ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Administrasi Pendidikan
Dosen Pengampu: Yayan Andrian, S. Ag., M. ED. MGMT.
Disusun Oleh:
Kelompok 5
Kelas 6E
1. Isnaini Aggie Az Zahra (213111171/ PAI 6E)
2. Febri Ana Khoirun Nisa (213111172/ PAI 6E)
3. Siti Muyawaroh (213111174/ PAI 6E)
HALAMAN JUDUL
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN MAS SAID SURAKARTA
TAHUN 2024
ii
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, sebuah kata yang selalu terucap dari lisan kita menunjukkan rasa syukur
terhadap nikmat-nikmatnya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada uswatun
khasanah kita Nabi Muhammad SAW kepada keluarganya, para sahabat, serta pengikutnya dan
semoga kita merupakan pengikutnya yang setia dan mendapatkan syafa’at dari baginda SAW.
Pada bulan Romadhon ini Alhamdulillah kami berhasil menyelesaikan penyusunan
makalah kami dengan judul “Administrasi Sarana dan Prasarana”. Dengan penuh harap semoga
makalah ini bisa menjadi sarana untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca dan menjadi
sebuah bahan diskusi yang menhasilkan pemikiran baru dan solusi bagi setiap permasalahan
Makalah ini jauh dari kata sempurna, kami sangat menerima kritik saran yang
membangun guna dijadikan bahan evaluasi bagi kami kedepannya. Semoga Allah SWT selalu
membimbing kita dan meridhoi segala usaha yangkita lakukan, Amiinn.
Sukoharjo, 31 Maret 2024
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ..................................................................................................................i
KATA PENGANTAR ................................................................................................................ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii
BAB I.........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN .....................................................................................................................1
A. Latar Belakang................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...........................................................................................................2
C. Tujuan Penulisan.............................................................................................................2
BAB II........................................................................................................................................3
PEMBAHASAN........................................................................................................................3
A. Pengertian Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan............................................3
B. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan.........................................................4
C. Tujuan Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan..................................................6
D. Fungsi-Fungsi Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan......................................6
E. Proses Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan ..................................................7
F. Peran Guru Dalam Pelaksanaan Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan ........11
BAB III ....................................................................................................................................13
PENUTUP................................................................................................................................13
A. Kesimpulan ...................................................................................................................13
B. Saran .............................................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................15
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Pada realitanya
Pendidikan tidak hanya untuk mempersiapkan bekal masa depan saja. Akan tetapi
Pendidikan sudah menjadi kebutuhan bagi manusia, sehingga Pendidikan akan sangat
berarti bagi kelangsungan hidup manusia. Dan pembelajaran ialah tolak ukur untuk
suatu negeri apakah negeri tersebut maju dalam pola pikir ataupun tidak.1
Hingga dari
itu pengelolaannya wajib dikelola secara baik serta benar, salah satu diantaranya yang
sangat berarti merupakan administrasi fasilitas serta prasarana dalam bidang
pembelajaran.
Administrasi sarana dan prasarana pendidikan hal yang sangat menunjang bagi
tercapainya tujuan dari pendidikan. Proses belajar mengajar akan semakin sukses bila
sarana dan prasarana pendidikan memadai. Administrasi sarana dan prasarana
pendidikan merupakan hal yang sangat menunjang bagi tercapainya tujuan dari
pendidikan.Untuk itu sarana dan prasarana pendidikan sangat diharapkan tersedia
dengan baik sesuai yang dibutuhkan untuk PBM (Proses Belajar dan Mengajar).2
Pengelolaan sarana dan prasaran merupakan salah satu bagian penting bagi
sebuah instansi. Apalagi jika instansi tersebut juga mendapatkan bantuan dari
pemerintah, maka administrasi sarana dan prasarana menjadi bagian vital, termasuk
bagi instansi pendidikan yang dalam hal ini adalah sekolah.
Demi menjaga sarana dan prasarana agar tetap bisa memberikan pelayanan yang
maksimal haruslah ada pengelolaan di dalamnya. Dalam administrasi sarana dan
prasarana, terdapat pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana. Pemeliharaan ini
berguna untuk menjaga kualitas dan memaksimalkan usia dari sarana dan prasarana di
sebuah sekolah. Sarana dan prasarana akan mengalami penurunan drastis jika tidak
dilakukan Upaya pemeliharaan secara baik dan optimal. Sehingga pemeliharaan
terhadap sarana dan prasarana di sekolah harus dilakukan untuk meminimalisir
1
Resty Nurqomah, “Proses Administrasi Pada Bidang Pendidikan Sarana Dan Prasarana Di Sekolah,” no.
November (2022), https://www.researchgate.net/publication/355872013.
2
Saskia Azhara Putri et al., “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan,” Student Research Journal 2, no. 1
(2024): 253–263.
2
kerusakan dan menjaga ketahanan suatu sarana agar mampu bertahan lama dalam
keadaan baik dan selalu siap untuk digunakan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan?
2. Apa saja macam-macam dari sarana dan prasarana pendidikan?
3. Apa saja tujuan dari Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan?
4. Apa saja fungsi-fungsi dari Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan?
5. Bagaimana proses dari Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan?
6. Bagaimana peran guru dalam Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
2. Untuk mengetahui macam-macam dari sarana dan prasarana pendidikan
3. Untuk mengetahui apa saja tujuan dari Administrasi Sarana dan Prasarana
Pendidikan
4. Untuk mengetahui fungsi-fungsi Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
5. Untuk mengetahui proses Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
6. Untuk mengetahui peran guru dalam Administrasi Sarana dan Prasarana
Pendidikan.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia sarana adalah segala sesuatu yang dapat
dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah
segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. Sarana
pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik
yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan
dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Oleh karena itu, apabila dimanfaatkan dengan
baik oleh para pendidik yang bersangkutan, fasilitas pendidikan akan berperan positif.
Sarana dan prasarana merupakan peralatan dan perlengkapan yang secara
langsung digunakan dalam proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, kursi,
meja, serta media pengajaran. Adapun sarana dan prasarana pendidikan merupakan
fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pengajaran, seperti
halaman, taman sekolah, kebun, dan jalan menuju sekolah.
Berdasarkan beberapa definisi penjabaran mengenai sarana dan prasarana dapat
disimpulkan bahwa pengelolaan dalam sarana dan prasarana memiliki peran penting
dalam menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah. Semua sarana dan prasarana
belajar di sekolah harus dikelola dengan sebaik mungkin secara berkelanjutan agar
memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah, karena sarana dan prasarana belajar
merupakan hal yang dapat menentukan keberhasilan proses pembelajaran.3
Dapat disimpulkan bahwa Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
adalah keseluruhan prosedur yang disengaja, direncanakan, dan diupayakan dengan
sungguh-sungguh, serta pengembangan objek pendidikan yang berkelanjutan agar
senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses pembelajaran sehingga proses
pembelajaran semakin efektif dan efisien guna membantu tercapainya tujuan
pendidikan yang telah ditetapkan4
.
Sarana pendidikan umumnya mencakup semua fasilitas yang digunakan secara
langsung untuk menunjang proses Pendidikan, contohnya antara lain: gedung, ruang
belajar/kelas, bahan atau media pembelajaran, meja, kursi, dan sebagainya. Sedangkan
3
Daniar Asyari et al., “Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Sekolah Di Masa Pandemi Covid-19,” Aulad : Journal
on Early Childhood 4, no. 3 (2021): 230–234.
4
Annisa, “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana,” Universitas Negeri Padang, no. 18029105 (2020): 1–20.
4
prasarana adalah yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses
pendidikan,seperti: halaman,kebun/taman sekolah,jalan menuju ke sekolah.
B. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan
Sarana dan prasarana dapat diartikan sebagai fasilitas yaitu segala sesuatu yang
dapat memudahkan dan melancarkan sesuatu usaha yang dapat berupa benda maupun
uang. Jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana. Sarana pendidikan
terdiri dari tiga kelompok besar yaitu: bangunan dan perabot sekolah, alat pelajaran
yang terdiri, pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium, dan media pendidikan
yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan
media yang tidak menggunakan alat penampil.
