KEBERSIHAN TANGAN
( HAND HYGIENE)
PENGERTIAN
 MERUPAKAN SALAH SATU PROSEDUR YANG
PALING PENTING DAN EFEKTIF MENCEGAH
HAIS [HEALTCARE ASSOSIATED INFECTION]
BILA DILAKUKAN DENGAN BAIK DAN BENAR.
 MENGAPA KEBERSIHAN TANGAN MERUPAKAN
MEDIA TRANSMISI KUMAN PATOGEN
TERSERING DIRUMAH SAKIT.
 PENULARAN PENYAKIT DARI PASIEN
MELALUHI TANGAN PETUGAS.
 KEBERSIHAN TANGAN BAIK DAN BENAR
MENURUNKAN ANGKAANGAKA INFEKSI.
MIKROORGANISME RESIDEN
Mikroorganisme yang tinggal dilapisan kulit yang lebih dalam
serta didalam folikel rambut, dan tidak dapat dihilangkan
sepenuhnya.
MIKROORGANISME TRANSIEN
Berada dalam lapisan luar kulit.
Diperoleh melaluhi kontak deangan pasien, petugas kesehatan
atau permukaan lingkungan yang terkontaminasi.
 Cuci tangan dengan air dan sabun jika tangan terlihat kotor
 Gosok tangan dengan handrub berbasis alkohol jika tangan
tidak terlihat kotor
 Jangan menyentuh kembali area permukaan lingkungan
sebelum melakukan tindakan
MIKROORGANISME DITANGAN
ADA 2
PENYEBAB KETIDAK PATUHAN
 Beban kerja berlebihan
terlalu sibuk
 Tidak tersedia sarana / fasilitas kebersihan tangan
 Lokasi cuci tangan terlalu jauh
 Bila sering cuci tangan , tangan jadi rusak
 Tidak peduli
 Malas.
ETIKA BATUK BATUK
YANG BENAR
Etiket batuk yang benar menurut
sisi kesehatan
 Etiket batuk perlu untuk diketahui, karena dari hal ini
Anda telah bertindak dalam proses pencegahan
infeksi. Mungkin saat batuk, Anda akan menutup
mulut dengan telapak tangan
 Tujuan Anda mungkin baik, namun belum tentu
benar dan justru cara ini akan menjadi media
penyebaran infeksi yang cepat. Dengan menutup
telapak tangan, tanpa sadar Anda telah memindahkan
bakteri dari telapak tangan Anda ke orang lain melalui
bersentuhan atau bersalaman.
LANJUTAN..
 Batuk sendiri merupakan salah satu gejala atau tanda
yang sering dialami setiap orang. Baik karena adanya
iritan seperti asap, debu, maupun benda asing di
saluran napas, atau gejala dari suatu penyakit
seperti influenza, bronkitis, TBC dan beberapa
penyakit lain.
 Menariknya dari sisi kesehatan, batuk memiliki etiket
tanpa memandang apakah batuk tersebut disebabkan
oleh gejala dari suatu penyakit menular atau hanya
merupakan refleks pertahanan tubuh akibat adanya
benda asing atau iritan
Berikut adalah etika batuk yang
baik dan benar.
 Jika Anda ingin batuk, segeralah ambil tisu untuk
menutupi tidak hanya mulut Anda tetapi juga hidung
Anda.
 Langsung buang tisu setelah digunakan menutup
mulut dan hidung yang Anda gunakan saat batuk ke
dalam tempat sampah.
Lanjutan..
 Karena batuk merupakan refleks yang tidak dapat
dikontrol, ada kalanya Anda tidak dalam kondisi
memegang atau membawa tisu. Batuklah pada bagian
lengan atas Anda. Jangan pada telapak tangan Anda.
Mengapa? Bagian lengan atas merupakan bagian yang
jarang melakukan kontak baik dengan benda (seperti
gagang pintu, alat makan, atau telepon) maupun
orang lain seperti saat jabat tangan.
 Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir.
 Jika sabun dan air tidak tersedia, kita dapat
menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol
dengan konsentrasi alkohol setidaknya 60%.
