Etika Dan Moral
( Etika Profesi )
( 190721100006 )
Farhah
01
( 190721100016 )
Nailul Khomsiyah
02
( 190721100018 )
Moh. Nuzulur Rohman
03
Oleh
Kelompok 1
I
ETIKA
Pengertian Etika
Secara Umum
Jadi dapat ditarik kesimpulan
bahwasanya etika itu merupakan
tindakan atau perilaku baik buruknya
orang terhadap orang lain, yang
ditentukan oleh orang itu sendiri.
Kata etika berasal dari
bahasa Yunani yaitu “ ethos “ yang
dibentuk dari kata jamak yaitu “ ta etha
“ yang artinya kebiasaan. Menurut
sumaryo ( 1995 ) kata etika asalnya dari
Yunani yaitu “ ethos “ yang memiliki
makna atau arti adat istiadat yang baik.
etika juga bisa diartikan sebagai suatu
konsep karakter seseorang yang
diekspresikan melalui, nama baik dan
reputasi seseorang, jadi pada intinya
reputasi ataupun nama baik itu sendiri
akan menggambarkan ethos orang
tersebut.
Pengertian
Etika
Pengertian
Etika Secara
Islam
Etika dan moral merupakan bagian
dari islam yang dikenal dengan akhlak, hal ini
sudah dijelaskan dalam latar belakang
bahwasanya nilai dasar dalam islam dibagi
menjadi tiga bagian yaitu, aqidah ( keimanan
), syari’ah ( ibadah dan muamalah ), dan
akhlak ( perilaku manusia ).
Etika dalam islam dipandang
sangat penting dan sangat
dijunjung tinggi. Sehingga dari
penjelasan diatas dapat ditarik
kesimpulan bahwasanya etika
islam adalah bagian dari
akhlak yang mengatur dan
mengarahkan kehidupan
manusia melalui petunjuk dari
Allah SWT dan pedoman Al-
Qur’an atau hadist untuk
menuju keridhoan Allah SWT.
Tujuan
Etika
Selain itu tujuan mempelajari
etika adalah mempermudah terciptanya
kemistri antara hubungan manusia
dengan sesama manusianya. Sehingga
dalam hal tersebut dapat diartikan, jika
etika yang ada di dalam diri manusia
sudah mendarah daging, secara otomatis
kehidupan manusia baik individu maupun
kelompok akan saling menguntungkan.
Tujuan dari
mempelajari etika yaitu
memperoleh cita yang
sama bagi seluruh umat
manusia mengenai baik
buruknya tindakan yang
mereka lakukan.
KLASIFIKASI ETIKA
4
2
1 3
Etika
Deskriptif
Etika
Deontologi
Etika
Teleologi
5
Etika
Relatifisme
Etika
Normatif
Objek Etika
Etika memiliki dua objek, yaitu 1)
objek material, berupa perbuatan dan
tingkah laku manusia. 2) objek formal, yaitu
berupa baik buruknya tindakan yang
dilakukan oleh manusia.
Hal ini sama dengan apa yang
dikemukaan oleh Juhaya S. Praja
bahwasanya objek penyelidikan etika yaitu
pernyataan-pernyataan yang berkaitan
dengan moral, itulah mengapa moral dan
etika saling terikat. Menurut pendapat
Achmad Amin mengemukakan
bahwasanya suatu obyek etika adalah
perbuatan baik yang dilakukan oleh diri
sendiri atau karena pengaruh orang lain
yang didasari oleh kebabasan dan disertai
dengan niat.
Fungsi Etika
Rohaniawan Franz Magnis Suseno, menyatakan bahwa etika berfungsi membantu manusia mencari
orientasi yang dilakukan untuk menumbuhkan hubungan sesama manusia untuk berhadapan dengan moralitas
yang membingungkan. Berikut rincian fungsi etika :
1. Tempat untuk
menumbuhkan hubungan
antara manusia dengan
manusia lainnya.
2. meningkatkan
keterampilan dalam berpikir baik
menganalisis informasi atau sumber
lain secara kritis dan rasional.
3. berperilaku profesional
yang diperlukan dalam mengambil
suatu sikap yang wajar dalam
menghargai perbedaan
masyarakat.
Manfaat Etika
1 3 5
2 4
Dapat membantu suatu
pendirian yang beragam
dalam suatu pandangan
dan moral.
