KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI
Kurikulum Operasional Satuan
Pendidikan (KOSP)
Kediri, 22 Februari 2024
●Prinsip pengembangn KOSP
●Sistematika penyusunan
KOSP
●Penyusunan KOSP
Pada Akhir Kegiatan ini Bapak/Ibu
akan memahami & mebuat:
PENGANTAR PENYUSUNAN
KURIKULUM OPERASIONAL
DI SATUAN PENDIDIKAN
Kurikulum Operasional di Satuan pendidikan
Kurikulum operasional di
satuan pendidikan
memuat seluruh rencana
proses belajar yang
diselenggarakan di satuan
pendidikan, sebagai
pedoman seluruh
penyelenggaraan
pembelajaran. untuk
menjadikannya bermakna,
kurikulum operasional
satuan pendidikan
dikembangkan sesuai
dengan konteks dan
kebutuhan peserta didik
dan satuan pendidikan.
Kurikulum adalah seperangkat
rencana dan pengaturan
mengenai tujuan, isi dan bahan
pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai
tujuan pendidikan tertentu (uu
Sisdiknas/2003). Pemerintah
pusat menetapkan kerangka
dasar dan struktur kurikulum
yang menjadi acuan untuk
pengembangan kurikulum
operasional satuan pendidikan.
Komponen dalam
kurikulum operasional ini
disusun untuk membantu
proses berpikir dan
pengembangan
pembelajaran di satuan
pendidikan. Dalam
pengembangannya,
dokumen ini juga
merupakan hasil refleksi
semua unsur pendidik di
satuan pendidikan yang
kemudian ditinjau secara
berkala guna disesuaikan
dengan dinamika
perubahan dan kebutuhan
Kenapa penting
pengembangan kurikulum di
satuan pendidikan?
1. Relevan
2. Kontekstual
3. Membuka saluran komunikasi
antara sekolah dan
lingkungannya
Prinsip Pengembangan Kurikulum Operasional di
Satuan Pendidikan (1/3)
Berpusat pada
peserta didik
Pembelajaran harus memenuhi potensi,
kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar,
serta kepentingan peserta didik.
Kontekstual
Menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan
karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial
budaya dan lingkungan.
Prinsip Pengembangan Kurikulum Operasional di
Satuan Pendidikan (2/3)
Esensial
Semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan
para pemegang kepentingan tentang kurikulum yang
digunakan di satuan pendidikan dapat diperoleh di
dokumen tersebut. Mudah dipahami dan ringkas. Tidak
mengulang naskah/kutipan yang sudah ada di naskah
lainnya. Misalnya tidak memasukkan lampiran
Kepmendikbud seperti CP, struktur, dll, dalam dokumen
kurikulum operasional
Akuntabel
Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data, aktual
(benar-benar diterapkan, bukan cuma teori atau
mengarang bebas)
Prinsip Pengembangan Kurikulum Operasional di
Satuan Pendidikan (3/3)
Berkesinambungan
Menjadi acuan untuk refleksi dan
perbaikan
Prinsip Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan
Pendidikan
1. Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi,
kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.
2. Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan,
konteks sosial budaya dan lingkungan.
3. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan
digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah
dipahami.
4. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.
5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan
melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain
orang tua, organisasi, dan berbagai sentra di bawah koordinasi dan supervisi dinas
Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
KOMPONEN KURIKULUM OPERASIONAL DI
SATUAN PENDIDIKAN
Pengorganisasian
Pembelajaran
Cara satuan pendidikan mengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu dan
beban belajar, serta cara mengelola pembelajaran untuk mendukung pencapaian
Capaian Pembelajaran (CP) dan profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar
Kompetensi Lulusan
●Intrakurikuler, berisi muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada
(mulok).
●Kokurikuler, yaitu projek penguatan profil pelajar Pancasila, menjelaskan pengelolaan
projek yang mengacu pada profil pelajar Pancasila pada tahun ajaran tersebut.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler.
Untuk SMK, projek ini ditambah dengan tema Kebekerjaan dan Budaya kerja.
●Ekstrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah mengembangkan potensi,
bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik
secara optimal.
Perencanaan
Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran meliputi ruang lingkup satuan pendidikan dan ruang lingkup
kelas.
●rencana pembelajaran untuk ruang lingkup satuan pendidikan seperti penyusunan
capaian pembelajaran (telah ditetapkan oleh pemerintah), alur tujuan pembelajaran
lengkap dengan gambaran besar asesmen dan sumber belajar yang mencakup
kegiatan intrakurikuler serta projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan
perencanaan program prioritas satuan pendidikan.
●rencana pembelajaran untuk ruang lingkup kelas seperti perencanaan pembelajaran,
perangkat ajar, atau rencana kegiatan lainnya. Untuk dokumentasi rencana
pembelajaran ini, satuan pendidikan cukup melampirkan beberapa contoh
perangkat ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian
pembelajaran pada bagian Lampiran.
Pendamping
an, evaluasi
dan
pengemban
gan
profesional
Kerangka bentuk pendampingan, evaluasi, dan
pengembangan profesional yang dilakukan untuk peningkatan
kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di satuan
pendidikan. Pelaksanaan ini dilakukan oleh para pemimpin
satuan pendidikan secara internal dan bertahap sesuai dengan
kemampuan satuan pendidikan.
Lampiran • Contoh contoh pembelajran ruang lingkup kelas:
menggambarkan rencana pembelajaran per tujuan
pembelajaran dan/ atau pertema (untuk sekolah sekolah
yang sudah menjalankan pembelajaran secara
terintegrasi)
• Contoh penguatan profil pelajar Pancasila:
penjabaran pilihan tema dan isu spesifik yang menjadi
proyek pada tahun ajaran tersebut (diskripsi singkat
tentang proyek yang sudah di kontekstualisasikan
dengan kondisi seolah dan kebutuhan peserta didik,
tidak perlu sampai rincian pembelajarannya)
• Referensi landasan hukum atau landasan lain yang
Proses penyusunan kurikulum operasional bersifat
TETAP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat), dan
FLEKSIBEL/DINAMIS (mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik
dan kebutuhan satuan pendidikan).
Proses
Peninjauan dan
Revisi
Kurikulum
Operasional di
Satuan
Pendidikan
Merancang
PENDAMPINGA,
EVALUASI, DAN
PENGEMBANGAN
PROFESIONAL
LANGKAH-LANGKAH PENINJAUAN DAN REVISI KURIKULUM OPERASIONAL (bagi yang telah memiliki dokumen
kurikulum operasional di satuan pendidikan)
1
Menganalisis
konteks
KARAKTERISTIK
SATUAN
PENDIDIKAN 2
Meninjau VISI
MISI
TUJUAN
3
Meninjau
PENGORGANISASIAN
PEMBELAJARAN 4
Menyusun
RENCANA
PEMBELAJARAN
5
evaluasi jangka pendek
(semester/tahunan)
evaluasi jangka panjang
(4-5 tahun)
Menganalisis Konteks Karakteristik
Satuan Pendidikan
01
Prinsip Analisis Lingkungan Belajar
• Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan
• Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi
nyata/kondisi satuan pendidikan
• Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan,
pengorganisasian, analisis dan dokumentasi data
• Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk
mengembangkan strategi atau solusi
Jenis informasi yang dibutuhkan
• Apa kekhasan daerah setempat yang penting untuk dilestarikan?
• Bagaimana peran satuan pendidikan sebagai bagian dari masyarakat
setempat?
• Apa dampak dari satuan pendidikan yang sudah dapat dirasakan saat ini (baik
oleh warga masyarakat maupun warga satuan pendidikan itu sendiri)?
• Internal: Bagaimana peran satuan pendidikan menyiapkan peserta didik
mencapai profil pelajar?
Cara Analisis Lingkungan Belajar
• Kuesioner, dengan pertanyaan disesuaikan dengan tujuan dan
sasaran yang dibutuhkan.
• Wawancara, untuk mendapatkan data secara langsung.
• Diskusi kelompok terpumpun (FGD) dengan mengundang
perwakilan dari seluruh warga satuan pendidikan dan tokoh
masyarakat.
Ragam Alat Analisis
•Apa kekhasan daerah setempat yang
penting Analisis SWOT
•Root Cause
•Fish Bone
•Pentagonal Aset
Analisis
karakteristik
lingkungan
belajar satuan
pendidikan
Belum
Sudah
Merumuskan
visi-misi-tujuan
satuan
pendidikan
Sudah
Analisis
kebutuhan
satuan
pendidikan
Menyusun
strategi
Setiap komponennya dapat dikembangkan melalui proses reversibel (bolak balik)
antara analisis lingkungan belajar satuan pendidikan, visi-misi satuan pendidikan,
serta tujuan dan strateginya.
Apakah satuan
pendidikan
sudah memiliki
visi-misi-tujuan
yang ajek?
Apakah sudah
memiliki analisis
kebutuhan
satuan
pendidikan?
Apakah sudah
memiliki
strategi?
Belum Belum
Sudah
Mendesain
pengorganisasian
pembelajaran
Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik
Satuan Pendidikan dan Merumuskan Visi, Misi, Tujuan
Meninjau Visi, Misi, dan Tujuan
02
Visi adalah cita-cita bersama
pada masa mendatang dari
warga satuan pendidikan,
yang dirumuskan
berdasarkan masukan dari
seluruh warga satuan
pendidikan.
Pengertian Visi
Visi
• Visi merupakan keadaan, yaitu gambaran masa depan yang ingin
dicapai oleh satuan pendidikan.
• Visi harus dapat memberikan panduan/arahan serta motivasi.
• Visi harus tampak realistis, kredibel dan atraktif. Sebaiknya
mudah dipahami, relatif singkat, ideal dan berfokus pada mutu,
serta memotivasi setiap pemangku kepentingan.
• Visi bersifat dinamis dan tidak untuk selamanya.
Membuat Visi
1. Kumpulkan informasi untuk dijadikan bahan diskusi, melalui wawancara atau survei.
2. Dari jawaban warga satuan pendidikan, buatlah keterkaitan/benang merah dari suara peserta didik, staf/guru, dan orang tua.
3. Letakkan jawaban-jawaban ketiga kelompok tersebut sehingga semuanya terlihat.
4. Telisik persamaan dan perbedaannya:
a. Kumpulkan sebanyak mungkin persamaannya. Kumpulan persamaan ini merepresentasikan harapan bersama warga
satuan pendidikan.
b. Bahas perbedaan yang ditemukan. Apa saja kemungkinan yang membuat perbedaan tersebut?
c. Apa kaitannya dengan persamaan yang ditemukan?
5. Mengubah kesimpulan yang didapatkan menjadi kalimat visi.
6. Menentukan komponen utama visi yang diturunkan menjadi indikator-indikator pencapaian visi.
Peserta Didik Staf/guru Orang tua
● Apa kebutuhan yang ingin
dipenuhi di satuan pendidikan?
● Satuan pendidikan seperti apa
yang kamu inginkan?
● Hal apa yang paling ingin
didapat /dipelajari/dikuasai di
satuan pendidikan?
● Apa yang paling penting bagi
kamu di satuan pendidikan?
● Mengapa memilih profesi
sebagai pendidik/bekerja di
satuan pendidikan? Apa yang
ingin dicapai?
● Apa harapan bagi peserta didik
yang ada di satuan pendidikan
ini? Jika mereka keluar atau
sudah lulus ingin mereka jadi
individu seperti apa?
● Apa nilai-nilai yang Anda
percayai? Bagaimana
menanamkan itu pada peserta
didik? Apa perubahan diri yang
● Mengapa memilih satuan
pendidikan ini?
● Apa harapannya terhadap
satuan pendidikan?
● Pribadi anak seperti apa yang
diharapkan?
● Kalau bisa menentukan hal
paling penting yang perlu
dipelajari di satuan pendidikan,
apakah itu?
TIPS
● Sesuaikan pertanyaan
untuk peserta didik
dengan tahapan
perkembangan/belajarnya
● Tenaga kependidikan
terkadang tidak melihat
dirinya sebagai pendidik.
Berikan pengantar bahwa
bekerja di satuan
pendidikan adalah
pendidik, apapun
perannya.
● Untuk wakil orang tua,
perlu cermat memilih
perwakilan agar
perwakilan representatif
(orang tua baru dan lama,
orang tua yang kritis baik
terhadap tujuan
pendidikan untuk anak,
maupun mengapa
memilih satuan
Contoh
VISI
Adapun indikator ketercapaian dari visi sesuai dengan variabelnya
antara lain:
1. Pembelajar sepanjang hayat, membentuk generasi yang memiliki
motivasi untuk selalu belajar dan mengembangkan diri.
2. Berkarakter, mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam
aktualisasi kehidupan.
3. Inovatif, kemampuan seluruh warga sekolah memaknai keadaan
yang dinamis dan selalu berubah dengan berbagai tantangan dan
hambatan menjadi sebuah celah dalam mengembangkan diri
untuk menemukan solusi yang tepat, bermanfaat dan sesuai
dengan keadaan masa kini dan mempersiapkan masa depan.
4. Berprestasi, sebagai hasil akhir dalam sebuah proses, prestasi
merupakan tolak ukur sebuah proses. Prestasi tak hanya berkisar
pada kemampuan kognitif dalam ajang prestatif saja namun lebih
pada keberhasilan menemukan kemampuan diri,
mengembangkan talenta dan kecakapan hidup yang bermanfaat.
“Terwujudny
a generasi
pelajar muda
sebagai
pembelajar
sepanjang
hayat yang
berkarakter,
inovatif dan
berprestasi”
MENERJEMAHKAN
MISI
Misi adalah pernyataan bagaimana satuan
pendidikan mencapai visi yang ditetapkan untuk
menjadi rujukan bagi penyusunan program jangka
pendek, menengah, dan jangka panjang, dengan
berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan
pendidikan.
a. Pernyataan misi menunjukkan secara jelas mengenai apa yang
hendak dicapai oleh satuan pendidikan.
b. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan
tindakan, bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana
pada rumusan visi.
c. Antara indikator visi dengan rumusan misi harus ada keterkaitan
atau terdapat benang merahnya secara jelas. Satu indikator visi
dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi.
d. Misi menggambarkan upaya bersama yang berorientasi kepada
peserta didik.
Contoh Dalam upaya mengimplementasikan visi sekolah, SD Model 4 menjabarkan
misi sekolah sebagai berikut:
1. Merancang pembelajaran yang menarik dan menyenangkan yang mampu
memotivasi peserta didik untuk selalu belajar dan menemukan
pembelajaran.
2. Membangun lingkungan sekolah yang membentuk peserta didik memiliki
akhlak mulia melalui rutinitas kegiatan keagamaan dan menerapkan
ajaran agama melaui cara berinteraksi di sekolah.
3. Membangun lingkungan sekolah yang bertoleransi dalam kebhinekaan
global, mencintai budaya lokal dan menjunjung nilai gotong royong.
4. Mengembangkan kemandirian, nalar kritis dan kreativitas yang
memfasilitasi keragaman minat dan bakat peserta didik.
5. Mengembangkan program sekolah yang membentuk ide dan gagasan
cepat tanggap terhadap perubahan yang terjadi untuk merancang inovasi.
6. Mengembangkan dan memfasilitasi peningkatan prestasi peserta didik
sesuai minat dan bakatnya melalui proses pendampingan dan kerja sama
dengan orang tua.
MISI
MEMBUAT
TUJUAN
Tujuan adalah gambaran hasil yang akan
dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh setiap
satuan pendidikan dengan mengacu pada
karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan
pendidikan sesuai dengan prinsip yang sudah
ditetapkan
[CONTOH]
Menentukan Strategi
Pertanyaan berikut dapat membantu tim inti memastikan semua aspek kunci dari visi sekolah,
realita dan prioritas sudah dipertimbangkan. Visi perlu kuat dan menggambarkan aspirasi yang
tulus, sementara realita harus jelas dan sesuai keadaan nyata.
VISI
● Dari proses sebelumnya, aspek apa yang paling penting yang diminta dari kepala sekolah,
wakil kepala sekolah , dan perwakilan guru?
● Bagaimana kurikulum, desain sistem sekolah, dan program, serta faktor lainnya saling
melengkapi dalam mewujudkan visi?
KONDISI SEKOLAH SAAT INI
● Bagaimana kebutuhan siswa berubah seiring waktu?
● Proses dan program apa yang paling optimal dilakukan untuk beragam karakter siswa
dengan menghargai berbagai kebutuhan belajar siswa? Gunakan kesinambungan data yang
dimiliki sekolah: demografi siswa, pendaftaran, kehadiran, angka putus sekolah, karakter dan
latar belakang siswa, distribusi capaian belajar, dll.
