KONSEP ERGONOMI PADA
UNIT KERJA RMIK
Ilham Rahmansyah., S.Tr.RMIK
Background
• studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau
secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain/
perancangan
• Ergonomi dibutuhkan studi tentang sistem dimana manusia, fasilitas kerja
dan lingkungannya saling berinteraksi dengan tujuan utama yaitu
menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya (Nurmianto, 2008)
KONSEP DASAR LINGKUNGAN KERJA DAN ERGONOMI
• Menurut Nitisemito 1992, adalah “sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang
mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas- tugas yang di bebankan”
• Menurut Sedarmayati 2001, adalah “Keseluruhan alat perkakas dan bahan yang
dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya,serta
pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok”.
• Menurut Bambang 1991, “Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi kinerja seorang pegawai”.
Lingkungan Kerja
Lingkungan Kerja Fisik
semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar
tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai baik secara
langsunng maupun tidak langsung
• Lingkungan kerja yang langsung berhubungan dengan
pegawa seperti pusat kerja, kursi, meja, dan sebagainya.
• Lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga
disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi
manusia misalnya temparatur, kelembaban, sirkulasi
udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanik, bau
tidak sedap, warna, dll
Lingkungan Kerja Non Fisik
• Lingkungan kerja non fisik adalah
semua keadaan yang terjadi yang
berkaitan dengan hubungan kerja,
baik hubungan dengan atasan,
maupun hubungan dengan sesame
rekan kerja ataupun hubungan
dengan bawahan dan atasan
Standar Lingkungan Kerja Fisik
• Ruang yang tersedia dapat digunakan secara efisien
• Tersedianya pelayanan yang menunjang pekerjaan, misal: listrik, telepo
• Pimpinan mudah melakukan pengawasa
• Terpeliharanya kesatuan dan kesetiaan antar pegawai
• Tersedianya komunikasi dan arus kerja yang lancer
• Mobilitas pegawai tidak terganggu oleh letak dan susunan perlengkapan
kantor seperti rak dan lemari
Lanjutan…
• Perlengkapan kantor yang tidak mengganggu (bising, gaduh)
• Terciptanya rasa aman bagi pegawai
• Susunan tempat kerja dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan dan mudah
diubah sewaktu- waktu
• Memberikan suasana yang merangsang daya kerja
Menurut Gempur Santoso, 2004 dalam buku
Ergonomi standar lingkungan kerja fisik meliputi:
• Kelembaban
Udara yang panas dan kelembaban yang tinggi akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar-
besaran (karena sistem penguapan). Sehingga mempengaruhi semakin cepatnya denyut jantung, Karena makin
aktifnya peredaran darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen
• Siklus udara
Udara normal mengandung: 21% oksigen, 0,03% karbondioksida, dan 0,9% gas campuran. Siklus udara
yang tidak baik apabila terdapat gejala sesak nafas pada tubuh orang normal. Maka siklus udara yang baik
adalah ventilasi cukup dan tanaman
• Pencahayaan
Ukuran jarak pandang untuk membaca idealnya adalah 30 cm tanpa pemaksaan mata, menggunakan cahaya
warna netral seperti putih.
•
Temperatur
a)
Temperatur yang dapat ditahan sekitar 1 jam, tetapi jauh di atas tingkat kemampuan fisik dan mental
lanjutan
• Untuk menentukan intensitas cahaya yang
layak digunakan pengukuran penerangan
dengan foot candle yaitu sejumlah cahaya/
penerangan dengan jarak 1 kaki dari
sebuah lilin 10 watt tiap kaki persegi
memberikan 1,5 foot candle, 200 watt
menerangi 1 ruangan yang ukuran 10x10
(3x3 meter persegi) memberikan
penerangan 15 candle per foot.
Kebisingan
ondisi Suara Desible (Db) as Dengar Tertinggi
Menuikan
120 Halilintar
110 Meriam
100 Mesin uap
Sangat hiruk pikuk 90
Jalan hiruk pikuk
Perusahaan sangat gaduh
80 Pluit polisi
Kuat 70
Kantor gaduh
Jalan pada umumnya
Radio
60 Perusahaan
Sedang 50
Rumah gaduh
Kantor pada umumnya
Percakapan kuat
Radio perlahan
Tenang 30
Rumah teang
Kantor pribadi
Auditorium
20 Percakapan
Sangat tenang
10
Suara daun-daun
Berbisik-bisik
Batas dengar terendah
0
Standar Kebisingan
• Bau
Pemakaian AC yang tepat dapat menghilangkan bau yang mengganggu di sekitar.
