Konsep Asuhan
Keperawatan pada
Ibu Post Partum
Mutiara Syagitta., S. Kep.,
Ners., MSN
Learning Objection
Mahasiswa mampu memahami konsep
post partum normal dan sectio caesaria
Mahasiswa mampu memahami
perubahan ibu post partum
Mahasiswa mampu menerapkan asuhan
keperawatan dengan menggunakan
pendekatan SDKI, SIKI, dan SLKI
Daftar isi
Konsep
Perubahan Fisik dan Psikologis
Askep Post Partum
Mobilisasi
Nutrisi
Asi Ekslusif
I. Konsep
A. Pengertian
Post partum adalah masa sesudah persalinan dapat juga disebut masa
nifas (puerperium) yaitu masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk
pemulihan kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. Post
partum adalah masa 6 minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ
reproduksi sampai kembali keadaan normal sebelum hamil (Bobak,
2010)
B. Periode post partum
Immediate Post Partum (setelah plasenta lahir 24
jam)
Early Post Partum (24 jam – 1 minggu)
Late Post Partum ( 1 minggu – 6 minggu)
(Wahyuningsih, 2019)
C. Tanda bahaya masa nifas
Perdarahan
Tanda – tanda
bahaya pada ibu
nifas yaitu :
Perdarahan yang
merah menyala
setiap saat setelah
minggu ke 4 pasca
persalinan
Ibu demam tinggi
dengan suhu tubuh >
380c
Kontraksi uterus tidak
baik
Pendarahan yang
banyak setelah 24
jam post partus
Lochea yang berbau
tidak enak
Adanya tanda human
( tanda kemerahan
pada tungkai kaki ibu
saat ditekuk)
Terjadinya
bendungan ASI
(Pitriani, 2014)
II. Perubahan Fisik dan Psikologis
• Terjadi involusi uterus
• Pengeluaran lochea : rubra, serosa, alba
• Perubahan cervix: lunak, memendek, bentuk berubah
• Perubahan Vagina : mukosa tipis, rugae, lubrikasi
• Perub. Perineum : udem, memar, luka sembuh 6-7 hr
• Ligamen, otot pelvis: peregangan mulai pulih
• After Pain
• Perubahan payudara
• laktasi
A. Adaptasi Sistem Reproduksi
Involusi Uteri
B. Adaptasi Tubuh Secara
Umum
• TTV: suhu naik 24 jam pertama, nadi menurun, RR
sama sebelum partus,TD menurun.
• Cardiovaskuler : Sistolik menurun 20 mmhg,
fibrinogen meningkat
• Sistem urinarius : udem/iritasi kk, uretra, dilatasi
ureter,pyelum,diuresis meningkat 12 jam pp
• Sistem Gastrointestinal: lapar, obstipasi, haemoroid
• Sistem endokrin : Penurunan
estrogen,progesteron,prolaktin
• Kadar Prolaktin menurun pada minggu ke 3
• Haid kembali mg 6-10
• Sistem Muskuloskeletal : otot dasar panggul
lemah,diastasis muskulus rektus abdominus
C. Adaptasi
Psikologis
Post Partum
Perub.
Psikologis PP
(Rubin )
Fase Taking In
(1-3 hr)
Fase Taking
Hold (10 hr )
Fase letting
go (3 – 4 mg
)
Gangguan
psikologis pp :
post partum
blues 10 hr I
(bersifat
sementara )
Predisposisi
: lelah,
nyeri, takut
Perub.
Psikososial
anak/saudara
, ayah,
Keluarga
III. Asuhan Keperawatan Post Partum
A. Pengkajian data biologis, psikologis, social dan spiritual
• Identitas klien
• Status Kesehatan : alasan kunjungan, keluhan utama, riwayat kesehatan.
• Riwayat obstetri dan ginekologi : Riwayat haid, riwayat perkawinan, riwayat KB,
riwayat kehamilan & persalinan yang lalu, riwayat kehamilan & persalinan
sekarang,
• Pemenuhan kebutuhan dasar manusia : nutrisi, eliminasi, oksigenasi, aktivitas dan
istirahat.
