Panduan Penyusunan Kurikulum Operasional
Di Suatu Pendidikan
Silahkan Menjawab Pertanyaan Refleksi Secara Individu
Berikut:
Apahkah bapak/Ibu terlibat/dilibatkan dalam
penyusunan KTSP/KOSP di sekolah?
BagaimanaKTSP / KOSP itu dibuat?
Bagaimana KTSP / KOSP itu diterapkan
•
•
•
Menurut BSNP (2006: 5) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah
kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan
pendidikan".
Menurut Mulyasa (2006: 20-21), KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan
kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran yakni
sekolah dan satuan pendidikan.
Mulyasa (2008), Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, kompetensi dasar, materi standar, dan hasil belajar, serta
cara yang
digunakan untuk pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan.
Sesuai dengan definisi yang disampaikan oleh Badan Standar Nasional
Pendidikan (2006), bahwa yang dimaksud dengan KTSP adalah kurikulum
operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan.
KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan
kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
Pengertian KTSP
Acuan Penyusunan KTSP / KOSP
Sekilas penjelasan mengenai dokumen yang menjadi rujukan dalam mengembangkan
kurikulum operasional di satuan pendidikan.
Sebagaimana yang dimaksud pada regulasi yang mengatur struktur Kurikulum
disusun berdasarkan:
a. Kerangka dasar dan struktur yang ditetapkan secara nasional; dan
b. Visi, misi, dan karakteristik satuan pendidikan
Standar Nasional Pendidikan
Standar Nasional Pendidikan yang menjadi acuan dalam pengembangan
sebagaimana yang dimaksud pada regulasi yang mengatur struktur Kurikulum
1., Standar Kompetensi Lulusan ( permendikbud No 20/2016 )
kurikulum
meliputi:
Menurut peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan No 20 /2016 SKL
adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan
pengetahuan dan ketrampilan. Berdasarkan PP No
pendidikan pasal 26 ayat 1-3 menyatakan:
kelulusan yang mencakup sikap,
19/2005 tentang standar nasional
1. SKL
pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk melatakan dasar kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia serta
mengikuti pendidikan lebih lanjut
ketrampilan untuk hidup mandiri dan
2. SKL pada satuan pendidikan menengah bertujuan untuk meningatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia serta ketrampilan hidup mandiri
3. Skl pada satuan menengah kejuruan bertujuan untuk meningatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia serta ketrampilan hidup mandiri sesuai dengan
keahliannya.
Fungsi Skl :
1. Menjadi pedoman penilaian untuk menentukan kelulusan peserta didik
2. Menjadi pondasi dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahla, dan
ketrampilan hidup mandiri saat berada di jenjeang pendidikan dasar dan menengah
umum/kejuruan
3. SKL pada satuan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan,
pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia serta ketrampilan hidup mandiri. Dan
mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai kejuruannya.
2.,Standar Isi (Permendikbud no. 21 /2016) adalah kriteria yang mencakup ruang
linkup materi dan tingkat kompentisi yang diguakan untuk mencakup standar
kompotensi lulusan yang telah ditetapkan pada jenjang pendidikan tertentu. Artinya
setiap materi yang akan diterima peserta didik beserta tingkat kompotensinya sudah
dirumuskan kedalam standar isi setiap mata pelajaran.
Tujuan Standar Isi :
Untuk meninkatkan
kualitas pendidikan
melalui
pengembangan
potensi peserta
didik yang sejalan
dengan
perkembangan
ilmu pengetahuan,
kemajuan
tekniklogi, seni dan
budaya sehigga
diharapkan bisa
mencapai tujuan
pendidikan
• Untuk meninkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan potensi peserta
didik yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan tekniklogi,
seni dan budaya sehigga diharapkan bisa mencapai tujuan pendidikan nasional
Fungsi Standar Isi :
•
• Untuk meninkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan potensi peserta
didik yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan tekniklogi,
seni dan budaya sehigga diharapkan bisa mencapai tujuan pendidikan nasional
Fungsi Standar Isi :
Sebagai acuan guru saat memberikan materi dalam kegiatan pembelajaran.
Materi yang diberiakan selalu bereontasi pada standar kompotensi lulusan
3.,Standar proses ( Permendikbut No 22/2016 )
Menerut peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan N0 22/2016 pasal 1 ayat
1
•
•
•
•
menyatakan bahwba standar proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan
pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapi kompotensi pendidikan.
