drg.Purwanto Agustiono, SU/M10
DEDICATED FOR MOLAR PSPDG UMY 2012
KODE ETIK KEDOKTERAN GIGI (KODEKGI) PDGI
TANGGUNG JAWAB DRG
Norma adalah semua ukuran atau pedoman bagi seseorang dalam bertindak atau
berperilaku di masyarakat yang harus dipatuhi
Etika adalah seperangkat perilaku anggota profesi kg dalam hubungan dengan pasien,
teman sejawat, masyarakat, bagian dari keseluruhan proses pengambilan keputusan &
tindakan medik ditinjau dari nilai moral. Untuk lingkungan profesi disusun berdasarkan
kesepakatan anggota profesi. Sanksi umumnya berupa tuntunan. Pelanggaran etik
diselesaikan oleh MKEKG (Majelis Kehormatan Etika Kedokteran Gigi). Penyelesaian
pelanggaran etik tidak selalu diserta bukti fisik. Ruang lingkup etik:
ď‚§ Kewajiban terhadap mutu pelayanan
ď‚§ Kewajiban terhadap pasien
ď‚§ Kewajiban terhadap teman sejawat
ď‚§ Kewajiban terhadap diri sendiri
Moralitas adalah kualitas perbuatan manusiawi untuk berperilaku benar/salah, baik/buruk,
dikehendaki/tidak (obyektif), sesuai/tidak dengan suara hati (subyektif)
Profesi adalah sekelompok orang yang mempunyai keahlian khusus diperoleh dari
pendidikan tinggi atau pengalaman khusus dan dengan keahliannya dapat berfungsi dalam
masyarakat untuk berperilaku atau pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan warga
masyarakat lain pada umumnya
NORMA ETIK DOKTER GIGI
Semua ketentuan pasal dari KODEKGI menjadi norma etik dokter gigi yang harus dipatuhi
dalam menjalankan praktik kedokteran gigi
Contoh pelanggaran etik:
a. Menarik imbalan jasa tidak wajar pada pasien
b. Menarik imbalan jasa pada teman sejawat dokter/drg beserta keluarga
TANGGUNG JAWAB DRG
Etika Disiplin Hukum
drg.Purwanto Agustiono, SU/M10
DEDICATED FOR MOLAR PSPDG UMY 2012
c. Memuji diri sendiri di depan pasien, keluarga masyrakat, tentang kepandaian,
peralatan & cara pengobatan
d. Mengadakan wawancara dengan maksud publikasi diri, kehebatan peralatan,
metode pengobatan atau dengan selebaran
e. Menggunakan gelar dan sebutan yang tidak sah
f. Pelayanan yang diskriminatif
g. Melakukan pelayanan tidak sesuai indikasi
h. Melakukan pelayanan tidak sesuai kemampuan & kewenangan
i. Mempromosikan praktek melalui media cetak, elektronik, dll
Pemberitahuan (pemasangan iklan) yang tidak bertentangan dengan etik:
- Permulaan praktek baru, waktu cuti/buka kembali. Paling banyak 2x. Besar
tidak melebihi 2 kolom ke samping & 5 kolom cm ke bawah
Teks : nama gelar, hari, jam praktek alamat, no telp
- Informasi profil drg dikeluarkan oleh instansi atau organisasi profesi yang
berwenang
j. Mengambil alih pasien tanpa persetujuan teman sejawat
k. Kolusi dengan perusahaan farmasi/apotik
l. Tidak pernah mengikuti pendidikan kg lanjut
m. Mengabaikan kesehatan diri sendiri
n. Kertas resep
Nama, gelar, no. SIP, alamat praktek-rumah, no telp
o. Papan nama termasuk neon boks
Standar :
Ukuran 40 x 60 cm, maksimal 60 – 90 cm; untuk praktek bersama ukuran maks
papan nama perorangan dikalikan jumlah drg; dasar putih tulisan hitam
