KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA ATAMBUA

SOSIALISASI
PERATURAN DITJEN PERBENDAHARAAN No. PER-42/PB/2013

Tentang
Langkah-Langkah Dalam Menghadapi
Akhir TA 2013
Atambua, 26 November 2013
INTEGRITAS | PROFESIONALISME | SINERGI | PELAYANAN |
KESEMPURNAAN
Dalam rangka pelaksanaan APBN TA 2013,
perlu ada pengaturan khusus tentang
penerimaan dan pengeluaran negara diakhir
TA 2013.
Perdirjen Perbendaharaan tentang LangkahLangkah Dalam Menghadapi Akhir TA 2013
merupakan peraturan pelaksanaan atas PMK
No. 163/PMK.05/2013 tentang Pedoman
Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran
Negara pada Akhir TA
2
Dasar Hukum
Dasar Hukum
Bab II
Ketentuan Umum
Bab
Ketentuan Umum
Bab II
Bab II Penerimaan Negara
Penerimaan Negara
Bab III Pengeluaran Negara
Bab III Pengeluaran Negara
Bab IV Penyelesaian UP
Bab IV Penyelesaian UP
Bab V
Bab V Pelaksanaan TSA
Pelaksanaan TSA
Bab VI Pengiriman LKP
Bab VI Pengiriman LKP
Bab VII Akuntansi dan Pelaporan
Bab VII Akuntansi dan Pelaporan
Bab VIII Ketentuan Lain-Lain
Bab VIII Ketentuan Lain-Lain
Bab IX Ketentuan Penutup
Bab IX Ketentuan Penutup
3
1. UU Nomor 17 Th 2003 tentang Keuangan Negara
2. UU Nomor 1 Th 2004 tentang Perbendaharaan Negara
3. UU Nomor 15 Th 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung
Jawab Keuangan Negara
4. PP Nomor 45 Th 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan APBN
5. PMK Nomor 99/PMK.06/2006 tentang MPN
6. PMK Nomor 92/PMK.05/2011 tentang Rencana Bisnis dan Anggaran serta
pelaksanaan Anggaran BLU
7. PMK Nomor 151/PMK.05/2011 tentang Tata Cara Penarikan Pinjaman
dan/atau Hibah Luar Negeri
8. PMK
Nomor
6/PMK.07/2012
tentang
Pertanggungjawaban Transfer ke Daerah

Pelaksanaan

dan

9. PMK Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam
Rangka Pelaksanaan APBN
10. PMK Nomor 32/PMK.02/2013 tentang Tata Cara Revisi Anggaran TA 2013
11. PMK Nomor 163/PMK.05/2013 tentang Pedoman
Penerimaan dan Pengeluaran Negara pada Akhir TA

Pelaksanaan
4
No
1

2

Periode Penerimaan

Batas waktu pelimpahan ke dan
harus telah diterima di rek
SUBRKUN/Dit.PKN

19 - 31 Des 2013

SETIAP AKHIR HARI
KERJA
Pukul 17.30 WST

Pukul 18.00
WST

2 Januari 2014
Pukul 09.00 WST

2 Januari 2014
Pukul 10.00
WST

31 Des 2013
Pukul 15.01 s/d
24.00

Penyampaian
LHP

Pasal 2

Pasal 3

DIBUKUKAN
TGL 31 DES 2013
Pasal 4

DIBUKUKAN
TGL 2 JAN 2014

Pelimpahan penerimaan negara pada tanggal 2 Januari 2014 termasuk
penerimaan negara yang belum memperoleh NTPN namun tercatat
dalam rekening koran.
5
PBB
Batas waktu pelimpahan
ke BO III PBB

Penyampaian
LHP

No

Periode Penerimaan

1

13 - 19 Des 2013

19 Des 2013
Pukul 16.30 WST

Pukul
18.00 WST

19 - 31 Des 2013

SETIAP HARI KERJA
Pukul 16.30 WST

Pukul
18.00 WST

31 Des 2013
pukul 15.01 s/d
Pukul 24.00

2 Januari 2014
Pukul 09.00 WST

2 Jan 2014
Pukul
10.00 WST

DIBUKUKAN
31 DES 2013

DIBUKUKAN
2 JAN 2012

Pasal 5

2
Pasal 6

3

Pasal 7

6
PBB
No

Periode Penerimaan

Batas waktu pembagian

Penyampaian SP2D/SPT
ke BO III

1

13 - 19 Des 2013

20 Des 2013
Pukul 16.30 WST

Pukul 15.00 WST

2

19 - 24 Des 2013

27 Des 2013
Pukul 16.30 WST

Pukul 15.00 WST

Pasal 9

Pasal 5

3
Pasal 6

Pasal 8

Hari Pertama SETELAH DITERIMANYA
DIPA TA 2014, atas beban DIPA 2014
(Sektor Perkebunan, Perhutanan, dan Pertambangan)

25 Des Pk. 15.00
s.d. 31 Des Pk.
24.00 WST
2 Jan 2014 dilimpahkan ke SUBRKUN KPPN,
melalui mekanisme KURANG BAYAR
(Sektor Perdesaan dan Perkotaan)
7
Pasal 10