● Bagaimana perubahan cara sekolah mengukur ketercapaian/keberhasilan proses belajar
siswa dari waktu ke waktu, tahun ke tahun? Apakah sekolah semakin memahami bagaimana
pembelajaran dan asesmen yang berpusat pada siswa?
● Bagaimana kualitas pembelajaran berubah dari waktu ke waktu?
● Apakah siswa, orang tua, guru, dan warga sekolah lainnya semakin menyadari dan
memahami sekolah sebagai lingkungan belajar yang sehat?
● Pengamatan apa saja yang dilakukan pada pembelajaran dan lingkungan belajar (sekolah dan
kelas)?
● Telisik kembali keselarasan antara program pengembangan guru, tujuan sekolah, konsep dan
landasan sekolah, serta lingkungan belajar. Apakah selaras dan saling menguatkan?
STRATEGI PRIORITAS
● Apa yang pertama kali perlu
dilakukan untuk mewujudkan visi
sekolah?
● Bagaimana sekolah mendukung
pengembangan guru/tenaga
kependidikan serta kurikulum?
● Bagaimana lingkungan sekolah
bisa terus berkembang
mendukung pembelajaran yang
optimal?
● Sumber daya apa saja yang dapat
dimanfaatkan sekolah untuk
mendukung pembelajaran?
36
CONTOH:
Analisis Kebutuhan dan
Strategi Satuan
Pendidikan
Analisis kekuatan,
kelemahan, peluang, serta
ancaman atau yang biasa kita
sebut sebagai SWOT
merupakan cara yang umum
dilakukan dalam mengenali
satuan pendidikan dan
lingkungannya serta
menyusun strategi untuk
mengembangkan dan
mengatasi permasalahan
satuan pendidikan.
S
(strength/kekuatan)
W
(weakness/kelemahan)
O
(opportunity/peluang)
T
(threat/ancaman)
internal eksternal
situasi atau kondisi yang
merupakan kekuatan
yang dimiliki satuan
pendidikan yang bisa
memberikan pengaruh
positif pada saat ini atau
pun di masa yang akan
datang.
situasi atau kondisi yang
merupakan kelemahan
yang dimiliki satuan
pendidikan yang bisa
memberikan pengaruh
negatif pada saat ini atau
pun di masa yang akan
datang.
situasi atau kondisi yang
merupakan peluang atau
kesempatan di luar satuan
pendidikan yang bisa
memberikan peluang untuk
berkembang di kemudian hari.
Ancaman atau tantangan
apa saja yang mungkin
akan dihadapi satuan
pendidikan yang bisa
menghambat laju
perkembangan satuan
pendidikan.
● Kekuatan atau
kelebihan apa yang
dimiliki satuan
pendidikan?
● Apa yang membuat
satuan pendidikan
lebih baik dari satuan
pendidikan lainnya?
● Keunikan apa yang
dimiliki oleh satuan
pendidikan?
● Apa yang
menyebabkan satuan
pendidikan
mendapatkan
“dukungan”?
● Apa yang dapat kita
tingkatkan dalam
satuan pendidikan?
● Apa saja kebutuhan
peserta didik yang
belum terpenuhi di
sekolah?
● Apa saja yang harus
dihindari satuan
pendidikan?
● Faktor apa saja yang
menyebabkan
kehilangan
dukungan?
● Apa yang dilihat atau
dirasakan masyarakat
● Apa saja kesempatan yang
ada di luar satuan
pendidikan? (Misal:
lingkungan yang
mendukung, mitra yang
dapat memperkaya
pembelajaran)
● Perubahan apa saja yang
terjadi di luar satuan
pendidikan (hasil riset
terbaru, praktik- praktik
pendidikan dan
pengasuhan) yang selaras
dan bisa menjadi
pendukung satuan
pendidikan?
● Hambatan apa yang
sedang dihadapi
sekarang?
● Apa saja hal yang
dilakukan “pesaing“
satuan pendidikan?
● Tren apa yang
menyebabkan ancaman
bagi satuan pendidikan?
Misalnya:
Perkembangan
Teknologi
● Adakah perubahan
peraturan pemerintah
yang akan berdampak
bagi perkembangan
CONTOH 1. Tujuan Jangka Pendek (1 Tahun ke depan)
a. Mengoptimalkan sarana prasana sekolah untuk menunjang
rancangan pembelajaran yang memotivasi keinginan selalu belajar.
b. Menyelenggarakan sistem penilaian dengan sistem digitalisasi
c. Membentuk peserta didik yang taat dan tepat waktu
melaksanakan ibadah.
d. Meningkatkan simpati dan empati peserta didik dalam kepedulian
sosial.
e. Merancang program sekolah untuk mengenalkan implementasi
kebhinekaan global di masyarakat.
f. Merancang pembelajaran yang bangga akan potensi daerah.
g. Menerapkan pondasi gotong royong dalam kegiatan kelas hingga
sekolah.
h. Melaksanakan program dan pembelajaran HOTs untuk
memperkuat bernalar kritis dan kreativitas.
i. Melaksanakan pembelajaran untuk mengasah kemampuan literasi
dan numerasi.
j. Mempertahankan prestasi yang sudah tercapai sebelumnya.
Tujuan
Tujuan yang
diharapkan oleh
SD Model 4 dalam
implementasi
kurikulum sebagai
bentuk dan cara
mewujudkan misi
sekolah yang telah
ditetapkan adalah
sebagai berikut:
CONTOH 2. Tujuan Jangka Menengah (2-3 tahun ke depan)
a. Merancang pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perbedaan
kemampuan kognitif peserta didik mengarahkan pada
keterampilan dan kecakapan hidup sesuai bakat dan minatnya.
b. Sekolah mampu melaksanakan penilaian secara akuntabel dan
valid dengan sistem digitalisasi.
c. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghafal surat-
surat pendek.
d. Membudayakan gerakan kebersihan sebagian daripada iman.
e. Meningkatkan kecintaan dan kebanggan terhadap potensi daerah.
f. Melakukan kerjasama dengan stakeholder daerah atau Corporate
Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk merancang program
pembelajaran berbasis budaya lokal.
g. Memotivasi peserta didik untuk menggagas inovasi sederhana
untuk memberikan solusi dalam kehidupannya.
h. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang optimal dalam
mengembangkan prestasi sesuai bakat dan minta dan potensi
peserta didik.
Tujuan
Tujuan yang
diharapkan oleh
SD Model 4 dalam
implementasi
kurikulum sebagai
bentuk dan cara
mewujudkan misi
sekolah yang telah
ditetapkan adalah
sebagai berikut:
CONTOH 3. Tujuan Jangka Panjang (4 tahun ke depan)
a. Merancang pembelajaran dengan model pembelajaran yang
menjadi ciri khas sekolah.
b. Menghasilkan lulusan yang memiliki mental pembelajar sejati.
c. Membentuk peserta didik yang berakhlakul mulia dan selalu
peduli sosial dalam toleransi beragama.
d. Menyusun pembelajaran dengan bahan ajar mandiri untuk
meningkatkan kecintaan pada budaya lokal.
e. Menjalin kerjasama dengan pihak luar (sanggar, perguruan
tinggi, dan dunia usaha dan industri) untuk melengkapi program
sekolah yang memfasilitasi berbagai keragaman potensi, minat
dan bakat peserta didik.
f. Membudayakan lingkungan belajar dan karakter inovatif cepat
tanggap di lingkungan sekolah.
g. Membangun budaya dan kultur sekolah yang kompetitif yang
positif.
h. Menyediakan fasilitas untuk mengembangkan kreativitas,
inovasi dan minat bakat peserta didik.
Tujuan
Tujuan yang
diharapkan oleh
SD Model 4 dalam
implementasi
kurikulum sebagai
bentuk dan cara
mewujudkan misi
sekolah yang telah
ditetapkan adalah
sebagai berikut:
Pengorganisasian Pembelajaran
03
Pengorganisasian Pembelajaran di Satuan Pendidikan
Dokumen rujukan dalam
menyusun
pengorganisasian pembelajaran:
● Keputusan Menteri
Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia Nomor
56/M//2022
● Peraturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Republik
Indonesia Nomor 62 Tahun
2014
● Panduan Pengembangan
Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila
Pengorganisasian pembelajaran adalah cara satuan pendidikan mengatur pembelajaran muatan kurikulum
dalam satu rentang waktu. Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur beban belajar dalam struktur
kurikulum, muatan mata pelajaran dan area belajar, pengaturan waktu belajar, serta proses pembelajaran.
Penyusunan struktur kurikulum merupakan hal penting di dalam mengorganisasikan pembelajaran. Struktur
kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan
pendidikan dalam kegiatan pembelajaran dan merupakan aplikasi dari konsep pengorganisasian konten dan
beban belajar.
Satuan pendidikan menyusun pembelajaran yang meliputi:
Intrakurikuler
Pembelajaran berisi
muatan mata pelajaran
dan muatan tambahan
lainnya jika ada (mulok),
penetapan konsentrasi,
dan Praktik Kerja
Lapangan untuk SMK atau
Magang untuk SLB.
Kokurikuler Projek penguatan
profil pelajar Pancasila
Kegiatan kokurikuler yang
dirancang terpisah dari
intrakurikuler untuk menguatkan
upaya pencapaian kompetensi
dan karakter sesuai dengan
profil pelajar Pancasila melalui
tema dan pengelolaan projek
berdasarkan dimensi dan fase.
Ekstrakurikuler
Kegiatan kurikuler yang
dilakukan di luar jam
belajar di bawah
bimbingan dan
pengawasan satuan
pendidikan.
PROGRAM INTRA-KURIKULER PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR
PANCASILA
PROGRAM EKSTRAKURIKULER
Tujuan Mengembangkan kompetensi
pelajar sesuai CP
Menguatkan Profil Pelajar Pancasila dan
membangun pemahaman mengenai isu-isu
penting dan melatih kemampuan penyelesaian
masalah dalam tema atau isu penting terkait
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable
Development Goals, SDGs)
Sarana bagi peserta didik untuk
mengeksplorasi dan melatih
keterampilan sesuai minat dan bakat
peserta didik
Metode ● Menggunakan berbagai
metode
pengajaran/pendekatan belajar
● Menggunakan berbagai
instrumen asesmen dalam
menilai progress dan capaian
peserta didik
● Melibatkan guru dalam proses
desain
asesmen dan moderasi hasil
asesmen
● mengasah kepekaan dan mengeksplorasi isu riil
dan
kontekstual dalam bentuk projek
● Memberikan ruang lebih banyak bagi peserta
didik untuk bekerja mandiri dan fleksibel
● Melibatkan seluruh komunitas sekolah
(peserta didik, guru, staf, orangtua) serta
narasumber/profesional
● Bersifat individual dan merupakan
pilihan peserta didik
● Melibatkan guru dan narasumber
profesional dalam melatih
keterampilan tertentu
Hasil ● Bukti pencapaian CP berupa
portfolio/kumpulan hasil
pekerjaan peserta didik dari
berbagai instrumen asesmen
● Dilaporkan melalui rapor
● Bukti berupa jurnal kerja yang fokus pada
proses dan pencapaian tujuan proyek
● Sekolah menyediakan waktu khusus untuk
peserta didik menunjukkan hasil proyek
melalui pameran/pertunjukan
● Dilaporkan melalui rapor pada bagian terpisah
dengan intrakurikuler
● Bukti berupa testimoni atau cerita
dari peserta didik
● Sekolah bisa memilih
bentuk pelaporan
Penjelasan Struktur Kurikulum di Satuan Pendidikan
Perencanaan Pembelajaran
04
Perencanaan
Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran
meliputi:
1. ruang lingkup satuan pendidikan - penyusunan alur tujuan pembelajaran atau
silabus. Dalam ruang lingkup satuan pendidikan, perumusan dan penyusunan alur
dan tujuan pembelajaran atau silabus mata pelajaran berfungsi mengarahkan
pendidik dalam merencanakan, mengimplementasi, dan mengevaluasi
pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh
secara sistematis, konsisten, dan terukur.
2. ruang lingkup kelas -penyusunan modul ajar atau rencana pelaksanan
pembelajaran. Untuk dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran pada ruang
lingkup kelas, satuan pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi, atau
mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, dan cukup
melampirkan beberapa contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/modul
ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran
pada bagian Lampiran.
Satuan pendidikan dan pendidik
memiliki keleluasaan untuk
menentukan kegiatan
pembelajaran dan perangkat
ajar sesuai dengan tujuan
pembelajaran, konteks satuan
pendidikan, dan karakteristik
peserta didik.
Perencanaan
Pembelajaran
Dokumen rujukan:
gunakan panduan
Pembelajaran dan
Asesmen sebagai
acuan.
Capaian Pembelajaran
Penyusunan Alur Tujuan
Pembelajaran
Pengembangan
Perangkat Ajar
Ditetapkan oleh Pemerintah dan disusun dalam fase-
fase
Alur pembelajaran adalah rangkaian tujuan
pembelajaran yang disusun secara logis menurut urutan
pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur
ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan
pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari.
Prinsip penyusunan ATP: esensial, berkesinambungan,
kontekstual, dan sederhana.
Perangkat ajar adalah berbagai bahan ajar yang
digunakan oleh pendidik dalam upaya mencapai profil
pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran.
Perangkat ajar meliputi Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), Modul Ajar (MA), buku teks
pelajaran, modul projek penguatan profil pelajar
Pancasila, video pembelajaran, serta bentuk lainnya.
Catatan: pada beberapa satuan pendidikan, perencanaan pembelajaran untuk ruang lingkup
satuan pendidikan dapat disusun dalam bentuk silabus; berisi garis besar cakupan serta capaian
kegiatan intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Proses Mendesain Rencana Pembelajaran
Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup sekolah
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN
Alur pembelajaran yang runtut dinyatakan dalam rangkaian tujuan pembelajaran yang meliputi konten/ materi, keterampilan
dan konsep inti untuk mencapai Capaian Pembelajaran setiap Fase dan menjelaskan cakupan/kedalaman setiap konten
Prinsip Alur Tujuan Pembelajaran:
● Esensial, ada penjabaran konsep, keterampilan dan konten inti yang diperlukan untuk mencapai capaian pembelajaran
● Berkesinambungan, tujuan - tujuan dalam alur pembelajaran tersusun secara berkesinambungan dan urut secara
berjenjang dengan arah yang jelas
● Kontekstual, Tahapan tujuan pembelajaran sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik.
● Sederhana. Tujuan pembelajaran disampaikan dengan bahasa/istilah yang mudah dipahami.
Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup kelas
KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan Pembelajaran, dikembangkan sesuai dengan kompetensi utuh yang sudah melingkupi aspek sikap,
pengetahuan, dan keterampilan, beserta materi/konten inti
2. Proses asesmen, strategi pencarian bukti hasil belajar yang menyasar tujuan pembelajaran beserta indikator keberhasilan
yang mengukur sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
3. Pengalaman belajar, serangkaian kegiatan dengan alokasi waktu dan menyasar indikator yang dikembangkan dari tujuan
pembelajaran
CONTOH
Proses Mendesain Alur
Pembelajaran 0 Workshop pengembangan kurikulum operasional
sekolah
Menjadi prasyarat untuk tim penyusun alur
pembelajaran
Pemahaman Profil Pelajar Pancasila.
Memahami secara utuh konsep dasar Profil
Pelajar
Pancasila
1
Pemahaman Capaian Pembelajaran
Pahami rasional CP setiap fase, mulai dari fase A
hingga fase E
2
Menguraikan CP ke tujuan-tujuan
pembelajaran Uraikan tujuan pembelajaran
per dimensi/elemennya Susun seluruh tujuan
pembelajaran menjadi satu alur linear
3
4 Tentukan tujuan yang menjadi kunci
(konsep dan kompetensi kunci)
Tentukan asesmen untuk mengukur
ketercapaian
tujuan-tujuan/kompetensi kunci
5
6 Rangkaikan semua tujuan menjadi satu alur
yang linear Penulis menyusun alur (sequence),
semua dimensi/elemen dilebur dalam alur ini
Tentukan alokasi jam pelajaran yang
dibutuhkan
7
CONTOH
Pengaturan Waktu Belajar
Satuan pendidikan dapat
menentukan model struktur
kurikulum yang sesuai
dengan kondisi dan tujuan
masing-masing satuan
pendidikan.
Pengaturan cara penghantaran
(per mata pelajaran, tematik
integratif, unit inkuiri, dll.)
akan mempengaruhi sekolah
dalam mengelola waktu
(penjadwalan) dan sumber
dayanya.
