SANITASI DAPUR
1. Pengertian Dapur
Dapur adalah : Suatu ruangan khusus yang dipergunakan untuk
pengolahan bahan makanan dari mentah sampai
bahan siap untuk di makan.
• Dua hal yang menentukan dapur yang
saniter adalah
1.Kontruksi dapur
2.Tata letak (layout).
1. Konstruksi Dapur
• Kontruksi bangunan dapur meliputi
dinding, lantai, langit-langit, ventilasi, dan
cahaya.
1. Bangunan.
Syarat kontruksi bangunan dapur adalah kuat dan anti
tikus (rodentproof). Tikus merupakan pembawa
mikroorganisme patogen dan merusak bahan makanan
selama penyimpanan. Lubang-lubang yang ada di dalam
dapur dapat menjadi pintu masuk tikus harus ditutup
dengan kawat kasa.
2. Lantai dapur.
Syarat lantai dapur adalah :
* Rapat atau kedap air
* Tahan terhadap garam, basa, asam dan bahan kimia
lainnya
* Dibuat dari bahan yang mudah di bersihkan, tidak licin,
tidak menyerap
Cara membersihkan lantai dapur :
• Disapu, disikat dengan air panas dan deterjen
• Air dibuang dengan pembersihan karet
• Diberi desinfektan sambil dikeringkan
3. Dinding : Dinding dapur dibuat dari bahan yang
kuat agar mudah dibersihkan dan didensifeksi,
serta melindungi makanan dari kontaminasi.
Syarat dapur yang baik adalah :
a. Bahan yang kuat dan tidak beracun (nontoxic)
b. Permukaan bag. Dalam terbuat dari bahan
halus, rata, berwarna terang, tahan lama, tidak
pernah mengelupas dan mudah dibersihkan
c. Bersifat tidak menyerap air, tahan garam, basa,
asam dan bahan kimia
• Cara membersihkan dinding dapur
sebagai berikut :
a.Basahi dinding dengan air,
b.Sikat dengan deterjen panas
c.Bilas sisa deterjen dengan air
d.Beri desinfektan, bilas dan keringkan
4. Langit-langit.
Syarat langit-langit adalah :
• Bahan yang tahan lama, tidak mudah terkelupas (di cat
tahan panas)
• Tahan terhadap air dan tidak bocor
• Didisain sederhana
• Tinggi minimum 3 m dari lantai (aliran udara dan
mengurangi panas)
• Permukaan dalam rata dan berwarna terang
Cara membersihkan : sikap bulu bertangkai panjang dan
satu bulan sekali
5. Ventilasi
Tujuan pemberian ventilasi adalah :
• Menjamin peredaran udara dengan baik
• Menghindari terjadinya kondensasi di ruang
dapur (pertumbuhan jamur dan bakteri)
• Dapat mengeluarkan asap, gas, kelebihan
panas dan bau dari ruangan
• Tidak mencemari makanan yang diproduksi
melalui aliran udara yang masuk
6. Pencahayaan.
Pencahayaan yang baik dapat menjamin semua
peralatan, ruang kerja dan penyajian dalam
keadaan terang dan bersih dan menjamin
kebersihan pekerja persiapan, pengolahan,
penyajian dan penyimpanan makanan.
Ventilasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga
sinar matahari dapat masuk ke dalam dan
menerangi ruangan akan menghemat listrik.
Cahaya dapat diperoleh dari pemasangan
genting kaca, fiber, lampu.
7. Saluran air.
Saluran pembuangan air, baik air sisa
pencucian bahan makanan, air kotor dari
pencucian peralatan dapur dan alat saji
sedapat mungkin berjalan lancer, ditutup
dengan alat yang dapat dibuka/ ditutup,
mudah dibersihkan dan diperbaiki.
2. Tata Letak
Syarat tata letak dapur adalah
a. Memungkinkan dilakukannya pekerjaan pengolahan
makanan secara runtut dan efisien.
b. Terhindarnya kontaminasi silang produk makanan dari
bahan mentah, peralatan kantor, dan limbah makanan.
2. Jenis-jenis Dapur
• Dapur tempat pemotongan
daging ( butcher )
• Dapur tempat pembersihan
ikan ( fish preparation )
• Dapur panas ( Hot Kichen )
• Dapur dingin ( Cold kitchen )
• Dapur pembuatan kue dan roti
( Bakery and Pastry )
• Dapur distribusi.