Dapat membedakan suatu hal
yang boleh dan tidak boleh
dikerjakan.
Dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan moralitas maupun sosial lainnya yang
yang menyebabkan masyarakat kebingungan
dengan pemikiran yang kritis atau sistematis.
Dapat berfikir dan bekerja dengan teratur (step by
step) sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang
dapat merugikan banyak orang.
Dapat memecahkan
masalah dengan sebenar-
benarnya bukan hanya
sekedar ingin tahu
M
O
R
A
L
Pengertian Moral
Secara Umum
Moral berasal dari bahasa latin yaitu “ mores “
yang berarti sila ataupun peraturan kehidupan. Moral harus
diterapkan dalam suatu masyarakat ataupun daerah. Moral
sedikit berbeda dengan etika, karena moral bukan milik
segelintir orang malainkan milik bersama . Perilaku moral
biasanya dikendalikan oleh konsep-konsep moral itu sendiri,
atau bisa juga moral dikendalikan oleh perilaku manusia
yang menjadi kebiasaan. Moral mengajarkan kepada
seseorang bagaimana cara untuk hidup, karena didalam
moral memuat pandangan mengenai nilai dan norma-norma
kehidupan . Sehingga dari penjelasan diatas dapat
disimpulkan bahwasanya moral adalah suatu nilai atau
karakter yang melekat pada seseorang, dimana nilai dan
karakter tersebut berkaitan dengan norma-norma,
pandangan, pendapat, kebiasaan, budi pekerti, dan baik
buruknya sebagai manusia
PENGERTIAN MORAL DALAM ISLAM
Didalam islam moral termasuk kedalam akhlak, pada kenyataanya
moral diukur dari perbuatan baik dan buruk. Jika hanya ingin menampakkan
moral baik maka moral tersebut harus dikembangkan. Moral yang baik
termasuk dalam moral islam, untuk mengembankannya harus melalui
pendidikan yang berbasis islam . Jadi dapat diambil kesimpulan bahwasanya,
moral dalam islam yaitu perilaku manusia secara tidak sadar atau muncul
secara otomatis berdasarkan kepatuhan dan kepasrahan kepada ketentuan
yang allah sudah tetapkan.
PENGENDALIAN MORAL
Pengendalian moral
merupakan kesadaran moral
yang dimana seseorang
tersebut mampu berperilaku
secara jujur, selalu bersabar
dan bersukur serta selalu
ikhlas. Untuk mengendalikan
moral setiap orang perlu
diadakannya pendidikan moral
yang diberikan, pendidikan
moral sangat penting untuk
menjaga diri orang tersebut
dari sifat angkuh dan sombong
terhadap orang lain.
Pendidikan moral juga dapat
diberikan dengan teori dan
edukasi dalam perubahan
masyarakat, seperti :
1. Menjaga genarasi sejak masa dini agar
terhindar dari berbagai penyelewengan jahiliah.
Hal ini bisa dilakukan dengan cara mendidik
sesuai perasaan dan pemikiran mereka dengan
tanda kutip harus sesuai fitrah, agar generasi
tersebut memiliki pondasi yang sangat kokoh
dan sempurna dimata masyarakat.
2. Karena pendidikan moral ini sudah
diberikan sejak dini, maka mereka
akan terbiasa untuk selalu
menanamkan nilai-nilai dan norma-
norma tentang moral, sehingga bisa
menjadi bekal ketika mereka sudah
dewasa.
3. Pendidikan yang diberikan harus
memiliki nilai positif, karena itu
penting untuk menjaga pola pikir
mereka tentang moral
Sumber-Sumber Ajaran Moral
Agama
Adat Istiada
dan Budaya
Hati Nurani
Sumber-sumber moral
disini mencangkup
tiga hal yaitu :
01 Kompetisi
02 Kehendak
03 Kebiasaan
Perilaku
Moral
Perilaku moral kata yang tidak
asing didengar oleh sebagian orang
seperti halnya kualitas moral intelektual
dan emosional yang baik timbul dalam
diri seseorang yang dididik dengan baik,
mereka juga memiliki kemungkinan
melakukan tindakan yang
secara pengetahuan dan
perasaan mereka merupakan
tindakan yang benar.
