● 21102021053 ● 21102021058
Elsa Banowati Fila Dhomirah
PENGAKUAN DALAM HUKUM
INTERNASIONAL
Pengertian Pengakuan Dalam
Hubungan Internasional
Dalam hukum internasional, pengakuan adalah tindakan politik
suatu negara untuk mengakui negara baru sebagai subjek hukum
internasional, sehingga menghasilkan undang-undang dan fungsi
khusus yang memungkinkan negara baru mengambil posisi
alamiahnya sebagai organisasi politik yang independen.
Jenis-jenis Pengakuan
1. Pengakuan De facto
adalah pengakuan realitas berdasarkan fakta bahwa negara itu ada. Misalnya,
Indonesia merdeka secara de facto pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka
Kemudian, pada tanggal 18 Agustus 1945, unsur-unsur negara dapat dilaksanakan.
Pengakuan de facto ini mungkin bersifat sementara, yaitu pengakuan yang diberikan
sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari negara yang baru didirikan.
Pengakuan De jre akan diberikan jika negara menunjukkan kemampuannya untuk
melaksanakan semua hak dan kewajibannya.
2. Pengakuan de jure
adalah pengakuan resmi menurut hukum internasional.
Dengan pengakuan de jure, negara baru memperoleh hak dan
kewajibannya sebagai anggota masyarakat internasional.
Akibatnya, satu negara harus meyakinkan yang lain untuk
diakui oleh hukum. Mereka harus menunjukkan
kemampuannya untuk menjalankan semua hak dan kewajiban
yang ada.
Teori-teori Pengakuan
1. Teori Deklarator
2. Teori Konstitusif
3. Teori Pemisah atau jalan tengah
Cara Pemberian Pengakuan
Ada dua cara pemberian pengakuan , yaitu :
1. Secara tegas ( expressed recognition )
Pengakuan secara tegas maksudnya , pengakuan itu
diberikan secara tegas melalui suatu pernyataan
resmi
2. Secara Rahasia atau implisit (pengakuan tersirat)
Pengakuan implisit atau tersirat berarti bahwa adanya pengakuan ini dapat
disimpulkan dari tindakan (pengakuan) negara. Beberapa tindakan atau
peristiwa yang dapat dianggap sebagai pengakuan yang adil adalah:
• Inisiasi hubungan diplomatik (dengan negara yang diakui secara rahasia)
• Kunjungan resmi kepala negara (di negara yang diakui secara rahasia)
• Memulai kesepakatan politik (dengan negara yang diakui secara sembunyi-
sembunyi).
Pengakuan Bersyarat dan Penarikan kembali Pengakuan
• Pengakuan Bersyarat : Pengakuan yang dimana telah diberikan kepada
suatu negara, pengakuan tersebut tidak dapat dicabut lagi.
• Penarikan kembali pengakuan : Pengakuan harus diberikan harus dengan
kepastian.
> Sehingga apabila pengakuan itu telah diberikan, maka pengakuan
akan berlaku selamanya, dengan pengertian pihak yang diakui tidak
kehilangan kualifikasinya sebagai pribadi hukum menurut hukum
internasional
Akibat dari Hukum Pengakuan
• hak
• kekuasaan
• Privilege - Privilegel
• Siapa yang mengakui? Negara/pemerintah yang diakui menurut HI & HN.
• Pengakuan memberikan status kepada kesatuan yang diakui baik dalam HI maupun
HN yaitu:
• Hukum Internasional : Hak istimewa, memiliki kapasitas mengadakan hubungan
diplomatik dan terikat hak dan kewajiban dalam HI.
• Hukum nasional: Berperkara di dalam negeri, Memperoleh immunitas bagi
perwakilan Diplomatiknya dan dapat menjual hak miliknya dinegara yang
mengakui.
Bentuk - Bentuk Pengakuan terbagi atas :
( a ) pengakuan negara baru
( b ) pengakuan pemerintah baru
( c ) pengakuan sebagai pemberontak
( d ) pengakuan beligerensi
( e ) pengakuan sebagai bangsa
( f ) pengakuan hak hak teritorial dan situasi internasional baru
Kelompok 5 hukum internasional.pdf
Kelompok 5 hukum internasional.pdf
Kelompok 5 hukum internasional.pdf
Kelompok 5 hukum internasional.pdf
Kelompok 5 hukum internasional.pdf
Kelompok 5 hukum internasional.pdf

Kelompok 5 hukum internasional.pdf

  • 1.