Model ini tidak harus dipilih
salah satu, akan tetapi bisa
juga dikombinasikan. Misalnya
dengan menggunakan sistem
terintegrasi dan blocking
secara bersamaan atau
mengkombinasikan ketiga
model
Sistem Blok Sistem Kolaborasi Sistem Reguler
Pembelajaran dikelola dalam
bentuk blok-blok waktu
dengan berbagai macam
pengelompokkan.
Contoh:
1. Mata pelajaran IPS, Bahasa
Indonesia dan IPAS akan
diajarkan dari jam 07.00-
12.00 dalam semester 1
2. Dalam satu tahun ajaran,
pembelajaran IPA dibagi ke
dalam 3 blok waktu
(masing-masing 4 bulan).
Mata pelajaran Biologi,
Kimia dan Fisika akan
diajarkan secara bergantian
di setiap blok. Blok ke- 1
tahun ajaran 2020/2021
untuk Fisika, blok ke-2 untuk
Biologi, blok ke-3 Kimia.
Konsep-konsep dan
keterampilan tertentu dari
mata pelajaran diajarkan
secara kolaboratif (team
teaching) .
Guru berkolaborasi sedemikian
rupa untuk merencanakan,
melaksanakan dan melakukan
asesmen untuk suatu
pembelajaran yang terpadu.
Contoh:
Konsep pengelolaan data dapat
secara kolaboratif diajarkan
oleh guru matematika dan IPA.
Konsep ini bisa diajarkan di
satu kegiatan dengan
menggabungkan alokasi waktu
kedua mata pelajaran atau
diajarkan pada masing-masing
mapel, dengan penyelarasan
Setiap pembelajaran
dilakukan terpisah antara
satu mapel dengan mapel
lainnya.
Tatap muka dilakukan secara
reguler setiap minggu,
dengan jumlah jam tatap
muka sesuai dengan yang
ditetapkan oleh masing-
masing satuan pendidikan
berdasarkan ketentuan
minimal dari pemerintah
Sistem Blok Sistem Kolaborasi Sistem Reguler
Kelebihan ● memberikan waktu yang cukup bagi peserta
didik untuk mempelajari materi secara
mendalam
● waktu pembelajaran menjadi lebih banyak dan
hal tersebut memungkinkan peserta didik
belajar hingga tuntas
● dengan blok waktu yang lebih panjang, guru
memiliki lebih banyak waktu untuk
menyelesaikan rencana pelajaran dan untuk
memeriksa dan mengevaluasi pembelajaran
● dengan blok waktu yang lebih lama
memungkinkan untuk studi yang mendalam,
seperti mengerjakan proyek / penelitian
individu / kelompok, kolaborasi antar peserta
didik dan guru.
● Peserta didik belajar suatu konsep secara
komprehensif dan kontekstual karena
keterampilan, pengetahuan dan sikap
diintegrasikan untuk mencapai suatu
penguasaan kompetensi tertentu
● Guru-guru terkondisikan untuk
berkolaborasi secara intensif karena
perlu memilih kompetensi/konten
yang selaras dengan pemahaman
yang dituju
● Lebih efisien karena guru bisa memilah
konsep yang perlu dieksplorasi secara
lebih mendalam dan konten yang
memerlukan waktu lebih sedikit
memudahkan dalam pembuatan jadwal
pembelajaran di satuan pendidikan
Hal yang
perlu
dipertimbang
kan dalam
memutuskan
model ini
● Pengaturan jam mengajar guru -- harus
diperhitungkan sedemikian rupa, sehingga
guru tidak ada waktu di hari-hari tertentu
● Ketersediaan sarana prasarana - mengingat
sistem blok membutuhkan pengaturan sarana
dan prasarana yang ketat
● Perlu dirancang strategi tertentu agar materi
yang diajarkan pada satu blok tertentu bisa
tetap diingat.
● Memberikan waktu yang cukup untuk
merencanakan dan menyelaraskan antar
guru mata pelajaran yang mengajarkan
tujuan pembelajaran yang berkaitan
atau sama dengan unit atau konsep
yang dipelajari
● Satuan pendidikan harus memberikan
fleksibilitas bagi guru untuk mengelola
penjadwalan mengikuti kebutuhan / fokus
pemahaman yang bisa berbeda setiap
term/semester/ tahun
● Beban yang harus dihadapi peserta
didik setiap minggu harus
diperhitungkan sedemikian rupa,
sehingga peserta didik tidak terbebani
dengan banyaknya beban mata
pelajaran
● Daya serap peserta didik terhadap mata
pelajaran akan sangat berpengaruh jika
macam mata pelajaran yang diberikan
dalam satu waktu tertentu terlampau
banyak. Ada kecenderungan konten suatu
mapel belum terserap, sudah harus ganti
mata pelajaran yang lainnya.
● Perlunya koordinasi antar guru mata
1. Penetapan
tujuan belajar
2. Menganalisis situasi kelas 3. Asesmen untuk mengetahui
posisi peserta didik di awal
siklus pembelajaran.
4. Menentukan strategi dan metode
untuk mencapai tujuan tsb.
Apakah tujuan pembelajaran
ini kontekstual dengan
kondisi lingkungan
sekitar?
Apakah tujuan pembelajaran
sudah sesuai dengan tahapan
dan kebutuhan belajar
peserta didik?
Siapa saja peserta didiknya? (jumlah,
pengetahuan dan pengalaman,
motivasi, latar belakang budaya dll).
Sumber daya apa yang tersedia untuk
proses pembelajaran? (Ruang kelas,
laboratorium, perpustakaan, ruang
komputer, halaman dll).
Siapa saja guru yang terlibat? Jika
ada beberapa guru, bagaimana
proses komunikasi dan koordinasi
dilakukan?
Menyamakan persepsi antar guru yang
mengajar kelas dan materi yang sama :
Kriteria penilaian seperti apa yang tepat?
Bagaimana cara mengukur ketercapaian
kompetensi (pemahaman atau keterampilan
tertentu)? Apakah menggunakan rubrik atau
daftar centang atau catatan pengamatan?
Bagaimana cara untuk mengajak pelajar
memahami asesmen atau pengukuran
ketercapaian kompetensi?
Apa saja pendekatan yang berorientasi pada
kompetensi
tujuan?
Stimulus apa saja yang bisa diberikan agar peserta
didik terlibat aktif dan membantu peserta didik
mencapai tujuan pembelajaran?
Metode pengajaran dan konsep pedagogis mana
yang harus digunakan? Mengapa?
Apakah metode pengajaran yang dipilih mampu
mendorong aktivitas peserta didik secara mandiri
(self- regulated learning)?
5. Memilih dan
menetapkan
perangkat ajar, serta
aktivitas
pembelajaran.
6. Sosialisasi target belajar
dan menyepakati
pembelajaran bersama
pelajar
7. Pelaksanaan pembelajaran dan
asesmen untuk memonitor
kemajuan belajar selama proses
pembelajaran.
8. Refleksi untuk menetapkan
tujuan belajar berikutnya
berdasarkan hasil ketercapaian
kompetensi
Diskusikan bersama peserta
didik : Apa ide pokok materi
dan hubungan dengan
situasi nyata?
Diskusikan dengan guru pada
level yang sama Kompetensi
apa yang perlu diasah agar
tujuan belajar tercapai?
Apa saja target yang akan dicapai?
Bagaimana cara membuat peserta didik
untuk memahami target- target yang
akan dicapai?
Bagaimana agar guru bisa memberikan umpan
balik
pada peserta didik secara reguler?
Bagaimana melatih keterampilan refleksi bagi
peserta didik sehingga mereka memahami
hal-hal yang sudah tercapai dan area yang
perlu diperbaiki?
Bagaimana guru mendapatkan informasi untuk
proses evaluasi? (Wawancara, umpan balik dari
rekan kerja, kuesioner dll).
Informasi apa yang Anda perlukan untuk melakukan
evaluasi? (Bagaimana peserta didik memandang
proses pembelajaran, apakah hasilnya jelas,
apakah mereka telah mempelajari apa yang
seharusnya mereka pelajari, apakah guru
mendukung peserta didik, dll.)
EVALUASI, PENDAMPINGAN,DAN
PENGEMBANGAN PROFESIONAL
REFLEKSI DAN
UMPAN BALIK
PERENCANAAN
Pemetaan
kurikulum dan
perencanaan
pembelajaraan
PELAKSANAAN
pembelajaran
EVALUASI
pembelajaran
Hubungan Evaluasi, Pendampingan dan Pengembangan
Profesional Pendidik dalam Pembelajaran
PENDAMPINGAN
DAN
PENGEMBANGAN
PROFESIONAL
Pendampingan dan pengembangan
profesional pendidik dalam pembelajaran
merupakan salah satu tindak lanjut dari
evaluasi. Evaluasi berdasarkan proses
refleksi dan pemberian umpan balik
dilakukan secara terus menerus dalam
keseharian belajar mengajar penting
dilakukan oleh pendidik. Pendidik dapat
melakukan refleksi mandiri terhadap
kriteria kesuksesan yang telah
ditetapkan (tujuan belajar, Capaian
Pembelajaran, profil pelajar Pancasila).
Prinsip Evaluasi
Pembelajaran dan
Evaluasi
Kurikulum
Operasional
Satuan
Pendidikan
● Dilakukan secara mandiri dan berkala oleh satuan
pendidikan
● Evaluasi pembelajaran secara menyeluruh bertujuan
untuk mengukur keberhasilan pendidik dalam
memfasilitasi pembelajaran.
● Evaluasi kurikulum operasional satuan pendidikan bertujuan
untuk mengukur keberhasilan kepala satuan pendidikan
dan pendidik dalam menjalankan seluruh program
pendidikan yang direncanakan dengan tujuan untuk
memahami apakah visi, misi dan tujuan satuan
pendidikan telah tercapai. Evaluasi pembelajaran
menjadi salah satu bagian penting dari evaluasi
kurikulum operasional satuan pendidikan
● Sasaran langsung dari evaluasi pembelajaran adalah
peserta didik dan pendidik, sedangkan sasaran utama
evaluasi kurikulum operasional satuan pendidikan adalah
kepala satuan pendidikan dan pendidik, dimana peserta
didik menjadi sasaran tidak langsung.
● Proses ini dikelola oleh para kepala satuan pendidikan
dan/atau pendidik yang dianggap sudah mampu untuk
melakukan peran ini.
● Evaluasi dilakukan secara bertahap dan mandiri agar
terjadi peningkatan kualitas secara berkelanjutan di
satuan pendidikan, sesuai dengan kemampuan satuan
pendidikan.
Tahapan melakukan evaluasi:
1.Menetapkan tujuan evaluasi yang
akan dilakukan
2.Menetapkan data/informasi yang
ingin didapatkan dalam kegiatan
peninjauan.
3.Menentukan bentuk asesmen yang
akan dilakukan unt mendapatkan
data/informasi yang diinginkan
4.Merancang aktivitas evaluasi yang
bersifat reflektif dan dapat dijadikan
pengembangan bagi pendidik dan
pelaksana program.
5.Menggunakan alat penilaian
pencapaian yang jelas dan terukur.
Evaluasi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan
Kapan evaluasi kurikulum operasional di satuan pendidikan bisa dilakukan?
-Per-hari. Pendidik membuat catatan anekdotal secara informal mengenai
bagaimana proses belajar berjalan, bagaimana tujuan belajar tercapai,
bagaimana peserta didik merespon proses kegiatan belajar.
-Per-Unit Belajar. Setelah melakukan asesmen formatif, secara individual
maupun tim,
pendidik bisa mengkaji ulang proses belajar dan tercapainya tujuan dan
melakukan perbaikan maupun penyesuaian terhadap proses belajar.
-Per-Semester. Setelah 1 semester selesai, pendidik dan tim bisa melihat
kontinum pencapaian.
-Per-Tahun. Evaluasi terhadap pencapaian dan proses pembelajaran dalam
satu tahun dapat dikumpulkan berkala dalam rentang waktu yang lebih
pendek dan bagaimana hal tersebut berkontribusi dengan visi, misi, serta
tujuan satuan pendidikan.
Beberapa contoh cara mengumpulkan informasi
●Observasi dan refleksi mandiri. Melakukan
asesmen berupa observasi dan refleksi mandiri
secara individual terhadap kriteria kesuksesan
yang telah ditetapkan (tujuan belajar, capaian
pembelajaran, profil pelajar Pancasila)
●FGD (Focus Group Discussion) merupakan
diskusi terpumpun yang dilakukan secara
kelompok untuk melihat hubungan antar data
yang dimiliki pada catatan anekdotal, hasil
belajar peserta didik, serta refleksi dalam self-
study, untuk menganalisis masalah dan
menarik kesimpulan, serta mengambil
keputusan untuk melakukan perbaikan.
●Kuesioner peserta didik. Mengumpulkan
persepsi peserta didik terhadap proses belajar,
kualitas sarana prasarana, materi/bahan ajar,
serta bagaimana peserta didik memaknai hasil
belajarnya.
●Kuesioner orang tua. Mengumpulkan persepsi
orang tua terhadap perkembangan belajar
peserta didik.
Apa saja yang bisa menjadi sumber informasi dalam meninjau ulang
pembelajaran dan kurikulum operasional?
Data Asesmen: hasil asesmen peserta didik per unit, Projek peserta didik,
survei lulusan, Refleksi proses belajar oleh pendidik, Observasi kepala
satuan Pendidikan, Rapor Pendidikan
Artefak peserta didik: Portofolio peserta didik, Pameran karya,
pertunjukan, dsb.
Proses refleksi pendidik Rapor Pendidikan
Pelaksanaan Evaluasi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan
Mengapa kurikulum operasional di
satuan pendidikan perlu ditinjau
ulang?
Apa yang bisa ditinjau kembali? Bagaimana cara melakukannya? Siapa yang terlibat dalam evaluasi
kurikulum operasional di satuan
pendidikan?
● Meningkatkan hasil belajar
peserta didik, keterlibatan,
kepuasan belajar.
● Menunjukkan kekuatan dan
tantangan pelaksanaan
program belajar sebagai
implementasi kurikulum
operasional.
● Mengevaluasi perubahan
terkini dari implementasi yang
dilakukan.
● Mengidentifikasi program
belajar yang perlu diperbaiki.
● Mengukur ketercapaian visi
dan misi lewat program yang
diajarkan di satuan
pendidikan.
● Evaluasi merupakan sarana
pemberian umpan balik pada
kompetensi mengajar pendidik,
yang selaras dengan tujuan
dan kebutuhan belajar peserta
didik.
● Alur pembelajaran, mutu dan relevansi hasil
belajar dan prosesnya, untuk menentukan
Tujuan Pembelajaran berikutnya.
● Kompetensi utuh peserta didik yang
memuat pengetahuan, keterampilan, dan
sikap yang akan dituju (mengacu kepada
profil pelajar Pancasila), dengan
mempertimbangkan aspek penting di
setiap mata pelajaran dan projek
penguatan profil pelajar Pancasila.
● Asesmen pembelajaran
● Sumber materi ajar, perlengkapan visual
maupun auditori, kesesuaian dengan
tahapan perkembangan anak.
● Persepsi peserta didik dalam menjalani
proses belajar.
● Peningkatan kompetensi dan pengelolaan
kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
agar mereka dapat bekerja dengan efektif
● Proses dan program yang dianggap paling
berhasil serta indikator keberhasilannya
● Proses dan program apa yang masih perlu
dikembangkan serta saja bagian-bagian
yang paling penting untuk dikembangkan
● Kolaboratif: Melibatkan seluruh
pemangku kepentingan
terkait, termasuk peserta
didik.
● Reflektif: Melihat kembali
pencapaian dan kekurangan
dari berbagai aspek, jujur,
dan berdasarkan bukti.
● Berdasarkan Data: Membuat
kesimpulan berdasarkan fakta
yang dikumpulkan dari
berbagai sumber dan yang
ditelaah secara seksama.
● Berpusat pada peserta didik:
Mengedepankan kepentingan
peserta didik dalam
mengambil kesimpulan
maupun keputusan.
● Fokus pada perbaikan dan
pengembangan kualitas
pembelajaran peserta didik
● Kepala satuan Pendidikan
● Wakil kepala satuan
Pendidikan bidang Kurikulum
(bila ada)
● Pendidik
● Tenaga kependidikan
● Peserta didik
● Orang tua peserta didik
● Pengawas atau penilik satuan
pendidikan
● Mitra (dunia kerja, organisasi
komunitas, industri, dll)
● Pakar
Pilihan Satuan
Pendidikan dalam
Melakukan Evaluasi
Evaluasi Kurikulum Operasional
Satuan Pendidikan dilaksanakan
mandiri dan bertahap sesuai
dengan konteks, kebutuhan,
dan kemampuan satuan
pendidikan
Catatan
:
- Pilihan-pilihan ini
bertujuan untuk memberikan
gambaran bahwa
penyusunan dan
pelaksanaan kurikulum
operasional dapat dilakukan
sesuai kesiapan dan kondisi
masing-masing satuan
pendidikan.