Tiga Aspek penggerak
perilaku moral yaitu :
Persamaan
dan
Perbedaan
Etika
dan
Moral
Persamaan Etika dan Moral
Secara konseptual etika dan moral memiliki
prinsip-prinsip yang sama, yaitu berkaitan dengan nilai
perbuatan manusia. Dengan demikian keduanya
memiliki subtansi yang dekat dan sama. Sebab
keduanya memilki tujuan yang sama, yaitu melakukan
hal-hal yang baik untuk mencari nilai-nilai positif dan
menjadi makhluk yang beretika dan bermoral di mata
tuhannya. Menurut Rosihin Anwar, persamaan antara
etika dan moral yiatu, pertama, etika dan moral
mengacu pada tingkah laku, sifat, karakter, perbuatan
atau perangai yang baik. Kedua, etika dan moral
merupakan prinsip yang mengukur harkat dan martabat
manusia.
Perbedaan Etika dan Moral
01
02
03
Etika diukur dari rasio dan pikiran,
sedangkan moral memiliki tolak ukur dari
norma-norma yang berlaku dilingkungan
masyarakat tersebut.
Etika bersifat konsep dan teoretis,
sedangkan moral lebih ke realitas
atau lebih tepatnya lagi muncul
dalam pergaulan sehari-hari yang
berkembang di masyarakat.
Etika untuk pengkajian sistem nilai
yang ada, sedangkan moral itu
menilai suatu perbuatan atau
tingkah laku.
Dan di Indonesia
Sejarah Etika di
Dunia
Sejarah Etika di Dunia
1. Etika periode Yunani, Memburuknya tatanan moral di
negara Yunani yang terjadi 2500 tahun yang lalu.
Sehingga menyebabkan pandangan mengenai hal baik
dan buruk sudah tidak berlaku dan tidak dipercaya. Hal
itu membuat para filosof mempertanyakan tentang
norma-norma dasar kelakuan manusia. Para ahli tidak
terlalu banyak memperhatikan melakukan penyelidikan
terhadap etika. Namun ketertarikan orang Yunani
terhadap kenyataan bahwa terdapat berbagai macam
kebiasaan, hukum, tata kehidupan dan lain-lain itu timbul
dari kebiasaan orang Yunani.
2. Etika pada abad pertengahan, Etika pada abad
pertengahan ini bisa dikatakan " dianiaya " oleh
Gereja. Saat itu, gereja memerangi kaum filsafat
Romawi dan Yunani, dengan maksud menolak
diadakannya penyiaran ilmu dan kebudayaan kuno.
(H.A. Mustofa, 1999:45). Hal itu terjadi karena gereja
merasa manusia tidak perlu lagi mendalami maupun
menyelidiki sesuatu itu yang berkaitan dengan
kebenaran hakikat. Para ahli ahli filsafat etika yang
lahir pada masa itu diantaranya Abelard (1079 - 1142
SM) seorang ahli filsafat Perancis dan Thomas
Aquinus (1226 - 1270 SM) seorang ahli filsafat dari
Italia. Mereka adalah panduan dari ajaran Yunani dan
Nasrani.
3. Etika pada periode bangsa Arab, Berbeda dengan
Yunani, bangsa Arab tidak memiliki ahli ahli filsafat pada
zaman jahiliyah. Pada masa itu bangsa Arab hanya
memiliki hikmat dan juga sebagian dari penyair yang
hanya berfokus untuk memerintahkan kepada kebaikan
dan menjauhkan dari kemungkaran, memupuk hal baik
dan menjauh dari hal buruk, mengarahkan kepada
keutamaan dan menjauhkan dari kerendahan, yang
terkenal di masa mereka bukanlah tentang menyelidiki
ilmu. Bangsa Arab pada masa itu merasa memahami
etika ada dari agama tidak dibutuhkan untuk menyelidiki
hal mengenai hal baik dan buruk, karena agama banyak
menjadi dasar buku yang menyangkut pautkan etika.
4. Etika pada abad modern, Bangkitnya Eropa pada abad
ke-15, ahli filsafat mulai menyebarluaskan filsafat kuno.
Begitu juga dengan Itali, kemudian berkembang ke
seluruh Eropa sebelum tegaknya kemerdekaan berpikir
pada masa ini segala sesuatu selalu diselidiki. Karena hal
tersebut etika menjadi lebih dipelajari dan beberapa filosof
menciptakan filsafat baru mengenai etika.