Macam-macam fasilitas pendidikan dapat ditinjau dari jenis atau sifatnya yaitu:
1. Ditinjau dari jenisnya:
a. Fasilitas fisik: yakni segala sesuatu yang berupa benda atau dapat yang dapat di
bendakan, yang mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan
sesuatu usaha. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materil.
Contoh: kendaraan, alat tulis, alat komunikasi, dan sebagainya. Dalam
dunia pendidikan yang tergolong dalam fasilitas materil antara lain: (a) prabotan
ruang kelas, (b) prabotan kantor TU, (c) prabotan laboratorium, perpustakaan
dan ruang praktek yang lain, (d) alat pelajaran, dan (e) media pendidikan dan
lain-lain
b. Fasilitas uang, yaitu segala sesuatu yang bersifat mempermudah suatu kegiatan
sebagai akibat bekerjanya nilai uang (Arikunto, 1987:6-7). Menurut Nawawi
(1981:25), menjelaskan bahwa: “Sarana pendidikan dapat diklasifikasikan
menjadi beberapa macam, yaitu ditinjau dari sudut habis tidaknya dipakai,
bergerak tidaknya pada saat digunakan, dan hubungannya dengan proses belajar
mengajar”.
2. Ditinjau dari sifat barangnya benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi:5
a. Barang habis pakai ialah barang yang susut volumenya pada waktu
dipergunakan dan dalam jangka waktu tertentu barang tersebut dapat susnt terus
sampai habis atau tidak bertungsi lagi seperti kapur tulis, tiota, kertas, spidol,
5
Ma’rifah, “Pelaksanaan Administrasi Sarana Dan Prasarana Dalam Menunjang Keberhasilan Pendidikan Di
SLTP Islam Al-Azhar 3 Bintaro,” Skripsi (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2003).
5
penghapus, sapu dan sebagainya (Keputusan Menteri Keuangan No
225/MK1V/1971 tanggall3 April 1971).
b. Barang tak habis pakai adalah barang-barang yang dapat dipakai berulang kali
serta tidak susut volumenya semasa digunakan dalam jangka waktu yang relatif
lama, tetapi tetap memerlukan perawatan agar selalu siap pakai untuk
pelaksanaan tugas seperti mesin tulis, komputer, mesin stensil, kendaraan,
perabot, media pendidikan dan sebagainya.
Sedangkan jenis prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi
dua macam, yaitu6
:
1. Prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar
mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktik keterampilan dan
ruang laboratorium
2. Prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar
mengajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar
mengajar. Sebagai contohnya adalah ruang kantor, kantin, tanah, jalan menuju
sekolah, kamar kecil, ruang usaha kesehatan sekolah, ruang guru, ruang kepala
sekolah, dan tempat parkir kendaraan.
Sarana pendidikan bila ditinjau dari fungsi dan peranannya dalam dalam proses
belajar mengajar, maka sarana pendidikan dapat dibedakan menjadi:
1. Alat pelajaran, alat pelajaran adalah alat yang idigunakan secara langsung dalam
proses belajar mengajar, misalnya: buku, alat peraga, alat tulis, dan alat praktik.
2. Alat peraga, alat peraga adalah alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat
berupa benda-benda yang imudah memberi pengertian kepada anak didik berturut-
turut dari yang abstrak sampai dengan yang konkret.
3. Media pengajaran, media pengajaran adalah sarana pendidikan yang digunakan
sebagai perantara dalam proses belajar mengajar, untuk lebih mempertinggi
efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan. Ada tiga jenis media,
yaitu: media audio, media visual, dan media audio visual.7
6
Isnawardatul Bararah, “Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas
Pembelajaran,” Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 10, no. 2 (2020): 351–370.
7
H Hasbiyallah and I Mahlil Nurul Ihsan, Administrasi Pendidikan Perspektif Ilmu Pendidikan Islam, ed. Ima
Malihah, Administrasi Pendidikan, Juni 2019. (Bandung, 2019), http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/24690.
6
C. Tujuan Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
Pada dasarnya administrasi sarana dan prasarana pendidikan memiliki beberapa
tujuan yang harus diketahui yaitu sebagai berikut8
:
a. Menciptakan sekolah atau madrasah yang bersih, rapi, indah, sehingga
menyenangkan bagi warga sekolah atau madrasah.
b. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai baik secara kuantitatis maupun
kualitatif dan relevan dengan kepentingan pendidikan.
Selain itu, tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut :
a. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem
perencanaan dan pengadaan secara hati-hati dan saksama, sehingga sekolah atau
madrasah memiliki sarana dan prasarana yang baik sesuai dengan kebutuhan dana
yang efisien.
b. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah itu harus secara
tepat dan efisien.
c. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikana secara teliti
dan tepat, sehingga keberadaan sarana dan prasarana tersebut akan selalu dalam
keadaan siap pakai ketika akan digunakan atau diperlukan.
Jadi, tujuan dari administrasi sarana dan prasarana pendidikan yaitu agar dapat
memberikan kontribusi yang optimal dan professional (yang berkaitan dengan sarana
dan prasarana) terhadap proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan.
D. Fungsi-Fungsi Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
Administrasi sarana dan prasarana Pendidikan memiliki fungsi yang sangat
penting untuk menciptakan dan memelihara kondisi sekolah yang optimal. Dikdasmen
Depdikbud (1997:7) menyatakan bahwa peranan sarana pendidikan berupa alat bantu
pembelajaran, alat peraga, dan media pendidikan sangat menentukan untuk mencapai
tujuan pendidikan.
Sarana dan Prasarana Pendidikan secara langsung mempengaruhi bagaimana
siswa belajar di kelas, mempercepat dan mempermudah proses transfer informasi dari
8
Tiarma Fitri Malau et al., “Pentingnya Administrasi Sarana Dan Prasaran Pendidikan,” Dewantara : Jurnal
Pendidikan Sosial Humaniora 1, no. 4 (2022): 186–195.
7
guru ke siswa.9
Selain untuk mempermudah dan menciptakan kegiatan pembelajaran
yang baik, administrasi sarana dan prasarana pendidikan memiliki fungsi sebagai
berikut10
:
1. Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang diperlukan dalam
proses belajar mengajar.
2. Memelihara agar tugas-tugas peserta didik yang diberikan oleh pendidik dapat
terlaksanakan dengan lancer dan optimal.
3. Mempermudah pemahaman peserta didik tentang materi yang disampaikan dengan
menggunakan sarana dan prasarana pendidikan yang tepat dalam proses
pembelajaran
4. Menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas serta
menyenangkan.
E. Proses Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan
Dalam administrasi sarana dan prasarana pendidikan terdapat beberapa tahapan
atau proses administrasi sarana dan prasarana disekolah. Proses administrasi sarana dan
prasarana dimulai melalui proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan, inventarisasi,
penyaluran, pemanfaatan dan pemeliharaan, penghapusan, dan pengawasan.
1. Perencanaan
Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan adalah suatu proses
menganalisa dan menetapkan kebutuhan yang diperlukan dalam proses
pembelajaran. Suatu kegiatan administrasi yang baik harus diawali dengan suatu
perencanaan yang matang dan baik dilaksanakan demi menghindari kesalahan dan
kegagalan yang tidak diingkan. Dalam penyusunan perencanaan dapat ditempuh
beberapa cara, diantaranya11
:
1) Analisis kebutuhan, yakni kegiatan untuk mendapatkan informasi mengenai
jenis, jumlah, dan kualitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh sekolah.
2) Mengumpulkan data dan informasi mengenai sarana dan prasarana yang ada.
9
Annisa Nur Faudillah et al., “Pentingnya Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan,” Dewantara : Jurnal
Pendidikan Sosial Humaniora 1, no. 4 (2022): 186–195.
10
Muhammad Abdurrohman, Insanul Mizan, and Dwi Noviani, “Administrasi Sarana Dan Prasarana
Pendidikan,” Jurbisman: Jurnal Bisnis Manajemen 1, no. 2 (2023): 568–574.
11
Nur Saidah, “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana,” Universitas Negeri Padang (2020): 1–20,
https://osf.io/vmbzq/download/?format=pdf.
8
3) Penyusunan rencana kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.