1. Pelimpahan saldo BO III ke SUBRKUN KPPN (25-31 Des 2013 s.d.
pukul 24.00) dibukukan sebagai berikut:
a. Untuk KPPN KBI menggunakan kode akun 824311
(Pengeluaran Pemindahbukuan Intern KPPN).
b. KPPN Non KBI menggunakan kode akun 824111
(Pengeluaran Kiriman Uang Antar KPPN).
2. Penerimaan atas pelimpahan saldo BO III sebagaimana butir 1
KPPN KBI membukukan sebagai berikut:
a. Untuk transaksi intern KPPN bersangkutan menggunakan
kode akun 814311 (Penerimaan Pemindahbukuan Intern
KPPN.
b. Untuk transaksi kiriman dari KPPN Non KBI menggunakan
kode akun 814111 (Penerimaan Kiriman Uang Antar KPPN).
8
Sanksi
Denda

 Keterlambatan/kekurangan
pelimpahan ke SubRKUN/ BO III,
dan/atau
 Keterlambatan/kekurangan transfer
DBH-PBB/BP-PBB
dikenakan denda sebesar 1‰ per hari
(termasuk hari libur dari jumlah yang
kurang/terlambat dilimpahkan,
minimal Rp5000,-)
Pasal 11
9
Pasal 14

Pasal 12

SPM

No
1

SPM-UP/TUP
SPM-GUP

2

SPM-LS
BAST s.d. Oktober’13

3

SPM-LS
BAST Nov s.d. 31 Des ‘13

4

DIAJUKAN KE KPPN

06 DESEMBER 2013
(Jam Kerja)

PENERBITAN SP2D
11 DES 2013
13 DES 2013

06 DESEMBER 2013
(Jam Kerja)

13 DES 2013

23 DESEMBER 2013
(Jam Kerja)

30 DES 2013

SPMKP/SPMKB/SPMK
C/SPMIB/SPMPP

23 DES 2013
(Jam Kerja)

30 DES 2013

SPM-KPBB

27 DES 2013

30 DES 2013 a tgl
ad

5

SP3B BLU triw.4/ SP2
Hibah Langsung / SPM
pengesahan lainnya

6

SPM-LS Gaji Jan’14

Pasal 13

8 DES 2013
10 DESEMBER 2013
(Jam Kerja)

k
ban 0
ke
im 15.0
ikir m
s d an Ja
ru
Ha kena
be r

p

27 DES 2013
tertgl 2 Jan 2014

10
Pasal 15

No

Pengajuan Aplikasi Penarikan
Pinjaman/Hibah-Langsung atau withdrawal
application (WA)
ke KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah

PALING LAMBAT
DISAMPAIKAN

1

ADB

27 NOPEMBER 2013

2

SELAIN yang ada

29 NOPEMBER 2013

3

IBRD

4 DES 2013

4

JICA

12 DES 2013

Ketentuan ini tidak berlaku dalam hal
pemberi pinjaman/hibah mengatur lain
11
Pasal 16

Pembayaran honorarium dan vakasi bulan Desember TA 2013 dapat
dibayarkan melalui mekanisme SPM-LS dengan melampirkan SPTJM
sepanjang tidak melampaui pagu anggaran yang tersedia dalam DIPA.

Pasal 17

Pembayaran uang makan dan uang lembur PNS bulan Desember TA
2013 dapat dibayarkan dengan uang persediaan.

Pengajuan pengesahan SKPA oleh KPA kepada KPPN paling
lambat tanggal 27 Nopember 2013.
Pasal 18

Pengeshan SKPA oleh KPPN paling lambat tanggal 29 November
2013.
Pengajuan SPM-UP/TUP/GUP/LS ke KPPN berdasarkan SKPA
sesuai jadwal dalam Pasal 13 ayat (1) huruf a dan huruf c.
12
Pasal 19

PENERBITAN SP2D PEMBAYARAN BIAYA
PEMELIHARAAN 5% (RETENSI)

a.Pekerjaan selesai 100%.
b.Untuk pemeliharaan s.d. Akhir TA/yang melampaui
TA 2013, dapat dibayarkan pada TA 2013 dengan
dilampiri copy jaminan pemeliharaan dan disahkan
oleh PPK.
c.Minimal sebesar jumlah tagihan.
d.Masa berlaku jaminan = masa pemeliharaan.
e.SPM pembayaran retensi dibuat terpisah/disatukan
dengan pembayaran angsuran/termin.
13
Pasal 20

Khusus BAPP yang dibuat 23 s.d. 31 Des 2013, pengajuan
SPM-LS ke KPPN dilampiri:
a. Surat Perjanjian Pembayaran.
b. Asli Jaminan/garansi bank- Masa berlaku berakhir s/d
berakhir masa kontrak dg nilai sebesar % pek. Yg belum
diselesaikan . Masa klaim 30 hari sejak berakhir jaminan.
c. Jaminan bank – berlokasi dlm wilayah KPPN dg format yg
telah ditentukan
d. Surat Pernyataan Keabsahan Jaminan Bank/Asuransi.
e. Asli Surat Kuasa Pencairan Jaminan Bank/Asuransi.
f. Surat Pernyataan Kesanggupan menyelesaikan pekerjaan.
g. Untuk pekerjaan dengan nilai kontrak < Rp 50 juta,
jaminan/garansi bank dapat diganti dengan SPTJM


PPK wajib menyampaikan BAPP kepada Kepala KPPN paling lambat 5 hari kerja setelah
masa kontrak berakhir
14
Pasal 20

PEKERJAAN TIDAK DISELESAIKAN/TIDAK DAPAT
DISELESAIKAN 100% S.D. BERAKHIRNYA MASA KONTRAK
1.PPK menyampaikan surat pernyataan tertulis dilengkapi dengan BAPP
dan BAP terakhir kepada Kepala KPPN, paling lambat 5 hari kerja sejak
masa kontrak berakhir.
2.Kepala KPPN pada hari kerja berikutnya setelah menerima Surat
Pernyataan dari PPK, mengajukan klaim pencairan jaminan /garansi
bank.