3. Fungsi Dapur
• Tempat peracikan makanan
• Tempat Pengolahan makanan
• Tempat penyimpanan makanan
• Tempat pengemasan makanan
• Tempat penerimaan peralatan dan
perlengkapan dapur
4. Prosedur Pembersihan Dapur
Bagian – bagian dapur yang dibersihkan :
• Setelah selesai bekerja, saluran air ( wastafel )
di lap dengan lap basah dan dibersihkan
dengan deterjen.
• Setiap hari dinding dapur dibersihkan dengan
alcohol 70% atau desinfektan, cuka, bagian
yang terkena langsung oleh sisa – sisa daging
atau ikan atau ayam yang menimbulkan bau
yang amis Selama proses persiapan.
• Sanitasi dan hygiene lantai harus selalu dijaga
dengan cara mengepel
5. Contoh pembersihnan Dapur
6. Jenis – Jenis Dapur
Butcher Fish Preparation Hot Kitchen
Cold Kitchen Distribution kitchen Bakery / Pastry
7. Alat – Alat Pembersih Ruang
sapu Lap pembersih Kain pel
Ember
Serokan Desinfektan
Syarat alat dapur adalah :
• Sesuai dengan jenis produk
• Permukaan yang berhubungan langsung dengan
makanan halus, tidak belubang, tidakmengelupas, tidak
menyerap air dan berkarat.
• Tidak mencemari makanan dengan mikroorganisme,
bahan-bahan logam yang terlepas, minyak pelumas dan
bahan baker
• Mudah dibersihkan, didesinfeksi dan dipelihara untuk
mencegah pencemaran terhadap makanan
• Bahan tahan lama, tidak beracun dan mudah
dipindahkan atau lepas
Tata letak peralatan dapur ditempatkan
dalam suatu ruang sehingga :
• Memudahkan perawatan, pembersihan
dan pencucian
• Berfungsi sesuai dengan tujuan
penggunaan
• Diletakkan sesuai dengan urutan proses
pengolahan
kitchen sanitation for your kitchen and savety.ppt

kitchen sanitation for your kitchen and savety.ppt

  • 1.
  • 2.
    1. Pengertian Dapur Dapuradalah : Suatu ruangan khusus yang dipergunakan untuk pengolahan bahan makanan dari mentah sampai bahan siap untuk di makan.
  • 3.
    • Dua halyang menentukan dapur yang saniter adalah 1.Kontruksi dapur 2.Tata letak (layout).
  • 4.
    1. Konstruksi Dapur •Kontruksi bangunan dapur meliputi dinding, lantai, langit-langit, ventilasi, dan cahaya. 1. Bangunan. Syarat kontruksi bangunan dapur adalah kuat dan anti tikus (rodentproof). Tikus merupakan pembawa mikroorganisme patogen dan merusak bahan makanan selama penyimpanan. Lubang-lubang yang ada di dalam dapur dapat menjadi pintu masuk tikus harus ditutup dengan kawat kasa.
  • 5.
    2. Lantai dapur. Syaratlantai dapur adalah : * Rapat atau kedap air * Tahan terhadap garam, basa, asam dan bahan kimia lainnya * Dibuat dari bahan yang mudah di bersihkan, tidak licin, tidak menyerap Cara membersihkan lantai dapur : • Disapu, disikat dengan air panas dan deterjen • Air dibuang dengan pembersihan karet • Diberi desinfektan sambil dikeringkan
  • 6.
    3. Dinding :Dinding dapur dibuat dari bahan yang kuat agar mudah dibersihkan dan didensifeksi, serta melindungi makanan dari kontaminasi. Syarat dapur yang baik adalah : a. Bahan yang kuat dan tidak beracun (nontoxic) b. Permukaan bag. Dalam terbuat dari bahan halus, rata, berwarna terang, tahan lama, tidak pernah mengelupas dan mudah dibersihkan c. Bersifat tidak menyerap air, tahan garam, basa, asam dan bahan kimia
  • 7.
    • Cara membersihkandinding dapur sebagai berikut : a.Basahi dinding dengan air, b.Sikat dengan deterjen panas c.Bilas sisa deterjen dengan air d.Beri desinfektan, bilas dan keringkan
  • 8.