- Satuan pendidikan
diharapkan melakukan
refleksi secara rutin agar
dapat menentukan pilihan
yang tepat dalam menyusun
dan melaksanakan kurikulum
operasional.
Pilihan
1
Pilihan
2
Pilihan
3
Pilihan
4
Melakukan evaluasi
terhadap proses dan
hasil perkembangan
belajar peserta didik
selama pembelajaran
intrakurikuler dan projek
penguatan profil pelajar
Pancasila peserta didik,
dengan memperhatikan:
● Capaian pembelajaran
● Profil pelajar Pancasila
● Hasil asesmen
pembelajaran
Melakukan evaluasi
terhadap proses dan hasil
perkembangan belajar
peserta didik selama
pembelajaran
intrakurikuler, projek
penguatan profil pelajar
Pancasila peserta didik,
dengan memperhatikan:
● Capaian pembelajaran
● Profil pelajar Pancasila
● Hasil asesmen
pembelajaran
● Kualitas pengajaran
pendidik dan
penggunaan
perangkat ajar
Evaluasi ini
mempertimbangkan
sudut pandang
peserta didik.
Melakukan evaluasi
terhadap proses dan hasil
perkembangan belajar
peserta didik selama
pembelajaran intrakurikuler,
projek penguatan profil
pelajar Pancasila, dan
ekstrakurikuler peserta
didik, dengan
memperhatikan:
●Capaian pembelajaran
●Profil pelajar Pancasila
●Hasil asesmen
pembelajaran
●Kualitas pengajaran
pendidik dan penggunaan
perangkat ajar
●Keselarasan dengan
visi,misi, tujuan dan
kekhasan satuan
pendidikan
Evaluasi ini
mempertimbangkan sudut
pandang peserta didik dan
orangtua.
Melakukan evaluasi terhadap
proses dan hasil perkembangan
belajar peserta didik selama
pembelajaran intrakurikuler,
projek penguatan profil pelajar
Pancasila, dan ekstrakurikuler
peserta didik, dengan
memperhatikan:
● Capaian pembelajaran
● Profil pelajar Pancasila
● Hasil asesmen
pembelajaran
● Penggunaan perangkat ajar
● Keselarasan dengan visi,
misi,tujuan dan kekhasan
satuan pendidikan
● Kesuksesan implementasi
program satuan pendidikan
dengan mitra.
Evaluasi ini
mempertimbangkan sudut
pandang kebijakan
daerah/nasional dan masukan
berbagai pemangku
kepentingan (pihak internal dan
eksternal satuan pendidikan).
Pilihan 1
Satuan pendidikan melakukan evaluasi yang fokus kepada evaluasi pembelajaran oleh pendidik
Evaluasi pembelajaran ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama
pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila peserta didik, dengan
memperhatikan:
● Capaian pembelajaran
● Profil pelajar Pancasila
● Hasil asesmen pembelajaran
Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas:
● Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan?
● Apa saja asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil
pembelajaran peserta didik?
● Siapa saja yang terlibat dalam proses mengukur hasil pembelajaran ini?
● Apa saja data proses dan hasil pembelajaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan?
● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam
pembelajaran intrakurikuler?
● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam
pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila?
● Dimensi profil pelajar Pancasila apa yang sudah berkembang dengan baik?
● Dimensi apa yang harapannya akan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya?
● Apa saja proses pembelajaran yang sudah berjalan dengan baik?
● Apa saja proses pembelajaran yang masih perlu untuk terus ditingkatkan?
● Bagian kurikulum apa yang perlu disesuaikan?
Pilihan Satuan
Pendidikan dalam
Melakukan Evaluasi
Pilihan 2
Satuan pendidikan melakukan evaluasi dengan memperhatikan perspektif peserta didik.
Evaluasi pembelajaran ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran
intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan:
● Capaian pembelajaran
● Profil pelajar Pancasila
● Hasil asesmen pembelajaran
● Kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar
● Umpan balik dari peserta didik mengenai pengalaman belajar peserta didik
Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas:
● Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan?
● Apa saja asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil pembelajaran
peserta didik?
● Siapa saja yang terlibat dalam proses mengukur hasil pembelajaran ini?
● Apakah peserta didik terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran ini?
● Apa saja data proses dan hasil pembelajaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan?
● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran
intrakurikuler?
● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran
projek penguatan profil pelajar Pancasila?
● Dimensi profil pelajar Pancasila apa yang sudah berkembang dengan baik?
● Dimensi apa yang harapannya akan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya?
● Apa saja proses pembelajaran yang sudah berjalan dengan baik?
● Apa saja proses pembelajaran yang masih perlu untuk terus ditingkatkan?
Pilihan Satuan
Pendidikan
dalam
Melakukan
Evaluasi
Pilihan 3
Satuan pendidikan melakukan evaluasi dengan memperhatikan perspektif peserta didik dan orangtua.
Evaluasi pembelajaran ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama
pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan
memperhatikan:
● Capaian pembelajaran
● Profil pelajar Pancasila
● Hasil asesmen pembelajaran
● Kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar
● Keselarasan dengan visi, misi, tujuan dan kekhasan satuan pendidikan
● Umpan balik dari peserta didik dan orangtua mengenai pengalaman belajar peserta didik
Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas:
● Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan?
● Apa saja asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil
pembelajaran peserta didik?
● Siapa saja yang terlibat dalam proses mengukur hasil pembelajaran ini?
● Apakah peserta didik terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran ini? Apa pendapat mereka mengenai
pengalaman belajar mereka?
● Apakah orangtua terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran ini? Apa pendapat mereka mengenai
pengalaman belajar anaknya?
● Apa saja data proses dan hasil pembelajaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan?
● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam
pembelajaran intrakurikuler?
● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam
pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila?
Pilihan Satuan
Pendidikan
dalam
Melakukan
Evaluasi
Pilihan 4
Satuan Pendidikan melakukan evaluasi dengan memperhatikan sudut pandang kebijakan daerah/nasional dan masukan
berbagai pemangku kepentingan (pihak internal dan eksternal satuan pendidikan)
Evaluasi ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek
penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan:
● Capaian pembelajaran
● Profil pelajar Pancasila
● Hasil asesmen pembelajaran
● Kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar
● Keselarasan dengan visi, misi, tujuan dan kekhasan satuan pendidikan
● Umpan balik dari peserta didik dan orangtua mengenai pengalaman belajar peserta didik
● Kesuksesan implementasi program satuan pendidikan dengan mitra.
Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas:
● Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan?
● Apakah asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil pembelajaran peserta
didik sudah dikomunikasikan dan dipahami oleh peserta didik?
● Apakah peserta didik, orangtua, dan mitra satuan pendidikan terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran? Apa pendapat
mereka mengenai proses dan hasil pembelajaran yang ada?
● Apa saja data proses dan hasil pembelajaran (internal dan eksternal) yang dimiliki oleh satuan pendidikan?
● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang disasar pendidik dalam pembelajaran intrakurikuler?
● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran
projek penguatan profil pelajar Pancasila?
● Dimensi profil pelajar Pancasila apa yang sudah berkembang dengan baik?
● Apakah ada kesinambungan antara dimensi profil yang dikembangkan di dalam intrakurikuler dengan projek penguatan
Pilihan Satuan
Pendidikan
dalam
Melakukan
Evaluasi
TIPS
Strategi untuk
Evaluasi Kurikulum
Operasional di
Satuan Pendidikan
Evaluasi kurikulum operasional di Satuan Pendidikan dapat dilakukan
dengan:
● Mengadakan pertemuan dengan orang tua, warga satuan pendidikan untuk mendapatkan
gambaran mengenai pandangan mereka terhadap evaluasi kurikulum; apa yang dipahami,
bagaimana perasaan dan pendapatnya mengenai evaluasi satuan pendidikan
● Arahkan diskusi pada pembahasan mengenai lingkup evaluasi kurikulum; tunjukkan sampel
yang akan digunakan atau dokumen evaluasi yang akan digunakan
● Amati jalannya program secara seksama untuk mendapatkan informasi nyata mengenai
implementasinya dan mengingatkan semua pihak terhadap tujuan program;
● Pahami tujuan program dan kekhawatiran yang dimiliki pihak-pihak yang terlibat mengenai
program dan evaluasi; cari tahu apakah terdapat perbedaan antara tujuan yang tertulis dan
tujuan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang menjalankan,
● Identifikasi hal-hal yang menjadi akar permasalahan. Untuk setiap permasalahan perlu
didesain proses evaluasi, dan mencari data yang spesifik.
● Tentukan cara untuk mencari data; melalui observasi, penilaian, wawancara, diskusi
terpumpun ataupun melalui rapor pendidikan
● Jalankan prosedur pencarian dan pengumpulan data
● Mengelompokkan dan mengatur informasi dalam tema-tema dan menyiakan potret
implementasinya. Potret ini bisa dalam bentuk video, artefak, kasus atau bentuk -bentuk
lain
● Memutuskan pihak yang akan diberi laporan dan memilih format yang sesuai.
Contoh alat evaluasi sederhana dapat dilihat di Lampiran
Pendampingan dan
Pengembangan Profesional di
Satuan Pendidikan
Pendampingan dan pengembangan profesional ditekankan pada prinsip reflektif dan
pengembangan diri bagi pendidik, serta menggunakan alat penilaian yang jelas dan terukur.
Kepala satuan pendidikan merancang dan melakukan proses pendampingan dan
pengembangan profesional sesuai kebutuhan sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan
dan evaluasi dengan melibatkan pengawas. Kepala satuan pendidikan dan pengawas dapat
memainkan peran dalam berbagai contoh pendampingan dan pengembangan profesional,
seperti:
Coaching: proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan menggali pemikiran
seseorang terhadap suatu masalah.
Mentoring: proses pendampingan dengan berbagi pengalaman/pengetahuan untuk mengatasi
suatu kendala
Pelatihan: proses pendampingan dengan menguatkan pengetahuan dan keterampilan yang
berkaitan dengan kinerja, dengan narasumber internal atau eksternal (menyesuaikan dengan
kemampuan satuan pendidikan).
Prinsip-prinsip pendampingan dan pengembangan profesional
1.Pendampingan dan pengembangan profesional sebagai aktivitas yang dilakukan
berdasarkan hasil kegiatan evaluasi.
2.Menetapkan ruang lingkup pendampingan dan pengembangan profesional. Menentukan
area yang perlu diperbaiki apakah dari perencanaan program atau pelaksana program.
3.Pendampingan dan pengembangan profesional dilakukan secara terencana dan strategis
untuk mencapai suatu tujuan dalam jangka waktu tertentu, dan orang yang tepat untuk
melakukan aktivitas pembinaan tersebut.
4.Pendampingan dan pengembangan profesional dilakukan secara bertahap dan mandiri agar
terjadi peningkatan kualitas secara berkelanjutan di satuan pendidikan, sesuai dengan
kemampuan satuan pendidikan.
5.Pendampingan dan pengembangan profesional adalah sebuah proses kolaboratif dalam
satuan pendidikan antara pendamping dan pendidik, demi tercapainya tujuan bersama.
● Bagaimana kepala satuan pendidikan dapat
mendukungpengembangan professional
pendidik?
● Siapa saja pihak dari satuan Pendidikan yang
dapat dilibatkan untuk membantu proses
pendampingan dan pengembangan professional
pendidik?
● Siapa saja pihak dari dalam satuan pendidikan
yang dapat dilibatkan untuk membantu proses
pendampingan dan pengembangan profesional
pendidik?
● Apakah metodependampingan dan
pengembangan profesional pendidik yang sesuai
dengan kebutuhan pendidik dan karakteristik
satuan pendidikan?
● Apa saja hal-hal yang dibutuhkan untuk
mengembangkan kualitas pengajaran?
Contoh pertanyaan yang dapat digunakan
oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas
dalam mendorong proses pendampingan dan
pengembangan profesional pendidik:
LAMPIRAN
Lampiran : Contoh Alat Evaluasi I
Area yang dievaluasi Sudah Belum Catatan dan Tindak Lanjut
Pembelajaran
● Semua/sebagian besar pendidik memberikan kesempatan kolaborasi, memberikan
pertanyaan pemantik dan mengajarkan pemahaman bermakna
● Semua/sebagian besar pendidik menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk
mendukung terjadinya perkembangan kompetensi peserta didik
● Semua/sebagian besar pendidik melihat profil Pancasila sebagai target tercermin
pada peserta didik.
● Semua/sebagian besar pendidik memberikan pembelajaran yang berhubungan
dengan konteks dunia nyata dan menjadi daya tarik dan peserta didik untuk belajar.
Asesmen pembelajaran
● Semua/sebagian besar pendidik menggunakan asesmen merujuk pada kompetensi
yang di dalamnya tercakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
● Semua/sebagian besar pendidik menggunakan asesmen yang dilakukan terpadu
dengan Pembelajaran.
● Semua/sebagian besar pendidik menggunakan beragam jenis, teknik dan instrumen
penilaian formatif dan sumatif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, capaian
pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
● Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan sesuai dengan jumlah tema dan
alokasi waktu yang ditentukan
● Projek penguatan profil pelajar Pancasila berhasil mengembangkan dimensi, elemen,
dan sub-elemen peserta didik sesuai fase perkembangannya
Area evaluasi dapat dikembangkan lebih lanjut oleh satuan pendidikan dengan
mengacu kepada komponen evaluasi yang relevan dan sesuai dengan tahapan
pembelajaran dari hal 91-94
115
Lampiran : Contoh Alat Evaluasi II
Area yang dievaluasi Pelaksanaan dan Tantangan Tindak Lanjut
Pembelajaran
● Memberikan kesempatan kolaborasi, memberikan
pertanyaan pemantik dan mengajarkan
pemahaman bermakna
● Menggunakan berbagai metode pembelajaran
untuk mendukung terjadinya perkembangan
kompetensi peserta didik
● Melihat profil Pancasila sebagai target tercermin
pada peserta didik.
● Pembelajaran yang berhubungan dengan konteks
dunia nyata dan menjadi daya tarik dan peserta
didik untuk belajar.
Contoh:
Peserta didik terlihat lebih aktif bertanya dan menikmati
pembelajaran. Akan tetapi, gaya belajar seperti ini masih belum
membudaya dan sebagian besar didorong oleh pendidik dengan
cara memberikan penghargaan bagi peserta didik aktif berupa nilai
tambahan. Pendidik sudah mulai beralih peran menjadi fasilitator
pembelajaran yang lebih kontekstual dan mendorong komunikasi
dua arah. Akan tetapi, pendidik masih menggunakan metode
pembelajaran yang serupa yakni tanya jawab dan diskusi kelompok
dan belum semua pendidik mampu menghubungkan pembelajaran
dengan konteks dunia nyata. Beberapa guru sudah mulai
mengarah menjadikan profil pelajar Pancasila sebagai tujuan
pembelajaran tetapi belum terintegrasi dengan optimal.
Contoh:
Memberikan pendampingan dan
pengembangan kapasitas pendidik dalam
memberikan pembelajaran yang lebih
aktif dan dialogikal (bersifat dua arah).
Memperkuat pemahaman pendidik
mengenai profil pelajar Pancasila dan cara
mengembangkan kompetensi yang
diharapkan melalui pembelajaran
bermakna di setiap mata pelajaran.
Asesmen pembelajaran
● Asesmen merujuk pada kompetensi yang di
dalamnya tercakup ranah sikap, pengetahuan,
dan keterampilan.
● Asesmen dilakukan terpadu dengan
Pembelajaran.
● Menggunakan beragam jenis, teknik dan
instrumen penilaian formatif dan sumatif sesuai
dengan karakteristik mata pelajaran, capaian
pembelajaran, tujuan pembelajaran dan
kebutuhan peserta didik.