 Atas klaim jaminan/garansi bank disetor ke Kas Negara sebagai:
- Pengembalian belanja TA berkenaan  pada T.A 2013, dan
- Pendapatan anggaran lain-lain (akun 4239xx)  padaT.A 2014.
 Besaran klim pencairan tanpa memperhitungkan pajak-pajak
yang telah disetor ke kas negara/potongan SPM.
15
Pasal 20

 PPSPM pada saat mengambil Asli Jaminan Bank ke KPPN harus
menyerahkan copy jaminan pemeliharaan (5%) yang telah
disahkan oleh PPK.
 Dalam hal PPK paling lambat 10 (hari kerja) hari kerja sejak
masa kontrak berakhir, PPK tidak menyampaikan BAPP, Kepala
KPPN membuat surat pernyataan dan mengajukan klaim.
 Dalam hal terdapat keterlanjuran penyetoran/pemotongan
pajak diselesaikan dengan restitusi.
Dalam hal bank tidak bersedia mencairkan jaminan/garansi bank:
 PPK wajib mengembalikan uang jaminan bank.
 Untuk tahun berikutnya, KPPN tidak diperkenankan menerima
penjaminan/garansi atau segala bentuk penjaminan dari bank umum
bersangkutan.

16

Pasal 21
No

SPM/SP2D

1

SPM-PTUP/SPM-GUP Nihil
(RM / REKSUS)
(diberi tanggal 31 Des 2013)

2

SP2D GUP-Nihil/PTUP 2013
(diberi tanggal 31 Des 2013)

Pasal 22

paling lambat
8 Jan 2014

Pasal 23

10 Jan 2014

dengan mencantumkan uraian tambahan pada SP2D
“Pengesahan atas pertanggungjawaban UP/TUP TA 2013”
17
Pasal 24

Sisa dana UP TA 2013 disetorkan kembali ke Kas Negara
paling lambat 30 Desember 2013.
Untuk mengetahui sisa dana UP yang harus disetor,
Bendahara Pengeluaran melakukan pencocokan data
dengan KPPN.
Dalam hal Satker/BP s.d. 31 Desember 2013 tidak/
belum menyetorkan sisa dana UP, Satker/BP bsk tidak
dapat diberikan pembayaran UP/TUP dalam TA
berikutnya sebelum sisa dana UP tersebut disetorkan
ke rekening Kas Negara.
18
Pasal 25

 Atas SSBP yang diterima dari BP, Seksi Pencairan
Dana/Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker
melakukan pencocokan dengan data pada Seksi Bank.
 Saldo UP/TUP pada kartu pengawasan UP/TUP harus
sama dengan saldo kas BP pada neraca.
 Dalam hal terdapat perbedaan saldo UP/TUP, KPPN
melakukan tindakan perbaikan sesuai ketentuan.
19
Pasal 26

Daftar Penguji/Daftar Pengantar SP2D-GUP Nihil/ PTUP
dibuat tersendiri.

Pasal 27

Atas penerbitan SP2D-GUP Nihil/PTUP, KPPN mencetak
Kartu Pengawasan Kredit satker berkenaan dan
disahkan oleh Kepala Seksi Pencairan Dana/Seksi
Pencairan Dana dan Manajemen Satker.

Pasal 28

Atas penerbitan SP2D-GUP Nihil/PTUP, KPPN melakukan
perbaikan LKP tanggal 31 Desember 2013.
20
Pasal 29 s.d. 32

1. Dalam rangka pelaksanaan Treasury Single Account (TSA)
pengeluaran, KPPN mengajukan permintaan kebutuhan
dana.
2. Kebutuhan dana untuk gaji bulan Jan’14 disampaikan ke Dit.
PKN tanggal 27 Des’13 paling lambat pukul 16.00 wst
(disatukan kebutuhan dana awal 30 Des 2013).
3. Pengisian dana ke BO II/Kantor Pos untuk pembayaran gaji
bulan Jan’14 dilaksanakan tanggal 30 Des’13.
4. Penihilan saldo Rekening Pengeluaran Kuasa BUN Pusat
(RPK-BUN-P) mulai 19 Des 2012 s.d. 30 Des 2013,
dilaksanakan paling lambat pukul 17.30 WST.
21
Pasal 33

 KPPN melaporkan data SPM yang diterima tanggal 23 Des
2013 kepada Dir. PKN c.q. Subdit Perencanaan dan
Pengendalian Kas melalui ekirana.perbendaharaan.go.id
paling lambat 24 Des 2013 pukul 09.00 WST.
 KPPN setiap hari melaporkan data SP2D yang diterbitkan
19 s.d. 30 Des 2013 kepada Dir. PKN c.q. Subdit
Perencanaan
dan
Pengendalian
Kas
melalui
ekirana.perbendaharaan.go.id paling lambat pukul 15.00
WST.
22
Pasal 34