Penerangan tidak bersifat iklan
Nama, gelar, sebutan, hari, jam, alamat, no telp, no SIP, semuanya sesuai dengan
SIP
drg & spesialisnya (inggris)
Tanda panah arah tempat praktek
Contoh ETIKOLEGAL (pelanggaran etik & hukum)
a. Pelayanan kg dibawah standar (malpraktek)
b. Menerbitkan surat keterangan palsu
c. Membocorkan rahasia pekerjaan/jabatan dokter
d. Pelecehan sekual
KEKI (KODE ETIK KEDOKTERAN INTERNASIONAL)
ď‚§ 1949 Muktamar 3 World Medical Association di London Inggris dipakai sebagai
rujukan utama KEKIndonesia
drg.Purwanto Agustiono, SU/M10
DEDICATED FOR MOLAR PSPDG UMY 2012
ď‚§ Deklarasi WMA
ď‚§ D. Helsinki, 1964 : penelitian obyek manusia
ď‚§ D Sydney, 1968 & Venice, 1983 : kriteria mati & penyakit terminal terkait
transplantasi organ
ď‚§ D. Oslo, 1970 : pengguguran kandungan
ď‚§ D. Munich, 1973 : penetapan teknologi adm
ď‚§ D. Tokyo, 1975 : penggunaan obat terlarang
ď‚§ D. Russel, 1985 : bayi tabung
ď‚§ D. Madrid, 1987 : euthanasia & rekayasa genetik
KARAKTERISTIK KODEKGI
Produk etika terapan dihasilkan berdasarkan penerapan pilihan konsep pemikiran etis
profesi, serta sebagai pedoman sikap perilaku drg (moral). Pedoman sikap & perilaku,
bersifat self regulation hasil dari profesi yang mewujudkan nilai moral, yang hakiki & tdk
dipaksakan
ď‚§ Sebagai sarana kontrol sosial
ď‚§ Dapat mencegah pengawasan atau campur tangan pihak luar profesi
ď‚§ Untuk mengembangkan petunjuk baku dari kehendak manusia yang lebih tinggi
Bagian KODEKGI
- Mukadimah
- Bab I : Kewajiban Umum
- Bab II : Kewajiban drg terhadap pasien
- Bab III : Kewajiban drg terhadap TS
- Bab IV : Kewajiban drg terhadap diri sendiri
- Bab V : Penutup
MUKADIMAH
Dijiwai : Pancasila & UUD 45
Didasarkan asas etika meliputi :
1 Penghargaan atas hak otonomi pasien
2 Baik hati
3 Tidak merugikan
4 Adil
5 Setia
6 Jujur
BAB I : KEWAJIBAN UMUM
Ps 1 :
Menghayati, mentaati & mengamalkan sumpah drg & berperilaku sesuai KODEKGI
Menghargai hak pasien/ menentukan keinginan
drg.Purwanto Agustiono, SU/M10
DEDICATED FOR MOLAR PSPDG UMY 2012
Ps 2 :
Pekerjaan kg berdasarkan iptek, mempunyai kompetensi melalui pendidikan berjenjang
Memberikan pelayanan optimal sesuai standar profesi & standar prosedur operasional
Ps 3 :
Dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi
Ps 4 :
Memberikan kesan & keterangan atau pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan
Ps 5 :
Menjalin kerjasama dengan tenaga kesehatan lain
Ps 6 :
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat wajib bertindak sebagai
motivator, pendidik & pemberi pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif,
rehabilitatif
BAB II : KEWAJIBAN DRG TERHADAP PASIEN
Ps 7 :
Memberikan informasi cukup kepada pasien, persetujuan pasien/keluarga,
lisan/tertulis
Kasus operasi/perawatan :
1 Prosedur & hasil diagnosis
2 Nama operasi/perawatan
3 Maksud & tujuan operasi/perawatan
4 Sifat & luasnya tindakan operasi/perawatan
5 Apakah ada alternatif lain, selain operasi/perawatan tersebut