Contoh:
Sebagian besar pendidik sudah mulai terbiasa melakukan asesmen
yang terpadu dengan pembelajaran. Asesmen yang dilakukan juga
sudah mencakup kompetensi yang lebih menyeluruh dan
mencakup ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan. Namun
demikian, masih banyak pendidik yang belum melakukan asesmen
formatif di awal pembelajaran secara optimal dan masih fokus
kepada asesmen sumatif
Contoh:
Memberikan pendampingan dan
pengembangan kapasitas pendidik dalam
memberikan asesmen formatif yang
berkesinambungan dan bermakna bagi
perkembangan belajar peserta didik.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
● Projek penguatan profil pelajar Pancasila
dilakukan sesuai dengan jumlah tema dan
alokasi waktu yang ditentukan
● Projek penguatan profil pelajar Pancasila mampu
mengembangkan dimensi, elemen, dan sub-
elemen
Contoh:
Pendidik yang terlibat dalam tim fasilitator projek penguatan profil
pelajar Pancasila mulai terbiasa dengan pembelajaran berbasis
projek. Di satuan pendidikan kami memilih dua tema untuk tahun
ini yakni Bhinneka Tunggal Ika dan Gaya Hidup Berkelanjutan
dengan fokus pengembangan
Contoh:
Memberikan pendampingan dan
pengembangan kapasitas pendidik dalam
menjalankan projek penguatan profil
pel1aj1a6r Pancasila, terutama dalam
memodifikasi
Daftar
Pustaka
Analisis kebutuhan https://learningspacetoolkit.org/needs-
assessment/needs-assessment-process/index.html
Development of a Learner Profiling System Using Multidimensional
Characteristics Analysis -
https://www.hindawi.com/journals/mpe/2015/652623/
Designing a course for meaningful learning - by Maria Weurlander,
Department for Learning, Informatics, Management and Ethics (LIME)
Karolinska Institutet, Stockholm, Sweden
Robin Fogarty, Brian M. Pete. (2009). How to Integrate the Curricula (Third
Edition ed.). Thousand Oaks, California, United States of America:
Corwin. Retrieved April 11, 2022
Gabriel, John G and Farmer Paul C (2009), How to Help your School Thrive
without Breaking the Bank, ASSOCIATION FOR SUPERVISION AND
CURRICULUM DEVELOPMENT
Glatthorn, Allan, Bruce M Whitehead, Boschee Floyd and Boschee Bonni F
(2019), Curriculum Leadership Strategies for Development and
Implementation, SAGE
Grady, Roberts. (2012). Facilitating Meaningful Learning Experiences. Global
Education Lab, University of Florida. Video. October 22, 2012.
Lea
rner profile - https://www.nextgenlearning.org/articles/getting-to- know
-you-learner-profiles-for-personalization
Learner profile and competency based curr -
https://www.gettingsmart.com/2015/10/5-ways-learner-profiles- can-pr
omote-competency-based-education/
Make meaningful learning - http://psychlearningcurve.org/learning- more-
meaningful/
Tujuan Organisasi - https://www.mindtools.com/pages/article/smart-
goals.htm
SOLO Taxonomy - https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo-
taxonomy/
Strategi dari tujuan organisasi
https://alcorfund.com/insight/strategic-statements-definition-
elements-implementation-and-examples
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI
Terima Kasih
Ulfatul Ma’rifah
ulfamarifah@umg.ac.id
ulfamarifah@gmail.com
082228817918

Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP).pptx

  • 1.
    KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET,DAN TEKNOLOGI Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) Kediri, 22 Februari 2024
  • 2.
    ●Prinsip pengembangn KOSP ●Sistematikapenyusunan KOSP ●Penyusunan KOSP Pada Akhir Kegiatan ini Bapak/Ibu akan memahami & mebuat:
  • 3.
  • 4.
    Kurikulum Operasional diSatuan pendidikan Kurikulum operasional di satuan pendidikan memuat seluruh rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan, sebagai pedoman seluruh penyelenggaraan pembelajaran. untuk menjadikannya bermakna, kurikulum operasional satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan konteks dan kebutuhan peserta didik dan satuan pendidikan. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (uu Sisdiknas/2003). Pemerintah pusat menetapkan kerangka dasar dan struktur kurikulum yang menjadi acuan untuk pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan. Komponen dalam kurikulum operasional ini disusun untuk membantu proses berpikir dan pengembangan pembelajaran di satuan pendidikan. Dalam pengembangannya, dokumen ini juga merupakan hasil refleksi semua unsur pendidik di satuan pendidikan yang kemudian ditinjau secara berkala guna disesuaikan dengan dinamika perubahan dan kebutuhan
  • 5.
    Kenapa penting pengembangan kurikulumdi satuan pendidikan? 1. Relevan 2. Kontekstual 3. Membuka saluran komunikasi antara sekolah dan lingkungannya
  • 6.
    Prinsip Pengembangan KurikulumOperasional di Satuan Pendidikan (1/3) Berpusat pada peserta didik Pembelajaran harus memenuhi potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. Kontekstual Menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan.
  • 7.
    Prinsip Pengembangan KurikulumOperasional di Satuan Pendidikan (2/3) Esensial Semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan para pemegang kepentingan tentang kurikulum yang digunakan di satuan pendidikan dapat diperoleh di dokumen tersebut. Mudah dipahami dan ringkas. Tidak mengulang naskah/kutipan yang sudah ada di naskah lainnya. Misalnya tidak memasukkan lampiran Kepmendikbud seperti CP, struktur, dll, dalam dokumen kurikulum operasional Akuntabel Dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data, aktual (benar-benar diterapkan, bukan cuma teori atau mengarang bebas)
  • 8.
    Prinsip Pengembangan KurikulumOperasional di Satuan Pendidikan (3/3) Berkesinambungan Menjadi acuan untuk refleksi dan perbaikan
  • 9.
    Prinsip Penyusunan KurikulumOperasional di Satuan Pendidikan 1. Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. 2. Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan. 3. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami. 4. Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual. 5. Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, dan berbagai sentra di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
  • 10.
    KOMPONEN KURIKULUM OPERASIONALDI SATUAN PENDIDIKAN
  • 13.
    Pengorganisasian Pembelajaran Cara satuan pendidikanmengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu dan beban belajar, serta cara mengelola pembelajaran untuk mendukung pencapaian Capaian Pembelajaran (CP) dan profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan ●Intrakurikuler, berisi muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok). ●Kokurikuler, yaitu projek penguatan profil pelajar Pancasila, menjelaskan pengelolaan projek yang mengacu pada profil pelajar Pancasila pada tahun ajaran tersebut. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Untuk SMK, projek ini ditambah dengan tema Kebekerjaan dan Budaya kerja. ●Ekstrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal. Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran meliputi ruang lingkup satuan pendidikan dan ruang lingkup kelas. ●rencana pembelajaran untuk ruang lingkup satuan pendidikan seperti penyusunan capaian pembelajaran (telah ditetapkan oleh pemerintah), alur tujuan pembelajaran lengkap dengan gambaran besar asesmen dan sumber belajar yang mencakup kegiatan intrakurikuler serta projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan perencanaan program prioritas satuan pendidikan. ●rencana pembelajaran untuk ruang lingkup kelas seperti perencanaan pembelajaran, perangkat ajar, atau rencana kegiatan lainnya. Untuk dokumentasi rencana pembelajaran ini, satuan pendidikan cukup melampirkan beberapa contoh perangkat ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran.
  • 14.
    Pendamping an, evaluasi dan pengemban gan profesional Kerangka bentukpendampingan, evaluasi, dan pengembangan profesional yang dilakukan untuk peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan di satuan pendidikan. Pelaksanaan ini dilakukan oleh para pemimpin satuan pendidikan secara internal dan bertahap sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan. Lampiran • Contoh contoh pembelajran ruang lingkup kelas: menggambarkan rencana pembelajaran per tujuan pembelajaran dan/ atau pertema (untuk sekolah sekolah yang sudah menjalankan pembelajaran secara terintegrasi) • Contoh penguatan profil pelajar Pancasila: penjabaran pilihan tema dan isu spesifik yang menjadi proyek pada tahun ajaran tersebut (diskripsi singkat tentang proyek yang sudah di kontekstualisasikan dengan kondisi seolah dan kebutuhan peserta didik, tidak perlu sampai rincian pembelajarannya) • Referensi landasan hukum atau landasan lain yang
  • 15.
    Proses penyusunan kurikulumoperasional bersifat TETAP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat), dan FLEKSIBEL/DINAMIS (mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan).
  • 16.
    Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan Merancang PENDAMPINGA, EVALUASI,DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL LANGKAH-LANGKAH PENINJAUAN DAN REVISI KURIKULUM OPERASIONAL (bagi yang telah memiliki dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan) 1 Menganalisis konteks KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN 2 Meninjau VISI MISI TUJUAN 3 Meninjau PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN 4 Menyusun RENCANA PEMBELAJARAN 5 evaluasi jangka pendek (semester/tahunan) evaluasi jangka panjang (4-5 tahun)
  • 17.
  • 18.
    Prinsip Analisis LingkunganBelajar • Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan • Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi satuan pendidikan • Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis dan dokumentasi data • Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi atau solusi
  • 19.
    Jenis informasi yangdibutuhkan • Apa kekhasan daerah setempat yang penting untuk dilestarikan? • Bagaimana peran satuan pendidikan sebagai bagian dari masyarakat setempat? • Apa dampak dari satuan pendidikan yang sudah dapat dirasakan saat ini (baik oleh warga masyarakat maupun warga satuan pendidikan itu sendiri)? • Internal: Bagaimana peran satuan pendidikan menyiapkan peserta didik mencapai profil pelajar?
  • 20.
    Cara Analisis LingkunganBelajar • Kuesioner, dengan pertanyaan disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang dibutuhkan. • Wawancara, untuk mendapatkan data secara langsung. • Diskusi kelompok terpumpun (FGD) dengan mengundang perwakilan dari seluruh warga satuan pendidikan dan tokoh masyarakat.
  • 21.
    Ragam Alat Analisis •Apakekhasan daerah setempat yang penting Analisis SWOT •Root Cause •Fish Bone •Pentagonal Aset
  • 22.
    Analisis karakteristik lingkungan belajar satuan pendidikan Belum Sudah Merumuskan visi-misi-tujuan satuan pendidikan Sudah Analisis kebutuhan satuan pendidikan Menyusun strategi Setiap komponennyadapat dikembangkan melalui proses reversibel (bolak balik) antara analisis lingkungan belajar satuan pendidikan, visi-misi satuan pendidikan, serta tujuan dan strateginya. Apakah satuan pendidikan sudah memiliki visi-misi-tujuan yang ajek? Apakah sudah memiliki analisis kebutuhan satuan pendidikan? Apakah sudah memiliki strategi? Belum Belum Sudah Mendesain pengorganisasian pembelajaran Proses Berpikir untuk Menganalisis Karakteristik Satuan Pendidikan dan Merumuskan Visi, Misi, Tujuan
  • 24.
    Meninjau Visi, Misi,dan Tujuan 02
  • 25.
    Visi adalah cita-citabersama pada masa mendatang dari warga satuan pendidikan, yang dirumuskan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan. Pengertian Visi
  • 26.
    Visi • Visi merupakankeadaan, yaitu gambaran masa depan yang ingin dicapai oleh satuan pendidikan. • Visi harus dapat memberikan panduan/arahan serta motivasi. • Visi harus tampak realistis, kredibel dan atraktif. Sebaiknya mudah dipahami, relatif singkat, ideal dan berfokus pada mutu, serta memotivasi setiap pemangku kepentingan. • Visi bersifat dinamis dan tidak untuk selamanya.
  • 27.
    Membuat Visi 1. Kumpulkaninformasi untuk dijadikan bahan diskusi, melalui wawancara atau survei. 2. Dari jawaban warga satuan pendidikan, buatlah keterkaitan/benang merah dari suara peserta didik, staf/guru, dan orang tua. 3. Letakkan jawaban-jawaban ketiga kelompok tersebut sehingga semuanya terlihat. 4. Telisik persamaan dan perbedaannya: a. Kumpulkan sebanyak mungkin persamaannya. Kumpulan persamaan ini merepresentasikan harapan bersama warga satuan pendidikan. b. Bahas perbedaan yang ditemukan. Apa saja kemungkinan yang membuat perbedaan tersebut? c. Apa kaitannya dengan persamaan yang ditemukan? 5. Mengubah kesimpulan yang didapatkan menjadi kalimat visi. 6. Menentukan komponen utama visi yang diturunkan menjadi indikator-indikator pencapaian visi. Peserta Didik Staf/guru Orang tua ● Apa kebutuhan yang ingin dipenuhi di satuan pendidikan? ● Satuan pendidikan seperti apa yang kamu inginkan? ● Hal apa yang paling ingin didapat /dipelajari/dikuasai di satuan pendidikan? ● Apa yang paling penting bagi kamu di satuan pendidikan? ● Mengapa memilih profesi sebagai pendidik/bekerja di satuan pendidikan? Apa yang ingin dicapai? ● Apa harapan bagi peserta didik yang ada di satuan pendidikan ini? Jika mereka keluar atau sudah lulus ingin mereka jadi individu seperti apa? ● Apa nilai-nilai yang Anda percayai? Bagaimana menanamkan itu pada peserta didik? Apa perubahan diri yang ● Mengapa memilih satuan pendidikan ini? ● Apa harapannya terhadap satuan pendidikan? ● Pribadi anak seperti apa yang diharapkan? ● Kalau bisa menentukan hal paling penting yang perlu dipelajari di satuan pendidikan, apakah itu? TIPS ● Sesuaikan pertanyaan untuk peserta didik dengan tahapan perkembangan/belajarnya ● Tenaga kependidikan terkadang tidak melihat dirinya sebagai pendidik. Berikan pengantar bahwa bekerja di satuan pendidikan adalah pendidik, apapun perannya. ● Untuk wakil orang tua, perlu cermat memilih perwakilan agar perwakilan representatif (orang tua baru dan lama, orang tua yang kritis baik terhadap tujuan pendidikan untuk anak, maupun mengapa memilih satuan
  • 28.
    Contoh VISI Adapun indikator ketercapaiandari visi sesuai dengan variabelnya antara lain: 1. Pembelajar sepanjang hayat, membentuk generasi yang memiliki motivasi untuk selalu belajar dan mengembangkan diri. 2. Berkarakter, mengimplementasikan Profil Pelajar Pancasila dalam aktualisasi kehidupan. 3. Inovatif, kemampuan seluruh warga sekolah memaknai keadaan yang dinamis dan selalu berubah dengan berbagai tantangan dan hambatan menjadi sebuah celah dalam mengembangkan diri untuk menemukan solusi yang tepat, bermanfaat dan sesuai dengan keadaan masa kini dan mempersiapkan masa depan. 4. Berprestasi, sebagai hasil akhir dalam sebuah proses, prestasi merupakan tolak ukur sebuah proses. Prestasi tak hanya berkisar pada kemampuan kognitif dalam ajang prestatif saja namun lebih pada keberhasilan menemukan kemampuan diri, mengembangkan talenta dan kecakapan hidup yang bermanfaat. “Terwujudny a generasi pelajar muda sebagai pembelajar sepanjang hayat yang berkarakter, inovatif dan berprestasi”
  • 29.
  • 30.
    Misi adalah pernyataanbagaimana satuan pendidikan mencapai visi yang ditetapkan untuk menjadi rujukan bagi penyusunan program jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, dengan berdasarkan masukan dari seluruh warga satuan pendidikan.
  • 31.
    a. Pernyataan misimenunjukkan secara jelas mengenai apa yang hendak dicapai oleh satuan pendidikan. b. Rumusan misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan tindakan, bukan kalimat yang menunjukkan keadaan sebagaimana pada rumusan visi. c. Antara indikator visi dengan rumusan misi harus ada keterkaitan atau terdapat benang merahnya secara jelas. Satu indikator visi dapat dirumuskan lebih dari satu rumusan misi. d. Misi menggambarkan upaya bersama yang berorientasi kepada peserta didik.
  • 32.
    Contoh Dalam upayamengimplementasikan visi sekolah, SD Model 4 menjabarkan misi sekolah sebagai berikut: 1. Merancang pembelajaran yang menarik dan menyenangkan yang mampu memotivasi peserta didik untuk selalu belajar dan menemukan pembelajaran. 2. Membangun lingkungan sekolah yang membentuk peserta didik memiliki akhlak mulia melalui rutinitas kegiatan keagamaan dan menerapkan ajaran agama melaui cara berinteraksi di sekolah. 3. Membangun lingkungan sekolah yang bertoleransi dalam kebhinekaan global, mencintai budaya lokal dan menjunjung nilai gotong royong. 4. Mengembangkan kemandirian, nalar kritis dan kreativitas yang memfasilitasi keragaman minat dan bakat peserta didik. 5. Mengembangkan program sekolah yang membentuk ide dan gagasan cepat tanggap terhadap perubahan yang terjadi untuk merancang inovasi. 6. Mengembangkan dan memfasilitasi peningkatan prestasi peserta didik sesuai minat dan bakatnya melalui proses pendampingan dan kerja sama dengan orang tua. MISI
  • 33.
  • 34.