• Getaran Mekanis
Getaran dipengaruhi oleh intensitas, frekuensi, dan lamanya getaran. Getaran yang tidak baik
ditandai dengan adanya gejala konsentrasi menurun, kelelahan, dan gangguan mata, syaraf, dan
otot
• Warna
1. Merah: panas, kegembiraan, kegiatan kerja, merangsang semangat kerja
2. Kuning: Kehangatan matahari, merangsang mata dan syaraf, gembira, riang, melenyapkan
rasa tertekan, terang, dan leluasa
3. Hijau dan biru: sejuk, aman, menyegarkan, ketentraman, mengurangi ketegangan otot
dan tekanan darah, baik untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi,.
4. Gelap: Leluasa
No Bahan Warna
Persentase
(%)
Putih 100
Aluminium, kertas putih 80-85
Gading, kuning lemon, kuning dalam, hijau muda,
biru pastel, pink pale, krim
60-65
Hijau lime, abu-abu pale, pink, orange dalam,
bluegrey
50-55
Biru langit, kayu pale 40-45
Pale cakwood, semen kering 30-35
Merah dalam, hijau rumput, hijau daun, coklat 20-25
Biru gelap, merah purple, coklat tua 10-15
Hitam 0
Ruang yang seluruhnya warna putih terbukti
terlalu terang menerima pantulan, akan
menimbulkan silau bagi para pekerja. Di
Indonesia sebaiknya menggunakan warna
redup seperti: biru muda, hijau muda, abu-
abu muda. Jika ruangan kerja sempit, maka
dapat diberikan warna yang memberi
kesan luas
Sumber: Pulat, 1992, Fundamental of industrial ergonomics
Standar Lingkungan Non Fisik
• Menurut Sedarmayanti (2007) menyatakan bahwa lingkungan kerja non fisik
adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja,
baik dengan atasan maupun dengan sesama rekan kerja ataupun hubungan
dengan bawahan
• Menurut Nitisemito (2001) perusahaan hendaknya dapat mencerminkan
kondisi yang mendukung kerjasama antara tingkat atasan, bawahan, maupun
yang memiliki status jabatan yang sama di perusahaan
Keselamatan Kerja
• Ruang gerak untuk bekerja dalam penyimpanan harus memudahkan
pekerjaan. Kebersihan terjaga, adanya penghisap debu, penggunaan masker,
kelembaban dan suhu ruangan perlu diatur untuk mencegah kebakaran.
Penerangan lampu dan sirkulasi udara yang cukup baik untuk menghindarkan
kelelahan.
Contoh keselamatan kerja di RS X
• Ada program pencegahan bahaya untuk menjamin arsip tidak hilang, rusak, dan ditangani dengan
baik misal: smoke, detection, fire alarm, APAR, Sprinkle sistem,yang terpasangan di ruangan
penyimpanan
• Lemari penyimpanan terbuat dari besi aluminium yang dilengkapi dengan alat kunci pengaman &
sistem ril (Roll O’pack)
• Tersedia tangga dibagian penyimpanan & pengambilan DRM untuk memudahkan petugas
• Ruang penyimpanan dilengkapi akses kontrol dimana hanya 1 orang yang memiliki akses masuk
ke ruang penyimpanan DRM
• Distribusi DRM harus selalu dalam keadaan menutupi identitas
• pasien, dan diserahkan ke perawat/ petugas yang menangani pasien.
Manfaat Lingkungan Kerja
• Menciptakan kemudahan & gairah kerja
• Menciptakan produktivitas dan prestasi kerja meningkat
•
5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin)
• Seiri (Ringkas)
Seiri berarti membedakan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan serta membuang yang tidak diperlukan
• Seiton (Rapi)
Seiton adalah menentukan tata letak yang tertata rapi sehingga kita selalu menemukan barang yang dibutuhkan
• Seiso (Resik)
Seiso berarti menghilangkan sampah kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih
• Seiso (Resik)
Seiso berarti menghilangkan sampah kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih
• Shitsuke (Rajin/Disiplin)
Shitsuke berarti melakukan suatu yang benar sebagai kebiasaan
Tujuan
Untuk mengatur/ mengelola tempat kerja menjadi tempat kerja yang lebih baik secara
berkelanjutan serta meningkatkan efisiensi dan kualitas di tempat kerja.
• Manfaat
1. Meningkatkan produktifitas karena pengaturan tempat
kerja yang lebih efisien.
2. Meningkatkan kenyamanan karena tempat kerja selalu
bersih dan menjadi luas/ lapang.