2. Pengadaan
Pengadaan merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk merealisasikan
atau mewujudkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan rencana
yang telah disusun yang dimuat dalam usulan kebutuhan barang, baik melalui
pembelian, hibah, hadiah, menyewa, dan sebagainya.12
Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan sebagai berikut13
:
Pengadaan tanah, dilaksanakan dengan cara membeli, menerima
hibah,menerima hak pakai atau menukar.
1) Pengadaan bangunan, dilaksanakan dengan mendirikan bangunan
baru,membeli, menyewa, menerima hibah atau menukar.
2) Pengadaan perabot, dilakukan dengan membeli, membuat sendiri atau
menerima bantuan dari donator seperti BP3.
3) Pengadaan Kendaraan, pengadaan kendaraan untuk sekolah telah dilakukan
oleh pemerintah pusat.
4) Pengadaan sarana Pendidikan (alat pelajaran, alat peraga, media pembelajaran),
Alat Kantor (mesin ketik, mesin hitung dan sebagainya) dan Alat Tulis Kantor
(kertas, tinta, map dan sebagainya) diadakan sesuai ketentuan yang berlaku,
yaitu dengan jumlah besar tertentu melalui lelang/tender melalui rekanan.
Pengadaan buku-buku atau benda-benda grafis lainnya dapat diadakan dengan
membuat sendiri, menerima bantuan, hadiah, hibah.
3. Penyimpanan
Penyimpanan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menampung barang
milik kekayaan negara atau unit kerja berdasarkan hasil dari pengadaan, pada
tempat atau wadah tertentu yang biasanya disebut dengan gudang dengan pedoman
aturan dan ketentuan yang berlaku. Proses penyimpanan ini dilakukan untuk
menjaga keamanan sarana dan prasarana yang telah ada ataupun yang baru dibeli.
4. Inventarisasi
12
Putri Hadiyatunnisa, Amelia Tri Andini, Dinda Hermaliya, dan Hairullah, “Proses Administrasi Sarana dan
Prasarana Pendidikan Di SMP Negeri 2 Lubuk Pakam”, Jurnal Pendidikan, Vol. 3, No. 3 (Juni 2022), 219.
13
Muhammad Abdurrohman, Insanul Mizan, dan Dwi Noviani, “Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan”,
Jurnal Bisnis Manajemen, Vol. 1, No. 2 (Juni 2023), 571
9
Inventarisasi adalah kegiatan mencatat dan menyusun daftar barang-barang
yang ada secara teratur menurut ketentuan yang berlaku.14
Inventarisasi dilakukan
untuk penyempurnaan pengurusan dan pengawasan yang efektif terhadap barang-
barang milik negara (atau swasta), dan juga memberikan masukan bagi efektivitas
pengelolaan sarana dan prasarana.
Secara khusus, inventarisasi dilakukan dengan tujuan-tujuan sebagai
berikut:
a. Untuk menjaga dan menciptakan tertib administrasi sarana dan prasarana yang
dimiliki oleh suatu sekolah.
b. Untuk menghemat keuangan sekolah baik dalam pengadaan maupun untuk
pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana sekolah.
c. Sebagai bahan atau pedoman untuk menghitung kekayaan suatu sekolah dalam
bentuk materil yang dapat dinilai dengan uang.
d. Untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian sarana dan prasarana yang
dimiliki oleh suatu sekolah.
Dalam kegiatan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan di sekolah
yang harus dilakukan oleh pengelola sarana dan prasarana pendidikan meliputi15
:
a. Pencatatan sarana dan prasarana sekolah dapat dilakukan di dalam buku
penerimaan barang, buku inventaris, buku (kartu) stok barang;
b. Pembuatan kode khusus untuk perlengkapan yang tergolong barang inventaris;
c. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah yang tergolong barang inventaris
harus dilaporkan. Untuk keperluan administrasi diperlukan beberapa buku
antara lain buku stok (buku induk), buku kumpulan daftar
pembelian/penerimaan, buku catatan barang-barang yang pecah/rusak/hilang
dan habis, serta buku harian.
5. Penyaluran
Penyaluran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk pemindahan barang
dan tanggungjawab pengelolaan barang dari seseorang kepada orang lain, atau dari
unit kerja kepada unit kerja yang lain. Kegiatan penyaluran barang yang baik
14
Abdurrohman, Mizan, and Noviani, “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.”
15
Hari Suwignyo, “Pentingnya Inventarisasi Sarana Dan Prasarana Dalam Pendidikan,” Lentera Karya: Jurnal
Ilmiah Pendidikan 6, no. 2 (2022): 33–38.
10
meliputi, penyusunan alokasi, dilakukan untuk menghindari pemborosan dalam
pendistribusian barang sehingga merata dan seimbang dengan kebutuhan,
pengiriman barang yang dilakukan dari pusat-pusat penyaluran barang dan
penyerahan barang.
6. Pemanfaatan dan pemeliharaan
Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang harus
dilaksanakan oleh pimpinan organisasi. Berkaitan dengan sarana prasarana
pendidikan di sekolah, perlu adanya kontrol baik dalam pemeliharaan atau
pemberdayaan. Pengawasan terhadap sarana prasarana pendidikan disekolah
merupakan usaha yang ditempuh oleh pimpinan dalam membantu personil sekolah
untuk menjaga atau memelihara dan memanfaatkan sarana prasarana sekolah
dengan sebaik mungkin demi keberhasilan proses pembelajaran disekolah.16
Pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana disekolah merupakan aktivitas
yang harus dijalankan untuk menjaga agar perlengkapan yang dibutuhkan oleh
personil sekolah dalam kondisi siap pakai. Kondisi siap pakai ini akan sangat
membantu terhadap kelancaran proses pembelajaran yang dilaksanakan disekolah.
Oleh karena itu, semua perlengkapan yang ada disekolah membutuhkan perawatan,
pemeliharaan dan pengawasan agar dapat diberdayakan dengan sebaik mungkin.
Pengurusan atau pemeliharaan sarana dan prasarana menjadi tanggung
jawab satuan pendidikan yang bersangkutan serta di lakukan secara berkala dan
berkesinambungan.17
7. Penghapusan
Proses penghapusan adalah suatu proses kegiatan yang bertujuan untuk
mengeluarkan atau menghapus daftar barang - barang milik negara dari daftar
inventaris negara berdasarkan peraturan perundang - undangan yang berlaku.18
Proses penghapusan sarana dan prasarana pendidikan biasanya dilakukan
pada aset yang berusia diatas lima tahun, namun masih dilihat kelayakannya untuk
digunakan. Jika masih layak digunakan akan tetap digunakan, tetapi jika kondisinya
16
M A Al Farizi, “Peranan Guru Dalam Administrasi Sarana Dan Prasarana Sekolah,” Universitas Lambung
Mangkurat (2021).
17
Prastyawan, “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan,” Al-Hikmah: Jurnal Studi Keislaman 6, no. 37–39
(2016).
18
Putri Hadiyatunnisa et al., “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Smp Negeri 2 Lubuk
Pakam” 3, no. 3 (2022), https://jurnal.asrypersadaquality.com/index.php/alittihadu.
11
sudah tidak layak pakai akan dilakukan penghapusan dengan terlebih dahulu
membuat berita acara penghapusan barang atau aset.
Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan perlengkapan, penghapusan
mempunyai arti19
:
a. Mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang jauh lebih besar.
b. Meringankan beban kerja inventarisasi karena banyaknya barang-barang yang
tinggal menyusut.
c. Membebaskan barang-barang dari tanggung jawab satuan organisasi atau
lembaga yang mengurusnya.
8. Pengawasan
Segala aktivitas Administrasi Fasilitas serta Prasarana Pembelajaran tidak
dapat jalan sendirinya tanpa pengendalian ataupun pengawasan, maksudnya adalah
tiap aktivitas individu harus ada monitoring.