    Tujuan adalah gambaranhasil yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu oleh setiap satuan pendidikan dengan mengacu pada karakteristik dan/atau keunikan setiap satuan pendidikan sesuai dengan prinsip yang sudah ditetapkan
  • 36.
    [CONTOH] Menentukan Strategi Pertanyaan berikutdapat membantu tim inti memastikan semua aspek kunci dari visi sekolah, realita dan prioritas sudah dipertimbangkan. Visi perlu kuat dan menggambarkan aspirasi yang tulus, sementara realita harus jelas dan sesuai keadaan nyata. VISI ● Dari proses sebelumnya, aspek apa yang paling penting yang diminta dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah , dan perwakilan guru? ● Bagaimana kurikulum, desain sistem sekolah, dan program, serta faktor lainnya saling melengkapi dalam mewujudkan visi? KONDISI SEKOLAH SAAT INI ● Bagaimana kebutuhan siswa berubah seiring waktu? ● Proses dan program apa yang paling optimal dilakukan untuk beragam karakter siswa dengan menghargai berbagai kebutuhan belajar siswa? Gunakan kesinambungan data yang dimiliki sekolah: demografi siswa, pendaftaran, kehadiran, angka putus sekolah, karakter dan latar belakang siswa, distribusi capaian belajar, dll. ● Bagaimana perubahan cara sekolah mengukur ketercapaian/keberhasilan proses belajar siswa dari waktu ke waktu, tahun ke tahun? Apakah sekolah semakin memahami bagaimana pembelajaran dan asesmen yang berpusat pada siswa? ● Bagaimana kualitas pembelajaran berubah dari waktu ke waktu? ● Apakah siswa, orang tua, guru, dan warga sekolah lainnya semakin menyadari dan memahami sekolah sebagai lingkungan belajar yang sehat? ● Pengamatan apa saja yang dilakukan pada pembelajaran dan lingkungan belajar (sekolah dan kelas)? ● Telisik kembali keselarasan antara program pengembangan guru, tujuan sekolah, konsep dan landasan sekolah, serta lingkungan belajar. Apakah selaras dan saling menguatkan? STRATEGI PRIORITAS ● Apa yang pertama kali perlu dilakukan untuk mewujudkan visi sekolah? ● Bagaimana sekolah mendukung pengembangan guru/tenaga kependidikan serta kurikulum? ● Bagaimana lingkungan sekolah bisa terus berkembang mendukung pembelajaran yang optimal? ● Sumber daya apa saja yang dapat dimanfaatkan sekolah untuk mendukung pembelajaran? 36
  • 37.
    CONTOH: Analisis Kebutuhan dan StrategiSatuan Pendidikan Analisis kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman atau yang biasa kita sebut sebagai SWOT merupakan cara yang umum dilakukan dalam mengenali satuan pendidikan dan lingkungannya serta menyusun strategi untuk mengembangkan dan mengatasi permasalahan satuan pendidikan. S (strength/kekuatan) W (weakness/kelemahan) O (opportunity/peluang) T (threat/ancaman) internal eksternal situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan yang dimiliki satuan pendidikan yang bisa memberikan pengaruh positif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang. situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan yang dimiliki satuan pendidikan yang bisa memberikan pengaruh negatif pada saat ini atau pun di masa yang akan datang. situasi atau kondisi yang merupakan peluang atau kesempatan di luar satuan pendidikan yang bisa memberikan peluang untuk berkembang di kemudian hari. Ancaman atau tantangan apa saja yang mungkin akan dihadapi satuan pendidikan yang bisa menghambat laju perkembangan satuan pendidikan. ● Kekuatan atau kelebihan apa yang dimiliki satuan pendidikan? ● Apa yang membuat satuan pendidikan lebih baik dari satuan pendidikan lainnya? ● Keunikan apa yang dimiliki oleh satuan pendidikan? ● Apa yang menyebabkan satuan pendidikan mendapatkan “dukungan”? ● Apa yang dapat kita tingkatkan dalam satuan pendidikan? ● Apa saja kebutuhan peserta didik yang belum terpenuhi di sekolah? ● Apa saja yang harus dihindari satuan pendidikan? ● Faktor apa saja yang menyebabkan kehilangan dukungan? ● Apa yang dilihat atau dirasakan masyarakat ● Apa saja kesempatan yang ada di luar satuan pendidikan? (Misal: lingkungan yang mendukung, mitra yang dapat memperkaya pembelajaran) ● Perubahan apa saja yang terjadi di luar satuan pendidikan (hasil riset terbaru, praktik- praktik pendidikan dan pengasuhan) yang selaras dan bisa menjadi pendukung satuan pendidikan? ● Hambatan apa yang sedang dihadapi sekarang? ● Apa saja hal yang dilakukan “pesaing“ satuan pendidikan? ● Tren apa yang menyebabkan ancaman bagi satuan pendidikan? Misalnya: Perkembangan Teknologi ● Adakah perubahan peraturan pemerintah yang akan berdampak bagi perkembangan
  • 39.
    CONTOH 1. TujuanJangka Pendek (1 Tahun ke depan) a. Mengoptimalkan sarana prasana sekolah untuk menunjang rancangan pembelajaran yang memotivasi keinginan selalu belajar. b. Menyelenggarakan sistem penilaian dengan sistem digitalisasi c. Membentuk peserta didik yang taat dan tepat waktu melaksanakan ibadah. d. Meningkatkan simpati dan empati peserta didik dalam kepedulian sosial. e. Merancang program sekolah untuk mengenalkan implementasi kebhinekaan global di masyarakat. f. Merancang pembelajaran yang bangga akan potensi daerah. g. Menerapkan pondasi gotong royong dalam kegiatan kelas hingga sekolah. h. Melaksanakan program dan pembelajaran HOTs untuk memperkuat bernalar kritis dan kreativitas. i. Melaksanakan pembelajaran untuk mengasah kemampuan literasi dan numerasi. j. Mempertahankan prestasi yang sudah tercapai sebelumnya. Tujuan Tujuan yang diharapkan oleh SD Model 4 dalam implementasi kurikulum sebagai bentuk dan cara mewujudkan misi sekolah yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:
  • 40.
    CONTOH 2. TujuanJangka Menengah (2-3 tahun ke depan) a. Merancang pembelajaran yang sesuai dengan tingkat perbedaan kemampuan kognitif peserta didik mengarahkan pada keterampilan dan kecakapan hidup sesuai bakat dan minatnya. b. Sekolah mampu melaksanakan penilaian secara akuntabel dan valid dengan sistem digitalisasi. c. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghafal surat- surat pendek. d. Membudayakan gerakan kebersihan sebagian daripada iman. e. Meningkatkan kecintaan dan kebanggan terhadap potensi daerah. f. Melakukan kerjasama dengan stakeholder daerah atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk merancang program pembelajaran berbasis budaya lokal. g. Memotivasi peserta didik untuk menggagas inovasi sederhana untuk memberikan solusi dalam kehidupannya. h. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler yang optimal dalam mengembangkan prestasi sesuai bakat dan minta dan potensi peserta didik. Tujuan Tujuan yang diharapkan oleh SD Model 4 dalam implementasi kurikulum sebagai bentuk dan cara mewujudkan misi sekolah yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:
  • 41.
    CONTOH 3. TujuanJangka Panjang (4 tahun ke depan) a. Merancang pembelajaran dengan model pembelajaran yang menjadi ciri khas sekolah. b. Menghasilkan lulusan yang memiliki mental pembelajar sejati. c. Membentuk peserta didik yang berakhlakul mulia dan selalu peduli sosial dalam toleransi beragama. d. Menyusun pembelajaran dengan bahan ajar mandiri untuk meningkatkan kecintaan pada budaya lokal. e. Menjalin kerjasama dengan pihak luar (sanggar, perguruan tinggi, dan dunia usaha dan industri) untuk melengkapi program sekolah yang memfasilitasi berbagai keragaman potensi, minat dan bakat peserta didik. f. Membudayakan lingkungan belajar dan karakter inovatif cepat tanggap di lingkungan sekolah. g. Membangun budaya dan kultur sekolah yang kompetitif yang positif. h. Menyediakan fasilitas untuk mengembangkan kreativitas, inovasi dan minat bakat peserta didik. Tujuan Tujuan yang diharapkan oleh SD Model 4 dalam implementasi kurikulum sebagai bentuk dan cara mewujudkan misi sekolah yang telah ditetapkan adalah sebagai berikut:
  • 42.
  • 43.
    Pengorganisasian Pembelajaran diSatuan Pendidikan Dokumen rujukan dalam menyusun pengorganisasian pembelajaran: ● Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M//2022 ● Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 ● Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pengorganisasian pembelajaran adalah cara satuan pendidikan mengatur pembelajaran muatan kurikulum dalam satu rentang waktu. Pengorganisasian ini termasuk pula mengatur beban belajar dalam struktur kurikulum, muatan mata pelajaran dan area belajar, pengaturan waktu belajar, serta proses pembelajaran. Penyusunan struktur kurikulum merupakan hal penting di dalam mengorganisasikan pembelajaran. Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran dan merupakan aplikasi dari konsep pengorganisasian konten dan beban belajar. Satuan pendidikan menyusun pembelajaran yang meliputi: Intrakurikuler Pembelajaran berisi muatan mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (mulok), penetapan konsentrasi, dan Praktik Kerja Lapangan untuk SMK atau Magang untuk SLB. Kokurikuler Projek penguatan profil pelajar Pancasila Kegiatan kokurikuler yang dirancang terpisah dari intrakurikuler untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila melalui tema dan pengelolaan projek berdasarkan dimensi dan fase. Ekstrakurikuler Kegiatan kurikuler yang dilakukan di luar jam belajar di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.
  • 44.
    PROGRAM INTRA-KURIKULER PROJEKPENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PROGRAM EKSTRAKURIKULER Tujuan Mengembangkan kompetensi pelajar sesuai CP Menguatkan Profil Pelajar Pancasila dan membangun pemahaman mengenai isu-isu penting dan melatih kemampuan penyelesaian masalah dalam tema atau isu penting terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals, SDGs) Sarana bagi peserta didik untuk mengeksplorasi dan melatih keterampilan sesuai minat dan bakat peserta didik Metode ● Menggunakan berbagai metode pengajaran/pendekatan belajar ● Menggunakan berbagai instrumen asesmen dalam menilai progress dan capaian peserta didik ● Melibatkan guru dalam proses desain asesmen dan moderasi hasil asesmen ● mengasah kepekaan dan mengeksplorasi isu riil dan kontekstual dalam bentuk projek ● Memberikan ruang lebih banyak bagi peserta didik untuk bekerja mandiri dan fleksibel ● Melibatkan seluruh komunitas sekolah (peserta didik, guru, staf, orangtua) serta narasumber/profesional ● Bersifat individual dan merupakan pilihan peserta didik ● Melibatkan guru dan narasumber profesional dalam melatih keterampilan tertentu Hasil ● Bukti pencapaian CP berupa portfolio/kumpulan hasil pekerjaan peserta didik dari berbagai instrumen asesmen ● Dilaporkan melalui rapor ● Bukti berupa jurnal kerja yang fokus pada proses dan pencapaian tujuan proyek ● Sekolah menyediakan waktu khusus untuk peserta didik menunjukkan hasil proyek melalui pameran/pertunjukan ● Dilaporkan melalui rapor pada bagian terpisah dengan intrakurikuler ● Bukti berupa testimoni atau cerita dari peserta didik ● Sekolah bisa memilih bentuk pelaporan Penjelasan Struktur Kurikulum di Satuan Pendidikan
  • 45.
  • 46.
    Perencanaan Pembelajaran Perencanaan pembelajaran meliputi: 1. ruanglingkup satuan pendidikan - penyusunan alur tujuan pembelajaran atau silabus. Dalam ruang lingkup satuan pendidikan, perumusan dan penyusunan alur dan tujuan pembelajaran atau silabus mata pelajaran berfungsi mengarahkan pendidik dalam merencanakan, mengimplementasi, dan mengevaluasi pembelajaran secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis, konsisten, dan terukur. 2. ruang lingkup kelas -penyusunan modul ajar atau rencana pelaksanan pembelajaran. Untuk dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran pada ruang lingkup kelas, satuan pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/modul ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran. Satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan kegiatan pembelajaran dan perangkat ajar sesuai dengan tujuan pembelajaran, konteks satuan pendidikan, dan karakteristik peserta didik.
  • 47.
    Perencanaan Pembelajaran Dokumen rujukan: gunakan panduan Pembelajarandan Asesmen sebagai acuan. Capaian Pembelajaran Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran Pengembangan Perangkat Ajar Ditetapkan oleh Pemerintah dan disusun dalam fase- fase Alur pembelajaran adalah rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara logis menurut urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase. Alur ini disusun secara linear sebagaimana urutan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dari hari ke hari. Prinsip penyusunan ATP: esensial, berkesinambungan, kontekstual, dan sederhana. Perangkat ajar adalah berbagai bahan ajar yang digunakan oleh pendidik dalam upaya mencapai profil pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran. Perangkat ajar meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Modul Ajar (MA), buku teks pelajaran, modul projek penguatan profil pelajar Pancasila, video pembelajaran, serta bentuk lainnya. Catatan: pada beberapa satuan pendidikan, perencanaan pembelajaran untuk ruang lingkup satuan pendidikan dapat disusun dalam bentuk silabus; berisi garis besar cakupan serta capaian kegiatan intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
  • 48.
    Proses Mendesain RencanaPembelajaran Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup sekolah ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN Alur pembelajaran yang runtut dinyatakan dalam rangkaian tujuan pembelajaran yang meliputi konten/ materi, keterampilan dan konsep inti untuk mencapai Capaian Pembelajaran setiap Fase dan menjelaskan cakupan/kedalaman setiap konten Prinsip Alur Tujuan Pembelajaran: ● Esensial, ada penjabaran konsep, keterampilan dan konten inti yang diperlukan untuk mencapai capaian pembelajaran ● Berkesinambungan, tujuan - tujuan dalam alur pembelajaran tersusun secara berkesinambungan dan urut secara berjenjang dengan arah yang jelas ● Kontekstual, Tahapan tujuan pembelajaran sesuai dengan tahapan perkembangan peserta didik. ● Sederhana. Tujuan pembelajaran disampaikan dengan bahasa/istilah yang mudah dipahami. Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup kelas KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Tujuan Pembelajaran, dikembangkan sesuai dengan kompetensi utuh yang sudah melingkupi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, beserta materi/konten inti 2. Proses asesmen, strategi pencarian bukti hasil belajar yang menyasar tujuan pembelajaran beserta indikator keberhasilan yang mengukur sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3. Pengalaman belajar, serangkaian kegiatan dengan alokasi waktu dan menyasar indikator yang dikembangkan dari tujuan pembelajaran
  • 49.
    CONTOH Proses Mendesain Alur Pembelajaran0 Workshop pengembangan kurikulum operasional sekolah Menjadi prasyarat untuk tim penyusun alur pembelajaran Pemahaman Profil Pelajar Pancasila. Memahami secara utuh konsep dasar Profil Pelajar Pancasila 1 Pemahaman Capaian Pembelajaran Pahami rasional CP setiap fase, mulai dari fase A hingga fase E 2 Menguraikan CP ke tujuan-tujuan pembelajaran Uraikan tujuan pembelajaran per dimensi/elemennya Susun seluruh tujuan pembelajaran menjadi satu alur linear 3 4 Tentukan tujuan yang menjadi kunci (konsep dan kompetensi kunci) Tentukan asesmen untuk mengukur ketercapaian tujuan-tujuan/kompetensi kunci 5 6 Rangkaikan semua tujuan menjadi satu alur yang linear Penulis menyusun alur (sequence), semua dimensi/elemen dilebur dalam alur ini Tentukan alokasi jam pelajaran yang dibutuhkan 7
  • 50.