Tujuan Standar Proses :
•
• Memudahkan guru dalam membuat perencanaan di sekolah ( Perencanaan
semester/tahunaan)
Memudahkan kepala sekolah dalam memantau keberhasilan proses
pembelajaran
di sekolah
Mengarahkan proses belajar pesera didik agar mengacuh pada tujuan akhir yang
hendak dicapai yaitu standar kompotensi lulusan
•
•
Funsi Standar Proses:
•
•
•
Mengendalikan proses pendidikan yang berjalan melalui pembelajaran
Meninkatkan mutu atau kualitas pendidikan
Alat untuk mencapai program yang telah direncanakan oleh setiap
satuan
pendidikan
• Menjadi acuan oleh guru untuk merencanakan, membuat dan
mengipmlemantasikan program programnya
4. Standar penilaian pendidikan ( Permendikbut No 23/2016 )
Menurut peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan N023/2016
mengenai
standar penilaian adalah kritreia mengenai lingkup tujuan, manfaat, prinsip,
mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang
digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar yang digunakan sebagai dasar
dalam penilaian disatuan pendidikan.
• Tujuan standar penilaian Untuk menciptakan proses penilaian yang mengarah
pada terciptanya pada standar kompetensi lulasan.
Fungsi Standar Penilaian
• Sebagai acuan atau pedoman untuk tenaga pendidik dalam menjalankan penilaian
pembelajaran pesrta didik
Menciptakan penilaian yang transparan sistim matis dan konferhensis
Menjadi acuan dalam menjalankan prinsip prinsip penilaian
•
•
Manfaat Standar Penilaian :
• Adalah untuk memantau perkembangan pesrta didik baik dari aspek sikap,
pengetahuan dan ketrampilan
Penyusunan KTSP / KOSP
• Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran
harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan
perkembangan dan tahapan belajar, serta
kepentingan peserta didik.
Kontekstual, menunjukkan kekhasan yang sesuai
dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks
sosial budaya dan lingkungan.
Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi
penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di
satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas,
ringkas, dan mudah dipahami.
Prinsip penyusunan
kurikulum operasional di
satuan pendidikan
•
•
• Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis
data dan aktual.
• Melibatkan
Pengembangan
berbagai pemangku kepentingan.
kurikulum satuan pendidikan melibatkan
komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku
kepentingan, antara lain orang tua, organisasi, berbagai
sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah
koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor
kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan
di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
ALUR PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAN DI SATUAN PENDIDIKAN/ KTSP
01
Menganalisis
konteks
KARAKTERISTIK SATUAN
PENDIDIKAN
02
Merumuskan
VISI, MISI,
DAN
TUJUAN
Evaluasi Jangka
Panjang (4-5
tahun)
03
Menentukan
PENGORGANISASIAN
PEMBELAJARAN
04
Menyusun
RENCANA
PEMBELAJARAN
Evaluasi Jangka
Pendek
(semeste
r/
tahunan)
05
Meranca
ng
PENDAMPINGAN, EVALUASI,
DAN PENGEMBANGAN
PROFESIONAL
1.
2.
Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan
Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi
satuan pendidikan
Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian,
analisis dan dokumentasi data
Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk
mengembangkan
strategi atau solusi
3.
4.
Prinsip Analisis Lingkungan Belajar
1. Kuesioner, dengan pertanyaan disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang
dibutuhkan.
Wawancara, untuk mendapatkan data secara langsung.
Diskusi kelompok terpumpun (FGD) dengan mengundang perwakilan dari
seluruh warga satuan pendidikan dan tokoh masyarakat.
2.
3.
Cara Analisis Lingkungan Belajar
•
•
•
•
Apa kekhasan daerah setempat yang penting Analisis SWOT
Root Cause ( Analisis akar penyebab, dan teknik pemecahan masalah
Fish Bone ( Menganalisa penyebap dari sebuah masalah atau kondisi
Pentagonal Aset ( SDM, SDA SDK, dan sumber daya infrastruktur
Ragam Alat Analisis
Pengertian Visi
Visi adalah cita-cita bersama pada masa mendatang dari warga satuan
pendidikan, yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh
warga satuan pendidikan
Pengembangan Visi
VISI
• Visi merupakan keadaan, yaitu gambaran masa depan yang ingin dicapai oleh
satuan pendidikan.
Visi harus dapat memberikan panduan/arahan serta motivasi.
Visi harus tampak realistis, kredibel dan atraktif.
Sebaiknya mudah dipahami, relatif singkat, ideal dan
berfokus pada mutu, serta memotivasi setiap pemangku
kepentingan.
Visi bersifat dinamis dan tidak untuk selamanya.
•
•
•
Membuat Visi
Sesuaikan pertanyaan untuk
perkembangan/belajarnya
pendidik. Berikan pengantar
pendidikan adalah pendidik,
saja kemungkinan yang membuat
cermat memilih perwakilan agar
tua baru dan lama, orang tua
pendidikan untuk anak, maupun
pendidikan
TIPS
peserta didik dengan tahapan
Tenaga kependidikan
terkadang tidak melihat dirinya
sebagai
bahwa bekerja di satuan
apapun perannya.
