menimbulkan risiko bagi kehidupan spesiesdi darat
dan di laut. Risiko ini meningkat saat suhu naik. Kebakaran hutan, cuaca
ekstrem, serta serangan hama dan penyakit adalah beberapaancaman
terkait perubahan iklim. Beberapaspesies aan dapat pindah dan bertahan
hidup, tetapi yang lain tidak.
Kekuranganmakanan
Perubahan iklim dan peningkatan kejadian cuaca ekstrem adalah salah
satu alasan di balik peningkatan kelaparan dan gizi buruk secara global.
Perikanan, tanaman pangan, dan ternak dapat hancur atau menjadi kurang
produktif. Stres panas dapat mengurangi air dan padang rumput untuk
penggembalaan.
Lebih banyak risiko kesehatan
Perubahan pola cuaca memperluas cakupan penyakit seperti malaria.
Peristiwa cuaca ekstrem meningkatkan penyakit dan kematian, sementara
sistem perawatan kesehatan kesulitan dalam mengikuti perkembangannya.
Risiko lain bagi kesehatan termasuk peningkatan kelaparan dan gizi buruk di
daerah yang tidak memungkinkan orang membudidayakan atau menemukan
cukup makanan.
Kemiskinan dan pengungsian
Perubahan iklim meningkatkan faktor-faktor yang membuat orang menjadi
dan terus miskin. Banjir dapat menyapu daerah kumuh di perkotaan,
menghancurkan rumah dan mata pencaharian. Panas dapat mempersulit
pekerjaan di luar ruangan. Bencana terkait cuaca menggusur 23 juta orang per
tahun, membuat makin banyak orang yang rentan terhadap kemiskinan.
D. Pencegahan pemanasan global
Hemat energi di rumah
Sebagian besar listrik dan panas kita dihasilkan dari batu bara, minyak,
dan gas. Gunakan lebih sedikit energi dengan meminimalkan
kebutuhan memanaskan dan mendinginkan suhu, beralih ke bola
lampu LED dan peralatan listrik hemat energi, mencuci pakaian Anda
dengan air dingin, atau menjemur cucian Anda alih-alih menggunakan
mesin pengering.
Jalan kaki, bersepeda, atau naik transportasi umum
Jalan raya dipenuhi kendaraan, yang mayoritas menggunakan bahan
bakar solar atau bensin. Berjalan kaki atau bersepeda daripada
menggunakan kendaraan bermotor akan mengurangi emisi gas rumah
kaca — sekaligus meningkatkan kesehatan dan kebugaran Anda. Untuk
jarak yang lebih jauh, pertimbangkan untuk naik kereta atau bus. Selain
itu, apabila memungkinkan, cobalah berbagi tumpangan.
Perbanyak makan sayur
Mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah, gandum utuh, legum,
kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta lebih sedikit daging dan susu,
dapat secara signifikan menurunkan dampak lingkungan Anda.
Memproduksi makanan nabati umumnya menghasilkan lebih sedikit
emisi gas rumah kaca dan membutuhkan lebih sedikit energi, tanah,
dan air.
Buang lebih sedikit makanan
Saat membuang makanan, Anda juga membuang sumber daya dan
energi yang digunakan untuk menanam, memproduksi, mengemas, dan
mengangkutnya. Dan ketika membusuk di tempat pembuangan
sampah, makanan menghasilkan metana, gas rumah kaca yang kuat.
Jadi, gunakan apa yang Anda beli dan buatlah kompos dari sisa
makanan.