Sejarah Etika di Indonesia
Bangsa indonesia menerapkan etika berdasarkan
pancasila atau disebut dengan etika pancasila. Penerapan etika
disesuaikan dengan falsafah dan ideologi pancasila, dimana
perilaku kehidupan bangsa indonesia disesuaikan dengan sila-
sila yang ada dipancasila, yaitu ketuhanan, kemanusiaan,
persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima pancasila tersebut
membentuk perilaku bangsa indonesia dalam kehidupan. Jika
dikaji lebih dalam penerapan etika sudah ada dari zaman dulu,
karena indonesia pada zaman dahulu memakai sistem kerajaan.
Pada tahun 1998 P4 ( Pedoman Penghayatan dan Pengalaman
Pancasila ) yang merupakan landasan rakyat indonesia dan etika
dicabut, sehingga untuk saat ini etika diindonesia berlandaskan
Tap MPR No. VI/MPR/2001 tentang etika kehidupan berbangsa.
Dalam Tap MPR tersebut rumusan etika bersumber dari agama,
khususnya pada bagian yang bersifat universal dan nilai-nilai
budaya bangsa yang berlandaskan pancasila . Selain itu
pendidikan etika di indonesia saat ini sudah banyak berkembang
karena di jadikan mata pelajaran di sekolah maupun universitas.
Kesimpulan
Kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ ethos “ yang dibentuk
dari kata jamak yaitu “ ta etha “ yang artinya kebiasaan. Etika sendiri diawali dari
negara yunani, etika dinegara yunani mulai ada lantaran tatanan moral dan
pandangan mengenai hal baik dan buruk sudah tidak berlaku dan tidak
dipercaya. Sehingga para filosof mulai mempertanyakan norma-norma
kehidupan. Sesudah itu etika mulai berkembang hingga saat ini. Etika
merupakan tindakan atau perilaku baik buruknya orang terhadap orang lain,
yang ditentukan oleh orang itu sendiri. sedangkan jika dilihat dari pandangan
islam etika islam adalah bagian dari akhlak yang mengatur dan mengarahkan
kehidupan manusia melalui petunjuk dari Allah SWT dan pedoman Al-Qur’an
atau hadist untuk menuju keridhoan Allah SWT. Etika selalu berkaitan dengan
lainnya keduanya memiliki tujuan yang sama. Moral sendiri suatu nilai atau
karakter yang melekat pada seseorang, dimana nilai dan karakter tersebut
berkaitan dengan norma-norma, pandangan, pendapat, kebiasaan, budi pekerti,
dan baik buruknya sebagai manusia. Sedangan dalam islam moral didefinisikan
sebagai perilaku manusia secara tidak sadar atau muncul secara otomatis
berdasarkan kepatuhan dan kepasrahan kepada ketentuan yang allah sudah
tetapkan.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Kel. 1 etika profesi

  • 1.
    Etika Dan Moral (Etika Profesi )
  • 2.
    ( 190721100006 ) Farhah 01 (190721100016 ) Nailul Khomsiyah 02 ( 190721100018 ) Moh. Nuzulur Rohman 03 Oleh Kelompok 1
  • 3.
  • 4.
    Pengertian Etika Secara Umum Jadidapat ditarik kesimpulan bahwasanya etika itu merupakan tindakan atau perilaku baik buruknya orang terhadap orang lain, yang ditentukan oleh orang itu sendiri. Kata etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “ ethos “ yang dibentuk dari kata jamak yaitu “ ta etha “ yang artinya kebiasaan. Menurut sumaryo ( 1995 ) kata etika asalnya dari Yunani yaitu “ ethos “ yang memiliki makna atau arti adat istiadat yang baik. etika juga bisa diartikan sebagai suatu konsep karakter seseorang yang diekspresikan melalui, nama baik dan reputasi seseorang, jadi pada intinya reputasi ataupun nama baik itu sendiri akan menggambarkan ethos orang tersebut. Pengertian Etika
  • 5.
    Pengertian Etika Secara Islam Etika danmoral merupakan bagian dari islam yang dikenal dengan akhlak, hal ini sudah dijelaskan dalam latar belakang bahwasanya nilai dasar dalam islam dibagi menjadi tiga bagian yaitu, aqidah ( keimanan ), syari’ah ( ibadah dan muamalah ), dan akhlak ( perilaku manusia ). Etika dalam islam dipandang sangat penting dan sangat dijunjung tinggi. Sehingga dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwasanya etika islam adalah bagian dari akhlak yang mengatur dan mengarahkan kehidupan manusia melalui petunjuk dari Allah SWT dan pedoman Al- Qur’an atau hadist untuk menuju keridhoan Allah SWT.
