KUANTISASI
Qurrotul ‘Aini 1710501068
Maesaroh 1710501074
Teknik Elektro
Universitas Tidar
PENGETIAN KUANTISASI
Proses pengkonversian suatu sinyal amplitudo-
kontinu waktu diskrit menjadi sinyal digital dengan
menyatakan setiap nilai cuplikan sebagai suatu
angka digit, dinyatakan dengan :
    nXQnXq 
X(n) merupakan hasil pencuplikan,
Q[X(n)] merupakan proses kuantisasi
Xq( n) merupakan deret cuplikan terkuantisasi
KONSEP KUANTISASI (LANJUTAN)
Pada kasus sinyal digital, sinyal diskrit hasil proses
sampling diolah lebih lanjut. Sinyal hasil sampling
dibandingkan nilai threshold tertentu sesuai level –
level digital yang dikehendaki.
Apabila nilai sampel > threshold maka nilai digitalnya
mengikuti nilai integer diatasnya,
tetapi nilai sampel < threshold maka nilai digital
mengikuti nilai integer dibawahnya.
Proses ini dikenal sebagai kuantisasi dalam analog
to-digital conversion (ADC).
3
4
5
KESALAHAN KUANTISASI/
Kebisingan Kuantisasi /Galat Kuantisasi/
Error Kuantisasi
( eq(n) )
 Diperoleh dari kesalahan yang ditampilkan
oleh sinyal bernilai kontinu dengan
himpunan tingkat nilai diskrit berhingga.
 Sec Matematis, merupakan deret dari
selisih nilai terkuantisasi dengan nilai
cuplikan yang sebenarnya.
eq(n) = Xq (n) – X (n)
6
KUANTISASI SINYAL SINUSOIDA
7
0

2
3
4
-
-2
-3
-4
0 T 2T 3T 4T 5T 6T 7T 8T 9T t
Amplitudo
Cuplikan
Terkuantisasi Xq(nT)
Sampel
Terkuantisasi
Sampel analog
Aslinya Xa(t)
Tingkat
kuantisasi
Diskritsasi
amplitudo
Diskritsasi waktu

Langkah
kuantisasi
Interval
Pengkuanti
sasi
X(n)=0,9n
Xa(t)=0,9t
n1 2 3 4 5 6 7 80
1,0
0,8
0,6
0,4
0,2
T
T=1s
1 2 3 4 5 6 7 8
0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9
1,0
0 n
Tingk. Kuantisasi
L=jml tingkatan
kuantisasi
 Langkah
kuantisasi
Xq(n)
Xa(t)=0,9t
1
minmax



L
XX
8
n X(n)
Sinyal diskrit
Xq(n)
(bulat ke bawah)
Xq(n)
(bulat ke atas)
eq(n)=Xq(n)-X(n)
(bulat ke atas)
0 1 1.0 1.0 0.0
1 0.9 0.9 0.9 0.0
2 0.81 0.8 0.8 -0.01
3 0.729 0.7 0.7 -0.029
4 0.6561 0.6 0.7 0.439
5 0.59049 0.5 0.6 0.00951
6 0.531441 0.5 0.5 -0.031441
7 0.4782969 0.4 0.5 0.021031
8 0.43046721 0.4 0.4 -0.03046721
9 0.387420489 0.3 0.4 0.012579511
Tabel . Ilustrasi Numerik kuantisasi dengan 1 digit
9
DAYA KESALAHAN KUADRAT RATA-RATA PQ
 dtteP qq 

 0
21
      tanatteq dim,2/
122
1 2
2
2
0






 
  dttPq


  tAtXa 0cos
10
Karena : , maka :
Pada gambar persamaan Sinyal Sinusoida analog :
menunjukkan waktu Xa(t) berada dalam tingkatan kuantisasi
Jika Pengkuantisasian b bit dan interval keseluruhan 2A,
maka langkah kuantisasi :  = 2A/2b. Jadi :
bq
A
P 2
2
2
3/