Kurangi, gunakan kembali, perbaiki & daur ulang
Peralatan elektronik, pakaian, dan barang-barang lain yang kita beli
menyebabkan emisi karbon di setiap titik produksinya, mulai dari
ekstraksi bahan mentah hingga pembuatan dan pengangkutan barang
ke pasar. Untuk melindungi iklim kita, beli lebih sedikit barang, belanja
barang bekas, perbaiki apa yang Anda bisa, dan daur ulang
Ganti sumber energi rumah Anda
Tanyakan kepada perusahaan penyedia listrik Anda apakah listrik
rumah Anda berasal dari minyak bumi, batu bara, atau gas. Jika
memungkinkan, cari tahu apakah Anda dapat beralih ke sumber energi
terbarukan seperti angin atau matahari. Atau pasang panel surya di
atap Anda untuk menghasilkan energi untuk rumah Anda.
Beralih ke kendaraan listrik
Jika Anda berencana membeli mobil, pertimbangkan untuk membeli
mobil listrik, yang saat ini makin variatif dan makin murah di pasaran.
Walaupun masih menggunakan listrik yang dihasilkan dari bahan bakar
fosil, mobil listrik membantu mengurangi polusi udara dan
menghasilkan jauh lebih sedikit emisi gas rumah kaca daripada
kendaraanberbahanbakar bensin atau solar.
Pertimbangkan transportasi Anda
Pesawat terbang menggunakan banyak bahan bakar fosil, menghasilkan
emisi gas rumah kaca yang signifikan. Karena itu, menggunakan lebih
sedikit transportasi udara dapat menjadisalah satu cara tercepat
untuk mengurangi dampak lingkungan Anda. Ketika memungkinkan,
lakukan pertemuan secara virtual, dengan naik kereta, atau bahkan
hindari perjalanan jarak jauh.
E. Pengendalian pemanasan Global
Menggunakan energi terbarukan
Salah satu cara mencegah pemanasan global adalah mengurangi atau
tidak menggunakan energi fosil seperti bahan bakar minyak (BBM).
Anda dapat mengganti kebutuhan energi sehari-hari dengan berbagai
jenis energi terbarukan, seperti:
Energi solar (matahari)
Energi angin
Energi arus air
Energi biomassa
Energi panas bumi (geothermal).
Menggunakan moda transportasi hemat energi atau umum
Moda transportasi hemat energi atau menggunakan bahan bakar yang
ramah lingkungan bisa menjadi cara mencegah pemanasan global. Hal
ini dapat mengurangi emisi karbondioksida atau CO2 (salah satu jenis
gas rumah kaca) pada lingkungan.
Melestarikan hutan dan pertanian
Cara mencegah pemanasan global lainnya dapat dilakukan dengan
menggunakan produk perhutanan dan pertanian secara bijak.
Pembalakan hutan harus dihentikan, dan di sisi lain, penghijauan perlu
ditingkatkan secara signifikan
Anda dapat berpartisipasi pada gerakan donasi pohon sebagai cara
mencegah pemanasan global. Uang yang Anda donasikan dalam
gerakan ini akan digunakan untuk menanami hutan dengan berbagai
pohon baru Kurangipenggunaan AC- Daur ulang sampah organic- Pisahkan
Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Pemanasan global yang terjadi saat ini adalah akibat dari perbuatan kita
sendiri. Sebagai manusiakita tidak dapat menjaga dengan baik tempat
dimana kita hidup. Jika kita tidak sadar akandampak yang terjadi nanti,
maka kehidupan di Bumi ini akan terancam. Untuk mengatasinya,telah
dilakukan beberapa penangulangan. Penanggulangan ini akan efektif
bila semua pihak turutserta untuk melakukannya.
3.2 Saran
Pemanasan global ini dapat di kurangi jika kita menanamkan rasa cinta
kepada Bumi ini. Kitaharus dapat menjaga dan melestarikannya , demi
kelangsungan kehidupan di masa yang akan dating.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/22182806/Makalah-Global-
Warminghttp://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_globalhttp://akyura-
kun.blogspot.com/2010/10/makalah-global-
warming.html.http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global

MAKALAH FISIKA.doc

  • 1.