Untuk wakil orang tua, perlu
perwakilan representatif (orang
yang kritis baik terhadap tujuan
mengapa memilih satuan
tersebut)
1. Kumpulkan informasi untuk dijadikan bahan
diskusi, melalui wawancara atau survei.
2. Dari jawaban warga satuan pendidikan, buatlah
keterkaitan/benang merah dari suara peserta
didik, staf/guru, dan orang tua.
3. Letakkan jawaban-jawaban ketiga
kelompok
tersebut sehingga semuanya terlihat.
4. Telisik persamaan dan perbedaannya:
a. Kumpulkan sebanyak mungkin
persamaannya. Kumpulan persamaan ini
merepresentasikan harapan bersama
warga satuan pendidikan.
b. Bahas perbedaan yang ditemukan. Apa
perbedaan tersebut?
c. Apa kaitannya dengan persamaan yang
ditemukan?
5. Mengubah kesimpulan yang didapatkan
menjadi kalimat visi
6. Menentukan komponen utama visi yang
diturunkan menjadi indikator-indikator
pencapaian visi.
MISI
Misi adalah pernyataan bagaimana satuan pendidikan mencapai visi yang ditetapkan
untuk menjadi rujukan bagi penyusunan program jangka pendek, menengah, dan
jangka panjang, dengan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan.
MEMBUAT TUJUAN
Tujuan
Tujuan adalah gambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu
oleh setiap satuan pendidikan dengan mengacu pada karakteristik dan/atau
keunikan setiap satuan pendidikan sesuai dengan prinsip yang sudah
ditetapkan
PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
• Pengorganisasian pembelajaran adalah cara
satuan pendidikan mengatur pembelajaran
muatan kurikulum dalam satu rentang waktu.
Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur
beban belajar dalam struktur kurikulum,
muatan mata pelajaran dan area belajar,
pengaturan waktu belajar, serta proses
pembelajaran.
Penyusunan struktur kurikulum merupakan
hal penting di dalam mengorganisasikan
pembelajaran. Struktur kurikulum adalah
pola dan susunan mata pelajaran yang harus
ditempuh oleh peserta didik pada satuan
pendidikan dalam kegiatan pembelajaran
dan merupakan aplikasi dari konsep
pengorganisasian konten dan beban belajar.
Pengorganisasian
Pembelajaran di Suatu
Pendidikan
Apakah itu pengorganisasian
pembelajaran?
Apa pentingnya untuk satuan
pendidikan?
Apa saja unsur yang terdapat
di dalam pengorganisasian
pembelajaran?
1.
2.
3. •
4.
Dokumen rujukan dalam menyusun
Pengorganisasian pembelajaran:
Keputusan Menteri Pendidikan,
Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Republik Indonesia Nomor
56/M//2022
Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 62 Tahun 2014
Panduan Pengembangan Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Intrakurikuler
Pembelajaran
berisi
1 2
Kokurikuler Projek penguatan profil
pelajar Pancasila
Kegiatan kokurikuler yang
dirancang
terpisah dari
muatan mata pelajaran
dan muatan tambahan
lainnya jika ada
intrakurikuler untuk menguatkan
upaya pencapaian kompetensi dan
karakter sesuai dengan profil pelajar
Pancasila melalui tema dan
pengelolaan projek berdasarkan
dimensi dan
(mulok), penetapan
konsentrasi, dan
Praktik Kerja
Lapangan
untuk SMK atau
Magang untuk SLB.
3 Ekstrakurikuler
Kegiatan kurikuler yang dilakukan di luar jam
belajar di bawah bimbingan dan pengawasan
satuan pendidikan
Satuan pendidikan
menyusun pembelajaran
yang melip
Desain pembelajaran perlu dilakukan secara “mundur”, diawali dari
hasil akhir. Hasil akhir perlu dinyatakan agar seluruh warga satuan
pendidikan berkomitmen dan berkolaborasi untuk mencapainya. Jika
kurikulum hanya menuliskan sederet konten (materi) maka hal ini
akan mengakibatkan semua orang bekerja secara terpisah- pisah.
Merancang Pengorganisasian Pembelajaran di Satuan
Pendidikan
Projek penguatan profil Pelajar Pancasila. Penjelasan tema dan pengelolaan projek pada
dan kombinasi.
alokasi waktu yang sudah ditetapkan. Satuan pendidikan boleh memilih cara pemetaan
Pengorganisasian pembelajaran adalah cara satuan pendidikan mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu
rentang waktu. Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur beban belajar, mata pelajaran dan area belajar, kapan mata
pelajaran dan area belajar, serta bagaimana mata pelajaran dan area belajar tersebut akan dihantarkan.
