BIOETIKA
KEDOKTERAN GIGI
UKMP2DG
Drg. Wanzul
ETIKA
01
1. Kode etik tenaga kesehatan mengacu pada kode etik
kedokteran Indonesia (kodeki)
2. Kewajiban umum : pasal 1 – 9
3. Kewajiban dokter terhadap teman sejawat : pasal 14 –
15
4. Kewajiban dokter terhadap diri sendiri : pasal 16 – 17
NOTE THIS !
DISIPLIN
02
NOTE THIS !
• SEMUA KETENTUAN HUKUM YANG BERHUBUNGAN
LANGSUNG DENGAN PEMELIHARAAN / PELAYANAN
KESEHEHATAN SERTA PENERAPANNYA
• UU NO. 29 TAHUN 2004
• SEMUA KETENTUAN HUKUM YANG BERHUBUNGAN
LANGSUNG DENGAN PEMELIHARAAN / PELAYANAN
KESEHEHATAN SERTA PENERAPANNYA
DISIPLIN
3
ADA 28 BENTUK PELANGGARAN DISIPLIN MENURUT KKI
• Melakukan praktik kedokteran dengan tidak kompeten
• Tidak merujuk pasien kepada dokter atau dokter gigi lain yang memiliki komeeptensi yang sesuai
• Mendelegasikan pekerjaan kepada tenaga kesehatan tertentu yang tidak memiliki kompetensi untuk melaksanakan
pekerjaan tersebut
• Menyediakan dokter atau dokter gigi pengganti sementara yang tidak memiliki kompetensi dan kewenangan yang
sesuai atau tidak melakukan pemberitahuan perihal penggantian tersebut
• Menjalankan praktik kedokteran dalam kondisi tingkat kesehatan fisik atau mental sedemikian rupa sehingga
tidak kompeten dan dapat membahayakan pasien
• Tidak melakukan tindakan atau asuhan medis yang memadai pada situasi tertentu yang dapat membahayakan
pasien
• Melakukan pemeriksaan atau pengobatan berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien
• Tidak memberikan penjelasan yang jujur, etis, dan memadai (adequate information) kepada pasien atau
keluarganya dalam melakukan praktik kedokteran.
• Melakukan tindakan atau asuhan medis tanpa memperoleh persetujuan dari pasien atau keluarga dekat, wali, atau
pengampunya.
• Tidak membuat atau tidak menyimpan rekam medis dengan sengaja.
• Melakukan perbuatan yang bertujuan untuk menghentikan kehamilan yang tidak sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku
• Melakukan perbuatan yang dapat mengakhiri kehidupan pasien atas permintaan sendiri atau keluarganya.
• Menjalankan praktik kedokteran dengan menerapkan pengetahuan, keterampilan, atau teknologi yang belum
diterima atau di luar tata cara praktis kedokteran yang layak.
• Melakukan penelitian dalam praktik kedokteran dengan menggunakan manusia sebagai subjek penelitian tanpa
memperoleh persetujuan etik (ethical clerance) dari lembaga yang diakui pemerintah.
• Tidak melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, padahal tidak membahayakan dirinya, kecuali
bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya.
• Menolak atau menghentikan tindakan atau asuhan medis atau tindakan pengobatan terhadap pasien tanpa alasan
yang layak dan sah sesuai dengan ketentuan etika profesi atau peraturan perundang-undangan yang berlaku
• Membuka rahasia kedokteran.
• Membuat keterangan medis yang tidak didasarkan kepada hasil pemeriksaan yang diketahuinya secara benar dan
patut.
• Turut serta dalam pembuatan yang termasuk tindakan penyiksaan atau eksekusi hukuman mati.
• Meresepkan atau memberikan obat golongan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya yang tidak sesuai
dengan ketentuan etika profesi atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.
ETIKA DISIPLIN HUKUM
NORMA MORAL DISIPLIN HUKUM
SIFAT BAIK - BURUK BENAR-SALAH BENAR-SALAH
DIATUR DALAM KODEKI ATURAN DISIPLIN
KEDOKTERAN
UU
DISUSUN OLEH IDI, PDGI KKI NEGARA
SANKSI MORAL, NASIHAT TEGURAN –
REEDUKASI – CABUT
STR
PIDANA, PERDATA
PEMERIKSA MKEK MKDKI PENGADILAN
KAIDAH DASAR BIOETIK
• AUTONOMY
• JUSTICE
• BENEFICENCE
• NON-MALEFICENCE
Autonomy
• Menghargai hak menentukan
nasib sendiri
• Berterus terang menghargai
privasi
• Menjaga rahasia pasien
• Melaksanakan Informed Consent
Justice
• Memberlakukan segala sesuatu
secara universal
• Menghargai hak sehat pasien
• Menghargai hak hukum pasien
Beneficence
• Memandang pasien atau keluarga bukanlah
suatu tindakan tidak hanya menguntungkan
seorang dokter
• Mengusahakan agar kebaikan atau
manfaatnya lebih banyak dibandingkan
dengan suatu keburukannya
• Menjamin kehidupan baik-minimal manusia
• Memaksimalisasi hak-hak pasien secara
keseluruhan
• Menerapkan Golden Rule Principle, yaitu
melakukan hal yang baik seperti yang orang
lain inginkan
• Memberi suatu resep
Non-maleficence
do no harm
• Tidak melakukan perbuatan yang
memperburuk pasien dan memilih
pengobatan yang paling kecil
resikonya bagi pasien sendiri.
ETIKA
HEWAN UJI
Reduction
Meminimalisir sampel
hewan uji
Replacement
• Relatif= langsung
menggunakan sel hewan
• Absolut = memanfaatkan
galur sel atau program
computer
Refinement
Memperlakukan hewan
uji sebaik mungkin
1
2
3
LET’S HIT
THE QUESTIONS !!