    MAKALAH FISIKA PEMANASAN GLOBAL D I S U S U N OLEH: DINA NOFRIANI FITRI XI IPA GURU PEMBIMBING LIDARMIYATI,S.PD SMA NEGERI 3 SIJUNJUNG 2021/2022
  • 2.
    Kata Pengantar Puji syukuratas kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah fisika ini sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Makalah ini memuat tentang Pemanasan Global dan Lubang Ozon. Dengan adanya makalah ini, saya berharap kita semua bisa mengetahui apa Pemanasan Global dan Lubang Ozon itu, serta dampak dan langkah antisipatif untuk mengurangi Pemanasan Global dan Lubang Ozon. Dengan adanya makalah ini, selain untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran, saya berharap agar makalah ini mendatangkan wawasan yang lebih luas kepada pembacanya. Saya menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sekiranya membangun saya terima dengan terbuka. Saya berharap, penyusunan makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
  • 3.
    Daftar Isi Halaman Judul ...........................................................................................i Kata Pengantar .......................................................................... ii Daftar isi ..................................................................................... iii Bab I Pendahuluan ...................................................................1 1.1 Latar Belakang ..................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ................................................................ 2 1.3 Tujuan .................................................................................... 2 Bab II Pembahasan ................................................................... 3 A. Pengertian Efek rumah kaca dan penyebabnya………..........3 B. Penyebab Terjadinya Pemanasan Global………….................6 C. Dampak pemanasan global……………………………….........12 D. Pencegahan pemanasan Global…….……................................14 E. Pengendalian pemanasan Global……………….……………..17 Bab III Penutup ...........................................................................18 3.1 Kesimpulan ............................................................................ 18 3.2 Saran ........................................................................................ 18 Daftar Pustaka ............................................................................. 18
  • 4.
    BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang Perubahan Iklim atau lebih tepatnya perubahan variabel iklim adalah perubahan suhu, tekanan udara, angin, curah hujan, dan kelembapan, sebagai akibat dari pemanasan global. Pemanasan global (Global Warming) adalah kejadaian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan bumi. Pada saat ini, bumi menghadapi pemanasan yang relatif cepat. Menurut para ahli meteorologi, selama seratus terakhir, temperatur rata-rata bumi meningkat dari 15oC menjadi 15,6oC. Akibat dari panasnya bumi, mengakibatkan penguapan tinggi dan curah hujan turun secara tidak menentu. Secara kuantitatif, nilai perubahan temperatur rata-rata bumi ini kecil tetapi dampaknya sangat luar biasa terhadap lingkungan. Dampak pemanasan global dan timbulnya lubang ozon akan dirasakan manusia beberapa tahun kemudian dalam jangka panjang. Pemanasan global dan timbulnya lubang ozon merupakan isu global yang selama ini digembor-gemborkan oleh berbagai pihak. Beberapa dekade belakangan, fenomena tersebut masih merupakan mitos, karena manusia saat itu belum merasakan pengaruh yang signifikan terhadap dampak yang ditimbulkan. Namun, setelah terjadi beragam peristiwa yang menguatkan mitos tersebut, seperti panasnya suhu udara, tenggelamnya pulau atau kota, timbulnya berbagai bencana alam seperti banjir, longsor, dan lain sebagainya, masyarakat dunia mulai menyikapi dengan serius terhadap apa yang terjadi. Makalah ini akan membahas mengenai gambaran umum pemanasan global dan lubang ozon, penyebabnya yang berkaitan dengan aktivitas manusia, dampak, dan usaha yang bisa dilakukan manusia untuk mengendalikan pemansan global.
  • 5.