  • 6.
    Tujuan Etika Selain itu tujuanmempelajari etika adalah mempermudah terciptanya kemistri antara hubungan manusia dengan sesama manusianya. Sehingga dalam hal tersebut dapat diartikan, jika etika yang ada di dalam diri manusia sudah mendarah daging, secara otomatis kehidupan manusia baik individu maupun kelompok akan saling menguntungkan. Tujuan dari mempelajari etika yaitu memperoleh cita yang sama bagi seluruh umat manusia mengenai baik buruknya tindakan yang mereka lakukan.
  • 7.
  • 8.
    Objek Etika Etika memilikidua objek, yaitu 1) objek material, berupa perbuatan dan tingkah laku manusia. 2) objek formal, yaitu berupa baik buruknya tindakan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sama dengan apa yang dikemukaan oleh Juhaya S. Praja bahwasanya objek penyelidikan etika yaitu pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan moral, itulah mengapa moral dan etika saling terikat. Menurut pendapat Achmad Amin mengemukakan bahwasanya suatu obyek etika adalah perbuatan baik yang dilakukan oleh diri sendiri atau karena pengaruh orang lain yang didasari oleh kebabasan dan disertai dengan niat.
  • 9.
    Fungsi Etika Rohaniawan FranzMagnis Suseno, menyatakan bahwa etika berfungsi membantu manusia mencari orientasi yang dilakukan untuk menumbuhkan hubungan sesama manusia untuk berhadapan dengan moralitas yang membingungkan. Berikut rincian fungsi etika : 1. Tempat untuk menumbuhkan hubungan antara manusia dengan manusia lainnya. 2. meningkatkan keterampilan dalam berpikir baik menganalisis informasi atau sumber lain secara kritis dan rasional. 3. berperilaku profesional yang diperlukan dalam mengambil suatu sikap yang wajar dalam menghargai perbedaan masyarakat.
  • 10.
    Manfaat Etika 1 35 2 4 Dapat membantu suatu pendirian yang beragam dalam suatu pandangan dan moral. Dapat membedakan suatu hal yang boleh dan tidak boleh dikerjakan. Dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan moralitas maupun sosial lainnya yang yang menyebabkan masyarakat kebingungan dengan pemikiran yang kritis atau sistematis. Dapat berfikir dan bekerja dengan teratur (step by step) sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang dapat merugikan banyak orang. Dapat memecahkan masalah dengan sebenar- benarnya bukan hanya sekedar ingin tahu
  • 11.
  • 12.
    Pengertian Moral Secara Umum Moralberasal dari bahasa latin yaitu “ mores “ yang berarti sila ataupun peraturan kehidupan. Moral harus diterapkan dalam suatu masyarakat ataupun daerah. Moral sedikit berbeda dengan etika, karena moral bukan milik segelintir orang malainkan milik bersama . Perilaku moral biasanya dikendalikan oleh konsep-konsep moral itu sendiri, atau bisa juga moral dikendalikan oleh perilaku manusia yang menjadi kebiasaan. Moral mengajarkan kepada seseorang bagaimana cara untuk hidup, karena didalam moral memuat pandangan mengenai nilai dan norma-norma kehidupan . Sehingga dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwasanya moral adalah suatu nilai atau karakter yang melekat pada seseorang, dimana nilai dan karakter tersebut berkaitan dengan norma-norma, pandangan, pendapat, kebiasaan, budi pekerti, dan baik buruknya sebagai manusia
  • 13.
    PENGERTIAN MORAL DALAMISLAM Didalam islam moral termasuk kedalam akhlak, pada kenyataanya moral diukur dari perbuatan baik dan buruk. Jika hanya ingin menampakkan moral baik maka moral tersebut harus dikembangkan. Moral yang baik termasuk dalam moral islam, untuk mengembankannya harus melalui pendidikan yang berbasis islam . Jadi dapat diambil kesimpulan bahwasanya, moral dalam islam yaitu perilaku manusia secara tidak sadar atau muncul secara otomatis berdasarkan kepatuhan dan kepasrahan kepada ketentuan yang allah sudah tetapkan.
  • 14.