6 Hal-haI atau tindakan apa saja yang terlibat dalam operasi/perawatan
7 Prosedur operasi/perawatan pembiusannya bagaimana
8 Resiko operasi/perawatan seperti hilangnya fungsi organ, dll
9 Kemungkinan komplikasi & efek samping dr operasi/perawatan
10 Resiko jika tidak dilakukan operasi/perawatan
11 Keterbatasan pengobatan dengan operasi/perawatan
12 Keadaan setelah operasi/perawatan
13 Tingkat (rate) kesuksesan/kegagalan
14 Seluruh biaya yang harus dikeluarkan pasien
Ps 8 :
Harus mampu mengendalikan mutu pelayanannya & jangan meminta imbalan jasa
yang tidak wajar dari pasien
Ps 9 :
Dalam hal ketidakmampuan melakukan suatu pemeriksaan, pengobatan, drg wajib
merujuk pasien ke dokter/drg lain yang memiliki keahlian atau kemampuan yang lebih baik
Ps 10 :
drg.Purwanto Agustiono, SU/M10
DEDICATED FOR MOLAR PSPDG UMY 2012
Tidak boleh menolak pasien yang datang ke tempat praktek berdasarkan pertimbangan
ras agama, warna kulit, gender, kebangsaan atau penyakit tertentu
Ps 11 :
Wajib merahasiakan segala sesuatu yang ia ketahui tentang pasien, bahkan juga setelah
pasien meninggal dunia
Ps 12 :
Wajib menyimpan, menjaga & merahasiakan catatan medik pasien
Ps 13 :
Wajib memberikan pertolongan darurat dalam batas-batas kemampuannya sebagai
suatu tugas perikemanusiaan
Asumsi dasar drg melindungi rahasia pasien adalah kepercayaan
Menjaga rahasia pasien berarti :
1 drg tidak boleh membuka rahasia pasien kecuali untuk kepentingan tertentu
2 drg tidak boleh menggunakan rahasia pasien untuk merugikan kepentingan pasien
3 drg tidak boleh menggunakan rahasia pasien untuk kepentingan
pribadi/kepentingan pihak ketiga
Rahasia dapat dibuka dalam hal :
1 Untuk kepentingan kesehatan pasien
2 Memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakkan hukum
3 Permintaan pasien sendiri
4 Berdasarkan ketentuan Perpu
BAB III : KEWAJIBAN DRG TERHADAP TS (TEMAN SEJAWAT)
Ps 14 :
Memperlakukan TS sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan
Ps 15 :
Tidak dibenarkan mengambil alih pasien dari TS tanpa persetujuan
Ps 16 :
Berhalangan menyelenggarakan praktik, harus membuat pemberitahuan/merujuk
pengganti
BAB IV : KEWAJIBAN DRG TERHADAP DIRI SENDIRI
Ps 17 :
Wajib mempertahankan martabat dirinya
Ps 18 :
Wajib secara aktif mengikuti perkembangan IPTEK serta etika
Ps 19 :
drg.Purwanto Agustiono, SU/M10
DEDICATED FOR MOLAR PSPDG UMY 2012
Memelihara kesehatan supaya dapat bekerja dengan baik
KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA DALAM PRAKTEK DOKTER GIGI
1 Radiodermatitis
2 Kontaminasi septic
3 Kebisingan
4 Pandangan
5 Kerusakan mental
6 Terpotong & terkikis (abrasi)
7 Rekomendasi ergonomis
BAB V : PENUTUP
Apa yang tidak kau inginkan orang lain perbuat terhadapmu jangan perbuat itu terhadap
orang lain
PELANGGARAN ETIK & SANKSI
Pelanggaran etik adalah pelanggaran terhadap norma-norma dalam KODEKGI
Sanksi terhadap pelanggaran KODEKGI dapat berbentuk nasehat, teguran atau pengucilan
dari organisasi profesi (PDGI)

Kode Etik Kedokteran Gigi (KODEKGI) PDGI

  • 1.