1. Pengiriman LKP tgl. 19 s.d. 31 Des’13 pukul 21.00 WST,
2. Pengiriman LKP perbaikan atas penerimaan negara 31 Des 2013
setelah 15.00 s.d. 24.00 WST pada tgl 2 Jan’14 pukul 11.00 WST.
3. Pengiriman LKP perbaikan atas SP2D GUP-Nihil/PTUP 2013
dilakukan secara harian pukul 10.00 WST hari kerja berikutnya.
4. Kepala Kanwil DJPb melakukan pengawasan dan pembinaan
terhadap kepatuhan KPPN dalam pengiriman LKP secara tepat
waktu dan akurat.
5. LKP yang telah dikirimkan, harus dikonfirmasi ke DSP u.p Subdit
Pengelolaan Basis Data dan Dukungan TI dan Dit PKN u.p Subdit
Perencanaan dan Pengendalian Kas.
6. LKP harian/mingguan untuk TA 2014 dibuat secara terpisah dari
LKP perbaikan TA 2013.
23

Pasal 35
Pasal 36

No

Kegiatan

Paling Lambat

TINGKAT SATKER (UAKPA) DAN KPPN

1

Rekonsiliasi antar KPPN dan UAKPA

10 Jan 2014

2

Penyampaian LKPP KPPN ke Kanwil

24 Jan 2014

Setelah Rekon

3

Penyampaian LK Satker (UAKPA)
ke Kanwil (UAPPA –W)

20 Jan 2014

Setelah Rekon

TINGKAT KANWIL (UAPPA-W)

4

Rekonsiliasi antara Kanwil DJPBN dan
UAPPA-W

27 Jan 2014

5

Penyampaian LK Kanwil (UAPPA-W)
ke Es. 1 (UAPPA-Es.1)

29 Jan 2014

Setelah Rekon

6

Penyampaian LKPP Kanwil DJPBN
ke Dit. APK & Dit. PKN

13 Februari 2014
(ADK: 11 Feb 2014)

Setelah Rekon

TINGKAT Es. I (UAPPA Es. 1)

7

Penyampaian LK Ess.1 (UAPPA-Es.1)
ke UAPA

7 Februari 2014
24
Pasal 37

Penyelesaian dana retur sesuai ketentuan yang mengatur
mengenai tata cara penyelesaian dan penatausahaan
pengembalian (retur) SP2D.
Pasal 38

Penyampaian pertanggungjawaban atas penggunaan UP oleh
Perwakilan RI di LN dan Atase Teknis K/L
1.Perwakilan RI di LN dan Atase Teknis K/L menyampaikan SPTB
dengan nilai tanpa batas sebagai pengganti kuitansi/bukti pembayaran
ke Kement LN/K/L melalui faksimile
2.Kement LN / K/L menyampaikan SPM-GUP Nihil ke KPPN dengan
dilampiri copy SPTB, yang diketahui oleh Kepala Biro
Keuangan/pejabat yang berwenang.
3.Dalam hal Kuasa PA/Satker/BP Perwakilan RI di LN dan Atase
Teknis Kementerian, s.d. 31 Des 2013 tidak/belum menyetorkan sisa
dana UP, maka sisa dana UP tersebut akan diperhitungkan pada saat
pengajuan SPM dana UP TA 2014
25
Pasal 39

Sisa dana UP/TUP TA 2013 untuk pembayaran dalam rangka
restitusi PPN bagi turis asing:
1.Tidak disetor pada akhir TA 2013
2.Dapat diperhitungkan dengan permintaan UP pada TA berikutnya
Pasal 40

SP3B BLU triwulan IV atas realisasi s.d. 31 Desember 2013
1.SP3B BLU triwulan IV atas realisasi s.d. 31 Des 2013 harus telah
diterima KPPN paling lambat 8 Januari 2014
2.KPPN menerbitkan SP2B BLU TA 2013 dengan tanggal 31 Des
2013, paling lambat tanggal 10 Januari 2014
3.KPPN melakukan perbaikan LKP tertanggal 31 Des 2013 atas
penerbitan SP2B BLU.
26
Pasal 41

Revisi DIPA DBH PBB Bagian Daerah dan BP PBB Bagian Daerah:
Dalam hal realisasi penyaluran DBH PBB Bagian Daerah dan Biaya
Pemungutan (BP) PBB Bagian daerah TA 2013 lebih besar dari pagu
DIPA tahun anggaran 2013, dilakukan perubahan/revisi DIPA DBH PBB
Bagian Daerah dan BP PBB Bagian Daerah dan diberi tanggal 31
Desember 2013.
Pasal 43

Dispensasi penerbitan bank garansi:
Penerbitan bank garansi diluar lokasi KPPN pembayar, Kuasa PA dapat
menyampaikan surat permohonan dispensasi kepada Kepala Kanwil
Ditjen Perbendaharaan.
Kepala Kanwil DJPb dapat memberikan dispensasi:
a.Dalam wilayah kerja KPPN pembayar tidak terdapat bank umum yang
dapat menerbitkan garansi bank.
b.Bank umum penerbit garansi bank berlokasi dalam wilayah kerja
Kanwil Ditjen Perbendaharaan yang bersangkutan.