    ● 21102021053 ●21102021058 Elsa Banowati Fila Dhomirah PENGAKUAN DALAM HUKUM INTERNASIONAL
  • 2.
    Pengertian Pengakuan Dalam HubunganInternasional Dalam hukum internasional, pengakuan adalah tindakan politik suatu negara untuk mengakui negara baru sebagai subjek hukum internasional, sehingga menghasilkan undang-undang dan fungsi khusus yang memungkinkan negara baru mengambil posisi alamiahnya sebagai organisasi politik yang independen.
  • 3.
    Jenis-jenis Pengakuan 1. PengakuanDe facto adalah pengakuan realitas berdasarkan fakta bahwa negara itu ada. Misalnya, Indonesia merdeka secara de facto pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia merdeka Kemudian, pada tanggal 18 Agustus 1945, unsur-unsur negara dapat dilaksanakan. Pengakuan de facto ini mungkin bersifat sementara, yaitu pengakuan yang diberikan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari negara yang baru didirikan. Pengakuan De jre akan diberikan jika negara menunjukkan kemampuannya untuk melaksanakan semua hak dan kewajibannya.
  • 4.
    2. Pengakuan dejure adalah pengakuan resmi menurut hukum internasional. Dengan pengakuan de jure, negara baru memperoleh hak dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat internasional. Akibatnya, satu negara harus meyakinkan yang lain untuk diakui oleh hukum. Mereka harus menunjukkan kemampuannya untuk menjalankan semua hak dan kewajiban yang ada.
  • 5.
    Teori-teori Pengakuan 1. TeoriDeklarator 2. Teori Konstitusif 3. Teori Pemisah atau jalan tengah
  • 6.
    Cara Pemberian Pengakuan Adadua cara pemberian pengakuan , yaitu : 1. Secara tegas ( expressed recognition ) Pengakuan secara tegas maksudnya , pengakuan itu diberikan secara tegas melalui suatu pernyataan resmi
  • 7.
    2. Secara Rahasiaatau implisit (pengakuan tersirat) Pengakuan implisit atau tersirat berarti bahwa adanya pengakuan ini dapat disimpulkan dari tindakan (pengakuan) negara. Beberapa tindakan atau peristiwa yang dapat dianggap sebagai pengakuan yang adil adalah: • Inisiasi hubungan diplomatik (dengan negara yang diakui secara rahasia) • Kunjungan resmi kepala negara (di negara yang diakui secara rahasia) • Memulai kesepakatan politik (dengan negara yang diakui secara sembunyi- sembunyi).
  • 8.
    Pengakuan Bersyarat danPenarikan kembali Pengakuan • Pengakuan Bersyarat : Pengakuan yang dimana telah diberikan kepada suatu negara, pengakuan tersebut tidak dapat dicabut lagi. • Penarikan kembali pengakuan : Pengakuan harus diberikan harus dengan kepastian. > Sehingga apabila pengakuan itu telah diberikan, maka pengakuan akan berlaku selamanya, dengan pengertian pihak yang diakui tidak kehilangan kualifikasinya sebagai pribadi hukum menurut hukum internasional
  • 9.
    Akibat dari HukumPengakuan • hak • kekuasaan • Privilege - Privilegel • Siapa yang mengakui? Negara/pemerintah yang diakui menurut HI & HN. • Pengakuan memberikan status kepada kesatuan yang diakui baik dalam HI maupun HN yaitu: • Hukum Internasional : Hak istimewa, memiliki kapasitas mengadakan hubungan diplomatik dan terikat hak dan kewajiban dalam HI. • Hukum nasional: Berperkara di dalam negeri, Memperoleh immunitas bagi perwakilan Diplomatiknya dan dapat menjual hak miliknya dinegara yang mengakui.
  • 10.
    Bentuk - BentukPengakuan terbagi atas : ( a ) pengakuan negara baru ( b ) pengakuan pemerintah baru ( c ) pengakuan sebagai pemberontak ( d ) pengakuan beligerensi ( e ) pengakuan sebagai bangsa ( f ) pengakuan hak hak teritorial dan situasi internasional baru