    drg.Purwanto Agustiono, SU/M10 DEDICATEDFOR MOLAR PSPDG UMY 2012 KODE ETIK KEDOKTERAN GIGI (KODEKGI) PDGI TANGGUNG JAWAB DRG Norma adalah semua ukuran atau pedoman bagi seseorang dalam bertindak atau berperilaku di masyarakat yang harus dipatuhi Etika adalah seperangkat perilaku anggota profesi kg dalam hubungan dengan pasien, teman sejawat, masyarakat, bagian dari keseluruhan proses pengambilan keputusan & tindakan medik ditinjau dari nilai moral. Untuk lingkungan profesi disusun berdasarkan kesepakatan anggota profesi. Sanksi umumnya berupa tuntunan. Pelanggaran etik diselesaikan oleh MKEKG (Majelis Kehormatan Etika Kedokteran Gigi). Penyelesaian pelanggaran etik tidak selalu diserta bukti fisik. Ruang lingkup etik: ď‚§ Kewajiban terhadap mutu pelayanan ď‚§ Kewajiban terhadap pasien ď‚§ Kewajiban terhadap teman sejawat ď‚§ Kewajiban terhadap diri sendiri Moralitas adalah kualitas perbuatan manusiawi untuk berperilaku benar/salah, baik/buruk, dikehendaki/tidak (obyektif), sesuai/tidak dengan suara hati (subyektif) Profesi adalah sekelompok orang yang mempunyai keahlian khusus diperoleh dari pendidikan tinggi atau pengalaman khusus dan dengan keahliannya dapat berfungsi dalam masyarakat untuk berperilaku atau pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan warga masyarakat lain pada umumnya NORMA ETIK DOKTER GIGI Semua ketentuan pasal dari KODEKGI menjadi norma etik dokter gigi yang harus dipatuhi dalam menjalankan praktik kedokteran gigi Contoh pelanggaran etik: a. Menarik imbalan jasa tidak wajar pada pasien b. Menarik imbalan jasa pada teman sejawat dokter/drg beserta keluarga TANGGUNG JAWAB DRG Etika Disiplin Hukum
  • 2.
    drg.Purwanto Agustiono, SU/M10 DEDICATEDFOR MOLAR PSPDG UMY 2012 c. Memuji diri sendiri di depan pasien, keluarga masyrakat, tentang kepandaian, peralatan & cara pengobatan d. Mengadakan wawancara dengan maksud publikasi diri, kehebatan peralatan, metode pengobatan atau dengan selebaran e. Menggunakan gelar dan sebutan yang tidak sah f. Pelayanan yang diskriminatif g. Melakukan pelayanan tidak sesuai indikasi h. Melakukan pelayanan tidak sesuai kemampuan & kewenangan i. Mempromosikan praktek melalui media cetak, elektronik, dll Pemberitahuan (pemasangan iklan) yang tidak bertentangan dengan etik: - Permulaan praktek baru, waktu cuti/buka kembali. Paling banyak 2x. Besar tidak melebihi 2 kolom ke samping & 5 kolom cm ke bawah Teks : nama gelar, hari, jam praktek alamat, no telp - Informasi profil drg dikeluarkan oleh instansi atau organisasi profesi yang berwenang j. Mengambil alih pasien tanpa persetujuan teman sejawat k. Kolusi dengan perusahaan farmasi/apotik l. Tidak pernah mengikuti pendidikan kg lanjut m. Mengabaikan kesehatan diri sendiri n. Kertas resep Nama, gelar, no. SIP, alamat praktek-rumah, no telp o. Papan nama termasuk neon boks Standar : Ukuran 40 x 60 cm, maksimal 60 – 90 cm; untuk praktek bersama ukuran maks papan nama perorangan dikalikan jumlah drg; dasar putih tulisan hitam Penerangan tidak bersifat iklan Nama, gelar, sebutan, hari, jam, alamat, no telp, no SIP, semuanya sesuai dengan SIP drg & spesialisnya (inggris) Tanda panah arah tempat praktek Contoh ETIKOLEGAL (pelanggaran etik & hukum) a. Pelayanan kg dibawah standar (malpraktek) b. Menerbitkan surat keterangan palsu c. Membocorkan rahasia pekerjaan/jabatan dokter d. Pelecehan sekual KEKI (KODE ETIK KEDOKTERAN INTERNASIONAL)  1949 Muktamar 3 World Medical Association di London Inggris dipakai sebagai rujukan utama KEKIndonesia
  • 3.