• Daya rata-rata sinyal Xa(t) :
  
pT
x
A
dttA
T
P
0
2
2
0
2
cos
1


Kuantisasi

  • 1.
    KUANTISASI Qurrotul ‘Aini 1710501068 Maesaroh1710501074 Teknik Elektro Universitas Tidar
  • 2.
    PENGETIAN KUANTISASI Proses pengkonversiansuatu sinyal amplitudo- kontinu waktu diskrit menjadi sinyal digital dengan menyatakan setiap nilai cuplikan sebagai suatu angka digit, dinyatakan dengan :     nXQnXq  X(n) merupakan hasil pencuplikan, Q[X(n)] merupakan proses kuantisasi Xq( n) merupakan deret cuplikan terkuantisasi
  • 3.
    KONSEP KUANTISASI (LANJUTAN) Padakasus sinyal digital, sinyal diskrit hasil proses sampling diolah lebih lanjut. Sinyal hasil sampling dibandingkan nilai threshold tertentu sesuai level – level digital yang dikehendaki. Apabila nilai sampel > threshold maka nilai digitalnya mengikuti nilai integer diatasnya, tetapi nilai sampel < threshold maka nilai digital mengikuti nilai integer dibawahnya. Proses ini dikenal sebagai kuantisasi dalam analog to-digital conversion (ADC). 3
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    KESALAHAN KUANTISASI/ Kebisingan Kuantisasi/Galat Kuantisasi/ Error Kuantisasi ( eq(n) )  Diperoleh dari kesalahan yang ditampilkan oleh sinyal bernilai kontinu dengan himpunan tingkat nilai diskrit berhingga.  Sec Matematis, merupakan deret dari selisih nilai terkuantisasi dengan nilai cuplikan yang sebenarnya. eq(n) = Xq (n) – X (n) 6
  • 7.
    KUANTISASI SINYAL SINUSOIDA 7 0  2 3 4 - -2 -3 -4 0T 2T 3T 4T 5T 6T 7T 8T 9T t Amplitudo Cuplikan Terkuantisasi Xq(nT) Sampel Terkuantisasi Sampel analog Aslinya Xa(t) Tingkat kuantisasi Diskritsasi amplitudo Diskritsasi waktu  Langkah kuantisasi Interval Pengkuanti sasi
  • 8.
    X(n)=0,9n Xa(t)=0,9t n1 2 34 5 6 7 80 1,0 0,8 0,6 0,4 0,2 T T=1s 1 2 3 4 5 6 7 8 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1,0 0 n Tingk. Kuantisasi L=jml tingkatan kuantisasi  Langkah kuantisasi Xq(n) Xa(t)=0,9t 1 minmax    L XX 8
  • 9.
    n X(n) Sinyal diskrit Xq(n) (bulatke bawah) Xq(n) (bulat ke atas) eq(n)=Xq(n)-X(n) (bulat ke atas) 0 1 1.0 1.0 0.0 1 0.9 0.9 0.9 0.0 2 0.81 0.8 0.8 -0.01 3 0.729 0.7 0.7 -0.029 4 0.6561 0.6 0.7 0.439 5 0.59049 0.5 0.6 0.00951 6 0.531441 0.5 0.5 -0.031441 7 0.4782969 0.4 0.5 0.021031 8 0.43046721 0.4 0.4 -0.03046721 9 0.387420489 0.3 0.4 0.012579511 Tabel . Ilustrasi Numerik kuantisasi dengan 1 digit 9
  • 10.
    DAYA KESALAHAN KUADRATRATA-RATA PQ  dtteP qq    0 21       tanatteq dim,2/ 122 1 2 2 2 0           dttPq     tAtXa 0cos 10 Karena : , maka : Pada gambar persamaan Sinyal Sinusoida analog : menunjukkan waktu Xa(t) berada dalam tingkatan kuantisasi Jika Pengkuantisasian b bit dan interval keseluruhan 2A, maka langkah kuantisasi :  = 2A/2b. Jadi : bq A P 2 2 2 3/  • Daya rata-rata sinyal Xa(t) :    pT x A dttA T P 0 2 2 0 2 cos 1 