Setiap kegitan masing-masing akan dikendalikan dan diawasi setiap saat
oleh pimpinan instansi pendidikan (Kepala Sekolah) serta diperhatikan kinerjanya
satu sama lain. Pengawasan dalam hal ini bukan suatu pengaturan yang kaku dan
akan membatasi ruang gerak masing-masing fungsi pengelolaan. Pengawasan
dalam hal ini merupakan koordinasi serta percepatan bagi seluruh fungsi
pengelolaan administrasi, sehingga pemborosan waktu, tenaga dan biaya dapat
dihindarkan.20
F. Peran Guru Dalam Pelaksanaan Administrasi Sarana dan Prasarana
Pendidikan
Berdasarkan kebijakan pemerintah mengenai pengelolaan sarana dan prasarana
sekolah termaktub dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 45 ayat (1)
yaitu: “setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan
prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan
perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan
peserta didik.”21
Peran guru dalam administrasi sarana dan prasarana pendidikan dimulai dengan
perencanaan, pemanfaataan, pemeliharaan, serta pengawasan penggunaan prasarana
dan sarana yang dimaksud. Adapun peran guru dalam administrasi sarana prasarana
19
Abdurrohman, Mizan, and Noviani, “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.”
20
Putri et al., “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.”
21
“Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional” (2003).
12
sekolah yaitu terlibat dalam perencanan pengadaan alat bantu pengajaran, terlibat
dalam pemanfaatan dan pemeliharaan alat bantu pengajaran yang digunakan guru dan
melakukan pengawasan dalam penggunaan alat praktek oleh siswa.22
Sebagai pelaksana tugas pendidikan,guru mempunyai adil dalam administrasi
sarana dan prasarana seperti berhubungan dengan sarana pengajaran yaitu media
pembelajaran,alat pelajaran,alat peraga dan lain – lain.guru harus aktif mengikuti
perkembangan zaman agar tidak gagap teknologi. Guru juga harus terus belajar
memahami dan memndalami administrasi sarana dan prasarana agar terwujudnya
tujuan pendidikan nasional.23
Beberapa peran guru dalam administrasi sarana prasarana sekolah:
1. Guru harus merencanakan pengadaan sarana dan prasaran sesuai dengan kebutuhan
proses yang dibutuhkan dalam pendidikan.
2. Guru harus dapat memanfaatkan segala sarana dan prasarana seoptimal mungkin.
3. Guru harus dapat bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sarana
dan prasarana.
4. Terlibat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan alat bantu pengajaran yang
digunakan guru.
5. Menyusun daftar kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan untuk mata pelajaran
yang diampunya,
6. Memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan secara kreatif dan inovatif dalam
proses pembelajaran,
7. Merawat dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar tetap dalam kondisi
baik.
8. Pengawasan dalam penggunaan alat praktek oleh siswa.24
22
Muhammad Rival, Tahapan Peranan Tenaga Pendidikan Dan Guru Terhadap Administrasi Sarana Dan
Prasarana Di Sekolah, n.d.
23
Dyah Nurul Qadri Siregar and Hade Afriansyah, “Administrasi Sarana Prasarana Pendidikan” (n.d.).
24
Ibid.
13
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan adalah keseluruhan prosedur
yang disengaja, direncanakan, dan diupayakan dengan sungguh-sungguh, serta
pengembangan objek pendidikan yang berkelanjutan agar senantiasa siap pakai (ready
for use) dalam proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran semakin efektif dan
efisien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Macam-macam sarana dan prasarana pendidikan yaitu: 1) Berdasarkan jenisnya
ada fasilitas fisik dan non fisik; 2) Berdasarkan sifatnya ada barang yang habis pakai
dan barang yang tidak habis pakai. Sedangkan jenis prasarana pendidikan di sekolah
bisa diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu: Prasarana pendidikan yang secara
langsung digunakan untuk proses belajar mengajar dan Prasarana sekolah yang
keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar secara langsung.
Tujuan dari administrasi sarana dan prasarana pendidikan yaitu agar dapat
memberikan kontribusi yang optimal dan professional (yang berkaitan dengan sarana
dan prasarana) terhadap proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan.
Administrasi sarana dan prasarana pendidikan memiliki fungsi sebagai berikut:
Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang diperlukan dalam
proses belajar mengajar, Mempermudah pemahaman peserta didik tentang materi yang
disampaikan dengan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan, Menciptakan
suasana pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas serta menyenangkan.
Proses administrasi sarana dan prasarana dimulai melalui proses perencanaan,
pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, penyaluran, pemanfaatan dan pemeliharaan,
penghapusan, dan pengawasan.
Peran guru dalam administrasi sarana dan prasarana pendidikan dimulai dengan
perencanaan, pemanfaataan, pemeliharaan, serta pengawasan penggunaan prasarana
dan sarana yang dimaksud. Adapun peran guru dalam administrasi sarana prasarana
sekolah yaitu terlibat dalam perencanan pengadaan alat bantu pengajaran, terlibat
dalam pemanfaatan dan pemeliharaan alat bantu pengajaran yang digunakan guru dan
melakukan pengawasan dalam penggunaan alat praktek oleh siswa.
14
B. Saran
Kami menyadari bahwa makalah ini banyak sekali kesalahan dan sangat jauh
dari kesempurnaan. Tentunya, penulis akan terus memperbaiki makalah dengan
mengacu pada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan nantinya. Oleh karena itu,
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran tentang pembahasan makalah diatas.
15
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrohman, Muhammad, Insanul Mizan, and Dwi Noviani. “Administrasi Sarana Dan
Prasarana Pendidikan.” Jurbisman: Jurnal Bisnis Manajemen 1, no. 2 (2023): 568–574.
Annisa. “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana.” Universitas Negeri Padang, no.
18029105 (2020): 1–20.
Asyari, Daniar, Ratih Setiawati, Yunita Yasmin Istiqomah, and Husen Windayana.
“Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Sekolah Di Masa Pandemi Covid-19.” Aulad :
Journal on Early Childhood 4, no. 3 (2021): 230–234.
Bararah, Isnawardatul. “Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan
Kualitas Pembelajaran.” Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama
Islam 10, no. 2 (2020): 351–370.
Farizi, M A Al. “Peranan Guru Dalam Administrasi Sarana Dan Prasarana Sekolah.”
Universitas Lambung Mangkurat (2021).
Faudillah, Annisa Nur, Armanila, Aulia Fitriani Munthe, and Rizka Khairi. “Pentingnya
Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.” Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial
Humaniora 1, no. 4 (2022): 186–195.
Hadiyatunnisa, Putri, Amelia Tri Andini, Dinda Hermaliya, and Hairullah. “Proses
Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Smp Negeri 2 Lubuk Pakam” 3, no. 3
(2022). https://jurnal.asrypersadaquality.com/index.php/alittihadu.
Hasbiyallah, H, and I Mahlil Nurul Ihsan. Administrasi Pendidikan Perspektif Ilmu Pendidikan
Islam. Edited by Ima Malihah. Administrasi Pendidikan. Juni 2019. Bandung, 2019.
http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/24690.
Ma’rifah. “Pelaksanaan Administrasi Sarana Dan Prasarana Dalam Menunjang Keberhasilan
Pendidikan Di SLTP Islam Al-Azhar 3 Bintaro.” Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
2003.
Malau, Tiarma Fitri, Kurnia Novita Harianja, Yesiana Simarmata, and Helena Turnip.
“Pentingnya Administrasi Sarana Dan Prasaran Pendidikan.” Dewantara : Jurnal
Pendidikan Sosial Humaniora 1, no. 4 (2022): 186–195.
Muhammad Rival. Tahapan Peranan Tenaga Pendidikan Dan Guru Terhadap Administrasi
16
Sarana Dan Prasarana Di Sekolah, n.d.
Nur Saidah. “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana.” Universitas Negeri Padang (2020):
1–20. https://osf.io/vmbzq/download/?format=pdf.
Nurqomah, Resty. “Proses Administrasi Pada Bidang Pendidikan Sarana Dan Prasarana Di
Sekolah,” no. November (2022). https://www.researchgate.net/publication/355872013.
Prastyawan. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan.” Al-Hikmah: Jurnal Studi
Keislaman 6, no. 37–39 (2016).
Putri, Saskia Azhara, Sakban, Dwi Yana Alidia Fitri, Reni Ramita Sari, Firly Fadila Julita, and
Alvi Mahesa. “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.” Student Research
Journal 2, no. 1 (2024): 253–263.
Siregar, Dyah Nurul Qadri, and Hade Afriansyah. “Administrasi Sarana Prasarana Pendidikan”
(n.d.).
Suwignyo, Hari. “Pentingnya Inventarisasi Sarana Dan Prasarana Dalam Pendidikan.” Lentera
Karya: Jurnal Ilmiah Pendidikan 6, no. 2 (2022): 33–38.
“Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional” (2003).

Kel.5_Administrasi._Sarpras_Pendidikan.pdf

  • 1.
    ADMINISTRASI SARANA DANPRASARANA Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Administrasi Pendidikan Dosen Pengampu: Yayan Andrian, S. Ag., M. ED. MGMT. Disusun Oleh: Kelompok 5 Kelas 6E 1. Isnaini Aggie Az Zahra (213111171/ PAI 6E) 2. Febri Ana Khoirun Nisa (213111172/ PAI 6E) 3. Siti Muyawaroh (213111174/ PAI 6E) HALAMAN JUDUL PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN MAS SAID SURAKARTA TAHUN 2024
  • 2.
    ii KATA PENGANTAR Alhamdulillah, sebuahkata yang selalu terucap dari lisan kita menunjukkan rasa syukur terhadap nikmat-nikmatnya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada uswatun khasanah kita Nabi Muhammad SAW kepada keluarganya, para sahabat, serta pengikutnya dan semoga kita merupakan pengikutnya yang setia dan mendapatkan syafa’at dari baginda SAW. Pada bulan Romadhon ini Alhamdulillah kami berhasil menyelesaikan penyusunan makalah kami dengan judul “Administrasi Sarana dan Prasarana”. Dengan penuh harap semoga makalah ini bisa menjadi sarana untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca dan menjadi sebuah bahan diskusi yang menhasilkan pemikiran baru dan solusi bagi setiap permasalahan Makalah ini jauh dari kata sempurna, kami sangat menerima kritik saran yang membangun guna dijadikan bahan evaluasi bagi kami kedepannya. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dan meridhoi segala usaha yangkita lakukan, Amiinn. Sukoharjo, 31 Maret 2024 Penyusun
  • 3.
    iii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL..................................................................................................................i KATA PENGANTAR ................................................................................................................ii DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii BAB I.........................................................................................................................................1 PENDAHULUAN .....................................................................................................................1 A. Latar Belakang................................................................................................................1 B. Rumusan Masalah...........................................................................................................2 C. Tujuan Penulisan.............................................................................................................2 BAB II........................................................................................................................................3 PEMBAHASAN........................................................................................................................3 A. Pengertian Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan............................................3 B. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan.........................................................4 C. Tujuan Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan..................................................6 D. Fungsi-Fungsi Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan......................................6 E. Proses Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan ..................................................7 F. Peran Guru Dalam Pelaksanaan Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan ........11 BAB III ....................................................................................................................................13 PENUTUP................................................................................................................................13 A. Kesimpulan ...................................................................................................................13 B. Saran .............................................................................................................................14 DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................15
  • 4.
    1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Pendidikan sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Pada realitanya Pendidikan tidak hanya untuk mempersiapkan bekal masa depan saja. Akan tetapi Pendidikan sudah menjadi kebutuhan bagi manusia, sehingga Pendidikan akan sangat berarti bagi kelangsungan hidup manusia. Dan pembelajaran ialah tolak ukur untuk suatu negeri apakah negeri tersebut maju dalam pola pikir ataupun tidak.1 Hingga dari itu pengelolaannya wajib dikelola secara baik serta benar, salah satu diantaranya yang sangat berarti merupakan administrasi fasilitas serta prasarana dalam bidang pembelajaran. Administrasi sarana dan prasarana pendidikan hal yang sangat menunjang bagi tercapainya tujuan dari pendidikan. Proses belajar mengajar akan semakin sukses bila sarana dan prasarana pendidikan memadai. Administrasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan hal yang sangat menunjang bagi tercapainya tujuan dari pendidikan.Untuk itu sarana dan prasarana pendidikan sangat diharapkan tersedia dengan baik sesuai yang dibutuhkan untuk PBM (Proses Belajar dan Mengajar).2 Pengelolaan sarana dan prasaran merupakan salah satu bagian penting bagi sebuah instansi. Apalagi jika instansi tersebut juga mendapatkan bantuan dari pemerintah, maka administrasi sarana dan prasarana menjadi bagian vital, termasuk bagi instansi pendidikan yang dalam hal ini adalah sekolah. Demi menjaga sarana dan prasarana agar tetap bisa memberikan pelayanan yang maksimal haruslah ada pengelolaan di dalamnya. Dalam administrasi sarana dan prasarana, terdapat pelaksanaan pemeliharaan sarana dan prasarana. Pemeliharaan ini berguna untuk menjaga kualitas dan memaksimalkan usia dari sarana dan prasarana di sebuah sekolah. Sarana dan prasarana akan mengalami penurunan drastis jika tidak dilakukan Upaya pemeliharaan secara baik dan optimal. Sehingga pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana di sekolah harus dilakukan untuk meminimalisir 1 Resty Nurqomah, “Proses Administrasi Pada Bidang Pendidikan Sarana Dan Prasarana Di Sekolah,” no. November (2022), https://www.researchgate.net/publication/355872013. 2 Saskia Azhara Putri et al., “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan,” Student Research Journal 2, no. 1 (2024): 253–263.
  • 5.
    2 kerusakan dan menjagaketahanan suatu sarana agar mampu bertahan lama dalam keadaan baik dan selalu siap untuk digunakan. B. Rumusan Masalah 1. Apa pengertian dari Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan? 2. Apa saja macam-macam dari sarana dan prasarana pendidikan? 3. Apa saja tujuan dari Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan? 4. Apa saja fungsi-fungsi dari Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan? 5. Bagaimana proses dari Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan? 6. Bagaimana peran guru dalam Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan? C. Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui pengertian Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan 2. Untuk mengetahui macam-macam dari sarana dan prasarana pendidikan 3. Untuk mengetahui apa saja tujuan dari Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan 4. Untuk mengetahui fungsi-fungsi Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan 5. Untuk mengetahui proses Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan 6. Untuk mengetahui peran guru dalam Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan.
  • 6.
    3 BAB II PEMBAHASAN A. PengertianAdministrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Menurut kamus besar Bahasa Indonesia sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan. Sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. Sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien. Oleh karena itu, apabila dimanfaatkan dengan baik oleh para pendidik yang bersangkutan, fasilitas pendidikan akan berperan positif. Sarana dan prasarana merupakan peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dalam proses belajar mengajar, seperti gedung, ruang kelas, kursi, meja, serta media pengajaran. Adapun sarana dan prasarana pendidikan merupakan fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya proses pengajaran, seperti halaman, taman sekolah, kebun, dan jalan menuju sekolah. Berdasarkan beberapa definisi penjabaran mengenai sarana dan prasarana dapat disimpulkan bahwa pengelolaan dalam sarana dan prasarana memiliki peran penting dalam menunjang kegiatan pembelajaran di sekolah. Semua sarana dan prasarana belajar di sekolah harus dikelola dengan sebaik mungkin secara berkelanjutan agar memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah, karena sarana dan prasarana belajar merupakan hal yang dapat menentukan keberhasilan proses pembelajaran.3 Dapat disimpulkan bahwa Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan adalah keseluruhan prosedur yang disengaja, direncanakan, dan diupayakan dengan sungguh-sungguh, serta pengembangan objek pendidikan yang berkelanjutan agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran semakin efektif dan efisien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan4 . Sarana pendidikan umumnya mencakup semua fasilitas yang digunakan secara langsung untuk menunjang proses Pendidikan, contohnya antara lain: gedung, ruang belajar/kelas, bahan atau media pembelajaran, meja, kursi, dan sebagainya. Sedangkan 3 Daniar Asyari et al., “Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Sekolah Di Masa Pandemi Covid-19,” Aulad : Journal on Early Childhood 4, no. 3 (2021): 230–234. 4 Annisa, “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana,” Universitas Negeri Padang, no. 18029105 (2020): 1–20.
  • 7.