Pengorganisasian pembelajaran juga meliputi pengaturan mata pelajaran inti dan pilihan ( tema-tema), program
ekstrakurikuler dan projek penguatan profil Pelajar Pancasila yang dipelajari dalam
satu tahun ajaran:
Struktur Kurikulum Intrakurikuler. muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok)
tahun ajaran tersebut
Ekstrakurikuler. Gambaran ekskul yang menjadi ciri khas dan selaras dengan pencapaian
tujuan satuan pendidikan
Cara program-program
tersebut dikelompokkan
Satuan pendidikan boleh memilih cara pengelompokkan, secara tematik mata pelajaran
Pemetaan program Pemetaan program-program tersebut dalam satu tahun ajaran yang sesuai dengan
yang sesuai dengan kebutuhan, contoh: menggunakan kalender pendidikan atau
program tahunan atau program semester atau cara pemetaan yang lain
Pembelajaran berbasis projek sebagai penguatan profil Pelajar Pancasila
menggunakan
20- 30% dari waktu total pembelajaran.
Memecah tujuan dalam aktivitas-aktivitas yang akan dijalankan dalam waktu tertentu;
pertahun/semester/kuartal/term/caturwulan/dll.
Membuat jadwal harian untuk lingkup kelas
Lampiran
Perencanaan Pembelajaran
Contoh Gambaran Penjelasan Analisis Lingkungan Sekolah
N
O
Rumusan
1 Visi
2 Misi
3 Tujuan
NO Tahapan Rumusan
Analisis Lingkungan Belajar
1 Sumber
Daya Alam,
Sosial, dan
Budaya
Pemamfaatan sumber daya alam di lingkugnan
sekitar sehingga menghasilkan karya, kondisi
kebiasaan di lingkungan social peserta didik sehingga
nanti mempengaruhi gaya belajar peserta didik dan
sikap. (lingkungan sekolah yg aman)
2 Sumber
Pendanaan
BOS Reguler
3 Sistem dan
Kebijakan
Daerah
Peraturan dan program dari Pemerintah
daerah keterkaitan dengan kegiatan di satuan
pendidikan.(pendidikan gratis)
4 Kemitran Instansi di lingkugnan sekolah yang sudah
menjadi mitra sekolah.(puskesmas, polsek)
Analisis Kebutuhan Sekolah
1 Peserta
Didik
Motivasi belajar peserta didik masih rendah,
pemamfaatan aplikasi me dia social yang sulit di
jangkau oleh peserta didik dalam mengikuti kigiatan
layanan.
2 Guru dan
Tenaga
Kependidika
n
Kompetensi pedagogic dan professional masih perlu di
tingkatkan serta ketercukupan jumlah tenaga
pendidik dan kualifikasi
3 Sarana dan
Prasarana
Keterdsediaan sarana prasarana pendukung proses
pembelajaran untuk warga sekolah.
LK : Analisis Lingkungan Sekolah Untuk Merumuskan Visi, Misi dan
Tujuan Sekolah
No Komponen Rumusan
1 Lingkungan Sekolah
a. Sumber daya alam
1. Potensi sumber daya alam apa saja yang terdapat
dilingkungan sekolah?
2. Sumber daya alam apa yang cocok untuk di
kembangkan di sekolah?
b. Kondisi Sosial/Budaya
1. Bagaiman kebiasaan siswa untuk berinteraksi di
lingkungan sekolah?
2. Apa kekhasan budaya daerah setempat
yang perlu di lestarikan dan di kembangkan?
2 Sumber Pendanaan
1. Sumber dana apa saja yang ada di sekolah?
2. Bagaimana penggunaan dana itu?
3 Kemitran
1. Siapa saja pihak -pihak yang dapat dilibatkan untuk
mendukung program sekolah?
2. Bagaiman peran komite dan orang tua dalam
pengembangan sekolah?
NO Komponen
4
5
6
7
Peserta Didik
1. Data siwa tahun terakhir
2. Data hasil ujian tahun akhir
3. Data capaian nilai opini tiap mata pelajaran
Kegiatan Ekstrakulikuler
1. Jenis kegiatan ekstrakurikuler apa saja yang ada di
sekolah baik akademik maupun non akademik?