Etika batuk hanya memiliki satu tujuan,
yaitu untuk mengendalikan penyebaran
infeksi yang terjadi saat batuk. Tidak
hanya di fasilitas kesehatan, tetapi juga
dikantor, sekolah, pusat keramaian
maupun rumah Anda.
APD
(ALAT PELINDUNG DIRI)
Alat Pelindung Diri
 Alat pelindung diri (APD) yaitu seperangkat alat yang
dipakai tenaga kerja membuat perlindungan beberapa
atau semua badannya dari ada potensi bahaya atau
penyakit akibat kerja.
Maksud Penggunaan Alat
Pelindung Diri (APD) yaitu :
 Maksud pemakaian alat pelindung diri bagi petugas
kesehatan yaitu membuat perlindungan tenaga
kesehatan dari bahaya akibat kerja, terwujudnya
perasaan aman dan terlindung bagi tenaga kerja
beberapa dapat tingkatkan motivasi utuk yang
berprestasi dan pelihara dan tingkatkan derajat
kesehatan dan keselamatan kerja.
Syarat – syarat Alat Pelindung Diri
(APD)
 Syarat –syarat yang perlu dipenuhi dalam pemakaian
APD perlindungan prima (menutupi bagian badan
tertentu), fleksibel, dapat dipakai atau digunakan pria
dan wanita, tak menyebabkan bahaya sambilan, tak
gampang rusak atau bisa ditukar, sesuai sama standard
dan tak membatasi gerak petugas menarik dan
nyaman dipakai.
Jenis – jenis Alat Pelindung Diri
(APD) :
 Sarung tangan
 Pelindung muka/masker/kaca mata
 Penutup kepala
 Gaun pelindung (pakaian kerja/celemek)
 Sepatu pelindung / sepatu safety
LIMBAH RUMAH SAKIT
 Menurut Departemen Kesehatan, limbah rumah
sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari
kegiatan Rumah Sakit dalam bentuk padat, cair, pasta
(gel) maupun gas yang dapat mengandung
mikroorganisme pathogen bersifat infeksius, bahan
kimia beracun, dan sebagian bersifat radioaktif.
Dengan melihat deskripsi tersebut, limbah yang
berasal dari rumah sakit ini dapat dikategorikan
sebagai limbah B3 (limbah bahan berbahaya dan
beracun).
Persyaratan Kesehatan Lingkungan
Rumah Sakit yaitu:
 Fasilitas Pengelolaan Limbah padat — Setiap Rumah sakit
harus melakukan reduksi limbah dimulai dari sumber dan
harus mengelola dan mengawasi penggunaan bahan kimia
yang berbahaya, beracun dan setiap peralatan yang
digunakan dalam pengelolaan limbah medis mulai dari
pengumpulan, pengangkutan, dan pemusnahan harus
melalui sertifikasi dari pihak yang berwenang.
 Fasilitas Pengolahan Limbah Cair — Limbah cair harus
dikumpulkan dalam container yang sesuai dengan
karakteristik bahan kimia dan radiologi, volume, dan
prosedur penanganan dan penyimpanannya. Rumah sakit
harus memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah sendiri.
Jenis dari limbah ini secara spesifik
adalah:
 Limbah human anatomical: jaringan tubuh manusia, organ,
bagian-bagian tubuh, tetapi tidak termasuk gigi, rambut dan
muka.
 Limbah tubuh hewan: jaringan-jaringan tubuh, organ, bangkai,
darah, bagian terkontaminasi dengan darah, dan sebagainya,
tetapi tidak termasuk gigi, bulu, kuku.
 Limbah laboratorium mikrobiologi: jaringan tubuh, stok hewan
atau mikroorganisme, vaksin, atau bahan atau peralatan
laboratorium yang berkontak dengan bahan- bahan tersebut.
 Limbah darah dan cairan manusia atau bahan/peralatan yang
terkontaminasi dengannya. Tidak termasuk dalam kategori ini
adalah urin dan tinja.