    4 prasarana adalah yangsecara tidak langsung menunjang jalannya proses pendidikan,seperti: halaman,kebun/taman sekolah,jalan menuju ke sekolah. B. Macam-Macam Sarana dan Prasarana Pendidikan Sarana dan prasarana dapat diartikan sebagai fasilitas yaitu segala sesuatu yang dapat memudahkan dan melancarkan sesuatu usaha yang dapat berupa benda maupun uang. Jadi dalam hal ini fasilitas dapat disamakan dengan sarana. Sarana pendidikan terdiri dari tiga kelompok besar yaitu: bangunan dan perabot sekolah, alat pelajaran yang terdiri, pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium, dan media pendidikan yang dapat di kelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. Macam-macam fasilitas pendidikan dapat ditinjau dari jenis atau sifatnya yaitu: 1. Ditinjau dari jenisnya: a. Fasilitas fisik: yakni segala sesuatu yang berupa benda atau dapat yang dapat di bendakan, yang mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan sesuatu usaha. Fasilitas fisik juga disebut fasilitas materil. Contoh: kendaraan, alat tulis, alat komunikasi, dan sebagainya. Dalam dunia pendidikan yang tergolong dalam fasilitas materil antara lain: (a) prabotan ruang kelas, (b) prabotan kantor TU, (c) prabotan laboratorium, perpustakaan dan ruang praktek yang lain, (d) alat pelajaran, dan (e) media pendidikan dan lain-lain b. Fasilitas uang, yaitu segala sesuatu yang bersifat mempermudah suatu kegiatan sebagai akibat bekerjanya nilai uang (Arikunto, 1987:6-7). Menurut Nawawi (1981:25), menjelaskan bahwa: “Sarana pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam, yaitu ditinjau dari sudut habis tidaknya dipakai, bergerak tidaknya pada saat digunakan, dan hubungannya dengan proses belajar mengajar”. 2. Ditinjau dari sifat barangnya benda-benda pendidikan dapat dibedakan menjadi:5 a. Barang habis pakai ialah barang yang susut volumenya pada waktu dipergunakan dan dalam jangka waktu tertentu barang tersebut dapat susnt terus sampai habis atau tidak bertungsi lagi seperti kapur tulis, tiota, kertas, spidol, 5 Ma’rifah, “Pelaksanaan Administrasi Sarana Dan Prasarana Dalam Menunjang Keberhasilan Pendidikan Di SLTP Islam Al-Azhar 3 Bintaro,” Skripsi (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2003).
  • 8.
    5 penghapus, sapu dansebagainya (Keputusan Menteri Keuangan No 225/MK1V/1971 tanggall3 April 1971). b. Barang tak habis pakai adalah barang-barang yang dapat dipakai berulang kali serta tidak susut volumenya semasa digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama, tetapi tetap memerlukan perawatan agar selalu siap pakai untuk pelaksanaan tugas seperti mesin tulis, komputer, mesin stensil, kendaraan, perabot, media pendidikan dan sebagainya. Sedangkan jenis prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu6 : 1. Prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktik keterampilan dan ruang laboratorium 2. Prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar. Sebagai contohnya adalah ruang kantor, kantin, tanah, jalan menuju sekolah, kamar kecil, ruang usaha kesehatan sekolah, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan tempat parkir kendaraan. Sarana pendidikan bila ditinjau dari fungsi dan peranannya dalam dalam proses belajar mengajar, maka sarana pendidikan dapat dibedakan menjadi: 1. Alat pelajaran, alat pelajaran adalah alat yang idigunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar, misalnya: buku, alat peraga, alat tulis, dan alat praktik. 2. Alat peraga, alat peraga adalah alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa benda-benda yang imudah memberi pengertian kepada anak didik berturut- turut dari yang abstrak sampai dengan yang konkret. 3. Media pengajaran, media pengajaran adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar, untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan. Ada tiga jenis media, yaitu: media audio, media visual, dan media audio visual.7 6 Isnawardatul Bararah, “Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran,” Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 10, no. 2 (2020): 351–370. 7 H Hasbiyallah and I Mahlil Nurul Ihsan, Administrasi Pendidikan Perspektif Ilmu Pendidikan Islam, ed. Ima Malihah, Administrasi Pendidikan, Juni 2019. (Bandung, 2019), http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/24690.
  • 9.
    6 C. Tujuan AdministrasiSarana dan Prasarana Pendidikan Pada dasarnya administrasi sarana dan prasarana pendidikan memiliki beberapa tujuan yang harus diketahui yaitu sebagai berikut8 : a. Menciptakan sekolah atau madrasah yang bersih, rapi, indah, sehingga menyenangkan bagi warga sekolah atau madrasah. b. Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai baik secara kuantitatis maupun kualitatif dan relevan dengan kepentingan pendidikan. Selain itu, tujuan manajemen sarana dan prasarana pendidikan sebagai berikut : a. Untuk mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan melalui sistem perencanaan dan pengadaan secara hati-hati dan saksama, sehingga sekolah atau madrasah memiliki sarana dan prasarana yang baik sesuai dengan kebutuhan dana yang efisien. b. Untuk mengupayakan pemakaian sarana dan prasarana sekolah itu harus secara tepat dan efisien. c. Untuk mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikana secara teliti dan tepat, sehingga keberadaan sarana dan prasarana tersebut akan selalu dalam keadaan siap pakai ketika akan digunakan atau diperlukan. Jadi, tujuan dari administrasi sarana dan prasarana pendidikan yaitu agar dapat memberikan kontribusi yang optimal dan professional (yang berkaitan dengan sarana dan prasarana) terhadap proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. D. Fungsi-Fungsi Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Administrasi sarana dan prasarana Pendidikan memiliki fungsi yang sangat penting untuk menciptakan dan memelihara kondisi sekolah yang optimal. Dikdasmen Depdikbud (1997:7) menyatakan bahwa peranan sarana pendidikan berupa alat bantu pembelajaran, alat peraga, dan media pendidikan sangat menentukan untuk mencapai tujuan pendidikan. Sarana dan Prasarana Pendidikan secara langsung mempengaruhi bagaimana siswa belajar di kelas, mempercepat dan mempermudah proses transfer informasi dari 8 Tiarma Fitri Malau et al., “Pentingnya Administrasi Sarana Dan Prasaran Pendidikan,” Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora 1, no. 4 (2022): 186–195.
  • 10.
    7 guru ke siswa.9 Selainuntuk mempermudah dan menciptakan kegiatan pembelajaran yang baik, administrasi sarana dan prasarana pendidikan memiliki fungsi sebagai berikut10 : 1. Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang diperlukan dalam proses belajar mengajar. 2. Memelihara agar tugas-tugas peserta didik yang diberikan oleh pendidik dapat terlaksanakan dengan lancer dan optimal. 3. Mempermudah pemahaman peserta didik tentang materi yang disampaikan dengan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan yang tepat dalam proses pembelajaran 4. Menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas serta menyenangkan. E. Proses Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Dalam administrasi sarana dan prasarana pendidikan terdapat beberapa tahapan atau proses administrasi sarana dan prasarana disekolah. Proses administrasi sarana dan prasarana dimulai melalui proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, penyaluran, pemanfaatan dan pemeliharaan, penghapusan, dan pengawasan. 1. Perencanaan Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan adalah suatu proses menganalisa dan menetapkan kebutuhan yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Suatu kegiatan administrasi yang baik harus diawali dengan suatu perencanaan yang matang dan baik dilaksanakan demi menghindari kesalahan dan kegagalan yang tidak diingkan. Dalam penyusunan perencanaan dapat ditempuh beberapa cara, diantaranya11 : 1) Analisis kebutuhan, yakni kegiatan untuk mendapatkan informasi mengenai jenis, jumlah, dan kualitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh sekolah. 2) Mengumpulkan data dan informasi mengenai sarana dan prasarana yang ada. 9 Annisa Nur Faudillah et al., “Pentingnya Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan,” Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora 1, no. 4 (2022): 186–195. 10 Muhammad Abdurrohman, Insanul Mizan, and Dwi Noviani, “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan,” Jurbisman: Jurnal Bisnis Manajemen 1, no. 2 (2023): 568–574. 11 Nur Saidah, “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana,” Universitas Negeri Padang (2020): 1–20, https://osf.io/vmbzq/download/?format=pdf.
  • 11.