    drg.Purwanto Agustiono, SU/M10 DEDICATEDFOR MOLAR PSPDG UMY 2012 ď‚§ Deklarasi WMA ď‚§ D. Helsinki, 1964 : penelitian obyek manusia ď‚§ D Sydney, 1968 & Venice, 1983 : kriteria mati & penyakit terminal terkait transplantasi organ ď‚§ D. Oslo, 1970 : pengguguran kandungan ď‚§ D. Munich, 1973 : penetapan teknologi adm ď‚§ D. Tokyo, 1975 : penggunaan obat terlarang ď‚§ D. Russel, 1985 : bayi tabung ď‚§ D. Madrid, 1987 : euthanasia & rekayasa genetik KARAKTERISTIK KODEKGI Produk etika terapan dihasilkan berdasarkan penerapan pilihan konsep pemikiran etis profesi, serta sebagai pedoman sikap perilaku drg (moral). Pedoman sikap & perilaku, bersifat self regulation hasil dari profesi yang mewujudkan nilai moral, yang hakiki & tdk dipaksakan ď‚§ Sebagai sarana kontrol sosial ď‚§ Dapat mencegah pengawasan atau campur tangan pihak luar profesi ď‚§ Untuk mengembangkan petunjuk baku dari kehendak manusia yang lebih tinggi Bagian KODEKGI - Mukadimah - Bab I : Kewajiban Umum - Bab II : Kewajiban drg terhadap pasien - Bab III : Kewajiban drg terhadap TS - Bab IV : Kewajiban drg terhadap diri sendiri - Bab V : Penutup MUKADIMAH Dijiwai : Pancasila & UUD 45 Didasarkan asas etika meliputi : 1 Penghargaan atas hak otonomi pasien 2 Baik hati 3 Tidak merugikan 4 Adil 5 Setia 6 Jujur BAB I : KEWAJIBAN UMUM Ps 1 : Menghayati, mentaati & mengamalkan sumpah drg & berperilaku sesuai KODEKGI Menghargai hak pasien/ menentukan keinginan
  • 4.
    drg.Purwanto Agustiono, SU/M10 DEDICATEDFOR MOLAR PSPDG UMY 2012 Ps 2 : Pekerjaan kg berdasarkan iptek, mempunyai kompetensi melalui pendidikan berjenjang Memberikan pelayanan optimal sesuai standar profesi & standar prosedur operasional Ps 3 : Dipengaruhi oleh pertimbangan keuntungan pribadi Ps 4 : Memberikan kesan & keterangan atau pendapat yang dapat dipertanggungjawabkan Ps 5 : Menjalin kerjasama dengan tenaga kesehatan lain Ps 6 : Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat wajib bertindak sebagai motivator, pendidik & pemberi pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif BAB II : KEWAJIBAN DRG TERHADAP PASIEN Ps 7 : Memberikan informasi cukup kepada pasien, persetujuan pasien/keluarga, lisan/tertulis Kasus operasi/perawatan : 1 Prosedur & hasil diagnosis 2 Nama operasi/perawatan 3 Maksud & tujuan operasi/perawatan 4 Sifat & luasnya tindakan operasi/perawatan 5 Apakah ada alternatif lain, selain operasi/perawatan tersebut 6 Hal-haI atau tindakan apa saja yang terlibat dalam operasi/perawatan 7 Prosedur operasi/perawatan pembiusannya bagaimana 8 Resiko operasi/perawatan seperti hilangnya fungsi organ, dll 9 Kemungkinan komplikasi & efek samping dr operasi/perawatan 10 Resiko jika tidak dilakukan operasi/perawatan 11 Keterbatasan pengobatan dengan operasi/perawatan 12 Keadaan setelah operasi/perawatan 13 Tingkat (rate) kesuksesan/kegagalan 14 Seluruh biaya yang harus dikeluarkan pasien Ps 8 : Harus mampu mengendalikan mutu pelayanannya & jangan meminta imbalan jasa yang tidak wajar dari pasien Ps 9 : Dalam hal ketidakmampuan melakukan suatu pemeriksaan, pengobatan, drg wajib merujuk pasien ke dokter/drg lain yang memiliki keahlian atau kemampuan yang lebih baik Ps 10 :
  • 5.