• Dukungan sosial : dukungan emosi, dukungan informasi, dukungan fisik, dukungan
penghargaan.
• Fungsi keluarga
• Pengkajian budaya
III. Asuhan Keperawatan Post Partum
• Tanda Vital: TNRS
• Perubahan Payudara : keras, bengkak, nyeri, putting datar,menonjol, terbenam,
tanda iritasi, payudara simetris atau tidak, putting susu bersih. Hiperpigmentasi
areolla atau tidak, kolostrum sudah keluar atau belum.
B. Pengkajian Fisik
Gambar bentuk putting susu.
Sumber: yankes.kemenkes.go.id
B. Pengkajian Fisik
• Mata : konjungtiva normalnya berwana
merah muda dan sklera normalnya
berwarna putih
• Abdomen : terdapat luka bekas SC
atau tidak, ada linea atau tidak, striae
ada atau tidak
• Genetalia : bersih atau tidak, oedema
atau tidak, kemerahan atau tidak,
perineum ada bekas luka epiostomi
atau tidak
• Ekstremitas : oedema atau tidak dan
varises atau tidak
Source: unair.co.id
C. Pengkajian
Psikososial
• Ibu : Respon terhadap kelahiran,
persepsi ibu terhadap respon keluarga
• Ayah : penyesuaian diri trhadap bayi,
hubungan Bayi- ayah-ibu
• Saudara kandung : rasa bersaing,
kakak-bayi
• Penerimaan keluarga
Source: paxels.com/Jonathan Boba
D. Pathway PP Spontan
III. Asuhan Keperawatan
• Nyeri Akut (D.0077)
• Resiko infeksi (D.0142)
• Menyusui Tidak Efektif (D.0029)
• Defisit Pengetahuan ( D.0111 )
• Gangguan Pola Tidur (D.0055)
• Resiko Gangguan Perlekatan (D.0127)
A. Diagnosa Keperawatan
SDKI 2017
1. Nyeri Akut (D.0077)
• Tujuan umum: Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama waktu tertentu
diharapkan tingkat nyeri menurun
• Intervensi: Observasi, Terapeurik, Edukasi, Kolaborasi
2. Resiko Infeksi (D.0142)
• Tujuan Umum : Setelah dilakukan intrevensi keperawatan selama waktu tertentu
diharapkan tingkat infeksi menurun.
• Intervensi: Pencegahan Infeksi ( I.14539 ): observasi, terapeutik, edukasi
B. Intervensi Keperawatan
III. Asuhan Keperawatan
B. Intervensi Keperawatan
III. Asuhan Keperawatan
3. Menyusui Tidak Efektif (D.0029)
• Tujuan Umum : Setelah dilakuan intervensi keperawatan selama waktu tertentu
diharapkan status menyusui membaik.
• Intervensi: Konseling Laktasi ( I.03093 ): observasi, Terapeurik, Edukasi, Kolaborasi
4. Defisit Pengetahuan ( D.0111 )
• Tujuan Umum: setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tingkat
pengetahuan meningkat
• Intervensi: :Edukasi Kesehatan (I.12383): observasi, terapeutik, edukasi
B. Intervensi Keperawatan
III. Asuhan Keperawatan
5. Gangguan Pola Tidur (D.0055)
Tujuan Umum : setelah dilakukan tindakan keperawatan pola tidur meningkat.
• Intervensi: Manajemen Nyeri (I.08238) : observasi, Terapeurik, Edukasi, Kolaborasi
6. Resiko Gangguan Perlekatan (D.0127)
• Tujuan Umum: Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama waktu tertentu
diharapkan kemampuan berinteraksi ibu dan bayi meningkat.
• Intervensi: :Promosi Perlekatan ( I.10342 ) : observasi, terapeutik, edukasi
Melakukan
Manajemen
Nyeri
(I.08238)
C. Implementasi Keperawatan
III. Asuhan Keperawatan
Komponen tahap implementasi :
1. Tindakan keperawatan mandiri.
2. Tindakan Keperawatan edukatif.
3. Tindakan keperawatan kolaboratif.
4. Dokumentasi tindakan keperawatan dan
respon klien terhadap asuhan
keperawatan.