27
Pasal 44

SP2HL/SP4HL untuk realisasi s.d. 31 Desember 2013:
Harus telah diterima KPPN paling lambat 8 Januari 2014.
Berdasarkan SP2HL/ SP4HL, KPPN menerbitkan SPHL/SP3HL TA
2013 dengan tanggal 31 Des 2013, paling lambat 10 Jan 2014.
KPPN melakukan perbaikan LKP tertanggal 31 Des 2013 atas
penerbitan SPHL/SP3HL
Pasal 45

 Penyampaian MPHL-BJS ke KPPN untuk realisasi s.d. 31
Des 2013 harus telah diterima KPPN paling lambat 8
Januari 2014.
 KPPN melakukan persetujuan MPHL-BJS TA 2013 dengan
tanggal 31 Des 2013, paling lambat 10 Januari 2014.
28
Kunjungi kami :
http://www.kppnatambua.blogspot.com/

Per-42/PB/2013

  • 1.
    KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIKINDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA ATAMBUA SOSIALISASI PERATURAN DITJEN PERBENDAHARAAN No. PER-42/PB/2013 Tentang Langkah-Langkah Dalam Menghadapi Akhir TA 2013 Atambua, 26 November 2013 INTEGRITAS | PROFESIONALISME | SINERGI | PELAYANAN | KESEMPURNAAN
  • 2.
    Dalam rangka pelaksanaanAPBN TA 2013, perlu ada pengaturan khusus tentang penerimaan dan pengeluaran negara diakhir TA 2013. Perdirjen Perbendaharaan tentang LangkahLangkah Dalam Menghadapi Akhir TA 2013 merupakan peraturan pelaksanaan atas PMK No. 163/PMK.05/2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan dan Pengeluaran Negara pada Akhir TA 2
  • 3.
    Dasar Hukum Dasar Hukum BabII Ketentuan Umum Bab Ketentuan Umum Bab II Bab II Penerimaan Negara Penerimaan Negara Bab III Pengeluaran Negara Bab III Pengeluaran Negara Bab IV Penyelesaian UP Bab IV Penyelesaian UP Bab V Bab V Pelaksanaan TSA Pelaksanaan TSA Bab VI Pengiriman LKP Bab VI Pengiriman LKP Bab VII Akuntansi dan Pelaporan Bab VII Akuntansi dan Pelaporan Bab VIII Ketentuan Lain-Lain Bab VIII Ketentuan Lain-Lain Bab IX Ketentuan Penutup Bab IX Ketentuan Penutup 3
  • 4.
    1. UU Nomor17 Th 2003 tentang Keuangan Negara 2. UU Nomor 1 Th 2004 tentang Perbendaharaan Negara 3. UU Nomor 15 Th 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara 4. PP Nomor 45 Th 2013 tentang Tata Cara Pelaksanaan APBN 5. PMK Nomor 99/PMK.06/2006 tentang MPN 6. PMK Nomor 92/PMK.05/2011 tentang Rencana Bisnis dan Anggaran serta pelaksanaan Anggaran BLU 7. PMK Nomor 151/PMK.05/2011 tentang Tata Cara Penarikan Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri 8. PMK Nomor 6/PMK.07/2012 tentang Pertanggungjawaban Transfer ke Daerah Pelaksanaan dan 9. PMK Nomor 190/PMK.05/2012 tentang Tata Cara Pembayaran Dalam Rangka Pelaksanaan APBN 10. PMK Nomor 32/PMK.02/2013 tentang Tata Cara Revisi Anggaran TA 2013 11. PMK Nomor 163/PMK.05/2013 tentang Pedoman Penerimaan dan Pengeluaran Negara pada Akhir TA Pelaksanaan 4
  • 5.
    No 1 2 Periode Penerimaan Batas waktupelimpahan ke dan harus telah diterima di rek SUBRKUN/Dit.PKN 19 - 31 Des 2013 SETIAP AKHIR HARI KERJA Pukul 17.30 WST Pukul 18.00 WST 2 Januari 2014 Pukul 09.00 WST 2 Januari 2014 Pukul 10.00 WST 31 Des 2013 Pukul 15.01 s/d 24.00 Penyampaian LHP Pasal 2 Pasal 3 DIBUKUKAN TGL 31 DES 2013 Pasal 4 DIBUKUKAN TGL 2 JAN 2014 Pelimpahan penerimaan negara pada tanggal 2 Januari 2014 termasuk penerimaan negara yang belum memperoleh NTPN namun tercatat dalam rekening koran. 5
  • 6.
    PBB Batas waktu pelimpahan keBO III PBB Penyampaian LHP No Periode Penerimaan 1 13 - 19 Des 2013 19 Des 2013 Pukul 16.30 WST Pukul 18.00 WST 19 - 31 Des 2013 SETIAP HARI KERJA Pukul 16.30 WST Pukul 18.00 WST 31 Des 2013 pukul 15.01 s/d Pukul 24.00 2 Januari 2014 Pukul 09.00 WST 2 Jan 2014 Pukul 10.00 WST DIBUKUKAN 31 DES 2013 DIBUKUKAN 2 JAN 2012 Pasal 5 2 Pasal 6 3 Pasal 7 6
  • 7.
    PBB No Periode Penerimaan Batas waktupembagian Penyampaian SP2D/SPT ke BO III 1 13 - 19 Des 2013 20 Des 2013 Pukul 16.30 WST Pukul 15.00 WST 2 19 - 24 Des 2013 27 Des 2013 Pukul 16.30 WST Pukul 15.00 WST Pasal 9 Pasal 5 3 Pasal 6 Pasal 8 Hari Pertama SETELAH DITERIMANYA DIPA TA 2014, atas beban DIPA 2014 (Sektor Perkebunan, Perhutanan, dan Pertambangan) 25 Des Pk. 15.00 s.d. 31 Des Pk. 24.00 WST 2 Jan 2014 dilimpahkan ke SUBRKUN KPPN, melalui mekanisme KURANG BAYAR (Sektor Perdesaan dan Perkotaan) 7