3. Mengurangi bahaya di tempat kerja karena kualitas
tempat kerja ang bagus/baik.
4. Menambah penghematan karena
menghilangkan berbagai pemborosan di tempat
kerja
• Ruang Lingkup
memiliki tujuan dalam perbaikan
maupun peningkatan secara terus
menerus
Pengantar Ergonomi
• Ergonomi yaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan
pekerjaan mereka
• Sasaran penelitian ergonomi ialah manusia pada saat bekerja dalam lingkungan.
Secara singkat
• ergonomi ditujukan untuk “fitting the job to the workwer”,
• Ergonomi adalah ilmu, seni dan penerapan teknologi untuk menyerasikan antara
segala fasilitas yang digunakan baik dalam bereaktifitas maupun dalam istirahat atas
dasar kemampuan dan keterbatassan manusia baik fisik maupun mental sehingga
kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik Tarwaka (2004).
Pentingnya Ergonomi
• Penghematan kerja
Mengurangi kerja kompensasi pekerja karena lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga risiko
cedera dan kecelakaan kerja dapat diminimalkan.
• Sikap kerja
Kepedulian perusahaan terhadap pekerja yang ditunjukkan dengan penerapan ergonomi, membuat
para pekerja merasa dihargai dan dihormati, sehingga dapat membangkitkan semangat mereka.
• Produktivitas dan Kualitas
Lingkungan kerja yang sehat, aman, dibarengi dengan peningkatan semangat kerja karyawan akan
meningkatkan produktivitas kerja, menghasilkan produk- produk berkualita stinggi, dan
pelayanan mutu
Rangkuman
• Lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang
mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas- tugas yang di bebankan.
Lingkungan kerja dibagi menjadi lingkungan kerja fisik dan non fisik
• Ergonomi ialah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh
manusia ialah untuk menurunkan stres yang akan dihadapi. Upayanya antara
lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar
tidak melelahkan, pengaturan suhu, cahaya dan kelembaban bertujuan agar
sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia.
DAFTAR PUSTAKA
• Farida, Wilda Eka, 2019. Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ergonomi
Unit Kerja Rekam Medis. Sidoarjo: Indomedia Pustaka
• Hatta, Gemala R. 2009. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana
Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia Press

KONSEP ERGONOMI PADA UNIT KERJA RMIK.pdf

  • 1.
    KONSEP ERGONOMI PADA UNITKERJA RMIK Ilham Rahmansyah., S.Tr.RMIK
  • 2.
    Background • studi tentangaspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen dan desain/ perancangan • Ergonomi dibutuhkan studi tentang sistem dimana manusia, fasilitas kerja dan lingkungannya saling berinteraksi dengan tujuan utama yaitu menyesuaikan suasana kerja dengan manusianya (Nurmianto, 2008)
  • 3.
    KONSEP DASAR LINGKUNGANKERJA DAN ERGONOMI • Menurut Nitisemito 1992, adalah “sesuatu yang ada disekitar para pekerja dan yang mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas- tugas yang di bebankan” • Menurut Sedarmayati 2001, adalah “Keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya,serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok”. • Menurut Bambang 1991, “Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja seorang pegawai”.
  • 4.
    Lingkungan Kerja Lingkungan KerjaFisik semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsunng maupun tidak langsung • Lingkungan kerja yang langsung berhubungan dengan pegawa seperti pusat kerja, kursi, meja, dan sebagainya. • Lingkungan perantara atau lingkungan umum dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia misalnya temparatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanik, bau tidak sedap, warna, dll Lingkungan Kerja Non Fisik • Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan, maupun hubungan dengan sesame rekan kerja ataupun hubungan dengan bawahan dan atasan
  • 5.
    Standar Lingkungan KerjaFisik • Ruang yang tersedia dapat digunakan secara efisien • Tersedianya pelayanan yang menunjang pekerjaan, misal: listrik, telepo • Pimpinan mudah melakukan pengawasa • Terpeliharanya kesatuan dan kesetiaan antar pegawai • Tersedianya komunikasi dan arus kerja yang lancer • Mobilitas pegawai tidak terganggu oleh letak dan susunan perlengkapan kantor seperti rak dan lemari
  • 6.
    Lanjutan… • Perlengkapan kantoryang tidak mengganggu (bising, gaduh) • Terciptanya rasa aman bagi pegawai • Susunan tempat kerja dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan dan mudah diubah sewaktu- waktu • Memberikan suasana yang merangsang daya kerja
  • 7.