2. Bagaimana prestasi akademik siswa?
3. Bagaimana prestasi non akademik siswa?
Guru dan Tenaga Kependidikan
1. Bagaimana ketersedian guru dan non guru di sekolah?
2. Apakah semua guru berkualifikasi pendidikan S1?
3. Apakah mata pelajaran yang diampuh oleh guru sesuai
dengan latar belakang pendidikan? (SMP)
Sarana/Prasarana
1. Bagaimana ketersedian sarana di sekolah?
2. Bagaimana ketersedian prasarana di sekolah?
VIsi
Mis
Tujuan
Rumusan Visi, Misi Dan Tujuan
SISTEMATIKA KTSP
Sampul Depan
Lembar Pengesahan i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
Daftar Tabel iv
Daftar Lampiran v
BAB I PENDAHULUAN
A Latar Belakan
B. Dasar Hukum
C. Tujuan Penyusunan Dokumen Kurikulum
BAB II VISI, MISI DAN TUJUAN
A. Tujuan Pendidikan
1. Tujuan Pendidikan Nasional
2. Tujuan Pendidikan Dasar
B. Visi
C. Misi
D. Tujuan Sekolah
BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. Struktur Kurikulum
B. Muatan Kurikulum
C. Beban Belajar
E. Ekstra Kulikuler
F. KKM
G. Kenaikan Kelas dan Kelulusan
BAB IV KALENDER PENDIDIKAN DAN JADWAL MENGAJAR
BAB V PENUTUP

Kurikulum operasional di suatu pendidikan.pptx

  • 1.
    Panduan Penyusunan KurikulumOperasional Di Suatu Pendidikan
  • 2.
    Silahkan Menjawab PertanyaanRefleksi Secara Individu Berikut: Apahkah bapak/Ibu terlibat/dilibatkan dalam penyusunan KTSP/KOSP di sekolah? BagaimanaKTSP / KOSP itu dibuat? Bagaimana KTSP / KOSP itu diterapkan • • •
  • 3.
    Menurut BSNP (2006:5) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan". Menurut Mulyasa (2006: 20-21), KTSP adalah suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran yakni sekolah dan satuan pendidikan. Mulyasa (2008), Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, kompetensi dasar, materi standar, dan hasil belajar, serta cara yang digunakan untuk pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan. Sesuai dengan definisi yang disampaikan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (2006), bahwa yang dimaksud dengan KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pengertian KTSP
  • 4.
    Acuan Penyusunan KTSP/ KOSP Sekilas penjelasan mengenai dokumen yang menjadi rujukan dalam mengembangkan kurikulum operasional di satuan pendidikan. Sebagaimana yang dimaksud pada regulasi yang mengatur struktur Kurikulum disusun berdasarkan: a. Kerangka dasar dan struktur yang ditetapkan secara nasional; dan b. Visi, misi, dan karakteristik satuan pendidikan Standar Nasional Pendidikan Standar Nasional Pendidikan yang menjadi acuan dalam pengembangan sebagaimana yang dimaksud pada regulasi yang mengatur struktur Kurikulum 1., Standar Kompetensi Lulusan ( permendikbud No 20/2016 ) kurikulum meliputi: Menurut peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan No 20 /2016 SKL adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan pengetahuan dan ketrampilan. Berdasarkan PP No pendidikan pasal 26 ayat 1-3 menyatakan: kelulusan yang mencakup sikap, 19/2005 tentang standar nasional 1. SKL pada jenjang pendidikan dasar bertujuan untuk melatakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia serta mengikuti pendidikan lebih lanjut ketrampilan untuk hidup mandiri dan
  • 5.
    2. SKL padasatuan pendidikan menengah bertujuan untuk meningatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia serta ketrampilan hidup mandiri 3. Skl pada satuan menengah kejuruan bertujuan untuk meningatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia serta ketrampilan hidup mandiri sesuai dengan keahliannya. Fungsi Skl : 1. Menjadi pedoman penilaian untuk menentukan kelulusan peserta didik 2. Menjadi pondasi dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahla, dan ketrampilan hidup mandiri saat berada di jenjeang pendidikan dasar dan menengah umum/kejuruan 3. SKL pada satuan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia serta ketrampilan hidup mandiri. Dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai kejuruannya.
  • 6.
    2.,Standar Isi (Permendikbudno. 21 /2016) adalah kriteria yang mencakup ruang linkup materi dan tingkat kompentisi yang diguakan untuk mencakup standar kompotensi lulusan yang telah ditetapkan pada jenjang pendidikan tertentu. Artinya setiap materi yang akan diterima peserta didik beserta tingkat kompotensinya sudah dirumuskan kedalam standar isi setiap mata pelajaran. Tujuan Standar Isi : Untuk meninkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan potensi peserta didik yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan tekniklogi, seni dan budaya sehigga diharapkan bisa mencapai tujuan pendidikan • Untuk meninkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan potensi peserta didik yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan tekniklogi, seni dan budaya sehigga diharapkan bisa mencapai tujuan pendidikan nasional Fungsi Standar Isi : •
  • 7.