 Limbah-limbah benda tajam seperti jarum suntik, gunting,
pecahan kaca dan sebagainya.
KEBERSIHAN TANGAN ( HAND HYGIENE).pptx

KEBERSIHAN TANGAN ( HAND HYGIENE).pptx

  • 1.
  • 2.
    PENGERTIAN  MERUPAKAN SALAHSATU PROSEDUR YANG PALING PENTING DAN EFEKTIF MENCEGAH HAIS [HEALTCARE ASSOSIATED INFECTION] BILA DILAKUKAN DENGAN BAIK DAN BENAR.  MENGAPA KEBERSIHAN TANGAN MERUPAKAN MEDIA TRANSMISI KUMAN PATOGEN TERSERING DIRUMAH SAKIT.  PENULARAN PENYAKIT DARI PASIEN MELALUHI TANGAN PETUGAS.  KEBERSIHAN TANGAN BAIK DAN BENAR MENURUNKAN ANGKAANGAKA INFEKSI.
  • 3.
    MIKROORGANISME RESIDEN Mikroorganisme yangtinggal dilapisan kulit yang lebih dalam serta didalam folikel rambut, dan tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. MIKROORGANISME TRANSIEN Berada dalam lapisan luar kulit. Diperoleh melaluhi kontak deangan pasien, petugas kesehatan atau permukaan lingkungan yang terkontaminasi.  Cuci tangan dengan air dan sabun jika tangan terlihat kotor  Gosok tangan dengan handrub berbasis alkohol jika tangan tidak terlihat kotor  Jangan menyentuh kembali area permukaan lingkungan sebelum melakukan tindakan MIKROORGANISME DITANGAN ADA 2
  • 4.
    PENYEBAB KETIDAK PATUHAN Beban kerja berlebihan terlalu sibuk  Tidak tersedia sarana / fasilitas kebersihan tangan  Lokasi cuci tangan terlalu jauh  Bila sering cuci tangan , tangan jadi rusak  Tidak peduli  Malas.
  • 5.
  • 6.
    Etiket batuk yangbenar menurut sisi kesehatan  Etiket batuk perlu untuk diketahui, karena dari hal ini Anda telah bertindak dalam proses pencegahan infeksi. Mungkin saat batuk, Anda akan menutup mulut dengan telapak tangan  Tujuan Anda mungkin baik, namun belum tentu benar dan justru cara ini akan menjadi media penyebaran infeksi yang cepat. Dengan menutup telapak tangan, tanpa sadar Anda telah memindahkan bakteri dari telapak tangan Anda ke orang lain melalui bersentuhan atau bersalaman.
  • 7.
    LANJUTAN..  Batuk sendirimerupakan salah satu gejala atau tanda yang sering dialami setiap orang. Baik karena adanya iritan seperti asap, debu, maupun benda asing di saluran napas, atau gejala dari suatu penyakit seperti influenza, bronkitis, TBC dan beberapa penyakit lain.  Menariknya dari sisi kesehatan, batuk memiliki etiket tanpa memandang apakah batuk tersebut disebabkan oleh gejala dari suatu penyakit menular atau hanya merupakan refleks pertahanan tubuh akibat adanya benda asing atau iritan
  • 8.
    Berikut adalah etikabatuk yang baik dan benar.  Jika Anda ingin batuk, segeralah ambil tisu untuk menutupi tidak hanya mulut Anda tetapi juga hidung Anda.  Langsung buang tisu setelah digunakan menutup mulut dan hidung yang Anda gunakan saat batuk ke dalam tempat sampah.
  • 9.
    Lanjutan..  Karena batukmerupakan refleks yang tidak dapat dikontrol, ada kalanya Anda tidak dalam kondisi memegang atau membawa tisu. Batuklah pada bagian lengan atas Anda. Jangan pada telapak tangan Anda. Mengapa? Bagian lengan atas merupakan bagian yang jarang melakukan kontak baik dengan benda (seperti gagang pintu, alat makan, atau telepon) maupun orang lain seperti saat jabat tangan.  Cucilah tangan dengan sabun dan air mengalir.  Jika sabun dan air tidak tersedia, kita dapat menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol dengan konsentrasi alkohol setidaknya 60%.