    drg.Purwanto Agustiono, SU/M10 DEDICATEDFOR MOLAR PSPDG UMY 2012 Tidak boleh menolak pasien yang datang ke tempat praktek berdasarkan pertimbangan ras agama, warna kulit, gender, kebangsaan atau penyakit tertentu Ps 11 : Wajib merahasiakan segala sesuatu yang ia ketahui tentang pasien, bahkan juga setelah pasien meninggal dunia Ps 12 : Wajib menyimpan, menjaga & merahasiakan catatan medik pasien Ps 13 : Wajib memberikan pertolongan darurat dalam batas-batas kemampuannya sebagai suatu tugas perikemanusiaan Asumsi dasar drg melindungi rahasia pasien adalah kepercayaan Menjaga rahasia pasien berarti : 1 drg tidak boleh membuka rahasia pasien kecuali untuk kepentingan tertentu 2 drg tidak boleh menggunakan rahasia pasien untuk merugikan kepentingan pasien 3 drg tidak boleh menggunakan rahasia pasien untuk kepentingan pribadi/kepentingan pihak ketiga Rahasia dapat dibuka dalam hal : 1 Untuk kepentingan kesehatan pasien 2 Memenuhi permintaan aparatur penegak hukum dalam rangka penegakkan hukum 3 Permintaan pasien sendiri 4 Berdasarkan ketentuan Perpu BAB III : KEWAJIBAN DRG TERHADAP TS (TEMAN SEJAWAT) Ps 14 : Memperlakukan TS sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan Ps 15 : Tidak dibenarkan mengambil alih pasien dari TS tanpa persetujuan Ps 16 : Berhalangan menyelenggarakan praktik, harus membuat pemberitahuan/merujuk pengganti BAB IV : KEWAJIBAN DRG TERHADAP DIRI SENDIRI Ps 17 : Wajib mempertahankan martabat dirinya Ps 18 : Wajib secara aktif mengikuti perkembangan IPTEK serta etika Ps 19 :
  • 6.
    drg.Purwanto Agustiono, SU/M10 DEDICATEDFOR MOLAR PSPDG UMY 2012 Memelihara kesehatan supaya dapat bekerja dengan baik KESEHATAN & KESELAMATAN KERJA DALAM PRAKTEK DOKTER GIGI 1 Radiodermatitis 2 Kontaminasi septic 3 Kebisingan 4 Pandangan 5 Kerusakan mental 6 Terpotong & terkikis (abrasi) 7 Rekomendasi ergonomis BAB V : PENUTUP Apa yang tidak kau inginkan orang lain perbuat terhadapmu jangan perbuat itu terhadap orang lain PELANGGARAN ETIK & SANKSI Pelanggaran etik adalah pelanggaran terhadap norma-norma dalam KODEKGI Sanksi terhadap pelanggaran KODEKGI dapat berbentuk nasehat, teguran atau pengucilan dari organisasi profesi (PDGI)