    • Untuk meninkatkankualitas pendidikan melalui pengembangan potensi peserta didik yang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan tekniklogi, seni dan budaya sehigga diharapkan bisa mencapai tujuan pendidikan nasional Fungsi Standar Isi : Sebagai acuan guru saat memberikan materi dalam kegiatan pembelajaran. Materi yang diberiakan selalu bereontasi pada standar kompotensi lulusan 3.,Standar proses ( Permendikbut No 22/2016 ) Menerut peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan N0 22/2016 pasal 1 ayat 1 • • • • menyatakan bahwba standar proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapi kompotensi pendidikan. Tujuan Standar Proses : •
  • 8.
    • Memudahkan gurudalam membuat perencanaan di sekolah ( Perencanaan semester/tahunaan) Memudahkan kepala sekolah dalam memantau keberhasilan proses pembelajaran di sekolah Mengarahkan proses belajar pesera didik agar mengacuh pada tujuan akhir yang hendak dicapai yaitu standar kompotensi lulusan • • Funsi Standar Proses: • • • Mengendalikan proses pendidikan yang berjalan melalui pembelajaran Meninkatkan mutu atau kualitas pendidikan Alat untuk mencapai program yang telah direncanakan oleh setiap satuan pendidikan • Menjadi acuan oleh guru untuk merencanakan, membuat dan mengipmlemantasikan program programnya
  • 9.
    4. Standar penilaianpendidikan ( Permendikbut No 23/2016 ) Menurut peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan N023/2016 mengenai standar penilaian adalah kritreia mengenai lingkup tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian disatuan pendidikan. • Tujuan standar penilaian Untuk menciptakan proses penilaian yang mengarah pada terciptanya pada standar kompetensi lulasan. Fungsi Standar Penilaian • Sebagai acuan atau pedoman untuk tenaga pendidik dalam menjalankan penilaian pembelajaran pesrta didik Menciptakan penilaian yang transparan sistim matis dan konferhensis Menjadi acuan dalam menjalankan prinsip prinsip penilaian • • Manfaat Standar Penilaian : • Adalah untuk memantau perkembangan pesrta didik baik dari aspek sikap, pengetahuan dan ketrampilan
  • 10.
    Penyusunan KTSP /KOSP • Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. Kontekstual, menunjukkan kekhasan yang sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami. Prinsip penyusunan kurikulum operasional di satuan pendidikan • •
  • 11.
    • Akuntabel, dapatdipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual. • Melibatkan Pengembangan berbagai pemangku kepentingan. kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan, antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
  • 12.
    ALUR PENYUSUNAN KURIKULUMOPERASIONAN DI SATUAN PENDIDIKAN/ KTSP 01 Menganalisis konteks KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN 02 Merumuskan VISI, MISI, DAN TUJUAN Evaluasi Jangka Panjang (4-5 tahun) 03 Menentukan PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN 04 Menyusun RENCANA PEMBELAJARAN Evaluasi Jangka Pendek (semeste r/ tahunan) 05 Meranca ng PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
  • 13.
    1. 2. Melibatkan perwakilan wargasatuan pendidikan Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi satuan pendidikan Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis dan dokumentasi data Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi atau solusi 3. 4. Prinsip Analisis Lingkungan Belajar
  • 14.
    1. Kuesioner, denganpertanyaan disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang dibutuhkan. Wawancara, untuk mendapatkan data secara langsung. Diskusi kelompok terpumpun (FGD) dengan mengundang perwakilan dari seluruh warga satuan pendidikan dan tokoh masyarakat. 2. 3. Cara Analisis Lingkungan Belajar
  • 15.
    • • • • Apa kekhasan daerahsetempat yang penting Analisis SWOT Root Cause ( Analisis akar penyebab, dan teknik pemecahan masalah Fish Bone ( Menganalisa penyebap dari sebuah masalah atau kondisi Pentagonal Aset ( SDM, SDA SDK, dan sumber daya infrastruktur Ragam Alat Analisis
  • 16.
    Pengertian Visi Visi adalahcita-cita bersama pada masa mendatang dari warga satuan pendidikan, yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan Pengembangan Visi
  • 17.
    VISI • Visi merupakankeadaan, yaitu gambaran masa depan yang ingin dicapai oleh satuan pendidikan. Visi harus dapat memberikan panduan/arahan serta motivasi. Visi harus tampak realistis, kredibel dan atraktif. Sebaiknya mudah dipahami, relatif singkat, ideal dan berfokus pada mutu, serta memotivasi setiap pemangku kepentingan. Visi bersifat dinamis dan tidak untuk selamanya. • • •
  • 18.