    Menurut Gempur Santoso,2004 dalam buku Ergonomi standar lingkungan kerja fisik meliputi: • Kelembaban Udara yang panas dan kelembaban yang tinggi akan menimbulkan pengurangan panas dari tubuh secara besar- besaran (karena sistem penguapan). Sehingga mempengaruhi semakin cepatnya denyut jantung, Karena makin aktifnya peredaran darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen • Siklus udara Udara normal mengandung: 21% oksigen, 0,03% karbondioksida, dan 0,9% gas campuran. Siklus udara yang tidak baik apabila terdapat gejala sesak nafas pada tubuh orang normal. Maka siklus udara yang baik adalah ventilasi cukup dan tanaman • Pencahayaan Ukuran jarak pandang untuk membaca idealnya adalah 30 cm tanpa pemaksaan mata, menggunakan cahaya warna netral seperti putih. • Temperatur a) Temperatur yang dapat ditahan sekitar 1 jam, tetapi jauh di atas tingkat kemampuan fisik dan mental
  • 8.
    lanjutan • Untuk menentukanintensitas cahaya yang layak digunakan pengukuran penerangan dengan foot candle yaitu sejumlah cahaya/ penerangan dengan jarak 1 kaki dari sebuah lilin 10 watt tiap kaki persegi memberikan 1,5 foot candle, 200 watt menerangi 1 ruangan yang ukuran 10x10 (3x3 meter persegi) memberikan penerangan 15 candle per foot. Kebisingan ondisi Suara Desible (Db) as Dengar Tertinggi Menuikan 120 Halilintar 110 Meriam 100 Mesin uap Sangat hiruk pikuk 90 Jalan hiruk pikuk Perusahaan sangat gaduh 80 Pluit polisi Kuat 70 Kantor gaduh Jalan pada umumnya Radio 60 Perusahaan Sedang 50 Rumah gaduh Kantor pada umumnya Percakapan kuat Radio perlahan Tenang 30 Rumah teang Kantor pribadi Auditorium 20 Percakapan Sangat tenang 10 Suara daun-daun Berbisik-bisik Batas dengar terendah 0 Standar Kebisingan
  • 9.
    • Bau Pemakaian ACyang tepat dapat menghilangkan bau yang mengganggu di sekitar. • Getaran Mekanis Getaran dipengaruhi oleh intensitas, frekuensi, dan lamanya getaran. Getaran yang tidak baik ditandai dengan adanya gejala konsentrasi menurun, kelelahan, dan gangguan mata, syaraf, dan otot • Warna 1. Merah: panas, kegembiraan, kegiatan kerja, merangsang semangat kerja 2. Kuning: Kehangatan matahari, merangsang mata dan syaraf, gembira, riang, melenyapkan rasa tertekan, terang, dan leluasa 3. Hijau dan biru: sejuk, aman, menyegarkan, ketentraman, mengurangi ketegangan otot dan tekanan darah, baik untuk pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi,. 4. Gelap: Leluasa
  • 10.
    No Bahan Warna Persentase (%) Putih100 Aluminium, kertas putih 80-85 Gading, kuning lemon, kuning dalam, hijau muda, biru pastel, pink pale, krim 60-65 Hijau lime, abu-abu pale, pink, orange dalam, bluegrey 50-55 Biru langit, kayu pale 40-45 Pale cakwood, semen kering 30-35 Merah dalam, hijau rumput, hijau daun, coklat 20-25 Biru gelap, merah purple, coklat tua 10-15 Hitam 0 Ruang yang seluruhnya warna putih terbukti terlalu terang menerima pantulan, akan menimbulkan silau bagi para pekerja. Di Indonesia sebaiknya menggunakan warna redup seperti: biru muda, hijau muda, abu- abu muda. Jika ruangan kerja sempit, maka dapat diberikan warna yang memberi kesan luas Sumber: Pulat, 1992, Fundamental of industrial ergonomics
  • 11.
    Standar Lingkungan NonFisik • Menurut Sedarmayanti (2007) menyatakan bahwa lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik dengan atasan maupun dengan sesama rekan kerja ataupun hubungan dengan bawahan • Menurut Nitisemito (2001) perusahaan hendaknya dapat mencerminkan kondisi yang mendukung kerjasama antara tingkat atasan, bawahan, maupun yang memiliki status jabatan yang sama di perusahaan
  • 12.
    Keselamatan Kerja • Ruanggerak untuk bekerja dalam penyimpanan harus memudahkan pekerjaan. Kebersihan terjaga, adanya penghisap debu, penggunaan masker, kelembaban dan suhu ruangan perlu diatur untuk mencegah kebakaran. Penerangan lampu dan sirkulasi udara yang cukup baik untuk menghindarkan kelelahan.