  • 8.
    Pasal 10 1. Pelimpahansaldo BO III ke SUBRKUN KPPN (25-31 Des 2013 s.d. pukul 24.00) dibukukan sebagai berikut: a. Untuk KPPN KBI menggunakan kode akun 824311 (Pengeluaran Pemindahbukuan Intern KPPN). b. KPPN Non KBI menggunakan kode akun 824111 (Pengeluaran Kiriman Uang Antar KPPN). 2. Penerimaan atas pelimpahan saldo BO III sebagaimana butir 1 KPPN KBI membukukan sebagai berikut: a. Untuk transaksi intern KPPN bersangkutan menggunakan kode akun 814311 (Penerimaan Pemindahbukuan Intern KPPN. b. Untuk transaksi kiriman dari KPPN Non KBI menggunakan kode akun 814111 (Penerimaan Kiriman Uang Antar KPPN). 8
  • 9.
    Sanksi Denda  Keterlambatan/kekurangan pelimpahan keSubRKUN/ BO III, dan/atau  Keterlambatan/kekurangan transfer DBH-PBB/BP-PBB dikenakan denda sebesar 1‰ per hari (termasuk hari libur dari jumlah yang kurang/terlambat dilimpahkan, minimal Rp5000,-) Pasal 11 9
  • 10.
    Pasal 14 Pasal 12 SPM No 1 SPM-UP/TUP SPM-GUP 2 SPM-LS BASTs.d. Oktober’13 3 SPM-LS BAST Nov s.d. 31 Des ‘13 4 DIAJUKAN KE KPPN 06 DESEMBER 2013 (Jam Kerja) PENERBITAN SP2D 11 DES 2013 13 DES 2013 06 DESEMBER 2013 (Jam Kerja) 13 DES 2013 23 DESEMBER 2013 (Jam Kerja) 30 DES 2013 SPMKP/SPMKB/SPMK C/SPMIB/SPMPP 23 DES 2013 (Jam Kerja) 30 DES 2013 SPM-KPBB 27 DES 2013 30 DES 2013 a tgl ad 5 SP3B BLU triw.4/ SP2 Hibah Langsung / SPM pengesahan lainnya 6 SPM-LS Gaji Jan’14 Pasal 13 8 DES 2013 10 DESEMBER 2013 (Jam Kerja) k ban 0 ke im 15.0 ikir m s d an Ja ru Ha kena be r p 27 DES 2013 tertgl 2 Jan 2014 10
  • 11.
    Pasal 15 No Pengajuan AplikasiPenarikan Pinjaman/Hibah-Langsung atau withdrawal application (WA) ke KPPN Khusus Pinjaman dan Hibah PALING LAMBAT DISAMPAIKAN 1 ADB 27 NOPEMBER 2013 2 SELAIN yang ada 29 NOPEMBER 2013 3 IBRD 4 DES 2013 4 JICA 12 DES 2013 Ketentuan ini tidak berlaku dalam hal pemberi pinjaman/hibah mengatur lain 11
  • 12.
    Pasal 16 Pembayaran honorariumdan vakasi bulan Desember TA 2013 dapat dibayarkan melalui mekanisme SPM-LS dengan melampirkan SPTJM sepanjang tidak melampaui pagu anggaran yang tersedia dalam DIPA. Pasal 17 Pembayaran uang makan dan uang lembur PNS bulan Desember TA 2013 dapat dibayarkan dengan uang persediaan. Pengajuan pengesahan SKPA oleh KPA kepada KPPN paling lambat tanggal 27 Nopember 2013. Pasal 18 Pengeshan SKPA oleh KPPN paling lambat tanggal 29 November 2013. Pengajuan SPM-UP/TUP/GUP/LS ke KPPN berdasarkan SKPA sesuai jadwal dalam Pasal 13 ayat (1) huruf a dan huruf c. 12
  • 13.
    Pasal 19 PENERBITAN SP2DPEMBAYARAN BIAYA PEMELIHARAAN 5% (RETENSI) a.Pekerjaan selesai 100%. b.Untuk pemeliharaan s.d. Akhir TA/yang melampaui TA 2013, dapat dibayarkan pada TA 2013 dengan dilampiri copy jaminan pemeliharaan dan disahkan oleh PPK. c.Minimal sebesar jumlah tagihan. d.Masa berlaku jaminan = masa pemeliharaan. e.SPM pembayaran retensi dibuat terpisah/disatukan dengan pembayaran angsuran/termin. 13
  • 14.
    Pasal 20 Khusus BAPPyang dibuat 23 s.d. 31 Des 2013, pengajuan SPM-LS ke KPPN dilampiri: a. Surat Perjanjian Pembayaran. b. Asli Jaminan/garansi bank- Masa berlaku berakhir s/d berakhir masa kontrak dg nilai sebesar % pek. Yg belum diselesaikan . Masa klaim 30 hari sejak berakhir jaminan. c. Jaminan bank – berlokasi dlm wilayah KPPN dg format yg telah ditentukan d. Surat Pernyataan Keabsahan Jaminan Bank/Asuransi. e. Asli Surat Kuasa Pencairan Jaminan Bank/Asuransi. f. Surat Pernyataan Kesanggupan menyelesaikan pekerjaan. g. Untuk pekerjaan dengan nilai kontrak < Rp 50 juta, jaminan/garansi bank dapat diganti dengan SPTJM  PPK wajib menyampaikan BAPP kepada Kepala KPPN paling lambat 5 hari kerja setelah masa kontrak berakhir 14
  • 15.