    1.2 Rumusan Masalah Rumusanmasalah dari penulisan makalah ini, sebagai berikut : 1. Apa itu pemanasan global dan efek rumah kaca? 2. Mengapa pemanasan global dan efek rumah kaca dapat terjadi? 3. Siapa yang terlibat dalam pemanasan global dan efek rumah kaca? 4. Apa saja langkah antisipatif dalam menghadapi pemanasan global dan efek rumah kaca? 1.3 Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. Untuk mengetahui arti pemanasan global dan efek rumah kaca 2. Untuk mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global dan efek rumah kaca 3. Untuk mengetahui pelaku yang terlibat dalam pemanasan global dan efek rumah kaca 4. Untuk mengetahui dampak dari pemanasan global dan efek rumah kaca 5. Untuk mengetahui langkah antisipatif dalam menghadapi pemanasan global dan efek rumah kaca.
  • 6.
    BAB II PEMBAHASAN A. PENGERTIANEFEK RUMAH KACA DAN PENYEBABNYA Efek rumah kaca merupakan proses naiknya suhu bumi sebab perubahan di atmosfer. Efek rumah kaca mengakibatkan panas dari sinar matahari tetap sedang di bumi. Efek rumah kaca diibaratkan rumah kaca untuk tanaman. Sinar matahari memantulkan cahaya ke dalam kaca. Namun panas dari sinar matahari mayoritas berada di rumah kaca. Tahun 1824, seorang ilmuan mempunyai nama Joseph Fourier kesatu kali memperkenalkan konsep efek rumah kaca. Berdasarkan keterangan dari Joseph efek rumah kaca adalah proses pemanasan yang diakibatkan atmosfer. Fenomena alam ini terjadi sebab pantulan sinar matahari melalui atmosfer bumi. Sehingga mengakibatkan gas-gas laksana karbon dioksida dan gas lain merusak selimut atmosfer Joseph Fourier pun menjelaskan efek rumah kaca sebenarnya dapat terjadi secara alami di bumi. Namun, kegiatan manusia menciptakan semakin tinggi proses ini. Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Fenomena ini dipicu oleh kegiatan manusia, terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan.
  • 7.
    Gas gas penyebabterjadinyaefekrumahkaca adalah: 1. karbon dioksida(CO2) 2. ammonia (NH3) 3. metana (CH4) 4. nitrogen oksida (N2O) 5. gas CFC 6. gas HFC Efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya kadar gas-gas seperti karbon dioksida (CO2), ammonia (NH3) dan metana (CH4) di atmosfer. Gas ini akan menyerap panas baik dari radiasi matahari maupun konveksi panas permukaan bumi. Akibatnya, suhu udara akan meningkat dan mengakibatkan pemanasan global. Kadar gas ini terus meningkat karena aktifitas manusia yang mengeluarkan gas- gas masih terus terjadi. Aktifitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil untuk kendaraan bermotor dan industri mengakibatkan peningkatan gas ini. Sehingga laju pemanasan suhu bumi juga terus meningkat. Contohnya adalah laju peningkatan gas karbon dioksida (CO2). Berdasarkan data dari NASA kadar gas ini meningkat secara drastis dari level 320 ppm (parts per million) pada tahun 1950an ke level 400 ppm di tahun 2013.
  • 8.
    Selama gas rumahkaca sperti karbon dioksida ini masih tinggi kadarnya di atmosfer maka efek rumah kaca akan tetap konstan. Oleh karena itu untuk mengurangi efek rumah kaca, kita perlu mengurangi kegiatan yang menghasilkan gas rumah kaca. Beberapa aktivitas yang menjadi penyebab timbulnya efek rumah kaca di antaranya, sebagai berikut: -Hasil pembakaran bahas bakal fosil seperti minyak bumi, batu bara, asap pabrik, dan hasil pembakaran bahan bakar dari kendaraan bermotor. -Tingginya pemakaian pupuk kimia dalam bidang pertanian. -Adanya penebangan liar disertai dengan pembakaran hutan (Deforestation). -Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) pada alat pendingin seperti AC, secara berlebihan. -Adanya emisi gas metana dari aktivitas lahan sawah pertanian, hewan, dan lain- lain. Dampak Efek Rumah Kaca Beberapa dampak yang timbul akibat adanya efek rumah kaca adalah: -Adanya perubahan temperatur bumi yang semakin tinggi, menyebabkan perubahan iklim di berbagai daerah di dunia. -Kegagalan panen secara besar-besaran, akibat perubahan iklim yang drastis. -Mencairnya glasier (bongkahan es), sehingga menyebabkan naiknya kadar air laut. -Meningkatkan risiko kepunahan berbagai spesies makhluk hidup. Penelitian dalam majalah Nature, mengungkapkan peningkatan suhu dari adanya efek rumah kaca, dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. -Menipisnya lapisan ozon pada atmosfer, yang melindungi bumi dari bahaya radiasi sinar ultra violet (UV). Hilangnya terumbu karang yang ada di perairan laut.