    PENGENDALIAN MORAL Pengendalian moral merupakankesadaran moral yang dimana seseorang tersebut mampu berperilaku secara jujur, selalu bersabar dan bersukur serta selalu ikhlas. Untuk mengendalikan moral setiap orang perlu diadakannya pendidikan moral yang diberikan, pendidikan moral sangat penting untuk menjaga diri orang tersebut dari sifat angkuh dan sombong terhadap orang lain. Pendidikan moral juga dapat diberikan dengan teori dan edukasi dalam perubahan masyarakat, seperti : 1. Menjaga genarasi sejak masa dini agar terhindar dari berbagai penyelewengan jahiliah. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mendidik sesuai perasaan dan pemikiran mereka dengan tanda kutip harus sesuai fitrah, agar generasi tersebut memiliki pondasi yang sangat kokoh dan sempurna dimata masyarakat. 2. Karena pendidikan moral ini sudah diberikan sejak dini, maka mereka akan terbiasa untuk selalu menanamkan nilai-nilai dan norma- norma tentang moral, sehingga bisa menjadi bekal ketika mereka sudah dewasa. 3. Pendidikan yang diberikan harus memiliki nilai positif, karena itu penting untuk menjaga pola pikir mereka tentang moral
  • 15.
    Sumber-Sumber Ajaran Moral Agama AdatIstiada dan Budaya Hati Nurani Sumber-sumber moral disini mencangkup tiga hal yaitu :
  • 16.
    01 Kompetisi 02 Kehendak 03Kebiasaan Perilaku Moral Perilaku moral kata yang tidak asing didengar oleh sebagian orang seperti halnya kualitas moral intelektual dan emosional yang baik timbul dalam diri seseorang yang dididik dengan baik, mereka juga memiliki kemungkinan melakukan tindakan yang secara pengetahuan dan perasaan mereka merupakan tindakan yang benar. Tiga Aspek penggerak perilaku moral yaitu :
  • 17.
  • 18.
    Persamaan Etika danMoral Secara konseptual etika dan moral memiliki prinsip-prinsip yang sama, yaitu berkaitan dengan nilai perbuatan manusia. Dengan demikian keduanya memiliki subtansi yang dekat dan sama. Sebab keduanya memilki tujuan yang sama, yaitu melakukan hal-hal yang baik untuk mencari nilai-nilai positif dan menjadi makhluk yang beretika dan bermoral di mata tuhannya. Menurut Rosihin Anwar, persamaan antara etika dan moral yiatu, pertama, etika dan moral mengacu pada tingkah laku, sifat, karakter, perbuatan atau perangai yang baik. Kedua, etika dan moral merupakan prinsip yang mengukur harkat dan martabat manusia.
  • 19.
    Perbedaan Etika danMoral 01 02 03 Etika diukur dari rasio dan pikiran, sedangkan moral memiliki tolak ukur dari norma-norma yang berlaku dilingkungan masyarakat tersebut. Etika bersifat konsep dan teoretis, sedangkan moral lebih ke realitas atau lebih tepatnya lagi muncul dalam pergaulan sehari-hari yang berkembang di masyarakat. Etika untuk pengkajian sistem nilai yang ada, sedangkan moral itu menilai suatu perbuatan atau tingkah laku.
  • 20.
  • 21.