    Pasal 20 PEKERJAAN TIDAKDISELESAIKAN/TIDAK DAPAT DISELESAIKAN 100% S.D. BERAKHIRNYA MASA KONTRAK 1.PPK menyampaikan surat pernyataan tertulis dilengkapi dengan BAPP dan BAP terakhir kepada Kepala KPPN, paling lambat 5 hari kerja sejak masa kontrak berakhir. 2.Kepala KPPN pada hari kerja berikutnya setelah menerima Surat Pernyataan dari PPK, mengajukan klaim pencairan jaminan /garansi bank.  Atas klaim jaminan/garansi bank disetor ke Kas Negara sebagai: - Pengembalian belanja TA berkenaan  pada T.A 2013, dan - Pendapatan anggaran lain-lain (akun 4239xx)  padaT.A 2014.  Besaran klim pencairan tanpa memperhitungkan pajak-pajak yang telah disetor ke kas negara/potongan SPM. 15
  • 16.
    Pasal 20  PPSPMpada saat mengambil Asli Jaminan Bank ke KPPN harus menyerahkan copy jaminan pemeliharaan (5%) yang telah disahkan oleh PPK.  Dalam hal PPK paling lambat 10 (hari kerja) hari kerja sejak masa kontrak berakhir, PPK tidak menyampaikan BAPP, Kepala KPPN membuat surat pernyataan dan mengajukan klaim.  Dalam hal terdapat keterlanjuran penyetoran/pemotongan pajak diselesaikan dengan restitusi. Dalam hal bank tidak bersedia mencairkan jaminan/garansi bank:  PPK wajib mengembalikan uang jaminan bank.  Untuk tahun berikutnya, KPPN tidak diperkenankan menerima penjaminan/garansi atau segala bentuk penjaminan dari bank umum bersangkutan. 16 Pasal 21
  • 17.
    No SPM/SP2D 1 SPM-PTUP/SPM-GUP Nihil (RM /REKSUS) (diberi tanggal 31 Des 2013) 2 SP2D GUP-Nihil/PTUP 2013 (diberi tanggal 31 Des 2013) Pasal 22 paling lambat 8 Jan 2014 Pasal 23 10 Jan 2014 dengan mencantumkan uraian tambahan pada SP2D “Pengesahan atas pertanggungjawaban UP/TUP TA 2013” 17
  • 18.
    Pasal 24 Sisa danaUP TA 2013 disetorkan kembali ke Kas Negara paling lambat 30 Desember 2013. Untuk mengetahui sisa dana UP yang harus disetor, Bendahara Pengeluaran melakukan pencocokan data dengan KPPN. Dalam hal Satker/BP s.d. 31 Desember 2013 tidak/ belum menyetorkan sisa dana UP, Satker/BP bsk tidak dapat diberikan pembayaran UP/TUP dalam TA berikutnya sebelum sisa dana UP tersebut disetorkan ke rekening Kas Negara. 18
  • 19.
    Pasal 25  AtasSSBP yang diterima dari BP, Seksi Pencairan Dana/Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker melakukan pencocokan dengan data pada Seksi Bank.  Saldo UP/TUP pada kartu pengawasan UP/TUP harus sama dengan saldo kas BP pada neraca.  Dalam hal terdapat perbedaan saldo UP/TUP, KPPN melakukan tindakan perbaikan sesuai ketentuan. 19
  • 20.
    Pasal 26 Daftar Penguji/DaftarPengantar SP2D-GUP Nihil/ PTUP dibuat tersendiri. Pasal 27 Atas penerbitan SP2D-GUP Nihil/PTUP, KPPN mencetak Kartu Pengawasan Kredit satker berkenaan dan disahkan oleh Kepala Seksi Pencairan Dana/Seksi Pencairan Dana dan Manajemen Satker. Pasal 28 Atas penerbitan SP2D-GUP Nihil/PTUP, KPPN melakukan perbaikan LKP tanggal 31 Desember 2013. 20
  • 21.
    Pasal 29 s.d.32 1. Dalam rangka pelaksanaan Treasury Single Account (TSA) pengeluaran, KPPN mengajukan permintaan kebutuhan dana. 2. Kebutuhan dana untuk gaji bulan Jan’14 disampaikan ke Dit. PKN tanggal 27 Des’13 paling lambat pukul 16.00 wst (disatukan kebutuhan dana awal 30 Des 2013). 3. Pengisian dana ke BO II/Kantor Pos untuk pembayaran gaji bulan Jan’14 dilaksanakan tanggal 30 Des’13. 4. Penihilan saldo Rekening Pengeluaran Kuasa BUN Pusat (RPK-BUN-P) mulai 19 Des 2012 s.d. 30 Des 2013, dilaksanakan paling lambat pukul 17.30 WST. 21
  • 22.
    Pasal 33  KPPNmelaporkan data SPM yang diterima tanggal 23 Des 2013 kepada Dir. PKN c.q. Subdit Perencanaan dan Pengendalian Kas melalui ekirana.perbendaharaan.go.id paling lambat 24 Des 2013 pukul 09.00 WST.  KPPN setiap hari melaporkan data SP2D yang diterbitkan 19 s.d. 30 Des 2013 kepada Dir. PKN c.q. Subdit Perencanaan dan Pengendalian Kas melalui ekirana.perbendaharaan.go.id paling lambat pukul 15.00 WST. 22
  • 23.