IV. Mobilisasi
A. Mobilisasi/aktifitas, istirahat
• Ambulasi dini, 6 jam pp
• Istirahat cukup
• Senam nifas
B. Hubungan Seksual
• Minggu ke3 dan minggu ke 4
• Perdarahan berhenti
• Luka episiotomi baik
• Minggu ke 6
• Penurunan hormone
Source: Shutterstock
V. Nutrisi Ibu Post
Partum
Kebutuhan Gizi Masa Laktasi
• Untuk produksi ASI
• Daya tahan tubuh ibu
• Mempercepat penyembuhan
• Penambahan kalori: 400 – 700 kalori/hr
• Makanan yang dianjurkan pada masa
laktasi :
- mudah cerna
- tidak berlemak banyak
- tidak terlalu merangsang - Porsi kecil dan
sering
Source: pexels.com/taryn elliott
V. ASI Ekslusif
• Pemberian ASI tanpa suplementasi
makanan maupun minuman lain kecuali
obat.
• ASI lebih mudah dicerna daripada susu
formula.
• ASI mengandung kolostrum yang kaya
antibody, SigA untuk proteksi lokal pada
permukaan saluran cerna.
• Membantu ikatan batin ibu dengan bayi.
• Meningkatkan kecerdasan anak
• Bayi yang diberi ASI lebih berpotensi
mendapatkan berat badan ideal.
Source: pexels.com/wendy wei
References
• Bobak. (2010). Konsep Post Partum.
• Pitriani, R. (2014). Panduan Lengkap Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Normal (Askeb
III)
• Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.
• Tim Pokja SDKI PPNI. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia.
• Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (Edisi
1). DPP PPNI.
• Wahyuningsih, S. (2019). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Post Partum.
• Yankes.kemenkes.go.id
Thank You
Any question?

Konsep Asuhan Keperawatan Post Partum.pdf

  • 1.
    Konsep Asuhan Keperawatan pada IbuPost Partum Mutiara Syagitta., S. Kep., Ners., MSN
  • 2.
    Learning Objection Mahasiswa mampumemahami konsep post partum normal dan sectio caesaria Mahasiswa mampu memahami perubahan ibu post partum Mahasiswa mampu menerapkan asuhan keperawatan dengan menggunakan pendekatan SDKI, SIKI, dan SLKI
  • 3.
    Daftar isi Konsep Perubahan Fisikdan Psikologis Askep Post Partum Mobilisasi Nutrisi Asi Ekslusif
  • 4.
    I. Konsep A. Pengertian Postpartum adalah masa sesudah persalinan dapat juga disebut masa nifas (puerperium) yaitu masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pemulihan kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. Post partum adalah masa 6 minggu sejak bayi lahir sampai organ-organ reproduksi sampai kembali keadaan normal sebelum hamil (Bobak, 2010)
  • 5.
    B. Periode postpartum Immediate Post Partum (setelah plasenta lahir 24 jam) Early Post Partum (24 jam – 1 minggu) Late Post Partum ( 1 minggu – 6 minggu) (Wahyuningsih, 2019)
  • 6.
    C. Tanda bahayamasa nifas Perdarahan Tanda – tanda bahaya pada ibu nifas yaitu : Perdarahan yang merah menyala setiap saat setelah minggu ke 4 pasca persalinan Ibu demam tinggi dengan suhu tubuh > 380c Kontraksi uterus tidak baik Pendarahan yang banyak setelah 24 jam post partus Lochea yang berbau tidak enak Adanya tanda human ( tanda kemerahan pada tungkai kaki ibu saat ditekuk) Terjadinya bendungan ASI (Pitriani, 2014)
  • 7.