    8 3) Penyusunan rencanakebutuhan sarana dan prasarana pendidikan. 2. Pengadaan Pengadaan merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk merealisasikan atau mewujudkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan sesuai dengan rencana yang telah disusun yang dimuat dalam usulan kebutuhan barang, baik melalui pembelian, hibah, hadiah, menyewa, dan sebagainya.12 Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan sebagai berikut13 : Pengadaan tanah, dilaksanakan dengan cara membeli, menerima hibah,menerima hak pakai atau menukar. 1) Pengadaan bangunan, dilaksanakan dengan mendirikan bangunan baru,membeli, menyewa, menerima hibah atau menukar. 2) Pengadaan perabot, dilakukan dengan membeli, membuat sendiri atau menerima bantuan dari donator seperti BP3. 3) Pengadaan Kendaraan, pengadaan kendaraan untuk sekolah telah dilakukan oleh pemerintah pusat. 4) Pengadaan sarana Pendidikan (alat pelajaran, alat peraga, media pembelajaran), Alat Kantor (mesin ketik, mesin hitung dan sebagainya) dan Alat Tulis Kantor (kertas, tinta, map dan sebagainya) diadakan sesuai ketentuan yang berlaku, yaitu dengan jumlah besar tertentu melalui lelang/tender melalui rekanan. Pengadaan buku-buku atau benda-benda grafis lainnya dapat diadakan dengan membuat sendiri, menerima bantuan, hadiah, hibah. 3. Penyimpanan Penyimpanan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menampung barang milik kekayaan negara atau unit kerja berdasarkan hasil dari pengadaan, pada tempat atau wadah tertentu yang biasanya disebut dengan gudang dengan pedoman aturan dan ketentuan yang berlaku. Proses penyimpanan ini dilakukan untuk menjaga keamanan sarana dan prasarana yang telah ada ataupun yang baru dibeli. 4. Inventarisasi 12 Putri Hadiyatunnisa, Amelia Tri Andini, Dinda Hermaliya, dan Hairullah, “Proses Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Di SMP Negeri 2 Lubuk Pakam”, Jurnal Pendidikan, Vol. 3, No. 3 (Juni 2022), 219. 13 Muhammad Abdurrohman, Insanul Mizan, dan Dwi Noviani, “Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan”, Jurnal Bisnis Manajemen, Vol. 1, No. 2 (Juni 2023), 571
  • 12.
    9 Inventarisasi adalah kegiatanmencatat dan menyusun daftar barang-barang yang ada secara teratur menurut ketentuan yang berlaku.14 Inventarisasi dilakukan untuk penyempurnaan pengurusan dan pengawasan yang efektif terhadap barang- barang milik negara (atau swasta), dan juga memberikan masukan bagi efektivitas pengelolaan sarana dan prasarana. Secara khusus, inventarisasi dilakukan dengan tujuan-tujuan sebagai berikut: a. Untuk menjaga dan menciptakan tertib administrasi sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah. b. Untuk menghemat keuangan sekolah baik dalam pengadaan maupun untuk pemeliharaan dan penghapusan sarana dan prasarana sekolah. c. Sebagai bahan atau pedoman untuk menghitung kekayaan suatu sekolah dalam bentuk materil yang dapat dinilai dengan uang. d. Untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian sarana dan prasarana yang dimiliki oleh suatu sekolah. Dalam kegiatan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan di sekolah yang harus dilakukan oleh pengelola sarana dan prasarana pendidikan meliputi15 : a. Pencatatan sarana dan prasarana sekolah dapat dilakukan di dalam buku penerimaan barang, buku inventaris, buku (kartu) stok barang; b. Pembuatan kode khusus untuk perlengkapan yang tergolong barang inventaris; c. Semua perlengkapan pendidikan di sekolah yang tergolong barang inventaris harus dilaporkan. Untuk keperluan administrasi diperlukan beberapa buku antara lain buku stok (buku induk), buku kumpulan daftar pembelian/penerimaan, buku catatan barang-barang yang pecah/rusak/hilang dan habis, serta buku harian. 5. Penyaluran Penyaluran merupakan kegiatan yang dilakukan untuk pemindahan barang dan tanggungjawab pengelolaan barang dari seseorang kepada orang lain, atau dari unit kerja kepada unit kerja yang lain. Kegiatan penyaluran barang yang baik 14 Abdurrohman, Mizan, and Noviani, “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.” 15 Hari Suwignyo, “Pentingnya Inventarisasi Sarana Dan Prasarana Dalam Pendidikan,” Lentera Karya: Jurnal Ilmiah Pendidikan 6, no. 2 (2022): 33–38.
  • 13.
    10 meliputi, penyusunan alokasi,dilakukan untuk menghindari pemborosan dalam pendistribusian barang sehingga merata dan seimbang dengan kebutuhan, pengiriman barang yang dilakukan dari pusat-pusat penyaluran barang dan penyerahan barang. 6. Pemanfaatan dan pemeliharaan Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang harus dilaksanakan oleh pimpinan organisasi. Berkaitan dengan sarana prasarana pendidikan di sekolah, perlu adanya kontrol baik dalam pemeliharaan atau pemberdayaan. Pengawasan terhadap sarana prasarana pendidikan disekolah merupakan usaha yang ditempuh oleh pimpinan dalam membantu personil sekolah untuk menjaga atau memelihara dan memanfaatkan sarana prasarana sekolah dengan sebaik mungkin demi keberhasilan proses pembelajaran disekolah.16 Pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana disekolah merupakan aktivitas yang harus dijalankan untuk menjaga agar perlengkapan yang dibutuhkan oleh personil sekolah dalam kondisi siap pakai. Kondisi siap pakai ini akan sangat membantu terhadap kelancaran proses pembelajaran yang dilaksanakan disekolah. Oleh karena itu, semua perlengkapan yang ada disekolah membutuhkan perawatan, pemeliharaan dan pengawasan agar dapat diberdayakan dengan sebaik mungkin. Pengurusan atau pemeliharaan sarana dan prasarana menjadi tanggung jawab satuan pendidikan yang bersangkutan serta di lakukan secara berkala dan berkesinambungan.17 7. Penghapusan Proses penghapusan adalah suatu proses kegiatan yang bertujuan untuk mengeluarkan atau menghapus daftar barang - barang milik negara dari daftar inventaris negara berdasarkan peraturan perundang - undangan yang berlaku.18 Proses penghapusan sarana dan prasarana pendidikan biasanya dilakukan pada aset yang berusia diatas lima tahun, namun masih dilihat kelayakannya untuk digunakan. Jika masih layak digunakan akan tetap digunakan, tetapi jika kondisinya 16 M A Al Farizi, “Peranan Guru Dalam Administrasi Sarana Dan Prasarana Sekolah,” Universitas Lambung Mangkurat (2021). 17 Prastyawan, “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan,” Al-Hikmah: Jurnal Studi Keislaman 6, no. 37–39 (2016). 18 Putri Hadiyatunnisa et al., “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Smp Negeri 2 Lubuk Pakam” 3, no. 3 (2022), https://jurnal.asrypersadaquality.com/index.php/alittihadu.
  • 14.
    11 sudah tidak layakpakai akan dilakukan penghapusan dengan terlebih dahulu membuat berita acara penghapusan barang atau aset. Sebagai salah satu fungsi dari pengelolaan perlengkapan, penghapusan mempunyai arti19 : a. Mencegah atau sekurang-kurangnya membatasi kerugian yang jauh lebih besar. b. Meringankan beban kerja inventarisasi karena banyaknya barang-barang yang tinggal menyusut. c. Membebaskan barang-barang dari tanggung jawab satuan organisasi atau lembaga yang mengurusnya. 8. Pengawasan Segala aktivitas Administrasi Fasilitas serta Prasarana Pembelajaran tidak dapat jalan sendirinya tanpa pengendalian ataupun pengawasan, maksudnya adalah tiap aktivitas individu harus ada monitoring. Setiap kegitan masing-masing akan dikendalikan dan diawasi setiap saat oleh pimpinan instansi pendidikan (Kepala Sekolah) serta diperhatikan kinerjanya satu sama lain. Pengawasan dalam hal ini bukan suatu pengaturan yang kaku dan akan membatasi ruang gerak masing-masing fungsi pengelolaan. Pengawasan dalam hal ini merupakan koordinasi serta percepatan bagi seluruh fungsi pengelolaan administrasi, sehingga pemborosan waktu, tenaga dan biaya dapat dihindarkan.20 F. Peran Guru Dalam Pelaksanaan Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Berdasarkan kebijakan pemerintah mengenai pengelolaan sarana dan prasarana sekolah termaktub dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 45 ayat (1) yaitu: “setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan kejiwaan peserta didik.”21 Peran guru dalam administrasi sarana dan prasarana pendidikan dimulai dengan perencanaan, pemanfaataan, pemeliharaan, serta pengawasan penggunaan prasarana dan sarana yang dimaksud. Adapun peran guru dalam administrasi sarana prasarana 19 Abdurrohman, Mizan, and Noviani, “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.” 20 Putri et al., “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.” 21 “Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional” (2003).