  • 10.
    Etika batuk hanyamemiliki satu tujuan, yaitu untuk mengendalikan penyebaran infeksi yang terjadi saat batuk. Tidak hanya di fasilitas kesehatan, tetapi juga dikantor, sekolah, pusat keramaian maupun rumah Anda.
  • 11.
  • 12.
    Alat Pelindung Diri Alat pelindung diri (APD) yaitu seperangkat alat yang dipakai tenaga kerja membuat perlindungan beberapa atau semua badannya dari ada potensi bahaya atau penyakit akibat kerja.
  • 13.
    Maksud Penggunaan Alat PelindungDiri (APD) yaitu :  Maksud pemakaian alat pelindung diri bagi petugas kesehatan yaitu membuat perlindungan tenaga kesehatan dari bahaya akibat kerja, terwujudnya perasaan aman dan terlindung bagi tenaga kerja beberapa dapat tingkatkan motivasi utuk yang berprestasi dan pelihara dan tingkatkan derajat kesehatan dan keselamatan kerja.
  • 14.
    Syarat – syaratAlat Pelindung Diri (APD)  Syarat –syarat yang perlu dipenuhi dalam pemakaian APD perlindungan prima (menutupi bagian badan tertentu), fleksibel, dapat dipakai atau digunakan pria dan wanita, tak menyebabkan bahaya sambilan, tak gampang rusak atau bisa ditukar, sesuai sama standard dan tak membatasi gerak petugas menarik dan nyaman dipakai.
  • 15.
    Jenis – jenisAlat Pelindung Diri (APD) :  Sarung tangan  Pelindung muka/masker/kaca mata  Penutup kepala  Gaun pelindung (pakaian kerja/celemek)  Sepatu pelindung / sepatu safety
  • 16.
    LIMBAH RUMAH SAKIT Menurut Departemen Kesehatan, limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan Rumah Sakit dalam bentuk padat, cair, pasta (gel) maupun gas yang dapat mengandung mikroorganisme pathogen bersifat infeksius, bahan kimia beracun, dan sebagian bersifat radioaktif. Dengan melihat deskripsi tersebut, limbah yang berasal dari rumah sakit ini dapat dikategorikan sebagai limbah B3 (limbah bahan berbahaya dan beracun).
  • 17.
    Persyaratan Kesehatan Lingkungan RumahSakit yaitu:  Fasilitas Pengelolaan Limbah padat — Setiap Rumah sakit harus melakukan reduksi limbah dimulai dari sumber dan harus mengelola dan mengawasi penggunaan bahan kimia yang berbahaya, beracun dan setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah medis mulai dari pengumpulan, pengangkutan, dan pemusnahan harus melalui sertifikasi dari pihak yang berwenang.  Fasilitas Pengolahan Limbah Cair — Limbah cair harus dikumpulkan dalam container yang sesuai dengan karakteristik bahan kimia dan radiologi, volume, dan prosedur penanganan dan penyimpanannya. Rumah sakit harus memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah sendiri.
  • 18.
    Jenis dari limbahini secara spesifik adalah:  Limbah human anatomical: jaringan tubuh manusia, organ, bagian-bagian tubuh, tetapi tidak termasuk gigi, rambut dan muka.  Limbah tubuh hewan: jaringan-jaringan tubuh, organ, bangkai, darah, bagian terkontaminasi dengan darah, dan sebagainya, tetapi tidak termasuk gigi, bulu, kuku.  Limbah laboratorium mikrobiologi: jaringan tubuh, stok hewan atau mikroorganisme, vaksin, atau bahan atau peralatan laboratorium yang berkontak dengan bahan- bahan tersebut.  Limbah darah dan cairan manusia atau bahan/peralatan yang terkontaminasi dengannya. Tidak termasuk dalam kategori ini adalah urin dan tinja.  Limbah-limbah benda tajam seperti jarum suntik, gunting, pecahan kaca dan sebagainya.