    II. Perubahan Fisikdan Psikologis • Terjadi involusi uterus • Pengeluaran lochea : rubra, serosa, alba • Perubahan cervix: lunak, memendek, bentuk berubah • Perubahan Vagina : mukosa tipis, rugae, lubrikasi • Perub. Perineum : udem, memar, luka sembuh 6-7 hr • Ligamen, otot pelvis: peregangan mulai pulih • After Pain • Perubahan payudara • laktasi A. Adaptasi Sistem Reproduksi
  • 8.
  • 9.
    B. Adaptasi TubuhSecara Umum • TTV: suhu naik 24 jam pertama, nadi menurun, RR sama sebelum partus,TD menurun. • Cardiovaskuler : Sistolik menurun 20 mmhg, fibrinogen meningkat • Sistem urinarius : udem/iritasi kk, uretra, dilatasi ureter,pyelum,diuresis meningkat 12 jam pp • Sistem Gastrointestinal: lapar, obstipasi, haemoroid • Sistem endokrin : Penurunan estrogen,progesteron,prolaktin • Kadar Prolaktin menurun pada minggu ke 3 • Haid kembali mg 6-10 • Sistem Muskuloskeletal : otot dasar panggul lemah,diastasis muskulus rektus abdominus
  • 10.
    C. Adaptasi Psikologis Post Partum Perub. PsikologisPP (Rubin ) Fase Taking In (1-3 hr) Fase Taking Hold (10 hr ) Fase letting go (3 – 4 mg ) Gangguan psikologis pp : post partum blues 10 hr I (bersifat sementara ) Predisposisi : lelah, nyeri, takut Perub. Psikososial anak/saudara , ayah, Keluarga
  • 11.
    III. Asuhan KeperawatanPost Partum A. Pengkajian data biologis, psikologis, social dan spiritual • Identitas klien • Status Kesehatan : alasan kunjungan, keluhan utama, riwayat kesehatan. • Riwayat obstetri dan ginekologi : Riwayat haid, riwayat perkawinan, riwayat KB, riwayat kehamilan & persalinan yang lalu, riwayat kehamilan & persalinan sekarang, • Pemenuhan kebutuhan dasar manusia : nutrisi, eliminasi, oksigenasi, aktivitas dan istirahat. • Dukungan sosial : dukungan emosi, dukungan informasi, dukungan fisik, dukungan penghargaan. • Fungsi keluarga • Pengkajian budaya
  • 12.
    III. Asuhan KeperawatanPost Partum • Tanda Vital: TNRS • Perubahan Payudara : keras, bengkak, nyeri, putting datar,menonjol, terbenam, tanda iritasi, payudara simetris atau tidak, putting susu bersih. Hiperpigmentasi areolla atau tidak, kolostrum sudah keluar atau belum. B. Pengkajian Fisik Gambar bentuk putting susu. Sumber: yankes.kemenkes.go.id
  • 13.
    B. Pengkajian Fisik •Mata : konjungtiva normalnya berwana merah muda dan sklera normalnya berwarna putih • Abdomen : terdapat luka bekas SC atau tidak, ada linea atau tidak, striae ada atau tidak • Genetalia : bersih atau tidak, oedema atau tidak, kemerahan atau tidak, perineum ada bekas luka epiostomi atau tidak • Ekstremitas : oedema atau tidak dan varises atau tidak Source: unair.co.id
  • 14.
    C. Pengkajian Psikososial • Ibu: Respon terhadap kelahiran, persepsi ibu terhadap respon keluarga • Ayah : penyesuaian diri trhadap bayi, hubungan Bayi- ayah-ibu • Saudara kandung : rasa bersaing, kakak-bayi • Penerimaan keluarga Source: paxels.com/Jonathan Boba
  • 15.
  • 16.
    III. Asuhan Keperawatan •Nyeri Akut (D.0077) • Resiko infeksi (D.0142) • Menyusui Tidak Efektif (D.0029) • Defisit Pengetahuan ( D.0111 ) • Gangguan Pola Tidur (D.0055) • Resiko Gangguan Perlekatan (D.0127) A. Diagnosa Keperawatan SDKI 2017
  • 17.