  • 9.
    B. Penyebabterjadinya pemanasanGlobal Efek Rumah Kaca Penyebab pemanasan global secara umum adalah meningkatnya produksi gas rumah kaca. Semakin banyak gas rumah kaca, maka semakin banyak konsentrasi ozon (O3) yang bereaksi dengan gas rumah kaca tersebut. Akibatnya konsentrasi O3 di stratosferberkurang. Lubang ozon sebenarnya adalah istilah untuk menyatakan penurunan konsentrasi O3 di stratosfer.Adanya lubang O3 mengakibatkan radiasi ultraviolet dari matahari semakin besar intensitasnya memasuki bumi. Akibatnya adalah suhu bumi menjadi naik. PenggunaanBahan Bakar Bensin Penggunaan bahan bakar bensin secara cuma-cuma juga bisa menjadi penyebab terjadinya pemanasan global. Bahan bakar bensin yang digunakan pada mobil dan motor misalnya. Saat bensin digunakan sebagai bahan bakar, maka akan menimbulkan gas karbondioksida.
  • 10.
    Gas karbondioksida inipada akhirnya akan menangkap cahaya panas. Namun sayangnya, cahaya panas ini tidak bisa disalurkan ke luar angkasa. Pada akhirnya, cahaya panas hanya akan kembali ke bumi. Hingga berdampak buruk bagi polusi udara di bumi. PenggunaanListrik yang Boros Boros listrik pun bisa menjadi penyebab terjadinya pemanasan global. Ada penguapan pada listrik yang terlalu sering digunakan. Upaya yang bisa dilakukan adalah lebih efisien menggunakan. Disesuaikan dengan kebutuhan dan tidak asal-asalan. Pengaruh buruknya bisa menambah gas karbondioksida ke bumi hingga sebabkan pemanasan global. Tak hanya boros pengeluaran, hal ini juga merusak lingkungan. PolusiMetana
  • 11.
    Gas metana adalahsalah satu gas yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global. Gas ini menempati urutan kedua dalam perusakan lingkungan. Gas metana berasal dari bahan-bahan organik. Terutama terkait hasil pemecahanbakteri pada pertanian, perkebunan, dan peternakan. Metana termasuk gas rumah kaca. Di mana ia dapat memerangkap panas dalam atmosfer.Metana dipancarkan selama kegiatan produksi batu bara, gas alam, dan minyak. Sisa makanan manusia yang terbuang dan menjadi sampah pun akan menghasilkan metana. Indonesiatermasuk negara nomor dua terbesar di dunia penghasil sampah makanan. Gas Karbon Monoksida Gas karbon monoksidabisa menjadi penyebab terjadinya pemanasan global. Gas ini amat berkaitan erat dengan aktivitas manusia. Terutama berkaitan dengan penggunaan kendarakan bermotor.Gas karbon monoksida inilah yang akan dikeluarkan oleh kendarakan bermotordan sebabkan polusi Perilaku Konsumtif
  • 12.