    Membuat Visi Sesuaikan pertanyaanuntuk perkembangan/belajarnya pendidik. Berikan pengantar pendidikan adalah pendidik, saja kemungkinan yang membuat cermat memilih perwakilan agar tua baru dan lama, orang tua pendidikan untuk anak, maupun pendidikan TIPS peserta didik dengan tahapan Tenaga kependidikan terkadang tidak melihat dirinya sebagai bahwa bekerja di satuan apapun perannya. Untuk wakil orang tua, perlu perwakilan representatif (orang yang kritis baik terhadap tujuan mengapa memilih satuan tersebut) 1. Kumpulkan informasi untuk dijadikan bahan diskusi, melalui wawancara atau survei. 2. Dari jawaban warga satuan pendidikan, buatlah keterkaitan/benang merah dari suara peserta didik, staf/guru, dan orang tua. 3. Letakkan jawaban-jawaban ketiga kelompok tersebut sehingga semuanya terlihat. 4. Telisik persamaan dan perbedaannya: a. Kumpulkan sebanyak mungkin persamaannya. Kumpulan persamaan ini merepresentasikan harapan bersama warga satuan pendidikan. b. Bahas perbedaan yang ditemukan. Apa perbedaan tersebut? c. Apa kaitannya dengan persamaan yang ditemukan? 5. Mengubah kesimpulan yang didapatkan menjadi kalimat visi 6. Menentukan komponen utama visi yang diturunkan menjadi indikator-indikator pencapaian visi.
  • 19.
    MISI Misi adalah pernyataanbagaimana satuan pendidikan mencapai visi yang ditetapkan untuk menjadi rujukan bagi penyusunan program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, dengan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan.
  • 20.
    MEMBUAT TUJUAN Tujuan Tujuan adalahgambaran hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh setiap satuan pendidikan dengan mengacu pada karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan pendidikan sesuai dengan prinsip yang sudah ditetapkan
  • 21.
  • 22.
    • Pengorganisasian pembelajaranadalah cara satuan pendidikan mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang waktu. Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur beban belajar dalam struktur kurikulum, muatan mata pelajaran dan area belajar, pengaturan waktu belajar, serta proses pembelajaran. Penyusunan struktur kurikulum merupakan hal penting di dalam mengorganisasikan pembelajaran. Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran dan merupakan aplikasi dari konsep pengorganisasian konten dan beban belajar. Pengorganisasian Pembelajaran di Suatu Pendidikan Apakah itu pengorganisasian pembelajaran? Apa pentingnya untuk satuan pendidikan? Apa saja unsur yang terdapat di dalam pengorganisasian pembelajaran? 1. 2. 3. • 4. Dokumen rujukan dalam menyusun Pengorganisasian pembelajaran: Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M//2022 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
  • 23.
    Intrakurikuler Pembelajaran berisi 1 2 Kokurikuler Projekpenguatan profil pelajar Pancasila Kegiatan kokurikuler yang dirancang terpisah dari muatan mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada intrakurikuler untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila melalui tema dan pengelolaan projek berdasarkan dimensi dan (mulok), penetapan konsentrasi, dan Praktik Kerja Lapangan untuk SMK atau Magang untuk SLB. 3 Ekstrakurikuler Kegiatan kurikuler yang dilakukan di luar jam belajar di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan Satuan pendidikan menyusun pembelajaran yang melip
  • 24.
    Desain pembelajaran perludilakukan secara “mundur”, diawali dari hasil akhir. Hasil akhir perlu dinyatakan agar seluruh warga satuan pendidikan berkomitmen dan berkolaborasi untuk mencapainya. Jika kurikulum hanya menuliskan sederet konten (materi) maka hal ini akan mengakibatkan semua orang bekerja secara terpisah- pisah. Merancang Pengorganisasian Pembelajaran di Satuan Pendidikan
  • 25.
    Projek penguatan profilPelajar Pancasila. Penjelasan tema dan pengelolaan projek pada dan kombinasi. alokasi waktu yang sudah ditetapkan. Satuan pendidikan boleh memilih cara pemetaan Pengorganisasian pembelajaran adalah cara satuan pendidikan mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang waktu. Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur beban belajar, mata pelajaran dan area belajar, kapan mata pelajaran dan area belajar, serta bagaimana mata pelajaran dan area belajar tersebut akan dihantarkan. Pengorganisasian pembelajaran juga meliputi pengaturan mata pelajaran inti dan pilihan ( tema-tema), program ekstrakurikuler dan projek penguatan profil Pelajar Pancasila yang dipelajari dalam satu tahun ajaran: Struktur Kurikulum Intrakurikuler. muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok) tahun ajaran tersebut Ekstrakurikuler. Gambaran ekskul yang menjadi ciri khas dan selaras dengan pencapaian tujuan satuan pendidikan Cara program-program tersebut dikelompokkan Satuan pendidikan boleh memilih cara pengelompokkan, secara tematik mata pelajaran Pemetaan program Pemetaan program-program tersebut dalam satu tahun ajaran yang sesuai dengan yang sesuai dengan kebutuhan, contoh: menggunakan kalender pendidikan atau program tahunan atau program semester atau cara pemetaan yang lain Pembelajaran berbasis projek sebagai penguatan profil Pelajar Pancasila menggunakan 20- 30% dari waktu total pembelajaran. Memecah tujuan dalam aktivitas-aktivitas yang akan dijalankan dalam waktu tertentu; pertahun/semester/kuartal/term/caturwulan/dll. Membuat jadwal harian untuk lingkup kelas
  • 26.