  • 13.
    Contoh keselamatan kerjadi RS X • Ada program pencegahan bahaya untuk menjamin arsip tidak hilang, rusak, dan ditangani dengan baik misal: smoke, detection, fire alarm, APAR, Sprinkle sistem,yang terpasangan di ruangan penyimpanan • Lemari penyimpanan terbuat dari besi aluminium yang dilengkapi dengan alat kunci pengaman & sistem ril (Roll O’pack) • Tersedia tangga dibagian penyimpanan & pengambilan DRM untuk memudahkan petugas • Ruang penyimpanan dilengkapi akses kontrol dimana hanya 1 orang yang memiliki akses masuk ke ruang penyimpanan DRM • Distribusi DRM harus selalu dalam keadaan menutupi identitas • pasien, dan diserahkan ke perawat/ petugas yang menangani pasien.
  • 14.
    Manfaat Lingkungan Kerja •Menciptakan kemudahan & gairah kerja • Menciptakan produktivitas dan prestasi kerja meningkat •
  • 15.
    5R (Ringkas, Rapi,Resik, Rawat, dan Rajin) • Seiri (Ringkas) Seiri berarti membedakan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan serta membuang yang tidak diperlukan • Seiton (Rapi) Seiton adalah menentukan tata letak yang tertata rapi sehingga kita selalu menemukan barang yang dibutuhkan • Seiso (Resik) Seiso berarti menghilangkan sampah kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih • Seiso (Resik) Seiso berarti menghilangkan sampah kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih • Shitsuke (Rajin/Disiplin) Shitsuke berarti melakukan suatu yang benar sebagai kebiasaan
  • 16.
    Tujuan Untuk mengatur/ mengelolatempat kerja menjadi tempat kerja yang lebih baik secara berkelanjutan serta meningkatkan efisiensi dan kualitas di tempat kerja. • Manfaat 1. Meningkatkan produktifitas karena pengaturan tempat kerja yang lebih efisien. 2. Meningkatkan kenyamanan karena tempat kerja selalu bersih dan menjadi luas/ lapang. 3. Mengurangi bahaya di tempat kerja karena kualitas tempat kerja ang bagus/baik. 4. Menambah penghematan karena menghilangkan berbagai pemborosan di tempat kerja • Ruang Lingkup memiliki tujuan dalam perbaikan maupun peningkatan secara terus menerus
  • 17.
    Pengantar Ergonomi • Ergonomiyaitu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan mereka • Sasaran penelitian ergonomi ialah manusia pada saat bekerja dalam lingkungan. Secara singkat • ergonomi ditujukan untuk “fitting the job to the workwer”, • Ergonomi adalah ilmu, seni dan penerapan teknologi untuk menyerasikan antara segala fasilitas yang digunakan baik dalam bereaktifitas maupun dalam istirahat atas dasar kemampuan dan keterbatassan manusia baik fisik maupun mental sehingga kualitas hidup secara keseluruhan menjadi lebih baik Tarwaka (2004).
  • 18.
    Pentingnya Ergonomi • Penghematankerja Mengurangi kerja kompensasi pekerja karena lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga risiko cedera dan kecelakaan kerja dapat diminimalkan. • Sikap kerja Kepedulian perusahaan terhadap pekerja yang ditunjukkan dengan penerapan ergonomi, membuat para pekerja merasa dihargai dan dihormati, sehingga dapat membangkitkan semangat mereka. • Produktivitas dan Kualitas Lingkungan kerja yang sehat, aman, dibarengi dengan peningkatan semangat kerja karyawan akan meningkatkan produktivitas kerja, menghasilkan produk- produk berkualita stinggi, dan pelayanan mutu
  • 19.
    Rangkuman • Lingkungan kerjaadalah sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas- tugas yang di bebankan. Lingkungan kerja dibagi menjadi lingkungan kerja fisik dan non fisik • Ergonomi ialah penyesuaian tugas pekerjaan dengan kondisi tubuh manusia ialah untuk menurunkan stres yang akan dihadapi. Upayanya antara lain berupa menyesuaikan ukuran tempat kerja dengan dimensi tubuh agar tidak melelahkan, pengaturan suhu, cahaya dan kelembaban bertujuan agar sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia.
  • 20.
    DAFTAR PUSTAKA • Farida,Wilda Eka, 2019. Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ergonomi Unit Kerja Rekam Medis. Sidoarjo: Indomedia Pustaka • Hatta, Gemala R. 2009. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia Press