    CONTOH Pengaturan Waktu Belajar Satuanpendidikan dapat menentukan model struktur kurikulum yang sesuai dengan kondisi dan tujuan masing-masing satuan pendidikan. Pengaturan cara penghantaran (per mata pelajaran, tematik integratif, unit inkuiri, dll.) akan mempengaruhi sekolah dalam mengelola waktu (penjadwalan) dan sumber dayanya. Model ini tidak harus dipilih salah satu, akan tetapi bisa juga dikombinasikan. Misalnya dengan menggunakan sistem terintegrasi dan blocking secara bersamaan atau mengkombinasikan ketiga model Sistem Blok Sistem Kolaborasi Sistem Reguler Pembelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu dengan berbagai macam pengelompokkan. Contoh: 1. Mata pelajaran IPS, Bahasa Indonesia dan IPAS akan diajarkan dari jam 07.00- 12.00 dalam semester 1 2. Dalam satu tahun ajaran, pembelajaran IPA dibagi ke dalam 3 blok waktu (masing-masing 4 bulan). Mata pelajaran Biologi, Kimia dan Fisika akan diajarkan secara bergantian di setiap blok. Blok ke- 1 tahun ajaran 2020/2021 untuk Fisika, blok ke-2 untuk Biologi, blok ke-3 Kimia. Konsep-konsep dan keterampilan tertentu dari mata pelajaran diajarkan secara kolaboratif (team teaching) . Guru berkolaborasi sedemikian rupa untuk merencanakan, melaksanakan dan melakukan asesmen untuk suatu pembelajaran yang terpadu. Contoh: Konsep pengelolaan data dapat secara kolaboratif diajarkan oleh guru matematika dan IPA. Konsep ini bisa diajarkan di satu kegiatan dengan menggabungkan alokasi waktu kedua mata pelajaran atau diajarkan pada masing-masing mapel, dengan penyelarasan Setiap pembelajaran dilakukan terpisah antara satu mapel dengan mapel lainnya. Tatap muka dilakukan secara reguler setiap minggu, dengan jumlah jam tatap muka sesuai dengan yang ditetapkan oleh masing- masing satuan pendidikan berdasarkan ketentuan minimal dari pemerintah
  • 51.
    Sistem Blok SistemKolaborasi Sistem Reguler Kelebihan ● memberikan waktu yang cukup bagi peserta didik untuk mempelajari materi secara mendalam ● waktu pembelajaran menjadi lebih banyak dan hal tersebut memungkinkan peserta didik belajar hingga tuntas ● dengan blok waktu yang lebih panjang, guru memiliki lebih banyak waktu untuk menyelesaikan rencana pelajaran dan untuk memeriksa dan mengevaluasi pembelajaran ● dengan blok waktu yang lebih lama memungkinkan untuk studi yang mendalam, seperti mengerjakan proyek / penelitian individu / kelompok, kolaborasi antar peserta didik dan guru. ● Peserta didik belajar suatu konsep secara komprehensif dan kontekstual karena keterampilan, pengetahuan dan sikap diintegrasikan untuk mencapai suatu penguasaan kompetensi tertentu ● Guru-guru terkondisikan untuk berkolaborasi secara intensif karena perlu memilih kompetensi/konten yang selaras dengan pemahaman yang dituju ● Lebih efisien karena guru bisa memilah konsep yang perlu dieksplorasi secara lebih mendalam dan konten yang memerlukan waktu lebih sedikit memudahkan dalam pembuatan jadwal pembelajaran di satuan pendidikan Hal yang perlu dipertimbang kan dalam memutuskan model ini ● Pengaturan jam mengajar guru -- harus diperhitungkan sedemikian rupa, sehingga guru tidak ada waktu di hari-hari tertentu ● Ketersediaan sarana prasarana - mengingat sistem blok membutuhkan pengaturan sarana dan prasarana yang ketat ● Perlu dirancang strategi tertentu agar materi yang diajarkan pada satu blok tertentu bisa tetap diingat. ● Memberikan waktu yang cukup untuk merencanakan dan menyelaraskan antar guru mata pelajaran yang mengajarkan tujuan pembelajaran yang berkaitan atau sama dengan unit atau konsep yang dipelajari ● Satuan pendidikan harus memberikan fleksibilitas bagi guru untuk mengelola penjadwalan mengikuti kebutuhan / fokus pemahaman yang bisa berbeda setiap term/semester/ tahun ● Beban yang harus dihadapi peserta didik setiap minggu harus diperhitungkan sedemikian rupa, sehingga peserta didik tidak terbebani dengan banyaknya beban mata pelajaran ● Daya serap peserta didik terhadap mata pelajaran akan sangat berpengaruh jika macam mata pelajaran yang diberikan dalam satu waktu tertentu terlampau banyak. Ada kecenderungan konten suatu mapel belum terserap, sudah harus ganti mata pelajaran yang lainnya. ● Perlunya koordinasi antar guru mata
  • 53.
    1. Penetapan tujuan belajar 2.Menganalisis situasi kelas 3. Asesmen untuk mengetahui posisi peserta didik di awal siklus pembelajaran. 4. Menentukan strategi dan metode untuk mencapai tujuan tsb. Apakah tujuan pembelajaran ini kontekstual dengan kondisi lingkungan sekitar? Apakah tujuan pembelajaran sudah sesuai dengan tahapan dan kebutuhan belajar peserta didik? Siapa saja peserta didiknya? (jumlah, pengetahuan dan pengalaman, motivasi, latar belakang budaya dll). Sumber daya apa yang tersedia untuk proses pembelajaran? (Ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang komputer, halaman dll). Siapa saja guru yang terlibat? Jika ada beberapa guru, bagaimana proses komunikasi dan koordinasi dilakukan? Menyamakan persepsi antar guru yang mengajar kelas dan materi yang sama : Kriteria penilaian seperti apa yang tepat? Bagaimana cara mengukur ketercapaian kompetensi (pemahaman atau keterampilan tertentu)? Apakah menggunakan rubrik atau daftar centang atau catatan pengamatan? Bagaimana cara untuk mengajak pelajar memahami asesmen atau pengukuran ketercapaian kompetensi? Apa saja pendekatan yang berorientasi pada kompetensi tujuan? Stimulus apa saja yang bisa diberikan agar peserta didik terlibat aktif dan membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran? Metode pengajaran dan konsep pedagogis mana yang harus digunakan? Mengapa? Apakah metode pengajaran yang dipilih mampu mendorong aktivitas peserta didik secara mandiri (self- regulated learning)? 5. Memilih dan menetapkan perangkat ajar, serta aktivitas pembelajaran. 6. Sosialisasi target belajar dan menyepakati pembelajaran bersama pelajar 7. Pelaksanaan pembelajaran dan asesmen untuk memonitor kemajuan belajar selama proses pembelajaran. 8. Refleksi untuk menetapkan tujuan belajar berikutnya berdasarkan hasil ketercapaian kompetensi Diskusikan bersama peserta didik : Apa ide pokok materi dan hubungan dengan situasi nyata? Diskusikan dengan guru pada level yang sama Kompetensi apa yang perlu diasah agar tujuan belajar tercapai? Apa saja target yang akan dicapai? Bagaimana cara membuat peserta didik untuk memahami target- target yang akan dicapai? Bagaimana agar guru bisa memberikan umpan balik pada peserta didik secara reguler? Bagaimana melatih keterampilan refleksi bagi peserta didik sehingga mereka memahami hal-hal yang sudah tercapai dan area yang perlu diperbaiki? Bagaimana guru mendapatkan informasi untuk proses evaluasi? (Wawancara, umpan balik dari rekan kerja, kuesioner dll). Informasi apa yang Anda perlukan untuk melakukan evaluasi? (Bagaimana peserta didik memandang proses pembelajaran, apakah hasilnya jelas, apakah mereka telah mempelajari apa yang seharusnya mereka pelajari, apakah guru mendukung peserta didik, dll.)
  • 54.
  • 55.
    REFLEKSI DAN UMPAN BALIK PERENCANAAN Pemetaan kurikulumdan perencanaan pembelajaraan PELAKSANAAN pembelajaran EVALUASI pembelajaran Hubungan Evaluasi, Pendampingan dan Pengembangan Profesional Pendidik dalam Pembelajaran PENDAMPINGAN DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL Pendampingan dan pengembangan profesional pendidik dalam pembelajaran merupakan salah satu tindak lanjut dari evaluasi. Evaluasi berdasarkan proses refleksi dan pemberian umpan balik dilakukan secara terus menerus dalam keseharian belajar mengajar penting dilakukan oleh pendidik. Pendidik dapat melakukan refleksi mandiri terhadap kriteria kesuksesan yang telah ditetapkan (tujuan belajar, Capaian Pembelajaran, profil pelajar Pancasila).
  • 56.
    Prinsip Evaluasi Pembelajaran dan Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan ●Dilakukan secara mandiri dan berkala oleh satuan pendidikan ● Evaluasi pembelajaran secara menyeluruh bertujuan untuk mengukur keberhasilan pendidik dalam memfasilitasi pembelajaran. ● Evaluasi kurikulum operasional satuan pendidikan bertujuan untuk mengukur keberhasilan kepala satuan pendidikan dan pendidik dalam menjalankan seluruh program pendidikan yang direncanakan dengan tujuan untuk memahami apakah visi, misi dan tujuan satuan pendidikan telah tercapai. Evaluasi pembelajaran menjadi salah satu bagian penting dari evaluasi kurikulum operasional satuan pendidikan ● Sasaran langsung dari evaluasi pembelajaran adalah peserta didik dan pendidik, sedangkan sasaran utama evaluasi kurikulum operasional satuan pendidikan adalah kepala satuan pendidikan dan pendidik, dimana peserta didik menjadi sasaran tidak langsung. ● Proses ini dikelola oleh para kepala satuan pendidikan dan/atau pendidik yang dianggap sudah mampu untuk melakukan peran ini. ● Evaluasi dilakukan secara bertahap dan mandiri agar terjadi peningkatan kualitas secara berkelanjutan di satuan pendidikan, sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan. Tahapan melakukan evaluasi: 1.Menetapkan tujuan evaluasi yang akan dilakukan 2.Menetapkan data/informasi yang ingin didapatkan dalam kegiatan peninjauan. 3.Menentukan bentuk asesmen yang akan dilakukan unt mendapatkan data/informasi yang diinginkan 4.Merancang aktivitas evaluasi yang bersifat reflektif dan dapat dijadikan pengembangan bagi pendidik dan pelaksana program. 5.Menggunakan alat penilaian pencapaian yang jelas dan terukur.
  • 57.
    Evaluasi Kurikulum Operasionaldi Satuan Pendidikan Kapan evaluasi kurikulum operasional di satuan pendidikan bisa dilakukan? -Per-hari. Pendidik membuat catatan anekdotal secara informal mengenai bagaimana proses belajar berjalan, bagaimana tujuan belajar tercapai, bagaimana peserta didik merespon proses kegiatan belajar. -Per-Unit Belajar. Setelah melakukan asesmen formatif, secara individual maupun tim, pendidik bisa mengkaji ulang proses belajar dan tercapainya tujuan dan melakukan perbaikan maupun penyesuaian terhadap proses belajar. -Per-Semester. Setelah 1 semester selesai, pendidik dan tim bisa melihat kontinum pencapaian. -Per-Tahun. Evaluasi terhadap pencapaian dan proses pembelajaran dalam satu tahun dapat dikumpulkan berkala dalam rentang waktu yang lebih pendek dan bagaimana hal tersebut berkontribusi dengan visi, misi, serta tujuan satuan pendidikan. Beberapa contoh cara mengumpulkan informasi ●Observasi dan refleksi mandiri. Melakukan asesmen berupa observasi dan refleksi mandiri secara individual terhadap kriteria kesuksesan yang telah ditetapkan (tujuan belajar, capaian pembelajaran, profil pelajar Pancasila) ●FGD (Focus Group Discussion) merupakan diskusi terpumpun yang dilakukan secara kelompok untuk melihat hubungan antar data yang dimiliki pada catatan anekdotal, hasil belajar peserta didik, serta refleksi dalam self- study, untuk menganalisis masalah dan menarik kesimpulan, serta mengambil keputusan untuk melakukan perbaikan. ●Kuesioner peserta didik. Mengumpulkan persepsi peserta didik terhadap proses belajar, kualitas sarana prasarana, materi/bahan ajar, serta bagaimana peserta didik memaknai hasil belajarnya. ●Kuesioner orang tua. Mengumpulkan persepsi orang tua terhadap perkembangan belajar peserta didik. Apa saja yang bisa menjadi sumber informasi dalam meninjau ulang pembelajaran dan kurikulum operasional? Data Asesmen: hasil asesmen peserta didik per unit, Projek peserta didik, survei lulusan, Refleksi proses belajar oleh pendidik, Observasi kepala satuan Pendidikan, Rapor Pendidikan Artefak peserta didik: Portofolio peserta didik, Pameran karya, pertunjukan, dsb. Proses refleksi pendidik Rapor Pendidikan
  • 58.
    Pelaksanaan Evaluasi KurikulumOperasional di Satuan Pendidikan Mengapa kurikulum operasional di satuan pendidikan perlu ditinjau ulang? Apa yang bisa ditinjau kembali? Bagaimana cara melakukannya? Siapa yang terlibat dalam evaluasi kurikulum operasional di satuan pendidikan? ● Meningkatkan hasil belajar peserta didik, keterlibatan, kepuasan belajar. ● Menunjukkan kekuatan dan tantangan pelaksanaan program belajar sebagai implementasi kurikulum operasional. ● Mengevaluasi perubahan terkini dari implementasi yang dilakukan. ● Mengidentifikasi program belajar yang perlu diperbaiki. ● Mengukur ketercapaian visi dan misi lewat program yang diajarkan di satuan pendidikan. ● Evaluasi merupakan sarana pemberian umpan balik pada kompetensi mengajar pendidik, yang selaras dengan tujuan dan kebutuhan belajar peserta didik. ● Alur pembelajaran, mutu dan relevansi hasil belajar dan prosesnya, untuk menentukan Tujuan Pembelajaran berikutnya. ● Kompetensi utuh peserta didik yang memuat pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang akan dituju (mengacu kepada profil pelajar Pancasila), dengan mempertimbangkan aspek penting di setiap mata pelajaran dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. ● Asesmen pembelajaran ● Sumber materi ajar, perlengkapan visual maupun auditori, kesesuaian dengan tahapan perkembangan anak. ● Persepsi peserta didik dalam menjalani proses belajar. ● Peningkatan kompetensi dan pengelolaan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan agar mereka dapat bekerja dengan efektif ● Proses dan program yang dianggap paling berhasil serta indikator keberhasilannya ● Proses dan program apa yang masih perlu dikembangkan serta saja bagian-bagian yang paling penting untuk dikembangkan ● Kolaboratif: Melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk peserta didik. ● Reflektif: Melihat kembali pencapaian dan kekurangan dari berbagai aspek, jujur, dan berdasarkan bukti. ● Berdasarkan Data: Membuat kesimpulan berdasarkan fakta yang dikumpulkan dari berbagai sumber dan yang ditelaah secara seksama. ● Berpusat pada peserta didik: Mengedepankan kepentingan peserta didik dalam mengambil kesimpulan maupun keputusan. ● Fokus pada perbaikan dan pengembangan kualitas pembelajaran peserta didik ● Kepala satuan Pendidikan ● Wakil kepala satuan Pendidikan bidang Kurikulum (bila ada) ● Pendidik ● Tenaga kependidikan ● Peserta didik ● Orang tua peserta didik ● Pengawas atau penilik satuan pendidikan ● Mitra (dunia kerja, organisasi komunitas, industri, dll) ● Pakar
  • 59.
    Pilihan Satuan Pendidikan dalam MelakukanEvaluasi Evaluasi Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan dilaksanakan mandiri dan bertahap sesuai dengan konteks, kebutuhan, dan kemampuan satuan pendidikan Catatan : - Pilihan-pilihan ini bertujuan untuk memberikan gambaran bahwa penyusunan dan pelaksanaan kurikulum operasional dapat dilakukan sesuai kesiapan dan kondisi masing-masing satuan pendidikan. - Satuan pendidikan diharapkan melakukan refleksi secara rutin agar dapat menentukan pilihan yang tepat dalam menyusun dan melaksanakan kurikulum operasional. Pilihan 1 Pilihan 2 Pilihan 3 Pilihan 4 Melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila peserta didik, dengan memperhatikan: ● Capaian pembelajaran ● Profil pelajar Pancasila ● Hasil asesmen pembelajaran Melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila peserta didik, dengan memperhatikan: ● Capaian pembelajaran ● Profil pelajar Pancasila ● Hasil asesmen pembelajaran ● Kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar Evaluasi ini mempertimbangkan sudut pandang peserta didik. Melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan: ●Capaian pembelajaran ●Profil pelajar Pancasila ●Hasil asesmen pembelajaran ●Kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar ●Keselarasan dengan visi,misi, tujuan dan kekhasan satuan pendidikan Evaluasi ini mempertimbangkan sudut pandang peserta didik dan orangtua. Melakukan evaluasi terhadap proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan: ● Capaian pembelajaran ● Profil pelajar Pancasila ● Hasil asesmen pembelajaran ● Penggunaan perangkat ajar ● Keselarasan dengan visi, misi,tujuan dan kekhasan satuan pendidikan ● Kesuksesan implementasi program satuan pendidikan dengan mitra. Evaluasi ini mempertimbangkan sudut pandang kebijakan daerah/nasional dan masukan berbagai pemangku kepentingan (pihak internal dan eksternal satuan pendidikan).