  • 15.
    12 sekolah yaitu terlibatdalam perencanan pengadaan alat bantu pengajaran, terlibat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan alat bantu pengajaran yang digunakan guru dan melakukan pengawasan dalam penggunaan alat praktek oleh siswa.22 Sebagai pelaksana tugas pendidikan,guru mempunyai adil dalam administrasi sarana dan prasarana seperti berhubungan dengan sarana pengajaran yaitu media pembelajaran,alat pelajaran,alat peraga dan lain – lain.guru harus aktif mengikuti perkembangan zaman agar tidak gagap teknologi. Guru juga harus terus belajar memahami dan memndalami administrasi sarana dan prasarana agar terwujudnya tujuan pendidikan nasional.23 Beberapa peran guru dalam administrasi sarana prasarana sekolah: 1. Guru harus merencanakan pengadaan sarana dan prasaran sesuai dengan kebutuhan proses yang dibutuhkan dalam pendidikan. 2. Guru harus dapat memanfaatkan segala sarana dan prasarana seoptimal mungkin. 3. Guru harus dapat bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sarana dan prasarana. 4. Terlibat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan alat bantu pengajaran yang digunakan guru. 5. Menyusun daftar kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan untuk mata pelajaran yang diampunya, 6. Memanfaatkan sarana dan prasarana pendidikan secara kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran, 7. Merawat dan menjaga sarana dan prasarana pendidikan agar tetap dalam kondisi baik. 8. Pengawasan dalam penggunaan alat praktek oleh siswa.24 22 Muhammad Rival, Tahapan Peranan Tenaga Pendidikan Dan Guru Terhadap Administrasi Sarana Dan Prasarana Di Sekolah, n.d. 23 Dyah Nurul Qadri Siregar and Hade Afriansyah, “Administrasi Sarana Prasarana Pendidikan” (n.d.). 24 Ibid.
  • 16.
    13 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan AdministrasiSarana dan Prasarana Pendidikan adalah keseluruhan prosedur yang disengaja, direncanakan, dan diupayakan dengan sungguh-sungguh, serta pengembangan objek pendidikan yang berkelanjutan agar senantiasa siap pakai (ready for use) dalam proses pembelajaran sehingga proses pembelajaran semakin efektif dan efisien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Macam-macam sarana dan prasarana pendidikan yaitu: 1) Berdasarkan jenisnya ada fasilitas fisik dan non fisik; 2) Berdasarkan sifatnya ada barang yang habis pakai dan barang yang tidak habis pakai. Sedangkan jenis prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu: Prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar dan Prasarana sekolah yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar secara langsung. Tujuan dari administrasi sarana dan prasarana pendidikan yaitu agar dapat memberikan kontribusi yang optimal dan professional (yang berkaitan dengan sarana dan prasarana) terhadap proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Administrasi sarana dan prasarana pendidikan memiliki fungsi sebagai berikut: Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala kebutuhan yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, Mempermudah pemahaman peserta didik tentang materi yang disampaikan dengan menggunakan sarana dan prasarana pendidikan, Menciptakan suasana pembelajaran yang lebih bermakna dan berkualitas serta menyenangkan. Proses administrasi sarana dan prasarana dimulai melalui proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan, inventarisasi, penyaluran, pemanfaatan dan pemeliharaan, penghapusan, dan pengawasan. Peran guru dalam administrasi sarana dan prasarana pendidikan dimulai dengan perencanaan, pemanfaataan, pemeliharaan, serta pengawasan penggunaan prasarana dan sarana yang dimaksud. Adapun peran guru dalam administrasi sarana prasarana sekolah yaitu terlibat dalam perencanan pengadaan alat bantu pengajaran, terlibat dalam pemanfaatan dan pemeliharaan alat bantu pengajaran yang digunakan guru dan melakukan pengawasan dalam penggunaan alat praktek oleh siswa.
  • 17.
    14 B. Saran Kami menyadaribahwa makalah ini banyak sekali kesalahan dan sangat jauh dari kesempurnaan. Tentunya, penulis akan terus memperbaiki makalah dengan mengacu pada sumber yang dapat dipertanggungjawabkan nantinya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran tentang pembahasan makalah diatas.
  • 18.
    15 DAFTAR PUSTAKA Abdurrohman, Muhammad,Insanul Mizan, and Dwi Noviani. “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.” Jurbisman: Jurnal Bisnis Manajemen 1, no. 2 (2023): 568–574. Annisa. “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana.” Universitas Negeri Padang, no. 18029105 (2020): 1–20. Asyari, Daniar, Ratih Setiawati, Yunita Yasmin Istiqomah, and Husen Windayana. “Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Sekolah Di Masa Pandemi Covid-19.” Aulad : Journal on Early Childhood 4, no. 3 (2021): 230–234. Bararah, Isnawardatul. “Pengelolaan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran.” Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam 10, no. 2 (2020): 351–370. Farizi, M A Al. “Peranan Guru Dalam Administrasi Sarana Dan Prasarana Sekolah.” Universitas Lambung Mangkurat (2021). Faudillah, Annisa Nur, Armanila, Aulia Fitriani Munthe, and Rizka Khairi. “Pentingnya Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.” Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora 1, no. 4 (2022): 186–195. Hadiyatunnisa, Putri, Amelia Tri Andini, Dinda Hermaliya, and Hairullah. “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Smp Negeri 2 Lubuk Pakam” 3, no. 3 (2022). https://jurnal.asrypersadaquality.com/index.php/alittihadu. Hasbiyallah, H, and I Mahlil Nurul Ihsan. Administrasi Pendidikan Perspektif Ilmu Pendidikan Islam. Edited by Ima Malihah. Administrasi Pendidikan. Juni 2019. Bandung, 2019. http://digilib.uinsgd.ac.id/id/eprint/24690. Ma’rifah. “Pelaksanaan Administrasi Sarana Dan Prasarana Dalam Menunjang Keberhasilan Pendidikan Di SLTP Islam Al-Azhar 3 Bintaro.” Skripsi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2003. Malau, Tiarma Fitri, Kurnia Novita Harianja, Yesiana Simarmata, and Helena Turnip. “Pentingnya Administrasi Sarana Dan Prasaran Pendidikan.” Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora 1, no. 4 (2022): 186–195. Muhammad Rival. Tahapan Peranan Tenaga Pendidikan Dan Guru Terhadap Administrasi
  • 19.
    16 Sarana Dan PrasaranaDi Sekolah, n.d. Nur Saidah. “Proses Administrasi Sarana Dan Prasarana.” Universitas Negeri Padang (2020): 1–20. https://osf.io/vmbzq/download/?format=pdf. Nurqomah, Resty. “Proses Administrasi Pada Bidang Pendidikan Sarana Dan Prasarana Di Sekolah,” no. November (2022). https://www.researchgate.net/publication/355872013. Prastyawan. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Pendidikan.” Al-Hikmah: Jurnal Studi Keislaman 6, no. 37–39 (2016). Putri, Saskia Azhara, Sakban, Dwi Yana Alidia Fitri, Reni Ramita Sari, Firly Fadila Julita, and Alvi Mahesa. “Administrasi Sarana Dan Prasarana Pendidikan.” Student Research Journal 2, no. 1 (2024): 253–263. Siregar, Dyah Nurul Qadri, and Hade Afriansyah. “Administrasi Sarana Prasarana Pendidikan” (n.d.). Suwignyo, Hari. “Pentingnya Inventarisasi Sarana Dan Prasarana Dalam Pendidikan.” Lentera Karya: Jurnal Ilmiah Pendidikan 6, no. 2 (2022): 33–38. “Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional” (2003).