    1. Nyeri Akut(D.0077) • Tujuan umum: Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama waktu tertentu diharapkan tingkat nyeri menurun • Intervensi: Observasi, Terapeurik, Edukasi, Kolaborasi 2. Resiko Infeksi (D.0142) • Tujuan Umum : Setelah dilakukan intrevensi keperawatan selama waktu tertentu diharapkan tingkat infeksi menurun. • Intervensi: Pencegahan Infeksi ( I.14539 ): observasi, terapeutik, edukasi B. Intervensi Keperawatan III. Asuhan Keperawatan
  • 18.
    B. Intervensi Keperawatan III.Asuhan Keperawatan 3. Menyusui Tidak Efektif (D.0029) • Tujuan Umum : Setelah dilakuan intervensi keperawatan selama waktu tertentu diharapkan status menyusui membaik. • Intervensi: Konseling Laktasi ( I.03093 ): observasi, Terapeurik, Edukasi, Kolaborasi 4. Defisit Pengetahuan ( D.0111 ) • Tujuan Umum: setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tingkat pengetahuan meningkat • Intervensi: :Edukasi Kesehatan (I.12383): observasi, terapeutik, edukasi
  • 19.
    B. Intervensi Keperawatan III.Asuhan Keperawatan 5. Gangguan Pola Tidur (D.0055) Tujuan Umum : setelah dilakukan tindakan keperawatan pola tidur meningkat. • Intervensi: Manajemen Nyeri (I.08238) : observasi, Terapeurik, Edukasi, Kolaborasi 6. Resiko Gangguan Perlekatan (D.0127) • Tujuan Umum: Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama waktu tertentu diharapkan kemampuan berinteraksi ibu dan bayi meningkat. • Intervensi: :Promosi Perlekatan ( I.10342 ) : observasi, terapeutik, edukasi
  • 20.
    Melakukan Manajemen Nyeri (I.08238) C. Implementasi Keperawatan III.Asuhan Keperawatan Komponen tahap implementasi : 1. Tindakan keperawatan mandiri. 2. Tindakan Keperawatan edukatif. 3. Tindakan keperawatan kolaboratif. 4. Dokumentasi tindakan keperawatan dan respon klien terhadap asuhan keperawatan.
  • 21.
    IV. Mobilisasi A. Mobilisasi/aktifitas,istirahat • Ambulasi dini, 6 jam pp • Istirahat cukup • Senam nifas B. Hubungan Seksual • Minggu ke3 dan minggu ke 4 • Perdarahan berhenti • Luka episiotomi baik • Minggu ke 6 • Penurunan hormone Source: Shutterstock
  • 22.
    V. Nutrisi IbuPost Partum Kebutuhan Gizi Masa Laktasi • Untuk produksi ASI • Daya tahan tubuh ibu • Mempercepat penyembuhan • Penambahan kalori: 400 – 700 kalori/hr • Makanan yang dianjurkan pada masa laktasi : - mudah cerna - tidak berlemak banyak - tidak terlalu merangsang - Porsi kecil dan sering Source: pexels.com/taryn elliott
  • 23.
    V. ASI Ekslusif •Pemberian ASI tanpa suplementasi makanan maupun minuman lain kecuali obat. • ASI lebih mudah dicerna daripada susu formula. • ASI mengandung kolostrum yang kaya antibody, SigA untuk proteksi lokal pada permukaan saluran cerna. • Membantu ikatan batin ibu dengan bayi. • Meningkatkan kecerdasan anak • Bayi yang diberi ASI lebih berpotensi mendapatkan berat badan ideal. Source: pexels.com/wendy wei
  • 24.
    References • Bobak. (2010).Konsep Post Partum. • Pitriani, R. (2014). Panduan Lengkap Asuhan Kebidanan Ibu Nifas Normal (Askeb III) • Tim Pokja SDKI DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. • Tim Pokja SDKI PPNI. (2017). Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia. • Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (Edisi 1). DPP PPNI. • Wahyuningsih, S. (2019). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Post Partum. • Yankes.kemenkes.go.id
  • 25.