    Sifat yang berlebihandalam mengonsumsisuatu barang ternyata juga berdampak buruk terhadap lingkungan. Dilansir dari reusethisbag, produk-produk yang digunakan manusia berkontribusi 60% penghasil gas rumah kaca. Hal itu dikarenakan penggunaan energi untuk memproduksiproduk tersebutdan menjaganya untuk tetap bisa digunakan membutuhkan jumlah energi yang sangat banyak. Di mana energi tersebut meliputi penggunaan listrik dan batu bara. Sampah Plastik Penyebab terjadinya pemanasan global selanjutnya berasal dari hasil kegiatan manusia, yaitu tumpukan sampah plastik yang tak terkendali. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Menurut penelitian, plastik mengeluarkan gas metana dan etilena ketika terkena sinar matahari dan berakibat merusak. Gas metana alami atau buatan dikatakan sebagai penyebab utama perubahan iklim. Tentu saja hal ini akan berhubungan dengan peningkatan pemanasan global.
  • 13.
    Gas Industri Gas dariindustri pun termasuk penyebab terjadinya pemanasan global. Gas dari industri akan menyebabkan pencemaran udara. Terutama karena asap pabriknya yang berlebihan dan tak ditampung dengan benar. Ada gas karbondioksida, karbon monoksida, gas metana, dan lain sebagainya. CFC Tidak Terkontrol CFC merupakan Cloro Four Carbon. CFC ini termasuk penyebab terjadinya pemanasan global yang sulit dihindarkan. CFC merupakan bahan kimia yang digabungkan menjadi alat rumah tangga. Peralatan ini memang bermanfaat untuk menunjang kehidupan, tetapi jika berlebihan juga tak direkomendasikan. CFC biasanya terdapat pada kulkas dan
  • 14.
    AC. Penggunaan yangberlebihan dan tak sesuai aturan akan berdampak buruk bagi lingkungan, sepertipemanasan global. Hutan Menyempit Hutan yang semakin sempit pun termasuk penyebab terjadinya pemanasan global. Maka ketika telah terjadi kebakaran hutan secara besar-besaran, patut diselidikipelaku utamanya. Lahan hutan sangat berperan penting untuk makhluk hidup, hutan merupakan paru-paru dunia yang seharusnya dijaga. Hutan yang menyempit akan membuat cuaca semakin memburuk. Tanpa hutan, tak ada yang membantu mengubah karbondioksida menjadi oksigen. Hal ini kemudian akan berdampakpada pernapasan yang semakin terganggu. Dampaknya, pencemaran udara akan terjadi.
  • 15.
    C. Dampak pemanasanglobal Suhu yang lebih panas Hampir semua wilayah daratan mengalami lebih banyak hari terik dan gelombang panas. Tahun 2020 adalah salah satu tahun terpanas yang pernah tercatat. Suhu yang lebih tinggi dapat meningkatkan penyakit yang berhubungan dengan panas dan dapat membuat orang lebih sulit bekerja dan beraktivitas. Kebakaran hutan lebih mudah terjadi dan lebih cepat menyebar ketika kondisi lebih panas. Badaiyang lebih hebat Perubahan suhu menyebabkan perubahan curah hujan. Akibatnya, badai terjadi lebih sering dan lebih hebat sehingga menyebabkan banjir dan tanah longsor, menghancurkan rumah dan masyarakat, dan menimbulkan kerugian miliaran dolar. Meningkatnya kekeringan Air semakin langka di lebih banyak daerah. Kekeringan dapat memicu badai pasir dan debu yang merusak, memindahkan miliaran ton pasir melintasi benua. Gurun bertambah luas sehingga mengurangi lahan tanaman pangan. Banyak orang sekarang menghadapi ancaman terjadinya kekurangan air yang terus-menerus. Kenaikansuhu dan permukaanlaut Laut menyerap sebagian besar panas dari pemanasan global. Ini menyebabkan lapisan es mencair dan menaikkan permukaan laut, mengancam komunitas pesisirdan pulau. Karbon dioksida juga diserap oleh laut, sehingga tidak lepas ke atmosfer.Bertambahnya karbon dioksida membuat laut lebih asam, yang membahayakan kehidupan di dalamnya. Hilangnya spesies Perubahan iklim akan menimbulkan risiko bagi kehidupan spesiesdi darat dan di laut. Risiko ini meningkat saat suhu naik. Kebakaran hutan, cuaca ekstrem, serta serangan hama dan penyakit adalah beberapaancaman terkait perubahan iklim. Beberapaspesies aan dapat pindah dan bertahan hidup, tetapi yang lain tidak.
