BAHASA INDONESIA
KELAS X
PERTEMUAN10
Guru pengampu : Septi Fauziah, S. Pd.
KOMPETENSI DASAR
3. 5. Mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna
tersirat
4. 5. Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah
teks anekdot baik lisan maupun tulis
JENIS TEKS ANEKDOT
Menurut Luxemburg dkk. (1984:160), teks anekdot terdiri atas tiga
jenis, yaitu dalam bentuk artikel, cerpen, dan dialog.
 Artikel
Anekdot dalam bentuk atikel dapat berbentuk format naratif. Teks
anekdot menceritakan suatu hal atau tokoh faktual/terkenal sehingga
dalam ceritanya memiliki kejelasan tokoh, alur, peristiwa, dan latar.
 Cerpen
Anekdot berupa cerpen menceritakan suatu hal yang lugas atau tidak
berbelit-belit agar pendengar atau pembaca lebih cepat mengerti isi
lelucon cerita tersebut. Oleh sebab itu, cerpen anekdot lebih singkat
daripada cerpen pada umumnya.
Teks dialog
Teks anekdot dalam bentuk dialog menggunakan format
drama yang mempunyai petunjuk lakon. Teks anekdot yang
disajikan dalam bentuk dialog dominan menggunakan kalimat
langsung.
CONTOH TE K S ANE K DOT
SE KOL AH BE RTARAF INTE RNASIONAL
Bu Guru memasuki kelas satu demi-persatu saat lonceng sekolah di
Kota A mulai bergema. Bu Guru tersebut berdiri di depan kelas
sambil menenteng lembaran pengumuman.
“Anak-anak, Ibu punya pengumuman penting dan gemabira untuk
kalian. Mulai bulan depan, sekolah kita akan berubah status sebagai
sekolah bertaraf internasional. Nah, bagaimana? Apa yang akan kalian
lakukan untuk menyambutnya?” Bu Guru mengoper lembaran
pengumuman untuk dibagikan.
Jono mengangkat tangan. “Saya mau les bahasa inggris buat
mendukung belajar dengan taraf internasional, Bu!”
“Bagus, Jono.” Bu Guru senang mendengarnya, dia melirik ke arah
Ical. “Kalau kamu Ical?”
“Saya? Saya mau meminta orangtua saya untuk menyiapkan biaya
sekolah lebih banyak lagi.”
“Lho? Kenapa?.”
“Soalnya dengan bergantinya status sekolah ini menjadi bertaraf
internasional maka biaya sekolahnya pun pasti lebih mahal. Iurannya
akan lebih tinggi, belum bayar ini itu,” jawab Ical.
Bu Guru mengkerutkan kening. “Kok jawaban kamu sinis sekali?
Gini, kalau sekolah kita jadi bertaaraf internasional kan jadinya sama
kayak sekolah-sekolah luar negeri. Lebih berkualitas.”
“Tapi, Bu, menurut saya sekolah bertaraf internasional itu sebenarnya
punya arti sekolah bertarif internasional,” jelas Ical.

Kelas x pertemuan 10

  • 1.
    BAHASA INDONESIA KELAS X PERTEMUAN10 Gurupengampu : Septi Fauziah, S. Pd.
  • 2.
    KOMPETENSI DASAR 3. 5.Mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat 4. 5. Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot baik lisan maupun tulis
  • 3.
    JENIS TEKS ANEKDOT MenurutLuxemburg dkk. (1984:160), teks anekdot terdiri atas tiga jenis, yaitu dalam bentuk artikel, cerpen, dan dialog.  Artikel Anekdot dalam bentuk atikel dapat berbentuk format naratif. Teks anekdot menceritakan suatu hal atau tokoh faktual/terkenal sehingga dalam ceritanya memiliki kejelasan tokoh, alur, peristiwa, dan latar.
  • 4.
     Cerpen Anekdot berupacerpen menceritakan suatu hal yang lugas atau tidak berbelit-belit agar pendengar atau pembaca lebih cepat mengerti isi lelucon cerita tersebut. Oleh sebab itu, cerpen anekdot lebih singkat daripada cerpen pada umumnya.
  • 5.
    Teks dialog Teks anekdotdalam bentuk dialog menggunakan format drama yang mempunyai petunjuk lakon. Teks anekdot yang disajikan dalam bentuk dialog dominan menggunakan kalimat langsung.
  • 6.
    CONTOH TE KS ANE K DOT SE KOL AH BE RTARAF INTE RNASIONAL Bu Guru memasuki kelas satu demi-persatu saat lonceng sekolah di Kota A mulai bergema. Bu Guru tersebut berdiri di depan kelas sambil menenteng lembaran pengumuman. “Anak-anak, Ibu punya pengumuman penting dan gemabira untuk kalian. Mulai bulan depan, sekolah kita akan berubah status sebagai sekolah bertaraf internasional. Nah, bagaimana? Apa yang akan kalian lakukan untuk menyambutnya?” Bu Guru mengoper lembaran pengumuman untuk dibagikan.
  • 7.
    Jono mengangkat tangan.“Saya mau les bahasa inggris buat mendukung belajar dengan taraf internasional, Bu!” “Bagus, Jono.” Bu Guru senang mendengarnya, dia melirik ke arah Ical. “Kalau kamu Ical?” “Saya? Saya mau meminta orangtua saya untuk menyiapkan biaya sekolah lebih banyak lagi.” “Lho? Kenapa?.”
  • 8.
    “Soalnya dengan bergantinyastatus sekolah ini menjadi bertaraf internasional maka biaya sekolahnya pun pasti lebih mahal. Iurannya akan lebih tinggi, belum bayar ini itu,” jawab Ical. Bu Guru mengkerutkan kening. “Kok jawaban kamu sinis sekali? Gini, kalau sekolah kita jadi bertaaraf internasional kan jadinya sama kayak sekolah-sekolah luar negeri. Lebih berkualitas.” “Tapi, Bu, menurut saya sekolah bertaraf internasional itu sebenarnya punya arti sekolah bertarif internasional,” jelas Ical.