    Sejarah Etika diDunia 1. Etika periode Yunani, Memburuknya tatanan moral di negara Yunani yang terjadi 2500 tahun yang lalu. Sehingga menyebabkan pandangan mengenai hal baik dan buruk sudah tidak berlaku dan tidak dipercaya. Hal itu membuat para filosof mempertanyakan tentang norma-norma dasar kelakuan manusia. Para ahli tidak terlalu banyak memperhatikan melakukan penyelidikan terhadap etika. Namun ketertarikan orang Yunani terhadap kenyataan bahwa terdapat berbagai macam kebiasaan, hukum, tata kehidupan dan lain-lain itu timbul dari kebiasaan orang Yunani. 2. Etika pada abad pertengahan, Etika pada abad pertengahan ini bisa dikatakan " dianiaya " oleh Gereja. Saat itu, gereja memerangi kaum filsafat Romawi dan Yunani, dengan maksud menolak diadakannya penyiaran ilmu dan kebudayaan kuno. (H.A. Mustofa, 1999:45). Hal itu terjadi karena gereja merasa manusia tidak perlu lagi mendalami maupun menyelidiki sesuatu itu yang berkaitan dengan kebenaran hakikat. Para ahli ahli filsafat etika yang lahir pada masa itu diantaranya Abelard (1079 - 1142 SM) seorang ahli filsafat Perancis dan Thomas Aquinus (1226 - 1270 SM) seorang ahli filsafat dari Italia. Mereka adalah panduan dari ajaran Yunani dan Nasrani. 3. Etika pada periode bangsa Arab, Berbeda dengan Yunani, bangsa Arab tidak memiliki ahli ahli filsafat pada zaman jahiliyah. Pada masa itu bangsa Arab hanya memiliki hikmat dan juga sebagian dari penyair yang hanya berfokus untuk memerintahkan kepada kebaikan dan menjauhkan dari kemungkaran, memupuk hal baik dan menjauh dari hal buruk, mengarahkan kepada keutamaan dan menjauhkan dari kerendahan, yang terkenal di masa mereka bukanlah tentang menyelidiki ilmu. Bangsa Arab pada masa itu merasa memahami etika ada dari agama tidak dibutuhkan untuk menyelidiki hal mengenai hal baik dan buruk, karena agama banyak menjadi dasar buku yang menyangkut pautkan etika. 4. Etika pada abad modern, Bangkitnya Eropa pada abad ke-15, ahli filsafat mulai menyebarluaskan filsafat kuno. Begitu juga dengan Itali, kemudian berkembang ke seluruh Eropa sebelum tegaknya kemerdekaan berpikir pada masa ini segala sesuatu selalu diselidiki. Karena hal tersebut etika menjadi lebih dipelajari dan beberapa filosof menciptakan filsafat baru mengenai etika.
  • 22.
    Sejarah Etika diIndonesia Bangsa indonesia menerapkan etika berdasarkan pancasila atau disebut dengan etika pancasila. Penerapan etika disesuaikan dengan falsafah dan ideologi pancasila, dimana perilaku kehidupan bangsa indonesia disesuaikan dengan sila- sila yang ada dipancasila, yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Kelima pancasila tersebut membentuk perilaku bangsa indonesia dalam kehidupan. Jika dikaji lebih dalam penerapan etika sudah ada dari zaman dulu, karena indonesia pada zaman dahulu memakai sistem kerajaan. Pada tahun 1998 P4 ( Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila ) yang merupakan landasan rakyat indonesia dan etika dicabut, sehingga untuk saat ini etika diindonesia berlandaskan Tap MPR No. VI/MPR/2001 tentang etika kehidupan berbangsa. Dalam Tap MPR tersebut rumusan etika bersumber dari agama, khususnya pada bagian yang bersifat universal dan nilai-nilai budaya bangsa yang berlandaskan pancasila . Selain itu pendidikan etika di indonesia saat ini sudah banyak berkembang karena di jadikan mata pelajaran di sekolah maupun universitas.
  • 23.
    Kesimpulan Kata etika berasaldari bahasa Yunani yaitu “ ethos “ yang dibentuk dari kata jamak yaitu “ ta etha “ yang artinya kebiasaan. Etika sendiri diawali dari negara yunani, etika dinegara yunani mulai ada lantaran tatanan moral dan pandangan mengenai hal baik dan buruk sudah tidak berlaku dan tidak dipercaya. Sehingga para filosof mulai mempertanyakan norma-norma kehidupan. Sesudah itu etika mulai berkembang hingga saat ini. Etika merupakan tindakan atau perilaku baik buruknya orang terhadap orang lain, yang ditentukan oleh orang itu sendiri. sedangkan jika dilihat dari pandangan islam etika islam adalah bagian dari akhlak yang mengatur dan mengarahkan kehidupan manusia melalui petunjuk dari Allah SWT dan pedoman Al-Qur’an atau hadist untuk menuju keridhoan Allah SWT. Etika selalu berkaitan dengan lainnya keduanya memiliki tujuan yang sama. Moral sendiri suatu nilai atau karakter yang melekat pada seseorang, dimana nilai dan karakter tersebut berkaitan dengan norma-norma, pandangan, pendapat, kebiasaan, budi pekerti, dan baik buruknya sebagai manusia. Sedangan dalam islam moral didefinisikan sebagai perilaku manusia secara tidak sadar atau muncul secara otomatis berdasarkan kepatuhan dan kepasrahan kepada ketentuan yang allah sudah tetapkan.
  • 24.