    4. Langit-langit. Syarat langit-langitadalah : • Bahan yang tahan lama, tidak mudah terkelupas (di cat tahan panas) • Tahan terhadap air dan tidak bocor • Didisain sederhana • Tinggi minimum 3 m dari lantai (aliran udara dan mengurangi panas) • Permukaan dalam rata dan berwarna terang Cara membersihkan : sikap bulu bertangkai panjang dan satu bulan sekali
  • 9.
    5. Ventilasi Tujuan pemberianventilasi adalah : • Menjamin peredaran udara dengan baik • Menghindari terjadinya kondensasi di ruang dapur (pertumbuhan jamur dan bakteri) • Dapat mengeluarkan asap, gas, kelebihan panas dan bau dari ruangan • Tidak mencemari makanan yang diproduksi melalui aliran udara yang masuk
  • 10.
    6. Pencahayaan. Pencahayaan yangbaik dapat menjamin semua peralatan, ruang kerja dan penyajian dalam keadaan terang dan bersih dan menjamin kebersihan pekerja persiapan, pengolahan, penyajian dan penyimpanan makanan. Ventilasi yang dibuat sedemikian rupa sehingga sinar matahari dapat masuk ke dalam dan menerangi ruangan akan menghemat listrik. Cahaya dapat diperoleh dari pemasangan genting kaca, fiber, lampu.
  • 11.
    7. Saluran air. Saluranpembuangan air, baik air sisa pencucian bahan makanan, air kotor dari pencucian peralatan dapur dan alat saji sedapat mungkin berjalan lancer, ditutup dengan alat yang dapat dibuka/ ditutup, mudah dibersihkan dan diperbaiki.
  • 12.
    2. Tata Letak Syarattata letak dapur adalah a. Memungkinkan dilakukannya pekerjaan pengolahan makanan secara runtut dan efisien. b. Terhindarnya kontaminasi silang produk makanan dari bahan mentah, peralatan kantor, dan limbah makanan.
  • 13.
    2. Jenis-jenis Dapur •Dapur tempat pemotongan daging ( butcher ) • Dapur tempat pembersihan ikan ( fish preparation ) • Dapur panas ( Hot Kichen )
  • 14.
    • Dapur dingin( Cold kitchen ) • Dapur pembuatan kue dan roti ( Bakery and Pastry ) • Dapur distribusi.
  • 15.
    3. Fungsi Dapur •Tempat peracikan makanan • Tempat Pengolahan makanan • Tempat penyimpanan makanan • Tempat pengemasan makanan • Tempat penerimaan peralatan dan perlengkapan dapur
  • 16.
    4. Prosedur PembersihanDapur Bagian – bagian dapur yang dibersihkan : • Setelah selesai bekerja, saluran air ( wastafel ) di lap dengan lap basah dan dibersihkan dengan deterjen. • Setiap hari dinding dapur dibersihkan dengan alcohol 70% atau desinfektan, cuka, bagian yang terkena langsung oleh sisa – sisa daging atau ikan atau ayam yang menimbulkan bau yang amis Selama proses persiapan. • Sanitasi dan hygiene lantai harus selalu dijaga dengan cara mengepel
  • 17.
  • 18.
    6. Jenis –Jenis Dapur Butcher Fish Preparation Hot Kitchen Cold Kitchen Distribution kitchen Bakery / Pastry
  • 19.
    7. Alat –Alat Pembersih Ruang sapu Lap pembersih Kain pel Ember Serokan Desinfektan
  • 21.
    Syarat alat dapuradalah : • Sesuai dengan jenis produk • Permukaan yang berhubungan langsung dengan makanan halus, tidak belubang, tidakmengelupas, tidak menyerap air dan berkarat. • Tidak mencemari makanan dengan mikroorganisme, bahan-bahan logam yang terlepas, minyak pelumas dan bahan baker • Mudah dibersihkan, didesinfeksi dan dipelihara untuk mencegah pencemaran terhadap makanan • Bahan tahan lama, tidak beracun dan mudah dipindahkan atau lepas
  • 22.
    Tata letak peralatandapur ditempatkan dalam suatu ruang sehingga : • Memudahkan perawatan, pembersihan dan pencucian • Berfungsi sesuai dengan tujuan penggunaan • Diletakkan sesuai dengan urutan proses pengolahan