  • 16.
    Kekuranganmakanan Perubahan iklim danpeningkatan kejadian cuaca ekstrem adalah salah satu alasan di balik peningkatan kelaparan dan gizi buruk secara global. Perikanan, tanaman pangan, dan ternak dapat hancur atau menjadi kurang produktif. Stres panas dapat mengurangi air dan padang rumput untuk penggembalaan. Lebih banyak risiko kesehatan Perubahan pola cuaca memperluas cakupan penyakit seperti malaria. Peristiwa cuaca ekstrem meningkatkan penyakit dan kematian, sementara sistem perawatan kesehatan kesulitan dalam mengikuti perkembangannya. Risiko lain bagi kesehatan termasuk peningkatan kelaparan dan gizi buruk di daerah yang tidak memungkinkan orang membudidayakan atau menemukan cukup makanan. Kemiskinan dan pengungsian Perubahan iklim meningkatkan faktor-faktor yang membuat orang menjadi dan terus miskin. Banjir dapat menyapu daerah kumuh di perkotaan, menghancurkan rumah dan mata pencaharian. Panas dapat mempersulit pekerjaan di luar ruangan. Bencana terkait cuaca menggusur 23 juta orang per tahun, membuat makin banyak orang yang rentan terhadap kemiskinan.
  • 17.
    D. Pencegahan pemanasanglobal Hemat energi di rumah Sebagian besar listrik dan panas kita dihasilkan dari batu bara, minyak, dan gas. Gunakan lebih sedikit energi dengan meminimalkan kebutuhan memanaskan dan mendinginkan suhu, beralih ke bola lampu LED dan peralatan listrik hemat energi, mencuci pakaian Anda dengan air dingin, atau menjemur cucian Anda alih-alih menggunakan mesin pengering. Jalan kaki, bersepeda, atau naik transportasi umum Jalan raya dipenuhi kendaraan, yang mayoritas menggunakan bahan bakar solar atau bensin. Berjalan kaki atau bersepeda daripada menggunakan kendaraan bermotor akan mengurangi emisi gas rumah kaca — sekaligus meningkatkan kesehatan dan kebugaran Anda. Untuk jarak yang lebih jauh, pertimbangkan untuk naik kereta atau bus. Selain itu, apabila memungkinkan, cobalah berbagi tumpangan. Perbanyak makan sayur Mengonsumsi lebih banyak sayuran, buah, gandum utuh, legum, kacang-kacangan, dan biji-bijian, serta lebih sedikit daging dan susu, dapat secara signifikan menurunkan dampak lingkungan Anda.
  • 18.
    Memproduksi makanan nabatiumumnya menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca dan membutuhkan lebih sedikit energi, tanah, dan air. Buang lebih sedikit makanan Saat membuang makanan, Anda juga membuang sumber daya dan energi yang digunakan untuk menanam, memproduksi, mengemas, dan mengangkutnya. Dan ketika membusuk di tempat pembuangan sampah, makanan menghasilkan metana, gas rumah kaca yang kuat. Jadi, gunakan apa yang Anda beli dan buatlah kompos dari sisa makanan. Kurangi, gunakan kembali, perbaiki & daur ulang Peralatan elektronik, pakaian, dan barang-barang lain yang kita beli menyebabkan emisi karbon di setiap titik produksinya, mulai dari ekstraksi bahan mentah hingga pembuatan dan pengangkutan barang ke pasar. Untuk melindungi iklim kita, beli lebih sedikit barang, belanja barang bekas, perbaiki apa yang Anda bisa, dan daur ulang
  • 19.