    Pasal 34 1. PengirimanLKP tgl. 19 s.d. 31 Des’13 pukul 21.00 WST, 2. Pengiriman LKP perbaikan atas penerimaan negara 31 Des 2013 setelah 15.00 s.d. 24.00 WST pada tgl 2 Jan’14 pukul 11.00 WST. 3. Pengiriman LKP perbaikan atas SP2D GUP-Nihil/PTUP 2013 dilakukan secara harian pukul 10.00 WST hari kerja berikutnya. 4. Kepala Kanwil DJPb melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap kepatuhan KPPN dalam pengiriman LKP secara tepat waktu dan akurat. 5. LKP yang telah dikirimkan, harus dikonfirmasi ke DSP u.p Subdit Pengelolaan Basis Data dan Dukungan TI dan Dit PKN u.p Subdit Perencanaan dan Pengendalian Kas. 6. LKP harian/mingguan untuk TA 2014 dibuat secara terpisah dari LKP perbaikan TA 2013. 23 Pasal 35
  • 24.
    Pasal 36 No Kegiatan Paling Lambat TINGKATSATKER (UAKPA) DAN KPPN 1 Rekonsiliasi antar KPPN dan UAKPA 10 Jan 2014 2 Penyampaian LKPP KPPN ke Kanwil 24 Jan 2014 Setelah Rekon 3 Penyampaian LK Satker (UAKPA) ke Kanwil (UAPPA –W) 20 Jan 2014 Setelah Rekon TINGKAT KANWIL (UAPPA-W) 4 Rekonsiliasi antara Kanwil DJPBN dan UAPPA-W 27 Jan 2014 5 Penyampaian LK Kanwil (UAPPA-W) ke Es. 1 (UAPPA-Es.1) 29 Jan 2014 Setelah Rekon 6 Penyampaian LKPP Kanwil DJPBN ke Dit. APK & Dit. PKN 13 Februari 2014 (ADK: 11 Feb 2014) Setelah Rekon TINGKAT Es. I (UAPPA Es. 1) 7 Penyampaian LK Ess.1 (UAPPA-Es.1) ke UAPA 7 Februari 2014 24
  • 25.
    Pasal 37 Penyelesaian danaretur sesuai ketentuan yang mengatur mengenai tata cara penyelesaian dan penatausahaan pengembalian (retur) SP2D. Pasal 38 Penyampaian pertanggungjawaban atas penggunaan UP oleh Perwakilan RI di LN dan Atase Teknis K/L 1.Perwakilan RI di LN dan Atase Teknis K/L menyampaikan SPTB dengan nilai tanpa batas sebagai pengganti kuitansi/bukti pembayaran ke Kement LN/K/L melalui faksimile 2.Kement LN / K/L menyampaikan SPM-GUP Nihil ke KPPN dengan dilampiri copy SPTB, yang diketahui oleh Kepala Biro Keuangan/pejabat yang berwenang. 3.Dalam hal Kuasa PA/Satker/BP Perwakilan RI di LN dan Atase Teknis Kementerian, s.d. 31 Des 2013 tidak/belum menyetorkan sisa dana UP, maka sisa dana UP tersebut akan diperhitungkan pada saat pengajuan SPM dana UP TA 2014 25
  • 26.
    Pasal 39 Sisa danaUP/TUP TA 2013 untuk pembayaran dalam rangka restitusi PPN bagi turis asing: 1.Tidak disetor pada akhir TA 2013 2.Dapat diperhitungkan dengan permintaan UP pada TA berikutnya Pasal 40 SP3B BLU triwulan IV atas realisasi s.d. 31 Desember 2013 1.SP3B BLU triwulan IV atas realisasi s.d. 31 Des 2013 harus telah diterima KPPN paling lambat 8 Januari 2014 2.KPPN menerbitkan SP2B BLU TA 2013 dengan tanggal 31 Des 2013, paling lambat tanggal 10 Januari 2014 3.KPPN melakukan perbaikan LKP tertanggal 31 Des 2013 atas penerbitan SP2B BLU. 26
  • 27.
    Pasal 41 Revisi DIPADBH PBB Bagian Daerah dan BP PBB Bagian Daerah: Dalam hal realisasi penyaluran DBH PBB Bagian Daerah dan Biaya Pemungutan (BP) PBB Bagian daerah TA 2013 lebih besar dari pagu DIPA tahun anggaran 2013, dilakukan perubahan/revisi DIPA DBH PBB Bagian Daerah dan BP PBB Bagian Daerah dan diberi tanggal 31 Desember 2013. Pasal 43 Dispensasi penerbitan bank garansi: Penerbitan bank garansi diluar lokasi KPPN pembayar, Kuasa PA dapat menyampaikan surat permohonan dispensasi kepada Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan. Kepala Kanwil DJPb dapat memberikan dispensasi: a.Dalam wilayah kerja KPPN pembayar tidak terdapat bank umum yang dapat menerbitkan garansi bank. b.Bank umum penerbit garansi bank berlokasi dalam wilayah kerja Kanwil Ditjen Perbendaharaan yang bersangkutan. 27
  • 28.
    Pasal 44 SP2HL/SP4HL untukrealisasi s.d. 31 Desember 2013: Harus telah diterima KPPN paling lambat 8 Januari 2014. Berdasarkan SP2HL/ SP4HL, KPPN menerbitkan SPHL/SP3HL TA 2013 dengan tanggal 31 Des 2013, paling lambat 10 Jan 2014. KPPN melakukan perbaikan LKP tertanggal 31 Des 2013 atas penerbitan SPHL/SP3HL Pasal 45  Penyampaian MPHL-BJS ke KPPN untuk realisasi s.d. 31 Des 2013 harus telah diterima KPPN paling lambat 8 Januari 2014.  KPPN melakukan persetujuan MPHL-BJS TA 2013 dengan tanggal 31 Des 2013, paling lambat 10 Januari 2014. 28
  • 29.