  • 27.
    Contoh Gambaran PenjelasanAnalisis Lingkungan Sekolah N O Rumusan 1 Visi 2 Misi 3 Tujuan NO Tahapan Rumusan Analisis Lingkungan Belajar 1 Sumber Daya Alam, Sosial, dan Budaya Pemamfaatan sumber daya alam di lingkugnan sekitar sehingga menghasilkan karya, kondisi kebiasaan di lingkungan social peserta didik sehingga nanti mempengaruhi gaya belajar peserta didik dan sikap. (lingkungan sekolah yg aman) 2 Sumber Pendanaan BOS Reguler 3 Sistem dan Kebijakan Daerah Peraturan dan program dari Pemerintah daerah keterkaitan dengan kegiatan di satuan pendidikan.(pendidikan gratis) 4 Kemitran Instansi di lingkugnan sekolah yang sudah menjadi mitra sekolah.(puskesmas, polsek) Analisis Kebutuhan Sekolah 1 Peserta Didik Motivasi belajar peserta didik masih rendah, pemamfaatan aplikasi me dia social yang sulit di jangkau oleh peserta didik dalam mengikuti kigiatan layanan. 2 Guru dan Tenaga Kependidika n Kompetensi pedagogic dan professional masih perlu di tingkatkan serta ketercukupan jumlah tenaga pendidik dan kualifikasi 3 Sarana dan Prasarana Keterdsediaan sarana prasarana pendukung proses pembelajaran untuk warga sekolah.
  • 28.
    LK : AnalisisLingkungan Sekolah Untuk Merumuskan Visi, Misi dan Tujuan Sekolah No Komponen Rumusan 1 Lingkungan Sekolah a. Sumber daya alam 1. Potensi sumber daya alam apa saja yang terdapat dilingkungan sekolah? 2. Sumber daya alam apa yang cocok untuk di kembangkan di sekolah? b. Kondisi Sosial/Budaya 1. Bagaiman kebiasaan siswa untuk berinteraksi di lingkungan sekolah? 2. Apa kekhasan budaya daerah setempat yang perlu di lestarikan dan di kembangkan? 2 Sumber Pendanaan 1. Sumber dana apa saja yang ada di sekolah? 2. Bagaimana penggunaan dana itu? 3 Kemitran 1. Siapa saja pihak -pihak yang dapat dilibatkan untuk mendukung program sekolah? 2. Bagaiman peran komite dan orang tua dalam pengembangan sekolah?
  • 29.
    NO Komponen 4 5 6 7 Peserta Didik 1.Data siwa tahun terakhir 2. Data hasil ujian tahun akhir 3. Data capaian nilai opini tiap mata pelajaran Kegiatan Ekstrakulikuler 1. Jenis kegiatan ekstrakurikuler apa saja yang ada di sekolah baik akademik maupun non akademik? 2. Bagaimana prestasi akademik siswa? 3. Bagaimana prestasi non akademik siswa? Guru dan Tenaga Kependidikan 1. Bagaimana ketersedian guru dan non guru di sekolah? 2. Apakah semua guru berkualifikasi pendidikan S1? 3. Apakah mata pelajaran yang diampuh oleh guru sesuai dengan latar belakang pendidikan? (SMP) Sarana/Prasarana 1. Bagaimana ketersedian sarana di sekolah? 2. Bagaimana ketersedian prasarana di sekolah?
  • 30.
  • 31.
    SISTEMATIKA KTSP Sampul Depan LembarPengesahan i Kata Pengantar ii Daftar Isi iii Daftar Tabel iv Daftar Lampiran v BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakan B. Dasar Hukum C. Tujuan Penyusunan Dokumen Kurikulum BAB II VISI, MISI DAN TUJUAN A. Tujuan Pendidikan 1. Tujuan Pendidikan Nasional 2. Tujuan Pendidikan Dasar B. Visi C. Misi D. Tujuan Sekolah
  • 32.
    BAB III STRUKTURDAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum B. Muatan Kurikulum C. Beban Belajar E. Ekstra Kulikuler F. KKM G. Kenaikan Kelas dan Kelulusan BAB IV KALENDER PENDIDIKAN DAN JADWAL MENGAJAR BAB V PENUTUP