Etika (2).pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    1. Kode etiktenaga kesehatan mengacu pada kode etik kedokteran Indonesia (kodeki) 2. Kewajiban umum : pasal 1 – 9 3. Kewajiban dokter terhadap teman sejawat : pasal 14 – 15 4. Kewajiban dokter terhadap diri sendiri : pasal 16 – 17 NOTE THIS !
  • 4.
  • 5.
    NOTE THIS ! •SEMUA KETENTUAN HUKUM YANG BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN PEMELIHARAAN / PELAYANAN KESEHEHATAN SERTA PENERAPANNYA • UU NO. 29 TAHUN 2004 • SEMUA KETENTUAN HUKUM YANG BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN PEMELIHARAAN / PELAYANAN KESEHEHATAN SERTA PENERAPANNYA
  • 6.
  • 7.
    ADA 28 BENTUKPELANGGARAN DISIPLIN MENURUT KKI
  • 8.
    • Melakukan praktikkedokteran dengan tidak kompeten • Tidak merujuk pasien kepada dokter atau dokter gigi lain yang memiliki komeeptensi yang sesuai • Mendelegasikan pekerjaan kepada tenaga kesehatan tertentu yang tidak memiliki kompetensi untuk melaksanakan pekerjaan tersebut • Menyediakan dokter atau dokter gigi pengganti sementara yang tidak memiliki kompetensi dan kewenangan yang sesuai atau tidak melakukan pemberitahuan perihal penggantian tersebut • Menjalankan praktik kedokteran dalam kondisi tingkat kesehatan fisik atau mental sedemikian rupa sehingga tidak kompeten dan dapat membahayakan pasien • Tidak melakukan tindakan atau asuhan medis yang memadai pada situasi tertentu yang dapat membahayakan pasien • Melakukan pemeriksaan atau pengobatan berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasien • Tidak memberikan penjelasan yang jujur, etis, dan memadai (adequate information) kepada pasien atau keluarganya dalam melakukan praktik kedokteran. • Melakukan tindakan atau asuhan medis tanpa memperoleh persetujuan dari pasien atau keluarga dekat, wali, atau pengampunya. • Tidak membuat atau tidak menyimpan rekam medis dengan sengaja.
  • 9.
    • Melakukan perbuatanyang bertujuan untuk menghentikan kehamilan yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku • Melakukan perbuatan yang dapat mengakhiri kehidupan pasien atas permintaan sendiri atau keluarganya. • Menjalankan praktik kedokteran dengan menerapkan pengetahuan, keterampilan, atau teknologi yang belum diterima atau di luar tata cara praktis kedokteran yang layak. • Melakukan penelitian dalam praktik kedokteran dengan menggunakan manusia sebagai subjek penelitian tanpa memperoleh persetujuan etik (ethical clerance) dari lembaga yang diakui pemerintah. • Tidak melakukan pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan, padahal tidak membahayakan dirinya, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang bertugas dan mampu melakukannya. • Menolak atau menghentikan tindakan atau asuhan medis atau tindakan pengobatan terhadap pasien tanpa alasan yang layak dan sah sesuai dengan ketentuan etika profesi atau peraturan perundang-undangan yang berlaku • Membuka rahasia kedokteran. • Membuat keterangan medis yang tidak didasarkan kepada hasil pemeriksaan yang diketahuinya secara benar dan patut. • Turut serta dalam pembuatan yang termasuk tindakan penyiksaan atau eksekusi hukuman mati. • Meresepkan atau memberikan obat golongan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya yang tidak sesuai dengan ketentuan etika profesi atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • 10.
    ETIKA DISIPLIN HUKUM NORMAMORAL DISIPLIN HUKUM SIFAT BAIK - BURUK BENAR-SALAH BENAR-SALAH DIATUR DALAM KODEKI ATURAN DISIPLIN KEDOKTERAN UU DISUSUN OLEH IDI, PDGI KKI NEGARA SANKSI MORAL, NASIHAT TEGURAN – REEDUKASI – CABUT STR PIDANA, PERDATA PEMERIKSA MKEK MKDKI PENGADILAN
  • 11.
    KAIDAH DASAR BIOETIK •AUTONOMY • JUSTICE • BENEFICENCE • NON-MALEFICENCE
  • 12.
    Autonomy • Menghargai hakmenentukan nasib sendiri • Berterus terang menghargai privasi • Menjaga rahasia pasien • Melaksanakan Informed Consent
  • 13.
    Justice • Memberlakukan segalasesuatu secara universal • Menghargai hak sehat pasien • Menghargai hak hukum pasien
  • 14.
    Beneficence • Memandang pasienatau keluarga bukanlah suatu tindakan tidak hanya menguntungkan seorang dokter • Mengusahakan agar kebaikan atau manfaatnya lebih banyak dibandingkan dengan suatu keburukannya • Menjamin kehidupan baik-minimal manusia • Memaksimalisasi hak-hak pasien secara keseluruhan • Menerapkan Golden Rule Principle, yaitu melakukan hal yang baik seperti yang orang lain inginkan • Memberi suatu resep
  • 15.
    Non-maleficence do no harm •Tidak melakukan perbuatan yang memperburuk pasien dan memilih pengobatan yang paling kecil resikonya bagi pasien sendiri.
  • 16.
    ETIKA HEWAN UJI Reduction Meminimalisir sampel hewanuji Replacement • Relatif= langsung menggunakan sel hewan • Absolut = memanfaatkan galur sel atau program computer Refinement Memperlakukan hewan uji sebaik mungkin 1 2 3
  • 17.