    Ganti sumber energirumah Anda Tanyakan kepada perusahaan penyedia listrik Anda apakah listrik rumah Anda berasal dari minyak bumi, batu bara, atau gas. Jika memungkinkan, cari tahu apakah Anda dapat beralih ke sumber energi terbarukan seperti angin atau matahari. Atau pasang panel surya di atap Anda untuk menghasilkan energi untuk rumah Anda. Beralih ke kendaraan listrik Jika Anda berencana membeli mobil, pertimbangkan untuk membeli mobil listrik, yang saat ini makin variatif dan makin murah di pasaran. Walaupun masih menggunakan listrik yang dihasilkan dari bahan bakar fosil, mobil listrik membantu mengurangi polusi udara dan menghasilkan jauh lebih sedikit emisi gas rumah kaca daripada kendaraanberbahanbakar bensin atau solar. Pertimbangkan transportasi Anda Pesawat terbang menggunakan banyak bahan bakar fosil, menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan. Karena itu, menggunakan lebih sedikit transportasi udara dapat menjadisalah satu cara tercepat untuk mengurangi dampak lingkungan Anda. Ketika memungkinkan, lakukan pertemuan secara virtual, dengan naik kereta, atau bahkan hindari perjalanan jarak jauh.
  • 20.
    E. Pengendalian pemanasanGlobal Menggunakan energi terbarukan Salah satu cara mencegah pemanasan global adalah mengurangi atau tidak menggunakan energi fosil seperti bahan bakar minyak (BBM). Anda dapat mengganti kebutuhan energi sehari-hari dengan berbagai jenis energi terbarukan, seperti: Energi solar (matahari) Energi angin Energi arus air Energi biomassa Energi panas bumi (geothermal). Menggunakan moda transportasi hemat energi atau umum Moda transportasi hemat energi atau menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan bisa menjadi cara mencegah pemanasan global. Hal ini dapat mengurangi emisi karbondioksida atau CO2 (salah satu jenis gas rumah kaca) pada lingkungan. Melestarikan hutan dan pertanian Cara mencegah pemanasan global lainnya dapat dilakukan dengan menggunakan produk perhutanan dan pertanian secara bijak. Pembalakan hutan harus dihentikan, dan di sisi lain, penghijauan perlu ditingkatkan secara signifikan Anda dapat berpartisipasi pada gerakan donasi pohon sebagai cara mencegah pemanasan global. Uang yang Anda donasikan dalam gerakan ini akan digunakan untuk menanami hutan dengan berbagai pohon baru Kurangipenggunaan AC- Daur ulang sampah organic- Pisahkan Sampah Kertas, Plastik, dan Kaleng agar Dapat Didaur Ulang
  • 21.
    BAB III KESIMPULAN DANSARAN 3.1 Kesimpulan Pemanasan global yang terjadi saat ini adalah akibat dari perbuatan kita sendiri. Sebagai manusiakita tidak dapat menjaga dengan baik tempat dimana kita hidup. Jika kita tidak sadar akandampak yang terjadi nanti, maka kehidupan di Bumi ini akan terancam. Untuk mengatasinya,telah dilakukan beberapa penangulangan. Penanggulangan ini akan efektif bila semua pihak turutserta untuk melakukannya. 3.2 Saran Pemanasan global ini dapat di kurangi jika kita menanamkan rasa cinta kepada Bumi ini. Kitaharus dapat menjaga dan melestarikannya , demi kelangsungan kehidupan di masa yang akan dating. DAFTAR PUSTAKA http://www.scribd.com/doc/22182806/Makalah-Global- Warminghttp://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_globalhttp://akyura- kun.blogspot.com/2010/10/makalah-global- warming.html.http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global