  • 60.
    Pilihan 1 Satuan pendidikanmelakukan evaluasi yang fokus kepada evaluasi pembelajaran oleh pendidik Evaluasi pembelajaran ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila peserta didik, dengan memperhatikan: ● Capaian pembelajaran ● Profil pelajar Pancasila ● Hasil asesmen pembelajaran Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas: ● Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan? ● Apa saja asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil pembelajaran peserta didik? ● Siapa saja yang terlibat dalam proses mengukur hasil pembelajaran ini? ● Apa saja data proses dan hasil pembelajaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan? ● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran intrakurikuler? ● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila? ● Dimensi profil pelajar Pancasila apa yang sudah berkembang dengan baik? ● Dimensi apa yang harapannya akan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya? ● Apa saja proses pembelajaran yang sudah berjalan dengan baik? ● Apa saja proses pembelajaran yang masih perlu untuk terus ditingkatkan? ● Bagian kurikulum apa yang perlu disesuaikan? Pilihan Satuan Pendidikan dalam Melakukan Evaluasi
  • 61.
    Pilihan 2 Satuan pendidikanmelakukan evaluasi dengan memperhatikan perspektif peserta didik. Evaluasi pembelajaran ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan: ● Capaian pembelajaran ● Profil pelajar Pancasila ● Hasil asesmen pembelajaran ● Kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar ● Umpan balik dari peserta didik mengenai pengalaman belajar peserta didik Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas: ● Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan? ● Apa saja asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil pembelajaran peserta didik? ● Siapa saja yang terlibat dalam proses mengukur hasil pembelajaran ini? ● Apakah peserta didik terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran ini? ● Apa saja data proses dan hasil pembelajaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan? ● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran intrakurikuler? ● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila? ● Dimensi profil pelajar Pancasila apa yang sudah berkembang dengan baik? ● Dimensi apa yang harapannya akan dikembangkan dalam pembelajaran berikutnya? ● Apa saja proses pembelajaran yang sudah berjalan dengan baik? ● Apa saja proses pembelajaran yang masih perlu untuk terus ditingkatkan? Pilihan Satuan Pendidikan dalam Melakukan Evaluasi
  • 62.
    Pilihan 3 Satuan pendidikanmelakukan evaluasi dengan memperhatikan perspektif peserta didik dan orangtua. Evaluasi pembelajaran ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan: ● Capaian pembelajaran ● Profil pelajar Pancasila ● Hasil asesmen pembelajaran ● Kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar ● Keselarasan dengan visi, misi, tujuan dan kekhasan satuan pendidikan ● Umpan balik dari peserta didik dan orangtua mengenai pengalaman belajar peserta didik Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas: ● Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan? ● Apa saja asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil pembelajaran peserta didik? ● Siapa saja yang terlibat dalam proses mengukur hasil pembelajaran ini? ● Apakah peserta didik terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran ini? Apa pendapat mereka mengenai pengalaman belajar mereka? ● Apakah orangtua terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran ini? Apa pendapat mereka mengenai pengalaman belajar anaknya? ● Apa saja data proses dan hasil pembelajaran yang dimiliki oleh satuan pendidikan? ● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran intrakurikuler? ● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila? Pilihan Satuan Pendidikan dalam Melakukan Evaluasi
  • 63.
    Pilihan 4 Satuan Pendidikanmelakukan evaluasi dengan memperhatikan sudut pandang kebijakan daerah/nasional dan masukan berbagai pemangku kepentingan (pihak internal dan eksternal satuan pendidikan) Evaluasi ini fokus kepada proses dan hasil perkembangan belajar peserta didik selama pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan ekstrakurikuler peserta didik, dengan memperhatikan: ● Capaian pembelajaran ● Profil pelajar Pancasila ● Hasil asesmen pembelajaran ● Kualitas pengajaran pendidik dan penggunaan perangkat ajar ● Keselarasan dengan visi, misi, tujuan dan kekhasan satuan pendidikan ● Umpan balik dari peserta didik dan orangtua mengenai pengalaman belajar peserta didik ● Kesuksesan implementasi program satuan pendidikan dengan mitra. Pertanyaan refleksi atau pemantik yang dapat dipakai oleh kepala satuan pendidikan maupun pengawas: ● Apakah tujuan evaluasi yang diharapkan? ● Apakah asesmen pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengukur proses dan hasil pembelajaran peserta didik sudah dikomunikasikan dan dipahami oleh peserta didik? ● Apakah peserta didik, orangtua, dan mitra satuan pendidikan terlibat dalam proses evaluasi pembelajaran? Apa pendapat mereka mengenai proses dan hasil pembelajaran yang ada? ● Apa saja data proses dan hasil pembelajaran (internal dan eksternal) yang dimiliki oleh satuan pendidikan? ● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang disasar pendidik dalam pembelajaran intrakurikuler? ● Apa dimensi, elemen, dan sub-elemen profil pelajar Pancasila yang sudah disasar oleh pendidik dalam pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila? ● Dimensi profil pelajar Pancasila apa yang sudah berkembang dengan baik? ● Apakah ada kesinambungan antara dimensi profil yang dikembangkan di dalam intrakurikuler dengan projek penguatan Pilihan Satuan Pendidikan dalam Melakukan Evaluasi
  • 64.
    TIPS Strategi untuk Evaluasi Kurikulum Operasionaldi Satuan Pendidikan Evaluasi kurikulum operasional di Satuan Pendidikan dapat dilakukan dengan: ● Mengadakan pertemuan dengan orang tua, warga satuan pendidikan untuk mendapatkan gambaran mengenai pandangan mereka terhadap evaluasi kurikulum; apa yang dipahami, bagaimana perasaan dan pendapatnya mengenai evaluasi satuan pendidikan ● Arahkan diskusi pada pembahasan mengenai lingkup evaluasi kurikulum; tunjukkan sampel yang akan digunakan atau dokumen evaluasi yang akan digunakan ● Amati jalannya program secara seksama untuk mendapatkan informasi nyata mengenai implementasinya dan mengingatkan semua pihak terhadap tujuan program; ● Pahami tujuan program dan kekhawatiran yang dimiliki pihak-pihak yang terlibat mengenai program dan evaluasi; cari tahu apakah terdapat perbedaan antara tujuan yang tertulis dan tujuan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang menjalankan, ● Identifikasi hal-hal yang menjadi akar permasalahan. Untuk setiap permasalahan perlu didesain proses evaluasi, dan mencari data yang spesifik. ● Tentukan cara untuk mencari data; melalui observasi, penilaian, wawancara, diskusi terpumpun ataupun melalui rapor pendidikan ● Jalankan prosedur pencarian dan pengumpulan data ● Mengelompokkan dan mengatur informasi dalam tema-tema dan menyiakan potret implementasinya. Potret ini bisa dalam bentuk video, artefak, kasus atau bentuk -bentuk lain ● Memutuskan pihak yang akan diberi laporan dan memilih format yang sesuai. Contoh alat evaluasi sederhana dapat dilihat di Lampiran
  • 65.
    Pendampingan dan Pengembangan Profesionaldi Satuan Pendidikan Pendampingan dan pengembangan profesional ditekankan pada prinsip reflektif dan pengembangan diri bagi pendidik, serta menggunakan alat penilaian yang jelas dan terukur. Kepala satuan pendidikan merancang dan melakukan proses pendampingan dan pengembangan profesional sesuai kebutuhan sebagai tindak lanjut dari hasil pengamatan dan evaluasi dengan melibatkan pengawas. Kepala satuan pendidikan dan pengawas dapat memainkan peran dalam berbagai contoh pendampingan dan pengembangan profesional, seperti: Coaching: proses pendampingan untuk mencapai tujuan dengan menggali pemikiran seseorang terhadap suatu masalah. Mentoring: proses pendampingan dengan berbagi pengalaman/pengetahuan untuk mengatasi suatu kendala Pelatihan: proses pendampingan dengan menguatkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan kinerja, dengan narasumber internal atau eksternal (menyesuaikan dengan kemampuan satuan pendidikan). Prinsip-prinsip pendampingan dan pengembangan profesional 1.Pendampingan dan pengembangan profesional sebagai aktivitas yang dilakukan berdasarkan hasil kegiatan evaluasi. 2.Menetapkan ruang lingkup pendampingan dan pengembangan profesional. Menentukan area yang perlu diperbaiki apakah dari perencanaan program atau pelaksana program. 3.Pendampingan dan pengembangan profesional dilakukan secara terencana dan strategis untuk mencapai suatu tujuan dalam jangka waktu tertentu, dan orang yang tepat untuk melakukan aktivitas pembinaan tersebut. 4.Pendampingan dan pengembangan profesional dilakukan secara bertahap dan mandiri agar terjadi peningkatan kualitas secara berkelanjutan di satuan pendidikan, sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan. 5.Pendampingan dan pengembangan profesional adalah sebuah proses kolaboratif dalam satuan pendidikan antara pendamping dan pendidik, demi tercapainya tujuan bersama. ● Bagaimana kepala satuan pendidikan dapat mendukungpengembangan professional pendidik? ● Siapa saja pihak dari satuan Pendidikan yang dapat dilibatkan untuk membantu proses pendampingan dan pengembangan professional pendidik? ● Siapa saja pihak dari dalam satuan pendidikan yang dapat dilibatkan untuk membantu proses pendampingan dan pengembangan profesional pendidik? ● Apakah metodependampingan dan pengembangan profesional pendidik yang sesuai dengan kebutuhan pendidik dan karakteristik satuan pendidikan? ● Apa saja hal-hal yang dibutuhkan untuk mengembangkan kualitas pengajaran? Contoh pertanyaan yang dapat digunakan oleh kepala satuan pendidikan dan pengawas dalam mendorong proses pendampingan dan pengembangan profesional pendidik:
  • 66.
  • 67.
    Lampiran : ContohAlat Evaluasi I Area yang dievaluasi Sudah Belum Catatan dan Tindak Lanjut Pembelajaran ● Semua/sebagian besar pendidik memberikan kesempatan kolaborasi, memberikan pertanyaan pemantik dan mengajarkan pemahaman bermakna ● Semua/sebagian besar pendidik menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk mendukung terjadinya perkembangan kompetensi peserta didik ● Semua/sebagian besar pendidik melihat profil Pancasila sebagai target tercermin pada peserta didik. ● Semua/sebagian besar pendidik memberikan pembelajaran yang berhubungan dengan konteks dunia nyata dan menjadi daya tarik dan peserta didik untuk belajar. Asesmen pembelajaran ● Semua/sebagian besar pendidik menggunakan asesmen merujuk pada kompetensi yang di dalamnya tercakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. ● Semua/sebagian besar pendidik menggunakan asesmen yang dilakukan terpadu dengan Pembelajaran. ● Semua/sebagian besar pendidik menggunakan beragam jenis, teknik dan instrumen penilaian formatif dan sumatif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ● Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan sesuai dengan jumlah tema dan alokasi waktu yang ditentukan ● Projek penguatan profil pelajar Pancasila berhasil mengembangkan dimensi, elemen, dan sub-elemen peserta didik sesuai fase perkembangannya Area evaluasi dapat dikembangkan lebih lanjut oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada komponen evaluasi yang relevan dan sesuai dengan tahapan pembelajaran dari hal 91-94 115
  • 68.
    Lampiran : ContohAlat Evaluasi II Area yang dievaluasi Pelaksanaan dan Tantangan Tindak Lanjut Pembelajaran ● Memberikan kesempatan kolaborasi, memberikan pertanyaan pemantik dan mengajarkan pemahaman bermakna ● Menggunakan berbagai metode pembelajaran untuk mendukung terjadinya perkembangan kompetensi peserta didik ● Melihat profil Pancasila sebagai target tercermin pada peserta didik. ● Pembelajaran yang berhubungan dengan konteks dunia nyata dan menjadi daya tarik dan peserta didik untuk belajar. Contoh: Peserta didik terlihat lebih aktif bertanya dan menikmati pembelajaran. Akan tetapi, gaya belajar seperti ini masih belum membudaya dan sebagian besar didorong oleh pendidik dengan cara memberikan penghargaan bagi peserta didik aktif berupa nilai tambahan. Pendidik sudah mulai beralih peran menjadi fasilitator pembelajaran yang lebih kontekstual dan mendorong komunikasi dua arah. Akan tetapi, pendidik masih menggunakan metode pembelajaran yang serupa yakni tanya jawab dan diskusi kelompok dan belum semua pendidik mampu menghubungkan pembelajaran dengan konteks dunia nyata. Beberapa guru sudah mulai mengarah menjadikan profil pelajar Pancasila sebagai tujuan pembelajaran tetapi belum terintegrasi dengan optimal. Contoh: Memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pendidik dalam memberikan pembelajaran yang lebih aktif dan dialogikal (bersifat dua arah). Memperkuat pemahaman pendidik mengenai profil pelajar Pancasila dan cara mengembangkan kompetensi yang diharapkan melalui pembelajaran bermakna di setiap mata pelajaran. Asesmen pembelajaran ● Asesmen merujuk pada kompetensi yang di dalamnya tercakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. ● Asesmen dilakukan terpadu dengan Pembelajaran. ● Menggunakan beragam jenis, teknik dan instrumen penilaian formatif dan sumatif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik. Contoh: Sebagian besar pendidik sudah mulai terbiasa melakukan asesmen yang terpadu dengan pembelajaran. Asesmen yang dilakukan juga sudah mencakup kompetensi yang lebih menyeluruh dan mencakup ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan. Namun demikian, masih banyak pendidik yang belum melakukan asesmen formatif di awal pembelajaran secara optimal dan masih fokus kepada asesmen sumatif Contoh: Memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pendidik dalam memberikan asesmen formatif yang berkesinambungan dan bermakna bagi perkembangan belajar peserta didik. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ● Projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan sesuai dengan jumlah tema dan alokasi waktu yang ditentukan ● Projek penguatan profil pelajar Pancasila mampu mengembangkan dimensi, elemen, dan sub- elemen Contoh: Pendidik yang terlibat dalam tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila mulai terbiasa dengan pembelajaran berbasis projek. Di satuan pendidikan kami memilih dua tema untuk tahun ini yakni Bhinneka Tunggal Ika dan Gaya Hidup Berkelanjutan dengan fokus pengembangan Contoh: Memberikan pendampingan dan pengembangan kapasitas pendidik dalam menjalankan projek penguatan profil pel1aj1a6r Pancasila, terutama dalam memodifikasi
  • 69.
    Daftar Pustaka Analisis kebutuhan https://learningspacetoolkit.org/needs- assessment/needs-assessment-process/index.html Developmentof a Learner Profiling System Using Multidimensional Characteristics Analysis - https://www.hindawi.com/journals/mpe/2015/652623/ Designing a course for meaningful learning - by Maria Weurlander, Department for Learning, Informatics, Management and Ethics (LIME) Karolinska Institutet, Stockholm, Sweden Robin Fogarty, Brian M. Pete. (2009). How to Integrate the Curricula (Third Edition ed.). Thousand Oaks, California, United States of America: Corwin. Retrieved April 11, 2022 Gabriel, John G and Farmer Paul C (2009), How to Help your School Thrive without Breaking the Bank, ASSOCIATION FOR SUPERVISION AND CURRICULUM DEVELOPMENT Glatthorn, Allan, Bruce M Whitehead, Boschee Floyd and Boschee Bonni F (2019), Curriculum Leadership Strategies for Development and Implementation, SAGE Grady, Roberts. (2012). Facilitating Meaningful Learning Experiences. Global Education Lab, University of Florida. Video. October 22, 2012. Lea rner profile - https://www.nextgenlearning.org/articles/getting-to- know -you-learner-profiles-for-personalization Learner profile and competency based curr - https://www.gettingsmart.com/2015/10/5-ways-learner-profiles- can-pr omote-competency-based-education/ Make meaningful learning - http://psychlearningcurve.org/learning- more- meaningful/ Tujuan Organisasi - https://www.mindtools.com/pages/article/smart- goals.htm SOLO Taxonomy - https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo- taxonomy/ Strategi dari tujuan organisasi https://alcorfund.com/insight/strategic-statements-definition- elements-implementation-and-examples
  • 70.
    KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET,DAN TEKNOLOGI Terima Kasih Ulfatul Ma’rifah ulfamarifah@umg.ac.id ulfamarifah@gmail.com 082228817918

Editor's Notes

  • #27 Do’s and dont’s nya Pertanyaan kunci Indikator visi Contoh membuat visi & membuat indikator visi
  • #36 Schools that learn (?)
  • #37 https://healthysafechildren.org/sites/default/files/NA-and-ES-508.pdf